Chapter 4

.

.

.

Sehun, Baekhyun, Chanyeol, bazar (?)

.

.

.

Sore menjelang, murid-murid disekolah pun mulai membubarkan diri dari sekolah. Begitu pun untuk 3 namja mungil ini yg terlihat berjalan bersama namja tiang nan dobi diantara mereka (-_-")

"Baekkie-ya, kita jadi mengunjungi bazar itu kan?" tanya Chanyeol si namja paling diantara ke-4 namja itu.

"ah, benar! Aku sangat ingin pergi kebazar itu" sahut Xiumin si namja chubby membuat pandangan sinis Chanyeol lontarkan pada namja yg mendapat gelar paling cantik diantara ke-4 nya.

"hn, benar aku pun menyukai bazar" sahut Kyungsoo lembut membuat Chanyeol semakin kusut o_O.

"kalau begitu ayo kita pergi kebazar itu, lebih banyak yg ikut akan lebih menyenangkan, benar begitu Chandobi" ucap Baekhyun si namja eyeliner yg paling mencolok diantara mereka itu tersenyum riang.

"AIGOO!" pekik Baekhyun tiba-tiba membuat langkah mereka terhenti dan menatap bingung namja mungil satu itu.

"aku lupa kalau buku catatanku mati ada didalam laci meja" serunya panik membuat mereka menepuk dahi frustasi.

'kufikir apa tadi' jengah hati Xiumin.

'haish, Baekhyun tak pernah berubah selalu membuat heboh' decit hati Kyungsoo menatap namja yg sama mungilnya dgn dirinya itu.

"kalian tunggu disini yah, aku akan mengambil catatan itu dulu dikelas" Baekhyun pun langsung melesat pergi kembali kekelasnya untuk mengambil catatan yg katanya tertinggal dilaci meja itu.

.

.

Baekhyun's side

.

.

'aish, kenapa aku bisa lupa yah dgn buku itu' gerutuku dalam hati merutuki segala kecerobohanku.

"tap...tap...tap" hoaahh, sepi juga yah sekolah ini sehingga tapak kaki pun dapat terdengar ratusan meter jauhnya (#lebay -_-")

"ah~ ini dia...huh! lain kali aku tak akan menaruh benda penting didalam laci lagi" gerutuku sedikit senang karna buku yg kucari masih berada ditempatnya, aku pun kembali melangkahkan kakiku keluar dari sekolah itu.

"..." hiiiyy...meski masih sore sekolah ini cukup terlihat menyeramkan saat kau berjalan sendirian, lebih baik aku cepat2 menyusul si dobi.

"oh, ya...aku akan memberi tau si albino dulu, khawatir ia akan mencariku lalu malah nekat melacak bekeradaanku" gumamku melambatkan langkahku dan mencari kontak si albino.

"tuutt...tuutt..." tak butuh waktu lama untuk mencarinya aku pun langsung mendekatkan ponsel tipis ini ditelingaku.

"Lipstick chataeu wainbit keolleo ( La La La La )..." tiba-tiba aku mendengar dering ponsel yg amatku kenal tak jauh dari sini.

"eoh, apa si albino itu masih disekolah?!" aku pun mengikuti arah datangnya suara itu.

"S-se...Sehun..."

.

.

Normal's side

.

.

"aish, Baekhyun lama sekali" keluh seorang namja bermata bulat yg biasa dipanggil Kyungsoo itu pada kedua temannya yg hanya mendengus.

"apa mungkin Baekkie tersesat didalam?!" ucap Chanyeol di namja dobi panik.

"pltak!" dan satu hantaman buku pun mendarat mulus dikepala Chanyeol.

"akh! Appo!" ringis Chanyeol memegangi kepalanya.

"ya! Bodoh jangan dipelihara!" decit Xiumin namja tercantik diantara ke-3 nya itu.

