Main Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Author : Cho Ocean

Rate : T

Genre : Romance,Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .

Warning : GS buat para uke kece,yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.

.

.

Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,

.

.

.

MY LOVELY FIANCE

Chap 4

Kini Sungmin berada disebuah departemen store, seharusnya hari ini dia dan Kris belajar bersama namun Kris ada suatu kepentingan mau tak mau membatalkan acara mereka hari ini. Semenjak Sungmin dan Kris belajar bersama, Kyuhyun tak lagi menjemput Sungmin sehingga hari ini Sungmin memanfaatkan waktu bebasnya dengan pergi jalan-jalan. Sungmin memasuki toko kosmetik, dilihatnya beragam kosmetik dari berbagai merk, sebenarnya dia agak bingung dengan seluruh kosmetik itu, dia juga tak tahu mana kosmetik yang bagus yang sesuai dengan umurnya. Sungmin masih melihat kesana kemari sampai seorang pramuniaga datang menghampirinya.

" Selamat Siang Nona, ada yang bisa saya bantu? " Tanya pramuniaga itu.

" hmm bisakah anda membantu mencari kosmetik yang bagus untuk saya? " Pramuniaga itu tampak memperhatikan penampilan Sungmin dari atas sampai bawah.

" Tunggu sebentar, akan saya ambilkan " Pramuniaga itu pergi meninggalkan Sungmin, tak lama pramuniaga itu kembali membawa kotak make up ditangannya lalu menyodorkannya pada Sungmin.

" Ini nona, saya rasa ini cocok untuk seumuran nona, bahan yang digunakan untuk membuat make up ini sangatlah alami dan cocok untuk kulit nona yang masih muda, saya bawakan lengkap sehingga anda tak perlu lagi membeli make up satu per satu, disini sudah lengkap semua " Sungmin mengangguk mengerti setelah itu dia mengeluarkan kartu kredit pemberian Kyuhyun kepada pramuniaga itu. Kyuhyun memang memfasilitasi Sungmin kartu kredit unlimited, selama ini Sungmin menggunakannya jika memang perlu saja, seperti sekarang ini. Tekadnya untuk berubah menjadi dewasa sangat bulat, Sungmin akan memulai dengan penampilan terlebih dahulu.

" Ini nona kartu kredit anda, bisa anda tanda tangan disini? " Setelah menandatanganinya Sungmin keluar dari toko itu dan mulai ketoko buku mencari beberapa buku yang bisa dijadikannya refrensi, setelah berkeliling selama satu jam ditoko buku itu, Sungmin mendapatkan 5 buku mengenai wanita dan kiat-kiat menjadi wanita dewasa dan smart, tak lupa Sungmin membeli 2 majalan fashion yang bisa dijadikan ide untuk merubah penampilannya.

Sungmin kembali mengitari departemen store itu, namun tiba-tiba perutnya terasa lapar, Sungmin pun mampir kesebuah restauran jepang.

" Irassaimaseeeeen " teriak pelayan didepan restauran tersebut, menandakan ucapan selamat datang bagi pelanggan yang akan memasuki restauran tersebut, seorang pelayan mengantarkan Sungmin ketempat duduk yang tersedia untuk dua orang. Setelah itu datang lagi pelayan yang mencatat pesanan makanan.

" Saya pesan Bake salmon maki dan California maki lalu minumnya cold ocha saja, ah saja juga ingin kanukinya yah " Pelayan itu mencatat semua pesanan Sungmin.

" Baiklah mohon ditunggu sebentar " Setelah pelayan itu pergi, Sungmin mengambil salah satu majalah fashion yang tadi dibelinya. Sungmin membolak balik halaman demi halaman sampai jatuh pada sebuah gambar seorang model cantik dengan potongan rambut sebahu terlihat dewasa namun elegan, terlintas dibenak Sungmin akan memotong rambut panjangnya.

Tak lama pelayan datang mengantar makanan yang dipesannya tadi, tak menunggu lama seluruh makanan yang dipesan ludes dimakannya, setelah itu Sungmin membayarnya dan keluar mencari salon.

.

.

.

Sesampainya diapartemen jam menunjukan pukul 6 Sore, Kyuhyun belum pulang karena beberapa hari ini dia lembur sampai malam. Sungmin berdiri didepan cermin, penampilan rambutnya berbeda, dia memotong sama persis seperti model dimajalah, rambut panjang sepinggangnya dipotong sebatas bahu, poninya yang sudah agak memanjang dibiarkannya tetap seperti itu, kini Sungmin sudah mengganti pakaiannya dengan baju santainya. Sungmin membuka laptop dan menyalakan internetnya, dia mulai mencari video di youtube cara menggunakan make up. Pertama-tama Sungmin hanya melihat cara menggunakannya, selanjutnya Sungmin mulai mencoba meniru intruksi dari video itu namun ternyata hasilnya gagal karena terlalu tebal, Sungmin pergi kekamar mandi dan menghapus make up itu dan mulai mencoba kembali.

