Sakura lalu meninggalkan Shuu begitu saja. Membuat mata-safir indah Shuu, memandang jauh gadis yang baru menamparnya menghilang dibalik lorong, benar-benar membuatnya tak bisa berkata apa-pun. Beberapa orang jika mendengar tentang Vampir akan berteriak ketakutan atau lari kocar-kacir namun expresi Sakura justru berbeda dengan apa yang dipikirkan olehnya, Sakura gadis manusia yang tak takut dengan mereka dan melawan apa-pun yang mendekatinya. Berbeda dengan Yui yang berada dibawah kendali mereka dan dapat meminum darahnya bagai Wine, bergilir. Apa karna itu Sakura terlihat amat istimewa dimatanya, atau ada hal lain yang membawa gadis hingga Ayahnya membawa Sakura ketempat mereka.
"...Sakura.."
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
The Shadow Dark of Light
by
Lightning Shun
Note : Cerita ini mengambil beberapa unsur dari cerita aslinya dengan beberapa perubahan.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
PART
4
(Sudara)
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"..."Suasana nampak hening membuat Sakura tak beragumen apa-pun, saat perjalanan pulang dan malah sibuk dengan alunan music klasik dan buku ditangan, saat berada didalam mobil limosin, suara Ayato dan Raito yang memancing keributan dalam mobil benar-benar tak dihiraukan. Pengaruh pembicaraan tadi masih dirasakan oleh Shuu, hingga pemuda itu masih membayangkan kejadian tadi.
"Aku tak takut padamu sama sekali!, aku hanya cukup terkejut mengetahui kau ini mahluk apa dan tempat yang kutinggali itu,"
"Ayah kalian juga memerintahkan aku tinggal dengan kalian bukan untuk jadi makanan kalian, namun untuk sekolah, walau aku agak kesal ternyata dia menyembunyikan ini dariku,"
"Dan Soal kalian itu Vampir aku tak peduli anggap saja aku manusia yang tak tahu apa-apa dan numpang diMasion kalian sampai aku lulus,"
Sakura benar-benar gadis yang tak bisa dipahami olehnya, banyak orang yang akan ketakutan saat identitas Mereka terbongkar, namun Sakura Haruno adalah pengecualian, manusia biasa akan berpikir dua-kali jika diposisi Sakura untuk memilih kabur.
"Ne Sakura mengapa wajahmu sangat pucat?!,"Pertanyaan yang datang dari Yui mampu membuat Sakamaki-bersudara terdiam dan memandanginya, sementara Sakura menghelah nafas sembari memandang kelopak ruby Yui dengan mata Jadenya lewat ekormatanya.
"Aku tak apa-apa! Aku agak kelelahan dan sedikit Anemia,"Ucap Sakura menjeda nafas pendek lalu ekor matanya memandang Shuu dengan dingin layaknya ingin menguliti sang pemuda bersurai pirang tersebut(?), nampaknya pemuda dari Sakamaki tertua itulah penyebab dari keadaan Sakura sekarang, dan mood yang tak enak nampak terlihat dari Sakura Haruno.
"Apa aku terlalu mengisap darahnya terlalu banyak,"Shuu memandang Sakura dengan menyengitkan alisnya namun tidak begitu kentara, lalu membuat semua Sakamaki minus (Naoto) nampak memperhatikan Keadaan Gadis berambut Softpings tersebut. Naoto nampak tersenyum cerah lalu mengambil sesuatu dari balik sakunya lalu tampa meminta izin pada Sakura dan Yui terlebih dahulu, meletakan benda itu dipangkuan kedua gadis itu.
"Ah! Ini?!,"Yui menaikan alisnya memandang sebuah benda Kotak diatas pangkuan Sakura, mau pun pangkuan Yui. Sekotak susu-putih rendah kalori dan penambah sel darah merah.
"Tadi aku menemukan alat pengambil minuman saat jam istirahat, awalnya aku ingin minum Ice-coffy malah dapat dua susu itu karna salah tekan tombol,"Ucap Naoto ceria. "Jadi dari pada mubazir kuberikan pada kalian berdua!, kalian tak keberatankan?,"Ucap Naoto dengan nada Ceria, sementara keluarga Sakamaki memberikan aura tak menyenangkan untuk Naoto, akan tapi tak dipedulikan oleh Naoto sendiri.
"Terimakasi,"Ucap Yui, sementara Sakura ikut mengangguk dan sedikit membungkukan bahunya.
"Sama-sama ^^,"Ucap Naoto tersenyum senang.
