Tittle :Ahjussi
Chapter : 4
Cast : Kim Jong In, Oh Sehun, Kim Jun Myeon, Park Chanyeol , Do Kyung Soo, Byun Baekhyun
selama 10 tahun tak menyadari identitasnya yang ia ingat hanya namanya, dan selama 10 tahun pula seorang kim jong in harus merasa hidup bagaikan di neraka. keputus asaan membawanya kedalam sebuah cerita bahagia. Jong In tak pernah menyangkah setelah 10 tahun ia akhirnya bisa bertemu dengan keluarga satu-satunya. meski perjalanan panjang menantinya. Jong In yakin ia akan bahagia kemudian.
HunKai dan pairing-pairing lain di dalam cerita~

Jong In sebetulnya tak benar-benar berhenti pada pekerjaannya, ia masih bekerja di Bear Cafe. Ia merasa tak enak jika ia membiarkan Kyungsoo sendiri dalam mengelola usahanya. Ia berbaring sambil memikirkan kejadian semalam, mungkin karena pengaruh alkohol maka ia merasakan nikmat yang amat sangat dalam kejadian itu. Ia berjanji tak akan meminum alkohol lagi untuk menghindari kejadian yang sama. Jong In menyikap selimutnya dan pergi ke kamar mandi, ia harus bersiap untuk bekerja. Ia berjalan menuju cafe dan memulai harinya seperti biasa.

"terima kasih atas pesanannya, selamat datang kembali" itu adalah pelanggan kesekian yang datang berkunjung, cafe benar-benar ramai, kebanyakan siswa SMA yang akan menghadapi ujian. Mengingatnya jadi rindu pada Baekhyun, satu-satunya teman yang menyadari keberadaan dirinya. Apa kabar dia. Jong In melamun, tetapi tak lama lamunanya hilang saat seorang siswa memesan Cherry Blossom Float.

"jadi totalnya, ah Baekhyun?" Jong In kaget mendapati objek fikirannya beberapa menit yang lalu sekarang berada tepat didepannya. Baekhyun juga tak kalah kaget,

"Jong In kemana saja?" Baekhyun hendak memeluk tapi ia lupa ada sebuah tembok yang memisahkan mereka. Cafe sudah tak seramai sebelumnya sih jadi Jong In tidak terlalu sibuk dan sekarang justru sedang mengobrol dengan Baekhyun disalah satu meja.

"apa kabarmu? Kurasa kau lebih baik" ungkapnya, dan Jong In mengiyakan

"aku baik-baik saja, aku baru saja memikirkanmu. Kau sudah berada disini" Jong In tersenyum dan bahagia melihatnya

"kau tau Soo Jung sangat marah saat kau menghilang dan ayahmu melampiaskan padanya. Kurasa itu pantas setelah apa yang dia lakukan padamu berulang-ulang kali" Baekhyun menyeruput pesanannya

"aku menghindari keluarga itu, aku memang tahu mereka bukanlah keluargaku tapi mereka yang merawatku selama ini. Hanya saja aku sudah benar-benar tidak kuat dengan perlakuannya" Jong In menunduk

"yang penting kau baik-baik saja aku sudah bahagia" Baekhyun tersenyum

"ah jangan beritahu mereka aku di Seoul ya, aku khawatir mereka datang kesini" Baekhyun mengangguk

"tentu saja, aku akan kembali 1 minggu lagi, kebetulan ayahku dipindah tugaskan ke sekitar sini, mungkin aku akan pindah kesini. Aku bahagia melihatmu baik-baik saja" keduanya tersenyum bahagia merasa lega. Jong In dan Baekhyun bertukar nomor ponsel. Baekhyun mendelik saat tau sekarang Jong In sudah punya ponsel lebih canggih darinya. Ia merajuk dan bertanya dapat dari mana dan Jong In hanya tertawa kecil.

...

Sehun kembali tidak fokus dengan pekerjaannya, ia memikirkan pria yang semalam ia tiduri.

"jadi ia mainannya si Kim" ungkapnya kesal, ia meminta beberapa orang untuk mencari tahu tentang pria itu, ya walau ia tak tahu namanya siapa. Tapi sungguh sekarang fikirannya hanya berpusat padanya

"sajang-nim, ini waktunya rapat dengan perusahaan Kim" moodnya tambah buruk saat ia baru sadar ada pertemuan dengan perusahaan Kim, tapi Sehun kembali menepis fikirannya. Siapa tahu pria itu ikut dengan si bapak tua itu. Sehun merapihkan pakaiannya dan mengambil jas yang ia letakan di bangkunya.

