I'm Not Mama Boy
Title : I'm Not Mama Boy (Chapt4)
Writer : MrsDoubleV
Rated : T
Genre : Family, Drama, Friendship
Cast : DaeBaekTae (Hyun Family) and others (Lihat sendiri di dlm FF)
Semua Cast disini milik Tuhan, kedua orang tua dan diri mereka masing-masing. Bernaung di bawah entertainment mereka. Dipakai hanya untuk mengisi Cast di FF ini.
Warning : GS for all Uke(s), OOC, Typo(s), bahasa non baku, rated dapat berubah sewaktu-waktu
Ide dan alur cerita berasal dari ide saya sendiri. No plagiat plagiat! Really Hate Plagiator! Don't like? Don't read! Jangan lupa meninggalkan jejak sehabis membaca. Let's enjoy my FanFict~
.
.
MrsDoubleV
.
.
Jam pelajaran pun berakhir. Kini sudah waktunya semua murid untuk pulang ke rumah. Taehyung terlihat sedang sibuk memasukkan buku-buku pelajarannya ke dalam tas. Hanya tersisa beberapa murid saja di dalam kelasnya.
"Jungkook ada yang mencarimu.." teriak Hyeri salah satu teman sekelas Taehyung. Mendengar nama Jungkook di panggil, Taehyung pun ikut menolehkan kepalanya tanpa sadar.
Ia bisa melihat ada Jin yang sedang berdiri di ambang pintu. Sepertinya orang yang mencari Jungkook yang di maksudkan oleh Hyeri adalah Jin. Jin tersenyum saat mendapati Jungkook berjalan menghampirinya. Jungkook sedikit terburu-buru menghampiri Jin. Senyum pun tak luput dari wajah manisnya.
"Kita pulang bersama?" Tanya Jin yang masih dapat di dengar oleh Taehyung. Jungkook pun menganggukkan kepalanya sebagai balasan dari pertanyaan Jin.
Dan kini Jin beserta Jungkook pun berjalan bersama keluar dari kelas 10-A. Entah mengapa saat melihat Jin dan Jungkook berjalan bersama, Taehyung merasakan sakit di hatinya. Perasaan seperti rasa tidak suka jika Jungkook bersama orang lain. Padahal jika di pikir, Jungkook berhak memilih ingin bersama siapa saja. Karena Taehyung pun bukan siapa-siapa Jungkook jadi Taehyung tidak bisa mengklaim Jungkook sebagai miliknya.
"Cemburu melihatnya?" Tanya J-Hope tiba-tiba membuat Taehyung tersadar dari lamunannya.
"Ne?"
"Kau cemburu melihat Jungkook bersama sunbae itu?" Ulang J-Hope di selingi smirknya. Jimin yang berada di sebelahnya pun hanya bisa menahan senyum melihat wajah Taehyung yang terlihat panik.
"A-aniya.. Siapa juga yang cemburu!" Balas Taehyung sekenanya lalu kembali mencoba menyibukkan diri dengan memasukkan sisa buku-buku pelajarannya kembali ke dalam tas.
"Tak usah bohong! Kami tahu jika kau sedang cemburu melihat Kookie kan?" Sambung J-Hope namun tak mendapat balasan apapun dari Taehyung.
"Sudahlah aku ingin pulang. Annyeong." Pamit Taehyung pada J-Hope dan Jimin.
"Eyyy tunggu-tunggu! Mau kami beritahu sesuatu?" Jimin mencoba menahan kepergian dari Taehyung.
"Apa?"
"Ini soal Jungkook dan sunbae itu. Sebenarnya mereka itu..."
-Jungkook dan Jin sunbae berpacaran. Aku sudah tahu kalau soal itu.- batin Taehyung.
"Aku tahu. Sudahlah aku mau pulang. Annyeong!" Pamit Taehyung lagi dan berjalan keluar dari kelas meninggalkan J-Hope dan Jimin.
"Ia sudah tahu? Tapi kenapa wajahnya terlihat tidak enak seperti itu?" Tanya Jimin yang hanya di balas gelengan kepala oleh J-Hope.
