Sebelumnya :
Tap.. Tap..
Sesosok orang berkerudung hitam berjalan perlahan menyusuri taman yang tampak hancur dan kemudian ia meraih sesuatu.
"Da-Tenshi" ucapnya datar. Seketika bulu yang ia pegang terbakar dengan sendirinya.
"Jadi dia sudah mulai bergerak" lanjutnya sambil sesekali melihat taman.
"Berantakan sekali" ucapnya tiba-tiba.
Ctik
Ia menjentikkan jarinya dan taman yang awalnya hancur kini kembali ke kondisi semula.
Tap.. Tap..
Muncul seseorang pemuda berbaju hitam.
"Mau apa kau" tanya seorang berkerudung hitam.
"Tak biasanya kau membenahi tempat di dunia manusia. Yah aku hanya mencari angin segar" ejek pemuda itu.
"Kau ingin bertarung denganku" tanya orang itu dengan maksud membalas ejekan.
"Maaf aku sedang tidak mood" balas pemuda itu.
"Seperti bukan dirimu saja, Vali Lucifer"
"Yah urusan ku disini selesai, semoga kita takkan bertemu lagi" lanjut orang itu.
"Aku tak menjamin hal itu"
.
.
Title : Hikari or Yami
Rated : T-M
Genre : Adventure,Romance,and Supernatural
Pairing : Naruto X ?(Saran)
Disclaimed : Naruto & High School DxD
bukan punya saya.
.
Summary :
Apa jadinya jika seorang manusia biasa yang polos berurusan dengan makhluk Supranatural. Terlebih lagi dia memiliki sebagian dari apa yang disebut "Malapetaka" dan juga kekuatan aneh lainnya. Putih atau Hitam, Perdamaian atau kehancuran jalan manakah yang akan ia pilih
.
SmartNaru,StrongNaru,GodlikeNaru(Maybe),OverpowerNaru(Maybe),SacredGearsNaru
.
Warning : Abal, Gaje,Lime(Maybe),Lemon(Maybe), OC, OOC, Typo (Maybe),Death Chara(Maybe) and Etc.
.
"Naruto" = talking
'Naruto' = thinking
"Naruto"= Dragon/Sacred gears talking
'Naruto' = Dragon/Sacred Gears thinking
[Fire] = kekuatan Sacred Gears
.
.
Chapter 4
.
.
Heaven
Seorang wanita cantik berambut blonde kini tengah duduk di pinggir danau. Ia terlihat seperti merenungkan sesuatu.
'Kenapa.. Kenapa kau menentang ayah'
Ia lalu membasahi telapak tangannya dengan air danau.
'Dan sekarang dirimu dan ayah juga sudah tiada'
Tap.. Tap..
"Kau masih memikirkannya" suara dari pria yang tiba-tiba datang dihadapan gadis itu.
"Entahlah Nii-Sama" jawabnya pasrah.
"Aku tau perasaanmu. Tapi cobalah untuk mengerti, aku tak ingin kau berputus asa, Nii-Sama tak rela dirimu jatuh"
"Hn"balas si gadis acuh.
'Aku akan tetap menunggumu, meski itu tak mungkin' batin sigadis sebelum akhirnya ia meninggalkan danau itu mengikuti kakaknya.
.
Hutan Kuoh
Naruto POV
Asap mengepul disuatu tempat disertai dengan tumbangnya beberapa pohon ditambah lagi tanah yang penuh dengan kawah baik kecil maupun besar.
Blaaarrrr...
[Ruin Fire]
Api berintensitas tinggi mengujam beberapa pohon dan seketika pohon itu langsung lenyap menjadi abu.
Hosh.. Hosh..
Belum cukup. Kekuatan seperti ini belum cukup untuk mebinasakan gagak itu. Baru aku berlatih 5 jam sudah selelah ini.
"Kenapa denganmu. Untuk apa kau terus berlatih"
Aku mendengar ucapan Trihexa melalui batin namun aku menghiraukannya dan aku langsung bangkit dan melanjutkan latihanku.
"Hoy bocah, jawab aku" ucap Trihexa agak kesal.
"Tentu saja agar aku kuat dan bisa membalas dendamku dan juga demi menemukan adikku. Dan satu lagi, berhenti memanggilku bocah"
Mau tak mau aku juga menjawab pertanyaan Trihexa itu.
