Title: Jung's Family

Genre: Humor, Family

Rating : PG 17

Starring: Yunho x Jaejoong (YunJae), Yoochun x Junsu (YooSu), Changmin, and many others

Warning: M-Preg, BL, OOC, etc.

Length : Chapter

Author: Din_Cassie

OoOoO

"Adududuh! Pelan-pelan dikit dong!" ringis Yunho saat luka-luka diseluruh badannya diolesi obat oleh YooSuMin. Yoochun kebagian jatah di muka, Junsu di leher dan Changmin di kaki. Jadi, keadaan Yunho semi naked, hanya memakai boxer untuk menutup 'benda pusaka'nya.

"Diem dikit napa? Ini sudah pelan-pelan. Dasar. Leader boyband plus jago beladiri kok kalah sama kalah sama 'istri' sendiri?" kata Changmin dengan pedasnya, membuat suasana panas menjadi makin panas.

"Sudahlah, Min. Kasian Yunho-hyung. Untung tadi Jae-hyung langsung tidur habis marah bentar. Kalo tadi berlanjut, ntar kita bisa bikin hajatan gede," seloroh Junsu yg mendapat deathglare ampuh dari si korban.

"Kalian semua jahat. Apa salahku ke kalian? Apa, hah? Tolong katakan salahku, katakan!" kata Yunho dengan lebaynya dan mendapat tatapan 'cape deh' dari YooSuMin.

"Drama deh," gumam YooSuMin bersamaan sambil menepuk bagian yg tadi mereka olesi obat.

"WADAWWW!"

OoOoO

"Hoaaam~" Junsu menguap sambil menepuk-nepuk mulutnya. Kemudian dia berdiri dan merenggangkan badannya yg sakit karena dengan terpaksa harus tidur dilantai bersama ChunHoMin. Sebenarnya sih bukan karena dapet marah dari Jaejoong, tapi ini karena kata mutlak sang leader yg seenak jidat lebar Yoochun mengagungkan kata 'solidaritas' antar member. Kenapa? Jelas karena Jaejoong memilih mengunci pintu kamarnya, otomatis hanya tinggal dua kamar yg ditempati. Dan dua kamar yg seharusnya bisa dipakai itu malah teronggok sia-sia. Kenapa(lagi)? Karena Yunho gak mau tidur sama salah satu dari mereka. Hmm, kok gitu?

Pertama, kalo Yunho tidur sama Yoochun dan kepergok Jaejoong, maka perang dunia ke 3 tidak terelakan, karena Yoochun suka meluk orang pas tidur.

Kedua, kalo dia tidur sama Changmin, yg ada dia udah ko'it besoknya karena tidurnya yg amburadul plus suka ngigau gaje.

Ketiga, kalo tidur sama Junsu sih anteng-anteng saja. Tapi, ancaman bakal datang besoknya bukan hanya dari Jaejoong, tapi dari Yoochun juga.

Dan untuk amannya, maka mereka tidur bersama dengan susunan Junsu, Yoochun, Yunho, jeda semeter, Changmin. Susunan yg sedemikian rupa agar Yoochun dapat memeluk Junsu dan Changmin agar tidak melukai yg lain. Poor Minnie

Kemudian Junsu menengok kesamping dan mendapati gaya tidur yg aneh dari hyungdeul-nya. Mari kita lihat Yoochun yg tangannya udah nangkring di paha Junsu. Sementara Yunho dengan badan seperti lontong yg dibalut perban dan dua garis air mengalir dari mulutnya yg terbuka, serta Changmin yg tertidur dengan gaya aneh dengan kedua kaki dan tangan yg menekuk. Ingin Junsu ketawa ngakak, tapi ditahan demi kedamaian pagi yg cerah itu.

Dengan segera dia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi, lalu keluar untuk membangunkan yg lain. Tidak sengaja dia celingukan di dapur dan melihat Jaejoong tengah asyik memasak nasi goreng. Bau harum kemana-mana membuat perut Junsu berbunyi. Tapi, demi 'solidaritas' (lagi), dia terpaksa melanjutkan 'tugas'nya.