SKIP
Taehyung berjalan lesu menuju ke halte bis. Moodnya sedang tidak baik saat ini. Entahlah ia juga tidak yakin apa yang membuat moodnya menjadi buruk seperti ini. Mungkinkah karena Jungkook? Ahh entahlah..
"Taetae!" Teriak seseorang membuat Taehyung segera menolehkan kepalanya ke sumber suara.
Taehyung melihat Jungkook yang memanggilnya dari balik kaca mobil. Jungkook tersenyum kearahnya yang membuatnya pun jadi balas tersenyum -sedikit terpaksa- sebenarnya mengingat moodnya sedang tidak baik saat ini.
"Mau bareng kami?" Tawar Jungkook. Taehyung dapat melihat Jin yang juga menatapnya dengan tatapan datar yang sulit untuk diartikan dari kursi kemudi mobilnya.
"Aniya. Aku tidak mau merepotkan. Aku bisa naik bis saja." Balas Taehyung sopan seraya menolak tawaran Jungkook.
"Tidak merepotkan sama sekali kok. Ya kan oppa?" Tanya Jungkook pada Jin yang hanya di balas sebuah anggukan dari Jin dari balik kursi kemudinya.
"Aniya. Gwenchana. Aku pulang naik bis saja. Ahh bisnya sudah datang. Aku duluan ya.." pamit Taehyung lalu berlari menuju ke halte tempat bis yang ingin di tumpanginya berada.
Jungkook hanya menatapi kepergian Taehyung dengan tatapan sedikit kecewa. Jin pun merasakan perasaan tak suka melihat Jungkook seperti itu. Ia cemburu dengan Taehyung yang 'katanya' adalah 'teman' Jungkooknya itu. Namun sepertinya Jungkook sendiri memiliki perasaan 'lebih' kepada 'teman'nya itu.
"Kita pulang sekarang?" Tanya Jin yang dibalas anggukan kepala oleh Jungkook. Sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan di antara keduanya. Mereka berdua nampak sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
-Apa kau menyukai namja itu, Kookie?- batin Jin sambil sesekali melihat Jungkook dari balik spion mobilnya mengingat Jungkook mengalihkan pandangannya ke luar jendela dengan raut wajah yang datar dan sulit di mengerti oleh Jin sendiri.
-Taetae kenapa kau menolak ajakanku?- batin Jungkook sambil menatap jalanan Seoul dari balik jendela mobil. Entah mengapa ada sedikit perasaan kecewa di hatinya.
SKIP
Taehyung baru saja sampai di rumahnya. Kepulangan Taehyung pun di sambut baik oleh sang eomma seperti biasa. Baekhyun menyambut kepulangan putranya dengan menyuguhkan segelas jus sebagai penyegar setelah lelah berjalan dari halte ke rumah yang jaraknya cukup jauh.
"Bagaimana sekolahmu hari ini?" Tanya Baekhyun seperti biasa sambil mengusap keringat pada kening Taehyung dengan handuk kecil yang dibawanya.
"Baik, eomma." Balas Taehyung singkat lalu mendudukkan dirinya di sofa di ruang tengah rumahnya.
"Tapi kenapa wajahmu terlihat lesu begitu? Terlihat sama sekali tidak bersemangat." Ujar Baekhyun sambil menatap wajah Taehyung.
"Aniya. Hanya kelelahan saja." Balas Taehyung singkat lalu menegak jus yang di berikan oleh eommanya itu sampai habis.
Tinn Tinn
Suara klakson mobil pun terdengar. Sepertinya sang kepala keluarga Jung baru saja pulang dari kantornya. Lebih pagi dari jam pulang kantor biasanya. Baekhyun sang istri pun langsung berjalan ke depan pintu untuk menyambut kepulangan sang suami. Taehyung masih setia duduk di sofa. Ia sudah terlalu lelah untuk membawa tubuhnya naik ke lantai atas tempat kamarnya berada.
"Kau sudah sampai, Tae?" Ujar Daehyun saat melihat putranya merebahkan kepalanya pada lengan sofa.
"Ne, appa.. Aku baru saja pulang." Balas Taehyung.
"Appa tadi habis dari sekolahmu. Appa pikir ingin mengajakmu pulang bersama. Tapi saat appa sampai kau sudah pulang ternyata."
"Ne. Mianhae, appa.."