"..." Chanyeol pun hanya dapat menggerutu mengeluarkan berjuta sumpah serapah dan makian untuk namja mungil yg sialnya amat cantik itu.

"eoh, itu Baekhyun!" seru Kyungsoo saat melihat sosok namja mungil serupa dirinya berjalan mendekat kearah mereka.

"Baekie-ya, kenapa lama sekali sih" tanya Chanyeol.

"mian, apa bazar nya sudah akan tutup?!" tanya Baekhyun.

"jangan bodoh, bazar itu akan terus ada sampai tengah malam" dengus Xiumin heran karna merasa teman-temannya sudah terjangkit penyakit serius bernama 'IDIOT' yg ditebarkan pertama kali oleh si idiot Chanyeol O.O

"oh, bagus lah" gumam Baekhyun pelan.

"kajja kita kebazar itu, aku sudah tak sabar ingin kesana" ajak Kyungsoo excited.

"..." dan ke-4 namja itu pun pergi bersama menuju bazar dikota, dan disini lah mereka ditengah keramaian bazar yg meriah. Banyak stand-stand makanan, permainan dan atraksi yg bahkan sulit dilewat kan.

"waahhh...ini manis sekali~" ucap Xiumin excited saat mencoba sebuah permen apel.

"ah! Kesana pasti menarik" ucap Kyungsoo yg sudah menarik Baekhyun yg sedang berpegangan pada Xiumin membuat namja chubby itu pun ikut tertarik tarikan Kyungsoo.

"ya! Kenapa aku ditinggal" omel Chanyeol karna tak ada yg menariknya (#poordobi)

"Ya! Tunggu! Aku masih mau mencicipi permen itu" tolak Xiumin meski ia masih ditarik Baekhyun.

"sudahlah ikut saja, lebih baik dari pada kau tersesat sendiri ditengah keramaian ini" ucap Baekhyun membuat Xiumin menggerutu sebal.

"..." satu stand ke stand lainnya, mereka ber-4 menikmati bazar itu hingga tanpa terasa malam telah tiba.

"aigoo...sudah malam rupanya, aku sampai tak menyadarinya" ucap Kyungsoo saat menatap langit yg sudah gelap.

"kau memang selalu begitukan?! Lupa waktu kalau sudah soal makanan dan masakan" cibir Xiumin.

"hooaa...lelah kakiku mengikuti langkah gesit kalian" keluh Chanyeol.

"kakimu yg panjang saja bisa lelah, bagaimana dgn kaki ku yg hanya mungkin setengah dari kakimu" cibir Baekhyun.

"haahh~..." dan ke-4 nya pun menghela nafas lelah bersama.

"ngh...sepertinya aku harus pulang sekarang" setelah cukup lama larut dalam kesunyian, Xiumin pun angkat bicara.

"kalau begitu aku pulang dgn Umin, dobi antarkan Baekkie sampai rumah dgn selamat, kalau tidak ku yakinkan besok kau sudah tak bernyawa" ancam Kyungsoo melototkan matanya yg besar semakin besar O.O

"haish, tak perlu kau suruh pun aku akan mengantarkan Baekkie bahkan sampai kedepan altar gereja" ucap Chanyeol sambil tersenyum menampilkan seluruh deret giginya yg bersih itu.

'berharap terlalu tinggi...' kekeh Baekhyun dalam hati.

"ya! Jangan bermimpi!" omel Xiumin.

"hn, benar aku pun tak akan merestui (?) kau dgn uri Baekkie" sahut Kyungsoo menganggukkan kepalanya.

"ya! Lebih baik aku mungkin dari pada si jenius Sehun albino itu" sentak Chanyeol tak mau kalah.

"UHUUKK...UHUKK" mendengar kata 'Sehun' terucap dari bibir Chanyeol, Baekhyun yg sedang menyeruput cappucino nya pun tersedak.

"eoh, gwaenchanha Baekkie-ya" kejut Xiumin.

