Hima : MINNA-SAN! Maafkan hamba karena telah telat meng-update chapter!

Rin : wuah! Hari libur yang menyenangkan!

Len : Iya, nggak kusangka bakalan libur sepanjang ini~!

Hima : *pundung di pojokan* hiks…kalian nggak ada yang peduli dengan apa yang terjadi denga-

Rin : kau tau, Len?! Akhirnya aku bisa memakan semua jeruk dari seluruh dunia gegara liburan kali ini!

Len : *ngangguk semangat* uhm! Dan akhirnya aku bisa bersantai ria selama li-

Hima : Himawari Electricity! *nyetrum Len dengan kabel listrik berkekuatan 10.000 watt*

Len : HEEE?! BOKU DAKE?! *sempet-sempetnya teriak sementara dia kejang-kejang*

Pss…

Terlihatlah di ujung sana, segumpal daging gosong yang tak mau saya lihat lagi.

Hima : ok, Minna-sama~! Saatnya menyaksikan Vocaboi the Series!

Rin : *setelah memastikan Len sudah tak bernyawa* doakan sampai Season 10, ya!

Len : (entahlah, mungkin lagi sekarat *nggak peduli*)

.

Discalimer : Vocaloid adalah milih Crypton. Kalau menjadi milikku...aku nggak tahu apa yang akan terjadi.

Dan cerita ini juga bukan milikku sepenuhnya.

Warning : GaJe, Typo(s), garing dan mungkin (atau semoga) membuat anda semua terkena diare dan sakit perut 7 abad jika tidak nge-review.

(Hima : *berdoa demi keselamatan readers sekalian*)

.

Chapter 4: Vocaboi dan Rinto sang adik Gakupo (yang tidak bisa dipercaya) beraksi.

"sudah lama aku menanti kedatanganmu..." Gakupo secara tiba-tiba berubah serius menatap Vocaboi. "biar kutebak..."

Tegang.

Tegang.

"...kamu Len, kan?!" kata Gakupo sambil menunjuk Vocaboi tajam.

"eh?!" Len tentu kaget "ta...tau darimana aku Len?!" Tanya Len penasaran plus kaget.

"eh?! Ka...kamu bener-bener Len?!" teriak Gakupo kaget.

"EEEEH?!" Gakupo dan Len melongo dan saling menatap satu sama lain tak percaya.

"duet idiot" gumam Rin sweatdrop diikuti anggukan dari Rinto.

.

"aku adalah pemimpin organisasi rahasia yang bertugas menyelidiki orang-orang berkekuatan super" Gakupo mulai berpidato dengan nada bangga "aku membangun kosan ini untuk mengumpulkan orang-orang tersebut, kemudian melatih mereka menjadi pahlawan" lanjut Gakupo masih dengan nada bangga.

Hening.

Hening.

Lalu, Gakupo terduduk dan muncul lampu spotlight diatasnya.

"sayangnya, sampai sekarang penghuninya cuma aku" kata Len sambil menunjuk dirinya.

.

"ayo ikut aku ke markas rahasia" kata Gakupo memimpin.

Mereka lalu pergi ke dapur. Segera Gakupo membuka pintu kulkas.

"wah, markas rahasianya disitu?!" batin Len kaget "seingatku, itu kan kulkas biasa?"

"jangan-jangan...ada tombol tertentu yang akan membuka gerbang ke dunia lain?!" batin Len mulai tak sabar dan mulai kumat.

Sedari tadi, Gakupo terus memandang isi kulkas yang ada dihadapannya.

Hening.

Hening.

"ma, jus alpukatku kok habis?!" teriak Gakupo.

GUBRAK!

"alamak..." gumam Len kaget.

.

Saat sudah ada didalam markas rahasia yang ternyata hanya seperti kamar biasa...

Jreng! Komputer super canggih pun terlihat...mengecewakan.

Len melongo melihat komputer super canggih yang ternyata hanya mainan itu.

Hima juga melongo.

Hening.

"lihat apa kamu?! Ayo sini!" Gakupo menyalakan komputer...biasa.

.

"menurut data komputer, mereka itu alien" kata Gakupo dengan wajah serius menatap komputer. Tangannya dengan lincah bergerak di keyboard komputer.