"Gwenchana.. Lagipula apa juga salah tidak mengabarkannya lebih dulu."
"Ya sudah.. Sekarang kalian mandilah. Eomma akan menyiapkan makan malam untuk kalian." Ujar Baekhyun. Daehyun dan Taehyung pun segera beranjak menuju ke kamar mereka untuk membersihkan diri.
SKIP
Baekhyun sedang duduk di depan meja riasnya sementara Daehyun sendiri sedang sibuk di meja kerjanya. Ia sedang menyelesaikan beberapa berkas kantornya. Baekhyun baru saja memakaikan pelembab pada wajahnya yang masih terlihat awet muda itu. Ia sudah siap untuk tidur sebenarnya. Namun ia juga masih menunggu Daehyun menyelesaikan beberapa berkasnya supaya bisa tidur bersama.
"Apa masih lama?" Tanya Baekhyun yang kini berdiri di samping kursi Daehyun.
"Ani, sebentar lagi. Jika kau mengantuk, tidurlah lebih dulu." Balas Daehyun tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas-berkas di tangannya.
"Shireo. Aku ingin menunggumu saja." Balas Baekhyun lalu kembali terdiam memperhatikan sang suami yang terlihat sangat serius memeriksa berkas-berkasnya.
Baekhyun memperhatikan dengan seksama wajah sang suami yang benar-benar tampan. Apalagi hidung mancung yang ia turunkan untuk Taehyung. Serta mata tajam seperti elang namun mudah berubah menjadi terlihat lembut saat menatapnya. Juga bibir tebalnya yang entah sudah menjadi candu untuknya.
"Wae? Kenapa memperhatikanku seperti itu? Aku tahu aku tampan." Ujar Daehyun sambil melepaskan kacamata bacanya yang membuat Baekhyun bisa lebih mudah menatap mata elangnya.
"Ani. Aku hanya memikirkan ternyata ada banyak kemiripan antara kau dan Taetae." Balas Baekhyun sambil memposisikan dirinya duduk di pangkuan Daehyun.
"Tentu saja. Aku kan appanya. Ketampanannya bahkan menurun dariku." Ujar Daehyun penuh percaya diri.
"Ya! Kau terlalu percaya diri!"
"Tapi aku benar kan?" Balas Daehyun kembali membela diri.
"Hahh... Padahal dulu banyak yang bilang jika Taetae kecil mirip denganku. Tapi semakin besar dan semakin aku perhatikan, kenapa ia jadi terlihat mirip denganmu? Aku sedih.." ujar Baekhyun membuat Daehyun tersenyum.
"Jadi kau tidak suka jika Taetae mirip denganku, begitu?"
"Aniya.. Hanya saja aku iri..." balas Baekhyun dengan mempoutkan bibirnya.
"Aigoo.. Aigoo.. Begini saja. Bagaimana jika kita buat saja duplikat Baekkie, hmm? Bagaimana?" Usul Daehyun membuat Baekhyun sukses memukul dadanya sedikit keras.
"Ya! Dasar pervert! Jung Yadong Daehyun!" Teriak Baekhyun yang hanya di balas tawa oleh Daehyun.
SKIP
Taehyung sedang merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 KST. Sudah jam 10 malam namun Taehyung masih belum juga mengantuk. Sudah berulang kali ia mengubah posisinya untuk mencari posisi tidur yang nyaman.
"Ck. Aku tidak bisa tidur." Keluh Taehyung lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidurnya.
Tak ada pencahayaan di dalam kamarnya. Karena lampu kamarnya sudah ia matikan membuat kamar itu terlihat gelap gulita. Hanya sebuah lampu di balkon yang memberikan cahaya samar-samar.
Taehyung bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke arah balkon kamarnya. Ia buka pintu kaca balkon itu. Semilir angin pun langsung bertiup masuk ke dalam kamarnya.
Taehyung menengadahkan kepalanya ke langit. Ada banyak bintang yang memenuhi langit malam itu membuat langit nampak lebih terang di banding malam-malam lainnya. Semilir angin malam yang dingin pun berhembus menerpa wajah dan tubuh Taehyung yang hanya berbalut kaos tipis. Meski hembusan angin itu terasa cukup dingin di tubuhnya, ia sama sekali tidak berniat untuk masuk ke dalam. Ia ingin mencoba menenangkan pikirannya bersamaan angin di balkon itu.
