Paginya kyungsoo bangun dan merasakan ada sesuatu yang memeluknya dari belakang. Berat tetapi hangat.

" eungg..."

" jonginaa... Tangan mu berat..." erang kyungsoo

" tapi aku kedinginan sayang.."rengek jongin

" sayang...ini sudah pagi..."tambah kyungsoo.

Kemudian kyungsoo membalikkan tubuhnya,. Jongin mempererat pelukkannya. kyungsoo tersenyum saat berada dalam pelukan hangat jongin. Dadanya yang bidang dan hangat memberikan kenyamanan yang luar biasa.

Deg!

" tunggu dulu.."

"jongin!?". Kyungsoo tiba tiba tersadar.

Kyungsoo membuka matanya dan tidak menemukan adanya orang lain di kamarnya. Itu semua hanya mimpi, dirinya dan jongin tidur bersama.

" uaaaaaaaaa apa apaan ini...aku bermimpi ..." kyungsoo mengacak rambutnya frustasi.

" aaaaaaaaa...andwaeeee!" lagi-lagi kyungsoo berteriak.

" kenapa...! Aishhhh rasanya nyata sekali..."

Mood kyungsoo sekarang sangat buruk, apalagi mimpi sialan itu terus berputar putar dalam kepala mungilnya.

" tadi pagi appa mendengar sesuatu, seperti teriakan...kau kah itu kyung?"

" teriakan? Hahahhahahah appa itu hanya khayalanmu saja..."

" benarkah?..tapi."

" ya sudah appa aku pergi dulu..." kata kyungsoo buru buru.

" aku tidak mungkin mengatakan kepada appa yang Sebenarnya... Masak harus bilang ...appa anak gadis mu ini mimpi tidur dengan bosnya.." kata kyungsoo sambil menhentakkan kakinya

Dengan berat hati kyungsoo harus masuk lagi untuk bekerja setelah kejadian kemarin. Dia hanya tidak ingin dibilang anak yang lemah karena tidak mampu bertahan bekerja selama satu hari saja. Di dalam kepala kyungsoo penuh dengan cara bagaiman melindungi diri dari jongin.

"hah..." ela nafas kyungsoo saat membuka pintu tempat ruangan kerjanya, dan tentu saja ruangan jongin.

" kau sepertinya tidak menyukai ini..?." suara itu terdengar sangat jelas di telingga kyungsoo.

" ommoooo aku terkejut..." sontak kyungsoo memegang dadanya.

" ck! Aku heran bagaimana tuan Do membesarkan putri semata wayangnya ini..." dari nada bicara jongin dapat dipastikan disana ada nada mengejek

" kau bertanya atau mengejek appaku...?"

" appa...hummm ... menurutmu?"

"terserah kau saja aku tidak ingin berdebat pagi ini...dan asal kau tau appaku adalah laki2 yang baik."

"benarkahh... mari kita lihat..." jongin kemudian duduk kembali menuju mejanya.

" jadi apa yang harus ku lakukan?" sekarang kyungsoo mencoba untuk bekerja sama dengan orang dihadapanya

" kau boleh melakukan apa saja...toh semuanya tidak akan berubah.." jongin masih sibuk dengan dokumennya

" permisi... aku jadi tambah binggung apa ini yang dinamakan perusahaan terbaik, setelah merekrut kemudian memberi mereka gaji buta?"

Kasar ...jongin tersenyum dalam hatinya.

" terserah kau saja mau bilang apa... AKU TIDAK PEDULI!"

" aishhhhh..." kyungsoo duduk dimejanya kembali.

Ini sudah lebih dari 3 jam dan dia tidak melakukan apapun. Apa jongin mengira dirinya tidak pintar atau rajin?. Kyungsoo memainkan pena yang berda diatas mejanya.

" kau..." kyungsoo memulai pembicaraan agar tidak merasa di abaikan

" sepertinya kau sudah sering berbicara banmal kepada siapapun..."

"ne? Tapi kau..."

Kyungsoo sebenarnya bukan oranga yang seperti itu, hanya saja jongin dari awal sudah seperti itu..jadi.

" hyung...jadi kapan kau lamar dia?" lamunan kyungsoo terhenti saat sehun masuk begitu saja

Suasana menjadi diam sejenak karena perkataan sehun barusan.

"ehhhmmmm aku kira kau akan berhenti kemarin..." sehun mengalihkan pembicaraanya.

" ne? Kenapa bagitu..?" tanya kyungsoo

" karnaaa..."

" apa maumu..." potong jongin

" ahhh tidak ada... hanya melihat kondisi saja..."

"kalau begitu kau bisa keluar...aku sibuk"

" baiklahh... selamat bekrja semuanya..." pamit sehun

Saat sampai diruangnya, sehun sudah ditunggu oleh seseorang.

"ahhh anda cepat sekali sampainya..." ucap sehun basa basi

" tidak usah basa basi... apa mau kalian..?" ucap namja itu

" kau mau minum apa?" sehun masih mempertahnkan senyumanya.

