Final Chapter : The Memories
Ini merupakan akhir dari cerita ini. Tapi jangan kuatir entar ada penyelesaiannya yang romantic, kok
Jun langsung membuka buku catatan milik An Wei. Karena dia sangat yakin bahwa buku itu pasti miliknya An Wei.
"Aku yakin pasti Kak An Wei mengirimkan sebuah pesan kepadaku." Kata Jun.
-Dan setelah Jun membuka catatan tersebut, catatan itu berisi tentang penyesalan An Wei terhadap dirinya.-
"Jun, aku tahu ini sungguh aneh. Tetapi aku selalu merasa ada sesuatu yang menarikku hingga ke tempat ini. Lawang Sewu memang sebenarnya adalah penjara untuk menghukum mati para tawanan perang. Tetapi, Anak kecil yang merupakan anak dari pembesar Belanda yang bernama Van Den Brook itu bernama Noni Van Helen. Van Helen, yang sebenarnya masih berumur 5 tahun, nasibnya selalu malang. Bahkan Van Helen nyaris diperkosa sampai akhirnya ia mengakhiri hidupnya dengan loncat dari gedung Lawang Sewu. Jun, aku menginginkanmu untuk menyelamatkan Van Helen. Dengan Cara apapun yang kamu bisa, aku yakin kamu bisa menyelamatkannya. Maafkan aku karena telah mengingkari janjimu."
"Kak An Wei…………………… aku akan segera menyelamatkannya dan menyusulmu sekarang!" Kata Jun.
-Jun yang baru nyampe di depan pintu ruangan bawah tanah langsung merasakan aura yang bener-bener menakutkan. Tiba-tiba indra keenamnya ato insting lah mulai keluar. Jun langsung ngliat Kejadian pembantaian yang sadis banget. Jun ngerasa kalo ada sesuatu di belakangnya.-
"Ya tuhan……………. Sadisnya………………." Kata Jun
"Kamu tidak akan bisa kabur dari sini!" Kata hantu yang ada di belakangnya Jun.
"Apa?! Sebaiknya aku akan mengeluarkan kameraku! (kamera yang dipake Jun itu namanya Camera Obscura. *Author digebuki ama pembuat kamera and produser Fatal Frame dari Tecmo*) Kata Jun yang dengan buru-buru mempersiapkan kameranya.
"Mati kau!" Kata hantu tadi.
-Setelah Jun bertempur dengan hantu itu dengan waktu yang agak lama, Jun merasa lega dan kembali mencari An Wei.-
"Aku nggak akan bisa membiarkan Kak An Wei mati di tempat ini!" Gumam Jun dalam hati.
-Tiba-tiba Jun langsung menemukan buku catatan milik An Wei lagi.-
"Aku tahu ini memang sudah takdirku untuk meninggalkan dunia ini. Tapi, aku sebenarnya tahu kok perasaanmu yang jangan khawatirkan aku lagi. Jun, sejujurnya hatimu memang murni. Tapi, janganlah kamu menganggap dirimu bersalah atas kejadian ini. Sebab musabab kejadian ini sebenarnya itu dari diriku. Wanita yang bernama Hellen menganggap diriku sebagai kekasihnya. Jadi itu kenapa, aku sampai bisa di tarik sampai ke dimensi masa lalunya. Nasib Hellen memang sama seperti Van Helen. Sebenarnya Hellen yang di sini ada dua orang. Satu , Hellen yang sudah dewasa dan yang kedua, Hellen yang masih anak-anak yang juga disebut sebagai Van Helen. Jun, tolonglah mereka. Dengan cara mengembalikan bagian-bagian Cermin yang sudah pecah menjadi lima bagian."
-Jun langsung masuk ke tempat dimana An Wei berada. Dan seketika itu juga, Jun melihat An Wei dan Jun berusaha untuk memanggilnya.-
"Kak An Wei!!!!!!!!!" teriak Jun.
