FF YOONMIN COUPLE / RAIN ALONG WITH YOU / MIN YOONGI X PARK JIMIN

Title : Rain Along With You

Cast : YOONMIN COUPLE.

PARK JIMIN - a.k.a Jimin

MIN YOOONGi - a.k.a Yoongi

ALL MEMBER BTS.

Gender : Romance, Drama.

Warning : Boy x Boy, typo bahasa berteberan, don't like don't read, tidak suka pairingnya silahkan tidak untuk membaca.

Rate : T

Disc : Min Yoongi hanya milik Park Jimin, dan couple ini real, dan BTS milik Bighit Ent, author cuma pinjem aja ko heehe. ini kaya maksa banget Yoongi ama Jimin biar bersatu, author baper-_- abaikan!

Cinta itu seperti harapan...

Harapan yang selalu di harapkan oleh banyak orang..

Bisa seperti angin yang berhembus kencang..

Mungkin juga bisa seperti sinar matahari yang begitu hangat...

Cinta itu bisa saja datang tiba-tiba..

Tanpa tidak kita ketahui sekalipun...

Seperti itulah cinta...

Cinta Min Yoongi terhadap kekasihnya Park Jimin.

~Rain Along With You~

Happy Reading^^

Sudah hampir sebulan Jimin dan Yoongi tertidur dan berbagi selimut bersama, keduanya semakin terlihat bersama. Entah seperti di airport, di mobil, di backstage, saat konser, acara fanmeet, atau di manapun Yoongi berada Jimin pasti berusaha untuk selalu di samping kekasih nya. *opss* lebih tepatnya calon kekasih ya.

Yoongi memutar bola matanya malas ketika Hoseok sibuk berlari ke sana-sini bersama Taehyung dan Jungkook, Membuat nya sedikit pusing dan menggerutu tidak jelas. Sementara Seokjin sedang tertidur di sudut ruangan backstage, Namjoon sedang asik membaca buku, dan Jimin tentu saja sedang sibuk di makeup oleh koordina noona.

Sesekali Yoongi memperhatikan Jimin dari sudut mata sayunya, ya tentu saja Yoongi dapat melihat jelas wajah sempurna Jimin di sana karena kursi Jimin dengan Yoongi tidak berjarak jauh. Yoongi melihat mata Jimin terpejam dan sesekali terkikik tidak jelas ketika koordina noona menggoda nya, membuat Yoongi jadi tidak mood saja melihat pemandangan di depannya ini.

Yoongi melempar bantal yang sejak tadi di peluknya ke sembarang arah dengan asal, membuat seseorang berteriak histeris karena lemparannya itu.

"Aww! Yakk! Siapa yang melempar bantal ini? teriak Namjoon karena buku yang dibaca nya jatuh begitu saja ke lantai.

"Sorry." jawab Yoongi dan kembali fokus pada ponsel pintarnya.

"Yoongi hyung, lain kali lihat-lihat dong." gerutu Namjoon dan mengambil bukunya.

Yoongi hanya mendelik sekilas dan memasangkan earphone ke telinganya. Yoongi tidak mengerti dengan perasaannya saat ini. Kenapa perasaan nya jadi tidak karuan begini? Apa Yoongi cemburu? atau Yoongi sedang tidak mood saja karena dari tadi Jimin tidak mengajaknya bicara? Apa memang Yoongi cemburu tapi tidak mau mengakuinya? Oh tuhan rasanya kepala Yoongi benar-benar pusing dan tidak mau memikirkan hal ini.

Selama acara fanmeet berlangsung Yoongi tidak berbicara sama sekali, ia hanya terdiam dan mencoba tersenyum di depan para Army yang sudah datang. Sementara Jimin dan Jungkook justru asik bercanda dan saling berpelukan. Keduanya tertawa bahagia dan membuat para fans berteriak histeris di sana. Yoongi yang melihat kejadian itu hanya semakin mengumpat kesal pada Jimin.

Terlihat wajah lelah dan mengantuk dari seluruh member BTS, tidak terkecuali bagi Hoseok yang masih energik dan membuat para member hanya geleng-geleng kepala dengan kekuatan tubuh yang di miliki satu membernya. Yoongi jadi berpikir, apa Hoseok adalah manusia robot? Kenapa tidak terlihat lelah sama sekali dari wajahnya? atau memang sebenarnya di dalam tubuh Hoseok ada batre yang tersembunyi? Rasanya kalau itu memang benar Yoongi ingin sekali mencabut dan membuang nya ke laut antartika, agar Hoseok bisa bertingkah normal layaknya member lain.

