Ohayou Minna-san..

aku kembali lagi dengan Chap 4 ~

langsung aja..

Happy Reading and Enjoy

Chapter 4

Langit telah berganti warna, bintang-bintang bertebaran membentang dikhatulistiwa, gemersik suara binatang malam menghiasi keheningan malam. Suhu dinginnya serasa akan meremukan tulang, namun itu sama sekali tak mempengaruhi pemuda tampan ini, pemuda yang saat ini sedang berdiri dibalkon Apertermennya, sambil menatap hamparan bintang diatasnya. Helaan napas kerap kali keluar melalui bibir tipisnya, saat ini begitu banyak fikiran yang hinggap diotak jeniusnya hingga membuat kepalanya seakan ingin pecah, perasaan bersalah dan menyesal kerap kali menghantuinya. Membuatnya ingin lari meninggalkan semua ini. Tapi, ia sadar jika ia sudah memulai berati ia juga harus mengakhirinya. Getaran disaku celana bagian belakang mengalihkan perhatian pemuda tersebut, dengan malas ia mengambil ponselnya dan membaca e-mail yang masuk diponselnya itu.

To : You

From : Karin

Sasu-kun… kau ada dimana? Aku ingin bertemu denganmu, ada hal yang ingin ku bicarakan. Temui aku ditempat biasa kita bertemu. Aku mohon~

Setelah membaca e-mail dari Karin, tampa fikir panjang Sasuke segera bergegas mengambil kunci mobil dan jaketnya. Kemudian, berjalan meninggalkan Apertermennya untuk menemui Karin. Namun sebelum menemui Karin, Sasuke lebih dulu menemui seseorang yang entah kenapa belakangan ini, ia sangat merindukan sosok tersebut dan berharap sosok itu dapat menjadi alasannya untuk menyelesaikan masalah yang telah ia buat sendiri.

. . .Dilain tempat, diwaktu yang sama . . .

Bibir tipisnya menampilkan seringai yang sangat jarang ia keluarkan, manik emerlandnya menatap sebuah foto yang ada digengamannya dengan pandangan tak terbaca, gadis itu kemudian melempar photo yang digengamnya tadi kesamping tubuhnya yang sedang tertidur diatas kasur king sizenya, emerlandnya beralih menatap langit-langit kamarnya. Fikirannya menerawang ke kejadian seminggu yang lalu, saat dimana ia mendapati laki-laki yang dijodohkan dengannya sedang bercinta dengan wanita lain, sebenarnya ia sama sekali tak mempermasalahkan kejadian itu, toh ia tak mencintai laki-laki itu begitupun sebaliknya. Namun, entah mengapa permintaan dari ibu laki-laki itu melintas diotaknya dan itu membuatnya ingin melihat reaksi dari laki-laki itu jika ia berakting seolah-olah ia adalah gadis yang sakit hati melihat kekasihnya selingkuh didepannya, and see! ia berhasil melakukannya, laki-laki itu mengejarnya bahkan meminta maaf kepadanya, ia sendiri sebenarnya merasa bersalah karena telah berbohong dengan laki-laki itu, tapi ini semua kan demi kebaikan laki-laki itu dan juga untuk membantu Mikoto.

"UCHIHA SASUKE,, kau masuk perangkapku." ucapnya sambil tersenyum penuh kemenangan.

Tok Tok Tok

Ketukan pintu mengalihkan perhatian gadis itu, dari arah pintu muncullah sosok yang sangat dicintainya menatap kearahnya dengan senyum manis dibibirnya. Sosok itupun berjalan menghampirinya.

"Ada apa Kaa-san?" Tanya Sakura sambil bangkit dari tidurnya.

"Ada tamu untukmu" jawab Mebuki.

Dahi Sakura menyerit mendengar jawaban Mebuki, "Tamu? Siapa?" tanyanya lagi.

Alih-alih menjawab, Mebuki lebih memilih tersenyum menatap Sakura, membuat Sakura bertambah bingung.

