Namun hari ini ada sedikit perbedaan...
...Deimon Devil Bats sekarang memiliki anggota baru yang berhasil didapatkan oleh Sena, dia adalah mantan pemain Baseball yang memutuskan untuk banting stir menjadi pemain Amefuto.
Keduanya, Sena dan Monta dipandu oleh Kurita sedang mencoba-coba peralatan gym.
Didekat jendela Hiruma duduk sendirian memoles senapannya dengan pandangannya tak lepas melihat keluar jendela...
"Rubah-sialan itu... Entah kebaikan 'apa' yang telah kulakukan sehingga membuatku bisa mendapatkan permata seperti dia?" Gumamnya pada dirinya sendiri. Dia sendiri tak habis pikir dengan porsi stamina si pemuda berambut serupa dengannya itu, meskipun dengan beban berat senilai 50kg yang diikat dipinggangnya Naruto berhasil menyelesaikan lebih dari 70 putaran tanpa sedikitpun mengendurkan kecepatan.
Jika dia terus melatihnya seperti ini Hiruma akan menciptakan seorang Line Backer nomor satu didunia, asumsinya.
Naruto Uzumaki dianggap sebagai anggota yang tidak normal, untuk itu dia berlatih sendiri dengan ditemani Cerberus yang setia menggigit pantatnya ketika Naruto tidak sengaja menurunkan kecepatannya.
"CERBERUS!" Merasa sudah cukup Hirumapun berteriak memanggil Cerberus sambil melemparkan snack berisi makanan Anjing berbentuk tulang keluar jendela.
Cerberus yang mendengar suara teriakan tuannya langsung menoleh, melihat snack favorite berhamburan dia langsung berlari meninggalkan Naruto.
Naruto juga mendengarnya dan diapun langsung memperlambat laju kedua kakinya. Melihat Cerberus sudah tersingkir diapun langsung duduk beristirahat, dia melepas sabuk yang mengikat beban dibelakangnya dan langsung jatuh terbaring menenangkan nafasnya yang terengah-engah.
Latihan seperti ini sudah biasa bagi Naruto, bahkan pelatihannya dulu lebih ekstream dari ini, dia tidak akan segan selalu memakai segel beban senilai hampir 200kg menemani aktifitasnya sehari-hari. Namun karena ingin dilihat normal oleh orang-orang di dunia ini Narutopun memutuskan untuk ikut bermain dengan penindasan Hiruma.
Meskipun begitu pelatihan yang Hiruma berikan untuknya masih tetap bisa dibilang sangat menarik. Dengan beban 50kg dan berlari mengelilingi lapangan hampir 80 putaran ini sudah cukup membuatnya mengeluarkan keringat seolah telah melakukan 'pemanasan' untuk pelatihan Ninjanya dimasa lalu.
Melihat Naruto yang menikmati waktu istirahatnya membuat Hiruma sedikit tersenyum, dia menyimpan senapannya dan lekas berdiri dari kursi bermaksud untuk memeriksa pelatihan anak-anak lainnya.
Hiruma berkacak pinggang melihat Sena dan Monta sedang berlatih melenturkan tulang belakang tubuhnya, masing-masing keduanya sedang berada dalam posisi kayang, namun yang membedakannya hanyalah kedua orang itu tidak memakai tangannya untuk mempertahankan diri.
Mamori tiba-tiba masuk, dia terkejut melihat sosok adik kecilnya sedang melakukan pose nyeleneh.
Dia menghampiri Hiruma dan melabraknya. "Apa yang kau lakukan?! Kenapa Sena juga harus melakukan hal seperti ini?!" Mamori berasumsi jika seorang manager seperti Sena tidak perlu ikut-ikutan kedalam tirani Hiruma.
Mendengar pekikan Mamori membuat pelatihan keduanya terhenti.
"Cebol-sialan itu perlu sedikit melatih tubuhnya, apakah kau tidak merasa hawatir melihat tubuh kurus-sialannya itu manager-sialan?" Hiruma menjawab acuh, dia mengambil kursi dan duduk diatasnya.
"Apa kau tidak terlalu berlebihan dengannya? Dengan cara seperti itu Sena bisa mematahkan lehernya sendiri!" Mamori tidak mau kalah, sebagai seorang kakak dia harus melindungi adiknya dari tirani Hiruma.
Hiruma tidak menjawab, dia malah duduk menyesap teh yang entah dia dapatkan darimana dan membaca koran yang juga entah dia dapatkan darimana. (?) T-T
Mamori merenggut, dan ketika pandangannya bertemu dengan Naruto yang sedang berbaring dilapangan dia langsung memekik kaget.
"Uzumaki-san?" Mamori melotot kearah Hiruma, mendapatkan tanggapan acuh diapun lekas keluar gym untuk memeriksa Naruto.
Sepeninggal Mamori Sena dan Monta melanjutkan kembali pelatihan mereka, meninggalkan Hiruma yang masih sibuk dengan kegiatannya sendiri membaca koran.
"Dengan berita ini pasti semua orang akan melupakan empat goal yang kita dapatkan ketika melawan Ojou..." Hiruma melempar korannya dan meletakan tangan dibawah dagunya. "...Kita membutuhkan sesuatu untuk membuat Devil Bats semakin dikenal." Katanya pada dirinya sendiri.
"Ah, apakah kita harus berkampanye lagi ke seluruh kota? Membagi-bagikan selebaran untuk seluruh murid baru? Atau kita perlu mendirikan tenda untuk seluruh tunawisma di Daimon agar mendapat simpatisan masyarakat?" Masih segar dalam ingatan Kurita ketika dia dan Hiruma meneror semua murid baru yang memasuki sekolahnya, dan mengingat kejadian itu membuat Kurita langsung lemas karena dari situ juga dia mengingat kegagalan mereka. Membagi-bagikan makanan dan tempat berteduh untuk para tunawisma juga gagal, hampir seluruh Jepang mengetahui kelicikan Hiruma, untuk itu para tunawisma sendiripun langsung kabur ketika mereka baru saja datang melihatnya.
