Because Of Your Body

KIM JONGIN X OH SEHUN

KAIHUN FIC!

Warning : YAOI, OOC, TYPO(s), dll~

.

.

.

× KS ×

.

.

.

"YAK YAK YAAAAAAAAAAAAA" Kyungsoo mengerutkan keningnya saat mendengar suara teriakan yang cukup jelas dari tempatnya sekarang duduk. Kyungsoo sedang disofa ruang tamu bersama…

"Eh? Suara apa itu?" tanya Baekhyun sambil melihat sekeliling.

Benar, Kyungsoo sedang bersama Baekhyun diruang tamu. Dari teriakannya, Kyungsoo sudah mengenali siapa pemilik suara teriakan tersebut dan Kyungsoo pikir itu dari dalam kamar Sehun dan Suho Hyung.

Tapi yang sekarang Kyungsoo pikirkan adalah kenapa si maknae itu berteriak? Apa Sehun melihat kecoa?

"AWW SAKIT SEHUN"

"RASAKAN!"

"ADUHH"

"SINGKIRKAN TANGAN MU HITAM"

"KENAPA KAU MEMUKULKU?"

"YAK YAK TIDAAAAAKKK"

Baekhyun dan Kyungsoo saling bertatapan setelah mendengar suara teriakan lagi. Baekhyun sudah mengetahui suara siapa saja yang berteriak tadi. Hanya saja Baekhyun pikir kenapa harus berteriak seperti itu? Kan ambigu.

"Err Kyungsoo? Bukankah itu suara Sehun dan Kai?" tanya Baekhyun pada Kyungsoo yang masih diam tanpa suara. Namun pertanyaan nya tadi masih dijawab dengan anggukkan kepala.

Kyungsoo diam dengan wajah datar, ia sudah menduga bahwa Sehun dan Kai pasti sedang berbuat yang seperti dua hari yang lalu. Kenapa kedua maknae tersebut suka sekali berbuat mesum sih, dan juga apa Kai begitu kasar sampai membuat Sehun berteriak seperti itu? Pikir Kyungsoo.

Baekhyun sudah membulatkan matanya. "Apa yang mereka lakukan sampai berteriak begitu? Apa jangan- jangan…" ucapan Baekhyun terpotong.

"Kau pasti sudah tau Hyung. Jangan sok terkejut begitu"

"Aku tidak sok terkejut dan apa salahnya juga aku terkejut? Ini reaksi alami" Kyungsoo hanya menatap malas pada Baekhyun.

"Lagi pula kau juga pasti tau apa yang mereka lakukan, kan?" tanya Baekhyun.

"Tentu saja, mereka berteriak seperti itu. Siapa yang tidak akan berpikir dan tau apa yang sedang mereka lakukan. Dan teriakan tersebut berasal dari kamar dan juga terkesan ambigu. Sudah pasti kalau mereka melakukan…" ucapan Kyungsoo dipotong Baekhyun.

"Melakukan apa?" tanya Baekhyun dengan wajah sok polos. Menggoda Kyungsoo tidak ada salahnya kan?

"Ya melakukan itu"

"Itu apa?"

"Hyung Kau jangan pura-pura tidak tau. Kau bahkan sering melakukannya dengan Chanyeol" mendengar ucapan Kyungsoo yang seperti itu membuatnya terkekeh.

"Hahaha kau ini! Kau tau dari mana kalau aku sering melakukannya dengan Chanyeol? Kau mengintip ya~~?" goda Baekhyun lagi.

Kyungsoo kembali menatap malas Baekhyun. Ia tau kalau Baekhyun bermaksud untuk menggodanya. Jadi lebih baik ia hentikan saja pembahasan mereka, karena kalau ia jawab pasti tidak akan ada habis-habisnya.

"Sudahlah, jangan dibahas lagi"

"Cih! Kau ini" Baaekhyun berdecih. Dan dengan begitu mereka kembali melanjutkan kegiatan masing-masing.

.

.

.

Sedangkan didalam kamar…

"YAK YAK YAAAAAAAAAAAAA" teriakan Sehun membuat telinga Kai berdengung. Tangan Kai sudah siap untuk membuka celana Sehun.

Tubuhnya masih tengkurap dengan kaki yang masih diapit oleh kedua kaki Kai. Namun dapat Sehun rasakan bahwa tangan Kai berusaha untuk melepas celananya. Dan dengan susah payah Sehun memiringkan sedikit tubuhnya dan mengulurkan tangannya untuk memukul kepala Kai dari belakang.

