-Talk Game-
*Ch 4*
Story by: Kiriko Alicia
Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp
Rating: T
Pairing (Main): Kagamine Rin X Kagamine Len
Genre: Romance, Humor.
Warning: Cerita gaje, alur lambat/ngebut, typo dimana-mana, dan cerita ini dapat mengakibatkan berbagai macam reaksi terhadap para pembacanya (Menangis terharu, tertawa ngakak, kesel-kesel sendiri karena pairing lainnya tidak sesuai harapan, dll), all in Normal PoV.
Summary: Rin Kagamire yang dijuluki sebagai 'Ratu Bicara' di kelasnya kini dihadapkan kepada murid pindahan yang 'menyebalkan' (menurutnya) di kelasnya, Len Kagamine.
"Tadaima…," Ucap Miku pelan sambil menutup pintu rumahnya.
Sunyi. Tidak ada jawaban. Miku hanya menghela nafas lalu segera masuk ke kamarnya yang terletak di lantai dua.
"AAHH! LEGANYA!" Ucap Miku sembari membaringkan dirinya ke kasurnya yang memiliki seprei bermotif negi. Ia pun segera menganti posisi tidurannya sejenak. Ia ingin istirahat.
Saat ia bergerak…
PLUK!
Buku diary yang tadi dipungutnya terjatuh dari kantung seragamnya. Miku pun mengambil buku kecil yang jatuh itu dan menaruhnya ke meja terdekat. Ia ingin kembali tiduran di ranjangnya, namun ia juga penasaran akan diary tersebut.
"Apa lebih baik kucari sekarang saja ya?" Tanya gadis itu pelan. Didorong rasa penasaran serta keingin tahuan yang besar, ia pun mengambil posisi duduk di kursi yang berada di depan meja tersebut.
"Eh… Jangan-jangan… Ini punya Kagamire-san?" Batin Miku lalu mengangguk, mengiyakan pertanyaannya sendiri, "Benar juga, tidak ada orang lain disana selain kita waktu itu. Teto tidak membuat diary, Neru sendiri selalu menyimpan diarynya di dalam lemari kamarnya…"
"Tapi… Apa aku boleh membukannya?" Pikir Miku lagi, "Nanti bisa-bisa Kagamire-san marah kalau diarynya kubuka…"
Namun rasa penasaran Miku kini mengalahkan rasa bersalahnya. Perlahan, tangannya membuka halaman pertama, terdapat tulisan tangan yang sangat rapi dan belum pernah dilihatnya.
'Si itik buruk rupa. Kuharap, seseorang dapat mengembalikan kecantikannya'
"Apa maksudnya?" Pikir Miku kebingungan sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Namun ia tidak memikirkannya lebih lanjut dan malah membalikkan buku diary itu ke halaman selanjutnya.
15 Agustus 20XX, Tokyo.
Hari ini, aku bermain sepeda seperti biasa, karena Lenka-nee sudah berjanji untuk mengajariku naik sepeda. Yeey! Apalagi yang roda dua! Aku sangat senang! Setelah itu, kami segera ke rumah sakit, tentunya mengunjungi Kaa-san. Syukurlah keadaan Kaa-san kini tengah membaik… Hari ini benar-benar hari yang indah!
"Kagamire-san… Tersenyum?" Batin Miku setengah tidak percaya. Namun bukan hanya pertanyaan itulah yang kini berputar di benaknya.
"Apa yang terjadi dengan Kaa-sannya Kagamire-san? Dan… Siapa itu Lenka? Kakaknya kah? Dan apa yang terjadi dengannya?"
.
.
.
"Apa lihat-lihat? Ada yang salah di wajahku?" Tanya Rin dengan nada menusuk. Len langsung meneguk ludahnya.
"Ti-Tidak ada," Jawab Len.
"Bagus kalau begitu," Jawab Rin lagi dengan nada datar.
Kalau readers binggung situasinya, Alice akan jelaskan. Jadi, kini mereka sedang ada tugas kelompok untuk pelajaran Kiyoteru sensei.
FLASHBACK: ON
"Minna, sensei akan berikan tugas kelompok. Sekarang sensei akan bagi kelompoknya," Ucap Kiyoteru sensei.
