SURAT CINTA DARI BAEKHYUN

By : Fifioluluge

.

.

FF ini terinspirasi dari cerita berjudul I am not straight anymore yang ditulis sama author Fandrias94 dan Scene tanda kutipnya saya ambil dari Chapter 13

Gomawo buat "taenggoo" yang menagih lewat PM dan "ASR9490 & Caca" yang review berkali-kali buat ingetin saya punya kewajiban untuk menamatkan FF gaje ini

I am so Sorry for late late late update #peace

Dan maaf kalo banyak typo karena ini no edit hehehe

Yang lupa ceritanya atau masih gangerti boleh nanya nanti saya bales PM kalo yg punya akun, yang gapunya akun nanti saya balas khusus #eaaaa

Selamat membaca chingudeulll #kayaadayangbacaja #plakkk

Maaf kalau End chapnya mengecewakan hehehe

.

.

CHAPTER 4 (END)

.

.

Sehun mendadak insomnia. Dadanya masih berdenyut nyeri kala mengingat kekasih ah maksudnya mantan kekasihnya yang kini sudah move on dilihat dari kejadian tadi sore yang sampai saat ini masih menghantui Sehun.

Sehun baru saja jatuh hati untuk pertama kalinya. Namun Ia lupa jika jatuh hati akan diikuti dengan patah hati. Seperti yang sekarang Ia rasakan.

Sehun jadi berpikir bagaimana para mantan kekasihnya dulu yang Ia campakan dengan mudahnya. Apa mereka merasakan apa yang Sehun rasakan? Kalau Iya. Mungkin ini karma untuknya.

Huh. Memikirkannya saja membuat Sehun sakit kepala.

Ck. Seharusnya Sehun tetap jadi playboy yang brengsek. Seharusnya Sehun tidak setuju dengan tawaran Baekhyun. Seharusnya Sehun tidak boleh jatuh cinta pada Luhan. Tidak boleh jika akhirnya seperti ini.

'Baiklah, Oh Sehun. Mulai besok kau hanya perlu kembali menjadi Oh Sehun si playboy brengsek.'

.

XXX

.

Luhan Side…

.

Luhan meratapi kesedihannya setelah ditinggal Sehun. Ah Luhan hampir lupa kalau dia yang meninggalkan Sehun bukan sebaliknya. Walaupun pada akhirnya Luhan yang menangis karena menyesali keputusannya.

Seharusnya Luhan menghabiskan waktu lebih lama dengan Sehun sebagai sepasang kekasih. Seharusnya Luhan tidak egois dan ingin memiliki Sehun untuk dirinya sendiri. Seharusnya Luhan tidak boleh mengucapkan kata-kata kramat itu.

Oh-Sehun-saranghamnida. Kau mengatakannya Luhan. Kau mengatakannya!

Tadinya Luhan pikir kalau Sehun tidak akan melepaskannya begitu saja. Tapi Ia lupa kalau Sehun adalah brengsek. Dan seorang brengsek tidak akan memohon pada seseorang sepertinya.

Sambil menonton DVD sad romance koleksinya, Luhan terus memakan es krim cokelat yang rasanya berubah asin karena aliran air matanya tidak mau berhenti menangisi si Brengsek Oh Sehun.

Ia hendak ke apartemen Baekhyun sebelum mengingat jika mereka sedang bertengkar. Dan sekali lagi ini disebabkan oleh Oh Sehun. Semua tangisannya, kegalauannya, kehilangan sahabatnya. Semua gara-gara Oh Sehun. Tapi Luhan juga tidak memungkiri jika sumber kebahagiaannya juga adalah dari orang yang sama. Hatinya juga jatuh pada orang yang sama.

Hanya Oh Sehun.

.

Tangis Luhan masih belum reda bahkan setelah 2 kotak tissuenya habis. Ia pun mengotak-atik handphonenya.

.

Klik

.

Panggilan Cepat No 1

.

Jika Baekhyun tidak bisa dan Kyungsoo pun tidak memungkinkan, hanya dia yang bisa diandalkan. Dia sahabatnya. Si tukang kunci. Si penyelamat dari bagasi mobil Sehun. Si namja yang berada di panggilan cepat nomor 1 sejak Luhan memiliki handphone.

