Naruto © Masashi Kishimoto

Story © KawaiiHanabi

It Started With A Kiss

Sasuke X Sakura

...

..

.

"Aku juga... mencintaimu Sasuke -kun." Sasuke diam sesaat, Sakura pikir ia menang namun meraih kedua pipi Sakura dan...

Chuuu~

Sasuke menyeringai, pandangannya seolah berkata balasan-karena- telah-mencintaiku ciuman kedua dengannya.

Sakura yang segera sadar langsung berlari keluar taksi dengan wajah memerah dan degup detak jantung yang tak menentu.

'Ini gawat. Niatku membalasnya tapi kenapa . .' batin Sakura.

Buru-buru ia memasuki lobi apartemen dan segera menaiki lift.

Ting

Akhirnya Sakura sampai didepan pintu apartemen,buru-buru ia membuka pintu dan menutup pintu tak berdosa itu dengan keras.

"Eh, Sakura-chan kau sudah pulang, maaf tadi aku.." Sasori yang tengah sibuk membereskan berkas kerjanya langsung menghampiri Sakura -meminta maaf karena dosa yang ia buat tadi siang yaitu meninggalkan Sakura- namun gadis itu mengabaikannya, Sakura langsung masuk kekamarnya dengan wajah yang masih memerah.

"Lho Sakura-chan kau demam? Kenapa wajahmu merah? Kenapa kau memegangi dadamu apa kau Sakit jantung? Apa perlu kita kerumah sakit?" Tanya Sasori bertubi-tubi saat melihat adik sepupunya pulang dengan wajah memerah dan memakai jaket kebesaran yang ia yakini itu adalah jaket seorang pria.

"Tidak Nii-san aku baik-baik saja, hanya saja jantungku serasa... meledak!" Elak Sakura untuk menenangkan sepupu yang overprotektif ini, namun ia merutuki dirinya sendiri saat bilang jantungnya mau meledak! Apa maksudnya itu? Kenapa ia melebih-lebihkannya.

"Mau meledak? Hey kau jangan bercanda Sakura, kau tidak sedang terkena serangan jantungkan? Apa perlu ku telepon ambulan?" Ucap Sasori panik karena Sakura mengucapkan kata 'meledak' yang ia artikan 'sangat kesakitan'.

"Tidak Nii-san, aku perlu istirahat saja, lagipula besok kan kita ada pemotretan di Shibuya jadi Saso Nii tidur saja ." Jelas Sakura, Sasori yang nampaknya agak mengerti mengiyakan permintaan Sakura setelah sebelumnya memastikan keadan Sakura dan mengucapkan Oyasuminasai pada sepupu pinknya ini.

.

Sakura merebahkan diri dikasur miliknya, pakaiannya pun masih sama Ia masih mengenakan jaket Sasuke, samar-samar ia dapat mencium aroma parfum milik Sasuke yang keluar dari jaketnya. Jemari lentiknya bergerak menyusuri wajahnya dan berhenti dibibir mungil miliknya. Ia memejamkan mata dan menikmati aroma maskulin itu tapi...

Aku juga... mencintaimu Sasuke -kun." Sasuke diam sesaat, Sakura pikir ia menang namun meraih kedua pipi Sakura dan...

Chuuu~

Kejadian didalam taksi tadi, ciuman keduanya dengan Sasuke membuatnya tersadar dan membuat matanya melotot sempurna.

"Me...mesum! Apa yang kau pikirkan Sakura!" Rutuk Sakura pada dirinya sendiri sambil memukul kepala pinknya dengan bantal kelinci disisinya.

'Dia hanya pura-pura ,dia hanya pura-pura . Dia hanya pria mesum yang menyebalkan, dia pria mesum berdarah dingin yang menyebalkan, dan tidak mungkin aku menyukai orang seperti itu , jantungku berdetak cepat karena aku masih hidup bukan karena aku menyukainya ya menyukai..' Rapal Sakura dalam hatinya karena ia sedang membersihkan diri dari ia anggap 'kotor' barusan.

"Menyukai?! Apa yang kau maksud menyukai?!" Gerutu Sakura, bayangan Sasuke pun menari indah dalam benaknya.