"Sukone-san, Mayu-san, dan Tone-san," Ucap Kiyoteru sensei.
"Defoko-san, Teiru-san, dan Honne-san," Ucap Kiyoteru sensei lagi.
"Kagamine-san, Kagamire-san, dan Shion-san," Lanjut Kiyoteru sensei. Setelah itu Alice ngak tulis lanjutannya karena kelamaan #plak.
"Jadi… Tugas kalian adalah membuat sebuah klipping tentang berita-berita mengenai perampokan, penculikan, serta bencana alam yang sedang terjadi…," Perintah Kiyoteru sensei, "INGAT! Harus dikumpulkan minggu depan! Tidak ada toleransi bagi yang mengumpulkan terlambat."
FLASHBACK: OFF
Dan karena itulah kini mereka sedang berada di rumah Kaito, mengerjakan proyek klipping tersebut. Dan Rin kini tidak mengenakan kerudungnya karena memang merepotkan jika ia harus memakai sebuah 'penyamaran' hanya untuk pergi ke rumah temannya, bukan?
Tiba-tiba…
CKLIK!
Lampu kamar itu mati tiba-tiba, entah karena apa. Namun hanya sejenak. Sekitar dua sampai tiga menit kemudian, lampu sudah kembali menyala.
Lampu pun kini menyala memperlihatkan Kaito yang kini sedang men-death hug Len (yang wajahnya sudah pucat pasi) dengan wajah berwarna biru serta badan bergetar. Sedangkan kini roh Len sudah tidak berada pada tempatnya, dalam inti, rohnya sudah melayang (Alicia: *digampar readers karena Len mati*).
Rin pun menatap mereka dengan pandangan datar, lalu berkata dengan suara yang cukup keras yang sontak membulatkan mata kedua orang itu:
"Yaoi."
.
.
.
.
.
.
"Ka-Kami tidak yaoi!" Jerit Len dan Kaito bersamaan sambil menunjuk satu sama lain lalu langsung menjaga jarak karena tersadar apa yang baru saja mereka lakukan tadi.
"Aku tidak percaya ini… Ternyata teman se-grupku itu yaoi," Ucap Rin lagi dengan wajah super-super-super datar, rupanya ia tidak mendengarkan ucapan Kaito dan Len.
"Sudah kubilang kami tidak yaoi! Lagian kami kan sudah menyukai orang lain!" Jerit Kaito histeris, diiringi anggukan dari Len.
"Kalau begitu siapa yang kalian suka?" Tanya Rin masih dengan pandangan datarnya dengan kedua tangan dilipat di depan dada. Kaito dan Len langsung berpandang-pandangan sebentar, sebelum wajah keduanya memerah. Ayolah, mana mungkin kan mereka bilang siapa yang mereka sukai kepada Rin?
"Ohhh… Aku tahu. Shion-san suka Len, Len suka Shion-san kan?" Tanya Rin lagi lalu duduk di pinggiran kasur dengan tenang. Spontan mata kedua orang di depannya itu terbelalak.
"Sudah kubilang kami bukan YAOI!" Teriak Len dan Kaito keras-keras.
BLAM
Tiba-tiba saja pintu terbuka dengan keras. Menampilkan seorang gadis berambut biru laut, seperti Kaito, kini sedang melihat mereka sambil berkacak pinggang.
"Kaito-nii! Suaramu keras sekali! Menambah pencemaran suara saja!" Jerit gadis yang kira-kira berumur dua belas tahun itu.
"Ma-maaf Kaiko…," Ucap Kaito kepada gadis yang merupakan adik perempuannya itu.
"Lain kali kalau main, tahu diri donk!" Ucap Kaiko sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Iya…," Ucap Kaito dan Len bersamaan. Eh? Kaito dan Len? Iya. Len juga merasa bersalah karena sudah berteriak dengan keras.
"Huff… Baiklah, tidak apa-apa…," Ucap Kaiko, "Ohya, Miku-nee datang kesini. Sekarang ia sedang berada di bawah, berbicara dengan Akaito-nii."
"Eh? Miku datang kemari?" Tanya Kaito kebinggungan. Kaiko mengangguk.