"Jimin hyung." rengek Jungkook si magnae line di group.

Jimin menoleh ke sumber suara yang memanggilnya, Jimin bisa melihat deretan gigi kelinci Jungkook yang menampilkan senyum lucunya. kalau sudah begini Jimin tau apa yang akan terjadi.

"Ada apa lagi?"

"Hyung malam ini temani aku ya?" rengek Jungkook dengan menarik-narik kerah baju Jimin dari belakang.

"Yak, Kookie! Hentinkan! Kau bisa membunuhku bodoh." teriak Jimin yang refleks memukul tangan Jungkook.

"Janji dulu hyung."

"Tidak!"

"Hyung ayolah.." Jungkook memasang puppy eyes andalan nya pada Jimin.

"Tidak!" Jimin menyilangkan kedua tangannya dan menoleh ke arah Yoongi yang duduk di samping Jungkook dengan mata terpejam.

"Hyung, ayolah! Satu kali ini saja, aku janji!"

"Oke." jawab Jimin pasrah.

Yoongi tentu bisa mendengar nya semua percakapan Jungkook dan Jimin saat ini, hell ingatkan Yoongi bahwa ia belum benar-benar tidur saat ini. Yoongi terlalu sensitif sehingga ia bisa mendengar semua percakapan keduanya itu, salahkan Jimin dan Jungkook yang tidak berhenti nya berceloteh sepanjang perjalanan menuju drom membuat Yoongi tanpa sadar semakin sebal pada tingkah Jimin hari ini.

SKIP

"Hyung ayoo kita maen game.." girang Jungkook dengan mata berbinar-binar.

"Kookie, hyung benar-benar lelah hari ini. Besok saja ya?" keluh Jimin yang terbaring di karpet ruang tv drom.

"Hyung kan sudah berjanji." rengek Jungkook tak mau kalah.

"Maen dengan Taehyung saja kalau begitu." tawar Jimin.

"Aku tidak mau bermain dengan Taetae!" tolaknya dan terus cemberut.

"Oke..oke. Tapi untuk kali ini saja ya." Jimin bangun dari tidurannya.

"Yeahhhh! Hyung memang yang terbaik." Jungkook menghambur ke pelukan Jimin.

Jikook justru malah masih asik bermain game, dengan suara-suara yang kapan saja siap membangunkan para member yang sedang beristirahat karena jadwal padatnya. Sementara salah satu member yang masih terjaga adalah hyung tertua di groupnya yaitu Seokjin. Seokjin duduk di sofa dengan meniup-niup gumpalan green tea dari gelasnya, terlihat kedua dongsaeng nya masih tidak bergeming dan terus saling beradu.

"Jimin.."

Jimin menoleh sekilas melihat hyung tertua sedang duduk dengan menyilangkan kedua kaki nya di atas sofa.

"Ada apa hyung?"

"Apa kau baik-baik saja?" Seokjin tanpa sadar menatap mata Jimin langsung, sedikit membuatnya gugup. "Eh.. Ma maksud hyung seharian ini kau tidak berbicara dengan Yoongi?"

"Aku baik-baik saja hyung, tadi saat di mobil Yoongi hyung sudah tertidur. Aku mana tega membuat gulaku terbangun." cerocos Jimin membuat Jungkook yang di sebelahnya ingin sekali menoyor kepala hyung kesayangan nya itu.

"Oh begitu, hyung kira kalian bertengkar lagi." Seokjin menyeruput green tea nya dengan perlahan-lahan.

Keduanya masih terus asik bermain game hinggat tengah malam, Seokjin yang sejak tadi duduk di sofa kini sudah pergi dan pamitan untuk tidur. Kini permainan di menangkan oleh Jungkook dan membuat sang magnae bahagia bisa mengalahkan hyung kesayangan nya.

"Ah ternyata hyung mudah di kalahkan ya?" Jungkook sudah berdiri dari duduk sambil menguap. "Hoamm, hyung aku sudah mengantuk. Aku tidur duluan yaa. Selamat malam hyung."