"Berbicara tentang kampanye..." Hiruma berpikir sejenak sebelum dia tertawa ketika sebuah ide melintas dikepalanya. "...Aku tahu!" Dalam sekejap Hiruma langsung mengeluarkan Laptop dan Hanphone yang dia tahan ditelinganya.
Semua orang bingung, namun Kurita langsung tersenyum karena dia selalu tahu Hiruma akan mendapatkan sebuah ide yang sangat bagus.
-Line Break!
Deimon telah menjadwalkan uji tanding dengan sekolah Zokugaku Chameleons, untuk itu beberapa hari terakhir ini Hiruma menggedor anggotanya dengan latihan intensif dan sangat keras.
Disela pelatihan intensif itu Naruto selalu meminta ijin untuk pulang lebih awal, dia hidup sendiri untuk itu dia harus bekerja untuk memenuhi semua kebutuhannya sehari-hari.
Selagi Naruto berada didalam kota, dia tidak mungkin membuat Bunshin untuk mewakilinya bekerja, Hiruma akan merasa aneh jika dia mendapati bahwa Naruto bisa berada di 2 tempat berbeda dalam satu waktu.
Dalam perjalanannya menuju minimarket tempatnya bekerja dia melihat Sena dan pemuda berhodie sedang mengejar dua orang pengendara motor.
"Apa yang mereka lakukan?" Gumamnya melihat Sena yang tiba-tiba menghadang pengendara motor sehingga membuatnya oleng. Tidak sampai disitu, seorang pemuda berhodie melompat kearah kedua pengendara motor sehingga membuat mereka semua terjatuh ke aspal dan motor yang sebelumnya mereka tumpangi itu terjun bebas keluar jalan dan meledak.
Naruto sekilas terkesima dengan pemandangan itu, namun sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya dan secepatnya kembali memacu kedua kakinya untuk melanjutkan perjalanan ketempat kerjanya.
Hanya butuh waktu sepuluh menit untuknya sampai di minimarket, Naruto masuk dan menyapa semua karyawan didalam sebelum masuk kedalam ruang ganti.
Setelah mengganti dengan seragan karyawannya Naruto lekas keluar dan menuju tempat kasir untuk menggantikan sipenjaga kasir sebelumnya sehingga dia bisa cepat pulang kerumah.
Tugasnya disini sangat sederhana, menyapa para pengunjung, memasukan data pembelanjaan dan yang lebih penting dia tidak memerlukan keahlian mumpuni untuk melakukan pekerjaan ini.
Upah yang dia dapatkan pun lumayan... Karena apartemen sudah secara tertulis miliknya, dia hanya perlu untuk membeli persediaan makanan dan itupun selalu tersisa untuk dia masukan kedalam celengan Babi miliknya.
Loh, bagaimana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu sehingga bisa membeli sebuah apartemen? Apartemen itu milik Hiruma yang dia berikan sebagai hadiah karena ketersediaannya bergabung dengan Devil Bats. -_-v
Sejujurnya hidup seperti ini membuat Naruto sedikit bosan, dia merindukan kehidupannya dulu dimana dia bisa bekerja keluar desa untuk melakukan beberapa misi keren dan menantang bahaya, namun apa mau dikata...
...Manusia adalah golongan mahluk yang paling pandai beradaptasi, dan sebagai bagian dari mereka Naruto setidaknya mampu beradaptasi dengan kehidupannya yang sekarang ini.
-Line Break!
Keesokan paginya, Naruto tiba di sekolah dan mendapati sebuah kebisingan geng motor yang menderu melewati dirinya, mereka semua masuk kedalam sekolahnya dan menciptakan sebuah kekacauan untuk para penghuni sekolah.
Naruto berhenti didepan gerbang, dia melihat geng motor itu mulai melempari poster didepan sekolah dengan sesekali berseru akan menghancurkan Eyeshield 21.
Sudah cukup hanya berdiri didepan gerbang Naruto lekas kembali melanjutkan perjalanannya memasuki sekolah, dia tanpa rasa takut dan tanpa permisi melewati geng motor tersebut.
"Eh?" Semua anggota geng motor terpaku melihatnya yang sangat santai melewati mereka begitu saja.
"Woy, KUNING! BERANI SEKALI KAU MENGACUHKAN KAMI!" Pemimpin geng motor, Rui Habashira turun dan berteriak kearahnya.
Naruto terus berjalan tanpa sedikitpun mengindahkan teriakan tersebut.
Wajah Habashira memerah marah diperlakukan seperti itu. "TEMEEEEE!" Dia berlari hendak menendang Naruto dari belakang, namun karena Naruto yang sudah terlebih dahulu menghindar dia hanya berakhir menendang udara kosong dan membuatnya terjerembab jatuh kedepan.
Naruto melirik kepada Habasihra yang terguling ditanah. "Maaf, apa kau tadi memanggilku?" Katanya dengan senyum yang menurut Habashira sangat memuakan.
Dia meremehkanku, pikir Habashira.
"Waaaaaa, aku terlambat!" Naruto langsung berbalik dan berlari meninggalkan tempat itu.
Wajah Habashira terbakar dengan penghinaan itu, semua anggotanya berkedip tak mengerti dan Sena serta Monta yang berdiri dibawah poster tercengan dan rahangnya hampir menyentuh tanah.
"KYAAAAA~ DIA KEREN!" Seluruh siswi yang melihat itu berteriak seraya menatap punggung Naruto dengan kedua matanya berubah menjadi love-love.
