Reader masi pada inget ff ini gak ? sorry banget ya author baru bisa update lagi karna sibuk sama kegiatan kampus :) *BOW
bagi yang lupa sama jalan ceritanya baca chapter sebelumya dulu ya :)
selamat membaca :)
~COMPLICATED~
Cast : EXO
Main cast : Kim Minseok / Xiumin
Kim Jong Dae / Chen
Kim Jong In / Kai
Pairing :ChenMin / KaiXiu / ChenKai /KaiChen
Support cast : Jonghyun Shinee
Key Shinee
Taemin Shinee
Summary : Chen kembali tersenyum berkat Xiumin, dan tingkah Kai yang selalu membuat orang menaruh perhatian kepadanya termasuk Xiumin dan Chen.
Annyeong Readers ini adalah FF Yaoi pertama aku. Awlanya aku gak penah tertarik dengan namanya yaoi tapi karena gak sengaja baca ff yaoinya EXO aku langsung tertarik dan pingin coba buat FF yaoi dan ini hasilnya.
Typo bertebaran
Tidak sesuai EYD
Alur Berantakan
Ini murni hasil pemikiran aku.
I Hate Plagiat
Happy Reading :D
Chapter 3
DEG!
'
'
'
DEG!
'
'
DEG!
"APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN DIKAMARKU!
DEG!
.
.
.
.
DEG!
.
.
.
DEG!
.
.
.
Aku membalikan badan ku kulihat chen hyung berjalan yang harus kulakukan chen hyung pasti akan marah besar.
"APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU!" Chen hyung membentak tepat didepan ku
"Aku… aku.. hanya ..hanya.."
"hanya apa!" chen hyung makin meninggikan suaranya.
ya tuhan tolong aku, akuk memeluk erat bola xiumin hyung sambil memejamkan mata
"kutanya sekali lagi apa yang kau lakukan di.."
"Dae-ii kenapa kau membentak kai..?"
Perkataan chen hyung terpotong akupun memberanikan membuka mataku kulihat xiumin hyung menghampiri kami.
"min hyung anak ini seenaknya masuk kedalam kamarku, aku bertanya apa yang sedang dia lakukan disini tapi anak ini tidak menjawabku"
Chen hyung berjalan menuju kasurnya ddan mendudukan dirinya di pinggiran kasur
"Tapi kau terlalu kasar kepadanya Dae-ii" xiumin hyung mendekati Chen hyung
"hhh"
Kulihat xiumin hyung menoleh kearah ku dan mengisyaratkan agar aku keluar dari kamar chen hyung. Akupun segera kelura dari kamar chen hyung dan menutup pintunya.
"untung Xiumin hyung datang kalau tidak habislah aku dimarahi chen hyung" gumamku
"sepertinya acara main bolaku gagal hhhh… tak apalah dari pada aku harus dimarahi chen hyung" aku sedikit mendesah kecewa.
"Sebaiknya aku menonton TV saja"
Xiumin P.O.V
Kulihat Dae-ii hanya menundukan kepalanya dia terlihat sangat marah tangannya terkepal wajahnya memerah menahan emosi. Aku berlutut dihadapan Dae-ii kuberanikan memegang kedua tanganya.
"Dae-ii Gwenchana ?"
Dae-ii sedikit menegakkan kepalanya dan menatapku
"Aku membencinya hyung aku sangat membencinya" dae-ii metatapku matanya menunjukan emosi yang besar tapi tersirat kesedihan dibalik itu.
"Siapa yang kau benci dae-ii ? dan kenapa kau membencinya? " aku bertanya dengan hati-hati aku takut dia semakin emosi.
"anak itu hyung anak itu yang menyebabkan eomma meninggalkan ku dia pembunuh eommaku hyung dia" Dae-ii memejamkan matanya dan mengeratkan kepalan tanganya.
aku sedikit terkejut dengan kata-kata dae-ii aku yakin yang dae-ii maksud adalah kai tapi apa maksudnya dengan pembunuh eommanya
"dae-ii apa maksud mu?"
".."