"siapkan berkasnya" Sehun melangkah mendahului sekretarisnya. Tubuh indahnya berjalan lurus menuju ruang meeting berharap pria lugunya ada di antara rekan meetingnya hari ini. Ia bertemu dengan Jun Myeon dan melakukan serangkaian pekerjaan dari mulai bersalaman hingga membicarakan tentang konsep proyek yang akan mereka berdua lakukan. sepanjang rapat Sehun mencari keberadaan pria yang saat ini berada dipikirannya.

"ah Jun Myeon-ssi apa hanya ini saja divisi yang akan menangani poryek kita?" tanya Sehun Jun Myeon memandang pria didepannya dengan aneh lalu mengangguk pelan

"tentu saja Sehun-ssi, divisi kami yang akan menangani proyek ini sampai selesai"

"ah baiklah, mohon bantuannya" dengan tegas dan tubuh yang tegap ia membungkuk ah mungkin pria kemarin di divisi lain itulah isi otaknya.

...

"Kai, apa kau baik-baik saja?" pertanyaan sajang-nim membuat lamunku buyar, aku memandang wajahnya

"ah ne sajang-nim aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing mungkin karena kurang tidur semalam" mungkin karena wajahku pucat jadi sajang-nim bertanya. Ia kembali membuat pesanan dan aku juga kembali dengan aktifitas sebelumnya. Sebetulnya kepalaku serasa sangat pusing dan pagian bawahku masih sakit gara-gara si ahjussi yang seenaknya menusukku. Emang aku perempuan, ck punggungku saja masih sangat sakit. 12 jam berdiri di cafe dengan pelanggan terbanyak membuatku sangat lelah. Dan sekarang waktunya tutup, akhirnya aku dapat merasakan kasur empuk pulang dari sini. Aku mengambil pelastik sampah untuk di buang ke sebelah cafe, berat dan sangat besar.

"sajang-nim aku akan membuang ini dulu ya" aku berteriak karena ku rasa jarak antara kami cukup jauh, aku melihat sajang-nim hanya mengangguk kecil. Aku berjalan kesusahan karena sampah yang ku bawa di kiri dan kanan.

...

Jong In berjalan agak kesusahan dan saat sampai di pembuangan sampah dan melemparkan kedua kantong pelastik, ia merasa seseorang menarik tangannya. Ia membalikkan tubuhnya paksa dan mendesak tubuhnya menempel ke dinding dan yang ia rasakan adalah hisapan kuat pada mulutnya. Ia bahkan sampai tidak sempat berfikir, yang ia rasakan saat ini adalah nafasnya sangat sesak karena pria di hadapannya menciumnya dengan sangat kasar dan menuntut. Ia tak punya tenaga untuk mendorongnya agar menjauh. Tangan Jong In berusaha untuk sadar dari suasana seperti ini, tangannya menyentuh dada bidang itu dan dengan sisa kekuatan yang ia punya mendorong pria yang seenaknya saja menciumnya di tengah gang dan di sebelah tong sampah, Tidak romantis sekali. Baru saja ia ingin mendorongnya tetapi lelaki mesum ini sudah lebih dulu menarik lengannya dan mencengkramnya dengan kuat. Ia semakin kuat mencium bibir Jong In seakan tidak ada hari lain dan seakan tidak ada bibir lain yang akan ia kecap kemudian. Sedetik kemudian keduanya terlepas dalam pagutan kuat itu, mata Jong In memandang pria di hadapannya dengan sayu nafasnya benar-benar sangat sesak dan kemudian hanya kegelapan yang menyelimuti pengelihatannya, ia pingsan di tangan kekar dan kuat itu. Dan pria itu hanya tersenyum bangga dan menggendong tubuh rentan Jong In kedalam dekapannya dan membawanya menuju mobil yang ia tumpangi sebelumnya.

Setelah Sehun rapat dengan Kim Corp dan tak menemukan orang yang ia ingin lihat, ia berusaha keras dengan segala macam untuk mendapatkan keberadaan pria lugu semalam. Dan yang ia lakukan hanya marah-marah pada pria di hadapannya agar cepat mendapatkan data yang dimintanya. Data yang dimaksud adalah nama tanggal lahir dan dimana saat ini pria lugu itu berada. Karena Sehun merasa sangat ingin menciumnya saat ini, ia merasa sangat sangat sangat ingin menciumnya. Berjam-jam ia menunggu kabar dari para pegawainya tetapi hingga kini belum mendapatkan kabar apa-apa.

