All author POV

Catch U chapter 4 start...

"mwo?"

Melihat Kyungsoo yang tak percaya, akhirnya Jongin menepikan mobilnya.

"Kenapa kau tak percaya?"

"Oppa kita baru kenal dan belum ada seminggu bagaimana mungkin aku bisa percaya jika kau bilang bahwa kau mencintaiku?"

"Apa dalam mencintai waktu itu dibutuhkan Kyungie. Mungkin kau baru mengenalku, tapi dari kecil aku sudah mengenalmu bahkan menyukaimu jika kau mementingkan waktu" tegas Jongin

"Mwo?"

Jongin mulai jengah , diraihnya tangan Kyungsoo. Kyungsoo hanya diam memandang Jongin, dia mungkin bingung karena ini yang pertama baginya.

"Aku sungguh-sungguh, Kyungah. Saranghae" finally kata itu keluar juga dari mulut Jongin

Kyungsoo menatap manik mata hazel itu, yang terlihat hanya kejujuran. Tapi apa yang harus dikatakannya, ini terlalu mendadak baginya ya walau dia senang Jongin berkata seperti itu. Tadi dia tidak percaya tentang apa yang dikatakan Jongin karena ia pikir itu hanya candaan, apalagi mengingat kejadian tadi pagi dengan Sehun.

Keadaan masih hening, dengan tangan Jongin yang masih memegang tangan Kyungsoo erat. Dan pandangan matanya masih tertuju pada mata Kyungsoo.

"Jawab Kyungsoo-ah" ucap Jongin lembut

"Ehm... oppa" seraya melepas genggaman tangan Jongin. Jongin yang melihatnya berpikir apa dia menolakku, cinta dari kecilnya harus pupuskah?

"Beri aku waktu" ucap Kyungsoo

Jongin meraih tangan Kyungsoo lagi, " Berapa lama Kyungsoo?"

"Aku tak tau oppa, jika oppa benar-benar mencintaiku oppa seharusnya tidak keberatan"

"Baiklah, dari dulu aku sudah menunggumu"

Keadaan hening, Kyungsoo nampak berpikir memikirkan Kim bersaudara. Jongin tak suka melihat Kyungsoo yang terlihat penat itu

"Kajja kita pulang yeobo" katanya dengan senyum 10 jarinya

"Ne, ppali oppa. Kita harus packing" kata Kyungsoo yang telah kembali tersenyum

Note: ini FTV banget ya? Lanjut deh

"Kami pulang" teriak Kaisoo

Tak ada jawaban, padahal di ruang keluarga ada Sehun yang masih setia dengan televisi di depannya. Sehun hanya menoleh sebentar melihat Kyungsoo dan Jongin dengan poker face-nya.

"Umma eodikka?"

"Biasa, ahjuma"

Setelah memindahkan barang belanjaan mereka, Kyungsoo pun pergi ke kamarnya dahulu kemudian disusul Jongin ke kamarnya, sehingga keadaan menjadi hening kembali.

Ck, mereka makin akrab saja. Apa mereka sudah menjalin hubungan? Batin Sehun, dia frustasi hyungnya makin dekat dengan Kyungsoo sedangkan hubungannya dengan Kyungsoo makin meregang karena perbuatannya. Ah kenapa aku harus menciumnya tiba-tiba, hanya itulah yang disesalkan Sehun, mungkin kalau dia bisa menahan diri Kyungsoo tak akan mendiamkannya seperti ini.

.

.

.

Akhirnya keluarga Kim dan Kyungsoo sampai di villa mereka, perjalanan memang cukup jauh bahkan Kyungsoo masih tertidur lelap di jok belakang mobil Kai. Ya, Kyungsoo satu mobil dengan Kai dan Sehun, sedangkan Jinki bersama Kibum naik mobil keluarga Kim yang besar karena barang-barang mereka terlalu banyak sekaligus modus ingin berduaan saja. Audi Kai sampai terlebih dahulu, karena orangtuanya masih tertinggal di supermarket entah membeli apa padahal barang bawaan mereka sudah begitu menumpuk di bagasi mobil. Untung mereka membawa kunci cadangan, dengan cepat Sehun menggendong Kyungsoo mendahului Jongin.