Sakura lalu membuang padangan dari yang lain lalu ia mengambil minuman kotak lalu meminum tampa ragu, rasa sensasi manis pada minuman membuatnya nampaknya sedikit mengembalikan mood baiknya yang hilang, tampa menyadari seulas senyuman samar nampak terlihat diwajahnya tampa disadari oleh Sakura, sementara Sakamaki-bersudara nampak melongo dan terpanah memandang kejadian cukup langka dari gadis bersurai Softpingk tersebut, namun minus Naoto yang tak tercengang dan hanya cengar-cengir dari tadi.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"Are?! Lagi-lagi,"
Sakura nampak termenung mendapati dirinya berada dilokasi yang sama, dimana dia berdiri disebuah tanah, dengan sebuah tangkai pohon yang jika diperhatikan semakin tumbuh berkembang.
Demi Tuhan disurga yang Suci
Dirimu yang bagai cahaya yang terbias indah.
Dirimu yang memberikanya sebuah Muhzizat
Membuat semua tersiar dengan cahayamu.
Kau berikan 'Aiden' Kami tempatmu
Kau berikan dan memberikan sebuah pondasi pada kerajaanmu.
Kau beri dia, sebuah kasih sayang dan takdirmu.
Demi sosok Eve sang pencari Adam.
Sakura memandang penuh terkejut mendengar, gumaan yang entah datang dari mana, suara itu nampak terdengar dari berbagai sisi, bola mata Sakura lalu mendelik kedepan menemukan Yui nampak tertidur tak jauh dari tangkai pohon itu.
".Yui."
Sakura mendekati Yui dan menguncang-guncang sedikit tubuh gadis itu, namun Yui masih tak bergeming untuk terbangun dipangkuan Sakura.
"AIDEN"
Suara keras semakin membuat Sakura panik lagi-lagi nama itu terasa terdengar memenuhi kepalanya membuat ia kesakitan, tangan kiri Sakura mencengkram kepalanya karna rasa nyeri yang amat sangat, terakhir yang dia lihat hanya sosok berjanggot tua, dengan kepala plontos, berjubah abu-abu, dan mengenggam sebuah trisula dengan tubuh Raksasa sudah muncul dihadapan Sakura, dan seketika pandangan Sakura mengelap.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"Annngg...!," Bola mata lemah, Sakura nampak terbuka, sembari mengumpulkan kesadaranya Sakura mengeliat diatas Kasurnya, bibirnya tercekat saat ia menginggat mimpi anehnya yang lagi-lagi mengusiknya.
"Futatabi yume!, K-Kuso!,"Decaknya sedikit kesal, sembari mengusap dahi lebarnya keras. Bola mata gioknya nampak mendesah penuh bosan.
"Ada apa Cherry-chan,"bola matanya membesar saat mendengar sebuah seruan terdengar tepat disampingnya, memandang disampingnya ternyata seorang pemuda dengan telanjang dada tidur sampingnya dan itu adalah-.
"Raito,"Balas Sakura dingin sembari menaikan alisnya tegak sebelah saat, lelaki bersurai merah itu nampak tersenyum manis, lalu memeluk pinggang Sakura hingga keduanya dalam posisi baring diatas satu ranjang, sejak kapan simesum itu ada diatas ranjangnya dan telanjang dada.
"Maaf membangunkanmu Cherry-chan,"Ucap Raito dengan manjanya dan memeluk erat, Sakura dengan gemas layaknya sesosok guling empuk nan berbulu, jujur membuat Sakura memandang kesal sekaligus risih, namun bola mata tercekat saat Raito secara tiba-tiba menjilat leher jenjang Sakura.
"Sawaruna Hentai!,"Ucap Sakura kesal dengan tindakan pelecehan yang Raito lakukan bersamaan sebuah benda pecah yang terlempar langsung keluar kearah Raito, tepatnya kekepala pemuda tampan itu.
THAAAANNNNGGGGSSS!
Suara penuh kegaduhan nampak tersiar siang buta membuat sebagian Pelayan yang sedang mengatur kebersihan area terdekat kamar Sakura amat terkejut mendengar suara keras, bersamaan suara gemuru kencang membangunkan para pria keluarga Sakamaki dari tempatnya(?).
Sakura berdecak ria dengan amat kesal memandang Raito yang masih tersenyum polos kekanakan, dengan kondisi ruangan nampak berantakan layaknya seperti kapal yang siap dirobohkan, dengan tatapan mesum Raito masih terpantri diwajahnya, benar-benar membuat Sakura kesal dan moodnya semakin kesal menjadi-jadi.
BRAAAAKKK!
"Sa-sakura-chan,"Ucap Yui memasuki kamar dan memandang penuh Horror dengan wajah Sakura yang sudah penuh dengan raut kesal tengah menyilangkan tangan disamping pinggang, dan juga kondisi kamar yang hancur. "Apa yang terjadi disini?!,"Ucap Yui terkejut bukan main.
