Title: Love Story In School
Cast: All Member Exo
Pairing: HunHan(Slight KaiHan), KaiDO, BaekYeol, ChenMin, TaoRis, SuLay
Genre: Romance, Humor, School Life
Rated: T
Disclaimer: Semua cast punya Orang tua, Tuhan, dan Entertaiment masing-masing. Dan cerita asli pemikiran saya sendiri.
Warning: Yaoi, AU, OOC jadi sangat beda banget sama aslinya (terutama Kris), Gaje, Alur yang kecepetan, dan temukan kewarningan-kewarningan(?) yang lain.
p.s.= Di Chapter ini, humor dikurangi dan akan dibanyakan Romance…
Its Yaoi fanfic
.
.
If you hate Cast and Story on this fanfic, please don't read
.
.
No Straight
.
.
-Happy Reading-
.
.
.
Disebuah ruang untuk club menyanyi, terlihat dua orang namja sedang membereskan kertas partitur-partitur lagu yang berantakan. Ruangan tersebut sangat sepi. Maklum letaknya berada diujung lantai 2 yang letaknya sangat jauh dari kelas-kelas.
"Sudah selesai. Setelah ini kita melakukan apa lagi, Chen?" Tanya seorang namja bermata bulat yang besar. Namja satu lagi terlihat berpikir.
"Bagaimana jika kita latihan bernyanyi saja?" Usul Chen. Dio –namja bermata bulat– menganggukan kepalanya setuju. Lagipula ia juga jarang latihan seperti ini.
"Baiklah kau duluan saja, aku akan memainkan piano" Ujar Dio. Chen mengangguk, ia pun memposisikan dirinya diatas kursi. Ia menarik nafas perlahan dan mengeluarkannya kembali.
Manchang de yitian fangfu jiu xiang duanzan yi miao de ganjue
Mei tian du xiang shi wei ni xie xia de qingjie
Zhe yimu langman aiqing pian xia yimu dongzuo pian nan zhujiao
Wo banyan ni xinzhong wei yi yingxiong
Ni ruci wanmei
Turan wo qidai
Pei ni zouxiang de weilai
Bie ba ai cang qilai zhua zhu xingfu zhiyao ni neng tanbai
Oh baby~
I lost my mind
Dang ni zou jin wo shixian
Jiu zai ni zhouwei zhengge shijie Get in slow motion
Qing ni gaosu wo ruguo zheyang jiushi ai
Ai wusuobuzai hui
Rang wo wangji shanghai fendan beiai xuexi guanhuai
Chaoguo kuguo hai neng yongbao
Qing ni gaosu wo ruguo zheyang jiushi ai
Dang wo qian ni shou quan shijie xianmu buyi
Dang ni wen wo cai dong zhe ganjue bu hui genggai
Dio mencoba menghayati lagu yang dibawakan Chen tersebut. Ia sama sekali tidak mengerti lagu tersebut. Lagu itu memakai bahasa China, ia kan tidak bisa bahasa China. Tapi, dari apa yang ia pikirkan, pasti Chen menyanyikannya dengan penuh penghayatan. Ia juga menyimpulkan bahwa Chen sedang jatuh cinta rupanya.
Dio terseyum lembut. Ia pun menepuk pundak Chen.
"Chen hyung, kau sedang jatuh cinta ya?" Tanya Dio dengan senyuman terpancar diwajah cantiknya. Chen hanya tersenyum kikuk sambil mengusap tengkuknya.
"Ne~" Jawab Chen singkat. Dio mulai tersenyum jahil.
"Dengan Xiu hyung, eoh?"
BLUSHH
"eh?" Kata Chen kikuk. Dio tertawa keras.
"Baiklah, aku tidak akan memberitahukan ini kepada orang lain. Cukup kita saja.." Ujar Dio meyakinkan Chen. Chen mengangguk ragu.
"Yaksok?" Ucap Chen sambil menunjukkan jari kelingkingnya. Dio mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Chen sambil berkata, 'Ne, yaksok!"
"Baiklah, sekarang giliran kau yang bernyanyi, Dio-ah" Dio mengganguk dan memposisikan dirinya didepan piano.
Atarashii machi de notta
Densha no mado utsutta
Fuan-souna me wo shita watashi wa
Anata ga oshiete kureta
Jibunrashisa wasurenaide
Ima mo kagayaite iru ka na
Nagare teku keshiki
Futo shinkokyuushite
Miageta sora no hate
Anata no koe ga shita
Toukuhanarete ite mo
Me wo tojireba hora kokoro wa soba ni iru
All my love is for you
Nothing left to lose
Dare yori mo ai no imi wo chikara wo shitte irukara
Y-yeah y-yeah y-yeah
Y-yeah y-yeah y-yeah
Y-yeah y-yeah y-yeah oh
(Chikara wo shitte iru kara)
Chen berusaha menghayati lagu tersebut. Setelah Dio selesai bernyanyi, ia tidak dapat mendeskripsikan arti lagu tersebut. Yang ada dia malah linglung sendiri. Jelas ia bingung, wong lagunya memakai bahasa Jepang. Yang ia tahu, lagu ini menceritakan tentang kesedihan.
"Aku tidak mengerti apa yang kau nyanyikan" Ujar Chen. Dio mengendikkan bahunya tidak peduli.