"Siapa dia?" Berbanding terbalik dengan respon para siswa, mereka mulai bertanya-tanya tentang identitas Naruto.
"Dia Uzumaki Naruto, dia adalah temanku!" Salah-satu dari mereka yang ternyata satu kelas dengan Naruto berkata sambil menyombongkan diri.
"Heeeee, benarkah?" Seluruh siswa dan siswi langsung mengerubunginya, mereka saling melontarkan berbagai pertanyaan yang membuatnya sedikit kelimpungan.
-Line Break!
Tim Deimon Devil Bats sudah bersiap-siap memasuki lapangan.
"Tunggu, Minna!" Kurita datang berlari dengan senyuman cerah diwajahnya, namun yang membuat itu terlihat aneh adalah Kurita saat ini sedang berlari membawa tiga orang didalam pelukannya.
"Bukankah mereka..." Monta tidak bisa melanjutkannya, dia langsung bergidik ketika salah-satu dari mereka yang mempunyai rambut kuning memelototinya.
Hiruma yang melihat Kurita membawa anggota tambahan langsung menyeringai. "Tim kita sudah komplete, ayo kita maju dan hancurkan mereka! YA-HA!"
"YA-HA!"
Tim Devil Bats mulai berjalan maju memasuki lapangan, dan para siswa Deimon yang melihat kedatangan mereka langsung menggila dan bersorak agar Deimon menghancurkan Zokugaku Chameleons.
"BUNUH MEREKA SEMUA!"
"KAMI DATANG UNTUK MELIHAT KEHANCURAN ZOKUGAKU!"
"HIDUP DEIMON!"
Dalam perjalanan mereka menuju lapangan Deimon tidak henti-hentinya menerima sorakan dari para siswa maupun siswi yang mendukung mereka.
Jika Naruto bisa mengatakan, mereka seolah sedang diantar menuju gerbang perang oleh sorakan tersebut.
Tim Deimon sampai di anak tangga yang menghubungkan menuju lapangan, dan sebelum Hiruma dkk hendak menuruni tangga, Naruto terlebih dahulu memisahkan diri untuk melakukan sesuatu di kamar mandi yang tidak jauh dari lapangan.
Hiruma terlebih dulu murka, tapi setelah itu dia mengijinkannya dan memberitahu pada Naruto bahwa dia harus segera kembali untuk berkumpul dengan yang lainnya.
Naruto mengangguk dan berlari menuju kamar mandi, dia masuk dan mengunci pintu.
Naruto memanggil satu Bunshin. "Aku memintamu untuk menurunkan segel menjadi setengah dari beban sebelumnya!" Perintahnya sambil melepas perlengkapan Amefuto.
Bunshin langsung bekerja, dia merubah segel dikedua kaki Naruto yang sebelumnya 80kg menjadi 40kg, setelah itu di kedua tangannya yang sebelumnya 40kg menjadi 20kg, dan setelah semua susunannya selesai Naruto lekas kembali memakai perlengkapannya dan setelah itu keluar dari kamar mandi untuk bergabung dengan teman-temannya yang sudah terlebih dahulu tiba dilapangan.
Dalam perjalanannya menuju ke lapangan dia melihat dua orang yang tampak tidak asing, dia memperhatikan lebih lanjut dan ketika dia sudah mengidentifikasinya Narutopun segera menghampiri tempat kedua orang itu.
Disisi lain bukit, paling atas dan dibawah pohon terlihat dua orang anggota Ojou White Knight sedang duduk menunggu pertandingan dimulai.
Koharu Wakana, manager tim Ojou muali mengatur kamera untuk meliput pertandingan tersebut. "Terimakasih sudah mau menemaniku meliput pertandingan ini, Shin-kun!"
"Tidak masalah, aku juga sangat tertarik melihat pertandingan ini!" Jawab Shin yang pandangannya terus lurus menghadap kearah lapangan.
"Apa kau ingin melihat Receiver baru itu?" Tanya Koharu, Ojou memang sudah mengetahui kabar bahwa Deimon telah memiliki Receiver baru, untuk itu mereka datang kesini dengan perintah mendapatkan informasi tentang permainan terbaru mereka.
"Bukan hanya itu, aku ingin melihat keseluruhan pertandingan ini." Shin menjawab bahwa dia tidak terpaku dengan Receiver itu, namun dia ingin melihat kedua tokoh lainnya yang dimiliki oleh tim Deimon.
Koharu mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaannya untuk mengatur kamera. Wajahnya terlihat seurius, namun sedetik kemudian dia tersentak kaget ketika tiba-tiba sebuah tangan asing hinggap diatas bahu kirinya.
"Kyaaaaaaaaa~"
"Ups, maaf..." Naruto terkikik merasa lucu dengan respon yang dia dapatkan dari Koharu. "...Sedang apa kalian disini?" Mengabaikan Koharu yang merenggut Naruto lekas bertanya.
"Kau berhasil mengejutkanku, Uzumaki-san, dan kami kesini untuk meliput pertandingan kalian!" Koharu memberitahu.
Naruto mengangguk-anggukan kepalanya. "Kalau begitu silakan menikmati pertandingan kami." Kata Naruto seraya mundur hendak mengundurkan diri.
Setelah itu Naruto melompat menuruni bukit meninggalkan Koharu dan Shin sendiri.
Sepeninggal Naruto Shin menoleh kearah Koharu. "Siapa dia?"
Koharu menatap Shin sangsi. "Dia Uzumaki Naruto, Line Backer dari Deimon Devil Bats. Bukankah kita sudah pernah bertanding melawan mereka?"
Shin terdiam, dia kembali mengarahkan tatapannya memandang punggung Naruto yang semakin jauh meninggalkan tempatnya. "Dia terlihat sangat berbeda, aku sendiri menjadi sangat sulit untuk mengenalinya."
