Penulis: MinGyuTae atau P. MinKyu

Pairing: Wonkyu | Kihyun

Cast : + Kyuhyun , + Siwon , + Kibum , + TOP , + Others Cast

Genre : Romance,Sad dan seiring jalannya cerita

Tingkat: TM

Warning : BL,Typos,Alur melenceng dan Bahasa yang sedikit kasar

Summary : Cho Kyuhyun yang harus hidup didunia istri dari sepasang kakak dengan membagi cintanya. Diperebutkan didunia hitam itu sendiri. Kemunafikan!Sandiwara!Cinta!Hanya itu yang ada oleh keadaan yang mencekam.

.

.

.

.: Realitas:.

Tidak suka? Jangan Baca.

.

.

Cklek

Kekurangan

"Siapkan perlengkapan dan aku ingin dalam 15 menit lagi kita berangkat" titah Siwon kepada Leeteuk yang sedari tadi mengikutinya. Mendengar titah sang majikan dengan sigap ia memberikan instruksi kepada salah satu anak buah yang merangkap ketua tersebut.

"Do algeseupnida"

"Dimana Kibum dan bocah itu?"ujar Siwon seraya memasuki ruangan pribadinya.

"Tuan muda Kibum sedang berada dikamarnya tuan , sedangkan tuan Kyuhyun setau saya ia sedari tadi tidak keluar barang sejengkal pun dari kamarnya setelah kita tiba dari China"

"Ck. Panggil Kibum dan bocah itu sekarang juga"

"N-"Belum sempat Leeteuk menjawabnya tiba-tiba saja sosok Kibum sudah berada didepan pintu seraya menyadarkan tubuhnya.

"Tidak perlu"ujarnya.

"Baguslah , dan kau panggil Kyuhyun!"

"Ne"Dengan langkah tergesa-gesa ia berjalan menuju sebuah ruangan dilantai atas tepat ditengah-tengah antara kamar kedua Choi bersaudara.

Membunuh

Membunuh

Kekurangan

"Tuan muda"

"Akh shit!" umpat Kyuhyun. Siapa yang tidak kesal , saat kau tertidur lelap lalu dibangunkan dengan tidak elitnya. Setelah mengetahui siapa pelaku kurang ajar yang menganggunya , ia hanya melengos pasrah. Leeteuk? Ia hanya tersenyum kikuk.

"M-mian"

"Ada apa?"ujar Kyuhyun to the point. Tubuhnya serasa remuk redam akibat perjalanan panjang dari Cina menuju Korea Selatan. Sebenarnya tidak terlalu jauh , namun salahkan saja tingkahnya yang pecicilan itu, selalu saja berbuat ulah.

"Tuan muda Siwon memerintahkan saya untuk memanggil anda agar segera menemuinya"

"Aiss kuda sialan itu. Baiklah aku akan menyusul sebentar lagi dan ingat panggil aku Kyunie saja!"

"Baiklah tu-Kyunie"ujar Leeteuk seraya menutup pintu ruangan Kyuhyun .

Dengan kesal ia mendirikan tubuhnya dan memperbaikai penampilannya tak lupa mencuci langkah menghentak ia lajukan kedua kaki jenjangnya tak lupa dengan berbagai macam fikirian yang berlalu lalang diagannya.

.

.

.

"Ada apa?"

"Ah tiba juga kau bocah"ujar Siwon sedikit sinis. Asal kalian tahu , ia sangat menjunjung tinggi yang namanya kedisiplinan , karna ia kesal telah menunggu lama maka beginilah akibatnya.

"Cepatlah!"

"Kita akan menjalankan sebuah misi, bersiaplah. Kutunggu 10 menit dari sekarang. Kita semua sudah harus pergi saat itu juga"titahnya.

"Baiklah, Leeteuk hyung bantu aku berkemas!"ujar Kyuhyun seraya melenggang pergi tak lupa dengan menyeret Leeteuk tak memperdulikan delikan tajam dari Siwon.

"Leeteuk hyung"

"Do Kyunie"

"Apa kau tahu misi apa yang dimaksud keparat itu?"