-Jun lalu pergi ke arah tempat cermin itu, lalu An Wei tiba-tiba sudah berada di depannya.-
"Kak An Wei!!!!!!!!!" Teriak Jun
"Hehehehehehehe…………………" Jawab cewek itu dengan tertawanya.
"!!!"
"Jun………………" Kata An Wei
"Kita akan selalu bersama." Kata cewek yang dibelakangnya An Wei.
-Seketika itu, An Wei langsung menghilang.-
"Tidaaaaaaaaaak!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Jun.
Pertempuran antara Hellen dan Jun dimulai
Setelah pertempuran itu berakhir, tiba-tiba kameranya Jun hancur.
"Aaaaaaahhhhhhhh!!!!" Teriak Jun dan langsung terjatuh.
Ternyata di dalam kamera tersebut ada sebuah potongan cermin yang dikatakan oleh An Wei. Karena potongan cermin milik Jun tadi masih empat, Jadi ia berusaha untuk mengambil potongan cermin itu.
Jun langsung mengambil potongan tersebut, dan jika potongan cermin itupun disatukan maka cermin itu pun dapat disatukan kembali.
"Semoga saja ini berhasil!" Kata Jun dalam hati.
Ternyata, setelah cermin itu diletakkan pada tempat cermin tersebut. Cermin itu memantulkan sinar yang sangat menyilaukan.
Dan Seketika itu An Wei dan Hellen pun jatuh bersamaan.
"Kak An Wei……………… Syukurlah……..!" Kata Jun dengan hatinya yang gembira.
An Wei langsung menatap ke arah Jun dan Hellen
"Jun…………… apa………………itu…………….kamu?" Tanya An Wei.
"Syukurlah, kalo kakak masih hidup! Ini memang bener-bener aku, kak!" Jawab Jun dengan rasa yang begitu gembira.
"Ya tuhan, Jun! tolong maafin aku, ya?"Kata An Wei yang juga mau minta maaf ama Jun.
"Gak apa-apa kok, kak. Lagipula ini juga bukan salah kakak, kan?" Kata Jun.
"Ya udah, deh. Kata An Wei yang sambil meluk si Jun.
"Jun Senpai, Da Fu Senpai kalian dimana?!" Teriak si Xing Cun.
Jun dan An Wei langsung menghampiri Xing Cun.
"Da Fu Senpai, Jun Senpai! Kalian gak apa-apa kan?" Tanya Xing Cun.
"Kita gak apa-apa, kok." Jawab An Wei dan Jun
"Mendingan saya telponkan sama Pak Shang Yu saja, ya?" Kata Xing Cun yang langsung mau nelponin Pak Shang Yu.
"Apa? Mereka sangat kelelahan? Kalau mereka sangat kelelahan tolong antarkan mereka ke Rumah Sakit yang terdekat! " Kata Pak Shang Yu.
-Setelah itu, mereka berdua diantarkan oleh Xing Cun ke Rumah Sakit terdekat.-
"Da Fu Senpai, ini aku Zhen Shou. Katanya kamu kecapekan jadi aku cepet-cepetan jenguk kamu." Kata cowok yang bernama Zhen Shou.
"Oh, Zhen Shou! Makasih ya karena udah jenguk aku. Ngomong-ngomong kamu ke sini sama siapa?" Kata An Wei yang dilanjutkan oleh pertanyaan.
"Aku kesini sama Kak Chun Zi. Katanya kak Chun Zi juga ngawasin kalian di Lawang Sewu." Kata Zhen Shou yang gak sengaja ngomong terang-terangan ke An Wei yang lagi minum.
"BUH! APA?! NGAWASIN?! MAKSUDNYA APA SIH?!" Kata An Wei yang langsung nyemburin air minumnya ke Zhen Shou. (hyah hyah kayak lagunya Alam si penyanyi dangdut Mbah Dukun*byur byur byur* author mati kesembur mbah dukun)
"Aduh…… lain kali tolong deh jangan nyembur wajahku lagi. Tapi kak Chun Zi ngasih surat buat Da Fu Senpai." Kata Zhen Shou sambil ngasih suratnya.