"Ah, kau benar. Dia sekarang terlihat jauh lebih tinggi dari sebelumnya..." Koharu memandang Narutodengan keningnya yang berkerut. "...Tingginya sekarang telah melewati Sakuraba-kun." Lanjutnya.
Tidak, bukan itu. Ada sesuatu yang lain dari dirinya, batin Shin berteriak.
Naruto telah sampai ditempat teman-temannya berada, dan ketika Naruto hendak menyapa mereka...
...Hiruma langsung meluncurkan bazoka untuk membunuh dirinya. "Kau terlambat, Rubah-sialan!" Naruto yang berguling untuk menghindari bazoka itu bergidik ngeri karena lagi-lagi harus menerima tirani nyeleneh ala Hiruma.
Naruto langsung ditarik untuk mendengarkan skema permainan yang dikatakan oleh Hiruma, mereka berdua meninggalkan semua anggota lainnya sibuk sendiri terutama dengan Sena yang masih merasa ketakutan menghadapi intimidasi dari kelompok lawan.
Beberapa menit kemudian pertandingan akhirnya dimulai, dan kedua kesebelasan langsung mengatur posisi untuk melakukan Kick-of.
Bola ditangan Zokugaku Chameleons.
"Ashizuka..." Pemain Zokgaku #9 sedang menghadapi bola, dia hendak melakukan Kick-of namun Habashira datang dan menyelanya terlebih dahulu. "...Dengar, selama kita bisa menghentikan Eyeshield rencana Deimon tidak akan berguna. Bagaimanapun hebatnya operan Hiruma, takkan ada yang akan bisa menangkapnya."
"Jadi untuk Kick-of ini?"
Habashira menyeringgai. "Lakukan Firecracker Kick!"
Pluit telah dibunyikan, seluruh anggota tim Deimon langsung berlari mengambil posisi untuk menangkap bola Kick-of yang dilakukan oleh Zokugaku.
Bola telah dilepaskan, namun karena bola yang ditendang oleh Ashizuka terlalu pelan membuat para pemain Deimon terkecoh.
Masing-masing pemain Deimon mencoba menangkap bola, bola itu melaju dengan liar sehingga membuat mereka semua merasa kesulitan.
Ditengah kekacauan itu Habashira langsung berlari, dia hendak menangkap bola. "Aku dapat!" Namun sebelum dia mendapatkannya, bola itu tiba-tiba menghilang.
"Tangkapan max!" Monta berhasil menangkapnya terlebih dahulu.
"Cepat oper bolanya!" Hiruma berteriak dari belakang.
Monta panik ketika melihat dua orang pemain Zokugaku menghampirinya. "Monta! Disini!" Sena dari sisi lapangan berteriak memanggilnya.
"Bagus max, aku akan memberikannya padamu!" Monta berteriak dan mulai melemparkan bola, namun harapan hanya tinggal harapan. Bolanya sama sekali tidak menuju kearah Sena, bola itu melayang ke belakang dan keluar lapangan.
"Apa yang terjadi?" Naruto berkedip, sedetik kemudian dia langsung menepuk wajahnya merespon negatif tindakan Monta yang membuang bolanya keluar.
Bukan hanya dirinya, Hiruma langsung berlari dan menendang Monta, menyayangkan kebodohannya membuang peluang emas yang bisa tim Deimon manfaatkan untuk mencetak first down.
Kedua kesebelasan kembali mengatur formasi, saat ini bola ditangan Deimon.
"Dengar, Deimon adalah tim pelari, untuk itu kalian harus siap menghancurkan Eyeshield!" Intruksi Habashira kepada seluruh pemainnya.
Semua pemain Zokugaku merespon, mereka langsung memblokir semua jalan untuk Sena bisa melewati mereka.
"Fufufu, mereka menumpuk pemainnya dijalur itu!" Hiruma menyeringai melihat formasi Zokugaku.
"Set.. Hut.. Hut.. HUT!" Hiruma menerima bola. "Tangkap ini, Monyet!" Hiruma melepas lemparan menuju daerah pertahanan Zokugaku.
"Dia melemparnya..." Habashira menoba menghentikan bola, namun karena bolanya yang terlalu cepat diapun gagal. "...Tidak apa-apa, tidak mungkin ada yang bisa menangj-" Habashira berhenti hanya untuk melihat pemain Deimon #80 sedang melayang di udara.
"Tangkapan max!" Monta berhasil menerimanya, setelah itu dia langsung berlari kedepan sebelum pada langkah keempat Monta berhasil dijatuhkan oleh pemain Zokugaku.
"Deimon 35 yard!"
Seluruh tim Deimon dan penonton yang menyaksikan langsung bersorak.
Disisi lain, Zokugaku.
"Tidak mungkin, Monyet kecil itu rupanya seorang Receiver!" Salah-satu pemain Zokugaku berkeluh.
"Apakah kita harus berjaga lebih ke belakang?" Pemain Zokugaku #18 berbicara kepada Habashira.
"Dasar bodoh, jika kita berjaga dibelakang maka Eyeshield akan berlari melewati kita!" Habashira merespon sekaligus memukul pemainnya. "Deimon cepat atau lambat akan menggunakan Eyeshield!"
Hiruma datang mengejek. "Ah, apakah kali ini aku akan membiarkannya berlari atau langsung melemparnya saja ya? Nfufufufufu~"
Permainan dilanjutkan, bola masih berada ditangan Deimon.
"Set.. Hut.. Hut.. HUT!" Hiruma menerima bola, setelah itu Sena yang berada dibelakangnya maju berlari menghampirinya.
Zokugaku merespon, kedua pemainnya langsung maju untuk memblokir Eyeshield. Namun apa dinyana, Hiruma langsung menari mundur tangannya dan langsung melempar operan jauh menuju Endzone Zokugaku.