"Aku tidak begitu yakin , namun yang kutahu kita akan pergi kemarkas salah satu klan mafia kecil untuk mengambil hak milik klan ini"cetusnya seraya mempersiapkan segala keperluan Kyuhyun. Awalnya ia penasaran dengan sebuah tas berwarna hitam yang dititahkan Kyuhyun untuk meletakkannya bersama beberapa senjata kedalam tas ransel berwarna biru tua. Namun karna waktu yang terus berjalan ia hanya bisa menelan bulat-bulat keingin-tahuannya.

"Begituya"ujar Kyuhyun sedikit ambigu.

.

.

"Kenapa lama sekali. Apa yang dilakukan mereka saat ini sebenarnya"umpat Siwon.

"Bisakah kau tutup mulutmu. Ayo kita masuk "cetus Kibum . Siwon yang ingin mengumpati adikknya terpaksa berhenti setelah melihat dua orang yang ia tunggu sudah berada tepat disampingnya. Dengan segera ia mendudukan tubuhnya dikursi kemudi tepat disebelah adiknya yang kini memandang lurus kedepan. Kyuhyun pun mengikuti jejaknya , dengan segera ia mendudukan tubuhnya dikursi belakang. Para anggota yang lain berada dikendaraan lain tepat dibelakang mereka . Leeteuk yang memang tidak ikut dalam misi ini , hanya bisa memperhatikan mereka semua yang perlahan meninggalkan kediaman keluarga Choi ini tak lupa ia memanjatkan doa demi keberhasilan dan keselamatan mereka.

"Kemana?"ujar Kyuhyun.

"Kau akan tahu nanti. Kau bisa menyamar bukan?"ujar Siwon.

"Apakah"

"Baguslah , misi kita kali ini adalah mengambil kembali batu berlian milik leluhur kita yang hilang karena dicuri. Kita akan menyamar , setelah itu kau alihkan perhatian , Kibum akan menghack seluruh system di kediaman mereka selanjutnya aku akan mengambil batu itu dan anggota yang lain akan melumpuhkan para penjaga yang itu kita harus segera meninggalkan tempat itu"

"Kita akan menyamar sebagai apa?"

"Kami akan tetap dengan identitas kami sebagai sosok usahawan muda dan kau sebagai sekretaris kami"ujar Kibum.

"Pakaiannya?"

"Ada dibelakang"

.

.

"Aku akan berpakaian seperti ini?" protes Kyuhyun. Setelah memberhentikan kendaraan mereka ditempat yang aman dan tidak berada dalam jangkauan para petugas yang berada di kediaman klan Bleach / Keluarga Kim-salah satu rekan kerja perusahaan keluarga Choi tentu saja mereka tidak mengetahui identitas keluarga Choi yang sebenarnya-. Kibum maupun Siwon yang memang sedari awal memakai pakaian resmi mereka tak perlu repot-repot lagi , lain dengan Kyuhyun yang harus berganti pakaian yang telah disiapkan oleh tuan besar Choi , selama ini memang tuan besar Choi yang mengatur strategi dari awal , lalu dilanjutkan oleh kedua anaknya.

Tapi demi Tuhan , ingin rasanya Kyuhyun untuk menembak tua bangka sialan itu. Kenapa ia harus diberikan pakaian nista seperti ini. Sebuah gaun merek terkenal berwarna merah maroon dengan bagian belakang yang terbuka setengah, wig panjang berwarna senada dengan rambut aslinya yaitu coklat caramel , high heel setinggi 5 senti berwarna perak dan tak lupa tas kecil berwarna putih yang berisi make up.

"Mau bagaimana lagi , ayah yang menyiapkan semuanya. Mau tidak mau kau harus mengenakannya"ujar Siwon tak lupa dengan serigainya yang walau samar. Sepertinya ia tidak perlu repot-repot membalas perbuatan Kyuhyun yang kurang ajar selama ini.

"Tapi.."