" tidak usah.. to the point saja..." tegas namja itu

"oke... kami telah menyelidikimu selama belasan tahun ini, dan ternyata kau benar2 orang yang baik." Ucap sehun dengan senyuman

" apa maksudmu?"

" kau menculiknya...dan wallllaaaa sekarang dia sudah besar.." ejek sehun

" ck! Jadi itu alasan kalian heh?"

"hahahahhha kau jadi bingung... bagaimana itu bisa terjadi?"

" jangan mempermainkan ku..." tegas laki2 itu

" wahhhh baiklah... kita mulai saja..." sehun membetulkan letak dasi di lehernya

" ck!"

" aku memberimu tawaran..."

" tawaran? Aku tidak tertarik..."

"benarkah? Lalu bagaimana jika kehancuran?" bisik sehun

"kauu...berani..." wajah laki2 itu terlihat pucat

"ehhhh ajushii kau cepat sekali paniknya...tidak seperti dulu..." sindir sehun

" kau...apa yang kau mau?"

" tanpa memnjelaskanpun kurasa kau sudah tau itu..."

" kau anak kecil..."

"BERHENTI MENYEBUTKU SEPERTI ITU...!" bentak sehun. Wajah tampannya tampak mengeras.

" wahhhhhh..."

" aku bisa saja membunuhmu sekarang juga..." ancam sehun

" baiklah kita lihat siapa yang mati duluan..."

Kemudian ajusshi itu keluar dari ruangan sehun. Sehun benar2 pusing sekrang, kenapa permasalhan ini menjdi sulit. Dulu semuanya baik2 saja sampai pertungan itu terjadi, semuanya berantakan. Bahkan mimpinya pun ikut hancur gara2 kejadian itu. Kematian kedua orang tuanya membuat dirinya dan jongin mati2an mempertahan perusahaan itu. Bahkan orang lainpun ikut mati bersama orang tuannya. Orang yang sudah mereka anggap seperti keluarga.

Cring! Cring!

" sehun... " suara lembut itu terdengar di sebrang sana

" kau ada dimana?"

"aku dirumah..kenapa?"

"mau jalan keluar tidak...?"

" tapi ini masih pagi..."

"luuu..."

" baiklah..."

Percakapan singkat itupun berakhir.

"aku sdah tidakkk tahannn lagiiii...!" kyungsoo mengamuk. Dari tadi diruangan itu dirinya hanya cengar cengir saat ada orang yang masuk. Bahkan sekarang dirinya ditinggalkan begitu saja oleh alien sialan itu.

" karna dia tidak ada maka tidak salah aku berkeliling sebentar..."

Kyungsoo pun mengelilingi ruangan itu. Kantor jongin terlihat seperti kamar pribadi lengakap dengan tempat tidur, lemari pakaian, kamar mandi yang besar.

Apa dia tidak punya rumahh... ahhhh tidak mungkin diakan kayaaa... pikir kyungsoo.

Tangan kyungsoo membelai lembut seprai putih itu. Aroma dari ruangan itu penuh dengan aroma jongin.

Ruangan ini seperti dirinya... tambah kyungsoo.

Selanjutnya kyungsoo mengitari lemari pakain jongin. Disana semuanya tata rapi tanpa lecet sediktpun.

Setelah selesai berkeliling kyungsoo duduk sejenak diatas tempat tidur jongin melepas penat. Tanpa sadar dia tertidur disana.

" baiklah kalian boleh kembali.." rapat yang jongin pimpinpun berakhir.

Tanpa berfikir panjang jongin kembali keruangannya. Saat masuk dia tidak melihat kyungsoo.

Apa dia sudah pulang?... pikir jongin

" hah... lebih baik aku mandi saja..." kata jongin sambil masuk kekamar mandinya. Jongin memang bukan orang yang ceroboh. Tapi karena terbiasa hidup sendiri dia tidak terlalu memperhatikan semuanya dengan teliti. Sampai saat ini jongi tidak sadar ada seseorang yang tertidur dikasurnya.

"ummm... aku dimana?" kyungsoo terbangun saat mendegar suara air dari kamar mandi.

"apa appa yang menggunakan kamar mandi ku?" kyungsoo menggucek2 matanya.

" ahhhh aku lelah sekali..." kyungsoo melanjutkan tidurnya.

Jongin yang selesai mandi hendak mengambil pakaianya terkejut saat melihat ada sepatu wanita di sebelah tempat tidurnya. Dia bukan tipe orang yang selalu menggunakan jasa itu. Jadi tidak heran kalau selama ini dia tetap "bersih" dari hal2 seperti itu.

Saat jongin mendekat tiba2 dia mendengar seseorang bergumam, tidak keras tapi cukup untuk memastikan apa yang diucapkanya.

" kaii..."

deg!

Tbc

Heloowwwwww semuanyaaaa ini kelanjutannyaaaaa

Semoga suka...maaf hiatusnya lama sekali

Sebgai oermintaan maaf updatenya sekali bnyak dehh hahahahahhahahahha

Jgn lupa review yaaaaa... dan sorry for typooo ...

Pay pay