Past or Present, Which One You Will Choose ?

Disclaimer : the casts belong to God and Masashi Kishimoto but this story belongs to me

Warning ! This is YAOI story

.

.

Ketika kau harus memilih, mana yang akan kau pilih ? Sesuatu yang ada dalam genggamanmu tapi masih kau ragukan atau ... sesuatu yang dulu pernah ada dalam genggamanmu, sempat terlepas, tetapi ingin kembali pulang ?

.

.

.

Disini kuitinggalkan keping-keping kenangan yang takkan kuingat lagi.

Semua cerita yang takkan terulang kembali.

Sejumput kepahitan yang takkan pernah kureguk lagi.

Detik ini, disini, aku melihat dan merasakan semua itu untuk terakhir kali.

Saat kuputuskan untuk melangkah, aku takkan menoleh ke belakang.

Berharap bayang-bayang kelam masa lalu terhapus mengiringi 1000 langkahku.

.

..

...

...

'Krek'

"Siapa disana ?"

"Hai, manis. Kau sendirian, heum ? Bagaimana jika kutemani ?"

"S-siapa kau ? Menyingkir dariku !"

"Jangan takut, manis"

"To-tolong.. Tolong.."

'Sasuke, sasuke tolong aku'

Gaara memejamkan matanya saat pemuda berpiercing di hadapannya mulai memajukan wajahnya. Pikirannya kacau, kakinya terasa meleleh. Ia berharap Sasuke datang menolongnya.

.

'BRUGGHH'

'DUAKKK'

"Menjauh dari kekasihku, sialan !"

"Wah wah wah ada pangeran berkuda putih yang hendak menyelamatkan putrinya"

"Tch, cerewet"

Sasuke melayangkan pukulan tepat di rahang kiri pemuda itu. Tak hanya di bagian rahang, Sasuke melayangkan pukulan pada bagian yang sanggup ia jangkau. Sasuke lepas kendali, ia tengah dikuasai oleh kemarahannya.

Siapa yang tak emosi jika orang yang dicintainya hendak disentuh oleh pemuda kurang ajar. Sungguh, Sasuke ingin mematahkan leher orang ini.

.

"S-sasuke, s-sudah cukup. Dia bisa mati" cicit Gaara

"Kau tak apa, Love ?" Sasuke menghampiri Gaara setelah memastikan pemuda yang tadi hendak menyentuh Gaara benar-benar pingsan

"U'n, arigatou"

"Mulai detik ini kau tak kuiizinkan pergi sendirian, aku akan selalu menemanimu"

"Ta-tapi-"

"Satu lagi, kau adalah kekasihku sekarang dan selamanya"

"E-eh ?"

.

.

.

.

2 months later...

"Hurry up, Love" Sasuke menarik tangan Gaara menyusuri koridor

"Kita mau kemana, Sasuke ?"

"Sudahlah, ikut saja"

.

Sasuke membawa Gaara menuju ruang musik. Ia segera mengambil tempat di depan piano. Ia mulai melantunkan melodi untuk kekasihnya..

.

Seandainya harapan ini menjadi kenyataan

Apakah kau percaya kebahagiaan pertama dan terakhir ?

Sejak dua orang menjadi akrab

Aku mencari berbagai kata-kata cinta

Merasa lebih bahagia dari orang lain di dunia ini

Hari-hari tak terduga ini tak pernah berakhir

Tetap tak akan berubah selamanya

Aku percaya pada takdir daripada keajaiban

Jika kau adalah bentuk cinta abadi, betapa bahagianya kita berdua, kan ?

Kegembiraan terlimpah karena senyuman

Tapi di malam itu aku merasa sedih dan menangis

Bersama denganmu

Aku mencintaimu sekarang dan selamanya

Akan di sampingmu selamanya

Cinta kita akan abadi jika itu dirimu

Aku mencintaimu sekarang dan selamanya

Akan di sampingmu selamanya

Cinta kita akan abadi

Tapi apakah kau mencintaiku ?

Karena hanya dirimu seorang tak ada yang lain

Aku akan selalu memberikan semua cintaku

Aku bersumpah untuk mencintaimu dengan hidupku

.

.

Gaara tak berkedip melihat Sasuke menyanyikan lagu itu. Setetes liquid bening mengalir di pipinya.

"Love, nande ? Kenapa menangis ?"

"Lagu itu sangat indah"

"Arigatou untuk 2 bulan ini. Kau sudah mewarnai hariku. Aishiteru yo, Gaara"

"Aishiteru mo, Suke"

Gaara yang melihat Sasuke merentangkan tangannya segera menghampiri Sasuke dan memeluknya. Mereka menikmati keheningan yang tercipta.

.

.

.