.

"Kris?"

"Wah wah wah, akhir-akhir ini kau jadi sering menghubungiku, Lu. Kali ini apa lagi? Kau terkunci dimana?"

Luhan sedikit terkekeh mendengar ucapan sahabat gilanya yang satu itu.

"Tidak bodoh. Datang saja ke apartemenku. Aku kesepian, Daddy."

"Ohoho. Mendengar panggilanmu sepertinya kau memang butuh siraman kasih sayang dari daddymu ini kkkk.. Aku segera meluncur."

"Baiklah. Aku menunggumu."

.

Klik

.

Luhan sedang mengambil es krim baru saat bel pintu apartemenya berbunyi dengan tidak sabaran. Luhan pun segera berlari untuk membukakan pintu.

.

Cklek

.

Sesosok namja tampan blasteran dengan stelan kantor berdiri di hadapan Luhan dengan senyum bodohnya.

"Butuh pelukan, darl?" tawar namja tersebut sambil merentangan tangannya siap dipeluk.

.

Grep

.

Luhan tidak menyia-nyiakan sesuatu yang memang sangat Ia butuhkan sekarang. Ia butuh pelukan. Dan satu-satunya pelukan terhangat yang Luhan rasakan adalah dari orang yang Ia peluk saat ini.

Wu Yi Fan aka Kris. Ayah kandung merangkap sahabat merangkap direktur perusahaan merangkap tukang kunci merangkap guardian untuk Luhan.

Appa Luhan sekarang memang bukan Appa kandungnya. Dulu Eomma Luhan menikah dengan Kris berlandaskan perjodohan. Setahun pernikahan mereka, lahirlah Luhan sebagai anak pertama mereka.

Eomma luhan yang awalnya memang tidak pernah mencintai Kris mulai membuka hatinya karena kehadiran anak di antara mereka. Namun adanya keluarga bahagia memang hanya angan-angan setelah Kris mengakui bahwa dirinya adalah seorang biseksual dan masih memiliki kekasih namja walaupun sudah menikah dengan eomma Luhan.

Setelah pengakuan itu mereka bercerai baik-baik dan hak asuk jatuh ke tangan Eomma Luhan. Walaupun begitu, Kris tetap diizinkan untuk bertemu dan menjadi ayah biologis Luhan. Sekalipun Eomma Luhan menikah lagi dengan anak pertama dari keluarga Byun yang ternyata cinta pertamanya.

Tapi Luhan tetap sayang pada kedua ayahnya. Baik Kris maupun Appanya yang sekarang. Namun Luhan memang lebih dekat dan terbuka pada Kris walaupun mereka tidak tinggal serumah dan jarang berhubungan karena kesibukan masing-masing.

"Jadi, ingin bercerita kenapa kau menangis?" Tanya Kris setelah melepaskan pelukannya.

Luhan pun menyingkir dari pintu agar Kris bisa masuk ke apartemennya.

.

"Percaya padaku, dia akan memintamu kembali."

Kata terakhir yang Luhan dengan dari ayah kandungnya setelah Ia menceritakan perihal hubungannya dengan Sehun yang kandas.

Entahlah. Luhan tidak terlalu yakin akan hal itu.

.

XXX

.

Sudah 3 hari Luhan tidak sekolah dan Sehun tidak menghubunginya sama sekali. Setiap detik ia mengecek ponselnya. Nihil. Tidak ada satu pesan pun dari Sehun. Rasanya sedikit sepi?

Ia pun teringat akan ucapan Baekhyun kemarin malam.

Ya. Mereka berdua (Baekyung) datang ke apartemennya untuk meminta maaf dan menceritakan kejadian sebenarnya hingga mereka bertiga menangis bersama. Padahal, Luhan sudah mau move on dari Sehun dan berjanji tidak akan menangisi makhluk itu. Tapi apa daya jika sudah bersama sahabatnya, semua perasaanya diluapkan dengan tangisan.

Apalagi setelah Baekhyun mengatakan bahwa Sehun kembali mengencani para yeoja gatal di sekolahnya. Baekhyun terlihat sangat merasa bersalah saat menceritakan Sehun yang Ia pergoki sedang make out di ruang kesehatan.