"Kookie.." gumamnya tanpa sadar.
Entah kenapa pikirannya kini di penuhi dengan Jungkook dan juga Jin. Jujur sejak melihat langsung kedekatan di antara keduanya, perasaannya menjadi tak enak. Cemburu? Mungkin. Ia tidak menampik jika selama ini ia memiliki :'sedikit' perasaan suka terhadap Jungkook. Ya, hanya sedikit. Namun meski begitu, itu tentu membuktikan jika dirinya memang memiliki perasaan khusus untuk Jungkook.
"Hahh pabbo! Ia sudah jadi milik Jin sunbae. Untuk apa aku masih memikirkannya terus seperti ini?" Keluh Taehyung seraya mengusak rambut hitamnya.
"Lalu apa yang aku harapkan darinya? Lagipula kami kan hanya teman. Ya kan? Kami hanya teman..." sambungnya lagi dan kembali merenung. Ia kembali mendongakkan kepalanya dan menatap bintang-bintang yang kala itu banyak menghiasi langit.
"Hatchii.."
Pada akhirnya Taehyung pun bersin. Sepertinya ia sudah terlalu lama berada di luar. Jika lebih lama berada di luar dengan hanya berbalut kaos tipis, ia bisa menjamin dirinya akan sakit dan membuat sang eomma akan khawatir. Karena itu ia segera memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kamarnya. Ia tutup pintu kaca balkon itu lalu ia rebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Untuk kesekian kalinya ia pun mencoba untuk tertidur.
SKIP
Pagi itu Taehyung berangkat ke sekolah dengan mengendarai mobil Daehyun sendiri. Pagi-pagi sekali Daehyun sudah di jemput oleh supir pribadi kantornya. Dan entah ada gerangan apa, Baekhyun mengijinkannya untuk pergi ke sekolah dengan mengendarai mobil sendiri. Padahal beberapa waktu ke belakang ia sendiri yang melarang keras Taehyun untuk mengendarai mobil sendiri.
"Eomma aku pergi.." pamit Taehyung.
"Ne.. Hati-hati ya.. Jangan mengebut! Dan jangan pulang terlambat. Arra?" Balas Baekhyun lalu mengecup pipi kanan Taehyung seperti kebiasaannya.
Taehyung pun melajukan mobilnya di tengah jalanan padat Seoul di pagi hari itu. Jalanan terbilang macet mengingat pagi hari merupakan waktunya orang-orang untuk bekerja dan pergi ke sekolah. Dengan sabar Taehyung mengendarai mobilnya hingga tiba sampai di sekolahnya tepat pada waktunya.
"Taehyungie!" Teriak seseorang dari balik punggungnya saat ia baru turun dari mobilnya. Mendengar namanya terpanggil, Taehyung pun menolehkan kepalanya.
Matanya terbelalak saat melihat seorang yeoja berseragam sama dengannya sedang berlari ke arahnya dengan senyum yang merekah di bibirnya membuat matanya yang sipit menjadi semakin sipit.
"Yo Taehyungie!" Sapanya senang. Yeoja itu pun segera merangkul bahu Taehyung seperti terlihat akrab.
Yeoja berambut orange itu terlihat senang bertemu dengan Taehyung. Dan sepertinya yeoja itu memang lebih terlihat seperti murid pindahan. Apalagi jika di lihat dari cara berpakaiannya. Meski mereka mengenakan seragam yang sama, ia tetap terlihat berbeda di bandingkan dengan murid lainnya. Terlebih tata cara bahasanya sendiri yang mengandung unsur ke barat-baratan.
"Ya! Jangan bilang kau tidak ingat aku. Aku Yoongi... Jangan karena kita sudah lama tidak bertemu kau jadi lupa padaku!" Ujar yeoja itu.
"Aku ingat. Hanya saja... Bagaimana bisa kau berada disini?" Tanya Taehyung bingung lalu memperhatikan yeoja itu dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Kalau-kalau ia hanya berhalusinasi.