Sudah 7 kali Sungmin bolak balik kamar mandi menghapus make up nya dan memperbaiki make upnya, tak sia-sia karena sekarang make up Sungmin terlihat pas tak terlalu tebal dan tak terlalu tipis, kini Sungmin sudah tau bagaimana cara bermake up. Sungmin membuka majalah fashion banyak model baju yang bagus yang bisa dijadikannya refrensi, Sungmin melihat isi lemarinya. Dia baru sadar kalau hampir seluruh baju dilemarinya berwarna putih atau pink, sepertinya Sungmin harus berbelanja baju baru. Sungmin kembali duduk di atas ranjangnya dan memebaca buku yang tadi dibelinya. Ternyata wanita dewasa yang ingin diperhatikan pria harus juga memperhatikan penampilannya, mulai dari kerapian, kebersihan, cara berpakaian, dan juga bentuk tubuh yang ideal. Sungmin bangkit dari duduknya dan mematut dirinya didepan cermin, tubuhnya pendek mungil namun terlihat sedikit besar dibagian perut dan paha.

" Aigooo ternyata aku gendut, sebaiknya aku harus diet dan memperbanyak olah raga juga minum air putih " Sungmin berpikir keras bagaimana dia berolah raga sedangkan pagi-pagi sekali dia harus berangkat sekolah, pulang sekolah tak mungkin, kalau sore mungkin dia bisa.

" Ah lebih baik mulai sekarang aku tak usah berangkat bersama Kyu lagi, kalau aku naik bus sudah pasti aku akan lelah karena berjalan kehalte yang cukup jauh sehingga kalori dalam tubuhku terbakar dan sore hari aku bisa olah raga disekitar taman dekat apartemen sebelum Kyuhyun pulang " Sungmin berjalan menuju meja belajarnya dan mulai mencatat hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk perubahannya, tak terasa jam menunjukan pukul 9 Sungmin sudah mengantuk namun Kyuhyun belum juga pulang. Sungmin mengunci pintu kamarnya dan mematikan lampunya lalu terlelap tidur.

CKLEK

Kyuhyun memasuki apartemennya, jam menunjukan pukul 11 malam dan apartemennya terlihat sangat sepi, dihampirinya kamar Sungmin.

CEK CEK CEK

" Ah sepertinya Sungmin sudah tidur " Kyuhyun memasuki kamarnya, mengambil piyamanya lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Hari ini banyak pekerjaan sehingga dia sangat lelah dan ingin cepat – cepat beristirahat.

.

.

.

Pagi ini saat Kyuhyun selesai mandi dan bersiap-siap untuk sarapan dilihatnya meja makan sudah tersedia sarapan untuknya, dan note kecil didekat piringnya.

To : Kyu

Aku harus berangkat lebih pagi,

Mulai sekarang aku akan berangkat naik bus,

Kau tak perlu mengantar dan menjemput lagi,

Selamat menikmati sarapanmu.

By : Sungmin ^^

Kyuhyun mengernyit bingung, kenapa tiba-tiba Sungmin tak ingin diantar atau dijemput olehnya lagi dan memilih menaiki bus, padahal selama ini Sungmin anti naik bus dan harus berdesak-desakan dengan orang lain.

" Ah nanti saja aku bertanya padanya " Kyuhyun memulai sarapannya dengan keheningan karena dia sarapan seorang diri. Setelah dia menyelesaikan sarapannya, Kyuhyun bergegas brangkat kekantor.

.

.

.

" Minnie, kenapa kau memotong rambutmu sependek ini? Setauku kau paling anti berambut pendek dan lagi tumben sekali kau menjepit ponimu? Dan omo kau menggunakan make up? " Begitu Sungmin masuk kedalam kelas Hyukkie yang melihat perubahan dari penampilan Sungmin pun langsung membrondonginya dengan pertanyaan.

" Ssstt jangan bicara keras-keras, apa make up ku ketebalan atau terlalu terlihat? Aku hanya ingin merubah penampilanku sedikit, bagaimana menurutmu? " Tanya Sungmin, Hyukkie memperhatikan Sungmin dengan sesakma.

" Tidak begitu jelas tapi kalau dilihat dari dekat yah orang-orang pasti tau kau menggunakan make up, kau belajar make up dari mana? Yah melihat penampilanmu sekarang memang jauh terlihat lebih dewasa dan fresh " Sungmin tersenyum puas mendengar pendapat Hyukkie, Sungmin pun menceritakan kejadian dari waktu dipesta sampai niatnya merubah penampilan.

" Aigooo, jadi karena itu kau merubah penampilanmu Minnie? " Sungmin mengangguk lirih.

" Ne, habis mau bagaimana lagi, kau tau saat ajhushii itu keliru soal tunangan Kyu, aku sangat sedih sekali apalagi wanita itu mengatakan aku seperti anak umur 13 tahun " Hyukkie menepuk bahu Sungmin mencoba menenangkan.

" Aku mengerti perasaanmu, aku hanya berharap kau tetap menjadi dirimu sendiri, berubah menjadi lebih baik boleh asalkan masih tahap wajar, kau mengerti maksudku? " Sungmin mengangguk mengerti.

" Sungmin-ah " Sungmin dan Hyukkie menoleh kearah belakang ternyata Kris yang memanggilnya.