"Isi suratnya apa?" Tanya An Wei.
"Coba tolong dibuka amplopnya." Jawab Zhen Shou.
"Hi, Senpai ini aku Chun aku tau kalo kamu ama Jun-Chan pergi ke Lawang aku ngawasin kamu. Terus aku juga mo ngungkapin perasaanku sama kamu soalnya aku……….. cinta kamu."
Ngik………… ngik………… ngik…………… Setelah An Wei membaca surat tadi An Wei Cuma diem gak mo ngomong apa-apa lagi.
"Da Fu Senpai, kamu kenapa?" Tanya Zhen Shou.
-Sementara di sekolahnya Jun Xian.-
"Heh, Jun Xian! Nape kok lu bisa bahagia banget?" Tanya Yan Jiang.
"Aku gak tau rasanya ada…………." Jawab Jun Xian.
"Ada rasa yang mengganjal di hati loe?" Potong Yan Jiang sambil Tanya.
" Nggak kok." Jawab Jun Xian dengan singkat abis.
-Tiba-tiba ada pengumuman yang mengumumkan bahwa akan ada perkemahan di SMA 13.-
"Heh, katanya kita bakal kemah, nih! Ngomong-ngomong lu mo "gojlok" anak-anak junior?" Tanya You Jin.
"Ogah ah………… males." Jawab Jun Xian.
"Alah………. Pasti kasian ama si Lin, ya kan?" Tanya 3 cowok yang tukang gossip.
"Nggak kok." Jawab Jun Xian singkat abis.
Tiba-tiba Lin datang sambil bawa kotak bekal warna merah muda buat Jun Xian.
"Kak Jun Xian………………" kata cewek yang manggil Jun Xian.
"Oh, Lin. Ada apa?" Tanya Jun Xian.
"Aku Cuma mo ngasih ini." Kata Lin yang sambil ngasih kotak itu.
"Thanks ya, Lin." Kata Jun Xian.
"Akhirnya gua bisa mukul kakak kedua gua skarang!" Kata Jun Xian dalam hati.
-Kembali ke kantor redaksi novel.-
"Heh, Kuai! Nape lu kok pulang dulu?" Tanya Ming Zhao.
"Gua mo jenguk si Li Hua dulu, kak." Jawab Kuai.
"Boleh ikut gak?" Tanya 4 cowok yang pade naksir ama Jun(termasuk Jun-Jun).
"Terserah loe." Jawab Kuai dengan singkat abis.
-Setelah Kuai sampe di rumah, tiba-tiba dia liat Jun Xian ama Lin yang lagi boncengan bareng.
"Hei….. hei…….. lo bedua kok boncengan bareng terus?" Tanya Kuai.
"Ya nggak apa-apa, dong. Wong itu hakku, kok." Jawab Jun Xian.
"Alah, pasti loe mo…………. Itu tuh." Kata Kuai sambil masang senyum licik.
"Ih, ngeres banget sih pikiranmu, Mas!" Kata Jun Xian.
"Eh, emangnya kakakmu pikirannya ngeres-ngeres?" Tanya Lin.
"Ya. Emang sih kakakku selalu begitu. Palingan dia habis nonton film Miyabi ato yah………….. yang berbau porno, lah." Jawab Jun Xian secara kronologis dari A-D.
Shizu yang udah kedengeran suara tereak-tereak di luar dan langsung bawa kaset CD porno karena abis denger suaranya si Jun Xian kalo Kuai punya CD porno.
"Kuai, ini apa?" Tanya Shizu.
"Apa? Kakak gua tau kalo gua punya CD itu? Kampret!" Pikir Kuai sambil ketakutan.
"A…….. anu i……. itu bukan punyaku, Mbak. Itu punya temenku, Kak Shen Long!" Jawab Kuai sambil terbata-bata.
"Trus knapa kamu bawa kaset ini?" Tanya Shizu.
