Chapter 3

KyuMin Fanfiction

A Romantic Story About Sungmin

(Remake dari novel 'A Romantic Story About Serena' karya Santhy Agatha)

.

.

Maincast:

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

.

.

Rate : M

.

.

Warning : DLDR, Genderswitch, Mature Content, Sex Activity

.

.

AUTHOR POV

Sungmin masih terkejut ketika tiba-tiba saja tubuhnya dibalik dan dicium habis-habisan, dia masih setengah tertidur tadi dan benar-benar tak berdaya, Kyuhyun sudah melampiaskan hasratnya tanpa ditahan-tahan, ciuman-ciumannya tanpa jeda seolah-olah lelaki itu tak tahan sedetikpun tidak berciuman dengannya.

Ketika Kyuhyun mengangkat kepalanya, matanya berkabut, pupil matanya membesar terlihat kontras dengan iris matanya yang berubah menjadi biru pucat, "aku ingin bercinta, aku ingin memasukimu. Ah kau tidak tahu betapa aku...", suara Kyuhyun tersengal, lalu melumat bibir Sungmin lagi dengan membabi buta.

Kata-kata vulgar Kyuhyun itu membuat pipi Sungmin merona malu. Tidak terbayangkan, dia, perempuan yang tidak pernah intim dengan lelaki manapun, sekarang terbaring dengan jubah mandi yang sudah acak-acakan, ditindih oleh lelaki yang mungkin sampai beberapa hari yang lalu tidak dikenalnya dengan baik.

Tangan Kyuhyun menelusup di balik jubah mandinya, menemukan payudaranya yang hangat dan lembut, lalu meremasnya. Sedikit terlalu bergairah sehingga Sungmin mengerang. Kyuhyun menghentikan gerakannya, lalu menatap Sungmin lembut.

"Sakitkah?" bisiknya parau.

Sungmin terpaku, suaranya seakan tertelan di tenggorokan, bagaimana dia harus menjawabnya? Tetapi Kyuhyun tidak memerlukan jawaban, lelaki itu tersenyum, lalu menggerakkan tangannya lagi menyentuh payudara Sungmin, dengan ahli dia menyingkirkan jubah mandi Sungmin yang menghalangi, dan menemukan keindahan ranum di baliknya.

"Oh Indahnya", bisik Kyuhyun serak, membiarkan Sungmin memalingkan muka dengan malu dibawah tatapan tajam dan memuja lelaki itu.

Lalu bibir Kyuhyun yang panas menelungkupi puting payudaranya, lidahnya bermain di sana terasa panas, membakar seluruh tubuh Sungmin, membuatnya terpaksa merintih. Bingung dengan gejolak yang menyebar di seluruh tubuhnya. Kyuhyun begitu ahli sedangkan Sungmin sama sekali tidak berpengalaman, dan lelaki itu tampaknya tidak merasa perlu menahan dirinya.

Entah kapan, mereka sudah telanjang bersama di atas tempat tidur itu, Tubuh Kyuhyun yang keras, melingkupi tubuh Sungmin yang mungil di bawahnya, menggodanya, menggeseknya dengan kekuatannya, membawa gairah Sungmin makin naik, sedikit demi sedikit ke puncaknya.

Kemudian Sungmin merasakan kejantanan Kyuhyun, yang tidak terhalang apapun menyentuh pusat dirinya. Pelan, tapi membuatnya terkesiap. Sungmin membuka matanya yang terpejam, menatap Kyuhyun di atasnya. Lelaki itu menatapnya dengan tajam, matanya berkabut, napasnya terengah, dan sejumput rambut tampak jatuh di dahinya, membuatnya tampak begitu liar.

"Ah, ya manis.. Kau pasti akan sangat menyukainya", geram Kyuhyun pelan, lalu mulai mendorong, menekan dan menyentuh Sungmin, "Kau sudah siap", erang Kyuhyun, "Kau sudah basah dan panas, siap untuk diriku..."