"Dae-ii"
"10 tahun lalu" seru dae-ii pelan
"nde..?"
"10 tahun lalu ketika aku dan eomma ke korea untuk memberikan kejutan kepada appa yang sedang ada tugas disini ….." dae-ii menutup matanya dan menarik nafas panjang
"kejadian dimana anak itu membuat eomma ku meninggalkan ku untuk selamanya"
FLASH BACK (10 TAHUN LALU)
"Eomma kenapa kita tidak bilang pada appa kita akan ke korea?" Tanya seorang anak kecil berumur 7thn yang sedang memperhatikan awan dari jendela pesawat
"ini sebuah kejutan dae-ii jadi appa tidak boleh tahu kalau kita mengunjunginya ke Korea" seru namja manis yang duduk disebelah anak kecil itu
"akhh kejutan dae-ii suka kejutan, dae-ii yakin appa pasti akan sangat terkejut, iyakan eomma?" anak itu menatap eommanya dengan tatapan berbinar terlihat sorot matanya bahwa dia sangat senang
"hahaha itu pasti sayang" seru namja manis itu"
Mereka telah sampai di bandara Incheon namja manis itu mengaja
"Eomma sekarang kita mau pergi kemana..?" seru jong dae
"kita akan mencari hadiah untuk appa" namja manis itu menuntun anaknya menuju taxi
SKIP TIME
At Myeondong
"dae-ii menurut mu mana yang lebih bagus warna biru langit atau warna soft pink ?" seru namja manis itu yang sedang memilih kemeja untuk suaminya.
"warna biru langit eomma.. pink itu untuk perempuan"
"hahaha tapi eomma yakin appamu akan sangat tampan jika memakai warna pink ini" seru namja manis sambil sedikit tertawa.
"lalu kenapa eomma bertanya kepadaku jika eomma ingin memmbeli yang pink" jong dae memutar bola matanya kesal melihat kelakuan eommanya.
"ya..ya.. dae-ii sebaik nya kita membeli keduanya jadi kau akan memberikan yang warna biru dan eomma akan memberikan warna pink" seru namja manis itu sambil mendekati anak laki-lakinya
"terserah Jinki eomma saja" jongdae pun berjalan keluar toko
"ishh ..anak dan appa sama-sama pemarah aku ambil dua-duanya" jinki pun menyerahkan dua kemeja itu ke kasir dan segera menyusul anak semata wayangnya yang sudah kesal di luar toko.
"dae-ii kajja kita kekantor appamu" seru jinki menarik lengan anaknya.
Jongdae pasrah tanganya ditarik oleh eommanya hanya berjalan mengikuti eommanya
"hiksss… hiksss.. eomaaaa…eomma…." Terlihat anak berumur 6 tahun menangis di pinggir jalan
"eomma…eomma lihat anak itu menangis" jong dae menarik-narik lengan eommnya.
Jinki dan jongdaepun menghampiri anak kecil yang sedang menangis itu
"adik kecil kenapa kamu menangis..?" Tanya jinki dengan lembut.
"eomma….hikss eomaa…" anak kecil itu terus menangis.
"hey jawab pertanyaan eommaku" jongdae kesal melihat anak yang ditanya hanya terus menangis.
"dae-ii tidak boleh begitu. Adik kecil kenapa kau menangis dan mana orangtuamu?" Tanya jinki yang sekarang mensejajarkan tinggi badanya dengan anak kecil itu.
"aku kehilangan eommaku karna mengejar balon" seru anak kecil itu sedikit sesegukan
"kalau begitu bagaimana jika aku membantu mencari eommamu" jinkipun meraih tangan anak kecil itu.
"tidak !kata eomma aku tidak boleh pergi dengan orang yang tidak dikenal" anak kecil itu menepis tangan jinki dan memundurkan badanya
"tapi aku bukan orang jahat adik kecil aku akan membantumu mencari eommamu sampai ketemu" seru jinki mendekati anak kecil itu.
"tidak aku tidak mau ikut kau pasti orang jahat yang akan menculiku" anak kecil itu menjauhakan badannya dari jinki.