"Lebih baik aku mandi." Ujarnya . Ia pun bergegas melepan jaket dan melanglahkan kaki menuju kamar mandi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pagi pun tiba, seperti hari-hari biasanya Sakura mengawali pagi dengan sarapan bersama Sasori sebelum berangkat kerja.

"Ohayo, Nii-san." Sapanya sambil mengambil beberapa lembar roti, mengolesinya dengan selai stoberi lalu melahapnya. Sasori yang melihat Sakura makan begitu lahap melengkan kepalanya.

"Apa ada yang salah?" Tanya Sakura heran karena dipandangi seperti itu.

"Kau itu seorang model, kau harus menjaga badanmu. "

"Aku menjaganya, buktinya aku makan dengan lahapkan?" Ujar Sakura sembari meminum susu sapi segar yang terlihat begitu menggiurkan untuk diminum.

"Maksudku diet, para model kenalanku jarang yang bisa makan sepuasnya sepertimu." Jelas Sasori.

"Biar saja toh aku kan makan untuk hidup." Ujar Sakura disertai senyuman manis miliknya.

Tiba-tiba Sasori teringat sesuatu, ia mengambil sebuah amplop cokelat di samping tempat duduknya dan memberikannya pada Sakura.

"Apa ini nii-san?" Tanyanya.

"Pelajari itu, orochimaru-sama menitipkannya untukmu dia bilang kesempatan yang bagus." Jelas Sasori. Orochimaru adalah pemilik agensi tempat Sakura bekerja.

"Bukankah ini iklan? Kukira hanya sesi foto majalah saja." Ujar Sakura

"Cobalah beberapa hal baru Sakura, mungkin nanti kau akan ditawari main film layar lebar."

"Tak mungkin." Balas Sakura sembari mengibaskan tangannya.

"Itu mungkin Sakura-chan, oh ya aku hampir lupa apa kau sudah menghubungi orang tuamu? Kemarin ibumu menelponku, dia bilang kau harus menemuinya." Jelas Sasori

Ketika Sasori membicarakan Mebuki meminta Sakura menemuinya, terlihat ekspresi di wajah cantiknya itu agak berubah.

"Mungkin lain kali." Desisnya

"Hey Saku-chan..."

"Aku tunggu diluar."

Dengan cepat Sakura menyudahi pembicaraannya dengan Sasori yang kembali menyinggung soal ibunya, jujur saat ini Sakura enggan bertemu ibunya bukan karena masalah perjodohan yang batal tapi mungkin ia tak mau saja mendengar kebohongan dan perintah lagi dari ibunya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sehari dua hari sepekan ah tidak lebih dari dua minggu Sakura tak bertemu dengan kekasih tampan nya Sasuke. Lebih dari 2 minggu waktunya ia habiskan untuk syuting iklan dan mengikuti beberapa pemotretan . Belum lagi ia harus bersiap menghadapi ujian akhir untuk masuk universitas. Untunglah pihak sekolah mau memaklumi kegiatannya sebagai model yang tengah naik daun -beruntungnya kepala sekolah KIHS Tsunade-sama adalah teman sekolah kepala agensinya Orochimaru-sama- Sakura memang tengah naik daun saat ini berkat skandalnya dengan Mr US yang muncul dibeberapa media dan juga identitasnya sebagai seorang siswi disekolah X juga ikut terbongkar. Jangan salah mengartikan ,Sakura tidak membuat skandal untuk menaikan eksistensinya didunia model, kebetulan saja saat itu para produsen tertarik untuk memakai jasa Sakura sebagai model karena wajah cantik yang telah lama hilang kini muncul diberbagai media. -lebih tepatnya karena skandal ciumannya dengan MR US - mulai saat itu Sakura semakin terkenal dan dibanjiri tawaran pekerjaanya. Rejeki memang tak kemana.

Hari ini ia berhenti dari aktifitasnya sebagai model untuk sementara waktu alasannya? Mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian masuk universitas -meskipun ia sendiri tak yakin ingin masuk fakultas apa- karena sedari kecil yang menentukan kemana ia harus sekolah adalah ibunya.

SAKURA's POV

Benar aku tak pernah tau apa yang ingin aku lakukan dimasa depan kelas, tak tau fakultas apa yang akan aku masuki selepas lulus SMA nanti. Kenapa? Karena dari dulu ibuku yang selalu memilih tempatku bersekolah.

