Scoupstatu : nyeseknya tuh di sini lol..sip sip nih lanjutannya monggo di baca

.

.

.

.

.

.

.

SHINING DIAMOND

Cast:

Scoups x Woozi x Hoshi

Dan beberapa member seventeen yang numpang lewat dan numpang muncul

"aku tidak pernah memanfaatkannya, aku bahkan tidak pernah menyentuhnya, jangan salahkan aku, salahkan bocah kecil itu yang terlalu banyak mengharap, aku tidak mungkin mencintai bocah kecil seperti dia, dia bukan tipe ku"

"…maaf, maaf kalau aku terlalu berharap, ya, aku hanya bocah kecil, bocah kecil yang belum tau apa apa dan berharap lebih dengan seseorang, hmm hehehe, aku, aku bodoh hehehe" balas Woozi dengan senyum yang di paksakan

"Woozi" ujar Scoups dan Hoshi berbarengan, terkejut melihat Woozi ada di sini

"…ah, aku…aku minta maaf…" ujar Woozi, terlihat air mata jatuh membasahi pipinya, badannya yang mungil terlihat bergetar menahan isak tangisnya

"ssstt…diamlah, ada aku di sini, ada aku, aku tidak akan pernah melepaskanmu, mengerti, sekali…sekali aku melepaskanmu, tetapi ternyata itu hanya membuat mu terluka, dan kali ini percaya padaku, aku tidak akan melepaskanmu lagi, tidak akan pernah!" ucap Hoshi memeluk erat tubuh Woozi, walaupun Woozi berusaha melepaskan pelukan Hoshi, namun justru pelukan itu semakin erat, sampai Hoshi merasa seseorang menepuk bahunya , Scoups, meninggalkan mereka dan berjalan menuju sebuah mobil, dan terlihatlah seseorang dengan rambut panjang sebahu menunggunya, memberikan pelukan sebelum mereka kembali masuk ke dalam mobil

Setelah Scoups meninggalkan mereka, Hoshi merasa Woozi sudah merasa sedikit baikan, dan dia pun sudah lelah di lihat orang yang berjalan di sana

"hei, cebol, aku lelah di liat banyak orang, ayolah wajah tampan ku terlalu mahal untuk di lihat secata gratis" uajr Hoshi

"mm..lalu" ujar Woozi masih dalam dekapan Hoshi

Dan tiba tiba tanpa pemberitahuan apapun, Hoshi menggendong Woozi dan berlari secepatnya ke rumahnya, ya rumah Hoshi, bukan rumah Woozi

.

.

.

.

.

"Hoshi, Woozi kenapa? Kenapa dia di bawa ke sini? Kau apakan dia?!" tanya ibu Hoshi yang tiba tiba melihat anaknya datang terburu buru sembari menggendong Woozi, namun Hoshi hanya diam sembari menunjukkan senyumnya yang polos dan terus berlari ke kamarnya

"sayang, oh lihatlah anak kita, apa yang akan di lakukannya, sayang lakukan sesuatu" ujar Ny. Kwon kepada suaminya

"ayolah, seorang Kwon Soonyoung tidak akan melakukan hal hal yang aneh" balas Tn. Kwon santai

Namun, bukan Ny. Kwon bila dia tidak mengkhawatirkan Woozi, tentu saja dia khawatir, anaknya, Hoshi tiba tiba berlari seperti seorang penculik ke kamarnya sembari membawa Woozi tiba tiba, siapa yang tidak akan berfikir yang aneh aneh akan hal itu

Maka Ny. Kwon diam diam mengikutinya dan menguping dari balik pintu Hoshi

"ah..Ho-Hoshi ah.." itu suara Woozi, Ny. Kwon masih bisa membedakan suara mereka dengan sangat jelas, meskipin dari sebuah desahn, tunggu, desahan? Pikir Ny. Kwon

"sebentar Ji..ini-ini sempithh uhh" balas Hoshi

Ny. Kwon segera menarik lengan suaminya menuju ke kamar Hoshi untuk mendengarkan kelakuan mereka di kamar

"Hoshi ah..lebih dalam lagi cepaathh"

Ny. Kwon dan Tn. Kwon hanya bisa saling memandang, secepat itu kah? Dan tanpa menunggu lagi Tn. Kwon segera membuka pintu kamar Hoshi dan melihat mereka berdua di atas ranjang milik Hoshi

"YA HOSHI APA YANG KAU…lakukan? Kalian sedang apa?" tanya Tn. Kwon yang terkejut melihat keadaan anaknya sekarang

"ah, ahjussi, ahjumma" ujar Woozi terpaku di atas ranjang

"kalian..kalian sedang apa?" tanya ny. Kwon

"eomma! Tolong aku, ini semua karna si bocah kecil itu, lihat..ahh aku..aku tidak bisa bernafas, dia memaksaku menjadi tiang yang di isi pelampung pelampung..kecil ahhh" ujar Hoshi yang kesulitan bergerak

Kini posisi Hoshi, terlilit dengan banyaknya pelampung pelampung yang di susun paksa oleh Woozi, entah apa sebabnya, yang jelas, Hoshi adalah korban pembullyan Woozi, seperti biasanya

Woozi hanya menatap tajam ke arah Hoshi, dan membantu mengeluarkan kembali pelampung pelampung yang menyiksa Hoshi

"kalian sedang apa? Woozi ah, ini ada apa?" tanya Ny. Kwon

"ahjumma, dia terus terusan mengejekku, mengataiku kecil, bocah dan lain lain, hanya pukulan dari bantal saja tidak bisa membungkamnya, maka aku…aku…" ucap Woozi lagi, kini dia takut kalau Ny. Kwon akan menghukumnya

"aigoo, ya! Hoshi! Sudah berapa kali eomma bilang, jangan pernah mengganggu Woozi, aish, kau ini tidka bisakah kalian menjalani kisah kasih kalian dengan normal dan romantis? Bagaimana kalau kalian nanti menikah?" tanya Ny. Kwon

"MENIKAH?!" teriak Hoshi dan Woozi

"lho, memangnya, kalian mau begini begini saja? Tentu suatu saat kalian harus menikah"

.