"sudahlah eomma anak ini tidak ingin kita bantu jadi untuk apa eomma membantunya" seru jongdae yang sedikit kesal dengan tingkah anak kecil itu.
jinki tidak mendengarkan kata-kata jongdae dia masih saja bersih keras untuk membantu anak kecil tadi untuk mencari ibunya.
"kau orang jahat aku tidak mau pergi denganmu" seru anak kecil itu sambil berlari menyebrang jalanan yang ramai
"adik kecil hati-hati!" jinki meneriaki anak kecil itu yang terus berlari hingga.
TTTTIINNNNNNN!
CCKKKIITTTTT!
BBRRAKKK!
Jongdae yang melihat kejadian itu shock dia membulatkan matanya, badanya membeku melihat eommanya tergeletak dijalan dengan berlumuran darah. Orang-orang punmengelilingi tubuh jinki.
"KAI! Terlihat seorang namja manis berlari menghampiri anak kecil yang berusaha melepaskan dirinya dari pelukan namja yang menolongnya"
"Eom..ma Eom..ma EOMMA!" jongdae tersadar dia segera berlari menghampiri dan menerobos kerumunan orang-orang yang mengelillingi tubuh ibunya.
namja manis tadi menghampiri anaknya Kai yang berada dekat dengan tubuh jinki. Dia kaget ketika melihat tubuh penuh darah itu.
"Jinki Hyung!" dia perlahan menghampiri tubuh itu.
"eomma…bangun eomma… tolong eommaku tolong dia" jongdae terus menangis dia memegang erat tangan ibunya.
"Cepat bantu dia dan bawa dia kemobilku" namja manis itu pun sedikit berteriak.
Orang –orang itu langsung mengangkat tubuh jinki kedalam mobil namja manis itu. Jong dae pun ikut naik kedalam mobil namja manis itu dan masih terus menangis.
"kai kau tidak apa-apa? Ayo kita kerumah sakit.." namja manis itu menggendong kai anak kecil yang diselamatkan jinki tadi masuk kedalam mobil.
"eomma.. bangun eomma…"jong dae terus menangis.
"Chen berhentilah menangis aku yakin eommamu akan selamat" namja manis itu mengemudikan mobilnya dan sesekali melihat kearah spion belakang untuk memastikan keadaan jinki.
jongdae sedikit kaget bagaimana namja manis itu mengetahui nama china nya dia merasa belum pernah bertemu dengan namja jongdae tidak banyak memikirkan hal itu dia lebih khawatir dengan keadaan ibunya. Sesampai dirumah sakit jinki langsung dilarikan ke UGD jongdae terus menangis didepan ruangan sambil menunggu ibunya. Kai yang mengalami luka ringan segra ditangani suster untuk dibersihkan.
"chen berhentilah menangis aku yakin ibumu kan baik-baik saja" namja manis itu terus menenangkan jongdae.
" siapa kau dari mana kau tau namaku? " seru jondae yang masih sesegukan
"aku Taemin aku teman ibumu dan juga…"
"Taemin-aa apa yang terjadi ? kenapa kau menyuruhku ke rumah sakit apa kau baik baik saja..? dimana Kai apa dia baik-baik saja?"
seseorang namja tampan dengan raut wajah khawatir menaghampiri taemin dia memutar-mutar badan taemin untuk memastikan keadaan namja manis itu baik-baik saja.
"Jonghyun hyung aku baik-baik saja hanya saja…" seru taemin dengan raut muka sedih
"hanya apa hah..? dimana kai apa yang terjadi padanya" perkataan taemin dipotong oleh namja bernama jonghyun itu menggengam erat pundak taemin.
"kai baik baik baik saja dia hanya mengalami luka kecil tapi…." belum selesai taemin berbicara jongdae berdiri disampingnya.
"Appa! Eomma hikss eommaa…." jongdae memeluk kaki jonghyun
Jonghyun terkejut bagaimana bisa Chen berada di Korea bukankah dia harusnya besama Jinki istrinya di China.
