Ohparkkimbyun,

present;

That Good Kisser Is My Daddy.

Rate:

T-M and genderswitch

Main casted by:

Park Chanyeol

Park (Byun) Baekhyun

Supports casted by:

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo,

And other maybe.

Summary;

Untuk putriku apapun kulakukan, satu-satunya wanita yang kucintai di sisa hidupku. Permintaannya akan selalu kukabulkan, termasuk-

-memuaskannya..

come to me, Baekhyun-ah.

4. Play With Me

Tiga hari berlalu semenjak demamku kemarin dan kini aku sudah merasa benar-benar sehat karena Baekhyun yang menjagaku.

Hari ini adalah hari Minggu, hari yang paling ditunggu oleh setiap insan di dunia ini. Begitu juga denganku dan Baekhyun. Sekarang masih jam 8 pagi, biasanya Baekhyun akan bangun agak siang di hari libur seperti ini.

Pemikiranku sudah melanglang buana merencanakan apa yang akan kulakukan hari ini bersama Baekhyun. Pergi jalan-jalan kah? Di rumah saja kah? Atau mungkin tidur seharian.

Kutegakkan tubuhku dan langsung menuju kamar Baekhyun yang tidak pernah dikunci karena memang tidak kupasangkan kunci. Seperti biasa, kuketuk pintunya dan langsung masuk mencari sosoknya yang masih terlelap.

Kuraih kursi dari pojok ruangan dan kutarik hingga samping ranjang Baekhyun. Kupandangi wajah polos nya yang tidak terhalang selimut.

Tanganku terulur membelai surainya.

"Sayang~" kukecup keningnya lembut

"Ayo bangun kita akan main hari ini." Kataku

Kusingkap seluruh selimutnya. Karenanya Baekhyun menjadi merasa terganggu dan membalikkan tubuhnya membelakangiku

"Bangun sayang, kita harus bersiap."

Ku dudukkan diriku ditepi ranjang sambil meraih tubuh Baekhyun yang masih terlelap kedalam gendongan bridal ku. Ia merengek dalam gendonganku.

"Eunghh ayah ayo tidur lagi~"

Kubawa dirinya untuk masuk ke dalam kamar mandi, kududukkan tubuhnya yang masih lemas di atas closet. Dan aku berlutut dihadapannya.

Jemariku bergerak untuk membuka seluruh pakaiannya. Baekhyun sudah benar-benar dalam kondisi telanjang tetapi kelopak matanya masih dalam keadaan tertutup.

Kukecup kedua kelopak matanya.

"Buka matamu sayang~"

Perlahan Baekhyun membuka mata, menatap diriku dan sekelilingnya. Wajahnya merona kala ia sadar dirinya sudah tidak berpakaian di depanku.

"Kenapa ayah menelanjangi Baekkie?" Baekhyun bertanya sambil tertunduk

"Kita kan mau mandi masa tidak buka baju." Jawabku sambil terkekeh menatap wajah gugup Baekhyun

"Tapi ayah tidak buka baju!"

"Kalau begitu, bisakah Baekkie membukakannya untuk ayah?"

"Emm ya tentu."

Tanganku meraih tubuh Baekhyun untuk membantunya turun dari closet. Perlahan tangan mungilnya terangkat di udara tetapi seketika berhenti.

"Ayah mau Baekkie bukakan yang mana dulu?"

Kudongakkan wajahnya agar ia menatapku. Aku tersenyum dan berkata, "dari yang paling kau suka."

Ia kembali menunduk dan seperti berpikir.

"Ayah berdiri." Titahnya

Kuturuti, dan kulihat jemarinya mulai terulur untuk meraih pinggang celanaku. Ia menariknya perlahan hingga benar-benar tertanggal menyisakan satu-satunya kain yang melindungi daerah privasiku.

Ia mendongak dan menatapku, astaga wajahnya merah sekali. Padahal aku hanya memintanya untuk membukakan baju.

"Apa yang i-itu juga dilepas?" Tanyanya menunjuk kejantananku

"Sudah pasti sayang, ayo buka."