" Wae? " Tanya Sungmin.

" pulang sekolah nanti bisa ikut aku kesuatu tempat? Kita tak akan mengerjakan tugas dirumahmu lagi " Sungmin mengerutkan keningnya.

" Wae? " Tanya Sungmin lagi.

" Nanti kau akan tau " Setelah itu Kris berlalu meninggalkan Sungmin dan Hyukkie saling bertatapan heran.

" Ada apa dengannya? " Sungmin menggendikan bahunya.

" molla " Jawab Sungmin acuh.

.

.

.

Sepulang sekolah Kris langsung menyeret Sungmin menuju mobilnya, selama dimobil Kris dan Sungmin tak terlibat percakapan. Sebenarnya Sungmin ingin menanyakannya tapi melihat Kris yang fokus menyetir mau tak mau Sungmin mengurungkan niatnya.

Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah sakit, Kris keluar dari mobilnya dan diikuti dengan Sungmin dibelakang. Lama mereka berjalan disepanjang koridor rumah sakit, langkah Kris terhenti didepan pintu bertuliskan nomer 204. Kris memasuki ruangan itu masih diikuti Sungmin dibelakang. Sungmin sedikit bingung saat Kris menghampiri seorang wanita paruh baya yang terbaring lemah dengan berbagai macam alat ditubuhnya bahkan dihidung dan mulutnya. Kris duduk disamping wanita paruh baya itu, Sungmin hanya berdiri disamping Kris dan memeperhatikan saja.

" Eomma Annyeong, bagaimana kabar Eomma? Aku kali ini berkunjung membawanya Eomma, aku harap Eomma Senang " Kris mengecup punggung tangan ibunya, Sungmin sendiri merasa bingung dengan maksud pembicaraan Kris.

" Kris, ini ibumu? " Sungmin memberanikan diri bertanya pada Kris, Kris menolehkan kepalanya menghadap Sungmin sambil tersenyum. Sungmin sedikit terpana melihat senyuman Kris, karena ini kali pertamanya dia melihat Kris tersenyum. Kris bangkit dari duduknya dan menarik tangan Sungmin agar duduk disofa yang ada didalam ruangan itu.

" Dia adalah ibuku, dia mengalami koma akibat kecelakaan 3 tahun lalu. Aku akan menceritakan apapun tentangku padamu tapi bisakah kau berjanji untuk tak membocorkannya pada siapapun termasuk Hyukkie? " Kris menatap dalam mata Sungmin, Sungmin tersenyum lalu mengangguk.

" tiga tahun lalu saat umurku 13 tahun aku mendapatkan kabar bahwa Eomma mengalami kecelakaan dan koma. Saat itu aku sangat terpuruk, aku bahkan tak tega untuk menemui Eomma dirumah sakit, dirumah aku hanya ditemani oleh maid dan Ajhummaku yang tak lain adik kandung Eomma. Selama satu tahun aku menggantungkan hidupku pada Ajhumma yang sangat aku sayangi, Appa sibuk bekerja dan pulang selalu larut malam, sampai suatu ketika saat aku terbangun tengah malam dan ingin mengambil air minum, aku melihat ajhumma memasuki ruang kerja ayahku. Betapa terkejutnya aku saat melihat mereka bercumbu panas, aku juga mendengarkan percakapan diantara mereka. Singkatnya mereka sudah menjalani hubungan terlarang itu saat aku lahir, dan ternyata kecelakan yang terjadi pada Eomma akibat Eomma mengetahui hubungan mereka. Mulai saat itu aku bersikap dingin dan tak mau menerima siapapun dalam hidupku kecuali Eomma, dan tepat satu tahun lalu mereka menikah. Aku semakin terpuruk dan membenci mereka, meskipun ajhumma dan appa selalu menyayangiku dan memperhatikanku tapi aku tak bisa menerima mereka begitu saja. Aku sudah tak percaya lagi pada siapapun, bahkan orang terdekat Eommaku bisa menghianatinya selama ini. Aku terbiasa hidup sendiri tanpa teman, sampai seminggu lalu Han Songsaengnim mempertemukan kita dalam kelompok. Aku yang tak terbiasa memiliki teman merasa nyaman saat berada didekatmu, sifat kekanakanmu justru membuat hariku yang datar menjadi lebih berwarna. Semenjak itu aku menceritakan kepada Eomma tentang dirimu, dan diluar dugaan ternyata saat aku menceritakan tentang dirimu Eomma menunjukan reaksinya. Namun kemarin saat Appa dan Ajhumma menjenguk Eomma keadaan Eomma menurun drastis. Aku sangat marah dan mengusir mereka saat itu juga, makanya kemarin aku tak bisa belajar bersama denganmu. Dan hari ini aku membawamu kemari agar Eomma senang " Sungmin tertegun mendengar cerita Kris, tak menyangka kalau namja dihadapannya ini memiliki masalah keluarga yang pelik.