Jimin hanya mengangguk dan melambaikan tangan ke arah Jungkook yang sudah menghilang di balik pintu kamar roomate nya dengan sang leader. Entah kenapa Jimin jadi rindu pada gula nya maksud nya pada Yoongi, hampir seharian ini Jimin belum mengajak nya berbicara. Apalagi saat di fanmeet Yoongi nya tidak banyak bicara dan hanya tersenyum pada para army. Jimin harus mengecek terlebih dulu calon kekasih nya sebelum ia benar-benar bisa tidur dengan nyenyak.

Perlahan-lahan Jimin masuk ke dalam kamar group line tertua hyung nya itu, Jimin berjalan mengendap-ngendap karena ia tak ingin membangunkan Seokjin hyung terlebih lagi calon kekasihnya yang pasti sangat kelelahan. Jimin bisa melihat selimut dalam gundukan berwarna biru langit itu pasti Yoongi, ya Yoongi sangat suka tertidur dengan menutup seluruh badan nya membuat Jimin sudah hafal bagaimana kebiasaan seorang Min Yoongi.

Selimut dengan warna biru langit itu Jimin buka perlahan, seulas senyum terpatri di wajah Jimin ketika melihat malaikat kecilnya tertidur dengan sangat pulas. Jimin mengusap rambut blonde milik Yoongi dan mengecup nya berkali-kali, bahkan kelopak mata sayu yang menjadi favorite Jimin itu terpejam dengan sangat indah, hidung mancung yang selalu membuat Jimin ingin sekali mencubit hyung kesayangan nya itu, dan terakhir bibir cherry milik Yoongi yang membuat Jimin tidak pernah berpikir dengan jernih dan ingin selalu menempelkan setiap inci bibir Jimin pada cherry manis milik Yoongi.

Tanpa sadar Jimin memberikan kecupan manis pada Yoongi, setan seperti apa lagi yang merasuki dirinya seperti tak cukup bagi Jimin hanya mengecup dahi calon kekasih nya itu. Mulai dari kedua kelopak mata milik Yoongi, pipi yang selalu merona merah hanya karena seorang Park Jimin, hidung mancung nya, dan yang terakhir bibir semerah cherry milik Yoongi. Jimin menempelkan bibir nya cukup lama di sana, merasakan bagaimana manis kapasitas gula murni milik suga adalah yang terbaik dalam hal apapun di dunia ini.

Ini tentu candu bagi Jimin ketika setiap kali mencium bibir mungil milik Yoongi nya, sesuatu dalam dirinya ikut berdesir dan banyak nya ribuan kupu-kupu yang selalu terbang untuk minta di bebaskan. Jimin tersenyum bahagia kala rasa manis yang sama bisa ia rasakan kembali dan Jimin sadar akan satu hal, apapun yang di miliki calon kekasih nya dalam diri nya sangat lah berbeda. Jimin yakin segalak dan secuek apapun seorang Min Yoongi, tapi seluruh tubuh yang di milikinya sangat manis dan Jimin yakin akan hal itu. Yoongi bergerak gelisah dalam mimpi nya ketika Jimin masih belum mau melepaskan tautan bibir nya itu.

Jimin terkikik geli ketika kepala Yoongi mulai bergerak tidak nyaman atas perlakuannya, membuat Jimin tanpa sadar melepaskan tautan bibir keduanya. Jimin melihat leher seputih salju milik Yoongi terekspos di sana, meskipun saklar lampu di matikan tapi Jimin yakin kulit putih milik Yoongi tidak bisa tertutupi oleh apapun. Biarkan saja Jimin lebay kali ini, toh Jimin memang mengatakan kebenarannya. Jimin mencodongkan tubuh nya perlahan-lahan ke leher jenjang milik Min Yoongi, menghirup aroma vanilla dan strawberry menjadi satu di sana. Jimin tidak tau lagi bagaimana mendeskripsikan setiap detail yang ada pada diri Yoongi, ini membuatnya tidak bisa berkata-kata dan Jimin semakin menyukai aroma-aroma yang menyeruak dari indera penciuman nya. Jimin pasti bahagia jika bisa memiliki Yoongi seutuh nya.

.

.

.