"Kau akan tahu nanti, sekarang temui 'tamu' itu dulu. Dia menunggumu dibawah." Ucap Mebuki dengan senyum mengembang dibibirnya.

"Aku curiga dengan Kaa-san." Aku Sakura jujur. Menatap penuh selidik kearah Mebuki.

"Oh ayolah Saku-chan~, jangan tatap Kaa-san seperti itu," rajuk Mebuki membuat Sakura jengah.

"Baiklah, baiklah! Aku akan menemuinya" Sakura akhirnya mengalah dari Mebuki. Gadis bersuai merah muda itu, akhirnya turun untuk menemui tamu yang dimaksud Kaa-sannya itu. Dan tampa disadari olehnya, Mebuki menatap kepergiannya dengan senyum mengembang diwajahnya.

. . .

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sakura ketus, ketika mendapati Sasuke sedang duduk disalah satu sofa yang ada dirumahnya, sambil menatapnya dengan senyum yang menurut Sakura mengejek.

"Apa begitu caramu menyapa calon tunanganmu sendiri?" bukannya menjawab pertanyaan Sakura, Sasuke balik bertanya kepada Sakura.

"Cih, aku tidak sudi menjadi tunanganmu." Jawab Sakura, sambil mendudukkan dirinya dihadapan Sasuke. Membuat Sasuke menatapnya heran.

"Kenapa kau tidak duduk disampingku?" Sasuke lagi-lagi bertanya membuat perempatan siku muncul dijidat Sakura.

"Aku baru tahu, ternyata UCHIHA SASUKE begitu cerewet." Jawab Sakura sambil menekan nama Sasuke.

"Aku hanya cerewet didepanmu honey," jawab Sasuke santai, membuat Sakura tambah geram kepadanya.

"Arghh... bicara denganmu tak ada habisnya. Sekarang! katakan apa maumu Tuan Uchiha?"

Sasuke menyeringai penuh kemenangan melihat Sakura kesal karenanya, dengan santai Sasuke berjalan menghampiri gadis musim semi yang sedang mengerutu itu dan mendudukkan diri tepat disamping Sakura.

"Aku ingin mengajakmu pergi." Ucap Sasuke sambil menyentuh ujung rambut Sakura, menghirup wangi rambut Sakura yang menenangkan baginya.

"Pertama, bisakah kau menyingkir dari sampingku dan singkirkan juga tanganmu itu dari rambutku. Kedua, aku tidak ingin keluar denganmu. Dan Ketiga, ada banyak tugas yang harus kukerjakan Uchiha-sama, jadi, bisakah kau pergi saat ini juga?" Ucap Sakura sambil menyingkirkan tubuhnya dari Sasuke. Namun, sebelum itu benar-benar terjadi Sasuke lebih dulu menahan pergelangan tangannya dan itu membuatnya tak bisa berkutik.

"Pertama, aku tak bisa menyingkir dari sampingmu sesentipun, karena Kau sudah menjadi candu tersendiri bagiku, yaahh... aku akui meskipun kita baru seminggu saling mengenal. Kedua, kau tidak bisa menolak sayang~ karena Kaa-san dan Tou-sanmu sudah mengizinkanmu, bahkan jika kau ingin menginap ditempatku pun mereka dengan senang hati mengizinkanmu. Ketiga, tugas? Bukankah besok hari minggu? Jadi, aku rasa tugasmu itu bisa dikerjakan sepulang kita KENCAN atau kau ingin aku yang membantumu hmm~? Mengingat otakku yang jenius ini."

Jawaban panjang Sasuke membuat Sakura sedikit menganga, pasalnya ini adalah pertama kalinya ia mendengar Sasuke berbicara panjang lebar dengannya. Dan tampa disadari olehnya, Sasuke semakin mendekatkan tubuhnya kearahnya dan...

Kyaaaaa...

Sasuke mengendongnya ala brydal style menuju kamarnya yang berada dilantai dua.