"Mulai hari ini, aku akan jadi murid disini. Keren bukan?" Ujarnya senang dan semakin erat merangkul bahu Taehyung. Mengingat Taehyung lebih tinggi darinya, ia pun sedikit menjinjitkan kakinya agar bisa menyamakan tubuh mungilnya dengan tinggi Taehyung sendiri.
"Mwo? Kau akan jadi murid disini?" Taehyung mengerjapkan matanya berulang kali karena terkejut mendengar penuturan yeoja bernama Yoongi itu.
"Tentu saja! Sekarang bantu aku mencari kelasku!" Yoongi langsung menarik tangan Taehyung begitu saja membuat Taehyung hanya pasrah di bawa kemanapun.
Baru satu hari Yoongi pindah ke sekolah yang sama dengan Taehyung dan dalam sehari itu pula Yoongi terus mengikuti kemana Taehyung pergi terutama selama istirahat. Untung saja mereka tidak sekelas mengingat Yoongi berada satu tingkat di atasnya. Jika mereka satu kelas, bisa di pastikan Yoongi pasti akan semakin mengganggu hari-hari Taehyung.
"Yo Taehyungie!" Teriak Yoongi membuat semua orang yang berada di dalam kantin langsung menolehkan kepalanya ke arah Yoongi.
Meski di perhatikan, Yoongi tetap cuek saja dan malah dengan santai melangkahkan kakinya ke arah Taehyung dan ketiga temannya duduk. Bahkan ia sesekali menyapa orang yang di temuinya, sok akrab.
"Ya! Kenapa meninggalkanku?" Ujar Yoongi sambil duduk di tengah-tengah antara Taehyung dan J-Hope seenaknya. Membuat J-Hope hampir terjatuh jika saja Jimin tidak menahan lengannya.
J-Hope, Jimin dan Jungkook pun langsung menatap Yoongi dengan tatapan penuh tanya. Wajar saja karena mereka bertiga sama sekali tidak mengenal sosok yeoja yang terlihat sedikit tomboy dan terlalu sok akrab seperti itu. Lalu tatapan mereka beralih kepada Taehyung untuk meminta penjelasan mengenai sosok yeoja itu.
"Ahh kenalkan ini Yoongi. Dia adalah..."
"Taehyungie's girlfriend. Hello..." sambung Yoongi seenaknya membuat Taehyung membulatkan matanya karena terkejut dengan perkataan Yoongi.
"Ya! Kau ini! Jangan berbicara sembarangan!" Balas Taehyung.
"Waeyo? Aku kan memang pacarmu Taehyungie..."
"Ishh jinjja!" Taehyung sudah cukup stress dengan perkataan Yoongi yang seenaknya itu.
"Ya Taehyungie! Kenapa kita tidak sekelas? Dan lagipula kenapa kau masih kelas 10? Bukankah kita ini seumuran? Harusnya kau kan ada di kelas 11 sama sep-"
"Ceritanya panjang. Dan aku malas untuk membalasnya." Balas Taehyung lalu kembali memakan mie pesanannya.
"Taehyungie aku minta ya..." ujar Yoongi lalu langsung menarik mangkuk mie dan sumpit dari tangan Taehyung membuat Taehyung hanya bisa membulatkan matanya.
"Ya! Jika kau mau, kau kan bisa memesannya sendiri! Kenapa malah mengambil makananku?" Ujar Taehyung sedikit emosi dan mengambil kembali mangkuk mie dan sumpit dari tangan Yoongi.
J-Hope, Jimin serta Jungkook hanya bisa diam memperhatikan keributan antara Taehyung dan Yoongi. Mereka sama sekali tidak ingin ikut campur terlebih dengan masalah antara Taehyung dengan Yoongi yang -katanya- merupakan yeojachingu Taehyung.
Jungkook menatap namja di hadapannya yang sedang beradu mulut dengan sosok yeoja tomboy yang tiba-tiba datang dan mengaku sebagai yeojachingu Taehyung dalam pandangan yang sulit di artikan. Sesekali ia pun melirik ke arah Yoongi yang terus berusaha merajuk di hadapan Taehyung seolah ingin mendapat perhatian lebih dari Taehyung. Melihatnya, Jungkook hanya bisa menghela nafas berulang kali membuat Jimin yang duduk di sampingnya menolehkan kepalanya dan bertanya kepada Jungkook.
