Disclaimer: Masashi Kishimoto

Tiap chapter tidak berurutan, meskipun masih saling terkait.


Airmata itu entah kenapa kembali mengenangi permata zamrud, seakan betah untuk tetap mendekam di sana meskipun sang pemilik tak mengharapkannya. Ia mendekap erat bantal yang sudah ternoda lelehan cairan kornea matanya, berusaha mengurangi isakan-isakan yang seharusnya tak perlu. Ia—Haruno Sakura benci ketika ia harus kembali menangisi seseorang yang tak pernah ia harapkan.

"Aku benci kau, Sasukeeee!" teriaknya tertahan.

.

"Kau sakit, Saku?" Hanya kalimat itulah yang terlontar sedari duapuluh menit lalu dari bibir putri keluarga Yamanaka. Seakan gadis murah kata itu kehilangan perbendaharaan katanya pagi ini.

Tak mendapati respon dari lawan bicara, Yamanaka Ino dengan gusar menarik tubuh sang sahabat agar ia bisa menatap wajah suram yang tengah terpamerkan.

"Hei, Sakura, kau dengar tidak sih?" serunya sebal.

Sorot mata suram itu menoleh, sekedar melepas kukuhan tangan sang sahabat yang bertengger di kedua pundaknya. "Cuma tidak enak badan, Pig," jawab sekenanya. Kembali berkutik dalam segala asumsi dan drama fantasinya yang tengah terputar pada otaknya.

"Kau kira aku ini bodoh, Jidat,"tukasnya. Sebersit hipotesa ia keluarkan dengan ragu-ragu, "Kau ada masalah dengan Uchiha Sasu—"

"Jangan sebut nama itu, Pig!"

Dan Yamanaka Ino langsung terdiam kaget.


Berkali-kali Uchiha Sasuke menatap menyesal ke arahnya. Ia ingin menghampirinya, mendekap tubuh tak berdaya itu dalam pelukannya—seperti yang dulu sering ia lakukan. Tapi ia tak mampu. Meskipun ia bisa tapi ia ragu dan merasa tak sanggup. Namun semua ini karena salahnya, tidak, ini adalah salah mereka berdua. Bukan cuma ia yang harus tanggungjawab, tapi Sakura juga. Dan ia tak boleh menyesal ketika lontaran kalimat penolakan itu ia dengungkan.

"Kurasa kita belum sanggup dengan kehadirannya, Sakura." Malam itu ia buka suara, mengurangi suasana tegang di antara mereka.

"Maksudmu?" Seakan telah mengetahui ujung ucapan yang terlontar oleh pemuda di sampingnya, ia menyahut dengan gugup.

"Sakura," tangan itu menggenggam erat, "Lebih baik kita gugurkan dia sebelum terlamat," ucapnya mantab.

"APAAAAA..."

Dan sungguh entah kenapa sekarang ia menyesal meminta itu pada Sakura. Keyakinan yang baru beberapa menit lalu ia junjung tanpa menghiraukan perasaannya kini seakan menguap begitu saja. Sakura—sahabat kecilnya, orang luar dalam kehidupannya yang ia sadari begitu dalam masuk di setiap goresan pejalanannya.


"Kau tidak bersama Sakura, Sasuke?" Lontaran kalimat itulah yang ia dapat untuk pertama kali menginjakkan kaki di kediamannya. Uchiha Mikoto berdiri di depannya dengan nampan berisi sebuah mangkok yang entah apa isinya.

Tak mendapat respon sesuai harapannya, ibu dua anak itu mendesah kecewa, "Padahal Ibu sudah membuatkan bubur dengan ekstra ramuan khusus untuk Ibu hamil," ungkapnya kemudian.

Uchiha Sasuke menatap sang ibu nanar. Ia tak pernah tahu betapa antusiasnya sang ibu menyambut cucu yang seharusnya tak pernah ada.

"Ibu?"

"Ya, Sasu. Ada apa?" Uchiha Mikoto menatap heran sang anak, pasalnya roman murung tersimpan jelas pada wajah tampannya. "Kalian bertengkar?" Tak mendapati respon dari pemuda di depannya ia kembali menyuarakan pandangannya.

Pemuda dari klan Uchiha itu mendongak, "A-aku..."