Aku terdiam melihat gerakan tangannya.

Kenapa aku jadi tegang begini?

Dapat kurasakan jemarinya yang menyentuh pusat sensitif ku, dengan sangat perlahan ia menarik satu-satu pelindung yang kupunya hingga kejantananku benar-benar terbebas dihadapannya.

"Ayah..."

"Eum?"

"Kok bentuknya seperti itu?"

"Kenapa?"

Astaga kenapa aku bisa tegang disaat yang seperti ini?

"Kemarin Baekkie lihat tidak berdiri seperti ini, tapi kok sekarang begini ya?" Tanyanya masih memandangi kejantananku

Rasanya aku ingin menelusupkan kejantananku saja kedalam bibir mungilnya, pasti sempit.

Astaga kau harus menahannya Park Chanyeol.

Dia putrimu.

"Lupakan. Ayo mandi."

Kulepaskan kaosku dan menggendong Baekhyun agar masuk ke dalam bath up. Kutuangkan sabun kesukaannya dan ia mulai melarutkannya hingga muncul busa tebal.

"Ayah! Sini."

Ya Tuhan jangan lagi.

Ini saja sudah berdiri bagaimana jika aku benar-benar mandi bersama dengannya?

"Mandi sendiri saja ya sayang. Nanti kalau Baekkie susah selesai baru giliran ayah." Kataku sambil duduk diatas closet sambil memandangi tubuh Baekhyun dan kejantananku.

Apa yang harus kulakukan?

Tidak mungkin aku bermain solo dihadapan Baekhyun.

Tapi ini.. astagaaa menyiksa sekali.

Ku tatap lamat-lamat kejantananku sampai kuputuskan untuk mengelus sendiri benda tersebut. Kupejamkan mataku sambil mendongak merasakan kenikmatan yang mulai menjalar.

Dan semakin tegang.

"Sshh."

"Ayah? Ayah kenapa?"

Seketika kuhentikan aktivitasku dan beralih menatap Baekhyun yang berjalan menghampiriku dengan tubuh basah berkilat karena sabun.

Baekhyun berhenti tepat dihadapanku. "Ayah sakit lagi ya?" Tanya nya memegang kedua pahaku

Jangan lagi Baekhyun.

"Ya."

"Yang mana yang sakit? Biar Baekkie obati."

"Yang ini." Kataku sambil memegang kejantananku yang tepat berada didepan wajah Baekhyun

Baekhyun tampak terkejut dan langsung melepaskan kontak fisiknya. Ia mundur beberapa langkah sambil terus memandangi benda yang kupegang.

"Baekkie tidak mau membantu ayah?"

"Bu-bukan begitu, tapi..."

"Tapi apa, sayang? Hm?"

"Baekkie tidak paham."

"Kemari. Ayah bisa mengajarkanmu."

"Benarkah?"

"Tentu saja."

Perlahan kaki mungilnya kembali melangkah kearah ku. Lagi-lagi ia berhenti tepat dihadapan kejantananku yang sudah benar-benar tegang.

"Baekkie lakukan apa yang ayah perintahkan. Bisa?"

"Hmm ya." Jawabnya gugup

"Janji akan membantu ayah sampai selesai?"

"Baekkie janji."

Kusandarkan bahuku pada kepala closet. Memandang tubuh Baekhyun yang benar-benar membuatku semakin tegang.

"Pegang penis ayah."

Dengan tangan bergetar ia mulai memegang penisku. Shit! Padahal ia hanya menyentuhnya.

"Mainkan."

"Mainkan bagaimana ayah?"

"Naik turunkan saja seperti ini," kataku sambil menggenggam tangannya dan menuntunnya untuk mengocok penisku

"Bisa?"

"Akan Baekkie coba."

Perlahan tangan mungilnya mulai memainkan penisku, memijatnya dengan lembut hingga pangkal. Tetapi aku butuh yang lebih cepat daripada ini.

"Lebih cepat, sayang."