"Nan gwenchana, Kook?" Tanya Jimin sedikit khawatir saat mendengar helaan nafas cukup berat dari Jungkook terlebih Jungkook hanya mengaduk-ngaduk nasi gorengnya seperti seseorang yang kehilangan nafsu makannya. Padahal seingatnya tadi, Jungkook sangat menikmati nasi gorengnya.
"Gwenchana, Jiminie." Balas Jungkook lalu berhenti mengaduk-ngaduk nasi gorengnya.
"Hahh... Aku duluan ya. Aku baru ingat Shin Saem memintaku untuk menemuinya. Annyeong.." sambung Jungkook lalu pergi dari kantin membuat Jimin, J-Hope serta Taehyung menatap kepergian Jungkook dengan penuh tanda tanya. Berbeda dengan Yoongi yang nampak tidak peduli dan malah melanjutkan acara makan mienya -mie Taehyung-.
SKIP
Jungkook melipat kedua tangannya di atas meja sebagai bantalan untuk kepalanya. Kelasnya memang terlihat sepi. Hanya ada dirinya dan beberapa teman lain yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka menyalin catatan dan tugas. Jungkook menghela nafasnya lagi dan menolehkan kepalanya ke samping kanannya tepatnya ke arah jendela kelasnya.
Langit biru dengan awan putih pun terlihat jelas di sana. Terlebih ia juga bisa melihat beberapa burung yang beterbangan di langit. Jungkook sedang merenung. Merenungkan sesuatu yang sebenarnya ia sendiri tidak mengerti. Hingga kehadiran seseorang cukup mengejutkannya.
"Kau kenapa Kook?" Tanya seorang namja yang menopangkan dagunya pada sandaran kursi di hadapan Jungkook. Jungkook pun mendongakkan kepalanya dan melihat namja yang sedang di pikirkannya berada di hadapannya dengan raut wajah bingungnya.
"Ohh? Nan gwenchana, Tae." Balas Jungkook singkat lalu mencoba memberikan senyumnya.
"Sure? Tapi kelihatannya kau sedang ada masalah. Apa ini ada sangkut pautnya dengan Shin saem? Apa yang Shin saem katakan tadi?" Tanya Taehyung sok tau dan di balas gelengan kepala dari Jungkook.
"Dimana?"
"Hmm? J-Hope dan Jimin masih di kantin. Aku kemari sebenarnya karena ingin mengambil bukuku. Tapi saat melihatmu aku jadi menghampirimu disini." Balas Taehyung sambil melipat tangannya pada sandaran kursi.
"Ani. Maksudku bukan J-Hope dan Jimin. Tapi..."
"Yoongi? Aku meninggalkannya di kantin."
"Wae?"
"Dia berisik dan cukup mengganggu. Jadi aku tinggalkan saja dia." Jawab Taehyung acuh.
"Tapi bukankah dia itu..."
"Yeojachinguku? Demi Tuhan! Dia itu bukan yeojachinguku!" Ujar Taehyung dengan tegas. Dan entah kenapa mendengarnya, membuat seulas senyum terukir dari bibirnya dan membuat perasaannya menjadi tenang.
"Kook?" Panggil Taehyung membuat Jungkook tersadar dari lamunannya.
"Wae? Kenapa melamun?" Tanya Taehyung penasaran melihat Jungkook tiba-tiba diam.
"Kalian terlihat akrab." Ujar Jungkook tanpa sadar.
"Akrab? Bahkan sedari kecil kami tidak pernah akrab, Kook. Dia itu pengganggu. Beruntung saat berumur 5 tahun dia pindah ke L.A. Tapi sepertinya sekarang aku jadi harus siap kembali diganggu olehnya." Jelas Taehyung sedikit memelas.
"Jadi kalian teman sejak kecil?"
"Teman? Aku tidak bisa menyebutnya begitu. Tapi appaku dan appanya adalah sahabat sejak SMA."
"Ohh..." hanya itu yang bisa Jungkook ucapkan saat mendengar sedikit cerita dari Taehyung.