"Apaan ini, Sakura,"Jawab Ayato Horror sementara Sakura memandang Ayato dan pandanganya malah teralih apa Reiji, yang diikuti oleh para sudara yang lainya.
"Seorang lelaki mesum tiba-tiba datang keatas kasurku dan membuka bajunya,"Ucap Sakura cetus, sementara baik Yui, Kanato, Ayato, Naoto memandang Raito sembari menghelah nafas dan tatapan tak-suka datang dari Reiji, Subaru dan Shuu nampak memandang Raito tajam.
"Hentai,"Ucap Kanato dengan pandangan malas.
"Penyakit kelamin,"Jawab Subaru pelan dan namun penuh kekesalan.
"Tenang saja aku hanya ingin bermain denganya!,"Ucap Raito.
"Be-bermain katamu?!,"Tanya Sakura tajam, sifat liar Sakura dan tenaganya yang kuat benar-benar membuat semua lelaki tampan dikeluarga itu hanya mengedutkan alisnya bingung, perkelahian Raito dan Sakura nampak seperti perkelahian antar suami istri diujung tombak-perkawinan.
"Baiklah aku akan meminta pihak pelayan merapikan kekacauan disekitar,"Ucap Reiji.
"Kau tak apa-apa! Sakura?,"Tanya Yui lalu langsung mendekati Sakura sementara Sakura hanya mengangguk seolah mengiyakan.
"Oi Raito kenakan bajumu,"Ucap Ayato melempar baju, pada Raito.
"..."Hal ini membuat Shuu tak dapat berargumen apa-apa, namun secara tiba-tiba getaran ponsel pribadinya berbunyi, membuat seluruh pandangan mahluk disana nampak memandanginya, siapa yang menelpon Shuu, perasaan pemuda bersurai pirang itu tak memiliki sahabat atau rekan dekat, jadi tumben-tumbenan jika dia mendapat telpon.
"Dari siapa Shuu?,"Ucap Kanato, sementara Shuu hanya menghelah nafas datar, memeriksa hpnya dan menemukan number tampa nama disana.
"Halo,"Panggil Shuu datar, menerima panggilan ponsel namun selang beberapa detik dia mengenal sebuah suara yang nampak dikenalinya. "Ah baiklah, kau akan berbicara denganya,"Ucap Shuu lalu melirik Sakura, pemuda itu nampak berjalan mendekatinya lalu mengulurkan ponselnya pada Sakura. "Ada yang ingin bicara padamu,"Ucapnya.
"A-aku?!,"Jawabnya menaikan alis.
"Iya telpon ini untukmu,"Ucap Shuu, lalu Sakura mengambil telpon itu dan menempelkan alat telekomonikasi itu ditelinganya.
"Ya, Aku Sakura,"Ucap Sakura dan menunggu respon dari panggilan telpon sebrang.
[Sakura, ini aku]
"Anda?,"
[Syukurlah bagaimana keadaanmu disana, apa semua baik-baik saja?]
"Semuanya,"Sakura menghelah nafas lalu memandang para pemuda disana, dan berakting seolah ia tak tahu apa-apa prihal mereka, ya meski Sakura ragu-ragu bertaruh, bisa saja Shuu sudah bilang pada semua pada para Saudaranya jika Sakura mengetahui rahasia mereka, bahkan Ayahnya yang ternyata seorang Vampir. "Nampak biasa saja,"Ucap Sakura kalem.
[Maaf aku sebenarnya, ingin sekali berbincang banyak hal padamu tapi aku tak bisa meninggalkan banyaknya urusan disini kuharap kau mau mengerti]
"Aku tak masalah,"Jawab Sakura.
[Dan prihal kebakaran itu, kami belum menemukan pelakunya, jadi apa kau menerima permintaanku menjadikanmu Putri tetapku?] Bola mata Sakura membulat pasti, dan hanya terdiam sempurna, tampa argumen apa-pun. [Aku akan mengurus surat-surat asuhmu, jika kau bersedia, kau akan jadi putra tetapku]
"Aku mengerti, aku akan memikirkanya dulu,"Sakura lalu mengembalikan ponsel milik Sakamaki tertua, namun karna sedikit limbung, Shuu menangkap tubuh Sakura lalu membawanya dalam gendonganya.
"Anata wa nanidesu ka?,"Tanya Sakura.
