Kim Hyunwoo lagi pusing, anaknya yang masi mahasiswa semester dua minta kawin, mana kawinnya sama janda satu anak yang cerai setelah jadi korban kdrt. Bukan masalah jandanya, toh janda kembang, nggak kalah kalo ama perawan. Yang jadi masalah si Hyunbin kan masi belom berpenghasilan, sementara calon istrinya itu juga nggak kerja, dan mereka uda kebobolan, alias calonnya Hyunbin uda bunting duluan. Gimana gak mumet tuh orang tua Hyunbin?

"Lalu kamu mau tinggal dimana nantinya?" tanya Chungha, emaknya Hyunbin.

"Disini."

Chungha nepok jidat. "Haduh... Paringi sabar ya, Gusti..."

"Cukup satu ae anak bapak yang kaya kamu yang lain jangan."

"Iya, Pak..."

Hyunbin, Hyunwoo, dan Chungha tengah duduk di ruang keluarga yang berada di bagian belakang rumahnya, langsung ke pintu belakang yang nyambung ke gang belakang rumah. Mereka tetanggaan sama Kang Daniel, dan Jaehwan serta Jonghyun.

Anak mereka ada 3 dan yang paling nakal ya si Hyunbin ini.

"Kamu tempatin aja itu rumah yang di bawah, seadanya dulu, nanti kamu sambil kumpulin duit buat benerin," ujar Hyunwoo.

Rumah bawah yang dimaksud adalah bekas rumah kakek neneknya Hyunbin yang sudah lama tak berpenghuni. Masih berwujud rumah layak huni, cuma beberapa bagian sudah perlu dipoles.

"Ya, Pak..." Hyunbin manut aja, udah salah juga dia.

Ting!

Hapenya Hyunbin bunyi dan muncul popup notifikasi chat dari calonnya.

MySweetHeart
Gimana beb?

"Kak Minhyun uda nanyain, Pak, Mak..."

"Bilang aja iya, nanti sore kalo nggak hujan bapak sama emak kesana nemuin orang tua dia," sahut Pak Hyunwoo kesal dikejar-kejar mulu suruh nglamar Minhyun.