Chapter 4
*Mrs. Uchiha*
Ino menyesap kopi-nya lambat-lambat. Menikmati suasana sore di kedai kopi terbaik di Jepang. Sambil menyesap kopinya, dia juga sibuk dengan laptop yang terbuka, buku-buku tebal dan beberapa kertas yang beterbaran diatas meja.
"Hai." Dia terkejut, dan menyadari Shimura Sai berdiri didepannya dengan gaya yang casual, keren.
"Oh, hai."
"Aku tidak percaya kita bertemu lagi." Ucap Sai dengan senyum tipis yang menawan dan mengambil tempat duduk didepan Ino. 'oh my god! Senyumannya...'
"Ya,"
"Apa yang kau lakukan disini? Kau tampak, err... sibuk."
"Ah ya, aku sedang mempersiapkan bahan."
"Untuk skirpsi?" tanya Sai sambil menaikan alisnya.
"Ya." Mereka terdiam beberapa detik, sampai seorang pelayan menghampiri mereka.
"Apa ada yang bisa dibantu, tuan?" pelayan itu begitu tiba-tiba, terburu-buru, dan sedikit aneh. 'apakah dia tidak berkedip? Dasar! Tidak bisa menggunakan mata dengan normal!'
Ino jengekel, bagaimana tidak? Si pelayan yang berpakaian cukup minim di udara seperti ini dengan dandanan berlebihan ini menatap Sai dengan pandangan... 'sudahlah, apa yang aku pikirkan!'
"Vanilla Latte dan Molten Cake saja, terima kasih."
"Ah, baiklah. Silahkan tunggu lima menit tuan." Setelah pelayan itu pergi, Ino menatap Sai yang duduk didepannya. Ahh, mata onyx yang indah.
"Lalu, kau?"
"Aku? Aku hanya ingin minum kopi saja. Dan melihat mu disini, jadi kuputuskan untuk menemui mu."
"Aaa, bagaimana kabar teman-teman mu?" tanya Ino lagi mencoba mencairkan suasana.
"Naruto baik-baik saja, saat ini dia sibuk mengurus perusahaan. Neji, sibuk mengurus rumah sakitnya yang ada di Korea. Dan kau tau sendiri, kalau Sasuke sedang berbulan madu dengan teman mu juga."
"Benar! Aku lupa menghubungi Sakura!" ucap Ino tiba-tiba sambil memukul jidatnya. Benar-benar lupa akan kabar sahabat terbaiknya.
"Aa, kau orang yang pelupa ternyata." Kata-kata keluar dari mulut Sai plus seringaian nakalnya.
"Tidak! Aku tidak pelupa, hanya saja sibuk dengan skripsi!" balas Ino tak kalah keras.
"Benarkah?" tanya Sai lagi dengan nada jahilnya.
"Ya! Kau hanya tidak..."
Dan saat itulah, Ino mencurahkan biografi serta cerita hidupnya dengan Sai. Semuanya. Sai hanya senang saja, apalagi melihat ekspresi Ino yang berubah-rubah. Sangat menarik.
Didalam kedai kopi itu, mereka bercengkrama, berbagi cerita kehidupan masing-masing, bahkan sudah sangat akrab sepertinya.
"Thanks Sai, hari yang menyenangkan." Salam perpisahan Ino saat mereka sudah berada di area parking.
"Ya, sama-sama Ino. Aku juga senang bertemu dengan mu, sangat malah." Balasnya dengan senyuman yang menawan, membuat pipi Ino dialiri rona kemerahan.
"Hm, bye."
"Bye." 'Yamanaka Ino? Benar-benar menarik.'
"Ini indah..." ucap Sakura kagum. Dia terus menatap restoran didepannya dengan pandangan takjub.
Restoran bergaya rumah pohon, dengan taman, suasana kebun, seperti ditengah hutan hijau yang sejuk.
"Tentu saja, ayo." Sasuke menarik tangan Sakura lembut, mengajaknya untuk memasuki restoran unik tersebut. Sungguh, tidak hanya diluar, tetapi interior didalam pun sangat indah. Semua perabotan terbuat dari kayu, dengan hiasan hijau-hijau.
"Bagaimana kau tau tempat ini?" tanya Sakura saat mereka telah duduk dikursi dengan membuka buku menu.
"Aku menemukannya saat perjalanan binis kesini, apa yang ingin kau pesan?"
"Oh, begitu. Aku ingin pasta saja dan minumannya Green Tea."
"Oke." Sasuke memencet bel yang ada ditengah, dan beberapa saat pelayan perempuan datang menghampiri mereka.