Luhan hanya diam. Saat masih jadi kekasih Luhan saja Sehun masih berhubungan dengan yeoja lain apalagi sudah putus.

"Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." Luhan terus merapalkan 2 kalimat itu sambil tersenyum sedih berharap kedua sahabatnya tidak khawatir.

"Oh Lu, maafkan aku."

Mereka bertiga pun berpelukan dan menangis lagi.

.

XXX

.

Hidup Luhan seolah kembali normal saat tiba di sekolah keesokan harinya. Biasanya selalu ada Sehun yang merecoki hidupnya. Selalu mengantar jemputnya ke sekolah. Selalu menggoda Luhan dengan otak mesumnya. Sepertinya Luhan belum move on sama sekali.

"Kau benar baik-baik saja?" Luhan menoleh saat Kyungsoo tiba-tiba berjalan di sampingnya dan menggenggam tangannya erat.

"Semoga saja, Kyung."

.

Luhan bertemu dengan Sehun di ruang loker saat Ia hendak mengambil buku paketnya. Dan tebak si brengsek itu sedang apa? Yup. Berciuman dengan seorang yeoja tentu saja.

.

Brakk

.

Luhan yang melihatnya reflex menggeram dan menutup pintu lokernya kuat-kuat membuat dua insan di sudut loker itu terhenyak. Luhan pun segera pergi saat Sehun menatapnya dengan tidak peduli dan malah melanjutkan kegiatannya.

Sialan.

.

Kai menatapnya sahabatnya dengan bingung. Ada yang aneh.

"Kau bertengkar dengan Luhan?"

"Sudah putus. Kau itu kudet sekali. Masa berita spektakuler seperti itu tidak tahu." Ujar Sehun dengan percaya diri membuat Kai memutar bola matanya malas.

Sehun pun langsung memasang earphonenya karena tidak mau mendengar lagi ocehan Kai mengenai mantan kekasihnya itu.

.

Luhan sesekali mencuri pandang ke arah Sehun saat mereka berada di kantin. Biasanya Sehun selalu memesankan makanan untuknya, menyuruhnya makan banyak agar tidak sakit dan mengusap bibirnya bila ada sesuatu yang menempel di sana.

Tapi sekarang, Luhan seolah kasat mata bagi Sehun. Sehun malah sedang asyik menggoda yeoja berambut keriting dengan seragam ketat yang seksi.

'Apa aku memang tidak ada artinya bagi Sehun?' pikir Luhan kala itu.

Luhan lantas segera menyelesaikan makannya dan memandang kemana pun asal tidak ke arah Sehun. Sungguh Ia belum kuat. Apalagi semua yeoja selalu berbisik-bisik tentang dirinya.

"Kasihan ya, sepertinya dia sudah terlalu berharap pada Sehun."

"Katanya, Sehun akan memutuskan kekasihnya kalau sudah ditiduri."

"Memang bisa? Masuknya lewat mana?" yeoja-yeoja itu terkikik pelan.

Luhan tidak tahan lagi. Ia bangkit tiba-tiba hingga menimbulkan suara berisik dari kursi lalu pergi begitu saja meninggalkan makanannya yang tinggal setengah dan dua sahabatnya yang menatap prihatin.

Di meja lain, Sehun menatapnya dengan penuh rasa bersalah. Sehun ingin melindunginya, ingin membelanya, dan ingin memeluknya agar Ia tenang. Tapi Ia terlalu pengecut untuk di tolak.

Luhan membencinya. Dan Sehun tidak akan sanggup jika Luhan menunjukannya. Jadi untuk sementara hanya ini yang bisa dilakukannya. Karena nanti saat dirinya sudah siap, dia pasti akan mengatakan perasaan cintanya pada Luhan.

Baekhyun dan Kyungsoo segera menyusul setelah sebelumnya mendesis marah ke arah Sehun yang dibalas kedikan bahu seakan-akan Sehun benar-benar tidak peduli lagi.

"Kekasihmu cemburu tuh?" tanggap Kai yang sedikit kesal entah kenapa.

"Dia mantan, Kai. Bukan kekasih."

