Tittle : Sweet Family

Cast :

Oh Sehun

Kim Jongin

Oh Jonghun as HunKai son

Etc Other Cast

Warning : HunKai, Slight Lumin, HunHan (Jonghun x Xiuhan) , Yaoi, Mpreng, Cerita abal, typo bertebaran, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, Hwa Cuma pinjem nama mereka untuk di nistakan saja

Don't like Don't read

No SIDER, No Bash.

Jika ada yang ga suka cerita ini kalian tinggal mengklik symbol close pada computer kalian.

.

.

Happy

.

Reading XD

.

.

"Loh Suho ahjussi mau kemana ?" Tanya Xiuhan saat matanya menangkap sosok Suho dengan ransel besar di punggungnyaa, Suho mendesah pelan lalu tersenyum mendekat kearah Xiuhan.

"ahjussi harus kerumah harabeoji, jadi jaga diri baik baik ya Xiu." Minseok yang mendengar ucapan Suho hanya bisa mendengus kesal, bahkan Xiuhan bisa menjaga dirinya lebih baik dari pada Suho.

"lalu mama mau kemana ?" Minseok yang tadinya terdiam jadi menatap Xiuhan.

"mama mau mengantar ahjussi muda ini kerumah nenek, Xiu nanti berangkat bersama Jonghun ya."

"belangkat belsama siapa ?"

"umma Jonghun." Xiuhan mengangguk anggukan kepalanya lalu Minseok mendorong pelan Suho agar jalan menuju parkiran dimana mobilnya terparkir.

"pelan pelan bisa hyung ?"

"jangan memasang wajah malaikat seperti itu, kau sudah merusak kepolosan anakku tahu." Ucap Minseok sambil memasuki mobilnya dan meletakan Xiao Lu pada keranjang bayi yang berada di sampingnya.

"aku tidak merusaknya, Xiuhan yang merusaknya sendiri." Minseok hampir saja menginjak gas mobil nya dengan tenaga penuh jika saja ia tidak ingat membawa Xiao Lu di dalam mobilnya.

"kau yang mengajarkannya Suho !" Suho mengangguk anggukan kepalanya pasrah.

Ya dirinya memang mengajari Xiuhan tentang 'Tindih Menindih' tapi ia sama sekali tidak menyangka jika keponakannya itu akan melakukannya dengan Jonghun, anak kecil berwajah datar yang menyebalkan menurut Suho.

Ah rasanya Suho ingin melihat bagaimana wajah orangtua Jonghun ? dimana ia bisa mendapatkan poker face yang sukses membuat orang kesal ?

"Kai itu ibu Jonghun ya ?" Minseok menoleh kearah Suho yang duduk di bangku penumpang.

"iya kenapa ?"

"lalu siapa ayahnya ?"

"pria tampan berwajah datar, jangan ganggu aku. Aku sedang menyetir." Suho mendelik dan langsung terdiam, pria tampan berwajah datar ? ya wajar saja jika ayahnya Jonghun berwajah datar, Jonghun bisa berwajah datar.

.

.

#####

.

.

"umma mengantarku ?" Kai yang sedang membuat sarapan menganggukan kepalanya senang sambil tersenyum membuat Jonghun ikut tersenyum.

"yeeaaah."

"tapi kita jemput Xiu – Huueek." Jonghun yang sedang memakan sarapannya menatap Kai yang sedang berlari menuju kamar mandi dengan heran.

Ada apa dengan ibunya ?

Jonghun melompat dan mengikuti langkah Kai menuju kamar mandi di dekat dapur, Jonghun melongok kedalam kamar mandi dan mendapati Kai sedang membungkukan badannya di depan westafel.

"umma baik baik thaja ?" Kai membasuh bibir nya lalu menoleh kearah Jonghun dan tersenyum.

"tentu saja umma baik baik saja, kau sudah sarapannya ? ayo kita berangkat." Ajak Kai sambil mengenggam tangan Jonghun dan mulai mengantarkan Jonghun.

Tak lupa ia juga menjemput Xiuhan dirumahnya karena Minseok atau pun Luhan tidak bisa mengantar Xiuhan sekolah.

.

.

#####

.

.

"jadi saya sakit apa dok ?" Tanya Kai pada dokter yang memeriksanya, Kai jadi lelah sendiri setelah mondar mandir ke kemar mandi karena mual yang berlebihan tapi ia tidak mengeluarkan apapun.

