Sakit adalah ambang batas ambigu rasa kesal dan senang seorang Uchiha Sasuke. Membuatnya terlihat lemah dan tidak berdaya. Membuatnya ingin selalu mendapat perhatian lebih dari Sakura. Menggiringnya pada suatu disproporsional rasionalitas bernama : delusi.

.

.

allihyun presents

a SasuSaku Fanfiction

Psychologist

AU. Drabble. Typo(s). OOC. Gombal XD (but not really gombal for this Chapter)

DLDR is on term

Naruto and its chara © Masashi Kishimoto

Psychologist © allihyun

.

Part IV

Delusi

Sakit—

—adalah salah satu aib dalam hidup seorang Uchiha Sasuke. Membuatnya memperlihatkan sisi lain dirinya yang tidak pernah ingin dia tunjukkan pada siapa pun. Sakit berarti tak berdaya. Sakit berarti seharian tidak melakukan apa-apa. Sakit berarti menunjukkan sisi lemahnya—

—tapi sakit juga berarti mendapatkan perhatian lebihdari Haruno Sakura.

Perlu dicetak miring, garis bawahi dan pertebal kata lebih.

Bukan karena pacarnya yang manis itu tidak pernah perhatian padanya. Justru karena Sakura selalu perhatian padanya setiap hari makanya ketika Sasuke sakit perhatian yang dia dapatkan kadarnya bertambah daripada hari-hari biasa. Karena itu lah disebut lebih. Ah sudahlah, kenapa jadi berputar-putar pada kata lebih?

Yang jelas, sekarang ini Sasuke sedang sakit. Dan Uchiha bungsu ini seperti biasa, selalu berada di ambang batas ambigu antara kesal sekaligus senang setiap kali sakit. Akan ada Sakura yang selalu di sampingnya pada saat-saat seperti ini. Mengomelinya dengan rentetan hardikan tentang kebiasaannya tidur larut malam (atau pagi jika ada pertandingan bigmatch liga premier), hobinya minum kopi setidaknya lima gelas sehari, ritual sistem kebut semalamnya jika mengerjakan tugas kuliah (remember, Uchiha tidak butuh waktu lama untuk memecahkan sebuah persoalan sekalipun itu studi kasus tentang psikotik) atau pola makannya yang tidak teratur. Hampir seperti rekaman kaset abadi yang akan menyala jika Sasuke sedang terkapar tidak berdaya seperti sekarang ini—

—hanya bisa berbaring di ranjang dengan suhu badan tinggi, bulir-bulir keringat yang keluar secara tidak wajar dan nafas panas yang keluar dari hidungnya disertai bunyi ringan seperti bunyi teko air panas kalau sudah mendidih. Sakura akan mengomel, mengomel dan mengomel tapi sambil membereskan segala kekacauan di apartemen Sasuke sekaligus menyiapkan semua keperluan pria yang sudah menjadi pacarnya selama kurang lebih 2 tahun itu. Sementara Sasuke hanya mendengarkan dengan mata terpejam. Menikmati alunan suara gadisnya yang walau pun galak tapi terdengar menenangkan bagi telinganya. Hah, pasti telinganya sudah sama sakitnya dengan badannya sekarang.

"Sasuke-kun, bangun! Aku sudah menyiapkan bubur untukmu,"

"Engh,"ujar Sasuke malas-malasan menyingkirkan lengannya yang sedari tadi menutupi matanya.

"Jangan bilang kau juga mau kusuapi?"

Sasuke menyeringai begitu Sakura selesai mengucapkan kalimatnya itu. Ide bagus, padahal tadinya Sasuke tidak berniat begitu.

"Sepertinya kau tidak perlu mendengar jawabanku, hn."

Sakura mendecak-decakkan lidahnya sebal. Matanya memicing galak ke arah Sasuke yang masih berbaring seperti posisinya semula. Tapi tetap saja diambillnya mangkuk yang berisi bubur buatannya untuk diantarkannya pada Sasuke,

"Lain kali hujan-hujanan lagi ya, lalu mengerjakan tugas sampai tidak tidur. Aah, jangan lupa minum kopi yang banyaaaakkk sekali ya, Sa-su-ke-kun!"

"Hn."

Sasuke tidak menggubris kata-kata bernada menyindir yang diluncurkan bibir tipis Sakura. Kepalanya berkedut-kedut secara abstrak, semua benda dalam jangkauan jarak pandangnya terasa berputar-putar, suara-suara di sekitarnya terdengar seperti gema yang menggaung-gaung. Jangankan mencerna kata-kata Sakura, untuk mendengarnya dengan benar saja butuh perjuangan.

Bangun Sasuke-kun, jangan makan sambil tidur. Nanti aku cium lho!

"Nani? Sejak kapan kau jadi genit begitu?" seru Sasuke heran dengan alis yang bertaut.

Sakura tidak kalah herannya dengan Sasuke, bagian mana dari perlakuannya yang membuat Sasuke berpikiran bahwa Sakura genit?

"Kau ini ngomong apa sih, Sasuke-kun?"

Kau ini benar-benar ingin kucium ya, Sasuke-kun

Sasuke semakin membuka lebar mulutnya tanda bingung, Sakura benar-benar tahu apa yang diinginkannya. Apa dia punya kemampuan sejenis mind reader?