Kai kemudian berbisik,"Jangan sampai kau mengemis cinta padanya suatu saat nanti."

.

XXX

.

Sehun merebahkan diri saat tiba di kamarnya dan menatap layar ponselnya agak lama. Hanya beberapa hari tidak menghubungi Luhan dan rasanya seperti ada yang hilang. Apa sikapnya hari ini sudah keterlaluan? Tapi Luhan kan tidak benar-benat mencintainya.

Sehun menghela napas gusar. Dia baru menyadari kebodohannya. Seharusnya Ia tidak melakukan semua itu di depan Luhan. Dasar bodoh. Sehun memang tidak pernah belajar dari kesalahan karena otaknya yang telmi itu.

Luhan pasti semakin membencinya. Lebih parah lagi jijik padanya yang sangat murahan.

'Aku memang tidak pantas untuk Luhan.'

.

XXX

.

Walaupun sempat memikirkan Luhan, Sehun tetap menjalankan rutinitasnya mencumbui yeoja asal Luhan tidak melihatnya. Tidak seperti kemarin yang dengan sengaja Ia bermesraan dengan yeoja di depan Luhan hanya untuk menunjukan bahwa dia masih playboy.

"Hmpp oppa, apa kau tidak mau lebih?" tawar yeoja yang entah siapa namanya Sehun tidak peduli.

"Ayo kita ke…

Ucapan Sehun terputus saat melihat mantan kekasih tercintanya -siapa lagi kalau bukan Luhan- sedang mematung menatap keduanya. Sial. Luhan pasti memergoki kegiatannya barusan.

Sehun pun langsung mengejar Luhan yang berbalik pergi dan meninggalkan yeoja tadi yang kesal setengah mati.

"Lu, tunggu. Hosh hosh hosh"

Luhan pun berhenti tanpa membalikan badannya.

"Untuk apa mengejarku? Urusi saja yeoja-yeoja jalangmu!"

"Aku ingin bertanya satu hal padamu. Setelah itu, aku tidak akan mengganggumu lagi Lu. Aku janji."

"Tanyakan saja!"

"Kau mengatakan hal itu karena benar-benar mencintaiku atau hanya ingin lepas dariku?"

Luhan mendengus lalu berbalik dan menatap Sehun dengan pandangan yang sangat menyakitkan. Sehun langsung mematung saat melihat Luhan yang ternyata menangis. Ternyata rasanya sakit saat melihat orang yang kita cintai menangis. Apalagi Sehun sendiri penyebabnya. Kenapa kau bodoh sekali Oh Sehun?

"Kau! Beraninya kau bertanya seperti itu padaku brengsek? DASAR TELMI, SIALAN, BODOH, TIDAK PEKA. AKU BENCI PADAMU, OH SEHUN."

Setelah puas meneriaki Sehun dengan makian, Luhan berbalik dan berjalan dengan cepat sambil menghentak kesal. Tak habis pikir si bodoh itu benar-benar bodoh.

Sehun hanya diam merutuki kapasitas otaknya. Namun yang lebih penting dari semuanya adalah Luhan mencintainya. Benar-benar mencintainya. Dan yang bisa Sehun lakukan hanya menyakiti Luhannya.

Seharusnya Sehun tidak menyimpulkan sendiri saat Luhan sedang berpelukan waktu itu. Mungkin saja itu pengantar laundry yang kebetulan mengantarkan pakaian Luhan. Kebetulannya lagi saat itu Luhan baru putus dengannya lalu menangis di depan si pengantar laundry. Si pengantar laundry sudah pasti tidak tega apalagi Luhan sangat imut pun ingin menghibur Luhan dengan cara memeluknya.

Ah itu masuk akal. Kenapa Sehun baru kepikiran sekarang? Tentu saja karena kau telmi Oh Sehun.

Sehun memutar otaknya agar Luhan bisa kembali padanya. Harus kembali menjadi milik Oh Sehun.

.

XXX

.

Ting Tong Ting Tong

.

Luhan berjalan dengan mata menyipit saat mendengar bel pengganggu pagi weekendnya. Siapa orang iseng yang datang pagi-pagi di hari libur begini.

.

Cklek

.