"haish, kalian ini malah membicarakan si albino" omel Xiumin pada kedua namja itu dan membantu menepuk pelan punggung Baekhyun.

"lagi pula Baekhyun mana mungkin menyukai tipe namja dingin seperti Sehun, kau tidak lihat Baekhyun menyukai tipe namja seperti Kris sunbae" ucap Xiumin yg membuat kedua pipi Baekhyun bersemu.

"eoh, jinjja?! Ya! Aku pun sama tampannya dgn Kris sunbae, kenapa kau tidak menyukaiku Baekkie-ya?!" ucap Chanyeol polos.

"ya! Kau itu sebenarnya cerewet tau, juga sedikit idiot, yah~ mungkin kau pun setampan Kris sunbae, setinggi Kris sunbae, tapikan tetap saja kau bukan Kris sunbae" sahut Kyungsoo.

"sama halnya dgn albert einstain (?), mungkin einstain menurunkan kejeniusannya pada Sehun tapikan tetap saja dia adalah einstain dan bukannya Sehun?!" lanjut Kyungsoo yg malah beralih membicarakan Sehun.

"eoh?! Apa hubungannya dgn si albino itu" ucap Chanyeol bingung.

"lagi pula Kyungsoo saja mengakui ketampananku yg serupa dgn Kris sunbae, Baekie-ya" ucap Chanyeol lagi merayu Baekhyun.

"aish, kau ini! Kalau kalian terus membicarakan siapa yg Baekhyun sukai atau kenapa Kyungsoo menyukai Sehun, lalu aku kapan pulang kerumah, eoh?!" omel Xiumin jengah dgn perdebatan tak masuk akan dan tak menarik kedua teman berbeda tingginya itu.

"sudahlah, kalian lebih baik pulang sana" usir Baekhyun.

"aish, jadi sekarang kami diusir dan kau ingin berduaan dgn si dobi tiang ini, eoh?!" dengus Kyungsoo.

"ya! Mana mungkin aku dgn dobi ini!" sembur Baekhyun.

"mungkinkan saja Baekie-ya, aku pun akan memungkinkan pesta pernikahan kita didepan altar gereja yg syahdu" ucap Chanyeol yg masih belum menyerah menggoda Baekhyun.

"ya, dobi! Kalau seperti itu kau malah terkesan memaksa bukan menggoda" oceh Xiumin.

"jadinya kalian ingin pulang atau tidak sih?!" jengah Baekhyun.

"ingin sih, tapi sepertinya topik 'Chanyeol menggoda Baekhyun' lebih menarik disaksikan dulu" ucap Kyungsoo.

"ya! Kau fikir ini acara sinetron tengah malam, eoh?!" sembur Baekhyun lagi.

"haahh~...aku capek berurusan dgn kalian" ucap Kyungsoo.

"KAMI YG CAPEK BICARA DGNMU KYUNGSOO MATA JENGKOOLL" sentak mereka ber-3 bersamaan membuat Kyungsoo mengerjapkan matanya lucu.

Sepulangnya dari bazar, Chanyeol benar-benar mengantar Baekhyun sampai didepan rumahnya. Namja dobi itu bilang ia takut terjadi sesuatu pada Baekhyun nanti kalau tak diantar sampai rumah.

"gomawo..." ucap Baekhyun sambil menyematkan senyum manisnya pada Baekhyun.

"hehe...gwaenchanha" ucpa Chanyeol dgn senyum sumringah salah tingkahnya karna diberi senyuman manis begitu.

'hahh~ bisa diabetes aku melihat senyum ini sering-sering' kekehnya dalam hati.

"yasudah, pulang sana..." ucap Baekhyun yg langsung berbalik menuju rumahnya yg berada diseberang jalan dimana Chanyeol menurunkannya.

"aku pulang Baekkie-ya..." ucap Chanyeol yg menyempatkan diri mengusak gemas rambut Baekhyun.