"Hyung cepat bukakan pintunya" perintah Sehun

Jongin diam, dia sedikit kesal dengan Sehun namun melihat Kyungsoo yang harus berlama-lama di gendongan Sehun akhirnya dibukalah pintu villa mereka. Villa mereka lumayan luas dengan 1 lantai yang berisi barang-barang kesayangan Kai dan Sehun ketika kecil. Dulunya mereka tinggal di sini selama 1 tahun setelah kelahiran Sehun, tapi akhirnya kembali lagi ke Seoul 1 tahun setelahnya karena perusahaan keluarga yang mulai merosot di bawah kaki tangan tuan Kim.

Semua tak ada yang berubah, foto keluarga Kim ketika Kai dan Sehun masih kecil masih terpampang di ruang tamu. Sehun melangkah menuju kamarnya dan meletakkan Kyungsoo di sana. 1 hari sebelum mereka datang, villa ini memang sudah dibersihkan oleh Shin ahjussi. Kai menyusul Sehun takut dia melakukan sesuatu yang lebih pada gadis pujaannya. Ketika sampai di bibir pintu dilihatnya Sehun tengah mengelus surai hitam Kyungsoo dengan lembut. Kyungsoo hanya milikku, kalimat paten bagi Kim Jongin.

"Sehun bantu aku" kata Kai jutek namun pelan berusaha tak membangunkan kyungsoo

"Ne" dengan malas Sehun beranjak meninggalkan Kyungsoo. aku harap hubungan kita segera membaik Kyung, harapan seorang Kim Sehun.

Selagi menunggu orangtua mereka hanya keheningan yang menemani Kim bersaudara, tak ada satu pun yang enggan memulai pembicaraan. Sampai akhirnya terdengar suara deru mobil di halaman, keduanya pun menyusul orang tua mereka.

.

.

.

.

Pagi-pagi sekali Sehun menggendong Kyungsoo keluar villa tanpa ada seorang pun yang tahu baik yang berada di gendongan pun tak sadar, mungkin karena kelelahan akibat acara barbeque party kemarin malam. Sudah dari kamar tadi Sehun berusaha membangunkan Kyungsoo tapi lagi-lagi dia seperti mati rasa, hingga akhirnya diletakkannya badan kecil Kyungsoo di punggungnya alias digendong.

Matahari belum menampakkan sinar teriknya, pagi ini Sehun membawa Kyungsoo ke yacht yang sudah ia pesan. Lalu meletakkan Kyungsoo di sofa dalam yacht dan mulai lah yacht melaju meninggalkan bibir pantai.

"Kyungsoo-ah, ya Kyungsoo, Do Kyungsoo"

Kyungsoo pun mulai bangun merasa tempat tidurnya bergoyang dan ketika ia membuka mata kaget yang ia dapatkan.

"omo, sehun ini dimana?"

Sehun tidak menjawab hanya berjalan naik ke dek atas, Kyungsoo yang masih bingung pun hanya mengikutinya sesekali menuntut jawab dari Sehun. Ketika sampai di atas, angin laut menyapa pagi mereka. Kyungsoo diam akhirnya dia tau jawabannya.

"Kau menyukainya kan?"

Kyungsoo masih diam

"Apa yang kau lakukan Kim Sehun?"

"Aku hanya membawa kau menikmati pagi ini, Kyungsoo" kata Sehun berjalan ke sofa yang disediakan di ujung dek

"Kau menculikku!"

"Ahni, tenanglah Kyungsoo nikmati lah pemandangan ini. Nanti akan kujelaskan semuanya"

Kyungsoo pun diam dia pun pergi ke ujung dek dan menikmati angin pagi laut, indah batin Kyungsoo. Dipejamkan matanya menikmati angin yang membelai tubuhnya dan berpegangan pada pembatas. Dia menyukai ketenangan ini dan mulai melupakan Sehun.

'mood-nya mudah sekali berubah' batin Sehun

Kyungsoo pun mulai melepas pegangannya pada pembatas dan merentangkan kedua tangannya perlahan.

"Terimakasih Tuhan" ucap Kyungsoo sembari tersenyum. Rambutnya diterpa angin lembut, wajahnya terlihat tenang. Dengan perlahan Sehun mendekatinya dan memeluk pinggang kecil Kyungsoo dari belakang.

"E-eh" kaget Kyungsoo, dia berusaha menyingkirkan tangan Sehun. Tapi malah pelukan itu makin erat dan Sehun pun menyusupkan lehernya pada bahu Kyungsoo.