Keheningan kembali menyelimuti mereka. Jungkook nampak kembali sibuk memperhatikan ke arah luar jendela dengan sebuah lengkungan di bibirnya, mengabaikan sedikit kehadiran Taehyung. Sementara Taehyung sendiri sibuk memandangi wajah Jungkook dari samping. Sebelah tangannya ia letakkan pada dada bagian kiri atas. Dan ia bisa merasakan detak tak karuan dari dalam dadanya.
-Apakah aku boleh menyukaimu, Kookie?- batin Taehyung tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok Jungkook.
SKIP
Bell pulang pun berbunyi membuat semua murid sibuk mengemas buku-buku mereka dan berniat untuk segera pulang. Namun tidak dengan Taehyung mengingat hari ini adalah jadwalnya untuk ikut ekskul. Hari Jumat adalah hari dimana ekskul basket yang ia ikuti berlangsung.
Sejak SMP, tepatnya saat ia masuk ke sekolah formal, ia memang sudah tergabung dengan ekskul basket. Ia sudah beberapa kali ikut perlombaan basket antar sekolahnya dulu meski tidak pernah sampai menyabet gelar juara. Walaupun begitu, semangatnya untuk bermain basket tidak pernah surut.
Lain Taehyung, lain pula eommanya. Meski ia tahu Taehyung putranya gemar bermain basket, Baekhyun melarang sang anak untuk bermain dengan bola berwarna orange itu. Bukan tanpa alasan. Karena dulu saat SMP, Taehyung bahkan pernah berjalan dengan bantuan tongkat selama 3 bulan karena cidera yang dialaminya saat pertandingan basket antar sekolahnya. Sejak saat itu, Baekhyun pun melarang keras Taehyung untuk bermain basket. Namun sepertinya larangan itu hanya di acuhkan saja oleh Taehyung. Bahkan ia tetap saja memilih basket sebagai ekskul pilihannya kali ini tanpa di ketahui oleh Baekhyun tentu saja.
Taehyung mengambil seragam basket dan sepatu basketnya dari dalam loker di ruang ganti para pemain basket. Seragam berwarna merah dengan angka 30 berukuran besar berwarna hitam di bagian punggung adalah seragam basket milik Taehyung. Setelah ia mengganti seragam sekolahnya dengan seragam basket dan mengganti sepatunya dengan sepatu basket miliknya, Taehyung pun segera berjalan menuju ke lapangan basket indoor yang berada di gedung timur sekolahnya.
Duk
Taehyung mengambil sebuah bola basket yang melambung ke arahnya. Sepertinya ada seseorang yang sengaja melemparkan bola itu ke dekatnya.
"Cepat juga refleksmu." Ujar remeh seorang namja. Lengkap dengan sebuah smirk di wajahnya yang sayangnya tampan.
Tanpa membalas ucapan namja itu, Taehyung kembali melempar bola berwarna orange itu ke arah namja tadi yang langsung di tangkap kembali oleh namja yang berseragam sama dengannya.
Lapangan indoor itu terlihat cukup sepi. Hanya ada beberapa orang saja yang terlihat sedang melakukan pemanasan di pinggir lapangan serta dirinya dan namja yang melempar bola tadi. Pelatih basketpun sepertinya masih belum menunjukkan batang hidungnya disana. Namja itu kembali mendrible bolanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari sosok Taehyung yang hanya berdiri diam menatap namja itu.
"Apa kau lupa dengan kata-kataku waktu itu, hmm?" Tanya namja itu setelah melemparkan kembali bola basketnya dengan cukup keras ke arah Taehyung yang cepat di tangkap olehnya.
"Aniya. Aku masih mengingatnya, sunbaenim." Balas Taehyung lalu balik melempar bola berwarna orange itu.
"Bagus. Karena dia sama sekali tidak pantas untukmu. Namja manja!" Ujar Jin meremehkan dan menshoot bola berwarna itu ke dalam ring.
Mendengar penuturan Jin, membuat Taehyung naik pitam. Ia sudah mengepalkan kedua tangannya yang menggantung bebas di samping tubuhnya.
"Lihat penampilanmu! Sadarlah sedikit jika kau itu sangat jauh dengan Jungkook, Mama Boy!" Ujar Jin lagi sambil menunjukkan smirknya.