"Apa?" Habashira tergelak.
"Pahlawan max!" Monta berhasil menangkap bola, dan Zokugaku hanya terpaku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya membiarkan Deimon mencetak Touchdown.
"Deimon Touchdown!"
06-00
Seluruh tim Deimon dan penonton bersorak sorai atas keberhasilannya itu.
"M- Mustahil..." Habashira tercengang, dia sama sekali tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang mampu menangkap operan Hiruma.
Monta masih merayakan keberhasilannya, dan saat dia mendengar sebuah sorakan yang mengumandangkan namanya diapun menangis terharu. "Pelatih, semuanya..." Disisi lapangan terlihat jika seluruh anggota tim Baseball termasuk dengan si pelatih bersorak mendukung Monta.
"Oke, poin ekstra!" Hiruma berteriak mengintruksikan agar semua pemainnya bersiap.
Naruto datang menghampiri Hiruma. "Ano, biarkan aku mengambil tendangan itu!" Katanya membuat Hiruma mengangkat alis.
Hiruma berpikir sejenak, namun akhirnya dia setuju dan langsung mengambil posisi sebagai pelayan yang memegangi bola.
"Aku hanya tinggal memasukannya kesana kan?" Naruto memandang bola dan tiang gawang secara bergantian. "Baiklah!" Naruto mulai bersiap, dia menepuk kedua lutunya dan kemudian berlari mendekati bola.
Naruto menendang bola, bola meluncur mulus dan masuk melewati dua tiang gawang.
Seluruh anggota tim Deimon menyambut itu dengan sukacita, termasuk Hiruma yang langsung berdiri dan menyeringai menatap Naruto. "Aku pikir itu sebagai pelengkap?" Katanya dengan nada datar, dan setelah itu dia kembali berjalan pergi menuju posisinya.
Kurita datang menghampiri Hiruma. "Hiruma..."
Hiruma menoleh kearah Kurita. "Apa aku bisa bilang jika kita sudah tidak membutuhkannya di tim kita?"
Kurita berhenti berjalan, dia menunduk menggantung kepalanya. "A- Aku tidak bisa memikirkan itu! Mushasi masih akan menjadi teman dan anggota Deimon!"
Disisi lain Naruto masih berdiri tidak mengerti. "Apa yang terjadi dengannya?" Mengangkat bahu Narutopun langsung kembali ke posisinya.
"Deimon Goal!"
07-00
Permainan dilanjutkan, kali ini bola berpindah tangan menuju Zokugaku Chameleons.
"Dengar, ini akan menjadi pertarungan yang sangat keras. Zokugaku akan menggunakan Running Back, dengan cara papaun mereka akan melewati satu persatu pemain kami. Ini giliranmu, hancurkan mereka semua!" Naruto mengangguk menerima penjelasan Hiruma.
Zokugaku memulai permainan, boa diberikan kepada Running Back #26 sehingga dia langsung berlari merangsek maju.
Pemain Deimon merespon, satu persatu mencoba untuk menghentikannya, namun sebelum dia sampai, dia terlebih dahulu ditendang dan jatuh ketanah. Negitupula yang lainnya, mereka berakhir sama dipukul oleh Zokugaku #26 sehingga meninggalkan Naruto sendiri digaris belakang.
Naruto mulai berlari menngincar Zokugaku #26, ketika jarak mereka hanya tinggal 1m, Zokugaku #26 mengangkat kakinya untuk menghantam tubuh Naruto.
Naruto melihat serangan itu, dia berkelit kesamping kiri dan setelah itu dia langsung melompat menangkap tubuh Zokugaku #26 untuk menghentikannya.
"Zokugaku 9 yard!"
Wasit mengumumkan dan membuat Habashira mendecih kesal tak suka dengan kenyataan itu.
Permainan kembali dimulai, pola serangan Zokugaku masih tetap sama, dia menggunakan Running Back #26 untuk berlari membabi buta menerobos para pemain Deimon.
Namun lagi-lagi...
...Naruto datang dan mampu menghentikannya.
"Zokugaku 5 yard!"
"Apa-apaan itu?" Habashira berteriak marah, dia menatap nyalang pemain Deimon #93 yang saat ini sedang merayakan keberhasilannya dengan Kurita.
Zokugaku sudah dua kali gagal mencetak first down, Habashira tidak bisa membiarkan ini terus berlanjut jika dia tidak ingin bola milik Zokugaku direbut oleh Deimon.
"Kalian berdua, hancurkan dia!" Habashira berteriak kepada kedua pemainnya agar menyertai #26.
Permainan kembali dilanjutkan, ini adalah kesempatan ketiga kalinya untuk Zokugaku mencetak first down.
Zokugaku #26, #28 dan #18 merangsek maju secara bersamaan. Zokugaku #26 memegang bola, dan kedua pemain lainnya bertindak sebagai tokoh yang menyerang membabi buta kepada seluruh pemain Deimon yang bermaksud menghentikan mereka.
Hiruma memerintahkan Deimon #30, Ishimaru untuk memblokir mereka, namun dalam sekejap Ishimaru langsung terbang kembali dengan kedua mata berputar karena terkena telak tendangan Zokugaku #18.
Melihat kejadian itu membuat para pemain Deimon merasa gentar, mereka langsung mundur membiarkan ketiga pemain Zokugaku untuk bebas mengeksplitasi pertahanan mereka.
Hiruma berteriak untuk menghentikan mereka, dan Naruto yang melihat mereka sudah berhasil melewati hampir seluruh pemain Deimon pun langsung bertindak.
Kedua kakinya berlari dengan sangat cepat sehingga saat ini dia telah berdiri menghadang ketiga orang itu, dia merentangkan kedua tangan disisi tubuhnya.