"Sekarang, kau ganti baju, aku akan menunggumu disini." Perintah Sasuke sambil mendorong Sakura memasuki kamarnya tanpa persetujuan dari Sakura, kemudian menutup pintu kayu didepannya.

"Arrgghh.. dasar Uchiha gila!" amuk Sakura, "Dia fikir, dia itu siapa? Seenaknya saja menyuruhku seperti itu." ujarnya sambil mengacak rambutnya frustasi.

Cleek

Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Sasuke dari ponselnya. Disana, ia melihat Sakura berdiri tepat disampingnya dengan wajah yang masih mengerutu. Sasukepun menegakkan tubuhnya yang semula menyender pada tembok dibelakangnya, kemudian ia menatap Sakura dari atas sampai bawah senyuman tipis terukir dibibirnya melihat penampilan Sakura.

"Kau cantik." Ucapnya masih menatap Sakura, "Tapi, apa kau yakin akan memakai pakaian itu?" tanya Sasuke memperhatikan penampilan Sakura sekali lagi.

Mendengar pertanyaan Sasuke membuat Sakura heran. Sakurapun, memperhatikan penampilannya. Tak ada yang salah, malam ini ia mengenakan kaos lengan panjang berwarna putih dengan celana jeans pendek berwrna baby pink membuat kaki jenjangnya terekspos sempurna, dipadukan dengan sepatu kets putih. Rambutnya ia bagi dua, disetiap sisinya ia ikat mengunakan ikat rambut berbentuk pita pink.

"Sudahlah~ jangan cerewet Uchiha. Aku yakin akan memakai pakaian ini." Sakura memutar matanya bosan mendengar pertanyaan Sasuke.

"Baiklah! Tapi, Kau cantik malam ini." puji Sasuke lagi.

"Berhenti memujiku. Aku tidak akan termakan dengan pujianmu itu," ujar Sakura, berjalan mendahului Sasuke. Melihat tingkah kekanakan Sakura, membuat Sasuke tertawa kecil. Kemudian, Ia berjalan mengikuti Sakura

. . . .

"Kita mau kemana?" Tanya Sakura sambil menatap Sasuke yang fokus menyetir mobil.

Sasuke mengalihkan perhatiannya kearah Sakura,"Hn" gumam Sasuke menjawab pertanyaan Sakura.

"Isshh,, bicaralah yang normal Uchiha! Aku tidak mengerti dengan gumanmu itu."

"Mana pangilan sayangmu untukku?" bukannya menjawab ucapan Sakura, Sasuke lebih memilih menggoda gadis musim semi yang tengah merajuk disampingnya itu.

"Panggilan apa?" Tanya Sakura sambil melihat kearah Sasuke, "Eh?! Apa yang kau lakukan Uchiha?" pekik Sakura kaget, karena wajah tampan Sasuke tepat bereda didepan wajahnya.

"Hn" gumam Sasuke semakin mendekatkan wajahnya.

"Singirkan wajahmu sekarang! Sebelum aku berteriak." Ancam Sakura sambil berusaha menjauhkan diri dari Sasuke.

"Mana panggilan SAYANG UNTUKKU SAKURA-CHAN?" Tanya Sasuke lagi sambil menekankan perkataannya.

Sakura tak mengindahkan perkataan Sasuke, ia masih berusaha menjauhkan wajahnya dari pemuda tampan yang sedang menatapnya dengan senyum yang menurutnya sangat menyebalkan. Melihat Sakura yang terus menjauhkan diri Sasuke pun tak mau kalah, pemuda tampan itu semakin memajukan wajah rupawannya hingga dahi dan hidung mereka bersentuhan.

Mengetahui posisi yang tidak menguntungkan untuknya, Sakura tak berani bergerak sedikitpun karena dapat dipastikan olehnya jika ia mengeluarkan suara, bibir mungil miliknya akan bersentuhan dengan bibir milik Sasuke. Namun, setelah melihat Sasuke akan semakin memajukan wajahnya dengan berat hati dan tidak ikhlas Sakura memberanikan diri membuka suaranya.