"Gaki, jika dendammu sudah terbalas dan juga kau sudah menemukan adikmu.. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya"tanya Trihexa yang entah kenapa menjadi serius.
"Itu belum memikirkan itu"jawabku asal. "Ah aku mau latihan lagi" lanjutku sambil mengumpulkan kembali kekuatanku.
[Headgear ON]
Headgear berwarna hitam kini telah melekat di kepalaku.
[Boost!]
[Division : Rune Axe]
Aku meningkatkan seluruh kekuatanku termasuk kinerja otak melalui "boost" dan segera membuat Headgearku menjadi kapak dengan aura hitam yang menyelimutinya.
Hyaaaaahhhh...
Ku ayunkan kapakku secara vertikal kedepan.
Wushh...
Kekuatan kapakku masih sangat lemah buktinya hanya 3 pohon di depanku yang berhasil kutumbangkan.
[Reset]
Mode headgearku tiba tiba menghilang.
"Baka gaki. Ketahanan fisikmu masih lemah" peringat Trihexa.
"Bagaimana mungkin aku lemah. Aku sudah berlatih selama 8 tahun menggunakan kekuatan ini"
Aku jengkel terhadap ucapan Trihexa yang seolah meremehkanku.
"Yang kau gunakan selama 8 tahun itu adalah kekuatan dari Sekiryuutei ayahmu dan juga kekuatanmu dari Sekiryuutei akan hilang tak lama lagi" balas Trihexa tak kalah sengit.
"Ja-Jadi latihanku selama ini bukan dengan kekuatanmu" ucapku tak percaya setelah mendengar perkataan Trihexa. Seolah latihanku selama ini sia-sia saja.
"Ya, tapi kau jangan kawatir. Berkat latihan kerasmu itu juga membuahkan hasil setidaknya bisa menampung kekuatanku"
Aku semakin terpuruk mendengar ucapan Trihexa. Aku lemah... Aku payah... Dan Aku adalah sebuah kegagalan.
"Menampung kekuatanmu? Apa maksudnya? Jadi aku berlatih selama ini cuma menjadi penampungan kekuatanmu" tanyaku penuh selidik.
"Hah.. Apa kau lupa jika Aku Trihexa666 atau makhluk pengkiamat dan aku adalah makhluk terkuat melebihi Juubi yang pernah diciptakan ayah. Tubuhku lebih besar dari Great Red dan kekuatanku melebihi Ophis meski aku pernah dikalahkan oleh seorang wanita pengendali Juubi dengan memecah kekuatanku menjadi 2 bagian. Jadi untuk menggunakan kekuatanku diperlukan tubuh yang kuat" jelas Trihexa panjang lebar.
Aku hanya berohria mendengar penjelasan yang menurutku membosankan. Aku pun segera berdiri kembali membuat sihir untuk membereskan tempat yang kugunakan untuk latihan sekaligus melepas Kekkai.
"Sudah selesai"
"Hoam...Aku ngantuk mau pulang"
Naruto POV END
.
.
Vatikan
Sebuah negara kecil yang terletak di ibu kota Italia, Roma. Sebuah kota suci yang banyak menghasilkan exorcist-exorcist yang bertugas melindungi manusia dari ancaman makhluk supranatural.
"Kau kenapa apa kau sakit" tanya seseorang berambut pirang twintail.
"Hm aku tak apa kok, hanya kelelahan saja" jawab sigadis bohong.
'Onii-Chan kau dimana'
.
-Time Skip 2 days-
.
Kuoh Academy
Sepert biasa tokoh utama kita kali ini sedang bersantai ria di atap sekolah sambil menikmati indahnya awan.
"Aku pasti akan menemukanmu Imouto" gumam Naruto sambil berbaring dengan menganggakat satu tangan yang mengepal.
"Ah ada apa lagi iblis-iblis ini ia suka sekali mencariku" lanjut Naruto karna menyadari aura iblis yang mendatanginya.
Cklek..
"Oh ternyata kau disini Namikaze-Senpai" ucap pemuda yang sat ini menjadi pangeran Kuoh walau sedikit Ecchi.
(A/N : saya buat disini sifat Issei dan kiba tapi gak mesum amat dan dia sedikit pemalas)
"Ada perlu apa kau mencariku Yuuto-san" tanya Naruto datar.