Pagi yang indah menyambut peradaban orang-orang di negri ginseng itu terbagun dari alam bawah sadar nya. Rintikan hujan menyambut pagi dengan indah nya pagi ini, matahari yang biasa berjingkrak-jingkrak bahagia seperti tertutup awan hitam di langit sana. Negri dengan berbagai julukan ini memulai aktivitasnya seperti biasa, jalanan yang sudah di guyur hujan di luar sana masih memperlihatkan orang-orang yang berjalan kaki dengan memakai payung warna-warni di sana-sini. Tak terkecuali member BTS yang masih bergelung dalam selimut dan kasur empuk nya. Pagi ini tentu nya menjadi pagi yang menyenangkan bagi member group yang sudah menjadi sangat terkenal, karena lagu-lagu baru yang di ciptakannya itu menyedot banyak perhatian para remaja di korea dan para nitizen.

Hal seperti ini tentu menjadi nama member group rookie ini melambung tinggi pada beberapa tahun belakangan ini. Tentunya ini adalah sebuah prestasi yang menabjukan bagi group yang di naungi oleh Bighit Ent. Beberapa member sudah mulai terbangun dari tidurnya, seperti Seokjin yang sudah memasak di dapur, Hoseok dan Namjoon yang sedang menonton televisi, atau Jimin yang baru saja keluar dari kamar mandi. Meninggalkan tiga member lainnya yang masih bergelung dalam mimpi indahnya.

"Hoseok bangunkan Taetae dan juga Kookie ya?" terik Seokjin dari dalam dapur.

"Baik hyung."

Hoseok berlari menuju kamar se roomate nya Taehyung. Bisa di lihat dari dalam kamar Jimin yang sedang memilih pakaian di dalam lemari sementara Taehyung.. Dimana Taehyung? Hoseok mendekat ke arah Jimin, membuat Jimin kaget dan langsung menoleh ke arah hyung nya.

"Ada apa hyung?" tanya Jimin bingung.

"Taetae mana?" Hoseok bukannya jawab malah balik bertanya.

"Taehyung sedang mandi, kenapa memang nya?"

"Hah bagus deh kalau begitu, aku jadi tidak perlu repot membangunkan nya."

Jimin sudah memakai baju warna putihnya dengan rapih, tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dari dalam kamar. Membuat Jimin dan Hoseok menoleh bersamaan, memperlihatkan Taehyung yang keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan lilitan handuk di pinggang nya.

"Ada apa ini?" Taehyung bingung karena kedua hyung nya itu menatap nya begitu intens.

"Aniyo." jawab keduanya kompak.

"Hyung keluar dulu, Taehyung cepatlah berpakaian. Kita akan sarapan bersama, aku harus membangunkan Jungkook terlebih dulu."

"Oke hyung." seru Taehyung dengan cengiran bodoh nya.

Semua member sudah berkumpul di meja makan dengan riang nya, hari ini Seokjin memasak manan favorite setiap member nya. Membuat Taehyung dan Hoseok tersenyum bahagia, melihat pemandangan di depannya. Jungkook bahkan sudah bergabung lengkap dengan pakaian santainya di sana, mencium soup yang masih mengepulkan asap panasnya di meja sana. Buru-buru Jungkook duduk disamping Taehyung dan mengambil alih garpu yang di pegang Taehyung.

Seokjin menuangkan makanan pada setiap member, Mulai dari Namjoon, Yoongi, Hoseok dan Jimin. Lupakan ke dua magnae group di sana, karena Taehyung dan Jungkook sudah membabi buta mengambil jatah nya masing-masing. Membuat semua member di sana geleng-geleng kepala melihat nya, pagi yang selalu berisik akan selalu di lewati oleh kedua nya atau Hoseok dan Jimin yang kadang ikut mengomporkan suasana.

"Yoongi." seru Seokjin yang memperhatikan Yoongi sejak tadi bergabung dan duduk di meja makan.

"Hmm." jawab Yoongi malas dan masih mengaduk makanannya.

"Kau terlihat tidak baik-baik saja? Apa kau sakit?" Seokjin mulai khawatir.

"Aku baik-baik saja hyung." Yoongi menatap hyung tertuanya itu, sedikit berlebihan memang bagi Yoongi dengan sifat ke ibuan yang di miliki Seokjin. Tapi mau bagaimana lagi bukan Seokjin namanya jika tidak bertanya sesuatu yang menyangkut kesehatan setiap member nya.

