Never Happy Ending

.

.

.

.

.

.

Warning: typo(s), Yaoi, Bromance, OOC

Chapter 3

"SAMPAIIIIII"

Tak perlu waktu lama bagi Kyungsoo, Jongin, Sehun dan Yesung untuk sampai tiba didepan gerbang rumah Jongin, karena jarak rumah Kyungsoo dan Jongin hanya berjarak beberapa blok saja. Jongin membuka gerbangnya dan mempersilahkan teman-temannya masuk.

"Rumahmu besar juga." Yesung berucap ketika dia memparkirkan motornya disamping motor Jongin.

"Besar tapi horor." Yang ini Kyungsoo, berucap ketika dia memilih untuk bersender pada tiang kokoh rumah Jongin.

"Apasih yang ga horor dimatamu yang besar itu?"

"Kau"

"Sudah kuduga aku tampan."

"Kau ga horor, hanya menyeramkan. Sangat menyeramkan."

"Yak Dio!" Jongin memutar bola matanya malas dan lebih malas lagi ketika melihat dua temannya yang lain sibuk tertawa. Jongin juga dapat mendengar suara cekikikan Kyungsoo dibelakangnya. Jongin mendengus keras dan memutuskan untuk memutar kunci pintunya dan membiarkan pintu rumahnya terbuka lebar.

"Masuklah. Anggap saja aku majikan kalian." Dan kali ini ketiga orang itu yang mendengus keras.

Mereka memasuki rumah Jongin yang terbilang mewah tetapi terkesan hangat. Dimana hiasan lampu besar diruang utama membuat rumah ini terlihat megah, tetapi pajangan foto-foto keluarga Jongin yang terletak didinding membuata suasana rumah menjadi hangat. Kyungsoo asik melihat foto-foto itu sambil tersenyum-senyum, membuat Jongin yang melihatnya bertanya heran.

"Heh! Ngapain senyum-senyum?"

"Ah kai! ini yang namanya Haera? Adikmu?" Kyungsoo menunjuk salah satu foto, tepatnya menunjuk foto seorang gadis mengenakan dress selutut berwarna biru cerah, berambut panjang bergelombang yang sedang berdiri disebuah pantai.

"Iya adikku. Kenapa? Naksir?" Jongin menjawab dengan nada yang sedikit tinggi.

"Tidak. Hanya saja dia terlihat terlalu cantik untuk menjadi adik dari seorang Kim Jongin. Itu saja." Kemudian Kyungsoo berjalan begitu saja melewati Jongin yang ekspresi wajahnya sudah tak tertebak lagi.

Setelah acara 'diledeki Kyungsoo untuk kedua kalinya', Jongin memutuskan berjalan menuju kamarnya, mengganti kemeja seragamnya dengan kaos putih polos kemudian kedapur untuk membuatkan ketiga temannya minuman. Pembantu rumahnya sedang mengambil cuti satu bulan, entah itu ada urusan apa Jongin tidak mau tau. Setelah membuat 4 buah jus jeruk, Jongin memutuskan untuk pergi menuju ruang tengah, ruangan yang biasanya dia gunakan untuk sekedar menonton tv, bermain piano, atau mengerjakan tugas. Seperti sekarang contohnya, dia menyuruh teman-temannya itu untuk berkumpul diruang tengah. Tapi sumpah demi apapun, dia menyuruh teman-temannya untuk duduk manis disana, bukannya asik bermain gitar, piano, ataupun tertidur.

"Yak! Aku menyuruh kalian duduk manis. Bukannya seperti ini." Jongin menaruh nampan berisi jus jeruk itu keatas meja dan langsung duduk menempati ruang kosong disamping Kyungsoo yang tertidur.

"Kyungsoo bangun! Ini sofa ruang tengah rumahku, bukan tempat tidur kamarmu."

Jongin mengambil remote tv dan kemudian menyalahkan tvnya. Mencari-cari channel yang sekiranya tayangannya bagus.

"Tak apa kita bermain dulu?" Sehun yang sedang asik bermain gitar berhenti sebentar melihat Jongin yang asik sibuk memindahkan channel.