Jantung Sungmin berdegup kencang, beriringan dengan detak jantung Kyuhyun yang bahkan lebih parah. Dengan perlahan, Sungmin memejamkan matanya, melepaskan hatinya, 'aku melakukan ini demi kau Hae-ya', bisiknya dalam hati bagaikan mantra yang menyelamatkan jiwanya.

Ini adalah sensasi baru bagi Sungmin, merasakan kejantanan seorang lelaki yang mencoba memasukinya, menyatu dengannya. Rasanya panas dan membuat seluruh saraf ditubuhnya menggila, membuatnya begitu sensitif oleh kebutuhan yang sampai saat ini tidak pernah diketahuinya, kebutuhan untuk mencapai puncak.

Hingga rasa sakit yang menyengat tiba-tiba menyentakkannya ke alam sadar, Sungmin mengerang kesakitan, tubuhnya mengejang, dengan panik dicengkeramnya pundak Kyuhyun dan menggeleng-gelengkan kepala ketakutan atas usaha Kyuhyun untuk menyatu semakin dalam dengannya.

Dan ketika merasakan sesuatu yang menghalanginya, mendengar erangan Sungmin yang jelas-jelas kesakitan serta pandangan ketakutan yang membayangi mata Sungmin, Kyuhyun sadar bahwa semua prasangkanya itu salah, meski tetap tak bisa menjelaskan kenapa Sungmin dengan mudahnya menjual dirinya, tapi ini sudah menunjukkan bahwa Sungmin bukan wanita gampangan, Kyuhyun adalah lelaki pertamanya.

Menyadari kesakitan yang mendera Sungmin, Kyuhyun mengalihkan perhatian Sungmin dengan cumbuannya dengan segenap keahliannya, rasa senang tak tertahankan membanjiri pikirannya ketika menyadari dirinya adalah lelaki pertama gadis itu.

Diciumnya bibir Sungmin dengan lembut, bibir ranum yang sekarang menjadi miliknya. Napas Sungmin terengah-engah dan Kyuhyun melihat di matanya, ada ketakutan dan kesakitan. Kyuhyun tidak pernah bercinta dengan perawan sebelumnya, dia tidak tahu seperti apa rasa sakitnya, dia tidak mengerti bagaimana meredakannya. Tetapi Kyuhyun tidak suka melihat rasa sakit itu mendera di mata Sungmin,

"Shh.. sayang, aku tidak bermaksud menyakitimu", dengan lembut Kyuhyun menelusurkan tangannya di sisi tubuh Sungmin, lalu berhenti di pinggul Sungmin, menahan pinggangnya yang sedikit meronta, mencegah tubuh mereka yang sudah setengah menyatu supaya tidak terpisah, "Mungkin akan sedikit sakit tapi semua akan baik, tubuhmu akan menerimaku seutuhnya...", Suara Kyuhyun terhenti ketika dia mendorong dengan kuat, menembus batas keperawanan Sungmin dan menyatukan tubuhnya sepenuhnya dengan Sungmin.

Sungmin berteriak kencang merasakan pedih yang amat sangat ketika Kyuhyun menembusnya, jemarinya tanpa sadar mencengkeram pundak Kyuhyun dengan keras. Tetapi Kyuhyun tidak berhenti karena dia sadar kalau dia berhenti dia akan menyakiti Sungmin. Dengan perlahan, Kyuhyun menggerakkan tubuhnya. Oh Tuhan ! Sekujur tubuhnya terasa nyeri menahan diri. Sungmin terlalu rapat, terlalu basah, terlalu panas, mencengkeram tubuhnya di bawah sana. Dia hampir-hampir tidak tahan dan dorongan untuk memuaskan diri dengan brutal di tubuh Sungmin semakin menyiksa.

Tetapi Kyuhyun sadar, ini pengalaman pertama bagi Sungmin, dia harus membuatnya seindah mungkin, dia tidak boleh menyakiti Sungmin. Karena itu sambil menggertakkan diri menahan gairahnya, Kyuhyun mencoba bergerak selembut mungkin, menarik tubuhnya pelan dari balutan sutra basah dan panas itu, untuk kemudian menghujamkannya lembut. Lagi dan lagi.