"Boing-Senpai mencarimu" jawab kiba asal.
"He.. Boing?"
"Eee... Maksudku Rias-Senpai mencarimu. Dia ingin kau keruang clubnya sekarang" jawab Kiba malas.
"Kalau aku menolak" ucap Naruto datar.
"Aku akan menyeretmu"
Naruto kemudian bangkit dan berdiri ia lalu mendekati Kiba.
[Confuse]
Ctik
Tubuh Kiba menegang tiba-tiba. Memanfaatkan keadaan Kiba, Naruto kemudian kabur dengan lingkaran sihirnya meninggalkan Kib yang tengah diam membatu seperti patung. Tak lama kemudian Kiba dapat bergerak kembali namun ia lupa akan tujuannya saat ini.
"Eh kenapa aku disini. Ah ini aneh"Kiba langsung pergi begitu saja.
.
.
Sriingg...
Naruto kemudian memasuki rumah kosnya yang kebetulan tak terkunci karna Shion lagi libur kuliah.
"Tadaima" ucap Naruto.
"Okaeri Naruto. Tumben kau sudah pulang jam segini" ucap wanita yang tak lain adalah kakak Naruto.
"Aku lagi malas Nee-Chan" balas Naruto kemudian ia masuk kedalam kamarnya.
Cklek...
"Oh ya Nee-Chan"
"Ada apa Naruto"
"Aku akan ke Vatikan besok" ucap Naruto santai sambil memakai kaos putih berlambang pusaran air.
Bruusshhh...
Shion yang tengah asik minum teh tiba-tiba menyemburkan tehnya setelah mendengar jawaban Naruto.
"APAA... Ke Vatikan kenapa tiba-tiba" tanya Shion yang masih dalam mode terkejut.
Cklek...
"Tadaima..." Ucap gadis bersurai merah yang tiba-tiba masuk.
"Okaeri..Sara-Chan" balas Naruto dan Shion kompak.
"Aduh.. Ada apa sih Shion-Nee teriak-teriak" ucap Sara kemudian masuk dan merebahkan dirinya ke sofa.
"Bagaimana tidak teriak Sara-Chan, karna si Baka ini akan pergi ke Vatikan" ucap Shion.
"Vatikan ? Eh...Vatikan Italia maksudmu" ucap Sara kaget.
"Iya begitulah Sara-Chan"
"Lalu jangan bilang kau kesana untuk mencari adikmu Naruto" lanjut Sara dengan menoleh kearah Naruto yang tengah berdiri didepan pintu kamar.
"K-Kenapa kau bisa tau Nee-chan~"
"Aku tau karna aku membaca surat di meja belajarmu" ucap Shion memotong perkataan Naruto.
"Eh.. Naruto-Kun punya adik" tanya Sara pada Shion.
"Belum lama aku mengetaui kalau aku mempunyai adik perempuan" bukan Shion yang menjawab melainkan Naruto.
"Jadi berapa lama kau tinggal di Vatikan" tanya Shion tiba-tiba.
"Mungkin sekitar seminggu" jawab Naruto santai.
"Tapi bagaimana dengan sekolahmu? Kau kan kemarin baru pulang dari Kyoto" tanya Shion.
"Aku sudah mendapat ijin dari kepala sekolah dan juga tolong jaga Sara-chan" jawab Naruto.
"Naruto-kun,kau tidak mengajakku"tanya Sara.
"Aku hanya sebentar kok Sara-chan" ucap Naruto disertai senyuman.
"Hah baiklah kalau itu maumu tapi ijinkan aku untuk mengantarmu ke bandara"balas Sara lesu.
"Baiklah.. Sara-chan" ucap Naruto tk luma dengan senyumnya yang membuat wajah Sara memerah.
.
.
Kuoh International Airport
"Nee-Chan aku pergi dulu"ucap Naruto sambil memeluk Shion.
"Naruto jaga dirimu" balas Shion sambil membalas pelukan Naruto.
"Naruto-kun"ucap gadis bersurai merah yang membuat NaruShion melepas pelukan mereka.
"Ya Sara-chan"balas Naruto.
"Cepatlah kembali" ucap Sara malu-malu.