"..."Shuu tak berargumen sama sekali, malah berjalan keluar menuju kamar Yui.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
Bola mata terjembab lelah, setelah insident yang dibuat Raito yang menjengkelkan itu, Yui memaksa Sakura untuk bermalam dikamarnya, dan ia memutuskan untuk mandi dikamar mandi Yui, pasalnya kamarnya sedang dibersihkan dari pecahan pecah dan beberapa barang yang hancur dan tak-layak huni(?). Suara gemersik air dari pancuran Shower mendera tubuh Sakura yang telanjang, uap-uap dingin nampak memasuki pori-pori tubuhnya membuatnya merinding.
Pikiranya kembali melayang pada kejadian disekolah tadi, saat Shuu mengecap darahnya, Sakura tak habis pikir jika nanti benar jika dia menerima tawaran Ayah Sakamaki bersudara, masalah yang akan ditimbulkan akan memperkeruh hidupnya atau tidak dan, lalu dapat mengancam keselamatnya.
"Uhk!,"Jerit Sakura Frustasi mencengkam rambut Softpingk, bola matanya fokus pada pantulan kaca dihadapanya, bola mata dingin giok kehijauan Sakura merengkuh lelah.
"Sa-Sakura,"Panggil sebuah dan itu adalah Yui yang masuk tampa permisi kekamar mandi, dan membawa sebuah handuk.
"Ah!,"Sakura memandang kebelakang memandangi wajah Yui terdiam dengan pandangan membulat memandangi punggung Sakura, tak ada ungkapan apa-pun dari mulut keduanya saat Sakura menyadari apa yang tengah Yui perhatikan.
Yang ternyata dilihat oleh Yui adalah beberapa guratan lebar ketana, yang menjalar dipunggung Sakura, selain itu terdapat banyak bekas-bekas luka irisan yang menghitam, dan tak pantas terdapat dipunggung seorang gadis.
"S-sakura luka itu?,"Ucap Yui.
"Kau takut pada bekas luka ini?!,"Tanya Sakura menundukan wajahnya. "Apa aku tampak begitu menjijikan , dengan luka dipunggungku,"Tanya Sakura datar.
"..."Sementara Yui hanya terdiam, Sakura terdiam saat memandang Yui, lalu membuang pandangan, Sakura tak tahu apa yang dipikirkan sigadis pirang itu sekarang, namun Sakura sudah mengambil sikap menarik diri dari awal, ia juga sudah mencoba menjauh namun gadis itu tetap mendekat dan berusaha jadi temanya, dan kini gadis itu melihat luka memalukan dipunggung Sakura pasti akan menarik diri, Sakura sudah terbiasa menerima hujatan dari anak panti ditempat tinggalnya sebelumnya, membuat Sakura memutuskan menarik diri dari siapapun yang berniat mendekatinya.
"Sekarang keluarlah nanti kau terkena air, dan terimakasi handuknya taruh saja disana,"Ucap Sakura berbalik.
"Tidak begitu!,"
"Eh?,"
"A-aku tak berpikir begitu..hings!..hings!.."Ucap Yui dengan menundukan wajanya, mendengar Suara memberat dan terbata, bersamaan air mata keluar menerobos puppil Rubynya.
"H-hoi,"
"Ma-maafkan a-aku..higns..higns!,"Ucap Yui membuat Sakura menatap dengan raut bingung.
"C-Cotto,"
"HUAAAAAAAA~"Suara keras Yui terdengar amat sangat keras, dengan air-mata keluar merembes menerobos dan jatuh dipipinya dari membuat Sakura terbingung tak jelas.
"Oi! Jangan menangis begitu, aku tak mau dikira orang melukaimu, dan membiarkan para pemuda itu mendobrak pintu lalu melihatku tak berbusana seperti ini"Ucap Sakura nampak gagap dan sedikit panic melihat gadis berambut pirang itu masih menangis namun suaranya sedikit dipelankan.
"Aku tak ingin kau membenci aku, aku ingin kau jadi sahabatku, itu saja hueeee~,"Ucap Yui.
"Baiklah-baiklah!,"Ucap Sakura menghelah nafas, putus asa.
"aku tak membencimu sama sekali tidak,"Ucap Sakura membuang muka. "Aku hanya tak ingin kau tak nyaman dengan keadaanku,"Ucap Sakura.
"SAKURRAAA!,"Ucap Yui dengan airmata berderai, dan memeluk Sakura yang kondisinya masihlah telanjang bulat.
"UAAAAHHH APA YANG KAU LAKUKAN!,"
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"Kau itu nekat sekali Yui, untung hanya baju yang basah, bagaimana jika kau terpeleset juga,"Umpat Sakura, memarahi Yui atas kejadian dikamar mandi.
"Goomene Sakura,"
"Tak apa-apa?!,"
"Apa? luka ini kau dapat dari penyiksaan diusia 3 tahun,"Ucap Yui.