"Kalau tidak mengerti, tidak usah kau dengar"
"Yang pasti lagu ini menceritakan tentang kesedihan, apa kau sedang sedih?" Tanya Chen. Dio menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya ia tidak tahu apa maksud lagu itu..
"Mollayo, aku mendengarnya saat Taeyeon seonsaengnim menyanyi diruang konseling kemarin" Jawab Dio.
"Dasar..." Keheningan pun menyelimuti suasana diantara mereka. Hingga sebuah suara menginterupsi keheningan diantara mereka.
BRAK
Pintu ruang club menyanyi terbuka menampilkan sosok pemuda tinggi dengan kulit gelap. Pemuda tersebut berlari dan langsung bersembunyi dibelakang Dio. Keringat bercucuran didahi namja tersebut.
"Kau kenapa, Kai?" Tanya Dio lembut menyadari namjachingunya bertingkah aneh. Kai menoleh dan terkejut mendapati Dio berada didepannya.
"Hyuung, ternyata kau ada disini..." Kai memeluk Dio posesif. Sedangkan Dio hanya kaget dipeluk seperti itu. Kai mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan dan menemukan sosok namja berkacamata sedang duduk disalah satu kursi.
"Hey, you SpongeChen. What are you doing disini, hah?" Seru Kai sambil berdiri dan menunjuk-nunjuk wajah Chen. Chen hanya memiringkan kepalanya tanda ia tidak mengerti.
"Don't pura-pura innocent you, your face tidak pantas dengan your personality!" Seru Kai lagi sambil berdiri didepan Chen. Dio yang merasa tidak diperhatikan langsung memegang lengan Kai.
"Tenang Kai, dia hanya ingin bernyanyi" Kata Dio lembut.
"Singing? Singing darimana, He want mengganggumu hyung!" Kai masih keras kepala. Dio menghela nafas menyadari namja chingunya yang keras kepala dan susah diberitahu itu.
"Hey You, you ingin distrub my hyung, eoh? Eh, benar tidak sih distrub" Ujar Kai sambil membuka kamus mini yang ada dikantongnya. Dio dan Chen langsung sweatdrop tingkat akut. Katanya paling pandai Bahasa Inggris? Pandai darimana, ini saja masih melihat kamus -_-
"Oh ya ada orang, hehehe... Aku ketahuan" Dio dan Chen tambah sweatdrop tingkat dunia-akhirat. Memangnya mereka berdua dianggap apa?
"Baiklah aku ingin mendengar suara SpongeChen yang bentuk kepalanya tidak tertandingi (?) ini. Apakah suaranya bagus hyung?" Tanya Kai.
Dio langsung mengangguk dengan semangat, "Sangat bagus sekali"
"Really?" Kai tidak percaya.
"Aku punya pilihan. Kau mau menyanyi lagu apa, Cinta satu malam, Satu jam saja, ABG tua, Keong racun, Love is you, Dilema, Iwak peyek. Ayo, choose one"
Chen dan Dio sweatdrop tingkat surga-neraka (?). Lagu apa itu? Mereka tidak kenal sama sekali.
"Aku tidak tahu semua lagu yang kau sebutkan itu" Ujar Chen polos. Kai mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia mengerti.
"Jadi, kau mau lagu apa?" Tanya Kai.
"Bagaimana jika Mama?"Usul Dio. Chen maupun Kai menatap Dio antusias.
"Baiklah, Dio hyung dan SpongeChen ini akan bernyanyi, sedangkan aku bagian rappnya. Ok?"
"Ne!"
Careless
Careless
Shoot anonymous
Anonymous
Heartless
Mindless
No one who care about me
Irheobeorin chae
Oemyeonhaneun geot gata
Chameul subakke eobseo
Nuneul gamjiman~
MAMA ijen naege daedaphaejwo
Wae saramdeuri dallajyeonneunji
Areumdaun sijeoriraneunge jonjaehagin haenneunji~
Ije deoneun saranghaneun beopdo ijeotgo
Baeryeohaneun mamdo irheotgo
Deungeul dollin chaero saragagi bappeungeol
Ingmyeongui gamyeone gamchwotdeon sarui gadeukhan jilsi
Kkeuteul bwado baegopeun deutan
Ijen manjokhae~
Urin deo isang nuneul maju haji anheulkka
Sotonghaji anheulkka
Saranghaji anheulkka
Apeun hyeonsire dasi nunmuri heulleo
Bakkul su itdago bakkumyeon doendago malhaeyo MAMA, MAMA
Kita biarkan KaiDoChen ini bernyanyi hingga lagu habis. Tapi, kalau KaiDo adalah pasangan, maka Chen sebagai obat nyamuk ^.^ V. Makanya Chen, cepat cari pasangan ne...
_OOoEXOoOO_
"Kira-kira bagaimana ya foto yang kuambil kemarin..." Tanya seorang yeojya sambil mengutak-atik cameranya. Ia tersenyum tipis melihat hasil jepretannya.
"Haah... Objek yang bagus, aku akan memberitahukan ini semua pada murid-murid se-fujoshi(?)ku" Katanya lagi. Tak lama kemudian datanglah sang guru mandarin, Kris.
"Hey, Taeng noona sedang apa kau?" Tanya Kris penasaran. Yeojya yang dipanggil Taeyeon itu hanya memegangi cameranya.
"Tidak apa-apa, hey bukankah kau ada jadwal di kelas X-5?" Taeyeon mulai mengalihkan pembicaraan. Kris menepuk jidatnya.
