CHAPTER 4
Kyungsoo tidak dapat menjawab. Baekhyun melihat Kyungsoo terdiam, mendekatkan wajahnya hingga dahi dan hidung mereka bertemu.
Kyungsoo yang sudah pasrah hanya dapat memejamkan matanya...
-o-
Kyungsoo dapat merasakan deru nafas baekhyun sangat dekat. Baekhyun pun dapat mendengar degup jantung Kyungsoo yang seakan dapat meledak kapan saja. Baekhyun menatap Kyungsoo lekat-lekat.
Kyungsoo semakin memejamkan matanya. Mereka terdiam dengan posisi seperti ini dalam waktu yang cukup lama.
.
.
.
"Pluk"
Baekhyun menjauhkan wajahnya dan menepuk kedua pipi Kyungsoo. Membuat kedua mata Kyungsoo yang dari tadi terpejam terbuka kembali. Dapat dilihatnya senyuman jahil Baekhyun.
"Apa kau menungguku menciummu Kyungsoo-ssi?" telinga dan pipi Kyungsoo memerah. Dia merasa malu dan sakit bersamaan. Dia merutuki dirinya karena terlalu berharap.
Kedua mata Kyungsoo memerah. Baekhyun terkejut melihat Kyungsoo yang seperti ingin menangis. Perasaan bersalah muncul dibenaknya.
"Kyung gwenchana?" Baekhyun kembali menangkup kedua pipi Kyungsoo. Menatapnya lembut dan khawatir. Namun berujung cubitan dari Kyungsoo di perutnya.
"Aaaaarghh" Kyungsoo melempar jas yang dibawanya ke arah Baekhyun, sambil menatap dengan tatapan satansoonya. Kyungsoo tanpa sepatah kata pun langsung berjalan keluar ruangan meninggalkan Baekhyun.
"BRAAK" Kyungsoo menutup pintu dengan sangat keras membuat Baekhyun tersentak.
"Sepertinya tadi aku keterlaluan. Tapi dia sangat manis." kataBaekhyun sambil menatap jas di tangannya.
Kyungsoo pov
Aku membasuh mukaku berkali-kali, berusaha melupakan kejadian barusan. Aku menatap tajam bayanganku di cermin. Aku mengacak-acak rambutku kasar. Arrghh Kyung kau benar-benar bodoh
Padahal kau hanya seorang manager dan fans. Kau tak boleh berharap lebih.
"Do Kyungsoo, kau tak boleh mengharapkan sesuatu dari Baekhyun! Bersikaplah senormal mungkin!" monologku di depan cermin
"Kyungsoo kau harus profesional jangan melibatkan perasaan dalam pekerjaanmu." Ku akhiri monologku dan menghembuskan nafas kasar.
Aku harus kembali ke ruang pemotretan. Kukeringkan wajahku dan merapikan bajuku. Kubiarkan rambutku yang sedikit basah, dan berjalan keluar kamar mandi.
Ketika aku keluar, aku terkejut karena Chen tiba-tiba sudah berada di depanku. Chen juga nampak terkejut.
"Kyung kau tak apa? Apa kran di kamar mandi bocor? Rambutmu basah.." tanyanya polos sambil mengusap rambutku.
"Hahaha ani.. tadi aku mengantuk dan aku mencuci mukaku." Chen mengambil sisir dari sakunya dan merapikan rambutku.
"Hish dasar lihatlah rambutmu jadi berantakan."
"Hahaha gumawo Chen noona."
"Selesai.. ayo kita kesana kyung, mereka sudah menunggumu." Kata Chen menunjuk ke arah kerumunan para staff dan menarikku. Kulihat Baekhyun yang sedang bersiap-siap di bantu oleh para staff.
Aku merasa tatapan kami bertemu(?) Ah mungkin hanya perasaanku.
Aku berdiri di antara Lay dan Chen. Kami melihat sesi pemotretan Baekhyun. Baekhyun mengganti pose-posenya sesuai arahan fotografer. Membuatku terhipnotis dan tidak dapat melepas pandanganku darinya.
Sesi foto pertama segera selesai. Chen memintaku mengganti pakaian dan sepatu Baekhyun dengan yang lain. Aku segera menyiapkan pakaian lainnya dan berjalan kearah ruang ganti. Disana ada Baekhyun dan Lay.
Lay tiba-tiba meninggalkan kami dan berbicang dengan fotografer. Menyisakan kami berdua disini.
Tanpa bicara aku meletakkan pakaian-pakaian itu di meja. Baekhyun yang semula duduk. Sudah berdiri di depanku.