"Sehun"

"Ssst"

Tapi tetap saja Kyungsoo memang keras kepala, dia berusaha menjauh dari dekapan Sehun. Tubuh kecilnya kembali berontak

"DO KYUNGSOO, DENGARKAN AKU"

Kyungsoo menciut, dia hanya takut Sehun berbuat sesuatu yang lebih dari kemarin. Sehun menghirup wangi tubuh Kyungsoo, wangi dan lembut padahal Kyungsoo belum mandi. Sehun terlalu menikmati wangi tubuh Kyungsoo hingga hidungnya kini bersentuhan dengan tengkuk Kyungsoo. Hembusan napas Sehun mengenai tengkuk halus itu, Kyungsoo bergedik.

"Ap-apa yang kau lakukan?"

Sehun sadar, dijauhkannya hidungnya dari leher Kyungsoo ia tak ingin memperburuk keadaan, dan ini bukan tujuannya. Kyungsoo memang terlalu memabukkan baginya.

"Mianhae"

"..."

"Maaf untuk kejadian waktu itu. Kau pasti berpikir aku kurang ajar, maaf untuk ciuman yang itu maupun yang lain. Aku juga tak tahu kenapa aku bisa melakukannya, Kyungsoo. kau seolah seperti magnet bagiku, apalagi tatapan matamu seolah aku masuk dalam black hole."

Keadaan hening, Kyungsoo pun masih diam menunggu penjelasan Sehun selanjutnya.

"Untuk ucapan kala itu, sungguh aku benar-benar mencintaimu. Mungkin ini terlihat mendadak atau terlalu cepat bagimu. Tapi sungguh Kyungsoo..."

Sehun menjeda kalimatnya dan membalik badan Kyungsoo menghadapnya dan menatap mata doe itu.

"Aku mencintaimu"

Kyungsoo diam, Sehun menatap penuh kedua matanya. Kyungsoo tak tahu apa yang harus dikatakannya, bagaimana dua Kim bersaudara memilik perasaan yang sama padanya dengan waktu yang bisa dibilang cepat. Mereka baru bertemu dan belum ada 1 minggu, perasaan yeoja mana yang tidak bingung apalagi Kyungsoo yang tak pernah terlibat dalam hal yang bernama cinta.

"Kyungsoo-ah" panggil Sehun lembut

"Ehm aku ingin pulang" ujar Kyungsoo seraya melepaskan pegangan Sehun pada pinggangnya.

"Wae?"

"Ehm ehm aku lelah"

"Lalu jawabanmu?"

"E-ee molla"

"Kau belum bisa menjawabnya?"

Kyungsoo hanya mengangguk.

"Baiklah aku akan menunggunya, aku harap jawabanmu sehati denganku" ucap Sehun lalu menurunkan tubuhnya sedikit hingga sama dengan Kyungsoo dan tersenyum semanis mungkin pada gadis yang ia cintai.

Kyungsoo hanya diam, senyum Sehun sangatlah manis dan ia baru melihat Sehun senyum semanis ini. Apalagi ketika tangan Sehun mulai menggapai tangannya, menggenggamnya erat. Kapal pun berputar kembali ke pantai.

.

.

.

.

Ketika sampai di villa mereka disambut Jongin dengan mata tajamnya, dia memandang Sehun dengan api di matanya. Kyungsoo hanya diam, Sehun pun masih menggandeng tangan Kyungsoo erat. Jongin pun menyadari itu, api di matanya makin membara

"Kalian dari mana?"

"Pantai" jawab Sehun cuek

Posisi mereka masih tetap, Kyungsoo dan Sehun membelakangi pintu masuk dengan Jongin yang berdiri di hadapan mereka. Jongin mulai jengah, dia pun merebut tangan Kyungsoo dari genggaman Sehun yang erat.

"Ya, lepaskan. Sampai kapan kau menggenggam tangan Kyungsoo?"

"Hingga kami menikah"

"MWO" Jongin kaget, bagaimana bisa adiknya berkata terus terang seperti ini. Apa Sehun tak tau bahwa ia juga menyukai Kyungsoo? Apa adiknya mengajak untuk bertarung?

'Baiklah kalau itu maumu, Sehun. Dan aku tak pernah akan mau mengalah untuk ini, karena Kyungsoo takdirku' batin Jongin

Keadaan yang makin panas pun membuat Kyungsoo gerah, akhirnya dia pergi meninggalkan Sehun dan Jongin. Menghempaskan tangan Jongin dan Sehun yang masih menggenggam tangannya. Ia berjalan ke kamarnya dengan cepat dan segera menutup pintu kamarnya. Pikirannya penat, badan kecilnya ia hempaskan di kasur.

