Konbawa minna……….

Ogenki desu ka?

Ne.. ne… ichi kembali untuk melanjutkan chap 4 dari fic chi.. hehehehehe ^_^

Sebelum na ichi minta maaf yg sebesar-besar na buat kesalahan ichi d chap 3 kamrin. Ichi dh oba edit, tp ichi na kurang teliti.. maaf ya….

OK.. dh.. mudah2 an d chap ini lebih baik lagi… YOSH!!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Chap 4

Welcome Fuyuki-kun

Kriiiiiiinggg…………

Suara telepon di rumah keluarga Hitsugaya berdering.

"Moshi-moshi, disini keluarga Hitsugaya" Momo mengangkat telepon rumahnya.

"Moshi-moshi, Momo-chan, ini aku.. Orihime" Kata suara di ujung telepon tersebut.

"Iya Orihime-chan, ada apa?"

"Ano.. soal pesta kejutan untuk Nemu-chan. Dia akan pulang dari rumah sakit hari ini, bukan besok. Apa kau bisa datang ke rumah Nemu-chan sekarang? Aku dan yang lainnya juga sedang ada di rumah Nemu-chan."

"Baiklah. Jam berapa aku harus datang?"

"Secepatnya, Momo-chan. Karena sekitar satu jam lagi Nemu-chan sudah sampai."

"Waaa.. kalau sekarang, rasanya aku tidak bisa. Bagaimana denga Killua nanti?"

"Tidak apa-apa, Killua di bawa saja. Aku juga membawa Nami kok."

"Baiklah. Aku akan datang secepatnya."

"Ku tunggu, Momo-chan."

"Iya"

Tut.. Tut.. Tut…. Dan sambungan telepon terputus.

Momo meletakan gagang telepon di tempatnya semula. Lalu, ia berjalan menuju kamar Killua.

"Killua, kamu ikut ibu ke rumah Nemu -chan ya?' kamu di sana nanti jangan rewel. Kamu di sana juga harus menjadi anak yang baik." Pesan Momo.

"Ja… ja…." Jawab Killua.

"Oh iya, tunggu sebentar. Ibu mau siapkan perlengkapanmu dulu ya. Kamu jangan ke mana-mana."

"Jyaaa"

Momo memasukan satu persatu barang yang kira-kira akan dibutuhkan Killua nanti, Seperti susu, baju ganti, mainan, dan lain-lain. Kedalam sebuah tas.

"Nah Killua, sekarang sudah siap. Ayo kita berangkat"

"Jyaa"

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Di Rumah Nemu

TOK.. TOK..

"Iya… sebentar" Sahut suara dari dalam rumah. "Momo-chan.. silakan masuk" Sambut Rukia setelah membukakan pintu.

"Terimakasih, Rukia-chan" Momo pun masuk ke dalam rumah.

Ternyata di rumah Nemu, sudah ada banyak orang. Err… tidak.. tidak banyak.. hanya beberapa teman wanita Momo, seperti Rangiku, Unohana, Isane, kiyone, dan…… Uryuu???

"I.. Ishida-kun?" Panggil Momo, sedikit kaget karena Ishida ada di sini. 'B.. bukannya seharusnya dia di rumah sakit?' pikir Momo.

"Halo, Hitsugaya-chan. Hallo, Hitsugaya junior." Sapa Ishida kepada Momo dan Killua.

"H.. halo, Ishida-kun." Balas Momo. Wajahnya sedikit memerah mendengar Ishida menyebutnya 'Hitsugaya-chan'.

"Momo-chan, pasti kau kaget kan' melihat Ishida-kun ada di sini?" Orihime munul tiba-tiba.

"Eh.. Orihime-chan.."

"Tentu saja Ishida-kun di sini untuk membantu kita semua menyiapkan pesta kejutan dalam rangka menyambut kedatangan anak kedua Ishida-kun dan Nemu-chan.." Orihime menjelaskan.

"Aku mengerti. Tapi, seharusnya kau ada di rumah sakit kan' Ishida-kun?" Tanya Momo.

"Iya.. sebentar lagi aku aka ke sana" Jawab Ishida sambil tersenyum.

"Nah, semua sudah berkumpul.. sekarang ayo kita siapkan semuanya." Ujar Rukia bersemangat.

"Baiklah. Aku akan menaruh Killua dulu. Ne.. Orihime-chan, Nami ada di mana?" Tanya Momo.

"Oh. Iya.. dia ada di lantai atas, bersama Himeka, Jinta, dan Nanao-chan."