"jika dalam waktu 1 jam dari sekarang kalian tidak mendapatkan apa-apa kalian semua akan ku pecat." Teriaknya dan pergi meninggalkan divisi yang ia minta mencari data pribadi pria lugunya.

"astaga hanya menemukan data 1 orang saja butuh waktu berjam-jam. Sepertinya aku akan mengganti mereka semua" ucapnya frustasi.

"yah Oh Sehun apa yang kau fikirkan hmm? Ada apa dengan pria itu?" Oh Myung Soo datang dengan tampang tak percaya, ia mendapati pekerjanya lembur dan melihat planning hari ini tak ada yang bisa dikerjakan sampai semalam ini. Dan saat bertanya ia bertanya semua bilang bahwa sajang-nimnya meminta data seseorang.

"tidak ada" ucapnya datar

"tak mungkin tak ada kau bisa membuat mereka semua bekerja selarut ini" reaksi Sehun masih sama yaitu datar. Oh Myung Soo menghela frustasi

"pulang lah, aku akan membayar mereka cash saat ini juga" ungkapnya tapi tak memandang kakak sepupunya ini

"aku harap tidak ada hal buruk yang kau lakukan" Oh Myung Soo berbalik dan meninggalkan pria angkuh yang menjadi bosnya itu. Tak selang beberapa lama setelah Oh Myung soo keluar dari ruangannya. Seorang staff datang membawa data yang diinginkannya.

"aku harap kau mendapatkannya" ungkap Sehun saat melihat seorang Staff masuk. Staff itu memberikan sebuah map ke atas meja Sehun dan saat membukanya ia melihat data yang

Kim Jong In

14 January 2002 *aku buat 16 tahun yang lalu ya*

Saat melihat tahun kelahirannya ia kaget, dia meniduri anak 16 tahun. astaga Oh Sehun kau sangat keterlaluan. Tapi ia menyukainya.

"sekarang ia tinggal dengan Kim dan bekerja di Bear Cafe" Sehun menatap berkas di depannya dengan minat. Ia menyambar jas dan juga kunci mobilnya dan melesat pergi. Ingatkan Myung Soo untuk memulangkan pekerja yang lembur hari ini.

...

Jun Myeon mengotak-atik laptopnya, sudah selarut ini kenapa Kai belum juga pulang. Ia sudah menelepon ponselnya dan hanya akan ada suara operator yang menjawab. Ia ingin menyelesaikan tugasnya tetapi hati dan fikirannya tertuju pada Kai, ia memandang jam di dinding ruang kerjanya sudah jam 2 dini hari dan ia sama sekali belum mendapatkan informasi apapun. Ia mengangkat ponselnya menelepon Chanyeol untuk membantunya mencari Kai. Tak lama Jun Myeon menelepon Chanyeol sudah berada di lantai dasar mansionnya. Dengan panik ia menyambar coat dan juga dompet tak lupa ponsel yang sedari ia genggam. Ia melangkah dengan terburu-buru menuju lift, dan saat ini lift bahkan tidak bisa di ajak kerja sama.

"kau sudah mencoba menghubunginya Hyung?" tanya Chanyeol di balik kemudinya

"sudah dan sampai saat ini belum ada satupun panggilanku yang ia jawab" Jun Myeon benar-benar panik dan ia tak tau mengapa ia sepanik ini. Ia bahkan tak pernah merasa panik saat Chanyeol terjatuh dari sepeda beberapa tahun yang lalu. Ia terakhir merasa panik saat dirinya tak menemukan jasat adiknya. Dan kini seorang yang baru beberapa waktu dikenalnya dengan tidak sengaja, bahkan bisa dibilang ia tak memiliki identitas apapun kini dibuat panik olehnya. Ia kembali berkutat dengan ponselnya berharap Kai bisa menjawabnya.

"pergi ke tempat kerjanya, ia pernah bilang kalau ia tidak bisa berhenti dari Bear Cafe, coba kesana" pinta Jun Myeon dan Chanyeol melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Tapi yang mereka dapatkan adalah sebuah cafe yang gelap gulita tanpa ada kehidupan dan orang-orang didalamnya.

Di lain tempat orang yang sedang dicari terbaring lemah dengan selang infus tersambung pada punggung tangannya. Matanya masih tertutup rapat nafasnya sangat tenang, seperti tidur dengan nyenyak. Pria yang dengan lancangnya menciumnya kini hanya duduk di ujung ruangan sambil membaca berkas yang ia terima lewat email beberapa waktu yang lalu. Pria yang seharian ini menganggu fikirannya saat ini berada di hadapannya dan ia hanya sibuk dengan pekerjaannya. Tubuh itu bergerak kecil hinga kedua kelopak matanya terbuka sepenuhnya,melihat keadaan kamar serba abu-abu. Kedua matanya mulai terbiasa dengan cahaya yang temaram dan akhirnya ia benar-benar sadar sutuhnya.

