Haloo lagi

Sebelumnya aku mau nyampein maaf banget buat yang gk puas sama ff ini gara-gara terlalu pendek

Aku masih baru dalam dunia per-ff-an jadi masih newbie lah.

Chapter ini masih anget kok wkwk baru aja aku ketik.

Maaf lagi yaa emang Chapter ini pendek soalnya aku lagi sibuk nyiapin UAS

Padahal UAS nya udah besok.

Tapi aku janji kok kalo UAS ku udah selesai, aku pasti update dengan Chapter yang lebih panjang

.


Pada akhir pekan Chanyeol berkunjung ke tempat Baekhyun bekerja. Letaknya hanya satu blok dari toko buku yang jauh hari menjadi tempat Chanyeol menemukan Baekhyun. Kedai tersebut sangat ramai akan pengunjung. Dapat ia lihat Baekhyun yang sedikit kewalahan menangani pembeli yang rela berdesakan hanya untuk memesan Ramyun di kedai dimana Baekhyunbekerja.

Chanyeol mengamati dari jauh bagaimana sempurnanya paras cantik Baekhyun walau hanya dilihat dari kejauhan. Kemudian Chanyeol memanggil salah satu pegawai lalu membisikkan beberapa patah kalimat yang membuat pegawai tersebut mengangguk mengerti.

"Terima kasih"

Pada jam kerjanya telah selesai Baekhyun mengambil tas jinjing dari loker dan berniat untuk pulang namun ditahan oleh satu temannya.

"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan. Dia ada di meja nomor enam. Datanglah"

Baekhyun tidak mempunyai firasat aneh atau pikiran buruk mengenai hal tersebut. Tapi hanya saja orang seperti apa yang ingin bertemu dengannya saat jam pulang kerja.

Selama ini ia akan langsung pulang dan membeli beberapa makanan untuk makan malam bersama Ibunya. Mengingat Ibunya masih masih tak bisa berjalan dan beraktivitas layaknya orang normal.

Baekhyun dengan langkah yang tidak terlalu tergesa-gesa berjalan menuju bagian depan Kedai dan memicingkan mata sipitnya guna mencari meja nomor enam. Ahh rupanya pria dengan jas kantor berwarna hitam tanpa dasi dan rambut yang ditata sedemikian rupa agar memperlihatkan jidatnya. Dia bagai dewa dimata Baekhyun.

Wajah datarnya mendominasi saat Baekhyun berjalan menuju kearah meja pria tersebut. Mata yang indah namun memiliki tatapan yang tajam. Bibir agak sedikit tebal namun benar-benar seksi menurut Baekhyun.

Saat Baekhyun menarik kursi didepan meja yang berakibat pria itu menoleh padanya dikarenakan bunyi derit kursi yang ditarik Baekhyun. Mata mereka saling bertemu. Hanya sepersekian detik namun mampu membuat hati Baekhyun berdesir karena paras yang teramat tampan pria didepannya ini. Namun Baekhyun terlebih dulu memutus tatapan mata diantara mereka dan sedikit menggelengkan kepalanya.

"Duduklah"

Singkat. Tegas. Berwibawa. Dan penuh kharisma.

Baekhyun langsung duduk dikursi yang tadi ia tarik sehingga mengganggu acara melamun pria yang ada di depannya. Ia duduk seperti ia diperintah hanya dengan satu kata yang diucap pria yang ada didepannya. Jangan lupakan Baekhyun yang kikuk saat lelaki itu menatapnya intens.

"Maaf Tuan. Apakah Anda mempunyai urusan dengan saya?"

Akhirnya Baekhyun buka suara. Sedari tadi pria hanya menatapnya dengan tatapannya yang tajam. Membuat Baekhyun merasa di intimidasi. Ia merasa tak nyaman. Lagipula ia tak bisa buang-buang waktu. Ibunya pasti menunggunya dirumah dengan kelaparan.

"Apa kau mengenalku?"

Baekhyun hanya bisa mengerutkan dahi dan sedikit melamun. Mencari memori yang memuat pria ini didalamnya. Baekhyun rasa ia tak pernah kenal ataupun bertemu dengan pria ini.

Baekhyun menggeleng pelan dengan raut muka kebingungan.

Jadi kau benar tak mengenalku. Ini akan menjadi awal yang bagus.

"Beri aku nomor poselmu"

Setelah tersenyum tipis saat Baekhyun menggelengkan kepalanya tanda ia tak mengenalnya. Pria itu dengan santainya menyuruh Baekhyun agar memberikan nomor ponselnya. Dengan menyodorkan ponsel mahalnya pada Baekhyun.

Baekhyun menerima ponselnya lalu menekan beberapa digit angka. Setelah selesai ia memberikan ponsel mahal tersebut pada sang pemilik. Sebenarnya Baekhyun agak sedikit kesal disini. Jadi, pria ini menemuinya di jam pulang kerja. Memerintah Baekhyun untuk duduk. Memandanginya dengan tatapan yang mengintimidasi. Meminta nomor ponselnya. Sungguh! Baekhyun merasa ia membuang waktunya yang berharga dengan sia-sia.


Ting!

Notifikasi ponsel Baekhyun berbunyi tanda ada pesan yang masuk. Dengan mata yang terkatuk-katuk Baekhyun meraih ponselnya lalu membuka pesan yang baru saja masuk. Siapa yang mengiriminya pesan pagi-pagi buta seperti ini.

From : Unknown

.

Received at 02.12

Mata sipit Baekhyun terbelalak tak percaya dengan apa yang ada di pesan yang baru saja ia buka. Hanya berisi sebuah titik. Sungguh sangat tidak berguna pikir Baekhyun.

"Dasar sinting!"

To : Unknown

Jika kau hanya ingin menggangguku lebih baik kau urungkan niatmu.

Delivered at 02. 17

Ia kembali menaruh ponselnya di meja sebelah ranjangnya lalu menarik selimut kembali tidur.

Ting!

Baekhyun mendesah kasar lalu bangkit dari posisi tidurnya. Mengambil ponselnya serampangan. Membuka pesan yang menyebabkan ia tak jadi kembali tidur.

From : Unknown

Aku Park Chanyeol yang menemui di Kedai tadi sore.

Received at 02. 19

Baekhyun sudah menduga jika lelaki aneh yang menemuinya tadi sore di Kedai yang mengiriminya pesan pagi-pagi buta seperti ini. Dasar aneh!

To : Unknown

Ada apa?

Delivered at 02. 21

Kali ini Baekhyun tidak langsung menekan tombol power ponselnya seperti tadi ia lakukan. Ia pasti mengira jika pria bernama Chanyeol ini akan membalas pesannya seperti tadi.

Ting!

Kan. Sudah ia duga.

From : Unknown

Menikahlah denganku.

Received at 02. 22


Doain nilai UAS ku bagus yaa

Bye! See you in next Chapter