"Nanao-chan? Dia ada di sini juga?"

"Tentu saja. Nemu-chan adalah sahabatnya. Jadi, dia juga ingin membantu dalam menyiapkan pesta kejutan ini. Yaa… menjaga anak-anak contohnya. Lucu ya.. seorng Nanao, mejaga anak-anak. Hihihihi…" Orihime tertawa kecil.

"Memangnya Nanao-chan itu bisa menjaga anak-anak?" Momo terlihat sedikit ragu. "Setahuku, dia kan' paling tidak bisa jika di suruh menjaga anak-anak. Aku tidak yakin bisa mempercayainya."

"Y.. ya…. J.. jika Momo-chan berpendapat seperti itu.. aku juga tidak menyalahkanmu. Pendapatmu ada benarnya juga." Orihime juga terlihat sedikit ragu.

"Nah, ini ruangannya." Orihime mebuka pintu. Tampaklah sebuah ruangan yang cukup terang. Semuanya di dominasi oleh warna putih. Dan di ruangan tersebut, tampaklah seorang wanita muda berkacamata, yang terlihat sedang mengejar seorang anak laki-laki berambut merah.

"N.. Nanao-chan…" Sapa Momo.

"E.. Eh.. Mo.. Momo-chan?" Wanita itu spontan menghentikan kegiatannya "Kesini juga rupanya?". Ia menghampiri Momo dan Orihime.

"I.. Iya.. Nanao-chan, kau sedang apa?" Tanya Momo bingung. Tidak biasanya Nanao mau berlari-larian seperti itu.

"A..ah.. a.. aku.. aku.. sedang….." Nanao berfikir sejenak. "Main perang-perangan…. Ya.. aku sedang main perang-perangan dengan Jinta. Ya kan Jinta?" Wajahnya terlihat sdikit memaksa. Seakan meminta Jinta untuk berkata 'Iya'.

"Bohong!!! Aku tidak sedang main perang-perangan dengan Nanao-neechan, tapi sedang kejar kejaran." Seru Jinta sambil berlari kearah Momo dan Orihime. "Lihat!! Aku punya sebuah fo-"

"Ahh…. Momo-chan, kau mau menitipkan Killua di sini kan?" Nanao memotong ucapan Jinta dengan cepat.

"I.. iya… jaga Killua baik-baik ya? Aku mau kebawah dulu. Mohon bantuannya, Nanao-chan." Momo menyerahkan killua. Jinta terlihat sedikit sebal karena ucapannya di potong oleh Nanao.

"Iya… tenang saja… percayakan padaku!!" Seru Nanao berusaha supaya kelihatan semangat. Menutupi wajahnya yang ketakutan. Taku-takut kalau Jinta bersurara lagi.

"Baiklah." Momo berjalan meninggalkan ruangan. Langkahnya terhenti sejenak. Ia menengok lagi. "Ne… Nanao-chan, kau tidak kebawah?"

"Ti.. tidak.. aku disini saja. Menjaga anak-anak, hitung-hitung latihan." Nanao sedikit menyeringai.

Momo tersenyum kecil lalu berjalan menuruni tangga. Nanao menghela nafas lega.

'fuhhh… untunglah tidak ketahuan' batinnya lega.

"Hei.. hei.. Nanao-neechan, kenapa kau tadi memotong ucapanku?" Jinta terlihat kesal.

"Hei Abarai… bisakah kau bersikap sedikit sopan kepada yang lebih tua darimu?" Ucap Nanao kesal. "Lagi pula, untuk apa kau menunnjukan fotoku dan Hisagi-kun kepada orang lain?"

"Memangnya kenapa? Tidak boleh?"

"Tentu saja tidak, itu namanya tidak sopan. Dan… KEMBALIKAN FOTOKU!!!!" Nanao kembali mengamuk.

"Uwaaa.. gawat… nenek sihir sedang marah… LARIIII!!!" Jinta berlari sekuat tenaga menghindar dari skejaran Nanao. Sementara Nami dan Himeka hanya bisa melihat mereka berdua dengan tampang 'kasihan-Jinta-kun' dan 'berjunglah-Nanao-neechan'

"Hei.. hei… Himeka-chan, Lihat. Killua tampaknya kebingungan dengan tinngkah laku Nanao-neechan dan Jinta-kun." Seru Nami.

"I.. iya.. s.. sepertinya K..Killua-kun takut ya?" Tambah Himeka.

"Lebih baik, sekarang kita ajak main Killua saja ya? Kau mau main apa Killua?" Tanya Nami, kepada Killua.

