Kau dan Aku
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance, hurt/comfort
Warning : Au, typo's, OOC sangat!, alur kecepetan, no eyd(?) Dan lain-lain
.
.
Sebelum membaca biar gk bingung
"Blablabla" percakapan biasa
»Blablabla. Percakapan di facebook
.
Arigatou masashi-sensei atas 15 thun trakhir ini wlau aku bru" ngikutin Naruto udah 3 thun xD dan arigatou endingx sprti harapan yuu-chan. Yuu seneng bnget tapi gk bleh berlebihan kita hrus hormati pair lainx yg gk jdi canon
.
DLDR
.
»Sahabat pertama«
.
.
"Hinata, cepat kau antar kue ini untuk tetangga baru kita, ke rumah Haruno-san." ucap Hikari, Hinata mengangguk kemudian mengambil satu kota makanan yang isinya kue coklat.
Di samping rumahnya terdapat rumah yang terlihat sangat indah, perkarangan rumahnya penuh dengan bunga.
Ting Tong~
"Permisi," ucap Hinata.
Cklek
"Mau cari siapa?" Tanya gadis dengan rambut merah muda namun saat melihat manik Hinata ia langsung tersadar.
"Eh? Kau yang di taman itu'kan yang bersama gadis kecil dengan manik lavender itu?" Tanyanya. Hinata mengangguk kecil.
"Aku mengantarkan kue coklat untuk kalian sebagai salam perkenalan. Rumah ku di samping rumah mu." Jelas Hinata yang di jawab angguk gadis musim semi itu.
"Aku Sakura kau?" Tanya Sakura setelah mengambil satu kotak kue coklat tersebut.
"Aku Hinata, senang bisa berkenalan dengan Sakura-san."
Dan di sinilah awal Hinata mencari sahabat baru, dan semenjak berteman dengan Sakura perlahan-perlahan Hinata sudah tak memikirkan lagi yang namanya Konoha, ia bisa terima bahwa ia sudah tak bisa lagi bertemu dengan teman-temannya dan di Hokkaidolah kehidupannya.
Selama masa liburan Hinata selalu di ajak oleh Sakura untuk keliling Hokkaido. Dan di sinilah mereka di suatu konser band rock jepang. Yaitu One ok rock, band ke sukaan Hinata dan Sakura sesuatu kebetulan yang sangat menyenangkan bukan.
Hinata terlihat sangat senang kalau bukan pemberian tiket dari Sakura Hinata tidak akan bisa menonton konser band kesukaannya. Hinata terlihat ikut menyanyi lagu yang cukup ia suka yaitu 'Liar'. Taka sang vocalis terlihat sangat bersemangat menyanyikannya sama seperti di video clipnya. Hinata tidak pernah merasakan senang yang seperti ini, Sakura adalah sahabatnya mulai dari sekarang dan seterusnya.
Dan saat ini One oke rock menyanyikan lagu kesukaannya juga yaitu Deeper Deeper. Yah arti dari lagunya sangat bagus membuat Hinata menyukainya.
"Bokura wa umarete kara so ōku o manabi
Shi ni chikadzuku ni tsurete ōku o wasure
Kidzuita toki nya mō hai ni natteru
Ikita akashi o nokoshite o Kuni wa mono ja nakute." Hinata bersenandung pelan sambil mengikuti lirik lagu yang di nyanyikan Taka.
"Yosoku sura dekiyashinai mō supīdo de
Hora Good Good – bye~" mereka berdua Hinata dan Sakura tampak puas mendengar bait terakhir yang di nyanyikan oleh Taka. Dari bawah ini semua anggota One ok Rock terlihat sangat jelas dari Taka, Ryota, Toru, Tomoya. Semua anggota One ok rock tampak sangat keren, mereka bernyanyi tanpa henti sampai lihat saja keringat mereka sangat banyak seperti sedang mandi keringat hanya demi menghibur fansnya.