Gaara memandang langit-langit kamarnya, mengingat saat-saat dimana Sasuke menyanyikan lagu romantis untuknya tepat 2 bulan hubungan mereka. Ia tidak berhenti tersenyum, ia bahagia memiliki kekasih yang penuh perhatian seperti Sasuke. Suara dering ponselnya menariknya dari lamunannya. Ia tersenyum melihat nama yang tertera pada ponselnya. Sasuke, kekasihnya.

"Mosh-"

"Bersiaplah, aku akan menjemputmu 30 menit lagi"

"Kita mau kemana ?"

"Kau akan tau nanti"

.

Sambungan terputus, Gaara segera bersiap-siap. Ia memilih kaos lengan pendek bergambar jeruk dan dilapisi dengan jaket berwarna hitam.

Ia segera turun dari kamarnya setelah melihat Sasuke mengeluarkan mobilnya dari garasi. Ia menghampiri Sasuke yang bersandar di samping mobil. Sasuke membukakan pintu untuk Gaara lalu mengemudikan mobilnya. Entah berapa kali Gaara bertanya kemana mereka akan pergi, dan hanya dijawab Sasuke dengan senyum tipis. Gaara menyerah dan memilih menatap jalanan di depannya.

"Sudah sampai, Love"

"Eclairs cafe ?"

"Hn"

.

Sasuke menggenggam tangan Gaara, ia membawa kekasihnya menuju meja di depan panggung kecil dengan piano di atasnya. Ia meninggalkan Gaara dan naik ke atas panggung. Ia mulai menekan tuts piano dan menyanyikan lagu yang pagi tadi ia nyanyikan. Gaara tak berkedip menyaksikan kekasihnya yang menyanyikan lagu itu penuh penghayatan.

"This song is special for my Love. Thanks, you always love me that full of faults. I hope our relationship will last forever. Aishiteru, Gaara"

.

Pengunjung lain bertepuk tangan menyaksikan interaksi antara kedua namja itu. Hari sudah semakin gelap, Sasuke memutuskan untuk mengantarkan Gaara pulang sebab esok harinya mereka masih harus bersekolah.

.

.

.

.

"Hey, kudengar kita kedatangan murid baru"

"Hontou ? Darimana kau mengetahuinya, Kiba ?" tanya Sai antusias

"Aku melihatnya saat melewati ruang guru"

"Apakah dia perempuan ?" tanya Neji tak kalah antusias

"Iie, tapi wajahnya manis seperti perempuan"

.

Obrolan antara Kiba, Neji, dan Sai terpotong karena Kurenai telah memasuki ruang kelas mereka.

"Kalian mendapat teman baru lagi. Ayo masuk, perkenalkan dirimu" titah Kurenai pada murid yang berada di depan pintu kelas 11-1.

.

Siswa itu masuk lalu mulai memperkenalkan dirinya, ia mengangkat wajahnya dan terkejut saat melihat orang yang sangat dikenalinya. Jantungnya berdegup kencang namun ia berusaha untuk terlihat tenang.

"Boku wa Uzumaki Naruto desu. Aku pindahan dari Osaka. Yoroshiku !"

"Kau boleh duduk di belakang Uchiha Sasuke. Uchiha Sasuke angkat tanganmu"

Siswa itu berjalan menuju bangku di belakang Sasuke. Selama pelajaran Kurenai, Sasuke merasa punggungnya seperti terbakar karena tatapan murid baru itu. Ia merasa tidak nyaman dengan murid baru yang terus memperhatikannya itu.

"Pssst. Nii-chan, daijobu desu ka ?" bisik Sai

"Hn"

.

Setelah pelajaran Kurenai usai, seluruh murid 11-1 mengerubungi meja Naruto. Mereka berebut untuk berkenalan dengan siswa manis itu. Ya seluruh murid kecuali 2 anak kembar tak identik yang memilih duduk manis di bangku mereka. Keduanya tak berniat berkenalam dengan murid baru itu. Gaara yang menyadari hal itu segera menghampiri keduanya.

"Kalian tidak ingin berkenalan dengannya ?"

"Tidak, kami sudah tau namanya"

"Tch, bukan itu maksudku Albino no Baka"

"Hey kalian, ayo ke kantin" ajak Neji

"Gomen, aku tak lapar" jawab Sai

"Bagaimana denganmu, Suke ?"

"Gaara membuatkanku bekal"

"Baiklah"

.

Mata Naruto tak berhenti menatap interaksi antara Sasuke dan Gaara. Sasuke menyadari tatapan Naruto tetapi ia memilih mengabaikannya.

.

.

.

"Suke-teme, cotto matte"

Sasuke dan Gaara yang berniat pulang bersama menghentikan langkah mereka. Keduanya berbalik dan menemukan Naruto sedang berlari menuju ke arah mereka. Nafasnya terengah-engah karena mengejar Sasuke.