Dulu aku hanya hidup sebagai Haruno Sakura gadis kecil yang lugu dan polos serta selalu menuruti apa kata ibuku, mau tidak mau dan suka tidak suka aku harus menjalaninya karena Itu aku yang dulu.

Namun sekarang tepatnya 3 tahun lalu saat Sasori-nii mengenalkan dunia baru padaku membuat Sakura polos dan penurut itu hilang. Dia berubah menjadi Sakura yang suka memberontak dan urakan menurut Sasuke.

Kalian tahu kan pemberontakan besar yang aku lakukan waktu itu? Yang membuatku harus menyamar dan berujung terlibat skandal cinta dengan Uchiha Sasuke.

Selama aku bersama Sasuke dia pernah berkata kalau perjodohan bukanlah hal yang benar-benar buruk, setidaknya aku sadar kalau cara kabur-kaburan untuk menghindari kencan buta itu bukanlah jalan keluarnya, menurut Sasuke. Dia juga pernah berkata kalau aku harus berbicara dengan Ibuku bukan bersembunyi seperti ini, lah dia tidak tahu bagaimana ibuku jadi seenaknya bilang begitu. Tapi perkataannya ada benarnya Sasori-nii juga bilang begitu mungkin aku harus menemui ibuku secepatnya, mungkin.

End of SAKURA's POV

Sakura yang tadi masih bergelut dengan pikiran masa lalunya-juga pikirannya tentang Sasuke walau sedikit- tanpa sadar berhenti di depan sebuah kelas.

"Ini kan..." gumamnya, ia sadar saat ini ia bukan berjalan menuju kelasnya tapi ini kan kelasnya Sasuke!

"Sadarlah kenapa kau nyasar kesini! Kalau dia sampai tahu dia pasti membullyku habis-habisan." Gerutu Sakura tak jelas didepan kelas jelas bahkan sangat jelas bukan kelasnya .

"Tapi aku kan mau memberinya ini.." Sakura melihat kantong kertas yang dijinjingnya, rupanya ia berniat memberikan oleh-oleh titipan Sasori untuk keluarga Uchiha -Sasori hanya alasan saja karena Sakura sendiri yang membelinya-

"Lain kali saja aku kembalikan dengan jaketnya lagi pula kan tak sengaja mampir kesini .." Sakura berbalik dan berjalan menjauhi kelas Sasuke, Namun saat ia hendak menjauh suara cempreng menghentikan niatnya untuk terus menjauhi kelas.

"Sakura-chan." Teriak Naruto nama si pria itu dari ujung koridor, mendengar namanya dipanggil Sakura berbalik .

Sakura tersenyum "Ah Naruto-kun."

"Kau mencari Sasuke ya, dia ada di..." Sakura buru-buru menggeleng dan menyerahkan oleh-oleh itu pada Naruto.

"Oh, kau mau aku memberinya pada Sasuke?" Tanya Naruto yang bingung karena Sakura hanya menggeleng dan langsung memberinya tas kertas, mungkin dia malu mengakuinya pikir Naruto.

"Tidak." Ujar Sakura mengibaskan tangannya. "Itu untukmu, ya bukan hadiah yang besar sih." Ujar Sakura

"Wahh, ini dari okinawa ya? Dan ini untukku?" Tanya Naruto. Sakura mengangguk mengiyakan jawabannya.

"Arigato naa Sakura-chan kau memang gadis yang baik."

Sakura tersenyum ramah "emm, kalau begitu aku pamit, jaa ne Naruto-kun."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sasuke yang sudah kembali dari perpustakaan sekolah terheran-heran melihat sahabat karibnya Naruto sebut saja begitu terus memandanginya dengan senyuman jahil yang terlihat menjengkelkan?

"Orang aneh." Desis Sasuke, Onyxnya tertarik pada sebuah benda yang terletak di meja Naruto.

"Apa itu?" Tanyanya.

Naruto mengangkat benda itu "Ini? Tadi Sakura-chan memberinya." Sasuke menaikan sebelah alisnya heran gadis itu sudah masuk sekolah? Pikirnya.

"...dan dia bilang ini untuk Naruto-kun ~ seorang ." Goda Naruto dengan seringai jahil dengan niat menggodanya .