Setelah konser usai Hinata dan Sakura tampak sedang menunggu bus yang akan membawa mereka pulang. Malam sudah mulai larut Hinata tampak merapatkan jaket yang ia kenakan. Di sampingnya Sakura tampak bersenandung pelan.
"Apa sebelumnya kau pernah menonton konser, Hinata?" Tanya Sakura. Hinata menggeleng pelan membuat Sakura tertawa kecil.
"Benarkah? Apakah di Konoha jarang sekali ada konser?" Tanya Sakura.
"Tidak, banyak sih konser tapi tempatnya jauh dan aku juga masih terlalu kecil." Jawab Hinata membuat Sakura tertawa lagi.
"Hahaha... Baiklah 1 minggu lagi ada konser lagi dari Tomohisa Sako, apakah kau mau ikut menonton?" Tanya Sakura.
"Eh? Sako Tomohisa? Kau bercanda! Aku sangat suka Sako Tomohisa." Pekik Hinata girang.
"Aku mau." Sambung Hinata lagi dengan riangnya, Sakura mengangguk kemudian mengancungkan jarinya.
Akhirnya bus yang di tunggu mereka datang. Pukul 10 malam akhirnya mereka sampai di rumah mereka. 3 hari lagi sekolah mulai di mulai dan semoga saja ia mendapat kelas sama dengan Sakura karena ia adalah orang yang kurang dapat berbaur di tempat yang baru.
Pagi mulai menjelang pukul 5 pagi Hinata masih saja tidur karena ia akan bangun saat jam 7. Tampak gadis musim semi itu memasuki kamar dari Hinata. Membukanya pelan kemudian berjalan mendekat ke arah tempat tidur yang sedang di tiduri gadis indigo ini. Jangan tanyakan si gadis musim semi ini bisa masuk karena kaa-sannya Hinata Hikari selalu memasak sarapan pagi pukul 5 pagi otomatis Sakura tinggal mengetuk pintu dan di bukakan.
"Ck dia masih saja tidur," Sakura berdecak pinggang kemudian mendekat ke arah Hinata.
"Bangun baka!" Teriak Sakura membuat Hinata terlonjak dari tidurnya.
"Sakura-chan... Aku masih mengantuk... Hoam."
Srek~
Hinata menutup seluruh wajahnya dengan selimut lavendernya. Sakura cengong meliatnya. Ia tak pernah se-semangat ini membangunkan temannya selain Ino. Sahabat pertamanya.
"Ayo, Hinata-chan bangun. Lihat ini aku punya video musik yang pasti kamu suka."
Masih sepi Hinata tak merespon sama sekali.
"Baiklah jika kau tak bisa di bangunkan secara halus maka... kubangunkan kau dengan cara yang kasar." Desis Sakura dengan nada yang menyeramkan. Kedua tangan lentiknya ia renggangkan dan membuat kuda-kuda sambil megenggam kedua kaku Hinata.
"Hinata mari mandi!"
Wush... Wush
Sakura menarik Hinata dengan sekuat tenaga hingga sampai di kamar mandi rumah Hinata yang berada di lantai dua. Hinata tampak meronta-meronta atas perlakuan Sakura.
"Kyaa dingin!" Teriak Hinata membuat Hikari yang berada di bawah sedang menyiapkan sarapan tersenyum sambil geleng-geleng kepala mendengar keributan anaknya dengan Sakura.
"Huh Sakura-chan ini masih pagi aku masih mengantuk." Hinata merapatkan jaket yang ia pakai. Sakura tersenyum puas atas jerih payahnya membangunkan Hinata.
"Mari lari pagi." Hinata melotot lari pagi tadi yang di katakan Sakura. Hinata paling malas yang namanya lari pagi, dari pada lari pagi lebih baik ia lari sore.
"Kau bercanda aku tak mau."
"Kau harus mau titik." Sakura menyeret Hinata keluar dari rumahnya. Karena tarikan Sakura begitu kuat Hinata sampai tak bisa mengelak sama sekali. Akhirnya Sakura berhenti menarik Hinata tepat di depan kaa-sannya Hinata yang sedang memasak sarapan.