"Ya!,"Ucap Sakura ringan sembari menghelah nafas, kini dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang Yui, lalu memutuskan bercerita. "Ya! Tak banyak yang aku ketahui sejak kecil, yang aku adalah seorang anak yang dijual keperbudakan dan menjadi anak yatim-piatu bahkan tak punya keluarga, aku yang jatuh pada satu tuan - ketuan yang lain,"Ucap Sakura memandang dengan pandangan menerawang kelangit-langit kamar. "Sampai aku, dirawat sebuah panti asuhan yang juga menjadi tempat perawatan dan akhirnya aku dipindahkan kemari karna panti asuhan itu terbakar.,"Jawab Sakura
"Sama denganku!,"Ucap Yui sembari tersenyum pedih, aku anak tampa orang-tua dan keluarga, aku juga tak banyak mengingat kehidupanku saat aku masih kecil, atau beberapa banyaknya teman saat aku memilikinya,"Ucap Yui tersenyum polos. "Nee~Sakura maukah kau jadi Sudaraku?!,"Ucap Yui.
"Sudara?!,"
Sakura kembali mengejanya, dia tak percaya dengan apa yang ia dengar, dia pernah mengharapkan sesuatu atau apa-pun, dalam lingkunganya, apa lagi sosok Seorang 'Sudara'. Karna menginggat semua yang dialaminya dimasalalu lebih dari kata 'buruk', membuat ia membenci dunia, dan terkadang membuatnya menjauh dari siapa-pun, atau tak perduli dengan apa-pun.
"Sakura!? Kau mendengarkan apa yang kau kukatakan?,"Panggil Yui, lalu memandang Sakura yang entah terlihat melamun, gadis bersurai pirang ikal itu, lalu mengibas-ngibaskan tanganya, hingga Sakura tersadar.
"Ah ia tentu aku dengar,"Ucap Sakura datar. Lalu memasang wajah datar kembali, untuk menyamarkan wajah bersemunya. "Ba-baiklah,"Ucap Sakura membuang muka, setidaknya batin kecil mengatakan ia tak akan sendirian, namun ada sisi dimana dia berharap ini akan menjadi hal untuk selamanya.
TOK! TOK! TOK!
Suara ketukan kamar pada kamar Yui nampak terdengar, membuat Sakura dan Yui menoleh, mendapati pintu kamar terbuka lalu menampilkan Reiji disana memandang kedua gadis disana. "Kenapa rambut kalian berdua basah, apa kalian bersama?!,"Pertanyaan aneh itu membuat Sakura dan Yui hanya menaikan alis yang mengkerut.
"Lantas ada masalah apa?, jika kami mandi bersama,"Tanya Sakura datar."Ya akan aneh jika masalah kaulah yang sebak-mandi denganku,"Ucap Sakura datar.
Bola-mata Reiji yang memandang diawal-awal, langsung membulat dan kedua pipinya nampak terlihat bersemu merah bak buah apel yang setengah matang, "A-Apa yang kau,"Ucap Reiji sedikit terbata.
".."Sakura terdiam, siapa sangka ternyata Sakura bisa bercanda juga, meskipun ia masih memberikan tembok amat datar yang masih sulit untuk ditembus.
"Memang ada apa Reiji-kun,"Tanya Yui.
"Kami semua menunggu kalian untuk makan,"Jawab Reiji datar, nampaknya pemuda berkaca-mata sudah bisah mengendalikan diri.
"Hihihihi.."Ucap Yui terkikik geli.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
Suasana santai, di ruangan makan keluarga Sakamaki, nampak tenang-tenang saja bersamaan terkumpulnya para lelaki muda dikeluarga ini terlihat, Ayato, Kanato, Shuu, Subaru, Raito terkecuali Reiji, Sakura dan Yui yang belum menuju ruang makan.
"Halo semua,"Ucap Yui.
"Oh hai bich-chan umm...Cherry-chan,"Panggil Raito sembari tersenyum tampan, sementara Sakura dan Yui tak mengubris sapaan itu dan mendapatkan tepat kosong untuk makan.
"Itada-kimass,"Ucap Sakura pelan, lalu memakan Salad dipiringnya sendiri, dengan tenang, sementara keheningan mekan bersama saat suara Ayato mengusik suasana.
"Oii kue-susi?,"Panggil Ayato menatap Yui, membuat Yui sedikit mengidik, saat Ayato langsung memegang bahu. "Sekarang Moodku sedang tak senang, jadi aku mau, Berikan aku darahmu padaku!,"Ucap Ayato memandang dengan senyuman seringai, melihat pemandangan itu membuat Sakura membulatkan matanya.