"haish, berantakan sudah rambutku" decak Baekhyun yg kembali merapikan rambutnya sambil memperhatikan kepergian Chanyeol.

"baru pulang..." tegur sebuah suara yg amat Baekhyun kenal saat akan melangkah menuju pintu masuk, terlihat seorang namja albino tinggi yg sudah menyilangkan tangannya didepan dada sambil berdiri angkuh menutup satu-satunya akses masuk rumah itu.

"hn..." hanya itu yg keluar dari bibir Baekhyun lalu berniat melanjutkan langkahnya menuju pintu namun terhenti karna ia tak melihat celah sedikit pun untuk masuk.

"bisa kau menyingkir" ucap Baekhyun tanpa menatap namja didepannya itu.

"ini sudah jam berapa Baekhyun" tegas namja itu lagi.

"apa kau buta angka ataukah tak memiliki jam tangan atau pun jam digital diponsel mu, eoh?!" decit Baekhyun sebal.

"menyingkirlah aku lelah dan ingin segera beristirahat karna besok aku ada kelas vocal" ucap Baekhyun menyingkirkan paksa tubuh tinggi Sehun.

"Baekhyun!" panggil Sehun namun diacuhkan oleh namja mungil itu, dgn nekat Sehun pun menarik tangan Baekhyun menghentikan langkah namja mungil itu.

"mwo!" garang Baekhyun namun tak memuat Sehun gentar sedikitpun.

"pergi entah kemana masih dgn seragam sekolah, pulang tengah malam bersama namja lain, bahkan kau tak memberikan sedikitpun kabar padaku?! Mematikan ponsel seharian...apa maksudnya itu Baekhyun?!" tegas Sehun lagi.

"lepas! Aku mau mandi dan pergi tidur!" berontak Baekhyun.

"Oh Baekhyun! Jawab dulu pertanyaanku?!" ucap Sehun tanpa berusaha berucap lembut.

"kau ingin aku menjawab apa, eoh?!" sentak Baekhyun.

"aku ini Byun Baekhyun, anak tunggal keluarga Byun! Dan aku pergi kebazar tengah kota, bersama temanku dan kau fikir siapa dirimu bisa mengaturku sesuka hati eoh?!" sengit Baekhyun.

"aku ini Oh Sehun s-..."

"Oh Sehun suami dari Byun Baekhyun yg namanya kau ubah jadi Oh Baekhyun, baiklah kau benar...tapi apa kau fikir itu penting?! Aku bosan mendengar kata itu terus keluar dari bibirmu" ucap Baekhyun dan beranjak naik meninggalkan Sehun dibawah.

"Baekhyun! Aku belum selesai!" teriak Sehun.

"selesaikan sendiri, albino sialan!" bentak Baekhyun dari lantai atas.

.

.

.

TBC~

.

.

.

apa kah yg terjadi antara Baekhyun dan Sehun? kenapa sepulangnya Baekhyun dari bazar ia langsung badmood tinggi sehingga berakibat percekcokan panas dgn Sehun? mungkin kah Baekhyun...

kepo? ditunggu aja yah next chapnya ^^, sorry for late update...Niel gk bisa janjiin fast update buat reader semua tapi Niel usahakan untuk update jikalau perkembangan review pun mengesankan ^^

balas review:

Chanchan: gomapseumnida ^^ iya ini Niel lanjutin yah ff nya review terus n jangan pernah bosen menunggu kelanjutan ff ini ^^

yap, cuma itu aja yg bisa Niel sampein untuk soal typo Niel banyak2 minta maaf yah readers semua karna kadangkan jari2 kecil Niel sulit menggapai (?) tuts huruf lainnya (#gk ada hubungannya kali -_-")

pokoknya Niel tunggu review dari kalian, harap bantu memberi vitaminnya yah untuk ff ini ^^ Chanbaek lovers Saranghae ^^

review berkembang ff berlanjut ^^

#salam ShinNiel ^^