Luhan yang nyawanya belum terkumpul sempurna, menatap heran Sehun yang tersenyum lebar di depan pintu apartemennya. Lalu tiba-tiba Sehun memeluk dan mencium kedua mata Luhan secara bergantian.

"Matamu nampak lelah, apa kau kurang tidur?"

Apa Sehun sedang kesurupan? Luhan hanya diam sambil mengangakan mulutnya.

Sehun tersenyum lagi dan menggenggam kedua tangan Luhan.

"Aku ingin mengenalkanmu pada orang tuaku, Lu."

"Hah?"

Bukannya menjelaskan sesuatu, Sehun malah mendorong Luhan untuk masuk ke apartemen diikuti dirinya lalu menyuruh Luhan mandi dan berdandan cantik.

Cantik? Luhan protes sekaligus kebingungan ada apa dengan Sehun? Tapi Sehun tampak tidak peduli.

"Kau akan tahu nanti."

Luhan pun mengalah dan menuruti perintah Sehun.

.

Sehun benar-benar mengajak Luhan ke rumahnya. Dan luhan mau-mau saja. Tapi untungnya orang tua Sehun sedang tidak ada di rumah dan baru pulang sore hari. Jadi berakhirlah Luhan di kamar Sehun. Lebih tepatnya sedang berbaring di ranjang yang penuh dengan aroma Sehun. Jujur saja Luhan masih mengantuk.

"Kau masih mengantuk?" Tanya Sehun sambil ikut merebahkan diri di samping Luhan.

Luhan diam saja, enggan menjawab pertanyaan Sehun.

"Tidurlah, sayang." Ujar Sehun sambil mengusap lembut rambut Luhan yang tentu saja langsung ditepis oleh siempunya.

Luhan langsung terduduk sambil menatap Sehun tajam. Ia marah. Ia tidak mengerti mengapa Sehun jadi begini. Sehun seperti sedang mempermainkannya.

"Kita sudah putus, Oh Sehun. Ada apa dengan sikapmu hari ini hah? Setidaknya jelaskan padaku dulu! Kenapa kau menjemputku, membawaku ke rumahmu dan ingin mengenalkanku pada orang tuamu? Kenapa?"

Sehun ikut terduduk lalu menatap Luhan tepat pada matanya.

"Dengarkan aku. Aku hanya mengatakannya satu kali, Oke?"

Luhan hanya mengangguk karena terhipnotis tatapan Sehun.

"Kita tidak putus. Karena sebenarnya aku yang lebih dulu jatuh cinta padamu. Aku sudah merasakannya sejak pertama kali Baekhyun menunjukan fotomu padaku dan semakin bertambah saat kita bersama. Aku… terlalu gengsi dan lambat untuk mengungkapkannya padamu sampai kau duluan yang mengatakannya."

Sehun menatap Luhan yang bergeming mendengar pengakuannya.

"Katakan sesuatu, Lu."

Luhan mengerjap.

"Jeongmalyo?"

"Jeongmal Saranghae, Lu. Nomu nomu nomu saranghae." Ungkap Sehun dengan mimik benar-benar serius membuat Luhan geli sendiri.

"Jadi… mmm Sehun jadi…"

"Ya kita masih sepasang kekasih."

"Bukan. Bukan itu maksudku. Jadi… mmm apa aku mendapat ferrarimu?"

.

Krik Krik Krik

.

Tolong ingatkan Sehun untuk tidak menarik perkataannya tadi.

.

"YA! Dasar perusak suasana!"

Luhan langsung tertawa melihat Sehun yang cemberut seperti anak kecil.

.

Klik

.

"YA!"

Luhan tertawa lagi saat Sehun berteriak padanya karena Luhan memfoto ekspresi Sehun yang sedang cemberut. Itu sangat lucu.

.

XXX

.

Eomma dan Appa Sehun sangat humoris dan tidak sekaku Oh Sehun. Mereka sangat hangat dan menyenangkan. Mereka menceritakan masa kecil Oh Sehun dan sedikit membicarakan pekerjaan mereka mengenai perusahaan yang mereka rintis dari nol. Rasanya menyenangkan.