"Ch..en? apa yang kau lakukan disini mana eommamu ..?" jonghyun segera mensejajarkan badannya dengan jongdae
"eomma dia diladalam.. hikss hikss" Jongdae terus menangis
Rasanya seluruh badan jonghyun kaku bagaimana bisa istrinya yang tadi pagi masih menelponya dari China sekarang berada di Korea dan di Rumah sakit. Jonghyun mengalihkan tatapanya pada taemin untuk meminta penjelasan. Taemin pun mengerti dia mengangguk membenarkan pernyataan Jongdae bahwa Jinki istrinya sedang berada diruang UGD.
"Hyung mianhae" anak keci bernama kai itu menghampiri jongdae terlihat lututnya diperban karena luka kecil yang dia dapatkan.
Jongdae yang masih menangis didalam pelukan joghyun sontak melpaskan pelukanya dan melihat kearah kai. Tatapan anak kecil itu menyiratkan amarah yang besar dia pun menghampiri kai.
"kau jika kau mau mengikuti apa kata eomma ku dia tidak akan tertabrak" seru jongdae marah dan mendorong tubuh kecil kai.
"aakhh.." kai meringis karana dorongan jongdae yang membuatnya terjatuh dilantai rumah sakit itu.
"Chen apa yang kau lakukan ?" jonghyun membantu kai berdiri
"dia .. dia yang membuat eomma terbaring didalam jika dia mau menuruti perkataan eommaku dan tidak berlari eomma pasti tidak akan seperti ini hikss hikss" dia menunjuknunjuk kai dan kembali menangis mengingat keadaan eommanya.
"hyung mianhae.. kai kira eomma hyung orang jahat yang mau menculik ku mianhae hyung" anak kecil itu kembali menghamipri jongdae dan memegang tangan jongdae.
"lepaskan aku jangan dekati aku jika terjadi apa –apa pada eommaku aku tidak akan pernah mau memaafkan mu" jongdae menepis keras tangan kai dan kembali membuat tubuh kecil Kai terjatuh.
"Chen tenanglah eomma pasti akan baik-baik saja, appa yakin eomma mu adalah orang yang kuat chen"
Dia kembali memeluk anaknya dan mengisyaratkan pada Taemin untuk membawa kai pergi menjauh dari jongdae. Dia tahu sifat temperament anaknya itu menurun darinya jadi dia tidak ingin terjadi sesuatu yang akan mengakibatkan chen semakin marah.
"keluarga dari Kim Jinki" seorang doekter keluar dari ruang UGD
"saya suaminya dok.." Jonghyun mendekati dokter itu
"keadaanya sangat parah dia mengalami pendarahan dalam otaknya kami sudah berusaha semampu kami" dokter tersebut menepuk pundak jonghyun dan berlalu meninggalkannya.
Jonghyun tersentak dia tidak bisa mencerna apa yang barusan dokter katakan tentang keadaan istrinya.
"appa bagaimana keadaan eomma..?"
jongdae menghampiri jonghyun yang masih membeku di depan ruang UGD. Jonghyun tersadar dia langsung memeluk erat jongdae. Dia menangis, seseorang yang dia cintai telah pergi meninggalkanya dia merasa sangat bersalah apalagi dia telah menghianati kepercayaan istrinya itu selama 6 tahu ini dengan dia berselingkuh dengan Taemin. Jasad Jinki di dorong oleh para suster untuk dipindahkan. Jongdae yang melihat keadaan ibunya yang sudah tidak bernywa menangis sekencang-kencangya digenggamnya terus tangan dingin milik Jinki, Jonghyun melepaskan tautan jongdae dan Jinki dia menggendong Jongdae yang terus meronta-ronta dia juga sedih, sangat sedih kehilangan istri tercintanya.
Flashback OFF
Butiran Kristal cair itu mengalir dipipi ku mendengar cerita dae-ii. Jadi akhirnya aku tahu mengapa dae-ii sangat membenci kai, sebenarnya kai tidak bisa disalahkan juga karena itu adalah sebuah kecelakaan tapi mungkin sudut pandang dae-ii berbeda dia merasa dirugikan maka dari itu dia sangat menylahkan kai atas kematian ibunya. Kulihat dae-ii matanya sudah sangat basah aku yakin dia merasa sangat terpukul karena telah membuka luka lamanya. Aku beranikan diri menghapus air mata dae-ii.
