Berhasil

Athrun sibuk menyiapkan makan malam paling super romantis untuk Cagalli. Ini adalah kesempatan langka untuk Athrun karena malam ini Cagalli jadwalnya kosong. Seharian ini dia menghabiskan hari liburnya di dapur. Dia menata bunga-bunga yang indah di meja makan untuk menyambut Ladynya.

"Uh... jam ini lama banget sih... lama-lama aku puter sendiri nih..." Athrun menggerutu tak tentu

Athrun merapikan dasinya, mencium parfum bajunya dia takut kalau-kalau bau masakan masih menempel di kulitnya yang putih bersih. Setelan jas hitam yang membuat badan atletis Athrun semakin menunggu dengan benar dan sabar seperti biasanya.

Namun sudah 30 menit lewat namun Cagalli belum juga datang. Athrun terdiam dan meminum kopinya. Dia melihat jamnya. Dia bosan dan terbersit dalam hatinya ingin memarahi Cagalli.

Beberapa saat kemudian Cagalli datang dengan terengah-engah. Melihat Cagalli datang seluruh kemarahan Athrun hilang entah dibuang kemana.

"Maaf aku terlambat Athrun, Myrna memaksaku memakai gaun ini untuk menemuinmu"

Cagalli tampak cantik dengan gaun merah yang sedikit terbuka. Kulitnya yang bersih sangat mempesona ditambah dengan sedikit make-up yang minimalis semakin membuat Athrun sesak tidak bisa bernafas.

"Maafkan aku Athrun..." cagalli mengulangi perkataanya

"Ah.. tak apa Cagalli..." Athrun membantu Cagalli duduk ala gentleman

"Ada acara apa ini?"

"Uhm.. kuberitahu nanti,,, lekaslah makan..." Athrun mencium pipi Cagalli

"Uhm... baunya sedap aku yakin ini masakanmu..."

"Err.. iya... aku gunakan hari libburku untuk malam ini... uhm... bagaimana dengan masakanku? Kau suka?"

"Always..." Cagalli makan steak kesukaannya..."

"Cagalli..." Athrun berjalan kearah Cagallli dan berlutut mengahadap pada gadisnya

"Ada apa Athrun? Adakah yang ingin kau bicarakan?"

"Uhm... aku tahu kau masih akan mementingkan Orb lebih dari apapun bahkan lebih dari aku jadi aku..."

"Apa Athrun?"

"Will you marry me?"

"Eh..."

"Aku tahu Orb adalah segalanya bagimu. Dan kau adalah segalanya untukku err... Jadi... ayo kita menikah... aku tak ingin menunggu lebih lama lagi..."

Cagallli tersenyum dan menggenggam jemari Athrun.

"Kau ingin kita menikah kapan?"

"Aku tak berani memaksamu Cagalli... aku... ingin mengutarakan segalanya... dan jujur padamu"

"Kau tak ingin dengar jawabanku Athrun?"

"Apapun jawabanmu akan aku terima" athrun menunduk dipangkuan Cagalli dan memejamkan mata

"Hihihi " Cagalli terkikik

"Jangan tertawa saat ini Cagalli,takkah kau dengar jantungku berdebar seperti mau lepas dari tempatnya?" athrun kesal

"I will dear..." Cagalli pelan

"he? Apa?" athrun mendongak

"I will marry you..." Cagalli mencium bibir athrun

Lembut,manis, dan beraroma jeruk, membuat athrun melayang. Cagalli mendorong tubuh Athrun hingga dia berada dibawahnya dan menciumnya lagi. Athrun melingkarkan lengannya di pinggang Cagalli. Cagalli mencium bibir athrun dengan memanas, membuat lidah mereka beradu. Degub jantung mereka tak beraturan. Athrun membalik posisinya diatas dengan pelan. Dia memberikan jeda untuk mereka bernafas. Athrun memandang Cagalli yang terengah-engah dan menciumnya lagi. Cagalli menyambut dengan lembut setiap sentuhan Athrun di bibirnya. Cagalli melingkarkan lengannya di leher Athrun. Athrun memandang Cagalli

"Bisa kita lakukan sekarang?"

"Eh?"

"Tak ada alasan untuk menolak"

Athrun mencium Cagalli dan menarik tali gaun dilehernya. Lalu selanjutnya...xxx

*_+_+_+*Owari*_+_+_+*

Arigatou... untuk semua para reviewer... dan pembaca.,...

Aha.. saya gak mengira kok begini jadinya... jadi ntar saya akan berusaha untuk buat fic yang leih bagus lagi...

Hountou arigatou