"AWW SAKIT SEHUN" Kai ikutan berteriak karena merasakan sakit dikepalanya akibat terkena pukulan dari Sehun. Sedangkan Sehun masih berusaha memberontak dengan memberikan serangan berupa pukulan dikepala Kai.

"RASAKAN!"

"ADUHH" Kai sudah berusaha menghindar dari tangan Sehun yang mencoba memukul kepalanya. Belum lagi salah satu pukulan tangan Sehun tadi mengenai pipinya, itu terasa sangat perih dan panas. Tapi ia pikir-pikir lagi kalau lubang Sehun pasti lebih sakit dari pada pipinya. Tapi kemudian Kai berpikir lagi kalau dipukul terus seperti ini bisa sama sakitnya.

"SINGKIRKAN TANGAN MU HITAM" Sehun masih dengan usahanya. Dia tidak peduli dengan kakinya yang mungkin saja memerah karena gerakkan paksa yang ia buat, yang terpenting sekarang adalah lepas dari Kai.

Kai yang sudah tidak tahan dengan pukulan Sehun pun melepaskan tangannya dari celana Sehun dan kemudian tangannya ia bawa untuk menangkap tangan Sehun. Pipinya sudah berwarna merah dan kepalanya sakit. Demi apapun tangan Sehun itu luar biasa, tapi masih luar biasa bokong dan lubang Sehun tentu saja.

Dasar!

"KENAPA KAU MEMUKULKU?!" teriak Kai. Tangan Sehun ia tahan dibelakang tubuh Sehun. Sedangkan yang ditanya hanya meringis sakit. Tangan Kai yang menahan tangannya tadi sedikit mengenai bokongnya yang sakit.

Tidak mendengar jawaban apapun dari Sehun, Kai bingung. Ia memutuskan untuk melepaskan tangan Sehun dan dengan cepat menarik calana Sehun dengan paksa, membuat pemilik celana membulatkan matanya kembali.

"YAK YAK TIDAAAAAKKK"

"Ya diamlah, jangan berteriak terus. Kau membuat telingaku berdengung sakit" jawab Kai datar. Mendengarnya Sehun merengut dengan tatapan datar dan membiarkan tubuhnya jatuh tengkurap kembali. Sedikit memiringkan tubuhnya tadi ternyata membuatnya pegal.

Berbeda dengan Sehun, Kai sekarang sedang menikmati pemandangan didepannya. Bokong Sehun yang bulat yang masih terbungkus dengan celana dalam berwarna abu-abu serta paha yang putih bersih, dan itu berhasil membuatnya menjadi terangsang. Kai sengaja membuka celana Sehun hanya sampai lututnya. Karena ia tidak ingin kelepasan nantinya. Tapi mungkin Kai harus berpikir dua kali, apalagi melihat Sehun yang sekarang pasrah-pasrah saja. Kekeke~

Kai mengambil obat yang ia bawa tadi di atas nakas, dan setelahnya kakinya yang mengapit kaki Sehun ia lepaskan. Sehun sendiri tidak mencoba untuk kabur saat kakinya sudah terbebas, Sehun lebih memilih untuk memejamkan matanya sejenak. Lelah.

Kemudian dengan tiba-tiba Sehun merubah posisinya menjadi telentang. Kai menghela napas melihatnya. Kalau posisinya begini, bagaimana ia mau mengoleskan obatnya.

"Hei Sehun. Kembali ke posisi tadi" Sehun dengar apa yang Kai katakan, namun ia enggan untuk melakukannya.

'Biarkan saja Sehun. Lagian enak saja, nanti pasti si hitam ini akan mengapa-apa kan bokongku lagi. Pura-pura tidur sajalah' batin Sehun.

"Aku tau kau tidak tidur. Jadi cepatlah, atau aku akan…" Kai tidak melanjutkan ucapannya, tapi tangannya sudah menuju ke area penis Sehun yang terbungkus celana dalam.

"Melakukan sesuatu pada penis mu" dan tangan Kai meremas pelan penis Sehun dari luar celana dalam. Mata Sehun tiba-tiba terbuka dan menatap horor Kai. Walaupun begitu Sehun tidak menjauhkan tangan Kai dari penisnya.

"Ahh" satu desahan lolos dari mulutnya.

Kai menyeringai dan semakin semangat bermain dengan penis Sehun. Penis Sehun yang tidur pun menjadi bangun dan tegang. Kakinya bergerak gelisah, wajahnya sudah memerah dan tatapannya sayu menatap Kai. Sehun ingin Kai melepaskan celana dalamnya dan Sehun ingin lebih, namun ia malu untuk mengatakannya. Jadi Sehun hanya menatap Kai sayu dengan mulut terbuka mengeluarkan desahannya.