Lalu ketika desah napas Sungmin menjadi pendek-pendek serta pegangannya pada pundak Kyuhyun makin kencang, Kyuhyun sadar, dia telah membuat Sungmin mencapai orgasme pertamanya. Pemandangan ekspresi wajah Sungmin saat itu sungguh tak tergantikan, mendorongnya terlempar menuju puncak kepuasan yang sangat tinggi, sangat tak tertahankan seolah-olah dunia melededak dibawahnya. Dan Kyuhyun benar-benar meledak di dalam tubuh Sungmin.

Orgasme ini terasa begitu dasyat, sebuah pelepasan dari akumulasi gejolak yang ditahannya selama ini. Kenikmatan yang luar biasa ini membuat Kyuhyun merasa sedikit sesak napas,seolah olah dia terhanyut dalam pusaran gairah yang tak tertahankan terus menerus menghantamnya tanpa henti, erangan parau keluar dari bibirnya ketika dia menenggelamkan wajahnya dalam-dalam di sisi leher Sungmin.

Ketika usai, mereka berbaring berpelukan sambil berusaha menormalkan napasnya.

'Wow' hanya itu yang terlintas dipikiran Kyuhyun, dan dia tak sadar telah mengucapkannya keras setelah menyadari rona merah yang merayap di leher Sungmin.

Dengan lembut dikecupnya leher Sungmin, diangkatnya kepalanya, dan mereka bertatapan, mata coklat yang tajam, yang agak berkabut setelah mencapai orgasme terhebat sepanjang eksistensi kehidupannya bertemu dengan mata coklat bening yang berkaca-kaca.

"Apakah kau...", Kyuhyun berdehem ketika menyadari suaranya sangat parau, "Apakah kau baik-baik saja?"

Sungmin tampak tidak tahan ditatap dengan sedemikian intens apalagi dalam posisi yang sangat intim, dipalingkannya kepalanya setelah mengangguk pelan. Kyuhyun menarik napas pelan, kemudian dengan hati-hati, sangat berhati-hati, dia mengangkat tubuhnya dari atas Sungmin dan bergeser ke samping, menyadari kernyitan tidak nyaman di wajah Sungmin ketika dia menarik diri.

Tanpa sadar Kyuhyun bersikap begitu lembut, sikap yang tidak pernah ditunjukkannya ketika usai bercinta dengan wanita-wanita yang lain. Direngkuhnya tubuh mungil Sungmin, diletakkannya kepalanya di lengannya, gadis itu tampak pasrah, mungkin sudah terlalu lelah, kasihan, kasihan Sungmin-nya yang masih suci. Ternyata selama ini dia salah paham, gadis ini benar-benar masih suci.

Kepuasan seksual yang luar biasa masih mempengaruhi pikirannya yang berkabut, tangannya dengan santai mengelus punggung Sungmin yang bergelung dipelukannya, sampai lama kemudian disadarinya pundak Sungmin berubah santai dan napasnya mulai teratur pelan. Gadis itu tertidur. Kyuhyun mengatur posisinya dengan lebih nyaman. Tak pernah sebelumnya dia seintim ini setelah bercinta, gadis ini benar-benar mempengaruhinya.

Sungmin merasakan seluruh tubuhnya sakit dan pegal. Dengan mengerutkan dahi dia mencoba menggerakkan badannya. Oh! Memang pegal sekali rasanya, perlahan dibukanya matanya, cahaya kamar masih tampak redup, suasana kamar terasa sejuk dan menyenangkan.

"Selamat pagi"

Sapaan itu begitu mengejutkan, menembus kesadarannya yang masih berkabut, hingga badan Sungmin terlonjak duduk, lalu selimutnya turun sampai ke pinggang dan barulah Sungmin menyadari kalau dia telanjang. Dengan gugup ditariknya selimut menutup dadanya. Matanya langsung bertatapan dengan Kyuhyun yang duduk disofa, tepat dihadapannya. Sedikit senyum tersirat di sana melihat kegugupan Sungmin.