"Kak Shen Long sengaja ngasih ini, Mbak!" Jawab Kuai.
"Trus kalo kakak liat, kamu kok liat di internet yang berbau porno-porno gitu apa coba?" Tanya Shizu sambil menolakkan pinggangnya.
"Anjrit, sialan! Ini pasti gara-gara Jun Xian!" Pikir Kuai dalam hati.
"Jun Xian ngasih tau itu ke kamu, Mbak?" Tanya Mu Zi Qi yang tiba-tiba aja dateng di tempat kejadian.
"Nggak tuh. Malahan kakak liat sendiri kok."
"Wah, kampret! Kalo gini terus mendingan gua lari aja, lah!" Pikir Kuai.
"Mo lari kemana kamu, hah?!" Tanya Shizu dengan nada yang garang abis.
"Anjrit!" Pikir Kuai.
Tiba-tiba Shizu yang tadinya kalem berubah jadi ganas gara-gara liat tingkah adiknya yang super mesum.
"Anjrit! Kenapa sih kak Shizu yang tadinya kalem jadi bringas begini?" Pikir Mu Zi Qi.
Yi Zi Qi yang tiba-tiba aja kluar dari kamarnya karena denger suara tereakan dari kedua kakaknya Jun ama Jun Xian.
"Ada apa, sih? kok pada berantem?" Tanya Yi Zi Qi.
"Tuh" jawab Mu Zi Qi, Jun Xian ama Lin yang lagi nunjukkin kalo Kuai ama Shizu baru berantem.
"Yaelah! ini lagi malah berantem!" Kata Yi Zi Qi sambil memesang wajah sweatdropnya.
Yi Zi Qi, Mu Zi Qi, Jun Xian ama Lin udah masang wajah sweatdrop, gara-gara liat adegan fatal antar Shizu dan Kuai(alah dalah)
"Woi! Woi! ada apa sih kok ribut-ribut aja kayak di pasar segala?" Tanya Mafuyu yang udah ada di tempat kejadian ala warung kopi(Blegedhes)
"Tuh." Jawab 4 orang yang lagi sweatdrop liat kelakuan Shizu ama Kuai.
Doeng, akhirnya Mafuyu juga masang wajah sweatdrop abis-abisan gara-gara Dia sering tau kalo Kuai ama Shizu berantem perkara hal-hal yang berbau porno(maklum, dulunya kan dia tetanggaan ama mereka)
"Bosen ah, liat kejadian gini mulu. Mendingan gua pergi aja dari tempat kejadian ini." Kata Mafuyu sweatdrop gara-gara dia liat kejadian yang bikin dia mo Hara-Kiri.
Feng Wen, kakaknya Mafuyu yang wajahnya nyaris mirip kayak Mafuyu itu habis pulang dari kerja dan nganterin pulang pacarnya yang tersayang(alah).
"Whew, udah dulu ya, yang. Aku mo pulang dulu, Bye!" Kata Feng Wen.
"Bye juga." Kata ceweknya yang bernama Wilhelmina.(kayak nama orang Belanda aja. Wkwkwkwkwk)
Kembali ke An Wei dan Jun yang lagi di rumah sakit.
An Wei, yang lagi enak-enak tiduran di kasur langsung ambil laptop Acer. Yang baterenya tahan ampe 8 jam, tanpa panas, n yang mahal itu loh.(Lagipula dia dapet dari mana?) Dia juga mo nge-cek facebooknya apa ada pesen dari temennya apa nggak.
"Hi, Senpai! Ini aku, Chun Zi. Gimana keadaanmu skarang?" Tanya Chun Zi lewat facebook.
Ngik……. Ngik……. Ngik………
Keheningan terjadi ketika An Wei membaca pesan tersebut.
"Mo bagemane lagi neh? Masa' gua harus kasitau ke Chun Zi kalo gua kagak terima cintanya?"(wkwkwkwkwk……… kalo pembaca pada mo tau kisah cintanya An Wei dalam sepucuk surat yang dibuat ama Chun Zi………. Bisa lihat di chapter 4.)
