"Hmmm Natsu? Apa dia masih menghindar dariku?" pikirku, aku pun berusaha membuang jauh jauh pikiran tentang Natsu. Jujur saja ,selama liburan ini aku terus memikirkannya, sungguh aneh sekali, ingin rasanya aku lupa ingatan ,tapi itu mustahil.
"Sudahlah ,dari pada memikirkan itu lebiha baik aku tidur saja" aku pun langsung beranjak ke ranjangku ,dan mulai terlelap meninggalkan malam yang dingin ini
Chapter 4:
'Wa…..wawa…..wawawa…..'
"Hmmm akhirnya aku sampai juga di sekolah" gumamku
Pagi yang cerah untuk memulai hari di semester baru ini, hmmmm kelas baru dan teman baru. Setelah memasuki gerbang sekolah ,aku pun langsung menuju madding untuk melihat daftar kelasku untuk semester ini, yaitu kelas III. Yey! Aku berhasil naik kelas dengan nilai yang lumayan bagus, hehe
"Hmmmm aku di kelas berapa ya?... ah! Itu namaku ,hmmmm kelas III F? tidak buruk juga" kataku "aku sekelas dengan siapa ya?... eh? Tidak ada nama Erza dan Levy? Berarti aku tidak sekelas dengan mereka dong!" kataku dalam hati kecewa. Aku pun mulai melangkah pergi menuju kelasku yang baru. Saat akan menuju kelas aku bertemu dengan Erza dan Levy yang sedang berada di koridor sekolah
"Hay Lu-chan, selamat pagi!" sapa Levy
"Selamat pagi Lucy" senyum Erza
"Selamat pagi juga" jawabku lemas
"Kau kelas berapa Lu-chan? Dan kenapa kau terlihat lemas pagi ini?" Tanya Levy khawatir
"Aku kelas III F, aku sedih karna kita tidak sekelas!" kataku
"Sudahlah lucy, kita bertiga tidak ada yang sekelas, jadi adilkan! Levy sekelas dengan Gajeel dan aku sama dengan Gray" kata Erza
"Hmmm!" aku pun tersenyum "ya sudah aku ke kelas dulu ya! Jaa!" kataku pamit pada mereka
"Jaa!" balas mereka
Aku pun kembali menuju kelasku yang baru. Setelah sampai di kelas ,aku pun langsung mencari bangku ,aku memilih bangku di dekat jendela koridor. Setelah meletakkan tas aku pun memilih duduk di kelas sambil menunggu upacara pembukaan hari ini akan di mulai. Saat tengah asyik melamun, tiba-tiba suara seseorang mengejutkanku
"Lucy?" sapanya
" Juvia!" balasku, yaps namanya adalah Juvia Loxar ,pacarnya Gray dan berarti dia temanku juga.
"Wah kita sekelas!" serunya dan langsung memelukku
"Iya" kataku senang karna ada teman yang sekelas denganku
Aku pun asyik bercerita dengan Juvia, setelah beberapa lama sudah banyak yang berkumpul di dekat kami, ada Loki, Gerard, Ultear, dan Meredy. Saat mereka asyik bercerita, aku hanya melamun memandang ke arah koridor , aku terpaku saat melihat sosok seorang siswa yang sedang berjalan bersama temannya
"Natsu?!" batinku "apa dia masih menghindariku?"
Tak berapa lama, Natsu menoleh ke arah kelasku dan pandangan kami bertemu, aku hanya terdiam dan seketika terkejut karna natsu tersenyum ke arahku. Tanpa sadar air mataku keluar begitu saja
"Eh? Lucy kau kenapa?" Tanya Juvia yang melihat air mataku
"EH?" tanyaku heran
"Itu? Itu …. Kau menangis! Kenapa Lucy?" Tanyanya khawatir. Aku hanya tersenyum dan menghapus air mataku
"Aku merasa sangat senang saat ini Juvia!" kataku sambil tersenyum ke arahnya
"Senang karna apa?" Tanya juvia menatap heran ke arahku
"Rahasia!" seruku
"Uhhh, dasar pelit, tapi tak apalah ,kalau kau senang aku juga senang" katanya sambil tersenyum
"Hmmm" aku pun tersenyum padanya, aku rasa hariku akan menyenangkan mulai saat ini
AYE!