"Jya.. jya" Killua hanya bisa menjawab dengan kalimat itu.

"Waaah.. tampaknya repot juga ya berbicara dengan Kilua. Hmmmm.. bagaimana jika kita mengajarinya bicara. Kau setuju kan Himeka-chan?"

"I.. iya.. n.. nampaknya itu.. ide yang bagus.. Nami-chan"

"Baiklah.. kita mulai dari kata yang paling mudah.. hmmm…. Oh iya.. bagaimana jika Ibu.. nah, Killua, kau bisa mengikutinya?" Tanya Nami. "Ibu.. ikuti ucapanku ya. I..bu"

Killua hanya diam. Memperhatika gerakan mulut Nami. Lalu, perlahan-lahan ia mengeluarkan suara "I…buu"

"Wahhh.. Himeka-chan, Lihat!! Killua sudah bisa mengucapkn kata Ibu. Coba ulangi lagi, Killua"

"I..buu" Ulang Killua lagi.

"N.. Nami-chan, kau berhasil."

"Iya… nah, sekarang coba ucapkan kata A…yah"

Killua memperhatikan gerakan mulut Nami. Lalu… "A.. jyah"

"Waa…. Dia pintar, Himeka-chan"

"I.. iya.. dia sangat pintar"

"Nah, sekarang, kita coba dengan kalimat yang lebih sulit. Hmmm… oh iya.. Shiro. Ayo.. ulangi Killua… Shi…ro"

"Ci.. yo" Ulang Killua.

"Bukan… bukan Ciyo. Tapi Shiro" Ulang Nami.

"Ci… yo" Killua tetap mengucapkan kata itu.

"Duuhh.. kau ini" Nami menggerutu.

"N.. Nami-chan. M.. mungkin… mungkin Killua masih belum bisa mengucapkan kata dengan benar" Bela Himeka.

"Iya.. aku mengerti. Nah sekarang, coba… ucapkan kata Mo..mo"

"Mo.. mo" Ulang Killua..

"Waaa… pintar" Puji Nami,

"Nah.. ayo ikuti kata-kataku. I..bu…. Mo…mo" ujar Nami mengeja kalimat tersebut.

"I..buu.. Mo…mo" Ulang Killua

"Pintar… nah sekarang… ikuti kataku lagi ya. A..yah.. Shi…ro" Eja Nami

"A.. jyah… Ci….yo" Ulang Killua terbata..

"Pintar.." Puji Nami bangga.

Sementara di bawah..

"Rukia-chan, ano… aku mau melihat Killua dulu. Takut terjadi apa-apa padanya." Kata Momo sambil berdiri.

"Baiklah Momo-chan, tolong lihat Jinta Himeka, dan Nami juga ya. Aku juga takut terjadi apa-apa pada itu, bawa mereka semua turun ya." Pesan Rukia.

"Iya"

Di atas

"Nah Killua, coba kau ucapkan kata Nee-chan." Nami memberi instruksi.

"Nee…. Tang.." Ulan Killua.

"Pintar!! Nah sekarang, coba katakan Na… mi.. "

"Nya… mi"

"Wah….. heabat… nah sekarang Hi.. me.. ka."

"I… me.. ta"

"Hebat!!"

"Killua…." Sapa seseorang yang tiba-tiba masuk.

"I… buu" Tiba-tiba Killua mengucapkan kata itu. Otomatis Momo kaget dengan apa yang dikatakan Killua barusan.

"Ki.. Killua?? Coba ulangi perkataanmu" Kata Momo masih tidak percaya

"I… buu… Mo… mo" Kali ini Killua menambahkan nama ibunya.

"Killua…… kau pintar sekali.." Puji Momo. "Nami, Himeka, apa yang kalian ajarkan pada anakku?" Momo terlihat senang.

"Tidak apa-apa, kami hanya mengajarinya bicara. Dan dia pintar sekali loh, bibi Momo." Kata Nami bangga.

"Hebat!!" Puji Momo senang. "Terima kasih, Nami-chan, Himeka-chan, dan.. errr.. kemana Nanao-chan dan Jinta-kun?" Tanya Momo bingung, karena dari tadi ia tidak melihat Nanao dan Jinta.

"Ntahlah…. Kami juga tidak tau." Jawab Nami asal.

Momo tersenyum kecil. "Nah, ayo kita ke bawah, Ibumu dan adikmu sudah hampir datang, Himeka-chan." Ajak Momo seraya menuntun kedua gadis kecil itu ke lantai bawah.