"Oh ya, Gomawo Taeng noona~ Aku pergi dulu ne"Pamit Kris.
"Ne, itulah gunanya guru konseling. Baiklah kau pergi, kasihan murid-muridmu sudah menunggu" Kata Taeyeon sambil mendorong-dorong tubuh tinggi Kris. Setelah Kris pergi, Taeyeon segera melihat lagi cameranya dengan tatapan yang tidak bisa dideskripsikan.
"Kris seonsaengnim sedang berciuman dengan Tao. Sungguh pemandangan yang bagus, Kyyaa~" Ucapnya sambil memekik tertahan. Alhasil guru-guru yang sedang bekerja di ruang guru tersebut melihat kearahnya.
"Mianhamnida~" Ujar Taeyeon sambil membungkuk 900. Para guru kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.
Ya, Taeyeon seonsaengnim, sang guru konseling adalah Fujoshi tingkat akut. Ia juga mempunyai murid untuk misinya menjadi Fujoshi. Yaitu Hyoyeon, Yuri dan Yoona kelas X-1, Sooyoung, Seohyun kelas X-2, Jessica dan Sunny kelas X-5, serta yeojya chingunya sendiri yaitu Tiffany, sebagai guru Seni budaya.
Mereka selalu menyelidiki perkembangan Yaoi di sekolahnya. Tapi mereka berusaha serapih mungkin agar tidak mengganggu targetnya. Jika itu sampai terjadi, maka mereka akan dimarahi oleh ketua mereka Taeyeon. Mereka melakukan berbagai cara untuk menyelidiki keberadaan Yaoi disekolah atau juga membantu para namja agar bisa jadian dengan namja yang disukainya. Misalnya usaha HyoYulYoon diChap 3. Dengan begitu Yaoi akan bertambah banyak bukan?
Nama kelompok Taeyeon dan murid-muridnya adalah Soshi. Mengapa demikian? Karena rata-rata dari mereka gemar memakan sosis. Jadi diberi nama Soshi, H nya dihilangkan dan ditambahkan S. Jadilah Sosis, unik bukan? Selain itu masing-masing dari mereka juga mempunyai bakat. Misalnya HyoYulYoon yang mempunyai bakat Dance, TaeNyJessSeo mempunyai bakat menyanyi dan SooSunn yang mempunyai bakat kedua-duanya. Hanya saja Sooyoung lebih kedance dan Sunny lebih ke menyanyi.
Sekarang ia mendapat foto sekitar yaoi dan korbannya adalah sang guru baru dan anak murid yang terkenal akan mata pandanya yang terlalu greget (?). Ia berpikir, pasti Tao tidak akan mau menemui Kris karena ia sangat malu. Dan Kris akan berusaha minta maaf pada Tao.
"Pasti akan menyenangkan!" Gumamnya. Apakah pemikiran Taeyeon benar? Kita lihat setelah pesan-pesan berikut #plakk.
.
.
.
.
Disebuah ruang club dance, sekelompok orang terlihat sedang berlatih menari. Mari kita intip:
"Rusa, kau salah gerakan! Ayo dicoba lagi!"
"Ne~"
"Tidak, tidak seperti ini.."
"Kau salah, harusnya badanmu membentuk zigzag keatas lalu putar lenganmu sambil badanmu turun, langsung taruh tanganmu dimasing-masing pipi"
"Lalu gerakkan badanmu keatas, dongakkan kepalamu kearah serong kiri, sambil kau buka sedikit tangan yang ada dipipi lalu turunkan badanmu kearah serong kanan. Setelah itu putar kepalamu, jangan takut rambutmu rusak ya.."
"Ooh.. Aku mengerti. Gomawo~"
Xiumin dan Lay menatap yeojya-yeojya dihadapannya dengan pandangan lucu. Maklum mereka adalah yeojya, walaupun mereka yeojya tapi tetap saja mereka lebih tua dari XiuLay. Sedari tadi Yoona melakukan kesalahan dalam gerakan hingga Hyo dan Yul harus berulangkali mengajari Yoona yang sedikit lemot.
"Baiklah latihan cukup disini! XiuLay, kalian habis ini ingin kemana?" Teriak Hyoyeon.
"Ingin ke kelas" Jawab Lay. Hyoyeon hanya ber-oh ria. Sedangkan Yoona dan Yuri sudah membereskan peralatan mereka.
"Baiklah, kami masih ingin latihan. Kalian duluanlah"
"Ne~"
Xiumin dan Lay segera berlari keluar dari ruang Dance. Wajah mereka tersirat rasa ketakutan.
"Haah, haah, untung saja kita berhasil keluar"
"Ne hyung, yeojya-yeojya tadi sangat mengerikan!"
Perkataan XiuLay tadi memang ada benarnya. Dari penampilan, 3 yeojya tersebut sangat cantik. Tapi saat menjalani latihan tadi, yeojya tadi sangatlah mengerikan seperti macan betina. Saat memasuki ruangan, mereka langsung berhambur masuk hingga mereka bertiga tersandung dan jatuh bersama-sama. XiuLay masih maklum. Tapi yang lebih parahnya lagi mereka menari hingga kaca jendela ruangan pecah.
Mengapa pecah? Karena saat menari lagu 'I Got A Boy' pada bagian melempar topi, mereka melempar topi kearah jendela terlalu keras hingga jendela retak dan akhirnya pecah. XiuLay yang mendengar suara kaca pecah langsung menghentikan kegiatan mereka. Sedangkan HyoYulYoon hanya nyengir membuat XiuLay bergidik.