Zokugaku #18 dan #28 menyeringai. Ini akan mudah untuk menjatuhkannya, pikir mereka karena melihat hanya Naruto sendiri yang melawan mereka bertiga.
"Terus maju!" Kata Zokugaku #18. "Kami akan menghancurkannya!"
Zokugaku #18 datang, dia melayangkan pukulan yang akan mengenai telak kepala Naruto. Naruto menghindar dengan menundukan kepalanya, namun sebuah tendangan dari #28 datang yang membuatnya langsung berguling untuk menghindarinya.
Pertandingan berubah menjadi arena bertarung, Zokugaku #26 terus berlari, dia melewati Naruto untuk sampai ke garis Endzone.
Naruto yang melihat itu langsung merespon, dia berbalik dan langsung mengejar Zokugaku #26.
"Hey, kau mau kemana?!" Zokugaku #28 berteriak, menyadari mangsanya kabur mereka berdua pun langsung mengejar Naruto.
Seluruh penonton melihat Naruto dengan kagum, dia berlari memacu kedua kakinya dengan sangat cepat sehingga membuat Zokugaku #18 dan #28 tertinggal jauh di belakangnya.
Hanya butuh sepersekian detik untuk Naruto sampai didepan Zokugaku #26, membuat sipemegang bola itu terkejut dengan kedatangannya.
Tidak menunggu #26 untuk pulih dari keterkejutannya, Naruto langsung berlari maju dan mencolok bola sehingga membuat bola itu terlepas dari pegangannya.
Bola melayang diudara dan Narutopun langsung melompat untuk menangkapnya.
"MONTA!" Dia berteriak dan langsung melemparkan bola menuju garis pertahanan Zokugaku.
Hiruma yang melihat itu mendengus senang, dia berkacak pinggang dan membiarkan timnya untuk melakukan serangan balik.
Monta yang mendengar teriakan itu langsung merespon, dia menoleh ke belakang hanya untuk melihat Naruto yang bersiap melemparkan bola.
"Ada apa ini max?" Monta masih bingung.
"MAJU, MONYET-SIALAN!" Hiruma berteriak membuat Monta mengerti dan langsung berlari maju kedaerah lawan.
Monta yang berlari bisa melihat kedatangan bola, dan pada saat bersamaan dia melompat menangkap bola. "Tangkapan max!" Monta mampu menangkap bola, namun karena posisinya yang tidak menguntungkan diapun tidak bisa menyeimbangkan diri dan jatuh ketanah.
"Deimon Interception!"
"YA-HA!"
Dararararararararararararara
Hiruma merayakannya dengan meledakan senapan ke udara, dan Habashira yang mendengar pengumuman itu langsung menggantung rahangnya.
Dia terkejut, terlalu terkejut dengan kejadian yang tidak pernah timnya terima sebelumnya.
Disisi lain ketiga penyerang Zokugaku lemas tak berdaya, mereka terpaku memandang Naruto yang saat ini melakukan pose sombong membenarkan sarung tangannya.
Permainan kembali dilanjutkan, dan kali ini Deimon memiliki hak istimewa untuk menyerang dari tempat Monta menjatuhkan dirinya...
...30 yard dari garis Endzone Zokugaku Chameleons.
Habashira mendongkak menatap formasi Deimon, matanya dia alihkan kepada Eyeshiel yang dia asumsikan akan menerima bola dari Hiruma.
"Set.. Hut.. Hut.. HUT!" Hiruma menerima bola, dan Sena langsung berlari menghampirinya.
"Tangkap Monyet itu!" Habashira berteriak mengintruksikan ketiga pemainnya untuk memblokade pergerakan Monta.
Disisi lain, kedua pemain Zokugaku lainnya yang melihat pergerakan Sena langsung maju dan menutup pergerakannya.
Hiruma sudah menduganya sehinga dia kembali mengangkat tangannya keatas dan menyerahkan bolanya kepada Ishimaru untuk berlari menuju celah kosong diantara Lineman Zokugaku.
Setelah menerima bola dari Hiruma, pemain pinjaman dari club atletik itu berlari dengan segenap kekuatannya.
"BODOH! KENAPA KALIAN MEMBIARKANNYA LEWAT BEGITU SAJA! HANCURKAN DIA!" Habashira berteriak dan langsung direspon oleh dua pemain Zokugaku yang paling dekat dengan posisi Ishimaru.
Ketika melihat dua pemain Zokugaku berlari kearahnya Ishimaru pucat pasi dan tiba-tiba melambatkan kecepatannya. Namun itu hanya sementara, sebelum bantuan datang dan menghalau kedua pemain Zokugaku tersebut.
"Maju!" Naruto datang dan langsung menabrak kedua pemain Zokugaku yang hendak menghalangi Ishimaru.
Ishimaru mengangguk dan terus berlari sampai dia berhasil dihentikan oleh terjangan Habashira.
"Deimon 9 yard!"
Habashira mengamuk karena seluruh pemainnya seolah membiarkan Deimon semakin maju.
Hiruma mendecih melihat serangannya gagal, namun ketika dia melihat mereka berhasil maju 9 yard itu berarti dia sekarang bisa langsung menggunakan Sena. "Eyeshield, sekarang giliranmu!"
Sena mengangguk sebelum dia bergidik memandang Habashira yang tatapannya terus terarah kepadanya.
"Set.. Hut.. Hut.. HUT!" Hiruma menerima bola dan langsung memberikannya kepada Eyeshield. Kali ini dia bergerak bebas membuatnya langsung melesat maju menuju garis pertahanan musuh.
Sena merasa aneh dengan Zokugaku yang hanya membiarkannya bergerak bebas, namun kebingungannya itu hanya sementara sebelum dia mendapati dirinya terjepit oleh Habashira yang langsung menghantam dadanya dengan pukulan keras.