Baekhyun paham dan mulai mempercepat tempo kocokannya. Kenikmatan benar-benar menjalar dalam tubuhku.

"Sshh shit! Tidak bisakah lebih cepat?"

"Baekkie tidak bisa lagi."

"Kalau begitu gunakan mulutmu."

Gairah sudah benar-benar menguasai tubuhku sampai aku lupa dengan caraku memperlakukan Baekhyun dengan lembut.

"Hisap!"

Kulihat bibirnya mulai terbuka dan mengarah pada penisku. Kutarik surainya agar ia bergerak lebih cepat. Terasa sangat hangat ketika penisku mulai ia hisap. Bibir mungilnya yang bergerak memompa penisku benar-benar terasa sempit. Apalagi jika penisku tertanam dalam lubangnya.

Nikmat manalagi yang lebih nikmat darinya.

"Mainkan lidahmu Baekhyun!"

Ia menurut dan mulai mempekerjakan lidahnya untuk turut serta memuaskanku. Tidak. Tidak hanya lidahnya. Giginya pun turut serta bergesekan dengan penisku. Ia menjilat dan menghisap kepala penisku. Hingga kenikmatan mulai terasa akan meledak, kuraih surainya untuk membantunya memompa lebih cepat.

Sesekali penisku mengenai pangkal mulutnya. Dengan kecepatan maksimal akhirnya aku pun melepaskan cairanku didalam mulutnya. Kurasakan ia memaksa ingin melepaskan tetapi kepalanya kutahan agar aku tetap merasakan hangatnya rongga tersebut.

Setelah terasa lemas, kulepaskan penyatuan tadi.

"Uhuk uhuk hoekk!"

Dengan usaha, ia mencoba memuntahkan cairanku dari mulutnya.

Kuraih wajahnya dan kulihat wajahnya memerah dengan air mata yang menghiasi pipinya.

"Sayang..."

"Ayah.. Baekkie minta maaf, hanya itu yang bisa Baekkie lakukan."

Ya Tuhan. Kupikir ia akan membentakku dan menjerit.

"Ayah tidak marah kan?"

"Kemari sayang."

Ku angkat tubuhnya kepangkuanku, "yang tadi itu hebat, ayah suka. Jangan menangis ya sayang, ayah yang harusnya minta maaf."

Ia tersenyum dan mengusap sisa air mata di wajahnya

Kutangkupkan wajahnya untuk kuajak bermain dengan bibirku. Ia mengalungkan lengannya pada leherku.

Bibirku mulai menyapa bibir mungilnya terasa sangat hangat dan lembut, kucium bibirnya dengan sedemikian rupa, kuhisap lamat-lamat dan kutarik pelan dagunya agar lidahku mampu menjelajah lebih jauh. Lidahnya mulai bisa kuajak bermain walau terlihat amatir.

"Eummhh" ia melenguh

Ia menggerakkan tubuhnya agar lebih tegak tetapi aku malah merasakan penisku bersinggungan dengan lubang senggamanya yang terasa begitu basah, hangat, sekaligus lengket.

"Eumhh~" ia kembali melenguh sambil terus menggerakkan tubuh bagian bawahnya

Apa Baekhyun merasakan hal yang sama denganku?

Daripada kelepasan lebih baik kusudahi.

Ku hisap kuat bibirnya dengan beberapa lumatan terakhir sampai ciuman kami pun terlepas.

Aku memandang maniknya yang berbinar, mendengar nafasnya yang menderu sama sepertiku. Ia meraih pipiku dan mengecup bibirku.

"Ashhhh tubuh Baekkie panas 'yah."

"Ayah minta maaf."

"Tidak tidak. Ayah tidak salah, kalau ayah sakit 'Baekkie bisa melakukan hal seperti tadi. Bilang saja sama Baekkie."

"Kalau begitu lakukanlah sekarang."

Tidak ada yang lebih baik dibanding mendapatkan kasih sayang dari orang yang juga kita sayangi.

Terima kasih.