" Aku berharap mulai saat ini kau mau berteman denganku, aku sadar bahwa aku butuh sandaran butuh teman berbagi dan aku merasa nyaman saat didekatmu, aku berharap kau mau menerima aku sebagai temanmu? " Kris menatap Sungmin yang juga sedang menatapnya, lalu Sungmin bangkit dari duduknya dan menghampiri ibu Kris dan menggenggam tangannya.

" Annyeong Ajhumma, aku Lee Sungmin. Senang bertemu denganmu, aku harap kau segera sadar dan menemani Kris menjalani hidupnya. Aku berjanji akan menjadi teman Kris dan menjaga dan menayanginya seperti aku menjaga dan menyayangi Hyukkie sahabatku. Oleh karena itu Ajhumma juga harus berjuang untuk sembuh dan segera sadar " Kris menghampiri Sungmin dan berdiri disebalahnya.

" Eomma sudah dengarkan apa kata Sungmin, cepatlah sadar. Setelah Eomma sadar kita akan pindah ketempat baru dan melanjutkan hidup kita yang baru tanpa bayang-bayang Appa dan Ajhumma " Suara Kris tampak bergetar, Sungmin menggenggam erat tangan Kris mencoba menenangkan.

Setelah itu Sungmin dan Kris melanjutkan mengerjakan tugas kelompok mereka sampai selesai dirumah sakit. Saat jam menunjukan pukul 4 sore Sungmin pamit untuk pulang kepada Eomma Kris dengan diantarkan Kris sampai didepan apartemennya.

" Kris gomawo sudah mengantarku dan karena kita berteman mulai sekarang jangan sungkan padaku ne? " Sungmin tersenyum pada Kris dan dibalas Kris dengan senyuman.

" Ne, gomawo sudah mau menjadi temanku "

" Baiklah aku masuk kedalam dulu ne, kau hati-hati dijalan " Sungmin membalikan tubuhnya namun Kris menahannya membuat Sungmin membalikan kembali tubuhnya menghadap Kris.

" Kau cantik dengan rambutmu sekarang, Annyeong " Setelah mengatakan itu kris langsung pergi meninggalkan Sungmin yang bingung mendengarkan penuturannya namun itu tak berlangsung lama saat Sungmin mengerti maksud ucapan Kris dan munculah semburat merah dipipinya.

Sungmin memasuki kamarnya dan dengan segera mengganti pakainnya dengan kaos dan celana traning kemudian keluar menggunakan sepatu olahraganya. Sesuai dengan rencana, Sungmin akan lari ditaman sekitaran apartemennya. Jam menunjukan pukul 4.30 sore dan Sungmin berlari hingga pukul 6.00 setelah lari berkeliling selama satu setengah jam, Sungmin kembali kedalam apartemen dan segera mandi untuk membersihkan diri.

Setelah selesai mandi Sungmin berkutat dengan buku pelajarannya, jam menunjukan pukul 07.30 dan saat itu Sungmin merasa sangat lapar tapi sebisa mungkin ditahannya dan memilih berkonsentrasi dengan buku pelajarannya. Namun tiba-tiba getar ponsel menandakan sms masuk membuat Sungmin menghentikan kegiatannya sejenak.

Drttt Drrtttt

From : Kyunnie

Chagi apa kau sudah makan malam?

To : Kyunnie

Ne sudah, Kyu sudah makan?

From : Kyunnie

Aku baru saja akan makan malam dengan Narami dan Mr. Park

Sungmin membulatkan matanya saat Kyuhyun mengatakan akan makan malam bersama Narami dan juga Mr. Park. Dengan kesal Sungmin melempar ponselnya keatas ranjang.

" Arrrrgghhhh menyebalkaaaaaaaaaan. Aku disini menahan lapar setengah mati sedangkan dia dengan enaknya akan makan malam dengan yeoja itu huhh menyebalkaaaaaaan " Terdengar getar ponsel namun kali ini sepertinya suara telepon masuk, Sungmin bangkit dari duduknya dan melihat nama Kyuhyun yang tertera diponselnya dengan acuh Sungmin membiarkan ponsel itu terus bergetar tanpa niatan untuk menjawabnya.

" Rasakan saja, terus telepon aku sampai kau menjadi kakek-kakek. Aku tak mau mengangkatnya " Sungmin keluar dari kamarnya dan memilih untuk menonton TV.

.

.

.

" Aishhh kenapa telponku tak diangkatnya sih? Apa dia sudah tidur? " Kyuhyun berguman saat tak berhasil menghubungi Sungmin.

" Apa yang kau lakukan disini Kyu? Ayo kita masuk kedalam " Narami mengkaitkan lengannya pada lengan Kyuhyun membuat Kyuhyun merasa risih.

" Bisakah kau lepaskan tanganmu? Aku merasa sedikit tak nyaman " Narami cemberut mendengarkan penolakan Kyuhyun namun dia tetap memamerkan senyum yang menurutnya indah itu.

" Ne Arrasho, kajja kita masuk kedalam " Kyuhyun diundang Mr. Park untuk makan malam dan sebenarnya dia tak menyangka jika Mr. Park akan membawa Narami. Mr. Park adalah pembisnis yang sangat berpengaruh diKorea dan Eropa. Kyuhyun sendiri memiliki citra yang baik dimata Mr. Park sehingga sering kali Mr. Park mengajaknya bertemu untuk sekedar makan malam seperti sekarang ini.