"Cepatlah waktu kita tidak banyak"tegas Kibum rasanya ia sudah hampir mati bosan mendengar segala ocehan Kyuhyun.

Mendengar nada tegas Kibum padanya , dengan sangat tidak rela ia merubah total penampilannya. Walau ia tidak bisa bermake-up ria layaknya wanita namun dengan segala pengetahuannya ia hanya memakai riasan tipis yang terlihat natural diwajah cantik alaminya. Not

Awalnya mereka berfikir ayah mereka sudah gila merencanakan hal seperti ini , namun sepertinya tidak begitu buruk. Diakuinya Kyuhyun terlihat err berbeda entah definisi apa yang harus mereka nyatakan saat ini , cantik namun ia kan seorang namja yang bertransformasi menjadi yeoja. Merasa kurang nyaman dengan tatapan kedua namja dihadapannya Kyuhyun pun berdeham pelan guna menyadarkan mereka dari khayalan tak jelas mereka.

"Seperti yang kau lihat. Cepatlah aku sudah tidak nyaman dengan pakaian seperti ini"

"Baiklah kajja"

.

.

Decakan kagum menggema diseluruh pelosok ruangan ini , bagaimana tidak. Kebosanan yang melanda mereka sedari tadi karena acara yang tak kunjung dimulai terpatahkan begitu saja tatkala sosok Choi bersaudara diikuti Kyuhyun yang berada tepat diapitan mereka. Melangkahkan kaki jenjang mereka bak model internasional diiringi tatapan kagum dari seluruh undangan , tentu saja didominasi oleh para yeoja dan namja muda yang ikut serta menghadiri pesta ulang tahun perusahaan klan Bleach-Shympho Kim Comphany-.

Sebagai tuan rumah yang baik , tuan Kim yang selama ini dikenal masyarakat berjalan menghampiri mereka diikuti oleh kedua putrinya dan juga istrinya. Berbagi salam tak lupa berjabat tangan dan diakhiri dengan mereka yang kini berkumpul disebuah meja yang tersedia. Setelah sebelumnya mengumumkan bahwa pesta ulang tahun putri sulungnya kepada para undangan sudah dimulai , meniup lilin dan menikmati hidangan yang disiapkan.

Berbincang berbagai hal baik menyangkut kedua perusahaan mereka dan keluarga mereka setelah sebelumnya saling memperkenalkan diri. Ingin rasanya Siwon maupun Kibum mengeluarkan kedua bola mata kedua putri tuan Kim yang tak henti-hentinya memandang intens mereka , lain pula dengan Kyuhyun sedari tadi ia menahan diri untuk tidak menunjukkan kegelisahannya akibat tidak nyaman dengan pakaiannya ditambah pula oleh tatapan genit dari tuan Kim , walaupun sedang berbincang namun masih saja ia menyempatkan diri untuk melirik Kyuhyun. Karna mendapat panggilan akhirnya Tuan dan Nyonya Kim meninggalkan mereka sementara dan meninggalkan kedua anaknya agar bisa lebih dekat dengan kedua calon menantunya-menurutnya-.

"Siwon oppa , aku sudah mendengar sepak terjangmu didunia bisnis. Aku sangat mengagumimu oppa , walaupun masih berada diusia muda namun sudah memiliki karier yang cemerlang" ujar Stella Kim – putri sulung tuan Kim-

"Khamsamida Stella-shi"ujar Siwon sambil diiringi oleh senyuman manisnya yang membuat sang yeoja merona malu.

"Aku juga mengagumimu Kibum oppa , ku dengar kau itu jenius bahkan selalu mendapat nilai tinggi disetiap mata pelajaran saat kuliah dulu"ujar Seulgi-putri bungsu tuan Kim-.

"Gomawo Seulgi-shi"

"Kalian tidak perlu memanggil kami dengan embel-embel shi oppa , cukup nama kami saja"ujar Stella dengan senyumannya , sungguh ia merasa sangat bangga bisa menatap dan berbincang dengan lelaki idamannya tak memperdulikan tatapan membunuh dari yeoja-yeoja yang merasa iri dengannya.