"Chun! Bangun!" Junsu menampar-nampar pipi Yoochun, tapi tetap saja dia tidak bangun.

"Hyung!" Junsu hanya menggoncangkan badan Yunho karena kasian melihat hyung-nya itu. Beda dengan Yoochun, Yunho langsung bangun, mengucek matanya dan langsung mencuci muka.

"Ya! Minnie!" Junsu menggoyangkan badan Changmin plus menampar-nampar pipinya agar dia bangun.

"Haissh! Iyaa, aku bangun!" kata Changmin sambil berdiri. Namun, sebelum dia pergi, Junsu sudah menarik tangan Changmin.

"Ada apa lagi?" kata Changmin kesal.

"Bantu aku ngebangunin Chunnie," pinta Junsu memelas. Changmin memutar bola matanya melihat tampang Junsu.

"Tinggal cium saja, apa susahnya,"

"Tapi dia bau," kata Junsu sambil menutup hidungnya. Changmin lalu memutar otaknya.

"Hmm, lepaskan dulu penutup matanya," Junsu hanya nurut dan melepas penutup matanya. Kemudian dia melihat Changmin yg sedang mengunyah permen mint dan berkata,

"Terus?" Changmin lalu duduk didepan Junsu, merubah posisinya menjadi membelakangi Yoochun dan menyerahkan sebungkus permen mint.

"Buat apa?" tanya Junsu bingung. Changmin membisikan sesuatu ke telinga Junsu dan mendapat hadiah lengkingan dari Junsu.

"MWOO? ANDWAEE!" tolak Junsu.

"Ya sudah. Kalo gitu tadi gak usah minta bantuanku," Changmin berdiri, namun langkahnya dihentikan Junsu.

"I-iya deh," kata Junsu pasrah. Dengan senyum evil, dia duduk lagi di depan Junsu.

"Hmm, sekarang, hyung," Junsu mengangguk dan melingkarkan tangannya dileher Changmin. Sementara Changmin melingkarkan tangannya di pinggang Junsu, dan…..

OoOoO

Hmm, back to YunJae story.

Kita lihat dulu Yunho yg sedang susah payah menyikat gigi dan mencuci muka dengan muka memarnya. Mencoba hati-hati membuka mulutnya, padahal tadi tidur dengan mulut terbuka lebar. Mencoba mencuci mukanya yg memar-memar. Menyedihkan sekali keadaannya.

Dengan susah payah, dia berjalan keluar dan berpapasan dengan Jaejoong yg baru selesai memasak. Yunho menatap Jaejoong kaget, kemudian dengan segera dia berjalan menjauhi Jaejoong. Takut kejadian semalam terulang lagi.

"Yun!" panggil Jaejoong, mau tak mau membuat langkah Yunho berhenti.

"W-wae?" tanya Yunho takut-takut. Dia pun berbalik dan malah mendapati Jaejoong yg sedang menangis. Yunho yg tidak tega, lalu mendekati Jaejoong dan memeluknya erat.

"Sst… Uljima… Kenapa nangis, boo?" Yunho berusaha menenangkan Jaejoong.

"Mian…hiks…mian Yun… hiks…" kata Jaejoong diselingi isakan.

"Gwenchana, boo. Uljima…" Yunho memeluk Jaejoong makin erat.

"Mian..hiks… harusnya…hiks… harusnya aku… hiks…tidak marah… hiks…begitu…hiks…" kata Jaejoong sambil terisak.

"Gwenchana, boo. Aku gak apa-apa. Ayo, jangan nangis," Yunho mengelap airmata di pipi Jaejoong dan mengecup pipinya.

"Yun,"

"Wae, nae boo?"

"Sakit ya?" tanya Jaejoong sambil mengelus pipi dan badan Yunho.

"Tidak terlalu," kata Yunho.

"Aku obati ya? Aku lap, terus aku ganti perbannya,"

"Tidak perlu, boo. Kamu pasti capek. Istirahat saja. Lagipula tadi malam, YooSuMin sudah ngobatin aku, " tolak Yunho.