" Kyu bagaimana kabarmu dengan tunanganmu? " Sebenarnya Kyuhyun agak terkejut saat Mr. Park mengungkit soal tunangannya.

" Kami baik-baik saja Park Sajangnim, wae? " Mr. Park tersenyum sekilas pada Kyuhyun sedangkan Narami hanya menyimak dengan wajah sedikit ditekuk karena membahas mengenai tunangan Kyuhyun.

" Anni, aku hanya heran saja bagaimana bisa kau bertunangan dengan anak yang umurnya masih sangat muda. Jangan tersinggung, aku hanya ingin tahu saja karena menurutku banyak wanita diluar sana yang lebih dewasa dan cantik yang lebih siap melangkah kejenjang pernikahan sedangkan tunanganmu masa depannya masih panjang untuk memikiran soal pernikahan " Kyuhyun tersenyum, ini bukan pertama kalinya orang lain mengomentari hubungannya dengan Sungmin jadi tak heran jika Mr. Park juga bertanya demikian.

" Alasannya simpel Sajangnim, cinta, itulah alasannya. Aku jatuh cinta padanya saat aku berumur 19 tahun dan dia 8 tahun. Aku sadar akan perbedaan usia kami yang sangat jauh, tapi aku membuktikan selama 7 tahun ini kepada orang tuaku dan orang tuanya jika cintaku ini bukan main-main. Setiap hari aku belajar agar cepat lulus kuliah dan melanjutkan s2 kemudia membangun perusahaan dengan jerih payahku sendiri agar kelak aku bisa menghidupinya dengan baik. Setelah aku kembali dan menemuinya tantangan terbesarku justru ada pada tunanganku yang saat itu berusia 14 tahun, selama 5 bulan aku melakukan pendekatan dan meyakinkannya tentang perasaanku dan akhirnya saat ulang tahunnya yang ke 15 aku menyatakan cintaku dan maksudku untuk mengikatnya pada tali pertunangan namun saat itu dia belum menjawabnya sampai akhirnya dia menjawab beberapa hari setelah ulang tahunnya dan kami pun bertunangan. Meskipun sifatnya kekanakan dan sangat manja aku pikir itu wajar karena usianya masih sangat muda. Aku tak bisa melepasnya dari hidupku karena untuknyalah aku hidup, karena dirinyalah alasanku ada dan bernafas. " Mr. Park tersenyum mendengar penuturan Kyuhyun, dia semakin kagum pada Kyuhyun yang begitu mencintai tunangannya.

" Sepertinya tunanganmu hebat sekali membuatmu bertekuk lutut padanya, aku akan menantikan undangan kalian ne " Kyuhyun menjawab dengan anggukan, Narami mengepalkan tangannya mendengar itu semua.

Setelah makan malam selesai Kyuhyun bergegas pamit karena jam sudah menunjukan pukul 11 malam, dia sejak tadi memikirkan Sungmin yang sendirian dirumah ditambah lagi Sungmin tak mengangkat telepon dan membalas SMSnya.

Sepeninggalan Kyuhyun, Mr. Park yang masih ada didalam restauran bersama Narami pun lansung menatap gadis itu.

" Kau lihat sendiri kan bagaimana cintanya Kyuhyun pada tunangannya? Mianhae aku tak bisa membantumu " Narami mengeram kesal dalam hatinya karena tak bisa meluluhkan hati Kyuhyun lewat Mr. Park, Narami masih sibuk dengan pemikirannya untuk mendapatkan hati Kyuhyun sedangkan Mr. Park sudah pergi meninggalkannya seorang diri disana.

.

.

.

Kyuhyun mengeram kesal karena pagi ini Sungmin sudah berangkat keSekolah sebelum dia bangun apalagi semalam saat Kyuhyun pulang ternyata Sungmin sudah tidur dan kamar yang dikunci membuatnya tak bisa melihat Sungmin. Kemarin Kyuhyun tak melihat Sungmin sama sekali membuatnya merasa kesal dan rindu setengah mati, biasanya walaupun dia sibuk paling tidak mereka pasti bertemu walaupun hanya sebentar.

" Aku akan menjemputnya pulang sekolah " Kyuhyun sudah bertekat bulat menjemput Sungmin pulang sekolah nanti, paling tidak walau hanya akan mengantarkan Sungmin pulang tetapi dia bisa bertemu dengan Sungmin.

.

.

.

Kyuhyun sudah berdiri didepan halaman sekolah Sungmin, dia sengaja tak memberitahu Sungmin akan menjemput karena ingin memberikan Sungmin kejutan, saat sedang menunggu tiba-tiba Hyukkie berteriak memanggil Kyuhyun.

" Oppaaaaaaa " Kyuhyun menoleh kearah Hyukkie dan melambaikan tangannya, Hyukkie berlari menghampiri Kyuhyun.

" Sedang apa Oppa disini? "

" Sungmin mana? " Hyukkie mengerutkan keningnya.

