Flawlessaliens present:

"The Idol and His Secret Admirer"

Oh Sehun x Lu Han with other pairs

.

.

.

Hanya cerita tentang si Pangeran Es, Oh SeHun dan Penggemar rahasiannya Lu Han.

.

Sehun's side.

Saat ini Sehun sedang menunggu pesanan bersama keempat orang sahabatnya sambil bercakap-cakap –kenyataannya hanya keempat orang sahabatnya yang bercakap-cakap sementara Sehun hanya menimpali dengan kata "hn" dan kadang tertawa atau hanya sekedar mengangguk—.

"Hey Oh Sehun, Coba lihat! Bukankah itu LuHan?"—ucap Chanyeol tiba-tiba sambil menunjuk arah didepannya.

Sontak keempat orang lainnya mengalihkan pandangan mereka ke arah yang ditunjuk Chanyeol, dan benar saja, disana terlihat Luhan bersama temannya yang sedang kebingungan mencari tempat untuk duduk.

"Kesempatan yang bagus untuk memulai semuanya!" –kali ini Yifan yang berbicara sambil menunjukan seringaian khasnya yang disahuti oleh anggukan semangan oleh ketiga orang lainnya minus Sehun.

Sehun hanya bisa memutar bola matanya melihat tingkah laku orang-orang yang disebutnya sebagai "sahabat".

"Apa yang harus aku lakukan?", tanya Sehun kepada keempat orang lainnya.

"Sepertinya ia kebingungan mencari tempat untuk duduk, bagaimana kalau kau menawarinya duduk bersama? Nah kebetulan ada satu tempat duduk yang belum terisi kan", kali ini Hoseok yang berbicara sambil menunjuk kursi yang kosong dengan dagunya.

"Lalu temannya?"

"Kau bisa menyuruhnya duduk dengan si Jongin itu", ujar Yifan sambil menunjuk Jongin yang sedang menyantap makanannya.

Sehunpun hanya dapat menghela nafas pasrah.

.

.

.

Normal side

Luhan dan Hyejin memasuki area kantin. Terlihat para siswa – siswi lainnya telah memenuhi kursi dan meja yang tersedia disana ada juga yang masih mengantri untuk memesan makanannya. Luhan dan Hyejin melihat kesekeliling kantin –berusaha mencari tempat kosong. Namun sayangnya tak ada lagi kursi yang kosong kecuali—yang berada ditempat Oh Sehun dan teman – temannya dan satu lagi berada di tempat Kim Jongin.

Baru saja mereka akan pergi namun sebuah suara yang menyebut nama luhan menghentikan langkah mereka.

Luhan dan Hyejin membalikan langkah mereka dan betapa terkejutnya mereka melehat seorang Oh Sehun kini tengah melambaikan tangannya ke arah mereka dan mengisyaratkan mereka untuk bergabung bersamanya.

Hyejin dan Luhan saling bertatapan sebentar, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mendekati Sehun dan teman – temannya.

"Sunbae memanggil ku?", tanya Luhan ketika ia sudah sampai dihadapan Sehun. Sehun mengangguk sekilas.

"Ya, ku lihat kau kebingungan mencari tempat duduk dan karena masih ada satu kursi tersisa disini jadi kau bisa duduk bersama kami." Ucap Sehun.

"Tapi sunbae—bagaimana dengan Hyejin?"

Sehun melirik Hyejin sekilas,"Dia bisa duduk dengan Kim Jongin." Ucap Sehun yang sukses membuat tubuh Hyejin membeku seketika.

"Hey Jongin-ah!"

"Ya, Sunbae?"

"Kau—tidak keberatankanjika gadis ini duduk denganmu?"

Jongin mengangguk sekilas tanda setuju.

"Nah, sekarang temanmu bisa pergi dan duduk bersama Jongin."

Luhan melirik sekilas ke arah Hyejin yang saat ini mukanya sudah mulai memerah.

"Baiklah sunbae, kami akan memesan makanan terlebih dahulu," ucap Luhan sebelum berlalu bersama Hyejin untuk memesan makanan.

.

.

Luhan's side.

Luhan dan Hyejin kini sedang menunggu antrean untuk memesan makanan mereka.

"Luhan! Kau tidak akan membiarkanku duduk berdua saja dengan Jongin kan!?", ucap Hyejin setengah berteriak.

"Aku juga sebenarnya tak ingin duduk bersama Sehun-sunbae! Kau tau aku bisa mati karena gugup—ugh. Tapi mau bagaimana lagi? Sudah tidak ada kursi yang tersisa selain kedua tempat itu," Luhan menghela nafas.

Sementara Hyejin hanya bisa mengerang pasrah.

.

.

.

Sehun & Luhan's side

Sehun dan Luhan serta keempat orang temannya sedang menyantap makanan yang sudah mereka pesan.

Semua itu mereka lakukan dengan hening, bahkan Luhan terkesan terburu-buru menghabiskan makanannya.

"Luhan-ssi, apakah kau sudah mempunyai pacar?",tanya Hoseok tiba-tiba yang membuat Luhan langsung tersedak nasinya.

"Minum ini," ucap Sehun sambil menyodorkan segelas jus jeruk yang buru-buru diambil oleh Luhan.

"T-terimakasih, sunbae," ujar Luhan yang hanya ditanggapi "hn" oleh Sehun.

"Jadi, bagaimana? Apa kau sudah mempunyai pacar?", Hoseok mengulang pertanyaannya.

"B-belum sunbae," jawab Luhan yang langsung disambut seringaian –sedikit sexy dan sedikit menakutkan—oleh keempat sahabat Sehun, sementara Sehun yang menangkap itu semua hanya bisa memutar bola matanya.

Setelah pertanyaan itu, Luhan kembali berusaha menghabiskan makanannya dengan secepat mungkin, karena asal kalian tahu semenjak duduk di dekat Sehun jantungnya tidak bisa berdetak dengan normal dan itu cukup menyebalkan baginya.

"Hey, pelan – pelan makannya. Lihat di bibirmu ada nasi," ucap Sehun tiba-tiba sambil membersihkan nasi yang menempel di sudut bibir Luhan.

Dan well—hal itu sukses membuat tubuh Luhan membeku sesaat sebelum ia akhirnya berhasil mengeluarkan sebuah kalimat dengan susah payah.

.

.

.

TBC

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Saya tau saya ngeselin karena udah update lama dan pendek-pendek lagi. Well sebenarnya chapter ini ga cuma sampe disini tapi karena tiba-tiba mood saya hilang disini terpaksa saya bagi dua. Ampuni saya =/\= maunya juga dilanjutin sampe chapter ini bener-bener kelar tapi takutnya malah makin ga mood dan akhirnya tertunda lagi.

Ya kalo chapter ini dapet respon positif bakal saya lanjut as soon as possible #ea #sokinggris

Karena jujur aja reviews dari kalian itu yang buat saya semangat nulis, ehe. Ya anggep aja ini permulaan awal karena saya baru balik nulis ff

Kedepannya diusahain lebih panjang 8"D

Oke sekian curcol dari saya. Sampai ketemu di chapter berikutnya!