"aku dimana?" itu adalah kata pertama yang Jong In ucapkan saat ia sadar ia bukan di kasur dan kamarnya. Sehun yang mendengarnya mengubah pandangan dari berkas di tangannya ke pria yang tertidur di kasurnya.

"kau sudah Bangun, Kim Jong In" ucapnya Jong In membulatkan matanya

"bagaimana anda tahu nama saya?" tanyanya, Sehun tersenyum kecil. Ia meletakan berkasnya di meja dan berjalan mendekati Jong In. Merasa dirinya terancam dengan gerakan Sehun ia berusaha mundur dari tempatnya, sayangnya ia hanya bisa bertemu dengan ujung ranjang. Sehun mengunci tubuh yang kini berada di bawahnya dengan kedua tangan kekarnya.

"mungkin aku sudah gila sudah meniduri anak 16 tahun" Jong In kembali kaget dan memandang wajah dengan kesempurnaan itu dengan tatapan ketakutan.

"aku tidak tahu matamu begitu indah"Jong In menutup matanya

"ahjussi jangan memandangku dengan begitu" Sehun semakin memenjarakan tubuh yang masih tersambung dengan selang infus.

"kenapa kau takut jatuh cinta padaku?"

Ck ahjussi satu ini kegeeran

Jong In membuka matanya dan Sehun dengan cepat mencium bibir yang membuatnya kembali kaget dan benar-benar tidak siap. Sehun benar-benar seperti tidak ada waktu lain dan terus menciumnya. Ia memainkan lidah dan mengabsen satu demi satu gigi yang tersusun rapih menggelitik langit-langit mulutnya. Dengan sekuat tenaga yang tersisa Jong In mendorong tubuh dengan perbedaan yang signifikan itu.

"AHJUSII!" Teriak Jong In, ia berdiri di atas kasur dan Sehun tersungkur di lantai "bisa tidak berhenti menciumku, kau tak lihat ha?" Jong In memperlihatkan punggung tangannya "aku beginikan karena dirimu juga" Sehun memutar bola matanya

"lalu kau maunya apa?" Jong In mendecih

"astaga Ahjussi, kau bilang aku 16 tahun masa kau melakukan hal yang tidak senonoh pada anak dibawah umur" sekarang malah Sehun yang mendecih, ia bangkit lalu duduk di sisi ranjang.

"terserah" Sehun akhirnya tidur di sisi lain ranjang, meninggalkan pekerjaannya dan meninggalkan Jong In yang sibuk dengan segala ocehannya.

"tidur" itu kata terakhir yang Sehun ucapkan setelah ia terlelap dengan segala mimpi-mimpinya. Jong In akhirnya duduk dan memandang pria di sebelahnya

"aku bahkan baru mengenalnya, dia malah seenaknya mencium berkali-kali. Akukan namja" Jong In menyilangkan tangannya di depan dadanya. Ia mengambil ponsel yang berada di meja nakas disebelahnya. Melihat begitu banyak panggilan dari Jun Myeon dan Chanyeol, Jong In menganga melihatnya, dan saat dirinya melihat ke arah jam ia tau apa masalahnya. Ia menekan menu dial untuk mencoba menghubungi Jun Myeon.

"halo?"...

"Yak... kau dimana eoh?" terdengar teriakan menggelegar dari Jun Myeon diujung sambungan

"maaf ahjussi, aku baru saja terbangun dari pingsan"

"pingsan? Kau kenapa? Apa sakit?" beribu-ribu pertanya dilontarkan oleh Jun Myeon dan walau begitu Jong In tetap menanggapinya.

"aku akan pulang besok pagi" dan setelah itu keduanya memutuskan sambungan teleponnya. Karena dirinya merasa badannya masih membutuhkan istirahat dan tak ada tempat lain jadi ia memutuskan tidur di sebelah ahjussi mesum itu. Ia mungkin terlalu mengambil resiko jika tiba-tiba ahjussi ini menerjangnya lagi. Tetapi ranjang yang nyaman membuatnya tertidur dalam sekejap, Sehun mengintip dalam tidurnya. Entah apa yang di fikirkan CEO satu ini, menyukai bocah 16 tahun dalam sekali lihat. Hanya saja rasanya enggan untuk melepasnya terlebih pada si pak tua Kim, ia akan merebutnya. Ia melebarkan lengannya lalu memeluk tubuh itu, seakan tak ingin tubuh itu pergi.