"Khe aku pasti kembali Sara-chan tenang saja" balas Naruto tak lupa dengan senyum lima jari miliknya.
"Dah... Nee-chan, Sara-chan" lanjut Naruto berjalan kearah pesawat sambil menoleh kearah keduanya dengan berdada-dada.
.
.
Kuoh Academy
Occult Research Club
Seorang gadis cantik bersurai crimson saat ini sedang asik menikmati tehnya serta sambil menatap papan catur didepannya.
"Buchou apa kau masih ingin menyelidiki tentang Naruto Uzumaki" tanya perempuan bersurai darkblue disampingnya.
"Yah, dan juga ingin sekali dia menjadi budakku, Akeno" jawab gadis Crimson menyeringai.
"Ano Buchou bukannya kau sudah punya Sekiryuutei"tanya Akeno.
"Si Sekiryuutei itu terlalu bodoh dan juga lemah, sia-sia aku membangkitkannya dengan 8 bidak pion" balas Rias. Akeno hanya menghela nafas akibat sifat keras kepala dan egois Rias.
"Terserah kau saja Rias"
.
-Time Skip-
.
Vatican
Seorang pemuda berambut blonde yang tengah berdiri di depan pintu masuk bandara dengan mencangklong tas di pundak sebelah kanan.
"Jadi ini Vatican tempat adikku berada sekaligus tempat suci yang katanya berhubungan langsung dengan Tenshi terutama para seraphim" ucap Naruto sambil melepas kaca mata hitam yang sedari tadi ia gunakan.
Flashback On
Kyoto
Naruto POV
Sejujurnya aku enggan untuk datang ke tempat ini. Karna kenangan buruk masa lalu yang terus menghantui tidurku. Namun mau tak mau aku akan tetap datang kesini karna mencari tentang jati diriku dan keberadaan adikku.
"Ini mengerikan"
Saat ini aku tengah berada di tempat yang dulunya rumahku, Namikaze Mansion. Aku sempat terkejut dengan keadaan rumahku dulu, nampak tak terurus dengan lumut didinding yang masih berdiri dan tak lupa garis polisi yang melintang di gerbang rumah.
Perlahan kubuka gerbang dan menuju kedalam rumah mencari tempat dimana laboratorium bawah tanah milik ayahku. Aku masukkan dataku berupa sidik jari ,sampel darah dan scan mata.
Aku mulai melangkah masuk ke lab ini. Debu dan juga udara yang pengap menjadi sambutan kedatanganku namun anehnya semua yang ada disini tersusun rapi. Langsung saja kubergegas mencari data tentang kekuatanku ini dan benar saja aku menemukan secarik kertas dan foto seorang gadis kecil berusia 5 tahun.
"Selamat ulang tahun yang ke 17 Naruto"
"Aku yakin kau pasti bingung dengan foto ini"
"Dia adalah adikmu Naruto, Asia Namikaze dia saat ini berada di Vatican"
"Maafkan Tou-chan dan Kaa-chan karna menyembunyikan ini darimu Naruto"
"Semoga dilain waktu kita bisa bersama kembali sebagai keluarga"
Tak kuasa air mataku kembali jatuh saat membaca surat tersebut. Namun setelah itu di loker yang sama tempat aku menemukan foto dan surat, terdapat suatu kode dan kunci mirip kunci brankas.
"Kode dan kunci? Mungkinkah ini kunci brankas dan 1999"
Ini adalah kode dan kunci brankas dan kalau dilihat sepertinya kode ini memiliki 3 angka belakang yang sama lalu apa gunanya kode ini dan jika ada kunci pasti akan ada yang dibuka jadi aku harus menemukannya.
"999 angka yang unik karena walau di bolak balik hasilnya masih menjadi angka dan juga 9 mirip dengan tomoe, jadi 999 sama dengan 3 tomoe ini sama dengan gambar lingkaran dengan 3 tomoe di~"
"Lukisan itu" ucap ku sambil berjalan menuju lukisan bergambar 3 tomoe dengan pola riak air sebagai backgroundnya.
Dan benar saja dibalik lukisan terdapat brankas dengan model password dengan lubang kuci di tengahnya. Saat aku masukkan password dan selalu gagal.