"Hiii.. Ya sudahlah, aku ingin ke UKS dulu ne..." Pamit Lay sambil berlari menuju UKS. Pasti penyakitnya kambuh lagi.
Xiumin berjalan sendirian di koridor sekolah yang ramai. Ia jadi merindukan Chennya. Eh? Chennya? Atas nama siapa ia berani mengklaim bahwa Chen miliknya. Baiklah, jangan berpikir macam-macam Xiumin, pikirnya. Beberapa menit kemudian, ia sampai di kelasnya, X-6. Ia melihat sekumpulan anak-anak sedang membuat lingkaran.
"Hey, kalian sedang apa? Aku ikutan~" Teriak Xiumin sambil berlari kearah anak-anak yang sedang membentuk lingkaran.
"Sedang bermain ToD, kau ingin ikut?" Kata Suho. Xiumin mengganguk.
"Tapi kau ajak satu orang lagi, jadinya tidak pas kalau kau ikut" Xiumin mengedarkan pandangannya keseluruh kelas. Ia pun menemukan seseorang yang baru masuk ke kelas.
"Chen~ Sini!" Teriak Xiumin. Chen segera menghampiri Xiumin.
"Wae hyung?"
"Kau temani aku bermain ne? Aku tidak butuh penolakan!" Ujar Xiumin sambil menarik Chen agar duduk bersama anak-anak yang lainnya.
"Wooaaa... SpongeChen ikut bermain~" Seru geng fenomenal X-6. Xiumin memutar bola matanya malas.
"Kajja, kajja dimulai"
Botol diputar oleh Suho dan berhenti tepat didepan Chen. Semuanya menatap Chen. Segera Chanyeol bertanya:
"Turth or Dare?" Tanya Chanyeol. Chen menggaruk kepalanya bingung.
"Sebenarnya kalian bermain apa sih?"
Semua murid di dalam kelas tersebut saling bertatapan. Sedetik kemudian mereka langsung tertawa terbahak-bahak, minus ChenMin tentunya. Chen terlihat semakin bingung, sedangkan Xiumin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya maklum.
"Ini adalah permainan dimana saat botol berhenti disalah seorang, maka orang itu harus memilih Turth or Dare. Truth artinya kejujuran, jadi kau harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan dengan jujur. Kalau Dare, berarti kau harus melakukan sesuatu yang disuruh oleh orang yang menyuruh. Arraseo?" Jelas Suho.
Chen mengangguk tanda ia mengerti. Permainan kembali dilanjutkan, botol kembali diputar dan berhenti di...
"Tao?!" Teriak semua anak-anak. Refleks Tao menutup telinganya yang mulai pengang.
"Truth or Dare?" Tanya Yoochun.
"TRUTH!" Teriak Tao histeris. Semuanya menatap Tao lagi.
"Kau kenapa Tao?"
"Tidak apa-apa kok Xiu hyung"
Semua anak-anak yang bermain ToD langsung menjauhkan diri dari Tao dan langsung berdiskusi.
"Hey, pertanyaan apa yang ingin kita tanyakan pada Tao?" Tanya Kai gusar.
"Kapan pertama kali dia NC-an?" Usul Chanyeol.
PLETAK
"Jangan, ia masih polos!" Kata Kai sambil menjitak kepala Chanyeol.
"Kapan pertama kali ia Ciuman?" Usul Yoochun.
PLETAK
"Aku sudah tahu. Jadi jangan tanya dengan pertanyaan itu!" Kata Kai lagi sambil menjitak kepala Yoochun.
Semua anak-anak yang berada dilingkaran tersebut terlihat berpikir keras. 30 menit sudah berlalu. Tapi tidak ada satupun orang yang mau mengeluarkan pendapatnya. Takut dijitak Kai. Hingga sebuah suara menginterupsi.
"Aha.. Aku tahu! Kapan terakhir kali ia mengompol saat tidur?" Usul Chen dengan wajah PeDenya. Semua terlihat menimbang-nimbang pertanyaan Chen tersebut.
Hingga tiba-tiba, "IDE BAGUS?!" Teriak semua anak sambil menggeplak kepala Chen secara bersamaan dan langsung mendekati Tao. Alhasil Chen langsung terbaring dilantai sambil memegangi kepalanya.
"Aish... Kalau kepalaku berubah bentuk bagaimana?" Ucap Chen nelangsa(?).
"Kalian lama sekali~" Ujar Tao sambil mengerucutkan bibirnya imut.
"Aaa... Kyeopta~ Sudahlah, kami punya pertanyaan untukmu" Ucap Luna sambil tersenyum manis.
"Kapan terakhir kali kau mengompol di tempat tidur?" Tanya Key dengan nada yang dilambat-lambatkan. Tao menelan ludahnya gugup. Itu adalah aibnya
"A-aku te-terakhir itu anu... hmm, a-aku..." Tao berkata tidak jelas membuat semua anak-anak menatapnya gemas dan tidak sabar.
"Cepatlah Tao hyung!" Seru Kai tak sabaran.
"Hehehe... Kelas 1 SMP..." Jawab Tao sambil menundukkan kepalanya. Semuanya hanya melongo. Anak-anak yang tidak ikut bermain juga melongo. Bahkan Chen langsung bangun dari kepundungannya (?) meratapi nasib kepalanya. Hingga kemudian...