Kini Sasuke terlihat agak jengkel? Bukan karena ia juga tak dapat hadiah seperti Naruto tapi ia jengkel karena Sakura tak langsung menemui pacarnya, dia malah menemui Naruto dan terang -terangan memberi hadiah padanya sedangkan Sasuke tidak.

"Apa mungkin dia menyukaiku ya..."Goda Naruto lagi.

"Cih." Sasuke mendecih sebal, apa kau merasa cemburu Sasuke?

'Jangan bercanda' Cepat-cepat ia mengambil Smart phone canggih miliknya dan melakukan suatu hal yang mungkin bisa kalian tebak apa.

.

.

.

.

Sakura nama gadis musim semi itu yang tengah menyeruput jus stoberinya dengan damai tersenyum senang sudah lama tak merasakan kebebasan ini pikirnya.

Namun kedamaian itu terusik berkat suara pesan masuk yang pasti ia hafal dari siapa.

"Che, dia sudah tau aku disini dan apa ini dia menggerutu karena itu? Childlish!" Ujarnya ketus.

From:Sasuke-koi

To: Sakura-koi

Katakan kau sekarang ada dimana? Dan hey mau tahu kekasihku baru menemui temanku , dia juga memberi hadiah dibelakangku! Dia gadis yang nakal bukan?

Sakura menerima pesan dari Sasuke, ia menaikan sebelah alisnya saat membaca pesan dari bungsu Uchiha itu. Dengan cekatan Sakura membalas pesan Sasuke dengan mata berapi-api?

To: Sasuke-koi

From:Sakura-koi

Hai, aku ada dikantin darling! Dan hey kurang ajar sekali kekasihmu itu, tapi wajar lah mungkin dia bosan memiliki kekasih sepertimu.

Sakura menekan tombol SEND dan menyeringai penuh kemenangan . Sesekali tak apa kan membalas Uchiha Sasuke? Itung-itung pembalasan soal kejadian mesum di dalam taksi itu-ups jangan bicarakan itu lagi nanti wajah Sakura akan memanas dan jantungnya serasa mau meledak lagi - haha.

From: Sasuke-koi

To:Sakura-koi

Aku akan menemukanmu sayang! Oh tidak mungkin dia membenciku buktinya dia masih menyimpan jaketku. Selama kita tidak bertemu benda itu mungkin selalu dia bawa tidur atau lebih? Kau tau aku tak dapat menebak kekasihku itu sayang!

Sakura geram 'sialan' ucap batinnya. Dia ingat jaket si ayam itu masih ada padanya, jangan salah paham! Sakura sibuk jadi tak sempat mengembalikannya bukan menahannya dengan sengaja. Disitu ia menyadari kalau mengerjai Uchiha Sasuke itu bisa menjadi bumerang baginya. Dan hey tunggu sejak kapan Uchiha ini banyak bicara?!

To:Sasuke-koi

From:Sakura-koi

Sayangnya aku sudah pergi darling! Oh kau tak boleh begitu, kekasihmu seorang model mungkin dia tak ada waktu mengembalikannya.

Sakura tersenyum, Ia merasa lega setidaknya ia bisa mengatakan kalau ia benar-benar sibuk waktu itu jadi tak sempat mengembalikannya bukan sengaja menahannya -tapi hey kenapa ia lega karena hal itu?

Perlahan Sakura berjalan menuju gerbang depan sekolah, karena jam pelajarannya hari ini sudah usai, dan Sasori berjanji menjemputnya.

Ting

Satu pesan masuk dari Sasuke! Sakura tersenyum melihatnya.

From:Sasuke-koi

To:Sakura-koi

Jangan kabur! Siapa yang seorang model? Kekasihku? Jangan bercanda!

Senyuman itu luntur seketika, fakta yang ia terima saat itu ialah Uchiha Sasuke tidak mengakuinya sebagai kekasih hanya karena tak diberi oleh-oleh? Kau yang jangan bercanda! Pikir Sakura.

To: Sasuke-koi

From: Sakura-koi

Aku kekasihmu! Aku akan datang kerumahmu mengembalikan jaket sialan itu dan mengantarkan oleh-oleh yang kau mau puas? Childlish!