"Cih ini brankas password huruf,kenapa di sini tertulis 1999 padahal itukan angka. Tunggu... 1999 jika 999 sudah memecahkan teka-teki pasti yang 1 itu kunci ini yang mirip angka 1. Tapi 999 dalam huruf?" Aku bingung dengan password kali ini dan aku teringat kembali jika angka 999 jika dibolak balik menjadi 666.
"Oy gaki nampaknya kau sedang bingung"tanya Trihexa tiba-tiba.
"Kau jangan gangu aku Trihexa aku lagi serius~"
"Eh si 666 pembawa petaka,Trihexa. Aku berterimaksih padamu kawan" lanjut naruto senang.
"Hah terserah aku mau tidur" balas Trihexa.
Dan aku coba dengan mengetik "Trihexa" dan "the password is accepted" langsung saja aku buka brankasnya di dalam terdapat 2 botol cairan dan tertulis "Ophis Blood" dan "Gread Red Blood" tak lupa secarik kertas sihir dan buku yang sudah tua.
"Gaki kita harus bergegas keluar dari tempat ini aku merasakan ada yang sedang mengintai rumah ini" ucap Trihexa memberi peringatan.
"Baiklah"
Naruto POV END
Flashback Off
.
Normal POV
Malam hari disebuah taman terlihat seorang wanita berambut pirang duduk di ayunan, ia seperti sedang merenungkan sesuatu. Sekilas ia melihat sepasang kekasih yang tengah bersenang-senang dengan penuh canda tawa. Ia hanya tersenyum miris melihat pasangan tersebut.
'Seandainya kau masih ada disini, apa kita bisa seperti mereka' batin gadis itu miris dan tanpa ia sadari air matanya jatuh tanpa bisa dibendung.
Hiks..
"Apa yang akan dilakukan manusia jika melihat malaikat cantik sepertimu menangis" ucap pemuda blonde bermata biru safir sambil memberi sapu tangannya pada gadis tersebut.
Melihat ada yang membicarakannya gadis itu menoleh kearah pemuda yang memberinya sapu tangan, dan mau tak mau harus merima sapu tangan itu untuk mengelap air matanya.
"A-Arigatou ano~"
"Naruto, Naruto Uzumaki. Panggil Naruto saja aku tak terlalu suka keformalan" otong Pemuda itu.
"Arigatou Naruto" ulang si gadis sambil mengembalikan sapu tangan yang diberikan Naruto.
"Sudahlah simpan saja"ucap Naruto.
Cukup 2 menit keheningan tercipta diantara mereka.
"Ano perkenalkan namaku Gabriel" ucap gadis itu memecah kesunyian. "Naruto aku mau bertanya padamu" lanjut Gabriel dengan wajah imutnya.
Naruto bengong seketika melihat wajah cantik malaikat di sebelahnya.
"...to"
"...ruto"
"..naruto"
Uca Gabriel sambil melambai-lambaikan tangannya di wajah Naruto.
"Aaahh.. Yaaa... Ada apa Gabriel-chan" ucap Naruto gugup. Sementara si gadis hanya memerah mendengar embel embel yang Naruto berikan padanya.
"Mou...Kau tadi melamun terus. Memang ada yang aneh dari wajahku" ucap Gabriel sebal.
"Ah... Aku hanya berpikir betapa cantiknya malaikat yang aku temui ini" jawab Naruto asal memang seperti gombal.
Blush! wajah Gabriel memerah sempurna. Hatinya berdetak kencang tak karuan.
'Perasaan ini sama seperti dulu' batin Gabriel.
"Kau kenapa" ucap Naruto sambil menaruh telapak tangannya di dahi Gabriel.
"Ah.. Na-Nandemonai" balas Gabriel gugup.
"Lalu apa yang ingin kau tanyakan dariku" tawar Naruto dan ia kemudian duduk di ayunan sebelah Gabriel yang kosong.
"Ke-Kenapa Naruto tau jika aku seorang malaikat" tanya Gabriel.
"Oh itu, aku tau dari auramu"jawab Naruto santai.
Gabriel terkejut dengan ucapan Naruto. Bagaimana bisa seorang manusia tau dirinya adalah Malaikat terlebih ia telah menekan auranya ketitik terendah. Ada satu dipikiran Gabriel bahwa pemuda disampingnya yakni ia pasti bukan manusia biasa.