"anda tidak sakit apapun." Kai menatap dokter itu dengan tatapan aneh membuat sang dokter mendelik takut.

"tidak sakit ? tapi kenapa pagi ini saya mual ? apa saya keracunan makanan ?"

"tidak, anda tidak keracunan makanan tapi sesuatu yang hidup di dalam perut anda yang membuat anda mual."

"ahh ?" Kai membulatkan matanya dan membuka mulutnya seakan tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh sang dokter.

"boleh kah aku mengatakan kalau aku tidak mengerti ?"

"boleh."

"aku tidak mengerti dokter." Ucap Kai dengan menggeram kesal membuat sang dokter terkekeh.

"selamat aku akan jadi ibu."

"nde ?" Kai menegakkan badannya menatap sang dokter yang menyodorkan tangannya seakan berniat berjabat tangan, Kai menyambutnya dengan bingung.

Ia kan memang sudah menjadi ibu ? lalu kenapa dokter ini mengatakan dirinya akan jadi ibu lagi ?

"usia kandunganmu sudah satu bulan, selamat." Kai membulatkan matanya saat sang dokter memberikan hasil pemeriksaan usg yang tadi mereka lakukan untuk mengechek karena Kai mendadak mual.

"kandunganku ? maksudnya aku –"

"kau hamil, selamat." Tangan Kai gemetar hebat membuat sang dokter mendadak panic, Kai menundukan kepalanya dan air mata bahagia meluncur dari pelupuk matanya.

Nyatanya sebelum Jonghun meminta adik beberapa hari lalu, ia sudah mengandung anak keduanya tapi dirinya sama sekali belum menyadari jika ia hamil.

Dan berkat Jonghun juga, Kai sudah mulai menerima kelebihannya untuk bisa mengandung anak kedua dengan senang.

"terimakasih dokter."

"tetap jaga kesehatan dan pola makan anda." Kai membungkukan badannya sambil tersenyum dan keluar ruangan sang dokter.

Kaki Kai melangkah pelan melewati lorong lorong itu dengan senyum dan tangannya melingkar pada perut rampingnya, di dalam perutnya sebentar lagi ada kehidupan dan Kai harus menjaga itu.

.

.

#####

.

.

"Hun." Panggil Kai sambil melongok kedalam kantor Sehun membuat Sehun yang sedang menyelesaikan pekerjaannya agar bisa cepat pulang pun mendongakkan kepalanya dan tersenyum.

"sayang, apa yang sedang kau lakukan ?" Tanya Sehun membuat Kai memasuki ruangan Sehun dan menutupnya kembali, Kai mendudukan dirinya di hadapan Sehun sambil tersenyum membuat Sehun menaikan sebelah alisnya.

"ada apa ?"

"aku punya berita bahagia Hun." Sehun mengeser laptopnya lalu meraih tangan Kai dan merematnya sambil tersenyum.

"apa sayang ?" senyum Kai semakin lebar dan tangannya memasuki tas yang ia bawa dan menyodorkan sebuah amplop coklat kearah Sehun membuat Sehun mengernyitkan keningnya.

"apa ini ?"

"coba kau buka." Sehun meraih amplop itu dan membukanya secara perlahan, mata Sehun melebar saat mendapati hasil USG di dalamnya, Sehun mengerjap ngerjap matanya lalu menatap Kai yang tersenyum.

"ini punya siapa ?" Tanya Sehun pada Kai membuat senyum Kai semakin menjadi, Sehun hanya bisa menaikan sebelah alisnya karena ia masih menyimpan hasil yang sama saat Kai mengandung Jonghun tapi selama ini Kai tidak menunjukan gejala hamil kan ? jadi wajar saja jika Sehun bertanya.

"itu miliku."

"oh milikmu – APA ? milik mu ? sayang kau hamil ? sungguh kau hamil ?" Kai menganggukan kepalanya membuat Sehun bangkit dan memeluk Kai dengan erat.

"berapa usianya ?" Tanya Sehun masih memeluk Kai.

"sudah satu bulan tapi aku baru merasakan gejalanya tadi pagi Hun." Sehun semakin mengeratkan pelukannya membuat Kai membalas pelukannya erat.

"kau tahu, aku sangat sangat sangat mencintaimu Kai." Kai terkekeh lalu mengelus lembut punggung Sehun.