"Ia membawa es krim rasa mocca lagi," Lanjutnya. Kaito langsung berlari menuruni tangga tanpa memedulikan panggilan Kaiko lagi dibelakangnya.
"Em… Lebih baik kalian ikut turun ke bawah sekarang," Ucap Kaiko kepada Rin dan Len yang masih cengo gara-gara kejadian barusan. Rin dan Len mengangguk lalu turun ke bawah.
.
.
.
"Eh, Kaito!" Ucap Miku dengan wajah agak memerah ketika melihat Kaito yang datang ke arahnya dengan tergesa-gesa.
"Ha-halo Miku, kudengar kau membawa es krim lagi ya?" Tanya Kaito agak gugup dan to-the-point. Miku langsung sweatdrop melihat kelakuan teman masa kecilnya itu.
"Iya, tadi sudah kuberikan ke Kaiko," Ucap Miku sembari tertawa kecil. Kaito yang melihatnya menjadi memerah dan salting sendiri.
Idih, serasa dunia milik berdua, sampai-sampai ngak sadar kalau Rin dan Len ada di belakang mereka =w=
"Sekarang kau," Tuntut Rin yang berada cukup jauh di belakang Miku dan Kaito.
"Eh?"
"Beritahu aku siapa orang yang kau sukai," Ucap Rin dengan pandangan datar.
"EEHH?! Tu-tunggu! Kaito dulu!"
"Kalau Shion-san tidak perlu, sudah tertampang jelas di wajahnya kalau ia menyukai Hatsune-san," Ucap Rin sambil memutar bola matanya. Len hanya mengangguk-angguk.
"Karenanya sekarang kau harus memberitahuku," Lanjut Rin sambil menatap Len dengan pandangan mengancam. Wajah Len langsung pucat pasi.
"Ke-kenapa aku harus memberitahukannya padamu?" Tanya Len tergagap.
"Bukti bahwa kau tidak yaoi," Jawab Rin lagi. Len langsung meneguk ludahnya.
"Kau kan bisa lihat sendiri aku suka siapa, seperti Kaito, pikir saja siapa gadis yang dekat denganku," Ucap Len lagi sebelum tersadar apa yang dia katakan lalu menutup mulutnya dengan wajah memerah.
"Semoga Rin tidak sadar, semoga Rin tidak sadar, semoga Rin tidak sadar," Kira-kira itulah harapan Len di dalam otaknya.
"Aku tidak tahu, karena seingatku kau tidak dekat dengan gadis manapun," Jawab Rin polos.
Oh Rin, kau lupa satu hal. Len cukup dekat denganmu.
Len langsung kicep. Dalam hati ia bersyukur karena Rin tidak sadar, tapi ia juga agak kecewa karena merasa Rin belum menganggapnya sebagai seseorang yang dekat dengannya.
-SKIP TIME-
Kini Rin, Len, Miku, dan Kaito sedang berada di halaman rumah Kaito yang besar. Halaman rumah itu penuh dengan bunga dengan berbagai macam bentuk dan warna. Itu dikarenakan, Kaiko juga sangat suka menanam bunga…
…Selain makan es krim.
Miku dan Kaito kini sedang melihat bunga-bunga melati. Sedangkan Rin dan Len sedang melihat-lihat bunga Mawar. Diam-diam, Miku ingin mengatakan bahwa kini ia yang membawa diary Rin, namun ia takut. Karenanya ia hanya diam dan tidak mengatakan apapun pada Rin.
Karena melihat bunga-bunga Mawar, Rin pun teringat akan sosok kakaknya dulu. Kagamire Lenka, gadis yang sangat menyukai bunga mawar.
"Bunga mawar itu cantik ya!"
.
"Hu'um! Bunga itu mirip banget sama Lenka-nee!"
Berbagai memori indah kini berputar dalam otak Rin. Tanpa sadar, bibirnya kini tertarik keatas, membentuk sebuah senyuman kecil yang memukau. Dan Len yang melihatnya jadi kaget sendiri.
"Ri-Ri-Rin tersenyum!" Batinnya. Tanpa disadarinya, kini rona merah tampak jelas di wajahnya. Rin yang menyadari kalau Len sedang mengamatinya, menyipitkan matanya dan melirik Len dari ujung matanya dan memberinya sebuah pandangan tajam.