Sebelum dia sempat bicara, dan kejadian tadi terulang lagi. Aku sudah berpindah tempat di belakangnya untuk melepas jasnya. Baekhyun hanya diam dan menurut.
Lalu aku menyerahkan kaos yang akan dia pakai di sesi kedua tanpa menatap dan berbicara dengannya.
Aku dapat merasakan tatapan dingin Baekhyun. Dia mengambil koas dari tanganku dengan kasar. Melepas kemejanya asal dan di lemparkan ke arahku.
Aku hanya terdiam dan berusaha tak menanggapinya. Kulanjutkan pekerjaanku dengan sunyi.
Aku memang terang-terangan menghindarinya. Baekhyun pasti menyadarinya. Tapi aku terpaksa melakukannya.
Sesi-sesi foto selanjutnya berjalan lancar dan diam. Aku hanya menatapnya ketika dia berpose di depan kamera. Dan memalingkan wajahku ketika berada dekat dengannya.
Sesi foto selesai. Baekhyun sedang mengganti pakaiannya di ruang ganti sendirian. Sedangkan aku dan Lay bersama fotografer, sedang menyeleksi hasil foto Baekhyun.
Sejujurnya aku merasa tidak ada satupun foto Baekhyun yang harus di singkirkan. Karena semua SEMPURNA. Tapi aku harus tetap memilih.
Setelah berhasil memilih beberapa foto untuk majalah.
"Boleh aku minta foto yang ini?" tanyaku gugup. Aku merutuki diriku sendiri karena tidak punya malu meminta foto Baekhyun.
"Hahaha kau menyukai foto ini? Ambillah." Fotografer itu memberikan foto yang kutunjuk tadi.
"Terima kasih banyak.." aku tersenyum senang melihat foto itu sudah berada ditanganku.
JEPRET
Aku terkejut karena tiba-tiba ada flash mengarah padaku. Lay ternyata memotretku dengan ponselnya. Dia hanya tertawa melihat ekspresi bingungku.
"Kyungie lihatlah kau terlihat sangat manis ketika kau tersenyum. Jika kau artis aku yang akan menjadi fans pertamamu. Lihat senyum bentuk hati ini." Aku hanya tertawa mendengarnya.
"Lihatlah kau membuat hati lagi." kata Lay senang dan mengarahkan ponselnya di depanku.
Ketika aku ingin melihat fotoku di ponsel Lay ada tangan yang menghalangiku. Aku menoleh ke arah pemilik tangan itu.
"Ya hati yang sempurna." Kata orang itu. Ternyata dia Baekhyun.
Haaaaa BAEKHYUN?!
Aku menatapnya terkejut dan mengedip-ngedipkan mataku. Baekhyun meraih ponsel Lay lalu tersenyum ke arahku. Dia duduk di sebelahku dan memainkan ponsel Lay.
Aku dapat merasakan pipiku kembali memanas. Oiya aku hampir lupa menyembunyikan foto Baekhyun yang kudapatkan tadi. Kalau ketahuan gawat.
Walaupun aku tidak terlalu menyukai sikapnya yang mempermainkanku, tapi aku tetap mengaguminya. Aku benar-benar bodoh.
Kyungsoo pov end
Baekhyun terus menatap namja imut di sebelahnya itu. Dia sadar namja itu sedari tadi berusaha menghindarinya.
Baekhyun mengirimkan foto namja itu dari ponsel Lay ke ponselnya. Lalu memberikan kembali pada Lay.
Baekhyun membuka ponselnya dan melihat foto Kyungsoo yang sudah dia dapat. Tanpa ia sadari senyum terkembang di wajahnya. Membuat namja di sebelahnya takjub.
Setelah semua selesai. Lay, Kyungsoo dan Baekhyun berpamitan dengan para staff.
Kyungsoo membantu membawakan barang bawaan Baekhyun kedalam mobil.
Lay mendapatkan telepon dari Suho, meminta mereka kembali ke kantor untuk proyek baru Baekhyun.
Sebelum Kyungsoo kembali duluan karena dia membawa motor sendiri kesini. Tiba-tiba Chen datang meminta tumpangan ke tujuan yang sama. Untuk menemui Xiumin.
"Mobilku sudah penuh. Aku tidak bisa memberi tumpangan." Jawab Baekhyun ketus. Dia masih kesal melihat kedekatan Chen dan Kyungsoo selama pemotretan tadi.
"Ayolah bantu aku.. Aku sudah berjanji akan menemui Xiumin oppa di kantor." Chen menatap Baekhyun dengan puppy eyes.
"Tidak ada tempat untukmu."