"mereka datang dari galaksi 4l4y" lanjut Gakupo. "alasan mereka datang ke Bumi belum pasti. Yang jelas, mereka berbahaya"

Tapi, saat kalian melihat ke layar komputer, mereka rupanya sedang bermain puzzle.

"broken heart, deh" gumam Hima.

"itu...kata komputer?" Tanya Len sweatdrop.

"tentu saja! Apa kamu nggak percaya?!" Tanya Gakupo.

"aku kagak percaya" gumam Hima sweatdrop juga.

.

"Vocaboi beraksi!" Len keluar dengan mengenakan kostumnya yang sudah selesai dicuci.

"pendekar pentung beraksi!" kata Rinto kembali mengenakan pecinya. Dan kembali, rambut ungu ikat satunya berkibar.

Vocaboi menatap 'pendekar pentung' dengan pandangan aneh.

"kenapa?" Tanya pendekar pentung.

"ah...tidak" kata Vocaboi dan mulai terbang.

"ayo maju!" kata Pendekar Pentung bersemangat.

Dan mereka terbang dihiasi background matahari terbenam.

(padahal udah malem, deh?)

"wahai Pendekar Pentung, dandananmu itu sungguh..."

.

KOAK!

"gawat! Mereka semakin banyak!" kata Vocaboi.

"biar kupanggil bala bantuan!" kata Pendekar Pentung. Dia lalu mengangkat pentungannya.

"eh? Kamu punya anak buah?" Tanya Len kaget.

Wush! "keluarlah...POKER!"

Lalu, muncullah seekor...eh? seorang...eh salah! Seikat...betul! seikat pocong dari pentungan pendekar pentung.

"WHAT THE...?!" Vocaboi lari terbirit-birit saat melihat pocong itu.

"POcong KERen" gumam pendekar pentung.

.

"heaa!" Vocaboi mulai menghajar alien-alien itu.

Bletak! Pendekar Pentung mulai memukul mereka dengan pentungannya.

Lalu, tanpa mereka sadari, ada kamera kecil yang melayang-layang didekat mereka. Dihiasi peci kecil diatas kamera itu.

Di markas...

"suaranya kagak kedengaran!" Gakupo memukul-mukul komputernya. Rupanya, Rin dan Gakupo menyaksikan pertarungan mereka lewat kompi.

"lebih semangat lagi, dong!" teriak Gakupo.

"boleh mukul, nggak ya?" Tanya Rin. Dia udah kebelet mukul Gakupo pakai pentungan nomor 2-nya Pendekar Pentung

.

Pendekar Pentung dan Vocaboi bertarung dengan sangat baik. Mereka juga sangat kompak.

Alien mendekati Pendekar Pentung, dan Pendekar Pentung langsung menendang muka Alien. 2 Alien mendekati Vocaboi, dan dengan gampang Vocaboi memukulnya.

Begitulah. Mereka saling bekerja sama supaya Alien-Alien itu pergi.

Lalu, dari bawah mereka, muncul alien raksasa yang sepertinya ada boss mereka.

(Hima: emang ini game? Ada boss-nya segala)

"astaga...ada juga yang beginian?!" kata Pendekar Pentung kaget.

Zboom! Dan alien raksasa itu berdiri. Berhadapan dengan pendekar pentung dan Vocaboi.

"GROAR!" suara geramannya saja sudah menggelegar seperti itu.

Di markas...

"Om Gakupo! Bagaimana ini? Makhluk itu bahkan lebih besar dari bus!" kata Rin panik "bagaimana kalau terjadi apa-apa pada mere..."

Kata-kata Rin terhenti saat melihat Gakupo tertidur dengan air terjun Niagara yang mengalir deras dari mulutnya. Tidak lupa dengan balon besar yang keluar dari hidungnya.

"ah, maaf. Aku tidak sopan mengganggu orang tua yang sedang tidur" kata Rin berbisik.

Hening.

Hening.

"BANGUN!" Rin melempari Gakupo dengan monitor komputer kepunyaan Hima.

Eh?

"KOMPI!" teriak Hima dramatis.

"ukh! Aku mimpi ditampar istriku karena jualan tahu isi yang digoreng pakai plastik!" langsung muncul benjolan tingkat 4 dikepala Gakupo. "sampai dimana pertarungan...loh? monitornya mana?"

"ng...dimana, ya?" kata Rin dengan suara imut khasnya.