"Sasuke-kun."Seringai kemenangan tercetak jelas dibibir Sasuke hanya dengan mendengar panggilan Sakura untuknya. Sasukepun, menjauhkan wajahnya dari Sakura kemudian mengacak surai lembut milik Sakura dengan gemas.

"Anak pintar!" ucapnya disertai senyum tipis dibibirnya.

"Cih!" dengus Sakura sambil menyingkirkan tangan Sasuke dari kepalanya. Sedangkan Sasuke hanya tertawa kecil melihat tingkah Sakura.

"Ayo turun!" ajak Sasuke sambil membuka pintu mobilnya.

"Kemana?" Tanya Sakura dengan wajah polosnya membuat Sasuke semakin gemas kepadanya.

"Menemui seseorang." Jawab Sasuke, "Ayo!" ajaknya yang tiba-tiba sudah berada disamping Sakura sambil membuka pintu mobil untuk gadis musim semi itu.

Tampa banyak bicara, Sakurapun turun dari mobil Sasuke dan mulai mengikuti pemuda yang sedang menarik pergelangan tangannya.

. . .

"Karin!" panggil Sasuke pada wanita yang sedang duduk membelakangi mereka.

Merasa ada yang memanggil namanya, Karin mengalihkan perhatiannya ke asal suara. Dan ketika ia melihat kearah belakang, mata yang berlapiskan kaca mata itu memincing tak suka ke asal suara, -ah tidak! Lebih tepatnya kearah Sakura- yang sedang berdiri disamping Sasuke dengan tangan yang saling bertautan.

"Aku rasa, aku tidak memintamu untuk datang berdua Sasuke-kun." Ucap Karin yang sengaja menyingung Sakura dengan penekanan kata 'berdua' kepada Sasuke.

Mengetahui Karin yang sedang menyinggungnya membuat Sakura sedikit merasakan hawa panas disekeliling tubuhnya. Iapun, dengan berani menatap tepat kearah mata Karin yang sedang menatapnya dengan pandangan meremehkan.

"Ma…"

"Aku yang mengajaknya kesini" Jawab Sasuke memotong perkataan Sakura.

"Tapi, aku hanya ingin bicara berdua denganmu Sasuke-kun~" rajuk Karin, bangkit dari duduknya kemudian bergelayut manja dilengan Sasuke yang menganggur.

"Bicara berdua ataupun bertiga sama saja," jawab Sasuke sambil melapaskan Karin dari lengannya kemudian menarik Sakura untuk duduk didekatnya.

"Baiklah, jika itu maumu!" Karin lebih memilih mengalah, kemudian mengikuti Sasuke dan Sakura menduduki kursi tempatnya semula.

"Ada apa?" Tanya Sasuke to the point. Sedangkan Sakura hanya diam sambil memainkan ponselnya namun, telinganya tetap terfokus kepada apa yang akan diucapkan oleh Karin.

"Kau yakin ingin aku mengucapkannya disini, dihadapan gadis itu?" Karin menatap Sakura dengan pandangan yang 'aneh' menurut Sakura.

"Hn" gumam Sasuke tenang, namun jauh didalam hatinya ia merasa tegang dengan apa yang akan diucapkan Karin.

"Baiklah! Aku…." Karin tak meneruskan ucapannya. Ia hanya mengeluarkan sebuah benda yang membuat mata Sakura membelak sempurna dan raut wajah Sasuke menegang melihatnya.

. . . "Sasuke-kun." Panggil Sakura pelan sambil mendudukkan dirinya disamping Sasuke.

Sasuke menolehkan kepalanya ke arah Sakura, "Hn," gumam Sasuke.

Saat ini, Ia dan Sakura sedang berada di Bukit yang indah dengan beribu bintang yang menjadi atapnya, kemerlap cahayanya begitu menakjubkan memanjakan penglihatan. Sunyi tak ada satupun suara, sangat cocok untuk seseorang yang tengah menenangkan dari permasalahan yang tengah dihadapi.