"Tidak apa. Lagipula untuk apa terlalu serius."

Kyungsoo bangun dari tidurnya setelah tadi ia mendengar Jongin menyuruhnya bangun dan mendapati Jongin duduk tepat disampingnya. Kyungsoo otomatis menjauhkan dirinya dari Jongin dan tak lupa kedua pipi Kyungsoo yang entah mengapa terdapat sedikit warna merah.

"Ah Dio, kau sudah bangun?" Jongin mengalihkan pandangannya dari tv dan menuju Kyungsoo.

"Tidak. Aku masih tidur sangat pulas." Kyungsoo mengabaikan warna merah dipipinya dan langsung membenahi letak duduknya.

Entah apa yang akan dilakukan Jongin setelah menaruh remote diatas meja, dia beranjak dari sofa kemudian berdiri didepan Kyungsoo. Mengangkat kaos putihnya setengahㅡ

"Abs milikku bagus kan?" Jongin memamerkan perut kotak-kotaknya kepada teman-temanya. Sehun dan Yesung melihatnya malas, dan kemudian melanjutkan acara mereka sendiri. Sementara Kyungsoo? Oh wajahnya telah semerah tomat. Kyungsoo memalingkan wajahnya kesamping, tidak ingin melihat perut itu terlalu lama.

"Pamer. Aku juga punya." Kyungsoo berbicara masih mengalihkan pandangannya dari perut Jongin. Oh tuhan, Kyungsoo juga seorang pria lalu untuk apa wajahnya memerah seperti ini? Walaupun Kyungsoo memang belum memiliki perut kotak-kotak seperti itu, tapi Kyungsoo yakin tak lama lagi dia akan memilikinya.

"Aku berani bertaruh kau tak memilikinya, Dio." Jongin tersenyum miring kemudian menutup perutnya, kembali duduk disamping Kyungsoo yang masih kukuh mengalihkan pandangan dari arah Jongin.

"Oke! Istirahatnya selesai. Sehun, Yesung! Sudah dulu bermainnya. Jika tugas sudah selesai, kalian bebas bermain sesuka hati."

"Baik bos." Ucap Sehun dan Yesung bersamaan. Sehun kembali menaruh gitar Jongin pada tempat semula, dan Yesung langsung melesat dari kursi piano menuju karpet coklat ruang tengah itu. Sementara Kyungsoo, sibuk memainkan ponselnya terlebih dahulu sampai warna merah dipipinya menghilang sebelum akhirnya bergabung dengan yang lain duduk diatas karpet.

Mereka mulai sibuk mengerjakan tugas. Kyungsoo yang sibuk membolak-balikan halaman buku, Sehun dan Jongin yang sibuk mencari jawaban diinternet melalui ponsel mereka, dan Yesung yang sibuk mengetik di laptop. Mereka tampak serius dilihat dari ekspresi wajah mereka. Beberapa kali Kyungsoo mengerutkan dahinya melihat tulisan dibuku yang terlalu sulit dipahami, atau Jongin yang wajahnya terlihat sangat tegas mengamati layar ponsel ketika ia sibuk membeli paket terlebih dahulu karena kuotanya habis.

Mereka sibuk dengan dirinya masing-masing sampai suara Yesung mengalihkan kesibukan mereka,

"Jongin, laptopmu baterainya hampir habis. Sini di charge dulu." Jongin berdiri dan mengambil tasnya di sofa bermaksud untuk mengambil charger laptopnya. Tapiㅡ

"Dimana charger laptopku?! Harusnya aku masukan kedalam tas. Haish dimana?" Jongin mengubrak-abrik isi tasnya, menumpahkan segala isinya keatas karpet, tapi yang didapatkan nihil, tidak ada charger laptopnya disana .

"Mungkin tertinggal dikelas." Kyungsoo menutup bukunya dan beralih melihat jongin.

"Benar juga. Baiklah, Dio ikut aku, kita ambil charger laptopku."