"BWAHAHAHA..." Tawa semua anak di kelas tersebut. Tao hanya menundukkan kepalanya yang memerah karena malu.
"Sudah, sudah kasihan Tao. Ayo Tao, kau putar botolnya!" Suruh Xiumin. Botol pun berputar dan berhenti tepat di...
Water Controller
#plakk. Tunggu, tunggu ini bukan FF Fantasy. Lanjut ke story ;)
"Nah, kau Suho hyung. Truth or Dare?" Tanya Tao.
"Dare!" Jawab Suho mantap. Xiumin langsung melontarkan pertanyaannya.
"Bagaimana jika kau menembak orang yang menyatakan perasaanmu kemarin dan kalian harus berpacaran selama 5 hari. Jika masih cinta, bertahanlah. Jika tidak saling menyukai atau bertepuk sebelah tangan, lebih baik kalian putus" Usul Xiumin. Semua menatap Suho penasaran. Suho menghela nafas.
"Baiklah, ikut aku! Xiumin hyung tolong bantu aku" Perintah Suho sambil beranjak dari tempat duduknya . Xiumin terlihat membisikkan sesuatu pada Suho dan Suho mengangguk. Semua pun mengikuti SuMin ketempat yang akan dituju.
_OOoEXOoOO_
Dua orang namja terlihat sedang bersantai-santai di taman belakang sekolah. Sang namja manis terlihat menyenderkan kepalanya pada bahu sang namja tampan. Sedangkan namja tampan hanya senyum-senyum saja.
"Luhan hyung~"
"Ne, Sehun-ah. Waeyo?"
Namja yang dipanggil Sehun hanya menggigit bibir bawahnya gugup. Ternyata ia sangat malu.
"Bolehkah aku memelukmu hyung?" Tanya Sehun. Luhan memiringkan kepalanya imut.
"Tentu saja, aku kan kekasihmu Sehun," Jawab Luhan. Sehun segera mendekatkan dirinya pada Luhan dan memeluknya secara perlahan. Wajahnya menampilkan guratan kesedihan.
'Aku tahu kau kekasihku. Tapi, apakah kau bersungguh-sungguh mencintaiku?' Batinnya sedih.
Sehun melingkarkan tangannya kepinggang ramping Luhan. Luhan hanya terdiam saja merasakan semua perlakuan Sehun padanya. Tanpa Luhan sadari, Sehun telah mendekati wajahnya. Dengan perlahan namun pasti, Sehun langsung menempelkan bibirnya pada bibir Luhan.
Sehun segera melumat bibir Luhan lembut, menikmati rasa bibir tersebut. Sedangkan Luhan masih terdiam karena masih shock. Setelah puas dengan bibir Luhan, Sehun menggigit bibir Luhan lembut. Refleks Luhan membuka sedikit mulutnya. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Sehun. Segera ia memasukkan lidahnya kedalam mulut Luhan, mengabsen deretan gigi putih tersebut.
'Manis' Pikirnya. Luhan sedikit memukul-mukul dada Sehun pelan menandakan hampir kehabisan oksigen. Dengan berat hati Sehun melepaskan pangutan bibirnya dengan Luhan. Luhan segera menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Haah... Apa yang kau lakukan Sehun?" Kata Luhan dengan nafas tersenggal-senggal.
"Tentu saja menciumu hyung. Memangnya apa lagi?"
Pipi Luhan langsung memerah mendengar perkataan Sehun. Jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat dibanding dia bersama Kai. Eh? Apa ia bilang? Kai? Apakah ia sudah tidak mencintai Kai lagi? Mungkin Luhan sudah benar-benar Move On dari Kai. Berbahagialah wahai HunHan Shipper, bersedihlah wahai KaiHan Shipper #plakk. Bercanda ding, ^_^
"Aish... Sehun~" Rajuk Luhan sambil menyembunyikan wajahnya didada Sehun. Sehun langsung memeluk badan Luhan. Hyungnya yang satu ini memang sangat menggemaskan.
Tanpa mereka sadari sebuah camera CCTV tergantung di sebuah dahan pohon. Dan lebih parahnya lagi, camera tersebut kepunyaan kelompok Fujoshi yaitu, Soshi.
.
.
.
.
Sekelompok anak terlihat berjalan kearah UKS secara bersama-sama. Wajah mereka terlihat berseri-seri membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ya, mereka adalah anak-anak yang bermain permainan ToD tadi.
"Sekarang Suho hyung dan Xiumin hyung saja yang masuk. Kami akan mengintip disini" Ujar Tao. Semuanya mengganguk tanda setuju. Suho dan Xiumin membuka sepatunya lalu mengintip lewat pintu UKS. Suho yang melihat sesuatu langsung membelalakan matanya kaget.
"Demi apa? Mati aku!" Gumamnya.
Xiumin yang melihat pemandangan didepannya hanya ber-smirk ria. Semuanya yang melihat lewat jendela dan pintu tembus pandang(?) juga ber-smirk ria. Suho hanya memasang wajah melasnya.
Apa kalian mau tahu apa yang dilihat uri Guardian? Ya benar ada Lay. Tapi, disana Lay bersama Tiffany seonsaengim, guru Seni Budaya mereka. Yang menjadi masalah bagi Suho adalah ia harus menembak Lay didepan Tiffany seonsaengnim. Sekali lagi DIDEPAN Tiffany seonsaengnim.