"Baek-baek aja, tuh." Jawab An Wei lewat Facebooknya.
Tiba-tiba Ming Zhao langsung dateng ke kamar An Wei.
"Hei, Da Fu! Gimana keadaan lo skarang?" Tanya Ming Zhao.
"Baek-baek aja. Eh ngomong-ngomong, lu abis jenguk si si Jun, ya? Jawab An Wei yang langsung dilanjutkan dengan pertanyaan.
"Ya. Napa? Kangen lu?" Tanya Ming Zhao sambil masang senyum liciknya.
"Ya." Jawab An Wei singkat.
"Wah wah! Lu bener-bener kangen berat ama dia? Ni si Chun Zi mo……….."
"GAK USAH NGOMONGIN SOAL CHUN ZI LAGI!" Potong An Wei dengan suara yang garang abis.
"Weh………. Sabar dulu dong! Gua cuma mo ngasitau doang kok. Soalnya dia bener-bener.........."
"Gua bilang gak usah ngomongin soal Chun Zi lagi! Titik!!!" Potong An Wei yang udah bringas kayak singa mo nerkam mangsanya(waw!)
"Waduh, sori deh kalo gitu. Kalo keadaannya Jun sih, oke-oke aja,kok." Kata Ming Zhao yang udah ketakutan liat An Wei yang lagi bringas.
"Bilang dong dari tadi!" Jawab An Wei dengan nada yang sama.
"Wah, maaf deh, maaf." Kata Ming Zhao dengan gaya ala Mpok Minah di Bajaj Bajuri(wkwkwkwkkwkwk)
Alright, skarang kita Kembali ke Mu Zi Qi dll. Mu Zi Qi yang mo jenguk si Jun langsung................
Mu Zi Qi : Heh, Author geblek!
Yukimura : Apa? seenaknya aja lu manggil gua geblek! Kampret loe! Mentang-mentang aje lu bisa bringas!
Mu Zi Qi : Oh, lu berani nantangin gua buat swearing war,ya?! Okeh! I'M READY TO FACE YOU!!!!!
Yukimura : Okehlah kalo begitu! Gua siap nantang loe! DASAR! YOU SO******PERSON!!!!!!
Mu Zi Qi : Oh, jadi loe siap?!
Yukimura : YA!!! AYO KITA SWEARING WAR SKARANG!!!!!
Let's go to the new narrator
Yi Zi Qi : Wah wah! Kelihatannya mereka beneran berkelahi, , skarang kita akan liat poin mereka........... Kelihatannya Yukimura akan memenangkan pertandingan ini. Tapi, tunggu dulu…………. IYAK!! Seperti yang kita duga pemirsa!! Mu Zi Qi akan mempersiapkan kalimat yang memojokkan Yukimura! Dan rata-rata kalimat yang mereka lontarkan adalah…….. Wow! Sungguh fantastis sekali Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya! Rata-rata kalimat yang mereka ucapkan ternyata lebih cantik di atas rata-rata kalimat kasar ataupun kotor! Oh, Yukimura akan mempersiapkan kalimat terakhirnya dengan 4 kata-kata cantiknya! Dan hasilnya pemenangnya adalah……………
Yukimura : DASAR PHEDOPHIL, BLEGEDHES, KAMPRET, SIALAAAAAAANNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Okeh, skarang udah aman. Mu Zi Qi bakalan ke rumah sakit karena dia mo jenguk si Jun karena dia bener-bner kangen and kuatir ama Junyang tersayang(alah).
"Moga-moga, si Jun kagak apa-apa." Kata Mu Zi Qi dalam hati.
TBC
TO BE CONTINUED………….
Okeh, Skarang gua mo mengumumkan kalo cerita ini bakal selesai tapi ditambah ama Idle Talk. Okeh, skarang kita ke…………huh?