" Dia sudah pulang dari tadi bersama Kris, memangnya oppa tak memberitahu Minnie kalau mau menjemput? " Kyuhyun hanya menjawab dengan gelengan kepala.

" Apa tugas kelompoknya belum selesai? "

" Molla, tugasnya besok harus dikumpulkan, mungkin mereka masih belum menyelesaikannya. Mungkin mereka ada diapartemen sekarang " Kyuhyun mengangguk mengerti.

" Baiklah Aku pergi dulu ne, annyeong " Kyuhyun pun bergegas melajukan mobilnya menuju apartemennya dan sesampainya disana hanya ada Maid dan ternyata Sungmin belum pulang. Kyuhyun mencoba menghubungin ponsel Sungmin namun Sungmin tak juga mengangkatnya, Kyuhyun kesal bercampur khawatir dan dia pun mengirimi Sungmin sms namun lagi-lagi tak mendapatkan balasan dari Sungmin. Sebenarnya Kyuhyun ingin mencari Sungmin namun jam 3 nanti dia akan ada rapat penting sehingga dia memutuskan untuk kembali kekantornya.

.

.

.

Ini sudah hari ketiga Kyuhyun tak bertemu dengan Sungmin, jadwalnya benar-benar padat karena proyek yang akan dibangun dipulau jeju membuatnya super sibuk. Kemarin dia hanya beberapa kali bersmsan dengan Sungmin, jujur saja jika ini proyek bukan proyek besar dipastikan Kyuhyun akan membatalkan jadwalnya hari ini dan menemui Sungmin.

Kyuhyun memasuki apartemennya dan jam menunjukan pukul 12 malam, Kyuhyun berjalan menuju kamar Sungmin dan membuka pintu kamarnya namun lagi-lagi Sungmin menguncinya.

" Aissshhh apa anak itu lupa kalau aku tadi mengsmsnya agar tak mengunci pintu kemarnya " Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi.

" Aku merindukanmu, aku hanya berharap mengecup dahimu dan mengucapkan selamat malam tapi kau malam mengunci pintumu hahhh, lebih baik aku tidur dan bangun lebih pagi agar dapat melihatmu chagi " Setelah itu Kyuhyun memasuki kamarnya.

Pagi Hari

Kyuhyun sengaja bangun pukul 04.30 agar bisa menyiapkan sarapan untuknya dan juga Sungmin, biasanya saat dia bangun pukul 06.30 Sungmin sudah berangkat berarti Sungmin akan bangun pukul 06.00 dan sekarang masih pukul 05.45 masih ada waktu 15 menit untuk Kyuhyun menunggu Sungmin bangun. Kyuhyun mengambil laptopnya dikamar dan mulai membuka email, Kyuhyun terus sibuk berkutat dengan laptopnya sampai telepon masuk berbunyi dari ponselnya.

" Yeoboseo "

" ... "

" Ah Solbi, Ne? Jeongmal? Sebentar aku periksa didalam tasku dulu, sepertinya semalam terbawa olehku " Kyuhyun beranjak dari duduknya dan memasuki kamarnya .

BRAK

Sungmin membanting pintu kamarnya dengan tak elitnya, Sungmin sibuk memasangkan dasi sambil merapikan pakaiannya, seharusnya dia bangun pukul 6 tadi tapi ternyata dia kesiangan sehingga baru bangun pukul 06.15 dengan segera Sungmin mengambil sepatunya dan memakainya cepat setelah itu berlari secepat kilat menuju halte bus.

CKLEK

Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan membawa berkas yang dicarinya, Kyuhyun menengok kearah kamar Sungmin dan membukanya namun tak menemukan Sungmin, Kyuhyun mengecek kedalam kamar mandinya namun Sungmin juga tak ada disana.

" Apa dia sudah ada dimeja makan? " Kyuhyun melihat jam menunjukan pukul 06.40 , dengan cepat Kyuhyun berjalan menuju ruang makan tapi Sungmin tak ada, Kyuhyun pun mendial nomor Sungmin.

" Ne Kyu? " Jawab Sungmin.

" Kau dimana? "

" Tentu saja dalam perjalanan menuju sekolah, wae? " Kyuhyun mengeram menahan amarah.

" Kau tau aku hari ini sengaja bangun pagi agar bisa bertemu denganmu, aku juga sengaja masak sarapan untuk kita tapi kau malah pergi tanpa berpamitan denganku ! " Terdengar suara gugup dan bersalah dari Sungmin.

" Mianhae aku tak tahu kalau kau bangun duluan dan aku tadi bangun kesiangan karena itu aku panik dan langsung pergi begitu saja " Sesal Sungmin.

" Semalam aku sudah mengirimu sms agar tak mengunci pintu kamar tapi kenapa kau masih saja mengunci pintu kamarmu? " Geram Kyuhyun.

" Omo, aku lupa Kyu, mianhae, lagi pula ada apa kau mau masuk kedalam kamarku? Apa ada barangmu yang tertinggal dikamarku? " Kyuhyun mengeram frustasi mendengar pertanyaan Sungmin.