"Apa lihat-lihat lagi?" Tanyanya ketus. Len yang tertangkap basah memandangi Rin jadi salting (salah tingkah) sendiri sekarang.
"A-Ah i-itu…," Ucap Len tergagap. Sedangkan Rin kini hanya tetap diam sambil menatap Len dengan pandangan menusuk yang mematikan.
"Bu-bukan apa-apa…," Jawab Len akhirnya. Rin masih setengah tidak percaya, namun ia menghapus kecurigaan itu dan segera kembali ke aktifitasnya semula, mengamati bunga-bunga mawar tersebut.
"Lagi-lagi begini…," Batin Rin kebinggungan.
Mereka pun melanjutkan aktifitas mereka, melihat-lihat halaman bunga tersebut serta menyelesaikan proyek klipping mereka yang entah-Alice-tidak-tahu-bagaimana-akhirnya. Len dan Rin pun segera pulang dari rumah Kaito saat matahari tenggelam, tepatnya saat sore hari.
Len, yang sebagai laki-laki, mengantarkan Rin pulang ke rumahnya. Di sepanjang perjalanan mereka, hanya dilanda oleh keheningan belaka. Tidak ada pihak yang berbicara. Mereka berdua sama-sama canggung untuk memulai percakapan.
Kini, mereka pun sudah sampai di depan rumah Rin, rumah yang tidak besar, tapi juga tidak kecil. Rumah itu memiliki gerbang berwarna kuning serta dinding yang dicat krem. Di halaman rumah itu tampak taman bunga yang sudah tidak dirawat sehingga beberapa tanaman kini merambat ke bagian tembok. Contohnya adalah sulur mawar.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya," Pamit Len kepada Rin. Rin hanya mengangguk singkat tanpa mengatakan apa-apa. Karenanya, Len pun segera berjalan pergi.
"LEN!" Jerit Rin tiba-tiba dari kejauhan. Len yang kini sudah berada di tempat yang agak jauh berhenti bejalan dan menoleh kebelakang sambil tersenyum.
"TE-TERIMA KASIH!" Lanjut Rin dengan wajah merah, karena ia sebenarnya malu untuk berteriak seperti itu. Len hanya mengangguk.
"DAN JANGAN LUPA HUTANGMU!" Jerit Rin lagi sebelum berlari masuk ke dalam rumahnya.
"Eh?" Tanya Len kebingungan.
"Hutang apa?" Pikirnya. Namun tiba-tiba otaknya connect ke apa yang dimaksud Rin. Langsung saja wajahnya memerah.
"SIAALLL!" Batinnya sambil headbang di tiang jalan terdekat.
.
Alicia: Ehehe, tanpa kuberitahu pun kurasa readers sudah tahu hutang apa yang dimaksud Rin kan? Pertanyaan Rin itu lho. Nah… Disini kurasa romancenya sudah mulai terasa. Alice sih rencananya mau kasih rivalnya Len di chapter depan, serta apa yang terjadi dengan Lenka. Tapi itu masih rencana Alice~
Kyoko: Mari kita balas reviewnya dulu~
.
-Kurotori Rei
Okee ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review! XD
-Aditya nogami
Salam kenal juga Nogami-san! Yoroshiku~! Arigato ne pujiannya! Oke ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review! \(^v^)
-Hohoho. Ternya
Iyaaa! Rin punya diary tuh! Alice sudah intip #ditabokRin
Okee! Ini sudah lanjut, arigato ne, sudah me-review! (^w^)/
-Kurone Ryu
Belum mau first date kok… Tapi EMANG HARUS FIRST DATE! #plak
Okee! Sankyuu sudah me-review! =)
-Kaede Hoshizora
Waah! Bener bagus? Arigato nee! X9 Gpp… Alice sudah nge-review kok, kalau Kaede-san sudah baca XD Arigatou sudah me-review! X3
-Kei-T Masoharu
Ha'ii! Arigatou dukungannya! Dan arigato sudah me-review! X3
.
Semuanya + Alicia: Terakhir… MOHON REVIEWNYA! ^^
Alice perlu banget review buat lanjutin nih cerita TAT
.
Lanjut atau delete?