Yukimura : Whew…………. Akhirnya………….. ijinkanlah saya untuk memasuki "kehidupan pemalas" yang saya impikan. YEAH!!!! NOBODY CAN STOP THE "Kehidupan Pemalas"!
Mu Zi Qi : Heh, ayo kita tarung skarang!
Yukimura : Bentar dulu, kampret! Gua mo wawancara dulu ama yang An Wei! An Wei! Sini lo!
An Wei : Apa?
Yukimura : Gua mo nanya ama lo.
An Wei : Nanya apa? Soal Chun Zi lagi? Gak usah ngomongin soal dia lagi!
Yukimura : Weh, sabar dulu dong! Gua mo nanya soal hubungan lo ama si Jun.
An Wei : Oh, ya udah. Soal itu, masih belum ada kabar.
Yukimura : Okeh deh. Gua mo nanya ama Mr. Super Mesum. Kuai! Sini lo!
Kuai : Ada apa?
Yukimura : Knapa lo sukanya liat hal-hal yang berbau porno?
Kuai : Aduh, jangan bilang ke semua pembaca dong! Apalagi, kakak gua yang bringasnya minta ampun. Sebenernya gua mo kabur dulu, ya? And jangan bilang ama Kakak gua kalo gua kabur, Okeh? Bye!
Yukimura : (sweatdrop) Dasar! Otak Porno!
Shizu : Yuki-chan, si Kuai mana?
Yukimura : Adek lo baru siap-siap kabur skarang. Bentar lagi dia nelpon, kok.
Shizu : Thanks ya.
Kuai : Heh, gimana? Berhasil gak? Soalnya skarang gua sembunyi di belakang rumah gua.
Yukimura :Yaeyalah! (sweatdrop)
Shizu : Udah ketemu belom?
Yukimura : Udah, dong! Adek loe skarang sembunyi di belakang rumah loe!
Shizu : Yang bener loe?
Yukimura : Yaeyalah!
Kuai : GAK SETIA KAWAN AMAT SIH LO?!
Shizu : Mo kemana kamu, Hah?!(sambil bawa sapu sgala*alah*)
Kuai : Ampun, Mbak!
Yukimura : (sweatdrop) Aduh, aduh. Dasar! Makanya jangan sembunyiin sikap loe, dong! Okeh skarang udah selesai, nih. See Ya.
Mu Zi Qi : DASAR!
Yukimura : PHEDOPHIL!
Mu Zi Qi : KAMPRET LOE!
Yukimura : SIALAN! PEDHOPHIL LOE! RASAKAN KAMPRET!
Mu Zi Qi : OKEH! YOSHI! IKUZO!(maksudnya : baiklah! Ayo!)
Yi Zi Qi : Yaelah! Ini lagi, malah tarung! Okeh, sebagai pengganti author gua menyampekan sesuatu nih buat para pembaca……………… bagi……..
Yukimura : Lo mo hajar gua, ya?! Okeh! Gua udah siap-siap Rensho-Geki gua! (Kalo ada yang pernah maen Street Fighter EX2 pasti tau *Ditembakin ama Masamune Date*)
Mu Zi Qi : Okeh, kalo lo berani I'M READY!
Yi Zi Qi : Astafirullahalazim! Yukimura! Mu Zi Qi!(Disini semuanya agama islam 100% mode on. Bagi yang beragama non-Islam sekali lagi mohon maaf, ya?)
Yukimura : Okeh, sori kalo ganggu. Skarang gua mo ngasih tau ama semua pembaca kalo ada kalimat yang tidak diperkenankan, saya mohon maaf. Saya akan terima kritik dan saran sebanyak mungkin untuk mereview(dibaca : mengulang) lagi ceritanya. Bye-bye! Itte Mairimasu!
Mu Zi Qi : MATI LOE, YUKIMURA!!!!!!!
Yi Zi Qi : Heh, bisa berhenti gak sih loe?! Yuki-chan lo kagak apa-apa?
Yukimura : Thanks, Yi Zi Qi. Gua kagak apa-apa, kok.