" Tentu saja bukan pabbo, itu karena aku ingin melihatmu aku me.. merindukanmu " TUT TUT TUT. Setelah mengatakan itu Kyuhyun mematikan telepnnya sepihak, Kyuhyun memegang dadanya bisa dia asakan detak jantungnya yang memburu cepat.

" Aishhhh aku benar-benar merindukannyaaa " Kyuhyun mengeram frustasi lalu beranjak menuju kamarnya untuk bersiap-siap kekantor.

.

.

.

Seperti kemarin, siang ini Kyuhyun kembali menunggu Sungmin dihalaman sekolahnya. Namun kali ini Kyuhyun datang sebelum bel berbunyi, beruntung hari ini jadwalnya tak begitu padat dan penting. Kyuhyun bertekad menghabiskan waktunya bersama Sungmin, 3 hari tak bertemu Sungmin membuatnya rindu setengah mati.

Setelah menunggu selama 30 menit akhirnya bell pulang sekolah yang ditunggu-tunggunya berbunyi juga. Kyuhyun memperhatikan satu persatu murid yang keluar dari sekolah hingga akhirnya dia melihat wanita yang dicintainya dan sangat dirindukannya muncul, Kyuhyun mengulas senyum manisnya saat melihat Sungmin namun senyuma itu tak bertahan lama saat melihat Sungmin tertawa bersama seorang namja yang Kyuhyun tahu itu adalah teman sekelompok Sungmin kemarin. Dengan hati yang panas dan menahan amarah Kyuhyun menghampiri Sungmin dan menghadang jalan Sungmin dan Kris membuat Sungmin terpekik terkejut.

" Omo Kyu, kenapa kau berada disini? " Kyuhyun tampak tak suka dengan pertanyaan Sungmin.

" Apa salahnya jika aku menjemput tunanganku sendiri, hmm? " Sungmin tampak salah tingkah.

" Kris sepertinya hari ini aku tak bisa ikut denganmu, sampaikan salamku pada Ajhumma ne? " Kris mengangguk mengerti.

" Ne, nanti aku sampaikan salammu pada Eomma " Setelah itu Kyuhyun menarik Sungmin masuk kedalam mobilnya.

Kyuhyun melajukan mobilnya entah kemana, Sungmin tak berani menanyakan pada Kyuhyun karena dilihatnya Kyuhyun sedang menahan amarahnya. Sungmin sendiri bingung kenapa Kyuhyun tiba-tiba marah namun lagi-lagi nyali Sungmin terlalu ciut untuk sekedar bertanya ditambah lagi kecepatan mobil yang menggila membuat Sungmin tahu bahwa Kyuhyun benar-benar marah saat ini. Kyuhyun menghentikan laju mobilnya disebuah hamparan ilalang yang luas, tempat ini sangat rindang, sejuk dan sepi. Kyuhyun keluar dari mobilnya dan diikuti Sungmin dibelakangnya. Kyuhyun menghentikan langkahnya membuat langkah Sungmin berhenti, melihat Kyuhyun diam saja membuat Sungmin sedikit bingung namun dengan perlahan Sungmin menghampiri Kyuhyun.

GREP

Sungmin memeluk Kyuhyun dari belakang, menghirup aroma tubuh Kyuhyun yang dia rindukan, bohong jika 3 hari ini dia tidak merindukan Kyuhyun.

" Bogoshipooo " Ucap Sungmin dengan lirih, Kyuhyun melepaskan lingkaran tangan Sungmin dipinggangnya dan membalikan tubuhnya menghadap Sungmin lalu memeluknya erat, menenggelamkan wajahnya dileher Sungmin, mengecup bahu Sungmin berulang kali.

" Nado, nado bogoshipo " Mereka terlarut dalam pelukan hangat, setelah beberapa lama mereka berpelukan akhirnya mereka melepaskan pelukan mereka, Kyuhyun menatap Sungmin intens begitu pulang dengan Sungmin. Lama-lama wajah Kyuhyun semakin mendekat kearah Sungmin dan entah sejak kapan kedua bibir itu mulai saling memanggut dan mengesap satu sama lainnya, menyalurkan rindu yang menggebu, Kyuhyun megeratkan pelukannya dipinggang Sungmin dan satu tangannya lagi memegang tengkuk Sungmin untuk memperdalam ciuman mereka, Sungmin melingkarkan lengannya dileher Kyuhyun dengan erat. Terlihat keduanya ingin saling mendominasi ciuman diantara mereka hingga keduanya melepas panggutan itu dengan nafas terengah-engah . Kyuhyun tersenyum melihat wajah Sungmin yang memerah padam, direngkuhnya lagi tubuh Sungmin kedalam pelukannya.

" Kau membuatku gila tiga hari ini, kau tau aku merindukanmu sampai dadaku ini terasa sesak, aku tak ingin begini lagi, bagaimanapun kita harus menyempatkan diri bertemu walau hanya sebentar " Sungmin mengangguk.

" Dan aku tak suka kau dekat-dekat dengan teman sekelompokmu itu " Sungmin memandang Kyuhyun bingung.

" Kris maksudmu? Wae? " Kyuhyun mengehela nafas beratnya.