"Hei Baekhyun masih ada tempat untuknya!" bentak Lay. Baekhyun hanya mendengus kesal.
"Bagaimana kalo Chen noona ikut denganku saja?" tawar Kyungsoo yang membuat Baekhyun terkejut.
"Bolehkan Kyung?" Chen tersenyum senang.
"Boleh noona tapi aku naik motor. Tidak masalah kan?"
"Tidak ma..."
"TUNGGU!" Potong Baekhyun. "Chen kau naik mobilku saja, aku saja yang naik motor dengan Kyungsoo."
"APA?" Mereka terkejut mendengar keputusan Baekhyun.
Tanpa basa-basi Baekhyun langsung menarik tangan Kyungsoo meninggalkan Lay dan Chen yang terus melayangkan protes ke arahnya.
"Ini mimpi ini mimpi" gumam Kyungsoo pelan.
Baekhyun meminta Kyungsoo menunjukan dimana letak motornya. Kyungsoo hanya terdiam menatap Baekhyun dengan mata bulatnya.
Baekhyun tertawa melihat respon lucu Kyungsoo dan mencubit pipinya gemas.
"Appo." Kyungsoo mengusap pipinya.
"Kyungsoo-ya dimana motormu?" tanyanya lembut.
Kyungsoo terkejut dengan gelagat lembut Baekhyun. Ia hanya dapat menanggapi dalam diam kembali berjalan ke arah motornya.
Hari ini dia merasa banyak sekali kejutan di hidupnya.
"Mana kuncinya?" tanya Baekhyun sesampai di depan motor Kyungsoo.
"Untuk apa?" Kyungsoo tidak ingin menyerahkan kuncinya, takut Baekhyun mengerjainya lagi.
"Aku yang akan membonceng."
"Tidak.. aku yang akan memboncengmu." sanggah Kyungsoo
"Aku yang membonceng!" balas Baekhyun.
"Aku!"
"Aku!"
"AKU!"
"AKUUU!" Baekhyun kesal dia merasa seperti berebut mainan dengan anak kecil. Lalu dia mendekat berusaha merogoh saku Kyungsoo.
"Yak Baekhyun-ssi!" bentak Kyungsoo. Baekhyun seketika langsung menghentikan apa yang dia lakukan. "Jika aku membiarkanmu memboncengku, aku akan di marahi Lay noona dan Suho hyung."
"Tenang mereka tidak akan memarahimu. Kuncinya.." pinta Baekhyun.
"Kau artis kami dan aku tidak ingin kau lelah karena memboncengku."
"Aish... ini hanya membonceng. Aku tidak akan pingsan karena ini."
"Jadwalmu hari ini masih banyak Baekhyun-ssi. Aku tak ingin kau lelah." Kyungsoo menatapnya dengan tatapan memohon.
"Kau meremehkanku?" tanya Baekhyun geram.
"Ani.. aku hanya mengkhawatirkanmu." jawabnya sedikit ketakutan.
"Kau cerewet sekali. Mana kuncinyaa?!" Baekhyun berjalan mendekat ke arah Kyungsoo.
"Aku tetap tidak memberim... hmph.." Baekhyun membekap bibir Kyungsoo.
Kyungsoo membelalakan kedua matanya. Dia merasa ada benda kenyal yang menyentuh bibir nya. Dan dia dapat melihat bulu mata Baekhyun dari dekat. Bahkan hembusan nafas Baekhyun dapat dia rasakan.
'Tunggu apa yang terjadi?!' Batin Kyungsoo.
Baekhyun melepas ciuman mereka dan tersenyum melihat Kyungsoo yang masih syok.
"Mana kuncinya?" tanya Baekhyun sekali lagi. Kali ini Kyungsoo mematuhi perintahnya.
"Apa kau hanya membawa 1 helm?" tanya Baekhyun. Kyungsoo tidak menjawab dia hanya menunjuk jok motornya.
Baekhyun mengerti, ia mengambil helm cadangan itu dan di pasangkan ke kepala Kyungsoo. Lagi-lagi Kyungsoo terkejut.
Baekhyun memakai helm yang tergantung di spion dan menyalakan motor.
"Cepat naik!" perintahnya. Kyungsoo hanya dapat menuruti perintah Baekhyun.
"Berpeganganlah!" kata Baekhyun lembut. Dia tak mendengar apa yang di katakan Baekhyun setelahnya.
Kyungsoo hanya melamun dengan jemarinya yang bermain di bibir hati itu. 'Apakah tadi itu ciuman pertamaku? Dengan Baekhyun?'
TBC
Maaf part ini gaje banget
Semoga kalian suka dan menikmati ceritanya ❤️