Lain untuk Suho, bagi semua anak-anak itu adalah berkah. Mengapa? Karena Tiffany merupakan salah satu anggota kelompok Soshi. Apalagi Tiffany adalah yeojya chingu dari ketua kelompok Soshi. Dengan itu, maka itu akan membuat gempar para member Soshi. Lagipula anak-anak tersebut adalah SuLay Shipper.
"Suho hyung, cepatlah! Palli, palli!" Suruh Chanyeol tak sabar.
Dengan langkah gemetaran, Suho mendekati sofa yang diduduki oleh Tiffany dan Lay. Lay yang merasakan seseorang mendekatinya langsung menoleh kearah belakang. Ia menemukan Suho yang berkeringat dingin.
"Ada apa Suho hyung?" Tanya Lay lembut walaupun dalam hatinya ia sudah sangat berdebar-debar. Tiffany yang merasakan sinyal-sinyal Yaoi(?), langsung menjalankan aksinya.
"emm... Suho-sshi, Lay-sshi, aku istirahat dulu ne? Aku sedikit tidak enak badan" Ujar Tiffany sambil berjalan menuju tempat tidur. Padahal itu 'modus'. Lay dan Suho hanya menganggukan kepalanya secara bersamaan. Setelah melihat Tiffany sudah terbaring di tempat tidur, Suho segera mengalihkan pandangannya pada Lay.
"Lay..." Panggil Suho pelan. Sayup-sayup ia mendengar suara, 'Yang romantis hyung, kata-katanya'. Cih! Tau begitu, ia tidak usah memlilih Dare saja tadi.
"Ne, Suho hyung. Waeyo?"
Mendengar jawaban Lay, Suho kembali berpikir. Huft... Selama kegiatan OSIS, ia tidak pernah diajarkan untuk menembak seseorang. Sekarang ia bingung harus berkata apa dulu pada Lay.
"Suho hyung" Panggil Lay sambil mengibas-kibaskan tangannya didepan wajah Suho.
Suho langsung gelagapan. Ia kembali terdiam, tiba-tiba... TING. Sebuah lampu petromaks(?) menyala diatas kepalanya. Ia jadi tahu apa yang harus dikatakannya. Suho segera memegang tangan Lay. Lay tersentak kaget.
"Lay-ah, apa kau tahu? Kau begitu sangat cantik dimataku. Pertama kali melihatmu, aku sangat terpesona. Kau bagaikan Unicorn yang ada di pasar malam. Ketika kau berada didekatku, jantungku berasa berdebar-debar 2kali lipat daripada melihat Park seonsaengnim yang galaknya sedunia-akhirat. Semua yang ada pada dirimu membuatku tertarik, walaupun aku sendiri tidak sampai tertarik-tarik." Ucap Suho panjang lebar.
Lay yang mendengar semua penjelasan Suho hanya bisa cengo. Kata-kata yang dilontarkan Suho cukup romantis, tapi mengapa ada beberapa kata yang ngelatur?
"Jadi kesimpulannya, apa kau mau menjadi namja chinguku? Tapi hanya Dare"
JDER...
Lay merasakan hatinya terasa sangat sakit bagaikan tertusuk jarum yang sering dipakai ummanya untuk menjahit. Jadi, semua kata-kata yang dilontarkan Suho tadi hanya Dare? Bukan yang sebenarnya? Kalau tahu begitu, lebih baik Lay melanjutkan obrolannya bersama Tiffany seonsaengnim dan mengacuhkan Suho.
"Ne, aku mau" Jawab Lay dengan berat hati. Suho yang mendengarnya hanya tersenyum bahagia. Ia segera memeluk Lay erat. Bahkan ia sendiri lupa bahwa ia melakukan ini semua hanya untuk Dare.
"Gomawo Lay..." Ucap Suho pelan. Lay hanya mengangguk sebagai respon.
Semua anak-anak yang sedang mengintip itu pun menunjukkan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang ikut tersenyum bahagia, ada yang menangis haru, ada pula yang terkikik geli.
"Hahaha... Lihatlah! Padahal Suho hyung itu seme, tapi ia malah lebih pendek dari Lay ge. Haha..." Tawa Kai. Sedangkan anak-anak yang lain juga ikut tertawa karena ucapan Kai.
KRING... KRING...
Bel berbunyi menandakan istirahat telah usai. Semua anak-anak mendesah kecewa, padahal mereka ingin menikmati momment SuLay lebih lama lagi. SuLay yang berada di dalam langsung berjalan keluar ruangan sambil bergandengan tangan. Bahkan mereka melupakan sepatu mereka yang berada di luar ruangan.
Semua anak-anak segera berlari menuju kelas X-6 meninggalkan dua orang di dalam UKS sana.
"Xiu hyung, Xiu hyung, irreona! Jangan tidur hyung. Bel sudah berbunyi. Kajja, hyung kita belajar..."
"Sebentar Chen-ah, 5 menit lagi. Aku masih mengantuk..."
"Aish hyung..."
Dasar ChenMin... Couple paling polos dan innocent
.
At Classroom
.
Semua murid-murid kelas X-6 telah duduk pada tempat duduknya masing-masing. Mereka terlihat sudah siap menerima pelajaran yang akan diajarkan oleh guru. Pelajaran kali ini adalah Matematika dengan Kyuhyun Seonsaengnim sebagai gurunya.