"Ya sudah. Kita makan aja dulu," kata Jaejoong sambil menarik tangan Yunho dan dengan senang hati Yunho mengikuti Jaejoong.

OoOoO

Yoochun masuk ke ruang makan dengan muka kusut, diikuti MinSu dengan muka yg biasa-biasa saja. Malah seringai evil bertengger di bibirnya. Tapi semua berubah kaget melihat YunJae yg sudah berbaikan, malah sudah saling suap-suapan. Jaejoong yg melihat itu malah dengan senyuman langsung menyuruh mereka makan. Wajah kaget Yoochun berubah muram lagi, bahkan terkesan dingin apalagi saat melihat MinSu duduk bersebelahan. Yunho menatap wajah-wajah dongsaengnya, terutama Yoochun yg menampilkan wajah aneh. Sebagai leader, nalurinya tergerak bertanya.

"Chun, wae?" tanya Yunho. Otomatis semua mata tertuju pada Yoochun.

"Nope." jawab Yoochun dingin. Junsu yg melihat itu lalu menoleh ke Changmin yg cuma dibalas anggukan dari Changmin. Interaksi itu malah membuat Yoochun tambah jengkel. Dia membanting sendok dan garpu, lalu berjalan keluar dari ruang makan. Yunho lalu menengok ke arah MinSu, nyoba cari petunjuk tapi malah mendapati Changmin yg lahap menghabiskan makanannya dan Junsu yg makan dengan biasa saja.

Yunho menoleh pada Jaejoong, coba minta jawaban, tapi si 'istri' cantiknya hanya mengangkat bahu. Yunho menghela nafas kemudian membisikan sesuatu ke telinga Jaejoong yg mendapat anggukan dari Jaejoong.

Yunho lalu berdiri dan menyuruh Changmin mengantarnya ke kamar (walau dengan paksaan), meninggalkan JaeSu di sana berdua. Jaejoong lalu mendekati Junsu dan menepuk bahunya pelan.

"Ada apa dengan Chunnie, Su?" tanya Jaejoong. Junsu lalu menoleh dan hanya mengangkat bahunya.

"Molla," Jaejoong memutar otaknya dan bertanya lagi.

"Sejak kapan dia begitu?" Junsu berpikir sebentar.

"Sejak bangun pagi tadi," kata Junsu (sok) polos.

"Memang sebelum dia bangun, apa yg kau perbuat ke dia?" tanya Jaejoong lagi.

"Hmm, bukan cuma aku sih. Tepatnya aku dan Changmin," Jaejoong memandang curiga ke arah Junsu setelah nama Changmin disebut. Taulah 'setan' itu selalu berbuat seenak badan tingginya.

"Katakan, Su." perintah Jaejoong.

"Jadi begini…."

OoOoO

"Chun!" teriak Yunho sambil menghentikan langkah Yoochun yg akan memasuki kamar. Dia berbalik dan mendapati Yunho dan Changmin yg sedang ngunyah (terus).

"Wae?" tanya Yoochun dingin.

"Kau kenapa, Chun?" tanya Yunho (sok) khawatir.

"Tidak." kata Yoochun sambil berbalik masuk, namun Yunho mencekal tangannya.

"Aku leader dan berhak tau apa yg terjadi," kata Yunho yg bangga dengan statusnya. Yoochun menghela nafas pelan, lalu melihat ke arah Changmin yang masih-dan-akan-selalu mengunyah makanan dalam mulutnya.

"Tapi tidak disini dan tidak dengan dia!" tunjuk Yoochun pada Changmin dan mengajak Yunho masuk ke kamarnya.

"Hyung kejam," kata Changmin sambil tetap mengunyah makanannya.

OoOoO

"Jadi, kau kenapa, Chun?" tanya Yunho. Yoochun tertunduk dan kemudah bergumam kecil.

"Jadi begini…"

OoOoO
TBC
OoOoO

Note: ehmm, miss my fanfic? hahahahahaha XD
akhirnya bisa U.P.D.A.T.E! komen, komen, komen~~

Yang tanyain blog-ku, klik aja linknya di profilku.

Bales ripiu, chap depan aja ya? *terbang ke alam mimpi*