"Bagaimana denganmu, Lu?" Tanya nyonya Oh sambil tersenyum lembut.

"Aku tinggal sendiri di apartemen. Mama dan babaku ada di China."

"Wow, kau orang china?"

"Begitulah." Kata Luhan sambil tersenyum.

"Menginaplah di sini." Tawar nyonya Oh. "Sehun pasti senang pacarnya menginap."

.

Glek

.

Luhan menelan ludahnya saat mendengar kalimat tersebut. Ia pun melirik ke arah Sehun yang tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.

"Tentu saja, aku sangat senang. Mungkin saja eomma dan appa akan segera mendapat cucu setelahnya." Ucap Sehun dengan santai diikuti tawa Tuan dan Nyonya Oh.

Sedangkan Luhan jadi tidak napsu makan. Dasar Oh Sehun itu suka sekali berucap seenaknya.

.

Sehun langsung menarik Luhan ke kamarnya setelah selesai makan malam. Saat mereka berdua sudah masuk ke kamar…

.

Klek

.

Sehun mengunci pintu kamarnya.

"Kau senang orang tuaku merestui kita?"

Luhan hanya menunduk malu sambil tersenyum.

"Hun…."

.

Cup

.

Sehun langsung mencium Luhan. Kedua tangannya merengkuh wajah Luhan agar dapat melumat bibir itu lebih dalam. Ciuman kali ini entah mengapa terasa lebih panas.

Tangan Sehun berpindah ke pinggang Luhan. Pelan tapi pasti Sehun mendorong Luhan agar terbaring di ranjangnya.

"Ah hun.." Luhan mendesah berat karena Sehun menindihnya.

Tapi Sehun sepertinya tidak ingin membiarkan Luhan bersuara lebih banyak. Mereka saling berciuman dan bermain lidah membuat saliva tercecer di area luar mulut mereka. Napas Sehun berbenturan dengan kulit Luhan saat ciumannya turun ke area leher.

Tangan nakal Sehun bahkan tidak tinggal diam dan masuk ke dalam baju Luhan, menekan salah satu tonjolan miliknya hingga tubuh Luhan menggelinjang geli.

"Hun, ahh s-stop.." Luhan berusaha mendorong tubuh Sehun hingga gigitan pada lehernya terlepas.

Wajah Sehun berada sedikit di atas wajahku, pandangannya sayu namun serius di saat bersamaan, "Aku tidak bisa berhenti, Lu."

Sehun kembali mencium Luhan. Luhan dapat merasakan bagian bawah Sehun mengeras dan dia mulai menggesekannya di atas milik Luhan, membuat Luhan kembali mendesah tertahan.

"Ahn.. Hun.. What are…nghh.."

Ini buruk. Luhan ingin berhenti tapi tubuhnya terlalu lemas. Sehun menarik baju yang dikenakan Luhan sampai leher, kepalanya turun lantas mencium salah satu nipple Luhan dengan rakus. Kedua tangan Sehun mulai merambat ke pengait celana Luhan dan membukanya tidak sabaran.

"Ahhh…"

Luhan kembali mendesah saat salah satu tangan Sehun berhasil menyentuh bagian selatan miliknya. Sehun menggenggamnnya dan memijatnya perlahan, membuat kedua tangan Luhan hanya bisa meremas seprai. Ini terlalu nikmat.

Luhan juga ingin menyetuh Sehun. Ia pun menarik tubuh Sehun hingga ciuman pada nipplenya terlepas. Luhan tersenyum menggoda lalu meraba pengait celana Sehun dan membukanya dengan cepat.

Setelah itu, milik mereka saling menggesek tanpa penghalang apapun. Tak lama Sehun langsung menarik turun celana dan underware yang dikenanakan Luhan hingga membuatnya merasa dingin di bawah sana.

"So Horny, huh?" Sehun menyeringai sebelum menurunkan kepalanya dan mengecup junior Luhan lalu memasukan hampir seluruhnya ke dalam mulut.

"A..Ahhh Hunn.."

Luhan mendongakan kepalanya saking tidak kuatnya. Rasanya langsung hangat. Sehun menangkup kedua paha Luhan hingga menekuk dan sedikit mengangkatnya ke atas untuk mempermudah kegiatannya.