" Uwah….. apakah aku tadi sedang bermimpi? kami-sama, jika ini mimpi jangan biarkan aku bangun!" batinku ,di kepalaku saat ini masih terbayang saat Natsu tersenyum ke arahku. "wah apa yang aku pikirkan" aku langsung sadar dan menepuk kedua pipiku agar sadar seutuhnya dari pikiran ini. Saat aku membuka mata , aku hanya melihat ekspresi teman-temanku yang menatapku aneh
"Ada apa?" tanyaku enteng
"Lu-chan apa kau baik-baik saja?" Tanya Levy khawatir
"Aku baik-baik saja?" kataku heran
"Lucy, dari tadi kau senyum-senyum sendiri ,itu adalah hala yang aneh ,dan terlebih lagi kita sedang di kantin, semua orang yang lewat memperhatikanmu" kata Gray menyela
"Iya ,Lu-chan, apa yang terjadi denganmu?" Tanya Levy lagi
"Haha kalian ini terlalu berlebihan ,aku baik-baik saja kok" kataku sambil tersenyum meyakinkan mereka
"Lalu kenapa kau senyum-senyum sendiri?" Tanya Erza
"Itu aku sedang memikirkan….!" Ups! Aku langsung menutup mulutku agar tidak melanjutkan perkataanku, aku tidak ingin mereka tau kalau tadi aku sedang memikirkan natsu
"Memikirkan apa?" Tanya Erza memastikan
"Seseorang mungkin!" jawab Gray asal, aku pun langsung blushing , karna Gray bisa menebakny
"Wah Lucy, wajahmu memerah? Apa ini tandanya kau sedag…..!" kata levy menggantungkan kalimatnya dan menoleh ke arah Juvia penuh arti, Juvia hanya tersenyum jahil
"Sedang apa?" tanyaku penasaran
"JATUH CINTA!" seru Levy dan Juvia sambil tersenyum kea rahku
"Ap…..apa? jatuh cinta? Itu tidak mungkin?" bantahku
"Mungkin saja Lucy! Tadi pagi saja kau menangis tanpa sebab" kata Juvia
" Benarkah itu Lucy?" Erza langsung menatapku serius
"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan kok" jawabku meyakinkan mereka
"Baiklah! Aku harap kau tidak merahasiakan sesuatu dari kami lucy" tegas Erza
"Tentu saja ,Erza, jika ada apa-apa aku pasti cerita pada kalian" kataku
"Ya sudah! Ayo kita makan" lanjut Gray. Kami pun akhirnya menikmati suasana istirahan dan makanan dengan canda tawa , sampai lonceng yang menandakan istirahat selesai berbunyi
AYE!
Di rumah Lucy
"Jatuh cinta?"
Kata-kata it uterus terngiang di benakku
"Uhh apa benar aku jatuh cinta? Kalau iya berarti aku suka sama Natsu donk?" pikirku
"Tapi mana mungkin? Sejak kapan aku menyukainya? Kami-sama ,jangan biarrkan diriku bingung seperti ini" lirihku. Jujurku akui, saat melihat senyumnya tadi pagi ,itu seperti menghangatkan hatiku
"Apa ini artinya aku jatuh cinta dan menyukai Natsu?" batinku. Akhhhh, memikirkan hal ini saja sudah membuatku senang
"Uhhh ,aku butung seseorang untuk menumpahkan rasa senang ini, jika tidak aku bisa gila" aku pun mulai merebahkan badanku di ranjang "lebih baik besok aku cerita pada Erza dan Levy" batinku dan aku pun mulai terlelap melewati malam yang indah saat ini
TO BE CONTINUED
Seperti biasa ,mohon reviewnya dari para readers sekalian!
Sekin terimakasih!