Udara dingin serasa menusuk tulang Sakura, gadis itupun berusaha mencari kehangatan diantara usapan tangannya. Tiba-tiba kehangatan itu menjalar diseluruh tubuhnya, sebuah jaket yang ia yakini milik Sasuke tersampir dibahu mungilnya. Sakurapun menatap Sasuke, dapat dilihat olehnya berbagai macam emosi terpancar dari wajah rupawanya. Dengan perasaan antara ingin dan tidak ingin Sakura menyentuh salah satu tangan Sasuke, menusapnya dengan perlahan berusaha menyalurkan sedikit semangat untuk pemuda itu. Berharap dengan itu Sasuke bisa sedikit melupakan masalahnya.

"Kau tak apa?" tanya Sakura, masih mengusap tangan Sasuke.

Sasuke balas menatap Sakura, "Hn." Jawab Sasuke.

Pemuda itu kemudian melepaskan gengaman tangan Sakura untuk mengambil sesuatu yang berada disaku benda yang Sasuke keluarkan membuat Sakura mendelik melihatnya.

"Kau mengkomsumsi benda itu?"

Sasuke menatap benda yang dimaksud oleh Sakura, tak ada yang salah menurutnya hanya sebuah rokok.

"Aku biasa mengkomsumsinya Sakura." Jawab Sasuke, sambil menghisap rokok itu. Namun, sebelum itu terjadi Sakura lebih dulu mengambil rokok itu dan membuangnya ketanah.

"Apa..." Ucapan Sasuke terpotong ketika sesuatu yang manis terasa di dalam mulutnya. Iapun menatap si pelaku dengan pandangan bertanya.

"Aku akan sita rokok milik Sasuke-kun. Dan ini sebagai gantinya." Ucap Sakura sambil mengambil kotak rokok milik Sasuke kemudian memasukannya kedalam tas miliknya, setelah itu memberikan Sasuke lolipop miliknya. Sedangkan Sasuke hanya menatap tak minat kepada apa yang diberikan oleh Sakura.

"Aku tidak suka makanan yang manis Sakura." Ujar Sasuke malas.

"Tapi, lolipop ini tidak akan membuatmu mati Sasuke-kun. Sedangkan rokok itu akan membuat penyakit bersarang ditubuhmu! Aku tidak ingin mempunyai tunangan penyakitan." Jawab Sakura membuat Sasuke sedikit tersenyum. Entah mengapa, setelah ia mendengar ucapan terakhir Sakura membuatnya bisa sedikit melupakan masalahnya.

"Baiklah! Lolipopmu aku ambil." Sasukepun mengambil Lolipop yang ada ditangan Sakura, membuat gadis musim semi itu terenyum karenanya.

Setelah perbincangan singkat mereka, kini Sasuke maupun Sakura memilih untuk diam. Hanyut dalam fikiran mereka masing-masing. Namun tiba-tiba Sakura dikagetkan oleh tingkah Sasuke. Pemuda itu telah berada dibelakang tubuh Sakura, merengkuh gadis bersuai pink itu kedalam pelukan hangat miliknya.

"Apa yang kau lakukan Sasuke-kun?" tanya Sakura berusaha melepaskan tangan Sasuke yang melingkari pingangnya.

Sasuke semakin mengeratkan pelukannya, menengelamkan kepalanya diperbatasan antara leher dan bahu Sakura. Menghirup aroma strawberry yang menguar dari tubuh gadis yang tengah didekapnya.

"Biarkan seperti ini, sebentar saja."

Sakura akhirnya membiarkan tubuhnya berada didalam pelukan hangat milik Sasuke. Senyuman tipis terukir dibibirnya karena ia telah berhasil melakukan permintaan Mikoto. Permintaan untuk menghentikan Sasuke dari kebiasaan mengkomsumsi rokoknya. Semoga saja permintaan lain dari Mikoto dapat dilaluinya tampa rintangan.