"aku juga mencintaimu Hun."

"aku akan menjaga baby, Jonghun dan kau, aku berjanji." Kai menganggukan kepalanya mantap.

Tanpa Sehun ucapkan pun Kai yakin jika Sehun bisa menjaganya, saat sedang mengandung Jonghun pun Sehun sangat memanjakannya dan begitu menyayanginya jadi Kai percaya kali ini Sehun akan tetap melakukan itu untuknya walaupun ini anak kedua mereka.

.

.

#####

.

.

Kai tersenyum menatap Jonghun yang duduk di pangkuan Sehun sambil menujuk kearah nya.

"kau ingin adik ?" Tanya Sehun pada Jonghun membuat Jonghun menganggukan kepalanya mantap, lalu Sehun menujuk kearah perut Kai membuat Jonghun menatap Sehun heran.

"ada apa dengan perut umma ?" Tanya Jonghun membuat Sehun terkekeh pelan lalu mengusak pelan rambut Jonghun.

"disana sudah ada adikmu." Jonghun membulatkan matanya menatap Sehun yang tersenyum dan Kai yang sedang asik duduk santai di sofa ruang tamu mereka.

"benarkah appa ?" Sehun menganggukan kepalanya mantap lalu tersenyum kearah Sehun, Jonghun langsung bangkit dari duduknya lalu menghampiri Kai yang sedang terduduk.

"umma, Jongie menyayangi umma." Ucap Jonghun membuat Kai mengangkat Jonghun dan mendudukan Jonghun di pangkuannya.

"umma juga menyayangi Jongie." Lirih Kai sambil mengecup pelan pipi Jonghun dan Sehun mengecup pelan pipi Kai.

"annyeong adik kecil, aku akan jadi kakak yang baik untukmu, jangan membuat umma kethakitan ne." ucap Jonghun sambil mengelus perut rata Kai membuat Kai dan Sehun terkekeh dengan tingkah anak mereka.

Sehun mengusak pelan rambut Jonghun yang memaksa duduk di pangkuan Kai.

"Jongie ~"

"appa thebentar thaja." Rengek Jonghun saat Sehun berusaha untuk mengangkat nya dari pangkuan Kai, Sehun duduk di sebelah Kai dan Kai mencubit gemas pipi Jonghun.

"Kalau kau laki laki hyung akan menamaimu Oh Sein tapi kalau kau perempuan oppa akan menamai mu Oh Insoo." Ucap Jonghun sambil menatap Kai dan Kai melirik Sehun lalu Sehun tersenyum.

"tetap thehat dan jangan nakal thaat berada di dalam perut umma, Jongie tahu dithana gelap dan thempit."

"bagaimana kau tahu ?"

"Xiuhan yang bilang umma." Kai langsung mendesah pelan saat nama Xiuhan kembali muncul dalam penjelasan absurd Jonghun.

Kai tahu jika penjelasan itu benar tapi Jonghun yang masih polos tidak mungkin tahu jika berada di dalam perut itu gelap dan sempit ? memangnya saat di kandungan ia bisa merasakannya ?

"Xiu again, Xiu again." Kai menggerutu sambil melengos kearah Sehun membuat Sehun terkekeh dan mengusak pelan rambut Kai.

"memangnya Xiuhan menjelaskan apa ?" Jonghun yang sedang bercerita pada adik kecilnya itu menoleh kearah Sehun lalu mengerjap matanya.

"hanya mengatakan jika di dalam perut umma itu sempit, dan gelap tapi bitha terithi sampai 3 adik."

Kai nyaris tersedak ludahnya sendiri membuat Jonghun menatap Kai bingung, ada apa dengan ibunya ?

Sehun hanya bisa membulatkan matanya kaget, entah disini siapa yang salah ? jika ia menjauhkan Jonghun dengan Xiuhan, pertemanan mereka akan merenggang dan Jonghun akan merasa kesepian tapi jika ia membiarkan Jonghun dekat dengan Xiuhan.

Jonghun akan dewasa sebelum waktunya mengingat Xiuhan juga bergaul dengan Suho, beruntung kakak Kai tidak tinggal dirumahnya jadi pemikiran Jonghun masih polos seperti biasanya.

"ti… tiga ?" Tanya Kai gugup dan Jonghun hanya menganggukan kepalanya mantap membuat Kai mendesah lelah.