"Baiklah"ujar Siwon , Kibum hanya mengagguk mengiyakan saja. Kyuhyun? Oh ia masih sibuk menghabiskan hidangan dan menikmati wine kesukaannya tak memperdulikan segala ocehan makhluk sebangsa dedemit dihadapannya.

"Ahh oppa kalau boleh aku tahu , siapa yeoja yang bersama kalian. Kami belum sempat memperkenalkan diri"ujar Stella , salahkan saja dirinya yang terlalu sibuk mengagumi mahakarya Tuhan dihadapannya tanpa memperdulikan acara perkenalan diri tadi.

"Dia Kyu Ree , sekretaris kami"ujar Kibum. Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya sedikit walau sedikit risih dengan nama samarannya.

"Kyu Ree-shi silahkan menikmati hidangan yang lainnya , oh apa kau memerlukan seorang maid untuk menemanimu berkeliling?"ujar Seulgi yang sebenarnya memiliki maksud lain. Ia sangat iri melihat Kyuhyun duduk diantara Choi bersaudara yang artinya ia duduk berdekatan dengan Kibum yang sudah diklaimnya sebagai miliknya.

"Khamsamida Seulgi-shi , tapi aku sudah merasa kenyang"

"Oh arraseo"ujar Seulgi dengan senyuman palsunya.

"Apa kau bisa bernyanyi Kyu Ree-shi?"ujar Stella to the point. Sebenarnya ia juga merasa kesal melihat Kyuhyun duduk berdekatan dengan Siwon.

"Bisa Stella-shi"Ujar Kyuhyun setelah melihat isyarat yang disampaikan Siwon agar menerimanya, well memang benar , ia memiliki suara yang sangat indah jadi tidak diragukan lagi bukan. Dan ia juga tidak perlu repot-repot menyusun rencana untuk mengalihkan perhatian.

"Bisakah kau menunjukkannya? Aku ingin melihat pertunjukkanmu"ujar Stella penuh semangat. Ia berfikir dengan begini berarti ia bisa berdekatan dengan Siwon.

Kyuhyun pun undur diri dan berjalan menuju panggung yang sudah diberitahu oleh Stella. Kehadirannya mengundang perhatian dari semua orang. Setelah mengatakan tujuannya dan meminta pada seseorang pemain piano yang sedari tadi memperlihatkan keahliannya memainkan piano untuk mengiringinya , dan berunding segala tetek bengek lagu.

Memberikan isyarat kepada Choi bersaudara bahwa inilah saatnya mereka menjalankan misinya yang ditangkap dengan baik oleh mereka. Setelah dentingan piano bergema ia pun mulai menunjukkan keahliannya. Lantunan suara yang indah nan merdu terlontar dari bibir tipisnya , menyanyikan bait demi bait lagu dari Don't Say Goodbye-Davichi.

Theorineun neoui ibseurul dari boaji cheoeum

Museun mal hal yeogo mal hal yeogo

Oh ~ tteumman deurineunji

Yegameun Seulpeun dari majneundan norae gasacheorom

Seolma anigetji anilkkeoya oh ~ anioyaman Dwaejiwa

Beolsseo neon nareul Tteo ni maeummajeo Tteo

Tuntuk mommajeodo tteonaneunde

Nan Molla jabeul Indah bangbeobeul membiarkan

Perawatan Nuga malhaejwoyo

Oneulbam Geu malmaneun melalui

Telepon cahaya beorigo menembak

Na maeumi apa gaseumi apa

Nunmul cha orayo

Ajigeun annyeong urin andwaeyeo

Neon yang deo yeoljima ibeul

Annyeongirago kata malhajima

Ia berhasil membius semua tamu dengan suaranya yang sangat merdu bahkan ia juga membuat kedua Choi bersaudara sempat tertegun ditempatnya tak menyangka bocah menyebalkan bagi mereka mempunyai suara yang begitu indah dan merdu. Tersentak setelah sepersekian detik , ini bukan waktunya bermain-main batin mereka.