"Kau yakin baik-baik saja?" Seokjin memastikan.

"Ya."

"Tapi lehermu tidak baik-baik saja hyung." celetuk Namjoon yang ikut memperhatikan Yoongi.

"Leher?" tanya Yoongi bingung.

"Leher Yoongi hyung merah-merah." Taehyung ikut menimpali setelah menelan makanannya.

"Apa semalam ada serangga di kamar kita?" Seokjin mulai khawatir.

"Serangga? Mana mungkin ada hyung. Drom kita kan baru hyung." Hoseok ikut bicara.

Yoongi memegang lehernya dengan perlahan-lahan merabanya. Yoongi bisa merasakan bekas gigitan kecil di lehernya. Membuatnya tanpa sadar memperhatikan Jimin yang sejak tadi hanya berdiam.

"Aku tau siapa pelakunya." Yoongi menatap Jimin dengan tatapan membunuh nya.

"Siapa hyung?" Jungkook mulai penasaran.

"Hyung tidak merasakan sakit?" kepolosan itu keluar dari mulut milik Taehyung.

"Itu seperti serangga berjalan, hyung."

"Yaa serangga bodoh yang meninggalkan jejaknya." jawab Yoongi dan menyuapkan makanan pada mulutnya dengan kesal.

Jimin langsung menoleh ke arah Yoongi ketika kata "bodoh" keluar dari bibir mungil milik hyung kesayangannya. Bagaimana bisa Jimin begitu bodoh meninggalkan kiss mark yang di perbuatnya dan meninggalkan jejak yang begitu kontras dengan kulit Yoongi yang seputih salju itu. Dan sekarang Jimin bisa melihat tatapan mematikan Yoongi di sana.

"Ini seperti seseorang yang melakukannya hyung." Hoseok memperhatikan Yoongi yang menatap Jimin dengan tatapan sangat mencekam. "Apa serangga itu.." Hoseok menggantungkan kalimat nya, dan menatap Jimin dengan padangan bingung. "Jimin." suara Hoseok kecil namun dapat di dengar oleh seluruh member.

"Uhuk..uhuk.." Jimin tersedak makanan nya ketika Hoseok langsung menebak nya.

"Jadi benar kau yang melakukannya?" Namjoon mulai penasaran.

"Serangga berjalan itu Jimin hyung, ahh sudah ku duga Jimin hyung memang mesum." Taehyung ikut menimpali dan menunjuk-nunjuk sumpit yang di pegangnya kearah Jimin.

"Yakk! Dasar bocah!" teriak Jimin tidak terima atas tuduhan Taehyung.

"Memang benarkan hyung?" suara Jungkook ikut membela Taehyung.

"Jimin-ah lakukan lah dengan gentelman jika kau seorang lelaki sejati. Tidak perlu menunggu Yoongi hyung tertidur terlebih dahulu."

Yoongi masih menatap Jimin dengan intens, tidak bukan tatapan membunuh yang di layangkan seperti sebelumnya. Tetapi tatapan yang meminta penjelasan, jika Jimin yang melakukannya kenapa harus bersembunyi untuk menyelinap ke kamarnya malam-malam dan memberikan jejak pada pagi hari nya. Jimin menundukan kepala nya karena malu dan merasa bersalah pada Yoongi nya. Semua member tiba-tiba langsung menghentikan aktivitas makannya.

"Maafkan aku hyung, aku tau aku tidak seharusnya melakukan ini." jawab Jimin dan meminta maaf pada Yoongi di depan para member.

Yoongi hanya terdiam dan menundukan kepalanya semakin dalam karena menahan rasa malu dan bingung harus berbuat apa. Malu karena semua member mengetahui tanda merah itu, bingung karena tidak bisa menjawab pertayaan Jimin.

"Aku mencintai Yoongi hyung, kumohon jangan membenciku hyung. Sungguh aku tidak ada maksud apapun hyung, percalah padaku hyung."

Semua member kali ini di buat terkejut oleh pernyataan cinta yang di layangkan Jimin pada Yoongi secara spontan. Seluruh member menatap kearah Jimin dan Yoongi saling bergantian, seperti mengatakan ada apa sebenarnya?