Walaupun begitu, Kai tetap mengerti dan segera melepaskan celana dalam Sehun, namun hanya sebatas lututnya saja. Tangannya mulai mengocok penis Sehun beraturan.

"Akh ahh" desah Sehun. Kai semakin tegang saja, selangkangannya bahkan sudah mengembung dan terasa sangat sesak. Tangannya masih terus mengocok penis Sehun dan sesekali meremas twins ball Sehun.

'Sial! Aku sudah tidak tahan'

Dengan kasar Kai mencium Sehun. Melumat bibir yang membuatnya candu saat pertama kali mencobanya. Sesekali Kai akan menyesap kuat bibir Sehun, hingga bibir tersebut sekarang jadi merah dan bengkak.

Sehun tidak menolak. Sehun malah membalas ciuman tersebut. Ia berusaha untuk mengimbangi gerakan Kai, namun tidak bisa. Kai terlalu ahli dalam hal ini.

Kai masih mengocok penis Sehun, bahkan semakin cepat. "Akh akh hhh lebih cepathh"

Tangan Sehun mengalung dileher Kai dan menekan kepala Kai untuk memperdalam ciuman mereka. Saliva entah milik siapa mengalir dari sudut bibir Sehun. Ciuman mereka semakin kasar dan dalam. Dan saat dirasa pasokan oksigen mulai berkurang, Kai melepas ciumannya. Dilihatnya Sehun yang sekarang sedang berusaha mengatur napasnya, dada nya naik turun dan wajah yang memerah serta mata sayu yang menatap kearah nya. Seolah minta disentuh.

Sungguh pemandangan yang sangat sexy menurut Kai. setelah beberapa menit, Kai kembali melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda. Kai menyingkap baju Sehun dan segera menjilat nipple kiri Sehun. Jilatan tersebut kemudian berubah menjadi hisapan keras dan kuluman kasar. Sedangkan nipple kanan Sehun ia cubit lalu memilinya kuat.

"Hahh akh akh ouuhh~"

Kai mengangkat wajahnya dari dada Sehun, melihat hasil kerja nya dan ia tersenyum puas. Sehun sendiri sudah lemas dengan keadaannya yang sekarang sangat berantakan.

"Baiklah, mungkin lebih baik aku mengobati lubangmu saat kita sudah selesai melakukannya lagi" Sehun menggelengkan kepalanya lemas, tapi tidak Kai memperdulikannya. Kai tegang begini juga karena Sehun, dan ia hanya ingin hasratnya tuntas dengan cepat. Dan jangan salahkan Kai, karena Sehun juga sebenarnya menikmatinya.

Celana dan celana dalam Sehun yang berada dilutut segera Kai lepas. Setelahnya ia juga mulai membuka celananya sebatas lutut. Dan terbebaslah penisnya yang sudah sangat ingin dimanjakan.

Kai kembali mencium Sehun, kali ini lebih lembut dari yang tadi. Tangannya membuka lebar kaki Sehun hingga menampakkan lubang pemuda dibawahnya ini. Kai membawa tangan Sehun untuk mengalungi lehernya. Tenaga Sehun sudah terkuras banyak, jadi ia hanya pasrah saja saat Kai akan melakukan sesuatu padanya.

Tangan Kai menuntun penisnya menuju lubang Sehun. Merasa sudah pas, Kai langsung memasukkan seluruh penisnya. Sehun berteriak, namun teriakkannya teredam dalam ciuman. Lubangnya makin terasa sakit saja. Mata nya bahkan sudah berair.

Kai melepas ciuman mereka. Pinggulnya bergerak cepat menusuk lubang Sehun. Matanya terpejam menikmati lubang Sehun yang sangat sempit.

"Hiks hiks s-sakit" isak Sehun. Mata Kai terbuka saat mendengar isakkan lolos dari bibir Sehun. Dilihatnya wajah Sehun yang basah karena airmata. Ia jadi merasa sangat bersalah dan ia merasa bodoh karena dengan egois lebih memilih mengikuti nafsunya. Seharusnya ia ingat kalau lubang Sehun bahkan masih sakit karena kejadian dua hari yang lalu, namun dengan seenaknya saja sekarang ia langsung memasukkan seluruh penisnya.