"Oppa apa kau sudah memiliki yeojachingu?" Ujar Stella dengan nada manjanya.

"Belum"

"Ah jinjja? Apa aku.."

"Mian Stella dimana toiletnya?"

"Ah y-ye? Huft.. ada dibelakang , disebelah kanan tepat diseberang balkon"ujarnya sedikit kesal. Tanpa basa-basi lagi Siwon pun meninggalkan Stella yang masih memandang kepergiannya.

"Bagaimana denganmu oppa? Apa kau sudah mempunyai yeojachingu?"ujar Seulgi yang dengan sengaja dibuat sesexy mungkin tak lupa sedikit merendahkan gaun bagian atasnya, mencoba menggoda eoh? Ck.

"Maaf Seulgi-shi aku harus mengangkat telepon terlebih dahulu. Permisi"tanpa memperdulikan apa-apa lagi Kibum pun pergi.

"Y-yak oppa!"pekiknya.

Dengan otaknya yang cerdas mereka berhasil berkelit dari hadapan kedua yeoja menyebalkan dengan berbagai alasannya dalam waktu yang berbeda . Tak memperdulikan protesan dari kedua yeoja tersebut dan segera pergi meninggalkan mereka,mencari tempat yang aman untuk menjalankan misi. Setelah mendapat pesan dari para anggotanya yang telah berhasil melumpuhkan para petugas dikediaman keluarga Kim secara diam-diam.

.

.

Siwon pun bergegas menyamar menjadi seorang penjaga agar lebih leluasa menjelajahi seluruh ruangan guna menemukan lokasi tempat batu berlian itu berada. Beruntung ia telah mempelajari sudut-sudut ruangan ini setelah sebelumnya ia diberikan sebuah berkas oleh sang ayah. Ia pun dengan segera menuju lantai dua , terlalu beresiko jika melewati tangga utama. Beruntunglah ia bisa memanjat dengan mudah , perlahan dilangkahkan kakinya menuju balkon luar setelah sebelumnya memastikan keadaan. Berjalan lebih kepojok menuju pohon sakura yang berdiri kokoh.

Melompat dan memanjat itulah yang dilakukannya. Mendaratkan diri dengan mudah. Setelah memastikan kondisi ia pun melangkahkan kakinya tepat keruangan pribadi Tuan dan Nyonya Kim, sedikit lagi ia berhasil tiba didepan pintu. Tiba-tiba saja sebuah suara mengagetkannya.

"Mau apa kau?" ujar seorang namja berpakaian pengawal yang berdiri tepat didepannya.

"Aku hanya ingin memeriksa dan berjaga diruangan ini seperti perintah tuan Kim"setelah berhasil mengendalikan perasaannya , ia pun menjawab dengan tenang. Untung saja pencahayaan diruangan ini tidak terlalu terang sehingga menyusahkan orang lain untuk mengenalinya dengan cepat.

"Benarkah?"ujar namja itu ,sedikit menaruh curiga kepada Siwon. Rasanya ia belum pernah bertemu dengan sosok namja didepannya ini.

"Untuk apa aku berbohong"ujarnya seraya tersenyum tipis penuh arti ketika melihat salah satu anak buahnya telah bersiap-siap menembak namja dihadapannya ini dengan suntikan bius.

"Ba..akh.."Dan tak lama kemudian namja tersebut pun jatuh pingsan.

"Urus dia"titah Siwon yang diangguki oleh anak buahnya. Setelah itu dikeluarkannya sebuah kunci kamar berbentuk kartu super canggih ciptaan ia bisa berhasil tanpa persiapan bukan?. Sebenarnya kamar ini hanya bisa dibuka oleh kartu milik Tuan Kim sendiri. Kartu itu selalu dibawa kemana-mana olehnya. Maka dari itu Kibum pun membuat kartu duplikat itu demi memudahkan rencana.