Sekali lagi Sungmin benar-benar malu, Kyuhyun sudah tampil sangat rapi dan elegan dengan pakaian santai dan sedang menyesap kopi sambil membaca koran paginya, penampilannya benar-benar sempurna di pagi hari, sedangkan Sungmin.. Astaga, jam berapakah ini?

"Ini masih pagi sekali, masih gelap, tadi aku bangun dan memutuskan mandi air dingin, kalau tidak aku tidak akan bisa menahan diri untuk membangunkanmu dan bercinta lagi denganmu",

Suara lelaki itu datar seperti sedang membicarakan acara televisi favoritnya, tak dipedulikannya wajah Sungmin yang memerah.

"Bukannya aku tidak bisa, tapi sepertinya aku harus menghormati virginitasmu yang baru hilang", Tatapan Kyuhyun berubah tajam, seperti yang selalu dilakukannya di saat meeting di saat dia membuat lawan-lawan bisnisnya menyerah sebelum berperang.

"Kenapa kau yang masih perawan itu bisa dengan mudahnya menjual diri padaku? Apa tujuanmu sebenarnya?" Tanya Kyuhyun tanpa ampun.

Sungmin duduk disana dalam kondisi paling tidak siap dan Kyuhyun melemparkan pertanyaan paling sulit untuk di jawab, apakah laki-laki itu sengaja? Tentu saja Kyuhyun sengaja! Seru Sungmin dalam hati, lelaki seperti dia tak akan sesukses ini dalam bisnis jika tidak tahu cara menyerang lawannya di titik lemah.

Sekarang dia harus menjawab apa? Sungmin benar-benar kebingungan. Kalau dia menceritakan seluruh kisahnya, akankah Kyuhyun percaya? Lagipula dia tidak ingin melibatkan Donghae disini, jangan sampai Kyuhyun tahu tentang Donghae-nya, dia harus melindungi Donghae dari lelaki kejam seperti Kyuhyun, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Kyuhyun kepada Donghae hanya untuk memerasnya nanti?

Dengan tegar Sungmin menegakkan dagunya, "Saya rasa alasan saya melakukan ini bukan urusan anda, yang penting saya tidak akan merugikan diri anda."

Rahang Kyuhyun mengeras mendengar jawaban Sungmin tadi. Sejenak tadi dia merasa Sungmin patut diberi kesempatan, mungkin saja Sungmin melakukan itu untuk membiayai saudaranya atau apa. Tetapi ternyata dia salah, bodohnya dia, wanita dimanapun sama saja.

Sungmin mungkin hanya menunggu kesempatan untuk menjual keperawanannya dengan harga mahal, bukan bermaksud menjaganya. Bodohnya dia sempat berpikir untuk mempercayai gadis itu.

"Oke, bussiness is bussiness, aku tidak akan bertanya lagi tentang tujuanmu, asal jangan sampai kau merugikanku.", mata Kyuhyun menyipit kejam, "kalau kau berani melakukannya, aku akan membuatmu menderita."

Sungmin tanpa sadar beringsut menjauh, ketakutan dengan nada suara dan tatapan kejam Kyuhyun. Tiba-tiba saja laki-laki itu berdiri dari duduknya setelah membanting gelas kopinya di meja.

Sungmin menatap lelaki itu dengan cemas, apa yang salah dari ucapannya? Kenapa lelaki itu tampak begitu marah padanya? Kyuhyun melirik jam tangannya.

"Aku sudah membuat janji dengan pengacaraku tiga jam lagi, akan kubuat kontrak hitam di atas putih atas perjanjian jual beli kita ini, dan selama aku menunggu jam itu..."

Mata Kyuhyun menelusuri tubuh Sungmin yang berusaha menutupinya dengan selimut. Tatapan matanya sangat melecehkan. "Well kurasa sudah cukup kan penghormatanku atas virginitasmu?"