"istirahatlah maaf aku telah membuat mu kembali mengingat kejadian itu. Jika ada apa-apa kau bisa memanggilku arra!" akupun berdiri dari posisiku
"ne hyung" terlihat Dae-ii menidurkan dirinya dan membelakangiku.
Akupun keluar dari kamar Dae-ii. Aku kaget melihat kai ternyata sedang berdiri tepat didepan pintu kamar dae-ii kulihat wajahnya ternyata dia menangis. Kurasa dia mendengar semua cerita dae-ii tadi. Akupun mendekatinya dan menuntunnya kekamar miliknya.
" Kai… apa yang sedang kau…"
"kau pati membenciku juga hyung?" kai memotong perkataan ku.
"tidak.. kenapa kau berpikir bahwa aku membenci mu kai..?"
"kau sudah mendengarnya dari Chen hyung kan" kai menundukan kepalanya.
"Aku tidak membencimu Kai itu adalah sebuah kecelakaan dan itu adalah takdir Tuhan tidak ada yang tahu bagai mana seseorang meninggal nantinya"
"hyung benarkah kau tidak membenciku..?" kai meneggakan kepalanya.
"tidak Kai aku tidak mungkin membenci anak manis sepertimu. Ayolah jangan dipikirkan lagi kau baru saja menangis tadi apa kau tidak bosan menangis terus?"
"Gomawo hyung gomawo karna tidak membenciku sekarang aku benar-benar mempunyai seorang hyung" kai memeluk ku erat-erat
"ne.. kai aku juga senang memiliki dongsaeng sepertimu" aku membalas pelukan kai
Xiumin P.O.V END
AUTHOR P.O.V
Keesokan harinya
Terlihat lima orang sedang duduk di meja makan sambil menikmati sarapan mereka.
"aku selesai" seru seorang namja yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"chen kau benar-benar tidak ingin berangkat bersama kai?" seru seorang namja yang duduk di kursi paling ujung.
"sudah kubilang aku tidak mau. Kenapa appa terus memaksa ku untuk bersama anak itu" chen sedikit berteriak kepada appanya.
"sudahlah chagi chen sudah besar lagi pula ada xiumin yang akan menemaninya, bukankah baik jika mereka naik bus mereka akan lebih mengenal seoul dengan cepat" seru key sambil mengelus tangan jonghyun yang duduk disebelahnya.
"Baiklah eomma, appa aku berangkat sekarang akau tidak ingin terlambat dihari pertama ku sekolah" xiumin yang merasa atmosfir yang tidak enak langsung mencairkan suasana, diapun bangkit dari kursinya.
"baiklah hati-hati dijalan xiu kau sudah hapal kan harus turun di mana?" seru jonghyun memastikan bahwa anak dan calon ankanya itu tidak akan tersesat.
"ne appa tenang saja aku sudah menghapalnya. Dae-ii kajja kau tidak ingin terlambat bukan ? Kai kita bertemu di sekolah ne.." Xiuminpun menarik tangan chen untuk segera berangkat.
"Appa..eomma .. sepertinya aku juga harus berangkat sekarang" kai telah menyelesaikan makannya.
"Kai, appa harap kau mau mengerti keadaan hyung mu" jonghyun tau bahwa selama ini kai sangat mengharapkan chen bisa memaafkanya dan menjadi saudara yang baik.
"ne appa aku mengerti ini juga salahku. Aku berangkat" kai pun berlalu meninggalkan Jonghyun dan key
"bagaimana ini aku tidak bisa membuat kedua putra ku akur dan malah membuatnya bertambah jauh" jonghyun menutup mukanya dia merasa gagal sebagai seorang appa.
"sudahlah chagi aku yakin suatu saat nannti mereka akan menjadi saudara yang tidak akan terpisahkan" key mengusap pelan punggung jonghyun.