"K-Kau pasti bukan manusia biasa kan Naruto" Tanya Gabriel.
"Ya kau benar"jawab Naruto.
"Sacred Gears kah"
"Mungkin bisa dibilang begitu"
Tak lama kemudian Naruto berdiri dan menghadap Gabriel.
"Ano maaf aku tak bisa lama-lama, aku harus cepat menemui adikku. Senang bisa bertemu denganmu. Kuharap kita bisa bertemu lagi"
"Jaa ne Gabiel-chan" ucap Naruto sambil berjalan meninggalkan taman tak lupa ia lambaikan tangannya.
'Kita pasti akan bertemu kembali, Naruto-kun' batin Gabriel. Kemudian ia mengepakkan sayapnya dan terbang kembali menuju surga.
.
.
.
-To Be Continued-
.
.
.
Maaf atas keterlambatan saya, karna banyak sekali urusan duniawi yang menumpuk. Belum lagi laptop saya rusak so jadinya ketik di hp.
Jawaban Review kalian yang non login
Owari Ahr
Gan kalau bisa buat naruto punya hachimon tonkou gan dan soal pair mini harem aja gan soalnya mnurut ane harem udh mainstream itu sran dri ane gan klau gk mau gpp gk mksa ane ok segitu ajalah Tetap lanjutkan gan " ane dukung sampai titik DARAH penghabisan "
Saya hargai saran agan tapi kayaknya kga mungkin karna Naruto kaga punya Chakra dan untuk pair ini memang mini Harem karna cuma 4 orang saja, 1 dari Author 3 dari Reader. Dan Arigatou telah mendukung saya melanjutkan fic ini.
meow
kekuatan naruto setingkat apa thor? trus ane pilih gabriel..itu aja thor
Mungkin masih setingkat Kokabiel. Dan thank udah ikut voting.
Guest
Ini cerita apaan? kenapa isinya cuma dialog monoton dengan penggambaran suasana yang sangat sedikit bahkan kagak ada.
.
Satu kata "Payah"
Itu memang saya 3 sampai 4 kebanyakan dialog aja selebihnya akan saya buat penggambaran suasana yang lebih mulai chapter 5
DAMARWULAN
kalau naruto manusia haremnya juga manusia donk
Saya kaga tega kalau haremnya manusia lagi pula kan ada nanti daftar harem Naruto yang manusia.
xxx
trihexa naga ya ? baru tau ane
Secara spesifikasi sih lebih dominan Naga meski ia juga merupakan gabungan dari beberapa hewan lain.
Genrz chapter 3 . Jul 5
hmm..ane bingung mau bilang apa..ok next ajh ya,INFINITY kpan di up?
Udah Up kemarin 2 hari lalu.
.
Voting Sementara
(unggul banyak)
Sudah diurutkan.
Profil
Name: Naruto Namikaze
Nicknames:
Partner : Trihexa
Race: Human
Abilities:
Boost! : menggandakan kekuatan,kecepatan,fisik,stamina,regenerasi dan kinerja otak.
Resistant : menghentikan waktu sesaat untuk menahan serangan.
Canon Blaster : serangan dengan menggunakan Sinar laser berwarna hitam yang keluar dari telapak tangan.
Teleport : berpindah tempat dengan sekejap. Cara kerjanya hanya membayangkan tempat yang akan dituju.
Division : merubah Headgearnya menjadi benda apapun yang diinginkan pemilik.
Ruin Fire : memunculkan lingkaran sihir dia atas lawan lalu dari lingkaran sihir tersebut keluar api yang sangat panas yang turun menghujam area di bawahnya. Efek samping dari sihir ini : terlalu banyak memakai Mana dan sangat sulit di kontrol.
Confuse : semacam sihir hipnotis dimana pengguna akan mengganti inggatan korban dengan sesuka hatinya. Efek samping dari sihir ini : pengguna akan merasa pusing.
Equipment:
HeadGear
Sayap mekanik
Magic Paper
Relatives:
Minato (Ayah) - Dead
Kushina (Ibu) - Dead
Shion (Kakak sepupu) - Alive
Shinji Namikaze (Paman) - Alive
Harem List : -
Affiliations : -
.
.
See You Next Chap
Kritik dan Saran
Uzumaki Bolt Out