"Baa-san coba lihat Hinata tidak ingin lari pagi." Hikari melirik sekilas Hinata dan Sakura Hikari tersenyum kecil kemudian berdaham pelan.
"Hinata-chan cepat sana temani Sakura lari pagi, tidak enakkan Hinata capek-capek membangunkanmu kalau kau tak ikut dengannya." Jelas Hikari membuat Hinata mengangguk pelan.
"Baiklah kaa-san." Jawab Hinata lesu kemudian berjalan pelan dengan Sakura yang berjalan riang keluar dari rumahnya.
"Baiklah anggap saja ini jalan-jalan pagi hari di pulau Hokkaido di mana kau tak bisa mendapatkannya di Konoha." Sakura dengan semangatnya berlari pagi sedangkan Hinata hanya berjalan pelan. Sakura menoleh kebelakang mendapatkan Hinata yang berjalan seperti siput.
"Ayo kita lari." Sakura menyeret Hinata, Hinata mengangguk kemudian berlari mengikuti langkah Sakura. Tak butuh waktu banyak Hinata tak sudah mengantuk dan malah bersemangat berlari dengan Sakura.
Mereka berdua beristirahat di bangku panjang yang berada di tepi jalan yang di penuhi oleh pohon-pohon. Dari kejauhan lelaki dengan wajah datar berlari pelan.
Sakura melihatnya kemudian melambaikan tangannya.
"Sasori-senpai!" Teriaknya lelaki tersebut tersenyum saat jaraknya dekat dengan tempat duduk Sakura dan Hinata.
"Hai Sakura-san dan err~ kau siapa?" Tanya Sasori setelah sampai di depan Sakura dan Hinata.
"Ah iya ini teman baruku di baru pindah beberapa minggu lalu namanya Hinata Hyuuga." Jelas Sakura membuat Sasori mengangguk tanda mengerti.
"Senang berkenalan dengan Sasori-san." Sasori mengangguk.
"Senang berkenalan denganmu juga, oh ya sudah dulu aku ingin melanjutkan lariku." Sasori kemudian berlalu meninggalkan Hinata dan Sakura, tampak Sakura tertawa kecil.
"Bagaimana dia tampankan?" Tanya Sakura, Hinata mengangguk pelan membuat Sakura tambah tertawa.
"Kau suka padanya?" Tanya Sakura. Hinata menggeleng lemah membuat Sakura mengerutkan keningnya.
"Kau kenapa?" Tanya Sakura lagi.
"Tak ada apa-apa, sudah cukup istirahatnya mari lari lagi." Hinata bangun dari duduknya di ikuti Sakura kemudian mereka berlari santai karena sinar mentari sudah mulai muncul.
.
.
"Hei Kiba kau kangen tidak dengan Hinata yang cerewet?" Tanya Naruto, Kiba mengangguk.
"Bagaimana kalau hari ini kita ke rumahnya," tawar Naruto.
"Ide bagus Naruto." Mereka berdua bergegas menuju rumah Hinata kemudian setelah sampai di depan rumah Hinata tampak sangat sepi. Beberapa kali mereka memanggil dan memencet bel rumah Hinata namun yang ia dapatkan hanyalah sepi.
"Kalian mencari siapa?" Tanya seseorang wanita paruh baya.
"Kami mencari Hinata Hyuuga." Jelas Naruto wanita paruh baya tersebut mengangguk pelan.
"Mereka sudah pindah rumah beberapa minggu lalu tepatnya saat pembagian rapot waktu itu." Naruto terdiam.
Ia mengingat kejadian saat ia mencari rumah Hinata di mana ada sebuah truk pemindah barang berada di depan rumah tersebut dengan orang-orang yang memasuki barang-barang ke dalam truk tersebut, tapi kenapa ia tak menyadarinya bahwa itu artinya Hinata pindah rumah dan kenapa ia tak peka terhadap situasi seperti itu. Kenapa saat itu ia sangat bodoh dengan hal sekecil itu, kenapa ia kurang peka.