"Ibu tahu ini berat untuk kalian. Tapi Ibu tahu, anak Ibu adalah laki-laki yang bertanggungjawab." Senyum itu mengembang, "Majulah yang terdepan, Sasuke. Tunjukkan pada Sakura bahwa kau mampu. Tunjukkan bahwa anak Ibu adalah pemuda yang hebat," ujarnya menyemangati.

Sasuke hanya terdiam ketika sang ibu mengacak rambutnya penuh sayang. Ia tahu, sekarang mungkin ia yang di nasehati sebagai seorang anak, namun tak mungkinkan bahwa beberapa tahun lagi ia yang akan menasehati anak mereka. Dunia ini berputar bukan? Dan ia yakin ia mampu. Meski ia berkali-kali terjatuh bukan berarti ia tak lagi mampu untuk berdiri.

"Ibu, terima kasih."


Sekedar fic yang singkat banget, tapi mau gimana idenya cume sampai situ kok*nyengir XD*

Makasih buat yang sudah mempir di fic ini—silent reader maupun yang sudah memberi oleh-oleh di kotak review.

Dey-chan— makasih sudah mereview fic aku, biarpun cuma di chap ini tapi aku tetep seneng udah di luangkan buat membaca sampai di kasih oleh-oleh pula di kotak review. Makasihhh*peyuk-peyuk*

NenSaku— ini sudah update say. Tapi maaf lho singkat, idenya mampet soalnya. Hehehe...

Hikari Uchiha— sudah ada sequelnya tu say :D

Laura Pyordova— biarpun kemarin sudah salah orang, tapi sekarang kita kan sudah sering ngobrol di fb, hehehe... makasih udah nyempetin review sayang XDDD

Uchiha The Tomato Knight— pasti Hikari cantik dong, kan cantiknya sebelas duabelas sama authornya*plakkk-narsis XD* makasih sudah nyempetin review fic aku*tebarsenyum*

4ntk4-ch4n— maksih sudah baca dan review say. Btw, boleh minta alamat fb nya gak? Daku penasaran sama dirimu. Hehehe

AsaManis TomatCeri— kan genre utamanya family say, jadi harus ada keluarga-keluarga itu, dan berhubung authornya juga maniak dengan genre family jadi harap maklum. Hohoho... btw, makaaaaasihhhhhhhhhh sudah di fave*peluksampaikehabisannapas XDDDD

Dijah-hime— belum tamat kok, ini fic memang tiap chap dibikin langsung satu scene terus sudah. Entar juga ada chap-chap selanjutnya dan pastinya gak menyambung pada chap sebelumnya tapi tetep saling berhubungan kok :D Maksih sudah baca pluuuuus mereviewnya :DDDD

Dae Uchiha— ini sudah update say, tapi maaf lho kalau mengecewakan*nyengir* makasih sudah nyempetin review :D

Uchiha ney-chan— kwkwkwkw... aku juga mau kok dipeluk Sasu, gak bakal nolak. Hehehe... makasih sudah mereview :D

RestuChii SoraYama— karena anda mereview fic saya, saya juga gak bisa ngomong apa-apa selain makaaaaaaaassssiiiihhhhh*pelukcium*

Winterblossom Concrit Team— terima kasih atas concritnya. Saya sudah memperbaiki kelalainan saya :D

Andromeda no Rei— aaahhhh, dirimu memang maniak canon jadi gak heran saya. Hahaha... makasih say sudah nyempetin mereview fic ini*pelukciumdaricintamu* kekeke...

Cutie white— iya bikinan aku kok. Sequel? Emmm... gak tau ya, lagi males bikin lemon soalnya. Lagi belajar insaf meski gak pernah keturutan. Hehehehe

Chini VAN— huwaaa... maap kalau kependekan*bungkuk-bungkuk* daku memang gak jago bikin fic kaya rel kereta api, bisanya yang kaya mie, gampang putus di tengah jalan*apadeh* tapi makasih atas reviewnya *nyengir*

Cherry snow— dan pastinya manis kaya authornya dong*hoeeek* makasih sudah review :D

Uchiha Hime Is Poetry Celemoet— harap maklum say kalau pendek, daku gak bisa kalau bikin panjang kaya rel kereta api

Btw, makasih sudah mereview fic ku ini*cipok XD