Seiring dengan semakin malamnya dunia. Perlahan namun pasti, Sakura menutup kedua matanya. Tertidur dalam pelukan hangat Sasuke, membiarkan Sasuke samakin merengkuhnya.

Biarlah hanya untuk malam ini.

TBC

fiuhh.. akhirnya FFN chap 4 aku selesai ^^

special thanks untuk semua yang sudah review dan baca FFN aku...

happy reading ^^

mind to review?

balasan review

prince ice cheery: sama dek, sebenernya aku juga kurang puas sama chap 3 nya ^^.. tapi, aku akan berusaha memperbaikinya menjadi lebih baik... ditunggu yoo~~.. semoga suka dengan chap 4 nya ^^... mind to review?

.524, ongkitang, , .9, p.w sasusaku, marukocan : arigatou ya udah baca~ ini lanjutannya... ^^

Tsurugi De Lelouch: waahhh,,, arigatou buat saran dan ilmunya nee-chan ^^. itu bener2 ngebantu aku... aku akan berusaha menjadi lebih baik.. Mohon bantuannya nee-chan ^^

: alasannya akan dijelasin di chap selanjutnya.. ditunggu ya serry-san~

Guest: arigatou udah baca dan buat review guest-san. aku disini bukanya mau buat Sakura bodoh atau apa, Sakura ngelakuin itu ada alasanya kok... ^^ dan juga itu untuk menuhi permintaan Mikoto (baca chap 2) ^^ ya~

snhindigohime : arigatou snhindigohime-san.. gomen buat chap 4nya aku gk bisa update kilat.. -_- tapi, di chap selanjutnya aku akan berusaha update kilat... ditunggu ya~

Dhezthy UchihAruno: salam kenal juga Dhezthy-san, untuk masalah mereka udah saling suka atau enggak.. jawabannya ada di chap berikutnya... ditunggu ya.. ^^

Nachanhime: iya gak papa kok... eh ada typo ya? ahh virus typo memang selalu ada... -_- tapi aku akan berusaha untuk membasminya... hehe... arigatou udah di ingetin ^^

Hanna Hoshiko: arigatou Hanna-chan atas ilmunya,, itu bukan menggurui kok, aku malah seneng ada yang mau berbagi ilmu sama aku... arigatou ya~

Aozora Straw: waaahhh... arigatou straw-san atas masukannya, aku akan berusaha menjadi lebih baik.. mohon bantuannya ya~.. AH, untuk masalah sakuranya, itu salah satu caranya dia untuk menuhi permintaan Mikoto (chap 2), akujuga kurang puang untuk chap 3nya,, tpi aku akan berusaha menjadi lebih baik.. mohon banguannya... ^^

cherryma: arigatou dek... gomen untuk chap ini aku gk bisa update kilat~, tapi di chap selanjutnya aku akan berusaha update kilat, ditunggu yaa~

Uchiha Fitri-Chan: iya fitri-chan, aku sengaja disini buat Sasuke sedikit Oc... ^^ arigatou buat reviewnya..

Hatake Ridafi kun: iya, aku lagi berusaha buat yang lebih panjang,, ditunggu ya~.. semoga chap 4 ini lebih panjang ^^

angodess: arigatou udah suka FFN aku angodess-san... yoshh! aku akan berusaha membuat FFN aku berbeda, ditunggu ya~~

41: iya sasu disini emang hentai.. hehe... ini lanjutannya have you happy reading^^

Ai : arigatou ai-san... masalah hubungan karin dan Sasuke akan aku jelasin di chap selanjutnya kok.. ditunggu ya~~ nah, untuk Sakuranya, itu masih rahasia hehe,,, ditunggu ya~

hmmm: arigatou udah review... untuk masalah sakura yg sok malaikat atau gk, jawabnnya ada dichap selanjutnya kok ditunggu ya... hehe ^^

: arigatou fava-san... ini lanjutannya... have you happy reading ^^

Kikyu RKY: oke ky-san.. iya sasu-kun, udah mulai tobat ^^