"Berhenti bercanda denganku Draco. Dan cukup, kau telah membuat bulu kucingku berhamburan kemana-mana dengan elusan macam kuli itu!"

"Apakah aku terlihat seperti bercanda, Harry?"

ooo

Haa? Cinta Terlarang?

Disclaimer: J.K Rowling

Aurorafalter

Warning: AU, OOC and maybe typos~

RnR please!

kripik, saran, flame dipersilahkan ^^

Enjoy~

Ooo

Weekend yang menyebalkan—setidaknya begitulah kiranya apa yang dipikir oleh Harry. Hell! Bagaimana bisa weekend yang harusnya diisi dengan ketenangan dan kenyamanan harus hancur ditangan seorang Draco Malfoy. Lihatlah, sekarang Draco sudah mengklaim kursi malas kesayangannya dan meletakkannya didepan penghangat ruangan yang konstan menyebarkan hawa panas keseluruh penjuru ruangan. Akhir Januari bukanlah hari yang terlalu bersahabat dan menyenangkan, suhu dingin yang membekukan tulang masih setia menggelayuti kisi-kisi dataran Skotlandia, begitu pula yang dirasakan oleh Draco, maka dari itu dia dengan sangat bersuka hati meletakkan kursi malas yang diri Draco yakin adalah kesayangan Harry dan meletakkannya didepan mesin penghangat ruangan.

"Ya Harry, bisakah kau mengambilkan makanan kecil atau minuman dingin kurasa, daripada kau hanya berdiri mematung disana," ucap Draco santai.

Harry hanya mendengus dan berjalan menuju dapur. Diambilnya beberapa makanan ringan, dan minuman yang sekiranya dapat dimakan. Oh wait—kenapa dia menuruti permintaan atau lebih tepatnya perintah Draco? Bukankah dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak terpengaruh atau diperdaya oleh Draco Malfoy? Dan lihatlah sekarang, betapa menyedihkannya dia yang dengan sukarela mengambilkan makanan untuk sang tuan muda—sok berkuasa itu.

Untuk kesekian kalinya malam ini Harry hanya bisa menghela napas, kalau bukan karena permintaan sahabatnya yang menitipkan anak 'tercintanya', mungkin Harry sudah menendang bokong sek—lupakan Draco dari jendela apartemennya dan membiarkan Draco pulang jalan kaki sampai rumahnya—itu juga kalau Draco tidak menelpon supir pribadinya dan menjemputnya dengan limosin mewahnya.

"Harry, cepatlah! Apa kau ketiduran disana ha?" teriak Draco kencang.

Cih, bahkan si Malfoy junior itu berani-beraninya dengan sangat tidak sopan meneriakinya. Memangnya Harry itu pesuruh keluarga Malfoy? Apa tampangnya layak dijadikan hamba sahaya dirumah keluarga Malfoy? 'Geezz, dasar bocah tak tahu aturan. Untung aku tak punya racun tikus, kalau saja ada, kupastikan Malfoy junior ini tinggal nama sampai rumah!' umpat Harry dalam hati.

Dengan langkah enggan Harry menghampiri Draco kembali diruang tengah, dan alakazam... Draco sudah menghilang entah kemana. Harry mengerang dalam hati, dia jadi curiga Draco mungkin terlalu banyak mengonsumsi glukosa malam ini dan bertingkah hiperaktif dan sangat amat menyebalkan.

"Malfoy junior, dimana kau? Dasar tukang merepotkan saja!" Harry memanggil Draco sambil matanya berkeliling nyalang memandang sudut-sudut rumahnya. Dan sepi, tidak ada sahutan ataupun pergerakan sama sekali, kecuali gerakan molet dari kucingnya.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas, dan Draco belum ditemukan batang hidungnya. Apa mungkin Draco diam-diam menyelinap pulang dan—itu tidak mungkin sepertinya. Mengembuskan napas dengan lelah Harry memutuskan untuk beristirahat saja. Hari ini benar-benar merupakan hari yang melelahkan, ujian blind date yang super sialan itu dan perkara Draco yang benar-benar membuatnya frustasi. Coret dulu dia pernah sedikit mengagumi Draco, dan coret juga dia pernah merasakan deg-degan parah gara-gara Draco.

Harry memasuki kamarnya dengan gontai, sepertinya dia butuh tidur banyak malam ini, mungkin sebentar lagi kepalanya akan meledak, dan mungkin sebentar lagi dia mempunyai niatan mengakhiri nyawanya.

Harry menghidupkan lampu kamarnya dengan tanpa tenaga, dan entah kesialan untuk keberapa puluh lagi hari ini, dia baru ingat kalau lampu kamarnya sudah rusak dari kemarin dan tidak menampilkan dayanya. Direbahkannya tubuh sedikit atletisnya pada kasur empuk dikamarnya serta menarik selimut untuk menutupi badannya. Harry mulai memejamkan matanya dan mencari posisi yang pas untuk segera melangkah ke dunia mimpi sebelum tangannya tanpa sengaja menyentuh suatu benda padat dan agak keras disisi lain tempat tidurnya, dan dia memastikan bahwa benda padat dan agak keras itu adalah tubuh milik seseorang yang sudah membuatnya darah tinggi malam ini.

"DRACO MALFOY! KENAPA KAU DISINI?!"

ooo

"Morning! tidurmu bagus Harry?" sapa Draco kepada Harry yang tengah berkutat dengan penggorengan dan adonan telur yang tengah digarapnya. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit, waktunya sarapan.