AT SCHOOL
Teng….teng… teng…
Bunyi bel tanda kegiatan belajar dimulai telah dibunyikan terlihat Chen dan Xiumin sedang berjalan mengikuti seorang guru menuju kelas baru mereka.
tok..tok..
"Jung songsaengnim bisa aku menganggu sebentar" seru guru yang tadi diikuti oleh Chen dan Xiumin tadi.
"ah silahkan Kang soangsaengnim" namja yang dipanggil Jung songsaengnim tadi mempersilahkan Kang songsaengnim masuk.
"baiklah anak-anak maaf menganggu kelas kalian. Kalian masuklah!"
Kang songsaenim mempersilahkan Chen dan Xiumin masuk kedalam kelas baru mereka. Kelas yang tadi hening mendadak ribut murid-murid saling berbisik ada yang kagum dengan wajah tegas Chen ada juga yang kagum dengan keimutan Xiumin.
"jangan berisik… kalian berdua perkenalkan diri kalian" seru Jung songsaengnim.
"Annyeonghasimnika Kim Jong Dae imnida, bagapseumnida" Chen menundukan badanya.
"Annyeonghasimnika Kim Min Seok imnida, bagapseumnida" Xiumin menundukan badanya.
"baiklah Jongdae dan Minseok kalian bisa duduk dikursi kosong di sebelah sana" Jung songsaengnim menunjukan dua bangku kosong yang ada baris ke 3 dari belakang.
"baiklah Jung songsaengnim terima kasih silahkan melanjutkan kelas anda" Kang songsaengnim pun keluar dari kelas itu
"Park Chanyeol ! Byun Baekhyun! Jangan menganggu anak baru, focus pada pelajaran" Jung songsaenim menegur kedua orang murid yang dari tadi terus saja menganggu Xiumin dan Chen.
SKIP TIME
Teng… teng…
Bel tanda istirahat telah berbunyi.
"Baiklah sekian untuk pelajaran hari ini" Jung songsaengnim pun meninggalkan kelas
Terlihat dua orang namja yang memiliki perbedaan tinggi yang sangat kontras itu membalikan badan mereka dan menghadap kearah Chen dan Xiumin.
"aku Park Chanyeol namja paling tinggi dan happy virus kelas ini" seru seorang namja tinggi dengan senyuman khasnya.
"Aku Byun Baekhyun aku biasa dipanggil bacon dan aku adalah patner in crime nya park chanyeol" seru seorang namja yang duduk disamping chanyeol.
"aku Kim Minseok kalian bisa memanggil ku Xiumin" seru xiumin
"annyeong xiumin-ssi wajah mu imut sekali untuk seorang laki-laki" seru baekhyun.
"ya Byunbaek apa kau tidak sadar bahwa wajahmu itu juga sangat imut" seru park chanyeol.
"dae-ii perkenalkan dirimu" xiumin menyikut pelan tangan Chen
"Kim Jongdae kalian bisa memanggilku Chen" seru Chen singkat.
" annyeong Chen kuharap kita bisa menjadi teman baik" chanyeol menepuk pelan pundak chen dia tidak peduli dengan tampang dingin chen.
"apa kalian mau di temani untuk berkeliling sekolah ini.?" Seru baekhyun bersemangat.
"tidak usah baekhyun-ssi , aku tadi sudah berjanji dengan adik ku dia yang akan mengantar kami berkeliling" seru xiumin dengan nada menyesal.
"ahh kau punya adik disini..? siapa namanya? Aku mengenal hampir seluruh siswa disini" seru Chanyeol tak kalah bersemangat
"Kim Jong In dia biasa di panggil Kai, dia calon adik ku tapi dia adalah adik dari Dae-ii" seru Xiumin sedikit menatap jongdae.
"Kai dia adik mu ? woaahh pantas saja hyungnya saja tampan pantas kalau kai sangat banyak penggemarnya." Seru baekhyun dengan mata berbinar
"dia bukan adikku" seru Chen sinis.
"Kalian mengenal Kai?" Xiumin bersemangat.