Sekali lagi Haruno Sakura berhasil dikerjai oleh Uchiha Sasuke dan kali ini dia terlihat benar-benar marah readers!

Sementara itu ditempat lain Sasuke tersenyum -meski tipis- membaca pesan dari gadis musim seminya.

"Apa perkataanku salah? Mana ada model yang urakan dan bicara kasar seperti itu." Gumam Sasuke.

"Siapa?" Tanya Naruto yang tak sengaja mendengar perkataan bungsu Uchiha itu.

"Model pink urakan dan kasar."

"Oh." Untunglah Naruto sedang tidak konek jadi ia tak usah memperpanjang pembicaraan aneh ini sehingga bisa pulang menanti Sakuranya yang akan datang berkunjung. -Tunggu Sakuranya kau bilang?!-

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sasuke mempercepat langkahnya setibanya didepan rumah tidak maksudnya Mansion Uchiha, sudah lama ia tak bertemu Sakura setidaknya sebagai seorang kekasih yang baik ia merindukannya kan? Maksudnya merindukan dalam pikiran Sasuke adalah rindu melihat wajah Sakura yang sebal karena berhasil ia kerjai.

"Tadaima." Ucap Sasuke.

Tak ada jawaban? Kemana ibunya yang selalu heboh menyambutnya ketika ia datang? Berbelanja mungkin pikir Sasuke .

Sasuke berjalan menuju dapur, namun onyx nya tak sengaja melihat secarik kertas yang ditempelkan dikulkas.

'Sasu-kun ibu harus pergi menjemput seseorang dibandara kau pasti terkejut'

Sasuke mengangkat bahu acuh tak peduli, mungkin itu kenalan lama ibunya dan itu tak penting untuknya , ia kembali menjelajahi dapur mansionnya mencari sesuatu yang bisa dimakan karena dia lapar.

.

.

.

.

Tiga jam berlalu Sasuke bosan, setelah kekasihnya menelpon kalau ia akan datang terlambat karena ada urusan mendesak yang tak bisa ia tinggalkan. Ini benar-benar lucu , gagal sudah rencananya mengerjai Sakura. Hey Sasuke apa kau kesal tak dapat mengerjai Sakura lebih awal atau kesal tak dapat bersamanya lebih lama? Entahlah hanya saya, Sasuke, dan Tuhan yang tahu lah?!

Ding dong . Suara bel? Dan pintu terbuka. Mungkin itu ibunya Sasuke sudah pulang.

"Sasu-kun mite mite, kita kedatangan tamu loh. " ujar Mikoto. Sasuke terlihat malas menanggapinya, pandangannya sudah terkunci oleh buku yang ia baca.

"Konichiwa Sasuke-kun." Sasuke berhenti membaca buku yang ia pegang, pendengarannya seperti mendengar suara yang samar-samar ia kenali dulu , perlahan ia menoleh menatap orang yang kini berdiri dihadapannya.

Sasuke ikut berdiri memastikan sekali lagi, rambut itu.. mata itu...suara itu masih sama dengan ingatannya 5 tahun lalu.

"Kau..." gumam Sasuke.

Wanita itu tersenyum hangat pada Sasuke.

"Aku kembali." Ujarnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sakura kini berdiri didepan gerbang masuk mansion Uchiha, jujur saat ini ia ragu menemui Sasuke atau tidak pasalnya penampilannya saat ini sangat tidak memungkinkan apalagi jika ia bertemu ayah dan ibunya Sasuke. Lihat saja penampilan Sakura kini ia mengenakan dress pendek selutur yang agak kebesaran berwarna abu dengan lambang Adidu ditengahnya oh ya tak lupa topi hiphop lucu dan sepatu sneakers yang senada dengan topinya yaitu putih, ia terlihat seperti anak hiphop sekarang, ditambah tas yang ia gendong dan tas kertas yang ditentengnya membuat dia terlihat seperti anak hiphop yang baru pulang liburan.

"Gara-gara Sasori-nii kenapa jika ini berhubungan dengan Sasuke kok dia selalu jadi sumber masalah sih!" Gerutunya.

Dengan pasrah Sakura memutuskan menemui Sasuke kekasihnya karen ia sudah terlanjur janji. Gerbang depan ia lalui dengan mudah karena terbuka. Ia terus melangkah melewati taman keluarga Uchiha dan berhenti dipintu depan . Dia ditanya oleh seseorang yang mungkin supir keluarga Uchiha.