"Ya" balas Harry pendek.

"Kenapa kau jutek sekali?"

"Bukan urusanmu Malfoy."

"Kau masih marah padaku soal semalam?" tanya Draco lagi.

"Hn." balas Harry pendek lagi.

"Jadi pagi ini kita sarapan apa?"

"Omlet," balas Harry pendek lagi untuk kesekian kalinya.

"Kau bisa masak juga?"

"Menurutmu?"

"Bagus berarti Harry."

"Why?"

"Ya nanti kalau kita berumah tangga, kau yang masak dan aku yang bekerja."

"Mimpi yang indah Malfoy." Ujar Harry sarkastis, dia masih merasa kesal akibat ulah Draco semalam.

"No no, kita lihat saja nanti Harry."

"Terserahmu saja Malfoy."

"Baik, aku ingin kau selalu menemaniku dua puluh empat jam."

"Lupakan omong kosong itu Malfoy, makan ini! Lagi pula mana mungkin itu terjadi, aku masih normal dan aku juga gurumu," kata Harry sambil menyodorkan masakannya yang telah matang.

"Kalau kubilang pada father untuk memecatmu?"

"Cih, anak manja, Lucius salah mendidik Malfoy kecilnya."

"Kau takut? Lagi pula sejak kapan kau memanggilku Malfoy lagi Harry? Draco, tidak ada tawar menawar."

"Habiskan sarapamu. Aku harus membuat soal test setelah ini."

"Sepagi ini? Kau gila Harry?"

"Ya aku memang gila, tapi lebih gila lagi kalau aku masih tetap seruangan denganmu."

"Kau tahu, kau melukai hatiku Harry, sakitnya disini Harry," ucap draco sambil menunjuk dadanya.

"Opera sabun kacanganmu tak mempan padaku Draco," ujar Harry datar.

"Bukan, bukan, ini bukan opera sabun Harry. Ini tulus lho," ucap Draco dramatis.

"Stop! Lanjutkan sarapanmu, dan jangan ganggu aku bekerja, Draco."

"Ya ya, aku akan seharian berada diruang tengahmu dan mencoba mengganggu kucingmu tidur."

"Kau tahu, kau sangat menyebalkan dan mengganggu, Draco!"

"Aku sudah tahu, Harry. Kau tahu, orang akan bersikap menyebalkan ketika dia jatuh cinta, mungkin itulah alasannya, hahaha."

Setelah ini Harry bersumpah akan mencelupkan kepala dengan warna rambut pirang palatina itu kedalam penggorengannya.

ooo

Seharian ini benar-benar Draco menepati pekataannya. Dia hanya berada diruang tengah tanpa mengganggu Harry bekerja. Yah walaupun dia benar-benar membuat ruang tengah Harry kacau balau bak Kapal Titanic yang menabrak gunungan es. Dari sekadar bermain dan kejar-kejaran dengan Charles, main lempar frisbee—Draco berpikir bahwa Charles memang cocok menjadi anjing daripada kucing, menyanyi karaoke keras-keras lagu-lagu scream yang Draco temui ditumpukan dvd Harry paling bawah yang membuat Charles terkena serangan jantung mendadak karena suara Draco yang sangat absurd, bermain gadget ketika sudah bosan dan berguling dilantai berkarpet sambil tertawa keras-keras seperti kerasukan poltergeist jadi-jadian.

Menjelang sore hari, sekitar pukul tiga, Harry telah menyelesaikan urusannya membuat soal-soal test minggu depan, well setidaknya Harry bisa sedikit tersenyum karena dia merasa soal yang dia buat soalnya mempunyai greget yang tak tergambarkan. Harry kembali mengusap perutnya yang keroncongan, dia telah melewatkan makan siangnya lagi, sama seperti kemarin-kemarin. Harry memutuskan untuk menuju dapur dan membuat sesuatu yang bisa di makan. Ketika melewati ruang tengah, Harry mendapati Draco tengah tertidur telungkup disamping kucingnya. Harry mengernyit, berarti Draco juga telah melewatkan makan siangnya juga, tidak mungkin kan seorang Malfoy memasak didapur?

Dengan langkah pelan-pelan Harry meninggalkan ruang tengah dan menuju dapurnya, namun alangkah kagetnya saat dia menemukan makanan yang sudah dingin tersaji dimeja makannya. 'Siapa yang memasak?' batin Harry bingung. Didatanginya meja makan dan Harry menemukan memo dengan tulisan halus diatasnya.

Makanlah harry, kau pasti sudah lapar.
mungkin rasanya tak seenak masakanmu, tapi kuharap kau menyukainya.
dan jangan sering melupakan makan siangmu, itu tidak baik untuk kesehatan.

-Draco-

ooo

TBC

A.N: hell! Maaf sekali disini saya buat Draco OOC banget untuk mendukung jalannya ceritaT.T

Oh my... maaf sekali aku mengingkari janjiku untuk update teratur so sorry guys maaf sekali karena belakangan banyak sekali masalah menimpa diriku dan membuatku down *nangis dipelukan Tom*, dan lagi persiapan hari raya yang mencekikku serta kenyataan aku tak lagi mendapat angpau tahun ini T.T

And another wows again :D thanks banget apresiasinya di chapter-chapter sebelumnya *terharu akut*, kalian semua keren gaes :D

Mind to RnR again? *timpuked*