"Dua pasta dengan segelas Green Tea dan kopi." Pelayan itu terdiam, jelas sekali dia terpikat pada Sasuke. 'apa dia tidak punya telinga?! Dasar!' pikir Sakura jengkel.
"Maaf nona? Apak kau tidak mendengar apa yang dikatakan suamiku?" ucapnya dengan nada semanis mungkin. Sontak pelayan itu terkejut, apalagi mendengar nada manis namun berarti tajam. Setelah menulis pesanan, pelayan itu pergi dari sana walaupun enggan.
"Selesai makan, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu." Sakura mengangkat alisnya dan menatap Sasuke ingin tau.
"Ini hanya pembicaraan ringan, tenang saja." Jawab Sasuke sambil menyesap kopinya yang baru datang.
Beberapa saat setelah minuman mereka, datanglah pelayan tadi dengan membawa makanannya. Sambil menyantap makanannya, Sakura berpikir. Apa yang akan dibicarakan pria didepannya ini? 'bukankah semua masalah sudah selesai? Apalagi yang mau dibicarakan?'
"Baiklah," ucap Sasuke memulai. "Aku ingin kita mengenal lebih baik lagi." Sasuke berbicara dengan tenang, menatap Sakura serius.
"Maksud mu? Aku tidak mengerti." Sakura menggeleng. 'kenapa makin lama dia semakin aneh?' pikirnya.
"Aku ingin biografi mu. Begitu juga sebaliknya, aku akan menceritakan biografi ku. Ini untuk berjaga-jaga." 'berjaga-jaga, eh? Pemikiran yang pintar Sasu-kun.' Pikir Sakura lagi.
"Baiklah, aku setuju."
"Oke," Sasuke manatap Sakura tajam, mengambil sebuah pulpen dikantong celananya. Dia menatap Sakura lagi sambil memutar pulpen tersebut. Dan... tap! Ujung pulpen berhenti tepat didepan Sakura.
"Well, Ladies First sepertinya tidak bisa dihindari." Ucapnya dengan seringaian yang muncul.
"Tak masalah, mari kita mulai."
"Hn." Sakura menarik napas sebentar, dan mulai berbicara.
"Nama ku Haruno Sakura, walaupun sekarang sudah menjadi Uchiha. Lahir di London, 19 Januari 1992. Anak tunggal dari pasangan Haruno Kizashi dan Haruno Mebuki. Kau tentu sudah tau nama anggota keluarga ku yang lainnya juga kan?"
"Hn, next."
"Aku menyukai musik, mahir dalam bermain piano dan gitar. Aku menguasai lima bahasa, Itali, Spanyol, Jerman, Korea, dan Inggris. Warna kesukaan ku pink-pastel dan hobiku membaca. Ada lagi?" Sasuke terdiam tak percaya, wanita didepannya ini memang luar biasa. Bisa memainkan dua alat musik dan lima bahasa?! Sedangkan dia hanya bisa memainkan satu alat musik dan tiga bahasa saja.
"Hn, kenapa kau menyembungikan identitas mu dikampus?"
"Apakah menceritakan itu suatu keharusan?"
"Ya." Sakura terdiam, haruskah ia bercerita. Tapi melihat keseriusan pria didepannya ini, Sakura menyerah. Sepertinya, cerita lama kembali terbuka bukan?
"Itu karena kejadian saat aku di Junoir School." Ia mengambil napas dalam, dan menghembuskannya perlahan. "Saat itu, aku sama seperti gadis remaja pada umumnya. Bersahabat, bermain, berkumpul, dan bersenang-senang dengan para sahabat ku. Tapi pada suatu hari, aku mendengar percakapan mereka. Dan dari situlah aku tau, bahwa... mereka mengkhianati ku. Mereka hanya memanfaatkan ku, karena aku anak dari pengusaha kaya. Dan pada hari itu juga..." Sakura berhenti, menarik napas dan menatap Sasuke sendu.
"Aku menerima kabar bahwa orang tua ku meninggal karena kecelakaan. Karena itu, aku meminta kepada kakek untuk hidup mandiri dan pindah dari Inggris ke Jepang. Semenjak itu aku hidup sebagai gadis biasa, dan bertemu Ino. Dia sendiri tidak tau aku anak kolega kaya sampai kami sudah bersahabat setahun lamanya. Dan sekarang." Ia menyeruput Green Tea nya lagi, membiarkan Sasuke yang terdiam mematung. "Sekarang, giliran mu." Ucap Sakura pada Sasuke antusias.
