Telfon Kaleng

.

.

.

Cast :

Ong Seungwoo x Kang Daniel x Hwang Minhyun

Wanna One Members

Summary:

Daniel dan Ong yang berteman sejak kecil selalu menghabiskan waktu bersama, namun saat beranjak dewasa Daniel bertemu dengan Minhyun, namja yang sangat tampan seperti pangeran yang keluar dari dalam komik.

"sayang telfon kaleng itu tidak ada pada ku" ucap Ong dengan putus asa.

Chapter 4

.

.

.

Setelah melalukan latihan selama 3 jam, tiga serangkai ini beristirahat di tangga sekolah sambil meminum sekaleng soda

"besok hari sabtu, kita jadi melihat dance battle kan ?" Woojin memulai pembicaraan

"oh iya, aku kesana sekitar jam 10.00 ya" Ong menanggapi

"kau bersama Ong kan Daniel ?"

"nngg sepertinya besok aku tidak ikut" Daniel menjawab dengan kikuk

"wae ? ini kan acara yang kita tunggu sejak lama, kenapa mendadak kau tidak ikut ?" Woojin menunggu penjelasan

"mmm aku ingin menemani Mihyun hunting foto untuk pameran bulan besok, mianhae"

Ong yang mendengar itu tampak kesal dan marah, tanpa basa-basi ia langsung meninggalkan Daniel dan bergegas untuk pulang. Daniel sudah keterlaluan.

.

.

Ong tetap datang keacara dance battle sendirian tanpa Daniel, persetan dengan orang yang sedang kasmaran itu, memikirkannya saja sudah membuat ia kesal.

Woojin yang memang sudah berteman dengan Ong sejak lama, kali ini sepertinya peka terhadap situasi yang sedan Ong rasakan. Disaat mereka sedang makan siang bersama, Woojin memberanikan diri untuk bertanya

"kau memikirkan Daniel ?"

"apa ? namja menyebalkan itu ? jangan harap"

"ooh" Woojin diam, ia tau sebenarnya Ong sangat ingin cerita, tunggu saja, nanti juga dia akan cerita dengan sendirinya

"aku tidak habis fikir dengan Daniel" benar prediksi Woojin, baru lima menit didiami Ong sudah tidak tahan untuk bercerita

"semudah itu dia membatalkan janji kita hanya untuk Minhyun, memang Minhyun semenarik apa sih ?!"

"menemani hunting foto ? sejak kapan ia suka melakukan hal itu, menemani ku foto studio untuk audisi saja ia tidak sabaran"

"kita kan selalu bersama, kenapa ia lebih Memilih minhyun dibanding aku hah ?"

"Daniel gila ! Daniel bodoh ! mudah sekali ia dibodohi seperti ini !"

"siapa yang dibodohi siapa ?" Woojin angkat bicara, gemas dengan temannya yang selalu memojoki Daniel

"lihat diri mu Ong, kau seperti yeoja yang sedang cemburu"

"Park Woojin !"

"memang benar, kau bilang Daniel bodoh, kau juga Ong ! kau bodoh"

Ong diam, menunggu penjelasan lebih dari Woojin

"kau bodoh karena kau tidak menyadari apa yang sedang kau rasakan adalah perasaan cemburu. Kau cemburu melihat orang yang selama ini ada disisi mu menghilang"

"aku tidak cemburu !" Ong cemberut

"kau merasa tersaingi oleh Minhyun, selama ini Daniel hanya mengejar mu tapi tidak kau hiraukan. Dan sekarang, kau baru merasakan kehilangannya"

"yang kau rasakan itu cemburu Ong Seungwoo, kau baru merasakannya karena Daniel baru meninggalkan mu, selama ini Daniel hanya fokus terhadap mu dan kau terbiasa akan hal itu"

Ong diam, mencoba mencocokan pendapat Woojin dengan apa yang ia alami

"jujurlah Ong, jangan seperti ini. Kau menyalahkan orang lain, padahal kau sendiri tidak jujur, bagaimana orang lain tau akan perasaan mu jika kau diam saja. Dari pada kau mendiami Daniel, lebih baik kau jujur padanya, mungkin hubungan kalian akan menjadi lebih baik"

"kau menyukai Daniel dalam diam, itu yang ku lihat selama ini" Woojin mengakhiri kalimatnya

"jadi aku harus apa ?" tanya Ong sedikit kebingungan, maklum saat ini otaknya stuck dengan semua perkataan Woojin yang membuatnya sadar

"namja ini, bodoh sekali jika sedang jatuh cinta. Ya ungkapkan perasaan mu ke Daniel lah ! apalagi yang kau tunggu"

"tapi bagiamanaaaaa ?" rengek Ong

"kalau kau terlalu takut untuk bicara langsung, chat saja"

"kau lupa ? Daniel itu adalah orang yang sangat menyebalkan, salah menulis saja chat ku akan diposting ke media sosialnya, dia selalu mengganggu ku"

"ya sudah, lewat telfon"

"aku tidak punya pulsa"

"BODO AMAT WOY !" Woojin gemas

"sayang telfon kaleng itu tidak ada pada ku" ucap Ong dengan putus asa

Sementara itu Daniel sedang bersenang-senang dengan Minhyun ditaman pusat kota, taman itu dihiasi berbagai macam bunga. Minhyun selalu memotret apapun yang ia lihat indah, dan Daniel selalu mengikutinya dari belakang.

"Minhyun, lihat ini" Daniel menunjukan ulat yang ia bawa dengan setangkai batang bunga

"hahaha imut ya, lihat itu, ulatnya menggeliat" ucap Minhyun dan langsung kembali ke akitivitas memotretnya. Daniel yang ditanggapi demikian hanya bisa tersenyum.

Hari itu berjalan dengan benar-benar tenang, entah mengapa Daniel merindukan Ong. Benar, sikap Minhyun sangat bertolak belakang dengan Ong dan Daniel mulai membandingkan 2 namja itu.

Hidup Daniel memang menjadi tenang tapi sepertinya bukan itu yang ia inginkan.

Daniel tidak sadar jika pemikirannya itu merubahnya menjadi diam, minhyun pun merasakan perubahan Daniel dan mengajaknya untuk duduk sebentar dibangku taman

"hari ini kurang menyenangkan ya ?" Minhyun menyodorkan sebotol minuman

"ah, tidak kok" Daniel menyangkal

"lalu kenapa kau mendadak diam ?"

Daniel tidak menjawab

"apa mungkin karena aku bukan Ong ?"

.

.

.

Next Chapter