"Tapi?,"Wajah Pucat dan ketakutan tergambar sangat dari wajah Yui, saat Ayato lalu menarik Yui dengan kasar dan hampir merobek bagian baju atasan dan memperlihatkan leher jenjang Yui.
"Oi-oi Ayato hentikanlah bukankah tadi pagi kau sudah puas, meminum darah Yui sampai ia pingsan,"Ucap Kanato
"Makanya aku datang pada Cherry-chan, dan mencari kehangatanya,"Ucap Raito
"Hentai,"Ucap Subaru.
"Apa maksutmu?!, perduli setan!"Ucap Ayato kesal lalu menarik Yui kasar, dan mengarakan sebuah taringnya pada leher jenjang Yui.
STING!
TEP!
Bola mata Ayato membulat karna sesuatu menghentikanya, sebuah garpu tajam nampak menancap pada lengan tanganya hingga rembesan kecil mengeluar dari sana, dan pelaku pelemparan adalah Sakura sendiri. "Hentikan perbuatan bodoh ini, vampir rendah,"Ucap Sakura emosi.
"Oh jadi kau sudah tahu kami siapa?!,"Tanya Ayato dengan menyeringai, .
"Apa keluargamu yang seorang Vampir bangsawan, tak tahu cara Tatak-ramah terhadap seorang perempuan,"Ucap Sakura.
"Oh jadi kau tahu tatak-ramah, berani juga manusia-ternak rendah ini pada kita,"Ucap Raito sadis.
"Kau pantas mendapat pelajaran dari ucapanmu itu?,"Jawab Kanato datar memandang Sakura, sebagai penghinaan.
"Oh jadi kalian menganggap aku ternak ya?, tapi jika kalian, anggap manusia adalah mahluk rendah ternak dan tak berharga, berarti kalian juga sama rendahnya dengan manusia, karna kalian menyantap darah manusia,"Jawab Sakura tak kalah Sadis.
"KAU!,"
"Sebaiknya kita minum darah gadis itu,"Ucap Raito mulai menghasuti sang sudara.
"Aku juga merasa penasaran,"Ucap Kanato.
"Cukup Ayato! Kita sedang makan dan berhentilah membuat onar, dimeja makan,"Ucap Reiji membuka suara, namun tak diendahkan oleh Ayato, yang semakin terpancing oleh Raito, Reiji tak mau masalah kemarin terulang kembali.
"Aku menolak dan satu hal lagi aku bukan ternak kalian,"Cicit Sakura kian meninggi.
'Kau menolaku,"Jawab Ayato Kasar, memandang Sakura semaki kesal saja, lalu mendekati meja dimana Sakura duduk dan belum menganti posisinya.
"Menjauhlah,"Sakura membulatkan matanya, raut kesal dengan hawa membunuh mengeluar dari Sakura, memandang delik mata pada Ayato yang sangat tak sopan, bahkan saat acara makan Sakura selesai. Hawa tak menyenangkan benar-benar membuat mereka kesal, aura suram nampak mengeluar dari berbagai sisi, sementara Reijii masih berusaha menahan amukan sudaranya namun kekeras kepalaan sudaranya dibatas maksimal, justru yang tak melakukan apa-apa hanya Shuu, Naoto dan Subaru yang hanya diam ditempat masing-masing, sampai sebuah suara menyapa mereka.
"A-ayato-kun\S-sakura-chan,"Panggil Yui gugup.
"Oi-oi kalian ini kenapa sih, padahal sudah ada Eve yang menjadi mangsa bergilir kalian, tapi darah Sakura masih membuat kalian mengila begitu, dasar tak ada puas-puasnya,"Ucap Naoto santai.
"Eve," Bola mata Sakura membulat sempurna saat nama itu terucapkan oleh Naoto, rasa nyeri dikepalanya seolah melunjak kepermukaan, dan ingatan serta mimpinya seolah bangkit kembali.
"CUKUP MAKANLAH - MAKANAN KALIAN DAN BERHENTI MENGACAW,"Suara kasar Shuu terdengar menyalak tinggi menghentikan segala keributan yang ada disekitar, bahkan Kekacawan Ayato dan Raito ternyata langsung menghilang begitu saja, sementara Sakura mendengkus dan kembali kearah makananya tak perduli dengan hawa menyebalkan dihadapanya.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
PERPUSTAKAAN
"Sakura,"Sebuah suara terdengar datar, membuat Sakura menoleh mendapati Reiji disana sedang berdiri diambang pintu. "Apa yang kau lakukan disini,"Tanya Reiji.
"Ah apa disini dilarang untuk! Dimasuki?,"Tanya Sakura pada Reiji lalu lelaki itu mengeleng pelan.