Jimin bangun dari duduk nya dan mengahmpiri Yoongi masih saja duduk dengan menundukan kepalanya. "Aku tidak peduli berapapun pernyataan cinta yang aku layangkan pada hyung, aku akan tetap menunggu jawaban cinta dari hyung. Aku tau Yoongi hyung memiliki perasaan kepada ku, tapi kenapa hyung membohongi perasaan hyung sendiri." suara Jimin yang lemah disana.

"Perasaanku terlalu besar hyung terhadapmu, sehingga kadang membuatku sesak hyung. Apa hyung juga mencintaiku?"

Jimin menarik tangan Yoongi dan mau tidak mau menatap wajah Jimin dengan tatapan yang sulit di artikan.

Perlahan-lahan mata setajam elang milik Jimin menghipnotis Yoongi. bahkan pengakuan cinta yang tak bisa Yoongi jawab hingga detik ini membuat Jimin semakin bingung dan membutuhkan jawabannya sekarang juga.

"Jawab aku hyung! Apa kau mencintai aku?" Jimin menaikan suara nya, Yoongi tanpa sadar meneteskan air matanya disana. Para member hanya masih duduk dan memperhatikan kedua pasangan seperti di adegan drama-drama korea saat ini.

Yoongi tanpa sadar memeluk Jimin dan menyembunyikan kepalanya di dada bidang milik Jimin. Apa Jimin sudah membuat Yoongi nya tertekan dan takut sehingga Yoongi hanya bisa menangis dan memeluknya begitu erat. Jimin menarik wajah Yoongi dengan perlahan, dan melihat lelehan cairan kristal mengalir dari mata sayu milik Yoongi. Yoongi menangis karena dirinya, lagi-lagi Jimin membuat malaikat rapuhnya tersakiti oleh dirinya sendiri. Jimin langsung memeluknya dengan erat membiarkan Yoongi menangis sepuasnya.

"Maafkan aku hyung, sungguh aku tidak bermaksud ingin membuatmu terluka. Percayalah padaku." Jimin membisikan kata-kata manis di telinga Yoongi. "Aku mencintaimu hyung, sangat sangat mencintaimu. Kumohon jangan membenciku."

"Nado." suara Yoongi di perlahan-lahan yang masih dapat di dengar Jimin.

Jimin tersenyum dalam pelukan eratnya, Yoongi menjawab pernyataan cintanya pada Jimin. Jimin benar-benar tidak tau bagaimana perasaannya saat ini, Jimin benar-benar bahagia saat ini. Jimin merasakan jantungnya memompa semakin cepat dan desiran halus terus mengalir dan membuat tubuhnya seakan meleleh hanya dengan kata "nado" yang Yoongi ucapkan dengan sangat pelan bahkan seperti nyaris berbisik. Semua member di sana hanya tersenyum dengan pandangan yang mengharukan dan ikut memeluk kedua sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara itu.

"Selamat yaa Jimin hyung, akhirnya kalian berdua jadian jugaa." Taehyung menepuk punggung Jimin.

"Selamat yaa Yoongi dan Jimin, semoga kalian selalu bersama dan tidak boleh bertengkar lagi. Jaga Yoongi untukku Jimin." suara Seokjin dan mengeluas pundak Yoongi.

"Ini baru namanya laki-laki sejati, selamat yaa hyung dan chimchim." seru Namjoon mengelus kepala Jimin.

"Akhirnya kalian berdua jadian juga, ahh aku ikut bahagia Jim." Hoseok memeluk kedua sepasang kekasih tersebut.

"Hyung jangan lupa traktirannya yaa." Jungkook sang magnae hanya ikut tersenyum.

Semua member saling tertawa bahagia dan bercanda bersama, Jimin melihat Yoongi nya sudah tidak menangis lagi justru sekarang gummy smile yang menjadi favorite nya itu tertawa dengan bahagianya karena Hoseok mulai membangkitkan suasana menjadi lebih baik. Jimin berjanji setelah ini tidak akan ada lagi tangisan yang keluar dari wajah kekasih manisnya itu.

To be continued...

Minhae baru bisa update lagi, yeahhh pada akhirnya membuat satu pasangan ini berakhir dengan jadian juga hehe.. terimakasih banyak yang sudah mereview. Author bakal lanjut ff ini jika banyak yang mereview heheh, pleass review juseyo! Laffyouuu :* Gamsahamnida, Annyeonggg~