Sena dikirim terpelanting ke belakang, tubuhnya menghantam tanah dengan sangat keras dan membuat Monta langsung berlari menghampirinya.
"Eyeshield! Eyeshield!" Dia menggoyang-goyangkan bahu Sena yang hanya diam saja sebelum dia berhasil sadar dan mengirimkan tatapan ketakutannya untuk Monta.
Selama beberapa menit kedepan Zokugaku mendominasi pertandingan, dalam empat kali kesempatan Deimon tidak bisa mencetak down sehingga bola kini berpindah untuk Zokugaku.
Permainan dimulai, dan lagi-lagi serangan Zokugaku harus kandas ditangan Line Backer andalan Deimon membuat Habashira muak. "Kita tidak perlu lagi menghawatirkan pertandingan, sekarang kita akan bermain untuk menghancurkan mereka!"
Permainan Zokugaku mulai membabi buta, para Lineman Zokugaku berlaku curang dengan menghancurkan pertahanan Deimon dengan gaya pertarungan bebas.
"Mereka sudah tidak bisa melanjutkan permainan!" Mamori datang untuk memeriksa ketiga Lineman tersebut.
Tiga Lineman dadakan Deimon terkapar membuat Hiruma mendengus. "Mereka sudah mulai membuka topengnya!"
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Kurita bertanya.
"Lakukan seperti biasa!"
"Ta- Tap-"
"Aku bilang lakukan seperti biasa, Gendut-sialan!" Hiruma menggeram sambil mengalihkan perhatian kepada Sena yang terus gemetaran. "Dia terus membiarkan lawan lewat didepannya, dia sedang jatuh!" Katanya sambil berjalan kearah bench. "Hey, kalian!" Dia memanggil ketiga pemain cadangan yang sebelumnya dibawa oleh Kurita.
"Ha, ada apa?" Togano yang sedang membaca Manga menanggapi tanpa menoleh kearah Hiruma.
"Kalian harus ikut bermain jika tidak ingin gambar kalian aku sebarkan ke seluruh penjuru Jepang, Ha-Ha San-Kyodai!" Setelah mengatakan itu Hiruma langsung berbalik dan pergi kembali ke lapangan.
"Kami akan ikut bermain!" Ketiganya langsung berteriak bersamaan. "Tapi terlebih dulu kami ingin meluruskan sesuatu... KAMI BUKAN SAUDARA!"
San-Kyodai bergabung kedalam barisan, mereka mengisi posisi Lineman yang ditinggalkan pemain sebelumnya.
"Tiga orang pecundang datang bermain!" Kata salah-satu Lineman Zokugaku yang mencemooh Ha-Ha San-Kyodai.
"Ha?"
"HAa?"
"HAAA?"
Jumonji, Togano dan Kuroki mendengar itu dan langsung mengamuk. "KITA HANCURKAN MEREKA!"
Ketika permainan sudah dimulai terjadi perebutan kekuasaan yang sengit antara Lineman Deimon dan Zokugaku.
Kurita berhasil bertahan dari serangan gaya bebas kedua Lineman Zokugaku dan San-kyodai sendiri membalas pertarungan bebas Zokugaku dengan balasan yang setimpal.
Dari belakang punggung Kurita terlihat Naruto yang berlari melaju kedepan, menggunakan punggung dan bahu Kurita dia langsung melompat melewati Lineman dari kedua kesebelasan.
Zokugaku sudah melihat teknik itu, karena itulah Quarterback langsung menghindar kesamping untuk menghindari Blitz yang dilakukan oleh Naruto.
Naruto sudah menduga jika lawan sudah memperkirakan pergerakannya, dan ketika sebelah kakinya baru saja menapak tanah dia langsung mendorong kebelakang sehingga tubuhnya kembali melompat kedepan untuk menerjang Quarterback Zokugaku.
Quarterback terkejut dengan hal itu sehingga membuatnya panik dan langsung melemparkan bola dengan ceroboh.
Monta datang dan menyambar bola yang tidak jauh melayang didekatnya. "Berhasil max!" Dia bersorak sebelum dijatuhkan oleh dua pemain Zokugaku.
"Deimon Interception!"
Lapangan kembali bergelora, dan disisi lain bukit kedua anggota dari tim Ojou White Knight tercengang.
"Deimon berhasil melakukannya lagi, mereka berhasil merebut penguasaan bola untuk kedua kalinya!" Koharu berseru takjub, dia merasa sangat beruntung jika dia mendapatkan rekaman itu untuk dipamerkan kepada seluruh anggota yang lainnya.
"Bagaimana dia melakukannya?" Shin sendiri tidak bisa melihat secara pasti kejutan tiba-tiba seperti itu, Naruto sangat cepat sehingga membuat kedua matanya tidak mampu secara jelas melihat apa yang dia lakukan sebelumnya.
"Sebentar!" Koharu langsung mengatur untuk melihat rekamannya sendiri. "Ini dia.." Dia menunjukannya kepada Shin.
Rekaman berputar dan Shin bisa melihat bahwa Naruto terlebih dahulu mendarat dengan satu kaki, menumpu seluruh kekuatannya di kaki itu dan mendorongnya kedepan sehingga menghasilkan sebuah lompatan jauh untuk mencapai tempat Quarterback.
Setelah melihat tayangan itu Shin jadi mengerti, Naruto Uzumaki memang memiliki kekuatan yang sangat berbahaya di kakinya. Bukan hanya itu, Shin bisa mengatakan jika dia adalah seorang pemburu, predator ditengah lapang.
Kembali ke lapangan, dan sudah kesekian kalinya serangan Deimon tidak menemui titik akhir. Sena masih terdiam ditempatnya menjadikan Monta berkali-kali menjadi target lemparan Hiruma dan sekaligus menjadikannya sebuah sajian daging segar untuk dimangsa oleh hampir seluruh pemain Zokugaku.