Lagi. Taehyung semakin kuat mengepalkan tangannya. Ia sudah tidak bisa bersabar mendengar penuturan Jin yang sangat meremehkan dirinya.
"Aku tidak akan mungkin merelakan Jungkook pada namja yang hanya bisa bersembunyi di balik ketiak eommanya. Hahahaha.. Ingat usiamu, Mama Boy!" Jin tertawa terbahak setelah mengatakannya.
Bughh
Taehyung sudah tidak bisa menahan emosinya. Kesabarannya sudah hilang. Satu tinjuan langsung ia arahkan ke pipi kiri Jin dengan keras bahkan membuat Jin jadi jatuh terduduk di lantai lapangan basket. Pemain lain yang berada di pinggir lapangan langsung memusatkan perhatian mereka ke arah Jin dan Taehyung saat mendengar keributan di antara mereka.
"Ternyata kau cukup jangan juga rupanya." Ujar Jin saat mencoba kembali berdiri dengan mengusap sedikit darah di sudut bibirnya.
"Aku kira kau hanya bisa bersembunyi di balik ketiak eommamu." Ujar Jin dan memandang Taehyung dengan tatapan remehnya kembali membuat emosi di dalam diri Taehyung kembali membuncah. Ia sangat tidak suka jika di remehkan. Baru saja Taehyung ingin melayangkan tinjunya lagi namun langsung urung di lakukan saat mendengar sebuah suara yang sangat familiar di telinganya.
"Hentikan!" Teriak suara itu. Tangan Taehyung pun hanya menggantung di udara.
Taehyung menolehkan kepalanya ke sumber suara dan betapa terkejutnya ia saat orang itu langsung berjalan mendekati dirinya dan Jin dengan wajah memerah seperti menahan kesal.
"Oppa, gwenchanayo?" Ujarnya lalu mengusap pelan sudut bibir Jin yang masih sedikit mengeluarkan darah.
"Gwenchana, Kookie-ya." Balas Jin dan mengelus sebelah tangan Jungkook yang berada di pipinya.
"Kajja kita ke ruang kesehatan! Lukamu ini harus segera diobati, oppa!" Ujar Jungkook khawatir.
Jungkook pun langsung berbalik dan menggandeng tangan Jin untuk segera menuju ke ruang kesehatan sampai mereka melewati Taehyung yang berdiri diam mematung tanpa ekspresi. Jungkook menghentikan langkahnya tepat di hadapan Taehyung. Jungkook menatap Taehyung. Bukan dengan tatapan lembut seperti yang biasa ia tujukan. Namun sebuah tatapan marah dan kecewa.
"Aku tidak tahu jika kau bisa berbuat seperti ini, Tae." Ujar Jungkook dengan nada kecewanya yang sangat kentara lalu kembali melangkahkan kakinya bersama Jin.
.
.
To Be Continued...
.
.
Holla chapter ini akhirnya selesai yeayyy.. Gimana? Jadi tambah anehkah? Mianhae.. Dan mian kalo Chapter ini lebih banyak momen Taehyung-Jungkook-Jin nya. Karena chapter ini sengaja aku fokusin ke mereka. Oh ya ada sedikit momen Baek-Dae nya nih.. Mian kalo terlalu sedikit dan kurang ngefeel ya readersdul.
Oh ya dan untuk Yoongi, siapa itu Yoongi sebenarnya nanti akan di bahas di chap selanjutnya ya.. Dan hmm member Bangtan yang belum muncul cuma Namjoon nih ya? Hmm aku akan coba carikan chara yang pas untuk Namjoon di chap depan ya.. So untuk fansnya Namjoon, bersabar ya hehehe...
Oh Astaga aku sampai lupa HAPPY BIRTHDAY KIM TAEHYUNG MY BELOVED ALIEN^^ Btw, ultah kita sama lohhh kekeke o(^.^)o
Dan HAPPY NEW YEAR readersdul semua.. Semoga di tahun baru ini, kita semua di berikan berkat rahmat kesehatan rejeki kesuksesan dan apapun yang baik-baik di tahun yang baru ini. Dan semoga Bangtan Sonyeondan kita yang tercinta ini semakin sukses di tahun yang baru ini. Amennnn^^
Wanna review?^o^v