Setelah pintu terbuka ,menyusuri seluk beluk ruangan dan diedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan. Dilihatnya sebuah lukisan besar tergantung indah didepannya , dengan entengnya ia menggeser letak lukisan tersebut dan terlihatlah sebuah tombol nomor yang bergantung. Setelah ia menerima pesan yang berisi kata sandi dari Kibum. Ia pun mencocokkannya. Setelah bunyi klik terdengar. Ia pun segera mengambil batu berlian itu dari dalam tembok setelah sebelumnya tiba-tiba saja tembok tersebut terpisah menjadi dua bagian dengan sendirinya. Tak ingin membuang banyak waktu ia pun segera membungkus berlian tersebut dan memperbaiki segala sisa-sisa perbuatannya. Cepat-cepat ia pergi meninggalkan kamar tersebut dan menemukan seorang kaki tangan kanan ayahnya yang menunggu dari luar. Diserahkannya kantong itu kepada namja tersebut yang dengan sigap diterimanya tak lupa memberi hormat kepada Siwon.

Jangan kalian berpikir ditempat ini tidaj ada sebuah CCTV lalu apa gunanya Kibum kalau begitu. Dengan kemampuannya Kibum berhasil menghack segala jaringan dan saluran CCTV sehingga segala perbuatan mereka tidak akan terekam sedikitpun. Siwon pun kembali ketempatnya semula, setelah mengganti pakaiannya seperti tadi. Ia pun melangkahkan kakinya untuk menemui Kyuhyun dan Kibum. Ditengah perjalanan, ia pun terpaksa menghentikan langkahnya saat dirasa seseorang telah menarik tangannya, dan ternyata itu Kyuhyun.

"Bagaimana?"

"Berhasil, dimana Kibum?"

"Dia ada diluar"

"Ayo kita kembali"

.

.

"Mengapa oppa lama sekali?"ujar Stella begitu dilihatnya Siwon dan Kyuhyun telah mendudukan tubuhnya tepat dihadapannya seperti semula. Setelah menerima pesan dari Siwon , Kibum pun menyusul. Tepat sebelum Siwon dan Kyuhyun tiba , ia sudah tiba terlebih dahulu dan menyibukkan diri dengan gelas berisi wine ditangannya.

"Mian tadi aku ada sedikit urusan dengan rekan kerjaku yang lain, kami sempat bertemu tadi"

"Apa oppa ingin wine lagi?"tawarnya.

"Tidak perlu , aku menyetir "tolaknya.

"Begitu ya"ujarnya dengan nada sedikit kecewa.

"Kibum oppa, apa kau ingin kue lagi?"tawar Seulgi.

"Aniya"ujar Kibum dengan singkat. Kyuhyun hanya berusaha menahan tawanya sedari tadi melihat segala perjuangan kedua yeoja tak tahu diri dihadapannya ini.

"Apa oppa menikmati pesta ini?"ujar Stella.

"Ne"

.

.

"Ahh leganya akhirnya kita bebas juga dari pesta membosankan itu"ujar Kyuhyun seraya merebahkan badannya dikursi mobil. Melupakan dirinya yang masih berpakaian wanita yang tentu saja dengan posisinya ini membuat pahanya terekspos. Entah bagaimana kondisi kedua Choi bersaudara ini. Tiba-tiba saja mereka merasa gugup untuk pertama kalinya.

"Perhatikan tingkahmu"ujar Siwon. Sebenarnya ia juga merasa lega sama seperti Kyuhyun , akhirnya ia bisa terbebas dari yeoja menyebalkan yang sedari tadi mengganggunya itu.

"Mwo?"cetus Kyuhyun cuek.

"Jalan saja hyung"ujar Kibum.

"Aiss jinjja kenapa panas sekali, aku hidupkan ac ya" ujar Kyuhyun. Dengan sedikit kesusahan ia mengarahkan tubuhnya kedepan guna menggapai tombol AC yang berada dimobil tersebut. Tak memperdulikan penampilannya. Sungguh Kyuhyun terlihat sangat sexy sekarang apalagi ditambah tetesan keringat yang membasahi wajahnya. Dengan tubuh bagian atas yang sedikit merendah kedepan memperlihatkan leher jenjang dan bahu putih mulusnya, lengan kanannya yang melingkar di kepala kursi Kibum. Sungguh pandangan yang indah. Entah kenapa hari ini terasa sangat berbeda bagi ketiganya.