"tapi Jongie ingin thatu thaja umma." Sehun dan Kai langsung menatap Jonghun yang mengerucutkan bibirnya dan mengelus perut rata Kai.

"anak pintar." Sehun mengusak pelan rambut Jonghun membuat Jonghun tersenyum lebar memperlihatkan eyesmile nya membuatnya terlihat seperti Sehun.

.

.

#####

.

.

"ayolah Sehun."

"Kai ini jam berapa dan beli dimana ?" Tanya Sehun sambil menujuk jam meja nya yang sudah menunjukan pukul satu malam dan besok ia masih masuk kerja di paksa bangun oleh Kai.

"dimana pun." Ucap Kai kesal sambil menatap Sehun dengan kilat kekesalan membuat Sehun menghela nafasnya pelan.

Ia tidak tahu jika masa ngidam Kai akan mulai hari ini.

Hari dimana masa mual Kai muncul dan masa ngidamnya muncul ? Sehun sama sekali tidak tahu tentang itu yang ia tahu cirri ibu hamil adalah mual dan banyak ingin nya dan kini Kai akan memasuki masa itu.

Sebagai suami yang baik, Sehun harus melakukannya dengan cinta kan ? ingat itu bukan hanya anak Kai tapi anak nya juga.

"okeh, kau tunggu dirumah jaga Jonghun aku pergi mencari pesananmu." Kai menganggukan kepalanya mantap melihat Sehun bangkit dari tempat tidur dan meregangkan tubuhnya sejenak.

"rasa Taro ya Hun." Sehun menoleh kebelakang dan mendapati Kai yang terkekeh sambil tersenyum kearahnya.

"lalu ?"

"coklat."

"terus ?"

"bubble gum." Sehun menghela nafasnya lalu membalikan tubuhnya.

"mulai sekarang pola makan dan minum mu aku yang urus, tidak baik jika kau menginginkan hal yang aneh seperti tadi." Ucap Sehun sambil menunjuk nunjuk kearah Kai membuat Kai mempoutkan bibirnya kesal.

"aku jalan dulu." Sehun meraih mantel yang tergeletak di sofa kamarnya lalu meninggalkan Kai di dalam kamarnya yang tengah melambaikan tangannya senang.

Bagaimana tidak senang punya suami perhatian seperti Sehun, Kai tahu ini tengah malam dan Kai tahu jika ia masih bisa menahan rasa inginnya sampai matahari terbit.

Tapi Kai ingin lihat Sehun muncul dengan wajah senang setelah berhasil membawa apa yang Kai mau, entah kenapa ada kesenangan tersendiri untuk Kai.

Bukan bermaksud untuk menyiksa Sehun tapi bukannya Sehun harus melakukan itu jika benar benar menyayangi Kai, Kai terkekeh pelan saat membayangkan wajah mengantuk Sehun saat memesan bubble tea.

.

.

#####

.

.

"aku pulang." Sehun memasuki rumahnya dan Kai yang sedang menonton televise bangkit dari duduknya dan menghampiri Sehun di depan pintu.

"selamat datang." Sehun mengusap matanya kasar lalu menguap lebar dan Kai menutup mulut Sehun dengan tangannya.

"aku benar benar mengantuk, jangan minta temani untuk meminum bubble tea sayang." Kai mempoutkan bibirnya tidak suka lalu menghela nafasnya pelan.

"aku baru akan melakukannya." Sehun langsung meregangkan tubuhnya dan berakhir memeluk Kai, Sehun memeluk Kai erat.

"yasudah kita simpan bubble nya untuk di minum besok saja." Sehun membulatkan matanya di pelukan Kai lalu melepaskan pelukannya dan menatap Kai yang menaikan sebelah alisnya.

"kenapa ?"

"tidak kau minum dulu ?" Kai merebut bubble itu lalu berjalan menjauhi Sehun, Sehun tahu jika Kai sedang merajuk dan Sehun jadi ingat saat Kai hamil Jonghun.

Merajuk karena tidak di temani bubble tea dan berakhir Sehun di abaikan Kai selama satu minggu dan membuat Sehun kelimpungan.

"aku ke kamar duluan Hun." Sehun menghela nafasnya pelan lalu menatap Kai yang mulai menaiki tangga menuju kamarnya.

Sepertinya besok Sehun harus siap di abaikan oleh Kai.

.

.

TBC