Sasuke-kun, aishiteru

Mata dengan manik sehitam jelaga milik Sasuke langsung melebar begitu mendengar "perkataan" Sakura barusan. Bukan hal yang pertama kali dia dengar, tapi Sasuke tidak pernah terbiasa mendengarnya. Bahkan laki-laki dengan stok gengsi berlebih itu belum pernah membalasnya secara gamblang.

"Aishiteru mo, Sakura."

Kecuali mungkin sekarang. Saat pendengarannya sedang dalam kondisi terbaik dan saat Sakura justru terlongo bingung memperhatikan lengkungan senyum lembut yang tercetak sempurna di bibir tipis Sasuke,

"Sasuke-kun! Hey, kau ini dari tadi bicara ngelantur tahu!"

Volume suara Sakura meningkat beberapa oktaf untuk menyadarkan Sasuke diiringi dengan gerakan tangan kanannya yang menepuk-nepuk pelan pipi Sasuke. Dan—

Berhasil! Pria emo itu memang tidak langsung tersadar. Hanya beberapa kali mengerjapkan mata, namun kemudian perlahan pipinya memerah (yang kali ini Sakura yakin bukan karena suhu badannya naik lagi).

"Demam sialan ini membuatku berdelusi,"

"Memangnya kau berdelusi apa Sasuke-kun?"tanya Sakura dengan nada memancing. Dia pasti sudah tahu apa yang tadi "didengarkan" oleh Sasuke. Menggoda Sasuke adalah kegiatan yang menyenangkan sebenarnya.

"Hn, tentang sesuatu yang membuatku tidak mau berhenti berdelusi."

"Sesuatu itu seperti ap-hmpfh,"

Kalimat Sakura kemudian tidak pernah terselesaikan karena Sasuke sudah keburu menutup bibir Sakura dengan—

—eh, bibirnya?

"Sasuke-kun no HENTAIII!" seru Sakura dengan muka yang sama merahnya dengan Sasuke. Kalau Sasuke memerah karena demam, maka Sakura memerah karena terkena efek demam Sasuke yang membuat Sakura kehilangan kendali fungsi bibir selama kurang lebih tiga menit.

"Uchiha mesum!"

"Hn, mau lagi?"

"HENTAAAAI!"

Sasuke tersenyum miring andalannya. Dia sudah hafal kebiasaan Sakura kalau habis dia serang tiba-tiba seperti barusan, wajahnya pasti langsung memerah dan mulutnya akan tidak bosan mengata-ngatainya hentai, mesum, pervert dan kata-kata sejenisnya.

"Sakura, kalau setiap sakit aku berdelusi seperti tadi aku tidak keberatan sakit setiap hari."

Sakura tidak menjawab justru pura-pura sibuk membereskan bubur yang sedianya tadi untuk Sasuke justru tumpah gara-gara keseimbangannya oleng secara paksa gara-gara insiden barusan. Bibirnya mengerucut maju, isyarat kalau dia sedang merajuk tidak suka. Padahal kalau saja Sasuke bisa mendengar apa yang terucap di hatinya,

"Semoga besok Sasuke-kun masih sakit!"

Hm? Jadi yang hentai sekarang siapa, Sakura?

== udah ==

Delusi : keyakinan yang keliru tentang apa yang didengarkan oleh seseorang. Jadi yang dirasa didengarkannya sebenarnya adalah manifestasi dari fantasinya sendiri (khayalan). Sama seperti ilusi tapi objek delusi adalah suara, sedangkan objek ilusi adalah bentuk visual.

Meheheh, ga ada gombalan sih yah disini tapiiii wkwk udah lama kepikiran sama delusi ini XD. Seru aja kalo si Sasuke berdelusi macam begitu, mesti tampangnya bloon-bloon tapi mupeng gitu *kemudian saya diamaterasu* -_-

Oke mina-san, bagaimana untuk chapter ini? Memuaskan kah? Terlalu panjang kah jadi keluar dari jalur (?) drabble? Hoho.

Special thanks buat yang udah review+fav+follow di chapter-chapter kemaren yak : sapaajabolehdah, SugarlessGum99, Baby Kim, NaNo Kid, Neko Darkblue, Fiyui-chan, the autumn evening, SasuSakuSasoGaa, Mikou, Afisa UchirunoSS, akasuna no ei-chan, poetri-chan, AkasunaAnggi, Kim Keyna, Lia, Dian-chan, Iralarasati, Mizuki Hinagiku, kiro-aki, Ai Nekozawa Dark Angel, Ayako S-Savers, Ayako S-Savers, Hoshi no Nimarmine, Onyxita Haruno.

juga buat para reader yang udah bersedia meluangkan waktunya buat saya gombalin lewat ff ini xD /disepak. But I'll be more happy if there isn't silent reader xD *modus lo Al*

oya saya bukan mahasiswa kedokteran, Fakultas-nya aja yang kedokteran hahaha, kalo jurusannya sama kayak judul utama drabble ini hoho :D trus soal fobia 'sasusaku bad ending' errrr… *merinding nulisnya* Cuma Makeshi yang bisa kasih obatnya T_T

okelah sekian cuap-cuap dari saya yang ngomong-ngomong panjang banget -_- Ditunggu Concrit-nya lagi yak ! Sankyuuuu ^0^

Story only = 848word

210413, inmyhometown

-allihyun.