Pinggulnya kemudian berhenti bergerak, wajahnya ia dekatkan dengan Sehun. "Sehun jangan menangis. Aku akan berhenti, jangan menangis" Sehun menggeleng tanda ia tidak mau kalau kegiatan mereka berhenti. Tapi Kai tidak tega membiarkan Sehun menahan rasa sakitnya.

"J-jangan, lanjutkan saja. Tapi pelan-pelan" ucap Sehun lirih. Kai tersenyum lalu mencium kening Sehun lembut.

"Baiklah"

Pinggul Kai bergerak lagi, kali ini pelan dan lembut. Sebenarnya ia tidak tahan, tapi ia juga tidak ingin Sehun kesakitan hanya karena kepentingan dirinya sendiri.

Sehun menarik leher Kai mendekat dan melesakkan wajahnya disana. Kakinya melingkari pinggang Kai dan menariknya mendekat, membuat mereka semakin rapat dan tidak ingin ada celah.

Gerakan Kai merubah menjadi sedikit cepat, tapi Sehun tidak apa-apa. Rasa sakit tadi sudah menghilang digantikan dengan nikmat. Apalagi saat penis Kai tepat menusuk prostatnya, desahanya tidak bisa ia kontrol.

Sampai akhirnya mereka mencapai orgasme bersama. Dengan perlahan Kai melepaskan tautan mereka, ia membenarkan posisi tidur Sehun, kemudian memperhatikan wajah lelah tersebut lalu ia mencium kening Sehun dan setelahnya pergi memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Tidak butuh waktu lama untuk membersihkan diri, Kai keluar dengan keadaan yang lebih rapih dan segar. Ia berjalan sambil membawa handuk basah kearah Sehun yang sepertinya tertidur akibat kelelahan. Keadaannya masih sama seperti saat Kai tinggalkan tadi, baju yang tersingkap, rambut berantakan dan bagian bawah tubuhnya yang telanjang.

Perlahan Kai membersihkan sisa-sisa sperma yang masih tertinggal di selangkangan Sehun. Lalu ia berikan obat pada lubang Sehun yang lecet dengan obat yang tadi ia bawa. Kemudian memakaikan Sehun celananya hati-hati dan merapikan bajunya yang tersingkap yang menampakkan dada penuh kiss mark. Setelah semuanya selesai, Kai berbaring di samping Sehun dan memeluknya. Lalu ia mengambil selimut dan menyelimuti tubuh mereka.

Kai tidak tidur, ia ingin menemani Sehun sambil memeluknya.

.

.

.

"Kyung kau mendengarnya tadi? Mereka benar-benar malakukannya!" Baekhyun memegang cemilannya erat dan berseru histeris. Mereka masih di ruang tamu.

"Kyungsoo kau mendengarkan ku, kan? Huaaa aku butuh Chanyeol~~" Baekhyun berteriak merana. Ia terangsang mendengar suara desahan dari kamar Sehun dan Suho.

Kyungsoo hanya memutar bola matanya malas. Untung ia sedang mendengarkan musik dengan volume lumayan keras tadi, jadi ia tidak mendengar suara yang berasal dari kamar Sehun dan Suho. Ia sudah menduganya terlebih dulu, sehingga ia dapat mengantisipasi.

"Huhuhu kenapa Chanyeol dan Suho Hyung lama sekali pulangnya sih?"

"Aku tidak tahan hueee" Baekhyun melihat Kyungsoo dan, "Kyung kau bantu aku ya? Pleaseee~"

Kyungsoo langsung menatap tajam Baekhyun. "TIDAK" dan pergi menuju kamarnya meninggalkan Baekhyun yang tersiksa di ruang tamu.

Baekhyun menatap kepergian Kyungsoo sedih.

"CHANYEOL CEPATLAH PULAAANG"

.

.

.

Ini udah fast belum updatenya? Hihihi

Menurut kalian ff ini alurnya kelambatan atau kecepetan? Dan yang tanya kaihun pacaran apa nggak, akan terjawab nanti. Jdi sabar aja ya? ._.v

Dan chap ini lagi2 enceh yeeeeaayyy… duh maafkan diriku yang yadong iniii, tp mau gimana lagi mikirin mereka bawaanya mesum muluuuu sih :v ... sehun di chap ini kek korban pemerkosaan yee? waks :v chap ini seberernya mau di up bbrpa hari lagi, cuma karena mumpung malem jumat jadi di malam ini di up! dan pas kaihun ene-ena :v

Dah abaikan saja, dan jangan bosan buat review yaaaa :* /kecup basah/