"Tidak juga! Hanya saja jarang bagi sudaraku memasuki ruangan ini, terkecuali Shuu,"Ucap Reiji.
"Ah begitu! Aku hanya merasa bosan setelah beberapa hari ini trus berada dikamar, dan kuputuskan untuk jalan-jalan lalu menemukan sebuah perpustakaan,"Ucap Sakura.
"Ya itu sangat logis sebagai alasan,"Ucap Reiji lalu mendekati sebuah cawan the disebuah meja, disana terdapat pot-water, beberapa tempat the seduh, botol gula batu dan terbuat dari keramik dan antik. "Mau the?!,"Tanya Reiji melirik gadis bersurai softpink dibelakangnya.
"Tentu, asal tak ada racun didalamnya,"Ucap Sakura.
"Tentu Saja,"Seulas senyuman diwajah sinis nampak kentara diwajah Reiji terlihat
Ting! Suara dejit cangkir terdengar didalam ruang, Sakura membiarkan dirinya duduk disebuah sofa empuk perpustakaan dan sementara Reiji menyajikan dua the pekat hitam didalam Cangir untuknya dan Sakura,
"Minumlah,"Ucap Reiji memandang Sakura.
"Terimakasi,"Sakura meraih cangkirnya, dan nyerumput sedikit demi sedikit, sembari membaca buku dengan tenang, bersama Reiji yang juga menikmati menuman kesukaanya.
"Reiji?!,"Panggil Sakura datar.
"Saat diruang makan kalian menyebut tentang Eve, apa maksutnya,"Tanya Sakura datar.
"Apa kau lumayan, penasaran soal itu?,"Tanya Reiji menyengitkan alisnya tajam.
"Mungkin! Soalnya aku pernah membaca beberapa buku tentang kisah-kisah klasik,"Jawab Sakura.
"Begitu?!,"Tanya Reiji menyengit.
"Ya!,"Ucap Sakura, lalu menyeremput tehnya.
"Haruskah aku cerita padamu, kau masihlah baru disini,"Jawab Reiji dengan nada Starkatis.
"Tak masalah bagiku jika kau tak ingin menceritakanya,"Ucap Sakura datar lalu memandang kembali kearah buku yang dibacanya, sementara Reiji menghelah nafas berat dengan nada tertahan.
"Eve dibutuhkan oleh Vampire sebagai pendamping sosok terkuat dalam setiap class darah murni, makanya Yui dibawa kemari sebagai penganti salah satu dari kami,"Ucap Reiji.
"Ah jadi begitu!,"Ucap Sakura datar. "Ne- Reiji?," Panggil Sakura.
"Apa kau pernah mendengar soal Aiden?!,"
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
Suatu Hari
Sebuah Kisah tentang dunia dewa
Terdapat sebuah wilayah yang dilarang oleh sang maha-kuasa.
Sebuah tempat dimana disana terdapat
Sebuah pohon yang memiliki buah larangan.
Karna terdapat larangan dan dikutuk
Sang raja Dewa langit untuk menjauhkan semuanya dari apa-pun.
Dan mengutus seorang dewi
Sang dewi dipinta menjaga tempat seumur hidupnya
Namun
Sebagai sosok dan mahluk yang juga memiliki batas
Sebagai sosok yang juga memiliki, jiwa abadi.
Sang dewi juga memiliki, rasa dimana ia merasakan
Namanya hidup dalam 'Rasa kesepian'
Suatu hari ia membangkang Dewa.
Dan keluar dari zona lingkungan sang pohon demi kebebasan, yang diimpikanya.
Namun hal itu diluar dari apa yang seharusnya diinginkan.
Gara-gara kelalaianya sebuah Buah yang harusnya
Tak boleh disentuh, dimakan oleh manusia yang tinggal di alam eden.
Mereka Adam dan Eve.
Yang membuat kedua insan harus menanggung akibat perbuatan serta dosa yang dilakukan.
'KUKUTUK ENGKAU! WAHAI EDEN!,'
'KALIAN BERDUA AKAN KUJATUHKAN KEDUNIA, DAN DIALAM BERBEDA!'
Suara sang Dewa Langit begitu murka, dan akhirnya menjatuhkan hukumanya, dan memaksa sang Eve pada akhirnya mencari Adamnya.
Lalu bagaimana dengan Sang dewi
(Narator hanya tersenyum dengan pahit)
Sang dewi mendapatkan Hukuman dengan terkurung dalam Pohon kehidupan, dan terpenjara selama-lamanya.
Dan menerima sebuah takdir satu-lagi.
"Begitulah kisah Aiden! Tak banyak yang mengetahui tentang Kisah Aiden,"Jawab Reiji.