"Hmm" Himeka dan Nami mengangguk. Dan mereka ber empat pun turun kebawah, tanpa memperdulikan Jinta dan Nanao yang menghilang entah kemana.

Di Lantai bawah.

"Nah, sebentar lagi, Ishida-kun dan Nanao-chan akan datang ke sini. Kalian semua bersiap-siap ya? Dan kalau mereka sudah membuka pintu, kita langsung berdiri dan katakana 'KEJUTAN!!' siap semua?" ujar Rukia memberi Instruksi.

"Baik!!" Ujar yang lain semangat.

tiba-tiba ada suara pintu yang mau di buka.

"Nah, teman-teman itu dia." Bisik Rukia. Dan seseorang pun masuk "Sekarang!!"

"KEJUTANNNN!!!!!!!!" Ujar semua orang yang ada di rumah itu.

Nemu tampak kaget dengan keadaan di rumahnya itu. "U.. Uryu-kun… ada apa ini?"

"Kejutan!!.." Seru Uryuu tersenyum kecil.

Nemu sedikit meneteskan air mata. Air mata bahagia. "A.. arigato.. minna.. arigato"

Ucapnya di sela-sela isak tangisnya.

Uryuu merengkuh Nemu ke dalam pelukannya. "Nemu, Fuyuki, selamat datang" Ucap Uryuu kepada bayi yang ada di gendongan Nemu.

"Waaa… jadi namanya Fuyuki ya?" Orihime tampak bersemangat. "Lucunya….." Pujinya setelah melihat Fuyuki dari dekat.

"Rambutnya… rambutnya mirip denganmu Ishida-kun" Komentar Momo.

"Hahaha…" Uryu tertawa ringan. "Iya juga ya"

"Nah, sekarang ayo kita makan kue nya!!" Seru Rukia bersemangat.

"Ayo!!!!" seru yang lain juga bersemangat.

Lalu… tiba-tiba……

*GUBRAK* suara seseorang terjatuh. "JINTAAAA!!!! KEMBALIKAN ITU PADAKU!!!!!!!!!!" Ternyata Nanao yang terjatuh dari tangga. Pakaiannya sangat berantakan. Rambutnya juga. Dan ia kelihatan sangat kesal.

Sementara Jinta hanya tertawa-tawa penuh kemenangan. "Kau kalah, Nenek sihir hahahahaha" Ejek Jinta.

"RUKIA-CHAN!!!!! ANAKMU SUNGGUH KETERLALUAN!!!!!!" Jerit Nanao kesal.

"Go.. gomenna.. Nanao-chan" Rukia tampak mereasa bersalah "Dan kau Jinta………." Wajahnya berubah drastis, menjadi seperti iblis di hadapan Jinta.

"AMPUUUUNNN KAA-SAN!!!!!!" dan jeritan pilu itu pun terdengar dari mulut seorang Abarai Jinta..

TBC.. TBC….

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

HWAHAHAHAHAHAHAHHA… WAKAKAKAKAKAKAKAKAKAK…. (author sedeng)

Saia.. ga nyangka. Ending dari chapter ini akan se-pilu ini.. WAHAHAHAHAHAHA…

Tapi, nampak na g lucu yep? Saia ini mencoba melucu, tapi g bisa-bisa (manusi kaku)

Ne.. ne…. arigato buat yang udah REVIEW fic ichi….

Dan Ini balasan na….

Gararasusa : beres.. beres…. Lain kali ichi buat IchiRuki.. ^_^

himecchama : arigato Hime…. D chap ini ichi dah coba ikutin saran hime tuh.. thanks yep atassarannya.. dan jangan kapok buat REVIEW fic ini.. oche!!

.cho.d-chocolicious. : hahaha.. OK ok.. d tunggu REVIEW na loh…

Jangan bosen buat REVIEW ya….. hehehehe

Ne. ne. Minna… Ichi mau minta saran… apa sebaik na d chap 6 nanti, si killua ichi buat jadi bertambah umur ya? Rencana ichi, d chap 5 nanti, akan ada suatu kejadian yang menimpa Killua(waduhh) yang menyebabkan dia punya kekuatan (kekuatannya mirip kya killua yg d h x h) dan d chap 6 nanti, Ichi buat Killua udah remaja. Yahhh.. sekitar 12-13 tahun an lah..

Gimana? Minna stuju??? Kirim ya lewat REVIEW… Oche!!!!!!!!!

REVIEW yaaa…….