"Eh? Kenapa harus denganku? Ma-maksudku kau bisa dengan Sehun atau Yesung kan?"

"Tidak tidak. Kau tidak lihat Sehun dan Yesung sedang sibuk membagi informasi jawaban satu sama lain? Lagipula kenapa kau harus menolak?" Jongin mengambil jaket berwana merah, memakainya untuk menutupi kaos polosnya.

"Iya tapiㅡ" Belum selesai Kyungsoo memberikan argumennya, Jongin sudah menarik paksa tangan Kyungsoo.

Jongin menyalakan motornya, menyuruh Kyungsoo untuk segera naik. Sekolah mereka tutup gerbang jam 10 malam, jika dilihat dari jam tangan Jongin yang menunjukkan pukul 6, mereka masih punya kesempatan untuk mengambil charger laptop Jongin yang tertinggal.

Cuaca hari ini sedang bagus, banyak awan yang menghiasi langit. Sebentar lagi malam tiba, dan pemandangan sore seperti ini sangat disukai Kyungsoo, belum lagi *ekhem* Jongin sedang berada didepannya, mengendarai motor. Suasana sedikit canggung sampai Jongin mengambil inisiatif untuk memulai pembicaraan.

"Hey Dio! Kenapa kau tinggal dengan nenek kakekmu?" Kyungsoo yang sedang asik melihat pemandangan (sebenarnya Kyungsoo hanya tak bisa mengontrol detakan jantungnya jika menghadap ke punggung Jongin) menoleh kearah kaca spion, melihat pantulan Jongin disana.

"Bukannya aku sudah pernah cerita? Orang tua ku ada di Gangnam, tidak mungkin kan kalau aku ikut tinggal di Gangnam sementara aku sekolah di Seoul High?" Jongin mengangguk, menatap kearah jalanan sebentar kemudian menatap spion lagi.

"Lalu, kenapa orang tuamu tidak tinggal disini saja?"

"Mereka membeli rumah di Gangnam. Kalau rumah yang sekarang ku tempati itu rumah nenek kakekku. Makanya mereka pindah ke Gangnam dan tak tinggal disini lagi. Karena aku sudah terlanjur terdaftar menjadi siswa Seoul High, ya mau tidak mau aku tetap disini."

"Oohh begitu." Jongin kembali fokus pada jalanan.

"Dan kau Kai, orang tuamu dan adikmu kemana? Rumahmu terlihat sepi." Kyungsoo masih tetap melihat Jongin dari pantulan bayangan di spion

"Orang tuaku sibuk bekerja, mereka sekarang sedang berada di Daegu. Appaku sedang ada proyek pembangunan sebuah gedung disana, sementara eommaku adalah seorang designer, dia menggelar sebuah acara fashion show disana. Dan adikku, dia belum pulang sekolah."

"Larut sekali Haera pulangnya." Sebelumnya, Kyungsoo mengangguk-angguk atas penjelasan Jongin.

"Iya, dia ada les biola dulu. Yash! Kita sampai." Kyungsoo memandang kesekitar dan Kyungsoo dapat melihat bangunan sekolah mereka. 'Kenapa cepat sekali sampainya' Kyungsoo berkata dalam hatinya.

Mereka turun dari motor ketika Jongin selesai memparkir motornya. Sekolahnya masih cukup ramai, mengingat organisasi sekolahnya memang doyan pulang larut. Jongin dan Kyungsoo bersyukur dalam hati karena kelas mereka berada di lantai satu. Coba kalau kelas mereka berada di lantai tiga, mungkin mereka berdua lebih memilih menyuruh petugas sekolah untuk mengambilkan charger laptopnya ketimbang mereka berdua berjalan sendiri kekelas.

Setelah meminta kunci kelas kepada petugas kemanan, mereka berdua segera berjalan menuju kelas mereka. Kyungsoo sedikit merasa risih ketika beberapa pasang mata melihat kearah Kyungsoo dengan tatapan sinis ketika mereka berjalan menuju kelas. Memang Kyungsoo akui, Jongin telah mengambil banyak perhatian dari seluruh penghuni sekolah ketika awal pertama ajaran baru. Jongin terkenal sebagai siswa kelas 10 yang tampan oleh Sunbae mereka. Dan kini, Kyungsoo diberi tatapan sinis karena berjalan berdua dengan Jongin. Oh boneka pororo Kyungsoo yang besar, semoga Kyungsoo tidak terkena pembuliyan disekolah ini.