" Kenapa bertanya? Tentu saja aku cemburu melihatmu bersama namja lain " Sungmin tersenyum mendengarnya.

" Jeongmal kau cemburu? " Tanya Sungmin sambil tersenyum-senyum senang.

" tentu saja, wajar bukan kalau aku cemburu? Memangnya kau tak cemburu melihatku bersama wanita lain hmm? " Kyuhyun mengelus lembut pipi Sungmin yang sedikit merona.

" Tentu saja cemburu " Kyuhyun tersenyum kemudian mengelus rambut Sungmin yang diikatnya, Kyuhyun merasa janggal pun melepaskan pelukannya pada Sungmin dan melihat rambut Sungmin, Kyuhyun melepas ikatan rambut Sungmin dan betapa terkejutnya melihat potongan rambut Sungmin yang pendek.

" Kau memotong rambutmu? Wae? " Sungmin tampak sedikit salah tingkah kemudian tersenyum pada Kyuhyun.

" Apa aku cantik? Tiba-tiba aku ingin merubah suasana saja, bosan rambut panjang terus " Kyuhyun mengerenyit tak suka.

" Jangan pernah potong rambutmu lagi! Aku tak suka rambut pendekmu " Sungmin cemberut menanggapi Kyuhyun, dipikirnya Kyuhyun akan suka melihat peubahannya, Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin dan menatap Sungmin intens.

" Kau menggunakan make up? Siapa yang mengajarimu seperti ini ? " Sungmin tampak gelagapan melihat reaksi Kyuhyun, dipikirnya Kyuhyun akan senang dengan perubahannya namun diluar dugaannya justru Kyuhyun terlihat marah dan tak suka.

" Tak ada yang mengajariku, waktu itu aku hanya iseng saja mencoba alat make up di mall dan ternyata bagus jadi aku beli saja dan sayang kalau sudah dibeli tapi tidak dipakai jadi aku coba-coba saja memakainya " Jawab Sungmin gugup.

" Jangan pernah memakai make up lagi, aku tak suka " ucap Kyuhyun dengan nada dingin.

" Wae? "

" Aku suka kau yang alami tanpa make up, aku suka rambut panjangmu yang terurai karena kau terlihat sangat manis, aku tak suka melihat rambutmu sekarang dan make up mu karena aku seperti melihat orang lain, bukan seperti melihat Sungmin tunanganku yang manis, polos dan alami " Sungmin tertegun mendengar penuturan Kyuhyun, dengan sekejap Sungmin memeluk erat Kyuhyun.

" Mianhae, aku akan kembali menjadi diriku apa adanya " Kyuhyun tersenyum dan membalas pelukan Sungmin dengan erat.

" Ne, saranghae chagi, jadilah dirimu yang apa adanya, aku suka itu " Sungmin mengangguk dalam pelukan Kyuhyun.

" Nado saranghae "

.

.

.

Kyuhyun memasuki kamar Sungmin dan merebahkan dirinya dikasur Sungmin, malam ini dia memutuskan untuk tidur bersama Sungmin dikamar Sungmin. Jangan berpikiran yang tidak-tidak, mereka hanya akan tidur bersama, Kyuhyun masih sangat merindukan Sungmin sehingga dia ingin tidur sambil memeluk Sungmin malam ini. Sungmin masih berada dikamar mandi, Kyuhyun menatap kamar Sungmin yang seperti kamar anak-anak, namun sangat manis. Kyuhyun bangkit dari tidurnya dan berjalan kearah meja belajar Sungmin yang terdapat beberapa buku yang tergeletak disana dan juga bingkai foto yang terdapat foto mereka berdua yang tersenyum bahagia menatap kamera. Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah buku-buku yang menumpuk, Kyuyun mengerenyitkan dahinya saat melihat banyak buku-buku dan majalah fashion juga note yang terselip disana. Seketika amarah Kyuhyun meradang membaca note itu.

CKLEK

Sungmin keluar dari kamar mandi dan melihat Kyuhyun sudah ada dikamarnya, Sungmin tersenyum dan mendekati Kyuhyun namun langkahnya terhenti saat melihat Kyuhyun membalikan tubuhnya dan memandangnya tajam. Yang lebih mengejutkan lagi Kyuhyun melempar beberapa buku, majalah fashion dan juga note kearahnya. Sungmin membulatkan matanya melihat itu semua, Sungmin menatap Kyuhyun dengan takut-takut dan mencoba mendekati Kyuhyun walaupun tubuhnya bergetar hebat.

" K.. Kyu aku bisa jelaskan " Sungmin berdiri dihapadan Kyuhyun.

" Apa maksudmu dengan semua ini? " Tanya Kyuhyun dengan dingin membuat Sungmin tak dapat menahan lagi tangisnya.

TBC

Chap 4 update, niatnya mau ngepost kemaren tapi merasa ada yang aneh sama ceritanya jadi aku coba memperbaiki dan inilah hasilnya, mengecewakankah? Gomawo yang udah mau review dan baca, huwaaaa aku ada urusan jadi gak bisa ngomong banyak, terakhir tolong reviewnya yaaah gomawo ^^