"Sudahlah Naruto, makanya kau harus jadi lelaki peka sepertiku." Hibur Kiba, Naruto menggeleng lemah.
"Bukankah dulu kau membencinya? Kenapa sekarang kau terlihat seperti ini setelah ia pergi?" Tanya Kiba.
"Karena..."
"Ya kerena?" Tanya Kiba penasaran.
"Karena ia belum mengembalikan barang yang ia pinjam dan belum mengembalikan uangku." Bohong Naruto membuat Kiba memukul kepala Naruto.
"Ittai... Apa-apaan kau memukulku." Teriak Naruto.
"Karena kau bodoh, baka!" Teriak Kiba lagi.
"Kau yang bodoh, maniak anjing." Teriak Naruto.
"Kau,"
"Kau." Akhirnya tanpa mereka sadari dari kejauhan seseorang menyeringan sambil memotret dan mereka percekcokan mereka.
"Dasar kekanak-kanakan." Cibir orang tersebut kemudian berlalu.
.
.
"The never ending story of
How you bring me up, just to bring me pain
Where we going? Seems around
I've had it up, things will never ever change." Hinata bersenandung pelan saat memasuki rumahnya namun terhenti saat melihat kue yang terlihat sangat menggiyurkan menurutnya.
"Okaa-san kuenya aku makan ya!" Teriak Hinata.
"Jangan yang itu Hinata, ambil yang di dalam lemari es saja." Hinata mengangguk kemudian berjalan menuju lemari es mengambil kue donat tersebut dan mengambil sebotol air dingin.
"Humm nyam nyam nyam..." Terus mengunyah tanpa tahu Sakura sudah berada di sampingnya.
"Kau makan sendirian saja." Celetuk Sakura membuat Hinata kaget untung saja makanannya sudah habis ia telan kalau tidak ia bisa mati tersedak.
"Kau ini di mana-mana selalu muncul." Sakura cengengesan mendengarnya.
"Yah, gomen-gomen lain kali aku tak akan seperti ini lagi." Sakura mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya, sambil memperlihatkan majalah yang ia bawa.
"Lihat ini aku membawakanmu majalah." Hinata berbinar melihat majalah yang baru saja di bawa oleh Sakura.
"Lihat band Scandal mereka terlihat sangat kerenkan, aku sangat suka lagu-lagu mereka." Ucap Sakura yang di jawab anggukan Hinata.
"Wah mereka kawaii," puji Hinata.
"Ya kau benar, wah lihat tahun 2015 One ok rock akan merilis album terbarunya bulan february. Aku tak sabar." Pekik Hinata.
"Semenjak aku kenal Sakura-chan aku jadi berubah." Senyum Hinata.
"Berubah ke yang baik tapikan." Tawa mereka. Mereka berdua terus mengobrol sampai siang dan mereka makan siang bersama di rumah Hinata. Kaa-san Hinata sangat suka melihat Sakura yang makan dengan lahap masakannya ia sudah menganggap Sakura sebagai anaknya sendiri.
.
.
.
TBC
AN : nyahaha gomen lama update malum udah kelas 9 harus belajar gk banyak waktu untuk ngetik fic. Bagaimana? Makin aneh atau pasti kalian udah lupa fic nie ya xD nih aku masukin lagu" fav ku termasuk yang di nyanyiin Hinata pas masuk rumah judulx 'Ending story' di jamin klian bklan suma ma one ok rock stelah denger tu lgu xD. Apa lgi lirik yang judulx Deeper Deeper tu artinya bagus
'Bokura wa umarete kara so ōku o manabi
Shi ni chikadzuku ni tsurete ōku o wasure.
― Kita belajar banyak semenjak lahir
― Mendekati kematian, kita banyak melupakannya" artinya baguskan. Hehe
Udah banyak banget Anx jaa ne minna-san :v
Review?