Jantung Luhan berdebar kencang. Ia sangat menyukai ini.

"Ah Hunn.. Aku benar-benar mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu…"

.

XXX

.

END

.

.

Epilog

.

Sehun merutuki mulutnya yang seenaknya mengatakan akan menyerahkan Ferrari kesayangannya pada Luhan.

"Sehun cepat, ajari aku!"

Sehun mendengus kesal karena setelah kejadian ahem ahem itu Luhan tidak berhenti merengek memintanya mengajari menyetir.

Sehun sempat bersikap dingin agar tidak menyerahkan Ferrarinya untuk Luhan tapi tangisan Luhan membuatnya tega.

"Hueeee.. Hunnie jahat! Aku bahkan menyerahkan sesuatu yang paling berharga untukmu yang bahkan tidak bisa dibeli dengan uang."

Bahkan semua orang mendelik curiga padanya. Seakan Luhan tengah Ia renggut keperawanannya.

"Baiklah, baiklah."

"Yeayyy.. Ayo cepat naik!"

Sehun mau tidak mau tersenyum melihat Luhan bahagia. Tak apalah, Ferrarinya jadi milik Luhan. Toh nanti kalau mereka menikah, Sehun juga bisa memakainya.

Memangnya mereka akan menikah?

Entahlah. Tunggu saja sampai Sehun benar-benar sembuh dari penyakit playboynya. Karena Sehun masih suka melirik jika ada yeoja seksi yang lewat. Tapi tenang saja, cintanya hanya untuk Luhan seorang.

"YA OH SEHUN! Beraninya kau melirik yeoja itu hah!"

.

Brak Bruk Brak Bruk

.

"Ampunnnnnnn…"

.

XXX

.

.

Mind To Review?

.

Silahkan memberikan apresiasi kalian pada kotak review

-Terima Kasih-

.

Maaf gabisa bales review kalian buat chap kemaren, waktunya mepet untuk segera update. Kalau tidak hari ini updatenya saya takut semakin telat lagi #plakk. Maafin saya ya readers huhuhu kalo bisa ntar balesan reviewnya nyusul deh hahaha

Pokoknya saya ucapkan terima kasih banyak untuk semua readers yang sempet baca atau sekedar lewat.

.

THANKS BUAT YANG FOLLOW

.

AceFanFan , adilavesa , Aindyxie , ainindya13 , aliensparkdobi , ariviavina6 , ASuzyyy

auliawahidah , BabyZi , blackkamjong , BubbleePororo , Bubbleteasehun , bylvcky , CBees

ciciluhan , Coconuthaze , Cutiebubblelu , Dobby'Aeri , Eli S Luhan , ellfana1ui , erma77

EXO Love EXO , farfaridah16 , ferinarefina , FLAn2910sh , Frozen Peony , ghioghixx ,

Gyupal , HafifahEXO11 , HanaHanami69 , HanXiLu2 , himekaruLI , HunHanHyuunniie

Hunhanminute , HunLoveHan , Inne751 , intanhunhanshipper , JodohnyaOhSehun

juniaangel58 , kaiXoo1214 , Kim Rin Sung , kimyori95 , kiney , knj12

Lee Na Eun FujoAoi , leedongsun3 , LilisHunHan , marlinaku , Menglupi , MeriskaLu ,

mr albino , My jeje , Nafyeol , nichyachique , nisaramaidah28 , nisfimifta , NoonaLu ,

Novey , Oh Lu-Yan , ohmydeer , ohsehuunt , OrangKece , oryn5 , Oseh , 94

Peter Sehan , psw7 , rachmatika94 , ratihtrisna46 , Richa Byun926 , rinibieber44

riskadictatorII , Rosmala11 , samiyatuara09 , SangRi14 , SehunHan04 , Shierashie94

snowy07 , ssnowish , suabatulaslamiah , taenggoo , Taman Coklat , tataooo ,

The Greatest Archer , tietelmi , tiehanhun9094 , tjabaekby , umaelf936

urichanbaekhunhan , vhiiechereewetzz , vietrona chan , virraviany , wennywidyasari50

whitechrysan , Wind Blow , wuzinadia , xingxing queen , xoexoxo520

.