Esok paginya Jong In yang tertidur terganggu dengan segala kecupan yang terus-terusan hinggap di wajahnya. Ketika ia membuka matanya dengan sempurna ahjussi mesum itu sudah berada tepat di atasnya sambil menciumi segala sudut di wajahnya.

"astaga Ahjussi" dengan tenaga yang sudah terkumpul ia bangkit dari tidurnya lalu menjauh "ini masih pagi, kau sangat mesum" Sehun tersenyum sambil menjilati ujung bibirnya.

"kau manis sekali, apa kau mandi menggunakan madu?" tanyanya membuat Jong In mendengus kesal.

"aku mau pulang" Jong In hendak beranjak dari kasur hingga sebuah tangan mencegahnya dan membuatnya terduduk di pangkuan Sehun. Keras! Jong In merasa apa yang dudukinya tampak keras.

"ahjussi kau, astaga sepagi ini. Maaf kau bisa melakukannya sendiri, aku mau pulang. Cukup malam itu, dan itu sesuatu yang tidak direncanakan" Jong In berusaha keluar dari kukungan si pria dengan tubuh yang lebih besar darinya dan akhirnya berhasil. Ia masuk kedalam kamar mandi lalu mengambil handuk, dan ia kembali sadar bahwa ia menggunakan baju si ahjussi mesuk tadi. Ini sangat besar astaga.

...

"terima kasih atas tumpangannya" ucap Jong In dengan sopan sambil membungkuk hormat. Tadi pagi setelah berdebat dengan Sehun dan akhirnya Jong In mengalah dan selanjutnya Sehunlah yang mengantar Jong In pulang. Saat ia ingin membuka pintu, lengannya di tarik hingga kedua bibir itu kembali menyatu. Tidak ada pagutan atau ciuman menuntut hanya sebuah kecupan.

"jangan beritahu si Kim ya" ungkapnya. Jong In keluar dengan tatapan kosong, apa yang ahjussi mesum itu maksud adalah Jun Myeon ahjussi. Jong In mengacuhkannya lalu masuk kedalam mansion dan menekan tombol 12 pada lift. Saat dirinya baru saja masuk ke dalam mansion Chanyeol dan juga Jun Myeon sedang duduk menunggu kedatangannya.

"kau baik-baik saja?" tanyanya panik

"aku tidak apa-apa ahjussi, maaf membuatmu khawatir" Jun Myeon memeluknya dengan erat menghembuskan nafas lega.

"jika kau sakit kau seharusnya tidak bekerja" Jong In mengangguk

"ahjussi mau pergi?" tanyanya saat dirinya melihat Chanyeol dan Jun Myeon berpakaian rapih

"kami akan ke makam kedua orang tuaku, hari ini adalah hari pernikahan mereka" Jong In menunduk

"apa aku boleh ikut?" tanyanya

"ganti bajulah kami akan menunggumu" ucap Chanyeol sambil memasukan lengannya pada saku celananya. Jong In berlari kecil menuju kamarnya, tak lama ia kembali dengan pakaian formalnya. Setelah itu ketiganya pergi meninggalkan mansion.

"ahjussi kita akan ke toko bunga dulu" Jun Myeon yang berada dibalik kemudi mengangguk dan berhenti di sebuah toko bunga.

"aku juga ingin membuat rangkaian bunga" ia memilih berbagai bunga anggrek lili dan mawar berwarna pink.

"tara bagus tidak" Jun Myeon tersentak, ia merasa roll film di dalam otaknya kembali berputar. Seakan ia merasa telah melakukan kejadian ini, benar ia ingat. Keadaan ini seperti saat terakhir kali dirinya bersama dengan Jong Innya memilihkan beberapa bunga untuk hadiah pernikahan kedua orang tuanya. Anggrek lili dan mawar pink adalah hadiah terakhir yang Jong In berikan pada kedua orang tuanya.

"Jong In~"ucapnya secara sepontan

"hmm?"

/

halo~ maaf telat satu hari karena kemaren abis sidang.

semoga kalian semua menikmati dengan adegan hunkai dan Jun Myeon...

jangan lupa ya Reviewnya supaya aku updatenya lebih cepet.. aku bahagia banget baca riview kalian

minggu depan akan ada adegan Jun Myeon dan Jong In yang akhirnya sedikit demi sedikit inget~

dan jangan lupa adegan si ahjussi mesum satu itu~

thank u~