"tentu dia itu adalah murid berprestasi sekolah ini walaupun masih kelas 1 dia sudah banyak mengharumkan nama sekolah dengan bakat dancenya, dia juga masuk dalam tim inti basket bersamaku" jelas chanyeol.
"woah ternyata adikmu sangat berbakat Dae-ii" xiumin menghadap Chen dan menggoyang-goyangkan tanganya"
"Sudah kubilang dia bukan adikku Hyung!" Chen berdiri dan meninggalkan Xiumin, Baekhyun dan Chanyeol yang masih kaget dengan bentakan Chen.
"kenapa dia..?" Tanya chanyeol penasaran.
"maafkan dia, dia memang begitu jadi mohon pengertianya" seru xiumin
"Hyung!" seru kai yang mendatangi kelas Chen dan xiumin
"oh .. Kai " xiumin menyapa kai yang sedang berjalanmenuju kerarah mejanya.
"Baekhyun Hyung, Chanyeol hyung perkenalkan dia Xiumin hyung calon hyung ku" kai memperkenalkan xiumin pada chanyeol dan baekhyun.
"kami sudah mengenalnya kamjjong dan juga jongdae hyungmu" seru baekhyun
"ahh benarkah? Lalu mana chen hyung aku tidak melihatnya? Apa kalian berbeda kelas?" Tanya kai penasaran.
"kami sekelas kai, hanya saja dia.." belum sempat xiumin menyelesaikan omonganya, chanyeol langsung memotongnya
"dia tadi pergi entah kemana, padahal tadi kami sedang membicarakan mu" seru chanyeol.
"ah..begitu" raut wajah kai berubah sendu
"Kai bukankah kau ingin mengajakku mengelilingi sekolah" xiumin pun berdiri dari duduknya.
"iya hyung kajja. Baek hyung, Chan hyung kalian sudah ditunggu yang lain di kantin. Katakana pada mereka aku sedikit terlambat" seru kai sambil berjalan keluar kelas.
"jangan terlalu lama ingat kita harus membahas konsep untuk hari ulang tahun sekolah bulan depan" teriak baekhyun.
"jangan berteriak baekie tidak sadarkah suara mu itu sangat kencang" seru chanyeol menutup kedua telinganya.
"hehe mianhae yeollie, kajja kasian mereka sudah menunggu kita" baekhyun pun beranjak dari kursinya menuju kantin.
Chanyeol dan baekhyun pun menuju kantin disana terlihat 7 orang namja menempati satu meja
"YOOWWW! Maaf kami terlambat" seru chanyeol sambil menyeruput sebotol minuman yang berada diatas meja itu
"YAKK! PARK DOBI JANGAN MEMINUM MINUMANKU" seru seorang namja bermata bulat yang ternyata adalah pemilik botol minuman tersebut.
"kyungsoo jangan berteriak seperti itu. lihat seluruh kantin sekarang memperhatikanmu" seru seorang namja berdimple memperingatkan kyungsoo.
"salahkan Dobi itu hyung dia menghabiskan minumanku" seru kyungsoo sambil mendelik kesal kearah chanyeol
"mianhae kyungsoo aku haus sekali tadi. Akan kubelikan kau minuman yang baru" seru chanyeol dengan senyumannya.
"baekhyun, mana Kai ? tadi aku menyuruhnya memanggil kaian berdua tapi kemana bocah itu sekarang?" Tanya seorang namja berambut cepak yang duduk di sebelah seorang namja bermata panda.
"dia sedang mengantar hyungnya berkeliling sekolah jadi dia akan sedikit terlambat" seru baekhyun
"hyung? Kamjjong punya hyung? Sejak kapan?" Tanya namja bermata panda itu.
"dia murid baru dikelas ku dan chanyeol aku juga kaget ketika mereka mengatakan baha mereka hyung kai?" seru chanyeol.
"mereka? Memangnya berapa orang hyung nya kamjjong itu?" seru seorang namja yang sangant imut dengan rambut oranyenya.