.

.

.

.

.

"ah, sudah lama ya kita tidab makan malam seperti ini" ucap Ny. Lee

Malam ini, keluarga Kwon mengajak keluarga Lee untuk makan malam bersama, mereka berkumpul di taman belakang rumah Hoshi, menceritakan masa lalu mereka

"ya, semenjak kalian pindah ke Jepang, dan kita lost contact, tak kusangka, kau pindah dan menjadi tetanggaku, sehingga pertunangan mereka masih berlanjut" balas Ny. Lee

"pertunangan?" tanya Woozi

"ya, Woozi, eomma mu dan ahjumma adalah sahabat sejak kecil, dulu kami sudah berjanji , kalau kami menikah dan punya anak, kami akan menjodohkan anak anak kami nanti" jelas Ny. Kwon

"hmm, memangnya apa lagi? Masa kalian tidak tau, itukan terlihat jelas, kalau memang kami tidak menjodohkan kalian, mana mungkin eomma membiarkan Hoshi selalu datang kapanpun dan tinggal di kamarmu hmm?" balas Ny. Lee

"jadi, si bocah kecil itu jodohku?" tanya Hoshi

"YA! AKU BUKAN BOCAH KECIL! DASAR KAU SIPIT!" balas Woozi

"wah, mungilnya jodohku, kapan kami akan menikah? Aku sudah tidak sabar untuk menghukum jodoh ku ini" goda Hoshi sambil melirik Woozi, Woozi sudah siap siap akan membunuh Hoshi andai saja tidak ada orang tua mereka

"BYUNTAE!" balas Woozi

"ah ya kapan ya…?" tanya Ny. Kwon lagi

"bagaimana kalau bulan depan, tepat di saat kau datang sebagai tetangga ku hmm?" balas Ny. Lee

"ide bagus, bagaimana sayang?" tanya Ny, Kwon kepada Hoshi

"tidak bisa besok saja eomma? Aku sudah tidak sa..aw!" Hoshi baru saja memukul kepalanya dengan sendok, dan tanpa wajah bersalah Hoshi melanjutkan makan

"eomma, kurasa aku harus bisa menjinakkan dia dulu, baru aku siap menikah dengan bocah kecilku" ucap Hoshi

.

.

.

.

.

Dan begitulah semenjak kepergian Scoups ke Jepang, dan mereka mengetahui soal perjodohan itu, Hoshi semakin gencar menaklukan hati Woozi, walau terlihat sulit, namun akhirnya Woozi mulai luluh dan menerima Hoshi, meski tetap membully Hoshi, bagi Woozi, Hoshi adalah korban utamanya di saat dia senang atau pun sedih

Dan setelah benar benar mantap dengan diri masing masing akhirnya mereka pun menikah, dan pada saat malam pertama

.

.

.

.

Ah, malam ini Woozi pasti akan terlihat menggemaskan, wah bagaimana aku harus memperlakukannya, tidak bagaimana kalu nanti dia kesakitan, ah aku harus memperlakukannya dengan lembut hehehe Hoshi mulai memikirkan hal yang aneh aneh, entah sejak kapan ia mulai menjadi mesum seperti ini setiap melihat Woozi

Woozi pun keluar dari kamar mandi, mengeringkan rambutnya, dengan piyama kesayangannya yang terlihat menggemaskan untuk Hoshi, Hoshi yang sudah merasa tak sabar segera memeluk erat Woozi

"kau,,sangat menggodaku malan ini Woozi ah" ucap Hoshi

"lepaskan aku, kau..kau terlalu banyak menonton film mesum Hoshi ah"

"aku belajar, aku tidka ingin menyakitimu, lagipula, bukankah kau juga yang akan merasa nikmat? Sedangkan aku harus cape dan banyak bergerak hmmm"

"sial, byuntae! Kau mau malam ini ku…" belum selesai Woozi bocara Hoshi sudah mengunci mulutnya, menciumnya dan melumatnya lembut, Woozi yang dari tadi memberontakpun akhirnya mengalah dan mengikuti alur permainan dari Hoshi, yang kini menjadi suaminya

"..Hoshi ah, aku uhh…"

Dan..biarkanlah malam ini Hoshi menghukum Woozi, setelah sekian lama Hoshi menjadi korban pembullyan Woozi, jadi kita biarkan saja kali ini Woozi yang menjadi korban pembullyan Hoshi

.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

.

Waaahhhh akhirnya selesai juga hahahhahahaha bagaimana Carats?! Ah baiklah ff gaje akan selalu berakhir gaje hahahhahaha tolong yang sudah baca, tinggalkan komen, saran dan kritik, atau mau request silahkan next mungkin pairing kalian yang akan muncul hehehehhe

See you on next chap!

Special thanks for all viewers, who already view this ff, and who already make this ff as your favorites one, for followers and big thanks for you who already leave the review ^^ Nyancatnyann and Scoupstatu