Kenapa harus seperti ini? Mengapa mereka harus memilikki rasa yang sama? Dan kenapa hatinya mulai bimbang. Siapa yang harus ia pilih? Kyungsoo menggeram kesal, dia betul-betul ingin pulang sekarang dan bertemu ummanya. Apa yang harus ia lakukan selama ... hari ke depan.

.

.

.

Selesai membersihkan badannya Kyungsoo turun mencari makanan. Sesampainya di dapur, didapatinya Key sedang menata makanan untuk sarapan pagi ini. Berarti keluarga Kim belum sarapan, padahal ia dan Sehun sampai di rumah sekitar jam 7.

"Pagi, ahjumma"

"Eh pagi Kyungsoo-ah. Bagaimana kencanmu tadi?" goda Key dengan menyipitkan mata kucing ke arah Kyungsoo

"Eh kencan apa ahjumma?"

"Kau dan Sehun"

"Kami tidak berkencan"

"Aigo Kyungsoo, aku tau yang sebenarnya terjadi antara kalian bertiga"

"hah, bertiga?"

"Aku sarankan kau untuk memilih yang terbaik untuk masalah ini. Walaupun mereka anakku semua keputusan ada di tanganmu dan aku akan mendukung apapun pilihanmu"

Kyungsoo diam, hingga key menyadarkannya.

"Kajja kita bawa ini ke meja makan."

"Ne ahjumma"

Di meja makan keadaan sangat hening, tak ada candaan pagi ini. Dari tadi Jongin dan Sehun diam, menikmati makanan di depannya. Sangat awkward

"Hey cepat selesaikan makan kalian. Aku dapat voucher water sport dari rekanku"

"Ne" ucap Jongin, Sehun dan Kyungsoo dengan malas

.

.

Sampainya di tepi pantai tanpa sengaja, Luhan bertemu dengan Jongin, Sehun dan ada Kyungsoo juga. Dan dimana pasangan Kim? Sepertinya mereka sedang menikmati bulan madu mereka

"Annyeong" sapa Luhan lembut

"Ah, neo Lu-lu" jawab Jongin selagi mengingat

"Luhan imnida"

"Ah kamu gadis yang bersamaku dulu kan?" tanya Kyungsoo

"Ne"

"Bangapta Luhan-ssi, choneun Do Kyungsoo imnida"

"Bangapta Kyungsoo-ah, panggil aku Luhan eonnie saja"

Akhirnya mereka berempat bermain bersama, tapi keributan mulai dibuat oleh Kim bersaudara lagi karena mereka ingin bersama Kyungsoo ketika mencoba wahana flying fish. Kyungsoo mulai malas kembali dan ia pun segera menyeret Luhan untuk bermain bersamanya meninggalkan Jongin dan Sehun. Yang ditinggal pun selang beberapa menit baru sadar gadis yang mereka cintai sudah tak berada di tempat. Dengan segera mereka berlari menyusul Kyungsoo dan Luhan. Ketika Luhan hendak merebahkan tubuhnya di samping Kyungsoo, Suho mendatanginya dengan raut cemas.

"Hannie kau tau tau aku bingung mencarimu"

"Maaf oppa, tadi aku bertemu dengan orang yang menolongku dulu"

"Menolong?" mata Suho pun mulai menengok kanan-kiri. Luhan memiringkan badannya dan menunjuk Kyungsoo

"Dia gadis yang dulu bersamaku ketika hampir diculik preman yang ternyata kolega dari penolongku" jelas Luhan, sedangkan Kyungsoo yang ditunjuk hanya melihat 2 saudara itu dengan mata bulat polosnya dan masih memegang erat tali di badan flying fish

Suho melihat Kyungsoo tanpa berkedip, cantik, itu kesan pertama Suho.

"Oppa, mau kau kemanakan Yixing unicorn-mu itu? Lagi pula sainganmu banyak kalo kau menyukainya" kata Luhan cuek

"Eh, eh. Aku tau, lagi pula aku cuma kagum" kata Suho yang agak mulai lesu karena dia sudah memiliki kekasih.

Luhan mengenalkan Suho pada Kyungsoo, bisa Luhan bahwa Suho gugup karena ia mengelus tengkuknya. Seusai perkenalan ia segera meninggalkan Suho dan mencoba flying fish bersama Kyungsoo. Ketika flying fish telah terbang, suho masih berdiam diri di tempat. Dia mengingat mata bulat yang menatapnya lembut serta tangan lembut yang ia jabat tadi.