"Ketemu!" Jongin menggoyang-goyangkan charger laptop miliknya keudara, seolah benda itu adalah harta karun berharga yang berhasil ia temui.

"Jangan berlebihan. Cepat kita kembali, ingat kita memiliki tugas?"

"Iya, iya. Ayo kembali" Dan setelahnya mereka menaiki motor kembali kerumah Jongin.

.

.

.

.

Kyungsoo, Jongin, Sehun dan Yesung akhirnya selesai mengerjakan tugas mereka, setelah mengerjakan lebih dari 3 jam. Adik Jongin, Haera juga sudah pulang sekitar 1 jam yang lalu. Mereka tampak asik bermain sendiri-sendiri. Jongin dan Sehun memilih bermain game online bersama, Yesung mencoba bermain gitar milik Jongin, Sementara Kyungsoo entah bagaimana, itu terjadi secara singkat ketika dia kini tengah duduk disofa bersama Haera disampingnya, mereka mengobrol bersama.

"Oppa, kau menyenangkan! Tidak seperti Kai oppa." Haera menunjuk Jongin, kemudian menyilangkan tangan didadanya sambil setengah cemberut.

"Kata siapa? Oppamu itu orangnya menyenangkan kok." Kyungsoo mengacak rambut Haera gemas.

"Tidak! Kai oppa itu menyebalkan! Tukang nyuruh! Tukang ngomel! Tukang main! Tukang... " Haera tampak berfikir sejenak sebelum melanjutkan omelannya lagi "Tukang segala tukang lah dia!"

"Sudah jangan cemberut begitu." Kyungsoo kembali mengacak rambut Haera.

"Kau punya banyak majalah?" Setelah asik mengacak rambut Haera, Kyungsoo melihat setumpuk majalah dibawah meja yang Kyungsoo yakini adalah setumpuk majalah fashion. Haera yang tengah membenarkan rambutnya pun mengangguk mengiyakan.

"Pasti punya eommamu, iyakan? Hm, boleh oppa lihat?" Kyungsoo mengambil salah satu majalah tersebut dari bawah meja.

"Iya majalah-majalah itu punya eomma, oppa tau darimana?"

"Eommamu seorang designer kan? Pasti lah majalah ini punya eommamu. Eommamu itu hebat sekali, sudah bisa membuka acara fashion show sendiri. Woah Lihat! Baju-baju ini bagus sekali." Kyungsoo tampak sangat antusias membuka lembar demi lembar majalah tersebut, tanpa mengetahui jika alis Haera telah menaik sebelah.

"Oppa tau dari mana eommaku seorang designer dan membuka acara fashion show?" Tanya Haera dengan tampang mengintimidasi.

"Yak! Wajahmu jangan seperti itu. Serem. Tentu saja aku tau dari Oppamu itu si Kai, siapa lagi?" Kyungsoo menunjuk Jongin dengan dagunya.

"Kai oppa? Yang benar? Kyungsoo oppa yakin?"

"Iya benar, aku yakin. Memangnya kenapa?" Kyungsoo yang sedikit terganggu dengan sikap Haera yang mendadak berubah akhirnya menutup majalah tersebut dan meletakkannya kembali ke bawah meja.

"Tidak kenapa-kenapa sih, oppa. Hanya saja... Kai oppa tidak pernah memberitau secara langsung apa pekerjaan eomma. Apalagi memberitau apa yang sedang eomma lakukan, seperti membuka acara fashion show. Karena Kai oppa hanya memberitau hal-hal seperti itu kepada orang yang sangat dekat padanya. Aku berani bertaruh Sehun oppa dan Yesung oppa tidak mengetahui hal ini." Tutur Haera panjang lebar.