Lalu Kyuhyun naik ke ranjang dan merenggut tubuh Sungmin. Membawanya ke tempat tidur bersamanya. Kali ini tidak ada kelembutan. Lelaki itu tidak menahan-nahan diri lagi. Dan dia sudah siap. Dengan kasar dibukannya paha Sungmin dan tanpa basa basi dia menyatukan tubuhnya dengan Sungmin, yang entah kenapa sudah siap menerimanya.

Kyuhyun menyatukan tubuhnya dalam-dalam, sebuah erangan nikmat lolos dari mulutnya ketika dia merasakan kenikmatan yang menyengat, lelaki itu menatap Sungmin, antara bingung dan marah tercampur di dalam matanya.

"Kau.. Sungguh membuatku tergila-gila", Erangnya kasar sebelum bergerak dengan begitu ahlinya, membawa Sungmin menuju puncak kenikmatan.

Sungmin menatap tubuh telanjangnya di cermin, air panas mengalir dari pancuran menimpa tubuhnya, kamar mandi itu beruap, sehingga bayangan tubuhnya terpantul samar-samar di cermin.

Tadi Kyuhyun tidak lembut, well meskipun tidak sampai menyakitinya, tetapi lelaki itu berbeda dari semalam, gairahnya liar dan tidak ditahan-tahan lagi, meluapluap seolah olah sudah bertahun-tahun laki-laki itu tidak melampiaskan hasratnya.

Tapi itu tidak mungkin kan? Sungmin tanpa sengaja mengerutkan dahinya, Kyuhyun terkenal suka gonta ganti perempuan, perempuan yang dipacarinya selalu setipe, cantik bagaikan boneka, langsing, dari kelas atas dan terkenal, entah itu model, artis dan kebanyakan orang luar. Semua wanita itu rela menyerahkan dirinya pada Kyuhyun dengan sukarela.

Desas desus berkembang bahwa Kyuhyun kekasih yang sangat bergairah dan murah hati, tetapi tidak tanggung-tanggung mendepak pasangannya dengan kejam, karena dia tak pernah memakai hati dalam berhubungan.

Kekasih terakhir Kyuhyun, yang kemarin baru di gandengnya dalam acara pernikahan seorang anak direksi adalah artis film yang sedang naik daun, sangat cantik, tubuhnya tinggi langsing semampai dengan rambut cokelat bergelombang yang sangat halus bagaikan sutera, kulitnya pun tak kalah halusnya sepertu buah peach dan dia tampak sangat serasi, Seo Joo Hyun atau Seo Hyun, bergelayut manja di lengan Kyuhyun dengan tatapan memuja.

Apakah Kyuhyun juga akan melecehkan Seohyun seperti melecehkanku? Apa yang akan dilakukan Seohyun jika dia mengetahu semua ini? Tidak, apa yang akan dikatakan semua orang?

Sungmin mengernyit melihat bekas ciuman memerah di pundak dan sekitar buah dadanya. Kyuhyun lelaki yang suka meninggalkan tanda. Seperti singa jantan yang menandai betinanya, Sungmin tahu lelaki itu sengaja meninggalkan bekas-bekas ciuman di tubuhnya. Bahkan ada yang di sekitar pinggulnya.

Astaga, apa yang telah kulakukan ya Tuhan? Apakah aku sudah melakukan keputusan yang paling benar? Sungmin sudah tidak dapat menangis lagi, air matanya sudah habis dan hatinya sekarang terasa amat hampa.

Dengan pelan Sungmin meraih handuk dan mengeringkan tubuhnya lalu meraih jubah mandi yang tadi ditemukannya tergeletak di karpet, sepertinya Kyuhyun semalam melemparkannya ke lantai.

Dengan langkah pelan Sungmin keluar dari kamar mandi, bingung mau berbuat apa, dan bertanya-tanya dimanakah pakaiannya sekarang? Tatapannya menuju ke arah sofa, di situ ada kemasan pakaian. Sungmin melangkah dan mengambil kemasan itu, ya, ini pakaian wanita, masih baru, dari butik ternama lengkap dengan pakaian dalamnya. Apakah ini untuknya? Sungmin memegang kemasan itu dengan ragu.