Krieet...
Pintu ruangan terbuka, menampilkan sosok namja tampan yang terlihat masih muda dengan rambut ikal. Ya dia adalah Kyuhyun Seonsaengnim. Guru tersebut melangkahkan kakinya kedalam kelas dan langsung mendudukan dirinya di kursi guru.
"Selamat pagi anak-anak" Sapa Kyuhyun Seonsaengnim.
"Ini sudah siang seonsaeng, bukan pagi!" Ralat Kai pada Kyuhyun.
"Ne, mianhamnida. Selamat siang anak-anak!"
"Selamat pagi seonsaeng!" Balas anak-anak serempak. Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung. Katanya siang, mengapa dibalasnya pagi?
"Baiklah pada pelajaran kali ini, kita akan belajar mencari median, rata-rata dan modus. Ada yang tahu ketiga arti tersebut?"
"Saya!" Teriak Luhan. Kyuhyun mempersilahkannya untuk menjawab.
"Median adalah nilai tengah. Cara mencarinya adalah dengan memasangkan angka paling depan dengan paling belakang lalu seterusnya" Jawab Luhan.
"Ya, bagus sekali. Ada yang bisa jelaskan yang lain?"
"Saya!"
"Silahkan, Luna-sshi"
"Rata-rata adalah nilai rata-rata dari suatu data. Cara mencarinya adalah jumlahkan semua data dan bagi berapa jumlah data tersebut" Jelas Luna.
"Bagus! Siapa yang tahu artinya modus?"
Chanyeol mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Kyuhyun mempersilahkannya untuk menjawab.
"Modus artinya mencari kesempatan dalam kesempitan. Misalnya seperti ini" Chanyeol langsung merangkul Baekhyun yang berada disampingnya. Refleks, Baekhyun memukul wajah Chanyeol dengan buku yang mempunyai tebal 500 halaman. Alhasil semua murid tertawa melihat kemalangan Chanyeol.
"Ya, itu juga bagus. Nanti kalau sudah besar, kau akan menjadi playboy kelas Hiu yang tidak laku" Ujar Kyuhyun. Chanyeol hanya mendengus sebal.
"Kalau saya play boy kelas Hiu, seonsaeng apa? Duda beranak 12+88?" Kata Chanyeol sarkartis. Semua murid kembali tertawa karena lelucon dan keberanian yang dibuat oleh Chanyeol.
Baiklah, kita biarkan mereka menjalankan pelajaran Matematika dengan canda dan tawa.
_OOoEXOoOO_
#Skip Time
Bel berdering keras. Semua murid-murid segera berhamburan keluar kelas. Termasuk pasangan BaekYeol ini, mereka berjalan beriringan dengan senyum lebar.
"Yeolli, apakah kau sudah memberitahukan gengmu tentang hubungan kita?" Tanya Baekhyun sambil mendongak menatap wajah Chanyeol. Maklum, Chanyeol sudah kelewat tinggi.
"Belum sih Baekki, tapi aku akan memberitahukannya kapan-kapan" Jawab Chanyeol. Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya.
"Yeolli, kapan-kapan kita kencan yuk!" Ajak Baekhyun dengan nada manja. Chanyeol yang mendengar ide tersebut langsung tersenyum sumringan.
"Sekarang ne?"
"Ne~"
Duo BaekYeol tersebut langsung melangkahkan kakinya dengan semangat.
"Kita mau kemana?" Tanya Baekhyun. Chanyeol terlihat berpikir.
"Aku ada tempat bagus untukmu. Kajja ikut aku~" Kata Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun. Baekhyun hanya pasrah mengikuti langkah kaki Chanyeol yang panjang-panjang. Mereka berjalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil sepeda Chanyeol.
Mengapa sepeda? Karena di sekolah mereka belum diperbolehkan membawa motor atau mobil. Jadi, sepeda sajalah yang sehat. Pengecualian untuk para guru. Baekhyun menaiki sepeda Chanyeol dengan semangat.
"Sudah belum Baekki?"
"Ne, kajja kita berangkat"
"Ne~"
Sepeda pun melaju perlahan keluar dari lingkungan sekolah. Dasar duo Happy Virus, tempat apakah yang akan dikunjungi BaekYeol? Kita tunggu Chap depan #plakk
.
.
.
Tao terlihat sedang mengaduk-aduk barang-barang yang terdapat di gudang sekolah. Ia memang tidak mendapatkan giliran menjaga. Tapi, ada dua orang yeojya yang ingin bergiliran menjaga. Mereka adalah Amber dan Hyoyeon. Salah satu perwakilan yeojya kelas X-3 yang terkenal tomboy dan memiliki sifat yang sangat mendekati namja dan salah satu anggota Soshi yang terkenal keras dan juga tomboy.
Tao mencari-cari jubah dan peralatan yang cocok dipakai untuk yeojya. Walaupun mereka berdua mirip namja, tapi mereka tetaplah yeojya. Setelah sekiranya mendapatkan barang yang dicari, ia pun langsung memberikannya pada Amber dan Hyoyeon yang telah menunggu diluar gudang.
"Noona deul, ini untuk kalian.." Ujar Tao sambil memberikan peralatan yang dimaksud. Dua buah jubah tebal dengan kayu kecil yang cukup kuat, dua pasang kaos kaki tebal berwarna hitam dan dua pasang sarung tangan hitam dengan motif duri. Terkesan sangat evil
"Gomawo Tao-ah. Kami pergi dulu ne~" Ujar Amber sambil melangkahkan kakinya menuju ruang ganti bersama Hyoyeon.