" ada dua orang yag satu bernama xiumin satu lagi bernama…" belum selesai baekhyun berbicara kai datang menghampiri mereka.
"maafkan aku datang sedikit terlambat hehehe" kai menghampiri meja itu dengan xiumin yang mengekor dibelakangnya.
"oii kamjjong ayo perkenalkan hyung mu itu pada kami" seru seorang namja yang paling putih diantara 9 namja yang duduk disitu.
"jangan memanggilku kammjong albino cadel" seru kai kesal.
"annyeonghaseyo Kim Min Seok imnida aku biasa di panggil Xiumin banggapseumnida" xiumin membungkan badanya.
"Xiumin? Itu terdenga seperti nama china" seru seorang namja dengan wajah angelicnya.
"aku memang pindahan dari china aku lahir di korea tapi besar di China karena appa ku orang china" jelas xiumin.
"woaahh orang china! Gege dia orang china, perkenalkan namaku Huang Zitao" seru namja bermata panda itu senang
"iya Tao gege tau. Aku Wu Yi Fan kau bisa memanggil ku Kris" seru namja yang ada disebelah Tao.
"aku Zhang Yi Xing kau bisa memanggilku Lay" seru namja ber dimple itu.
"Aku Xi Luhan" seru namja berrambut orange itu
"Aku Do Kyungsoo atau bisa dipanggil D.O" Seru namja bermata bulat itu.
"Aku Oh Thehun aku sekelas dengan Kai" seru namja berkulit putih itu
"Thehun?" seru xiumin bingung
"bukan Thehun tapi Thehun" ralat namja putih itu
"Sehun namanya sehun dia cadel terhadap huruf S hyung" jelas Kai
"ahh mianhae Sehun" seru xiumin
"Aku Kim Joon Myeon kau bisa memnaggil ku Suho aku sekelas dengan Kris dan Lay, Kai aku baru tau appa mu orang China" seru namja berwajah angelic itu
"Appa ku orang korea hyung . minseok hyung ini calon hyung ku" jelas Kai
"eomma ku dan appa Kai akan menikah minggu depan aku adalah hyung tiri kai" jelas minseok
"Apakah jongdae juga hyung tiri Kai ?" Tanya baekhyun
"Jongdae? Siapa dia?" raut wajah Lay penasaran
"Jongdae adalah hyung Kai, dia sedang berkeliling tadi" Xiumin melihat keseluruh penjuru kantin mencari sosok jongdae
"aaahh begitu, pantas kalian sedikit mirip" seru chanyeol
"Dae-ii!" Teriak minseok
"apakah itu hyungnya kai?" seru kyungsoo
"sebentar aku kan membawanya kesini" Xiumin mendekati chen
"Lay apa kau berfikiran sama denganku?" seru Suho berbisik pada lay
"hhmm tapi hyung yang bernama Jongdae itu banyak bukan hanya 'dia'" seru Lay
"tapi Lay.." belum sempat Suho menyelesaikan kata-katanya dia membeku melihat orang yang xiumin tarik
"Nah dia jongdae, dae-ii ayo perkenalkan dirimu" seru xiumin menarik lengan chen.
"hyung sudah kubilang aku tak mau" chen sedikit memberontak sampai akhirnya dia meliha 2 orang yang sangt familiar banginya.
"Che..n"
Chen langsung menampakan ekspresi dinginya dan tersenyum sinis.
"ahh.. apakah ini sebuah kebetulan aku bisa bertemu kalian " seru chen sinis.
"kalian saling kenal .?" seru chanyeol
"tentu saja bahkan kami sangat dekat bukan begitu Joonmyun Hyung, Yixing Ge?"
.
.
.
.
.
TBC
PLEASE REVIEW
THANKS FOR YOUR REVIEW : :-)
meyminimin, hyourriiieee, shinminkyuu, Riyoung Kim, Kim Jong DaeBak, ajib4ff,
Brie APel, Jung Yooyeon, Akita Fisayu,Oneshotbunny, fckyeahLHyunwoo, AngAng13,
yongra yeppeo, Molida, ayumKim
thanks:-)