"Orang yang sangat dekat?" Kyungsoo bertanya kepada Haera dengan ragu-ragu.

"Iya, orang yang sangat dekat. Lebih dekat dari pacar sepertinya, karena pacar oppa si Soojung eonni itu tidak mengetahui hal ini."

"Haera, kau bercanda?!" Kyungsoo benar-benar terkejut akan apa yang baru saja Haera katakan. Kyungsoo benar-benar hilang akal. Dan sebelum dia benar-benar terlalu senang, Kyungsoo memastikannya lagi.

"Haera? Kau tidak sedang bercandakan?" Kyungsoo melihat kearah Jongin untuk memastikan orang berkulit tan itu tidak mendengarnya. Kyungsoo melihat Jongin sedang sangat serius bermain dengan Sehun disampingnya, Kyungsoo berdoa semoga Jongin tidak mendengarkan percakapan ini.

"Haish untuk apa aku berbohong, oppa. Awalnya aku juga terkejut karena ini adalah pertamakalinya Kai oppa seperti itu dengan orang lain. Memang Kyungsoo oppa hubungannya dengan Kai oppa itu apa?" Tanya Haera penuh selidik lagi.

"Perasaan aku hanya berteman dengan Kai, dan lagipula kita baru berkenalan saat ospek. Aku sangat terkejut mengetahui hal itu, Haera."

"Aku tidak yakin Kai oppa hanya menganggap Kyungsoo oppa sebagai teman."

"Eh? Apa maksudmu Haera?"

"Tidak kok oppa tidak" jawab Haera dengan senyum setengah jari.

Setelah percakapan yang membuat jantung Kyungsoo tidak berhenti berdetak kencang, Yesung berkata kepada semua yang ada diruangan itu bahwa dirinya ingin segera pulang karena hari sudah terlalu malam. Kyungsoo melihat jam dinding yang terpajang disana, dan jam tersebut telah menunjukkan pukul 11 malam, itu memang terlalu larut. Kyungsoo juga akhirnya memutuskan untuk pulang, sementara Sehun tampaknya akan menginap dirumah Jongin. Kyungsoo sebenarnya juga hampir menginap karena Haera memaksanya berkali-kali. Tetapi untungnya, neneknya menelpon dan menyuruhnya untuk segera pulang, jadi Haera tidak bisa memaksanya.

Setelah Jongin, Sehun, dan Haera mengantar Kyungsoo dan Yesung sampai depan pagar, Kyungsoo dan Yesung segera melaju menggunakan motor Yesung untuk pulang, Kyungsoo menumpang dengan Yesung.

Selama perjalanan pulang, Kyungsoo tidak berhenti berfikir tentang percakapannya tadi dengan Haera. Apa benar semua yang dikatakan Haera? Atau jangan-jangan Haera hanya bercanda? Kyungsoo benar-benar frustasi memikirkan hal tadi. Jika dilihat dari raut wajah Haera, gadis itu memang tampak serius dan tidak bercanda.

"Haish!" Kyungsoo mengacak-acak rambutnya kemudian memegang dadanya, mendengar kencangnya jantungnya berdetak. Kyungsoo benar-benar menggila.

Sementara Yesung yang melihatnya dari kaca spion hanya menggeleng-gelengkan kepala.

"Dasar remaja dimabuk cinta."

.

.

.

.

Tekanan Batin Continue

alias

TBC

a/n : Chap 3 selesai! yuhuu kita habiskan waktu dirumah Jongin/?

Terimakasih buat yang masih setiap ikutin cerita ini, dan welcome buat new reader!

Hari ini hari terakhir di 2014 loh! dan aku tutup akhir tahun dengan nhe chap 3 ya hehe. Liburan abisnya semakin deket ya? gaberasa U,U

Udah rencanain apa aja nih buat tahun baruan? trus apa aja nih wish kalian buat 2015? Semoga tahun 2015 EXO KEMBALI OT12 :")

buat ladywufan, maafkan daku luhan belum berperan di chap ini beb :(

HAPPY NEW YEAR 2015!

review please?