"Uzumaki-san, daijobu desu ka ?" Gaara memegang bahu Naruto

"Daijobu. Bolehkah aku berbicara dengan Suke-teme ?"

"Nande ?" tanya Sasuke

"Eungg.."

Naruto menatap ke arah Gaara. Dan langsung dimengerti oleh Gaara, Naruto hanya ingin berbicara dengan Sasuke. Gaara merasa sedikit takut meninggalkan Sasuke dengan Naruto sendirian. Perasaanya tak enak, apalagi mendengar panggilan spesial Naruto untuk Sasuke. Yah, walaupun panggilan itu terdengar sedikit kasar tetapi menurut Gaara itu adalah panggilan spesial karena Sasuke tak terlihat keberatan. Namun ia memilih menuruti keinginan Naruto.

"Aku tunggu di gerbang" ucap Gaara lalu meninggalkan kekasihnya bersama Naruto

'Apa mereka sudah saling kenal ? Mengapa ia memanggil Sasuke dengan sebutan Teme ?'

Gaara terus menerka-nerka apa yang terjadi di antara Sasuke dan Naruto.

.

.

"Teme, gomen ne"

"Untuk apa ?"

"Gomen, aku sudah menyakitimu"

"Daijobu" Sasuke mencoba tersenyum

"Kau tak marah padaku ?"

"Tidak, aku hanya kecewa padamu"

"Gomen, hontou ni gomenasai. Hiks hiks. Aku masih mencintaimu"

"Apa maksudmu ?"

"Aku masih mencintaimu, Teme. Aku tak pernah mencintai Sasori, aku hanya terobsesi padanya. Kumohon kembalilah padaku"

"Aku tak bisa, Naru. Aku sudah memiliki Gaara"

.

Naruto merasa seperti tertimpa batu besar. Ia ditolak oleh pemuda yang dulu mengisi hatinya. Liquid bening mulai mengalir di pipinya. Ia tak peduli ada Sasuke di hadapannya, ia menumpahkan segala kesedihannya. Bahunya bergetar dan wajahnya mulai memerah, Sasuke spontan memeluk Naruto. Hatinya seperti dicubit melihat Naruto menangis. Ia mengelus punggung Naruto, mencoba menenangkan mantan kekasihnya itu.

.

Beberapa menit kemudian, tangis Naruto mulai mereda walaupun ia masih sesegukan. Sasuke tidak tega membiarkan Naruto pulang sendirian dalam keadaan seperti ini. Ia memutuskan untuk mengantarkan Naruto pulang dan itu berarti ia membiarkan kekasihnya pulang sendirian sebab rumah mereka berbeda arah. Sasuke menggenggam tangan Naruto untuk memberi kekuatan pada Naruto.

Gaara sangat senang melihat kekasihnya datang. Akan tetapi senyumnya luntur setelah melihat Sasuke menggenggam tangan Naruto.

"Love, bisakah kau pulang sendiri hari ini ? Aku harus mengantar Naruto dulu"

"Baiklah" jawab Gaara pelan

"Gomen, Love"

"..."

"Kabari aku jika kau sudah sampai rumah, ne ?"

"U'n"

.

.

.

Sasuke mengantar Naruto ke apartmen sederhana milik Naruto. Saat ia ingin kembali ke rumahnya, Naruto memeluknya dari belakang. Naruto terus meminta Sasuke untuk menemaninya sebentar. Sasuke memilih menuruti permintaan Naruto. Toh tidak ada salahnya memperbaiki kerenggangan di antara mereka. Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda ria hingga terlupa akan waktu yang telah berlari meninggalkan mereka. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Sasuke merutuki kebodohannya yang terlarut dalam nostalgia masa lalu.

"Aku harus pulang, Dobe"

"Ini sudah terlalu larut, Teme. Menginaplah disini"

"Tapi-"

"Onegai~"

"Baiklah"

.

"Kau tidurlah, aku akan tidur di sofa"

"Nyanyikan lullaby untukku" pinta Naruto

"Hn"

.

Sasuke menyanyikan lullaby untuk Naruto, ia mengelus rambut Naruto pelan. Naruto sangat menyukai saat-saat dimana Sasuke mengelus rambutnya penuh kasih sayang ketika mereka bersama dulu. Nyanyian Sasuke mengantarkan Naruto ke alam mimpi. Suara dering ponsel mengejutkan Sasuke yang sedang memperhatikan wajah damai Naruto. Sasuke tertohok melihat nama yang tertera pada layar ponselnya, Gaara, kekasihnya. Ia bahkan melupakan kenyataan bahwa ia memiliki Gaara saat sedang bersama Naruto. Apakah ia masih mencintai Naruto ?

.

Sasuke bangkit untuk mengangkat telepon dari kekasihnya namun tarikan di ujung bajunya menghentikan langkahnya.