"Andai aku tidak dijodohkan dan sebentar lagi bertunangan" katanya lesu dan duduk menunggu Kyungsoo dan Luhan.

Sekembalinya Kyungsoo dan Luhan, datanglah Kim bersaudara. Dari tampang mereka, mereka terlihat lelah dan marah karena bagaimana bisa sewaktu mereka bingung mencari Kyungsoo, gadis itu malah bermain.

"Ya, kenapa kau meninggalkan kami?" tanya Sehun

"Siapa suruh kalian berdebat" jawab Kyungsoo watados

Jongin mengamati lelaki yang berdiri di samping Luhan, em seperti mengingat wajah tak asing itu.

"Neo, neo?" kata Jongin

"Oh perkenalkan dia kakakku Jongin-ssi, Sehun-ssi"

"Kim Junmyeon imnida tapi aku biasa dipanggil Suho"

"Kim Sehun imnida" jawab Sehun

"Suho?... ah kau tunangan Yixing noona kan? Perkenalkan aku Kim Jongin hoobae Yixing noona"

"Ah bangapta Jongin-ssi, Sehun-ssi"

Mereka berlima pun mulai asyik berbincang-bincang apalagi Kai, Kyungsoo dan Suho. Kyungsoo tak tau bahwa namja yang baru dikenalnya adalah kekasih Lay, temannya di Myeongdeong. Dan Kyungsoo juga tak tau kalau Jongin adalah hoobae Lay di tempat kuliahnya, yah walau Jongin tau lebih dahulu karena selama ini ia mendapat berita dari Lay. Sehun pun mulai jenuh dan menarik Kyungsoo untuk bermain wahana lain.

"Ya mau kau bawa kemana istriku?" tanya Jongin, ya dia sengaja mengucapkan itu karena dia sadar kalo dari tadi manik mata Suho tak beralih dari Kyungsoo dan Jongin tau tentang perjodohan Suho dan Yixing.

Sehun dan Kyungsoo tak ada yang menjawab, Luhan hanya diam sejenak hatinya agak nyeri.

"Bukan urusanmu dan Kyungsoo bukan ISTRIMU" tegas Sehun dan segera menarik Kyungsoo dengan berlari sebelum Jongin memisahkan mereka. Tapi tebakannya salah, Jongin masih duduk di samping Suho.

"Istri?" tanya Luhan dan Suho berbarengan

"Calon tepatnya, kami dijodohkan dari kecil sama seperti kau dan Yixing noona, hyung" katanya sambil tersenyum atau lebih tepatnya ber-smirk tak akan dibiarkannya ada pengganggu lagi dalam hubungannya dengan Kyungsoo selain Sehun.

"lalu sikap Sehun tadi?" tanya Luhan

"Ya dia menyukai Kyungsoo. oh ya Luhan-ssi kulihat kau cocok dengan Sehun, bagaimana kalau kau em kau tau maksudku kan?"

Luhan merasa sesak seketika, yang dia sukai jongin bukan Sehun. Kenapa bukan Sehun saja yang dijodohkan dengan kyungsoo. Sedangkan Suho mengerti, jika dia menjadi Jongin pun ia akan melakukan yang sama apalagi untuk gadis seperti Kyungsoo

"Ah gomawo Jongin-ssi, tapi umurku lebih tua 1 tahun darinya. Dan bukannya Kyungsoo baru resmi lulus SMA minggu depan?"

"Orang tua kami sudah memberi ijin untuk menikah yah walau Kyungsoo masih muda dan aku baru wisuda taun depan. Lagi pula kau tak terlihat tua untuk Sehun, kumohon Luhan-ssi"

Pupus sudah harapan Luhan.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Maap ya lama update dan kalo chapter ini garing. Maklum gw bukan anak puitis. Dan buat yang ngarepin NC, duh sorry ternyata susah juga buatnya wkwk. Yang pengen tau NC nya kapan dan sapa ma sapa, ikutin aja ini FF. Review juseoyo :D

BIG THANKS TO:

Kim Hye Ra ,,Sondubu,Guest ,AnaknyaChanBaek,,LeeEunin,regitata,Kang Hyun Yoo,Kyungieee, dokyungsoo21 ,KaiSooFujoshi SNH,, BrigittaBukanBrigittiw, gechan, asroyasrii, 1