"Apa maksutnya menerima takdir satu-lagi,"Sakura menyengit, dengan alis yang mengkerut.
"Aku tak tahu! Tak banyak buku prasejarah, prasstisa, massegs, tentang cerita mitos itu,"Jawab Reiji.
"Aku cukup heran mengapa kau begitu, memikirkan kisah klasik itu?,"Tanya Reiji, sementara Sakura sembari memejamkan matanya.
"Hanya penasaran,"Ucap Sakura membuangan pandanganya, kembali pada deretan huruf-huruf.
Reiji menghelah nafas pelan, dia tak mengerti dengan jalan wanita softpink itu tak-mudah, baginya untuk menebaknya, Reiji tahu jika Sakura, semakin didekati maka banyak hal baru bahkan tak pernah dibayangkan untuknya.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
Hutan yang basah diterpa hujan, nampak membasahi sebuah Masion bergaya Italia, dengan tiga tingkat lantai dengan diameter yang sangat luas, bisa dianggap seperti layaknya rumah peristirahatan raja-raja zaman dahulu, atau bahkan kaum bangsawan, Terlihat seorang lelaki tampan nampak memandang rintikan hujan dari kaca jendela, pandanganya memandang kosong seolah hatinya tak diraganya, melainkan ditempat lain.
"Aku tak ingin kau lari dariku, dan aku tahu jika kau ada didunia ini, sekali kita berjumpa aku tak akan melepaskanmu,"Suara seseorang nampak terdengar dari sosok lelaki tampan, dengan panjang sebahu dengan diikat long-hair, mengenggam sebuah leontin dari Cristal bertahtakan perak.
"Aku masih menantikanya?!,"Seulas pertanyaan nampak terdengar dari pemuda lainya memasuki ruangan itu. Sebuah ruangan lumayan luas, dengan dekorasi merah, dipercantik dengan beberapa rak buku dari kayu, sebuah sofa ruberica dari kain wol terbaik, dan juga perapian.
Lelaki berambut BlackRavend dengan rambut Emo-stails, nampak amat memandangnya cetus.
"Hai, watashi wa sonohi ga kuru, tanoshimini shite imashita,"Ucap Lelaki itu nampak dingin, dengan sinar sendu dimatanya.
"Itachi,"Panggil lelaki itu datar.
"Aku tak akan meminta apa-pun selain aku bisa menemukan 'Dia',"Ucap Lelaki yang ternyata bernama Itachi hanya memandang datar, pada pemuda itu. "Jadi kumohon Sasuke,"Ucap Itachi pada Sasuke.
"Oh rupanya kalian disini?!,"Sosok seorang lelaki bersurai Putih, dan mengenakan masker, dan seragam tentara hitam memasuki ruangan itu, menatap Itachi dan Sasuke secara bergantian. "Tak biasanya kakak beradik, seperti kalian ngobrol berdua dengan akur,"Ucap lelaki itu.
"Hentikan itu Paman Kakashi,"Ucap Sasuke, cetus dan membuang muka dari Kakashi.
"Ada apa paman menemui kami dimasion keluarga Uchia?!, apa ingin mencari Ibu dan Ayahku?"Tanya Tanya Itachi.
"Bukan!,"Lelaki bersurai Putih itu nampak mengeleng kecil, lalu memandang keduanya dengan Serius. "Hyuugake no yosoku gade kite ita, watashi wa tokuni anata itachi, kimitachi o kōshin kimasu ,"Jawabnya datar.
Bersambung
Jumat 6Mei 2016
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
Author Note : Haloo minna apa kabar kalian semua! Ya kali ini saya muncul kembali dengan lanjutan cerita ini, saya harap sesuai dengan apa yang kalian harap, btw saya sudah mengumpulkan Fote yang diminta di part kemarin, jadi saya, mendapatkan jika banyak yang pm saya dan juga di Facebook, ingin si-itachi muncul jadi yang muncul disini Fix itachi yang muncul dipermukaan, dan akan apa hubunganya dengan cerita yang sedang digarap ini, akan terima jawabanya di part selanjutnya...good bye minna!
~Apa yang kau lakukan : Anata wa nanidesu ka?
~Lagi-lagi mimpi itu! S-Sial! :Futatabi yume!, K-Kuso!
~Ya, aku memang menantikan, hari dimana itu akan datang : Hai, watashi wa sonohi ga kuru, tanoshimini shite imashita.
~Hyuugake no yosoku gade kite ita, watashi wa tokuni anata itachi, kimitachi o kōshin kimasu : Ramalan dari keluargan Hyuga sudah masuk, aku datang mengabari kalian, terutama untukmu Itachi,