"Ayo kita ganti strategy! Mereka nampaknya sudah sangat mengenal dengan strategy kita, kita tidak bisa terus mengandalkan Monta, bisa-bisa Monta akan terbunuh oleh mereka!" Kurita berbisik kepada Hiruma.
"Diam!"
"H- Hiruma, tap-" Kurita tidak bisa melanjutkannya karena Hiruma langsung berlalu pergi mengumpulkan pemain untuk membahas strategy.
Permainan kembali dilanjutkan, dan lagi-lagi Monta menjadi sasaran seluruh pemain Zokugaku.
'Apa yang harus kulakukan?' Sena sendiripun melihat Monta penuh rasa bersalah. Strategynya adalah Monta akan menangkap bola dan dia akan mengambil bola itu dari tangan Monta untuk mencetak Touchdown, namun karena dia terlalu tidak berguna maka pengorbanan Monta ini menjadi sia-sia.
'Apa yang dia pikirkan?' Naruto yang melihat itu mencengkram kedua tangannya geram. 'Ini bukan lagi sebuah pertandingan, ini adalah sebuah pembantaian.' Ya dia tahu, tapi dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena Hiruma memerintahkannya untuk diam ditempat.
Naruto tahu ada sesuatu yang aneh dengan Sena, dan ketika dia bisa melihat tubuhnya yang gemetar, Naruto akhirnya mengerti jika Sena sedang ketakutan.
"Eyeshield 21?" Gumamnya memanggil Sena. "Apa kau terlalu pengecut untuk maju kedepan?" Sena membeku mendengar pernyataan yang dikeluarkan oleh Naruto. "Kau tidak perlu merasa takut dengan mereka, karena..." Naruto berhenti untuk mendongkak dan menyipit menatap Sena. "...Yang perlu kau takutkan adalah aku!" Setelah berkata seperti itu Naruto langsung berlari kedepan.
Hiruma yang baru saja melempar bola terkejut dengan tindakan Naruto, dia hendak berseru namun seketika berhenti ketika melihat Naruto yang sudah melompati Lineman.
Naruto terus maju dan tanpa menurunkan kecepatannya dia menghancurkan satu persatu pemain Zokugaku yang berniat menghentikannya. Dia terus memburu Monta, dan ketika melihat Monta yang sudah dikepung tiga pemain Zokugaku diapun langsung mempercepat ayunan kedua kakinya.
Monta sedang melayang diudara, dia menoleh kebelakang hanya untuk menemukan Naruto yang sedang berlari menghampirinya.
'Tidak akan sempat!' Pikir Monta ketika melihat tiga orang pemain Zokugaku telah mengepungnya. Namun logika itu tidak berlaku untuk Naruto, dia terlebih dulu datang merebut bola dari tangan Monta dan langsung berlari menuju Endzone Zokugaku.
"Deimon Toucdown!"
13-00
Semua hening, seluruh pasang mata tidak bisa mengerti dengan apa yang sebelumnya terjadi dilapangan.
Habashira, Hiruma, Shin tercengang ditempatnya.
Naruto berbalik dan menatap Sena yang gemetar melihatnya. "KAU LIHAT ITU, EYESHIELD? KAU TIDAK PERLU TAKUT DENGAN MEREKA!" Naruto berteriak sambil berjalan dengan bola masih ditangannya.
Setelah tersadar oleh suara teriakan itu seluruh penonton langsung mengerti dan bersorak untuk keberhasilan tim Deimon menambah angka.
xxxxxxxxxxxxxxxxxTO BE CONTINUEDxxxxxxxxxxxxxxxxx
Fuah... Ini celengan terakhir Esya, setelah ini Esya akan membutuhkan waktu untuk kembali mengisi celengan selanjutnya...
Membangun moril Sena Esya buat menjadi sebuah ancaman, dan adegan terakhir ini Naruto menyertakan sedikit Chakra dikedua kakinya. Kecepatan yang dihasilkan? Itu akan terjawab di chapter selanjutnya.
Setelah searching tentang Amefuto, Esya jadi memutuskan untuk mengganti nomor punggung milik Naruto, yang tadinya #3 menjadi #93.
Nomor punggung pemain NFL ditentukan berdasarkan posisi dalam tim:
* 1- 9: Pemain quarterback, penendang (kicker dan punter) * 10-19: Quarterbacks, kickers, penendang (kicker dan punter), dan pemain wide receiver * 20-49: Pemain running back dan pemain bek bertahan * 50-59: Pemain center dan pemain linebacker * 60-79: Pemain barisan pertahanan dan barisan penyerangan * 80-89: Pemain receiver dan pemain tight end * 90-99: Pemain barisan pertahanan dan pemain linebacker
Naruto memiliki Chakranya kembali apa tidak akan terlalu over-power? Di series Eyeshield 21 bahkan Sena bisa mencapai kecepatan 40 yard / 0,4 detik dan disebut sebagai kecepatan Dewa. Nah darisinilah Esya memutuskan untuk menghadirkan konsep Chakra, alasannya karena Manusia biasa tidak akan bisa mencapai kecepatan seperti diatas.
Segel gravitasi atau segel menambah beban sama saja atau beda? Esya mikirnya egel gravitasi itu tidak ada, segel gravitasi itu pasti akan mempengaruhi lingkungannya kan? Seperti di dalam capsule anime Dragonball, itu yang Esya tahu.
Konsep awal cerita ini (Chapter 1,2) sedikit sama dengan karya thoughtseeker yang berbahasa Inggris. Namun jika kalian membacanya dengan teliti kalian bisa tahu bahwa Esya sama sekali tidak Copast miliknya, melainkan Esya Copast dari Anime. Sekian...