Sakura menjelaskan kalau ia hanya mengantarkan barang saja, pintu depan samar-samar ia mendengar suara seseorang berkat rasa penasarannya yang kelewat tinggi Sakura masuk kedalam mansion dan lihatlah. Emeraldnya menangkap pemuda yang ia kenali tengah berpelukan dengan seorang wanita cantik bersurai merah dengan mesranya.

Tuk

Suara barang bawaan Sakura yang terjatuh segera menyadarkan kedua insan yang berpelukan itu dan menoleh kearahnya.

Sakura mematung, emeraldnya menatap Sasuke kosong .

"S-s-sasuke...-kun." Gumamnya pelan.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

dengan anehnya

Omake

(Buat yang pengen tahu kenapa Sakura bisa dandan kaya begitu ini dia kejadiannya)

Sakura yang sedang kesal meladeni keusilan Uchiha Sasuke memasukan ponselnya kasar kedalam tas lalu menaiki mobil sport sepupunya yang sudah terparkir manis depan Sakura.

.

.

.

Sesampainya dirumah buru-buru Sakura masuk kekamar dan menggeledah lemarinya mencari baju terbaik yang akan ia pakai untuk menemui Uchiha Sasuke.

"Kau tadi mengejekku, dan sekarang mari kita tunjukan model yang sebenarnya." Ujarnya dibarengi tanduk yang mucul di kepala Sakura?

Setelah Sakura bersiap dan berdandan semaksimal mungkin ia menghampiri Sasori didapur untuk meminta ijin namun entah kenapa Sasori sepupunya kini terlihat panik?

"Sasori-Nii san aku mau pergi ke rumah Sasuke dulu ya sebentar?"

"Sakura-chan hari ini kau senggangkan bisa bantu akuhanya sebentar ko?"

"Tapi.."

"Sebentar Nii-san jadi undur saja kencanmu dengan Sasuke dia pasti mengerti kok ."Pinta Sasori dengan puppy eyes andalannya, Sakura dengan terpakasa menerima tawaran yang entah apa itu karena tak enak jika menolak, toh selama ini juga Sakura sering menyusahkan Sasori walau Sasori tak pernah mempermasalahkannya.

"Baiklah.." Ujar Sakura lembut

Sasori segera menarik Sakura menuju parkiran di lantai bawah.

.

.

Bantuan yang Sasori minta adalah untuk menjadi model pengganti koleksi majalah edisi Hiphop. Sebagai imbalan karena telah membantu Mei Terumi selaku perancang baju tersebut memberi Sakura baju yang tadi ia kenakan secara cuma-cuma.

"Sakura-chan kau jadi kan kerumah Sasuke? mau kuantar? kebetulan aku ada urusan disekitar sana tapi cepat ya?" Sasori bergegas keluar dari ruang pemotretan sedangkan Sakura yang terburu-buru mengambil tasnya dan segera mengejar Sasori.

Dan sekarng ia berakhir di sini, didepan gerbang utama Mansion Uchiha dengan baju hiphop yang masih ia kenakan,saking terburu-burunya tadi baju kawai yang telah ia persiapkan tertinggal di ruang pemotretan. Satu hal lagi yang ia sadari ini kali kedua ia terdampar di depan Mansion Uchiha karena ulah Sasori.

A/N

Chapter depan identitasnya terukap lohhh siapa hayo?

Adidu itu nama parodi yang sengaja hanabi ubah dari merek terkenal .

Bingung ? chapter ini entah kenapa jadi gimana gitu, tapi hanabi bakal berusaha buat bikin chap selanjutnya jangan lupa RnR ya.

Hanabi mau sedikit curcol, mungkin untuk kedepannya fic ini bakal update seminggu sekali yang entah hari apa soalnya mulai senin hanabi aktif sekolah sama kegiatan lain, otomatis waktu mantengin ffn berkurang:(

Sekali lagi hanabi ucapkan terimakasih buat yang udah Fav,Follow,Review It Started With A Kiss. Itu semua berharga lohh maka dari itu hanabi ucapkan banyak terimakasih

ありがとございます

Mata Raishu