"Jangan pergi, Teme" lirih Naruto2

"Aku tidak akan kemana-mana"

Sasuke me-reject panggilan dari kekasihnya. Toh, Gaara pasti akan selalu memaafkannya.

.

.

.

Gaara tengah menginterogasi Sasuke di salah satu koridor yang tampak sepi.

"Kau tidak pulang semalam ?"

"Hn. Gomen, aku harus menemani Naruto"

"Jadi karena itu kau tak mengangkat telepon dariku ?!" Gaara mulai terisak

"Bukan begitu. Love, jangan menangis. Kumohon"

Sasuke merengkuh tubuh mungil Gaara yang bergetar. Ia terus mengucapkan kata maaf.

"Love, gomen ne"

"Tak apa" jawab Gaara

"Kau tak marah lagi padaku ?"

"Tidak, maaf aku terlalu egois"

.

Sasuke tersenyum, Gaara sangat pengertian. Manik obsidian Sasuke beralih pada sosok yang sedari tadi mengintip mereka dari balik tembok. Chen dan sosok itu saling bertatapan tanpa diketahui oleh Gaara karena posisi Gaara membelakangi sosok tersebut. Tersirat kerinduan dalam tatapan keduanya. Sasuke memutuskan kontak mata, ia tak mau Gaara menyadarinya. Ia mengajak Gaara kembali ke kelas karena pelajaran akan dimulai sebentar lagi.

.

Gaara memandang Naruto dengan tatapan yang sulit diartikan. Masih ada setitik kekesalan atau mungkin kebencian dalam hati Gaara. Ia takut jika Sasuke meninggalkannya demi siswa yang baru 2 hari berada di kelas mereka. Ia mencintai Sasuke lebih dari apapun.

.

.

Pelajaran telah usai, murid-murid mulai meninggalkan sekolah termasuk Sasuke dan Gaara. Sejak berpacaran, Sasuke selalu pulang bersama Gaara tanpa teman-temannya. Sebenarnya Sasuke dan Gaara tak keberatan sama sekali jika mereka pulang bersama-sama seperti dulu. Namun, Neji, Kiba, dan Sai memaksa untuk memisahkan diri dari mereka karena mereka ingin memberikan privasi bagi Sasuke dan Gaara.

.

.

.

Sasuke sedang mengerjakan soal-soal saat ada pesan masuk di ponselnya. Ia membuka pesan itu.

.

From : Naru-dobe

Chenchen, aku bosan~

.

To : Naru-dobe

Ingin berjalan-jalan ?

.

From : Naru-dobe

Tentu ^^

.

To : Naru-dobe

Aku akan menjemputmu 30 menit lagi

.

Setelah membalas pesan Naruto, Sasuke segera bersiap-siap. 30 menit kemudian, ia mengendarai mobilnya menuju apartment Naruto. Ternyata Naruto telah menunggunya.

"Apa aku terlambat ?"

"Tidak" Baekhyun tersenyum

"Ayo"

.

"Ada tempat yang ingin kau kunjungi ?"

"Umm, bagaimana kalau Fuji-Q Highland ?"

"Baiklah"

.

.

Sasuke dan Naruto telah sampai di Fuji-Q Highland. Sasuke sangat bahagia melihat orang yang ia cintai tersenyum. Maaf ? Apa tadi ia bilang 'orang yang ia cintai' ?. Ya, hatinya bimbang, harapan untuk kembali bersama Naruto mulai muncul tapi bagaimana dengan Gaara ? Ah, sudahlah ia tidak ingin memikirkan apapun untuk saat ini. Biarkan ia menikmati waktunya dengan sosok yang pernah atau bahkan mungkin masih mengisi ruang di sudut hatinya.

.

"Arigatou, Teme. Aku sangat senang"

"Hn"

"Aishiteru yo, Teme"

"Aishiteru mo, Dobe" ucap Sasuke tanpa berpikir panjang

.

.

.

.

.

Yo Yo Yo, Aika dateng lagi nih..

Aika dateng bareng Naruto-nii di chapter 3 ini..

.

Mmm, Aika agak sedih karena review fic ini makin lama makin kurang, hiks hiks T.T

Tapi apalah daya ? Aika cuma bisa berharap para siders sedikit tergerak untuk mereview walau hanya 1 kata..

1 review sangat berharga buat Aika karena Aika masih newbie disini..

Please support Aika, readers-san..

.

Sebelum kembali ke alam Aika, Aika mau ngucapin makasih buat Guest, Septy, Little Kyung Kyung, Ahn Ryuuki

Makasih udah mau ngreview, makasih juga buat yang follow atau fav cerita ini

Aika minta reviewnya lagi, ne ?

.

Curhat udah, ngucapin makasih udah, minta review udah..

Nah Aika pamit dulu ne ? Sampai bertemu di chapter selanjutnya.

Jaa ne~ (^.^)/