Tapi dia juga tak mungkin memakai jubah mandi dalam kondisi telanjang seharian kan? Dengan hati-hati Sungmin membuka kemasan itu, sebuah gaun santai berwarna merah muda dari bahan yang sangat halus, apakah ini sutra? Dan pakaian dalam senada, Sungmin melihat ukurannya dan semuanya pas, Kyuhyun kah yang memesannya?

Dengan gerakan pelan dan tanpa menimbulkan suara Sungmin memakai pakaian itu, gaunnya terasa sangat nyaman menempel ditubuhnya, sebuah gaun santai satu potong sepanjang bawah lutut yang sangat elegan.

Setelah itu selama beberapa lama Sungmin berdiri ditengah kamar itu tanpa berbuat apa-apa.

Pandangannya mengarah ke arah ranjang yang seperti habis diserang badai, dan tubuh Kyuhyun terbaring disana, punggungnya tampak putih pucat terlihat di balik selimut kamar yang putih bersih.

Lelaki itu berbaring tengkurap salah satu lengan membingkai kepalanya, dan tubuhnya diam tak bergerak, Kepalanya terbaring miring di atas bantal. Sungmin mendekat pelan kesisi ranjang tempat Kyuhyun berbaring, wajahnya tampak damai sekali jika sedang tidur, dia tak tampak berbahaya.

Sungmin melirik ke arah jam dinding, satu jam lagi, seperti yang dikatakan oleh Kyuhyun tadi, dia ada janji dengan pengacaranya. Haruskah Sungmin membangunkannya? Tapi bagaimana nanti kalau Kyuhyun marah dan menuduhnya berani mengganggunya karena ingin segera mendapatkan uang pembayaran? Bukannya Sungmin tidak ingin segera mendapatkan uang itu, semakin cepat dia bisa membayar ke rumah sakit, semakin cepat Donghae bisa dioperasi. Tetapi Kyuhyun sudah cukup banyak memandang rendah dan melecehkannya.

Tiba-tiba handphone Kyuhyun yang diletakkan di meja samping ranjang berbunyi keras, membuat Sungmin hampir terlonjak karena terkejut. Tubuh Kyuhyun bergerak dan mata coklat yang tajam itu terbuka, langsung menatap Sungmin. Meski baru bangun tidur, rupanya Kyuhyun tipe lelaki yang langsung terjaga sepenuhnya detik itu juga.

Matanya langsung menelusuri tubuh Sungmin dari atas ke bawah tanpa satu incipun terlewatkan, tersenyum puas melihat penampilan Sungmin dengan baju barunya.

"Ternyata pilihanku tepat", desisnya parau sambil mengangkat telephone.

Telephone itu dari pengacaranya. Kyuhyun menyuruh Pengacara itu menunggu di restoran hotel satu jam lagi. Ketika Kyuhyun meletakkan telephonnya, Sungmin masih berdiri diam di tempatnya semula, tak tahu musti mengatakan apa.

"Pengacara akan datang satu jam lagi", dengan santai Kyuhyun berdiri dari ranjang, tak peduli dengan ketelanjangan tubuhnya, dan mengangkat alis tersenyum melihat Sungmin memalingkan wajahnya.

Dengan sengaja dia mendekat berdiri di depan Sungmin dan mengangkat dagu Sungmin agar menghadapnya, "Kenapa manis? Kau malu melihatku telanjang? Bukankah kita sudah menghabiskan waktu berjam-jam telanjang bersama"

Wajah Sungmin merah padam, tapi dia tidak berkata apa-apa. Kyuhyun mendengus lalu melepaskan Sungmin dan melangkah ke kamar mandi.

"Bagus kau sudah siap. Aku akan mandi setelah itu kita sarapan, lalu kita akan tanda tangani kontrak perjanjian, setelah itu kau akan mendapatkan uangmu."

.

.

TBC/END?