"Baiklah, namaku Uchiha Sasuke. Lahir di New York, 18 November 1991. Kau tentu sudah tau keluarga ku. Aku mahir bermain piano dan menguasai tiga bahasa. Itali, Mandarin, Inggris. Kalau hobi, kita seri. Ada lagi?"
"Ya, ceritakan bagaimana kalian berempat bisa bersahabat." Ucap Sakura dengan semangat lagi. Hahh... sepertinya ini akan memakan waktu yang lama, berkan Sasuke? 'Hn.'
Memandang hamparan hijau yang luas ini membuat perasaan Sakura menjadi tenang dan nyaman, apalagi udara perkebunan yang sejuk. Sungguh suasana yang bagus.
"Terima kasih." Ucapnya tiba-tiba pada Sasuke.
"Hn?"
"Ya, karena kau membawa ku ke tempat ini. Kau tau? Aku selalu suka suasana perkebunan. Itu membuat pikiran ku menjadi tenang." Jawabnya lagi sambil setia menatap pemandangan dibalik kaca mobil.
"Hn."
"Aku selalu mempunyai keinginan, untuk berlibur ditempat seperti ini bersama keluarga ku. Keluarga milik ku sendiri." Sasuke terdiam mendengar perkataan Sakura, tapi sesaat setelah itu muncul seringaian diwajah tampannya.
"Aku mempunyai villa disekitar sini." Mendengar itu, Sakura menatap Sasuke penuh semangat.
"Benarkah?"
"Hn, namanya Green Hill. Villa yang terletak di atas bukit kecil yang dikelilingi perkebunan anggur."
"Itu? Milik keluarga mu?" Sasuke menggeleng
"Bukan, villa itu milik ku sendiri. Saat aku pergi kesini untuk urusan bisnis, aku menemukan tempat yang cocok untuk homestay. Dan jadilah." Sakura mengangguk, lalu menatap Sasuke penuh semangat lagi.
"Bisakah kita pergi kesana? Bisakan?"
"Hn, kapan-kapan pasti kita akan kesana." 'pasti Sakura, kita kan kesana dengan keluarga miliki mu sendiri. Aku berjanji.' Bathin-nya menyerigai.
"CUT! Kita break!" Karin hanya menunduk lesu, bagaimana dia bisa seceroboh ini? Kenapa dia bisa membiarkan pikiran itu masuk ke kepalanya sehingga membuatnya menjadi tidak fokus. Suigetsu menatap wanita itu tidak mengerti, kebetulan sekali Karin menjadi tidak fokus. Bukan sifatnya yang biasa.
Suigetsu tau pasti ada yang menganggu pikiran wanita itu. Dia mengambil minuman kaleng dilemari pendingin dan berjalan mendekati Karin.
"Ada apa? Apa kau baik-baik saja?"
"Hmm..." Suigetsu menyerngit, 'ini aneh' pikirnya.
"Ini, minumlah. Dan ceritakan padaku apa yang terjadi." Dia menyodorkan minuman kaleng kepada Karin, sambil duduk disamping wanita itu. Setelah menerima minuman itu, Karin meneguknya dan menatap Suigetsu lagi.
"Sui? Apakah perkataan mu mulai benar?"
"Hah? Jangan berbicara aneh dan berbelit seperti ini Karin, aku tidak mengerti."
"Sasuke..." 'sudah kuduga, pasti pria itu.' Bathin Suigetsu berbicara.
"Aku sudah memperingatkan mu, jauhi dia, tetapi nyatanya? Hah! Lihat sekarang. Jadi, apa yang dia lakukan padamu?" Karin menyesap minumannya lagi, dan menatap Suigetsu.
"Dia mengacuhkan ku."
"Sudah kuduga! Aku lelah meperingati mu, tapi kau tidak dengar. Yang jelas, apapun masalah mu dengan nya. Jangan sampai mempengaruhi karir mu, dan aku tidak menerima alasan untuk itu." Jawab Suigetsu datar sambil berlalu meninggalkan Karin yang tertunduk lesu.
Ini benar-benar pilihan sulit bagi wanita itu. Karir-nya atau pria yang dicintainya? Sungguh pilihan yang menyebalkan.
.
.
.
.
.
*TBC*
Haii, aku balik lagi^^
balasan review:
uchiha javaraz: maaf ya kalau pendek::)) kalau gak ada Karin sepi dong #gubrakk :D review lagi?^^
terima kasih bagi yang udah fav&foll dan read))
maaf kalo masih ada typo-nya^^
Sign, TaySky1998