THANKS BUAT YANG FAV

.

ASuzyyy , AceFanFan , Ariana Josa , BabyZi , BigSehun'sjunior , BubbleePororo

Bubbleteasehun , CBees, Cholattechococreammy , Coconuthaze , Cutiebubblelu

Deer20 , DinAlya , Dobby'Aeri , EXO Love EXO , Eli S Luhan , Frozen Peony

HUNsayHAN , HafifahEXO11 , HanXiLu2 , HanaHanami69 , HunHanHyuunniie

HunLoveHan , Inne751 , IntnAzzri , JodohnyaOhSehun , Kim124 , KimMonggu

Kim Rin Sung , KiranMelodi , Lee Na Eun FujoAoi , LilisHunHan , Mala247 ,

Maple Fujoshi2309 , Menglupi , MeriskaLu , My jeje , Nafyeol , NagitaaD , NonaLu

NoonaLu , Novey , Oh Deer Han , Oh Lu-Yan , Oseh , Panda Qingdao ,

Park Young Min-chan , PrinceOh , Richa Byun926 , Ririn Ayu , Rosmala11 ,Selu325

Shierashie94 , The Greatest Archer , adilavesa , ainindya13 , aliensparkdobi

auliawahidah , bebe fujo , blackkamjong , bylvcky , cerbungidolacilik3 , ciciluhan ,

ellfana1ui , farfaridah16 , hunexohan , hunhankid , hunhanminute , ichaYH23

indahdwi , intanhunhanshipper , joonmakyu , juniaangel58 , kaiXoo1214 , khalidasalsa

kimyori95 , kiney , knj12 , kurenai 137 , laabaikands , lolamoet , lueksoluosby , minbyuliee

minhaaa , mr albino , msluhan87 , nichyachique , nisfimifta , odultLu , ohluhan07

ohmydeer , ohsehuunt , oryn5 , psw7 , rappergadungan , ratihtrisna46 , riskadictatorII

samiyatuara09 , sehunx , snowy07 , suabatulaslamiah , tataooo , tears794 , tietelmi

tiehanhun9094 , tjabaekby , umaelf936 , urichanbaekhunhan , vhiiechereewetzz

vietrona chan , viohunhan , virraviany , wennywidyasari50 , whitechrysan , windeerlu ,

wuzinadia , xingxing queen , xoexoxo520

.

TERUTAMA BUAT YANG REVIEW DI CHAP KEMAREN

.

ASR9490 , Mala247 , sehunluhan97 , ohhuna , My jeje , caca , deerhan , perwari , CBees

hunhan , who am i , Ririn Ayu , whitechrysan , ChagiLu , AceFanFan , Jung NaeRa

elolamoet , vietrona chan , samiyatuara09 , ciciluhan , ooh , ariviavina6 , melizwufan

Para Pencari Luhan , umaelf936 , Yana kim , aliatha doll , xneun , niaexolu

rappergadungan , suabatulaslamiah , Silviinhiyer , ohmydeer , Aindyxie , komozaku

hunhanminute , LisnaOhLu120 , bylvcky , Guest , xoexoxo520 , indahdwi

wennywidyasari50 , tjabaekby , LilisHunHan , vhiiechereewetzz , Inne751 , NoonaLu

yayahunnie , laabaikands , dita , hunexohan , farfaridah16 , Xinaysaluu , xiaoci

Albino's Deer , Long , Erliyana , ludeer , ohdeer1220 , hunhan baby 12 , chn , ai no dobe

A Y P , karina , Guest , Fawkaihoon , Lee Na Eun FujoAoi , virraviany , ohluhan07

Maple Fujoshi2309 , taenggoo , HunHanHyuunniie , juniaangel58 , tataooo , exofujo12

PrinceOh , khalidasalsa , Richa Byun926 , Rosmala11 , ellfana1ui , xoxokaihun ,Yaoixselux

BigSehun'sjunior , hunhan merana , IntnAzzri , choikim1310 , ohsehuunt , FLAn2910sh

Kim124 , viohunhan

.

I LOVE U SO MUCH ALL

AYO LESTARIKAN FF HUNHAN! (?)