Tao menganggukan kepalanya sebagai respon. Ia segera mengambil tasnya dan berjalan melewati koridor sekolah. Tanpa sengaja matanya menangkap sosok seseorang yang tidak ingin ditemuinya sekarang. Tapi, orang itu malah berjalan menuju dirinya.
"Tao~" Panggil orang itu. Tao tidak menghiraukannya. Ia malah membalikkan tubuhnya dan berlari.
"Tao-ah, tunggu!"
Tao berlari menuju tempat parkiran hingga tiba-tiba...
BRAKK
Ia tersandung batu dan terjatuh. Lututnya sedikit berdarah. Ia pun meringis kesakitan
"Aww... Appo! Oh ya untuk apa aku ada disini, aku kan tidak memakai kendaraan kesini. Aish.. Tao pabbo!" Rutuk Tao pada dirinya sendiri sambil berusaha berdiri. Sayup-sayup ia mendengar suara seseorang.
"Tao-ah, mengapa kau ada disini?"
"Kris ge~ Huh.. Aku lupa jika berangkat kesini tidak membawa kendaraan" Ujar Tao pelan. Kris menghela nafas. Ia langsung membantu Tao berdiri.
"Mau kuantar pulang?" Tawar Kris. Tao mengangguk.
"Kajja!" Kata Kris sambil menuntun Tao memasuki mobilnya. Setelah Tao sudah duduk di dalam mobilnya, Kris segera menaiki mobilnya dan langsung menyetirnya.
-TBC-
Author's Curcol Area:
Finish... Huh, UTS tinggal minggu depan. Mian kalo nanti lama updatenya . Kynya di Chap ini Humornya hampir ga ada rasanya atau lebih tepatnya garing, Romancenya juga kurang greget kayanya, Ceritanya makin lama juga makin membosankan. Mian kl Chap ini pendek sekali. Btw para TaoRis Shipper sm BaekYeol Shipper kok kynya dikit bgt ya bahkan hampir ga ada di FF ini... :(
Salam kenal juga ya buat Reviewer baru :)
Ok, saatnya balas Review:
lisnana1: Ini dah dilanjut kok Hehehe...
Gomawo ya sudah mau menunggu FF gaje ini, Mian juga kl ceritanya semakin lama semakin membosankan
Ya, urusanku agak sedikit selesai kok. Gomawo ya atas dukungannya, Review lagi ne? :)
ICE14: Lay uke dong, kan dia sm Suho masih cantikkan Lay. Walaupun Suho member tercantik kedua setelah Luhan ;) Iya, ya Suho kebanyakan omong jadi saking lama nungguin jd kabur deh BaekYeolnya. Ga kok Baek ga pendek2 amat, kl Baek pendek, aku apa dong? Ne... Chap ini sudah ada SuLay nya
Gomawo~ Review lagi ne? :)
Rin Rin Kim ChenMin Exotic: Waah... ada Reviewer baru, salam kenal ne..^^ Iya HyoYulYoon Fujoshi, tapi ga bakal gangguin hubungan XiuLay kok. Ini dah dilanjut kok. Gomawo~ Review lagi ne? :)
siscaMinstalove: Ini dah dilanjut Hehe... Ne, ini udah diusahain dibanyakkin kok. Gomawo~ Review lagi ne? :)
ajib4ff: Kan sudah ada warningnya kl ini sifat membernya OOC, lagian lebih enak kok kl membernya OOC menurut aku. Ini udah ada SuLaynya #tunjuk atas, tp ChenMinnya masih dikit bgt. Ne, Amin~ Gomawo atas dukungannya ne... Review lagi ne? :)
Tania3424: Hm.. Baekhyun emg hebat bgt. Kl mau cobain rasa coklatnya, silahkan buat sendiri #plakk
Ga ding bercanda, jangan beneran ya ^_^ V. Ini dah dilanjut Hehehe... Gomawo~ Review lagi ne? :)
putriii: Kl kepala Chen jadi segitiga, nanti alat musik Triangle tersaingi dong... Iya Laynya masih malu-malu jadi langsung ditinggal. Iya ya, mungkin Baekhyun mau masak tapi malah bikin coklat jd begitulah hasilnya... Hehe.. SuLay ada kok #tunjuk atas. Ini dah dilanjut kok. Gomawo~ Review lagi ne? :)
Han Ri Rin: Wah.. Reviewer baru... Salam kenal ne? ^^ Ini dah dilanjut kok... Review lagi ne? :)
: Reviewer baru lagi ya... Salam kenal ne? ^^ Jinjja? Gomawo... Ini dah dilanjut kok. Review lagi ne? :)
: Wah.. Reviewer baru... Salam kenal ne? ^^ Mungkin mukanya Sehun muka2 galau#plakk. Jadi korban cakrakhan deh ^^ V. Mian kl HunHannya dikit bgt... Masih mau ceritain couple yang belum jadian, jadi couple yg sudah jadian didikitin dulu momment nya. Mian ne... #pasang muka melas. Gomawo~ Review lagi ne? :)
Haah... Lega banget udah buat FF ini. Big Thanks ya untuk semua Readers yang active maupun Silent readers yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca FF saya. Akhir kata:
Mind To Review?