"Kau kan bisa meminta tolong untuk menghidupkannya"ujar Siwon.

"Jinjja? Kenapa tidak kau katakana dari tadi saja pabbo!"pekik Kyuhyun .

"Jaga ucapanmu"

"Kau tidak berhak mengaturku"

Sungguh pemandangan yang langka , jarang-jarang salah satu Choi bersaudara bisa berbicara lebih dari beberapa kalimat dan mau meladeni orang seperti ini bahkan bertengkar. Entah kenapa melihat interaksi antara Kyuhyun dan kakaknya membuat perasaanya sedikit aneh. Namun ia memutuskan untuk mengabaikannya saja dan memejamkan matanya.

Anggota mereka memang sudah terlebih dahulu pergi agar tidak dicurigai. Ditengah perjalanan tiba-tiba saja ada beberapa mobil mengikuti mereka dan mencoba memblokade mereka. Dengan lincah dikendalikannya steer mobil bak pembalap professional , melajukan kendaraannya dengan cepat. Aksi saling salip menyalip pun tak terelakan. Merasa ini akan sedikit sulit , Siwon pun menepikan mobilnya sembarang arah.

"Kibum bantu aku menembaki mereka dan Kyuhyun kau yang menyetir" ujarnya seraya mengeluarkan senapannya. Membuka atap mobil dengan cepat. Tak lupa mengirim pesan kepada Leeteuk agar mengirim orang-orang untuk membereskan mereka.

Tanpa aba-aba mereka pun berganti posisi. Kibum dan Siwon yang menembaki orang-orang tersebut serta Kyuhyun yang kini mengambil alih kemudi. Sepertinya ini hari yang mengasyikan bagi Kyuhyun. Akhirnya ia bisa menunjukkan keahlian mengemudinya.

Tak beda jauh dengan Siwon , ia dengan lihai mengendalikan mobilnya , melaju dengan kecepatan diatas gesekan roda pun bergema dijalanan. Suara mesin yang mengelegar saling bersautan. Orang-orang yang mengejar mereka sepertinya kehilangan kendali atas mobilnya karena ditembaki oleh Choi bersaudara.

Sialnya Kyuhyun menemukan sebuah batang pohon yang roboh ditengah jalan namun dihiraukannya. Diinjaknya pedal gas lebih keras dan melompati batang pohon tersebut bak adegan slow motion. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan anggota-anggota mereka , setelah memberikan instruksi aksi bunuh diri pun terjadi , suara tembakan dimana –mana . Suara teriakan yang melolong. Beruntung mereka berada dikawasan hutan dan tidak ada penduduk yang bermukim disini. Sehingga tidak perlu khawatir dengan adanya aparat polisi.

Satu persatu orang-orang yang mengejar mereka pun tewas , ternyata mereka adalah orang suruhan klan Bleach. Pintar juga mereka. Namun tak perlu khawatir , besok dipastikan keluarga Kim hanya tinggal nama. Melihat itu semua Kyuhyun pun bersorak riang. Dan hari itu mereka lewati dengan penuh kenangan. Leeteuk menghampiri mereka tepat saat mereka menginjakan kaki dikediaman Choi dengan tergopoh-gopoh , memeriksa keadaan mereka satu persatu tak memperdulikan delikan dari tuan mudanya dan memeluk Kyuhyun yang berada dihadapannya. Perasaannya ketar ketir sedari tadi , syukurlah mereka semua selamat fikirnya kala itu. Namun kegiatannya terhenti setelah melihat penampilan Kyuhyun saat itu.

"Jangan bertanya"tegas Kyuhyun.

TBC

Gomawo buat semua reader yang udah sempet membaca , mereview bahkan memfollow cerita ini. Aku sangat menghargai kalian. Maaf bila terjadi kesalahan di FF ini atau ada beberapa kata yang terpotong. Jangan lupa review ya^^