Monitor terbaring tak berdaya disamping Rin. Berasap dan retak, mungkin udah rusak parah.

.

Di kota...

Glegar! Hampir saja pendekar pentung terkena hantaman dari alien raksasa itu. Tapi dengan cekatan, Pendekar Pentung mengendarai skateboard-nya.

"Poker, keluarlah!" Pendekar Pentung segera mengeluarkan pentungannya.

Jreng! "yihaa!" dan Poker pun keluar sambil mengepalkan kedua tangannya.

"pocong kok punya tangan?" Tanya Vocaboi dengan sweatdrop.

Lalu, Pendekar Pentung beratraksi di udara dengan skateboardnya.

"Poker...MODE TERBANG!" kata Pendekar Pentung.

Mata Vocaboi langsung 'cira-cira'.

"uoo! Jadi sayap ya?!" kata Vocaboi semangat.

Teng~. Rupanya, bukan berubah jadi sayap...tapi...

"Cuma digendong, kok" kata Pendekar Pentung nyengir.

Poker menggendong Pendekar Pentung dengan cara memegang baju sang Pendekar Pentung.

GUBRAK!

.

"kak! Monster itu susah sekali dikalahkan! Kakak bisa cari kelemahannya?!" Tanya Pendekar Pentung yang rupanya sedari tadi membawa telepon rumah.

"kamu nggak malu bawa telepon kayak begitu?" Tanya Vocaboi.

Di markas...

"tenang. Aku sudah menyelidikinya! Kelemahannya ada di..."

Di kota...

"kakakku bilang..." pendekar pentung menutup teleponnya "kelemahannya di...lubang p nt t" kata pendekar pentung.

"cius?!" kata Vocaboi dengan muka jijik.

(Hima: siapa yang nggak jijik sih?!)

Di markas...

Dikarenakan kompi rusak, Gakupo menggunakan roda berputar kek di serial TV yang bakalan dapet hadiah itu.

Dan pilihannya terjatuh pada...pantat.

"huh! Jangan remehkan kemampuan analisisku, ya!" kata Gakupo bangga.

"hum...analisis itu apa ya? Merek MLM baru?" batin Gakupo sambil menggaruk-garuk punggungnya.

Rin hanya menatap Gakupo dengan pandangan horror dan ditangannya sudah ada pentung punya Rinto yang bertuliskan 'MARAH'

.

Di kota...

"ok! Sudah ditetapkan. Kita akan menyerang pantatnya. Poker, bersiaplah!" kata Pendekar Pentung.

"aye, sir!" teriak Poker sambil memberikan hormat.

"aku akan mengalihkan perhatiannya. Sisanya kuserahkan padamu" kata Vocaboi sambil bersiap-siap.

"kalau gitu, tunggu apa lagi?!" Vocaboi terbang kearah alien raksasa itu.

"serbu!" teriak Pendekar Pentung.

.

Vocaboi memukul muka alien raksasa itu. Pendekar Pentung ke belakang monster itu bersama Poker.

"Poker! Mode senjata tempur!" kata Pendekar Pentung.

Syuu!

Dan Poker berubah menjadi tangan yang jari telunjuknya memiliki paku tajam.

Dengan segera, Pendekar Pentung mengarahkan jari telunjuk Poker kearah pantat alien.

Cush...

"aku udah pasang muka serius nih! Kalah dong, plis!" batin Pendekar Pentung.

"aku udah pasang pose keren nih! Authornya ngantuk!" ini Vocaboi.

(Hima: awas kau Vocaboi!)

Monster itu mulai berkeringat.

"a, aku baru ingat. Len nunggak 3 bulan!" entah bagaimana, Gakupo mendapat monitor baru.

"semoga monsternya cepet kalah. Aku mau nonton 'Cinta Vikri'" Rin berdoa.

Monster itu mulai terlihat akan kalah.

"ma-MAMI!" dan monster itu terbang ke angkasa sambil memegang pantatnya.

Cling! Muncul bintang bersinar dilangit.

"apa monster itu akan muncul lagi?" tanya Pendekar pentung.

"hm...kayaknya sih iya. Namanya juga fict aksi" kata Vocaboi.

"aku nggak ikut bertempur, tapi ikut cedera..." kata Gakupo di markas. Kepala udah diperban kek mumi gitu...

.

Ohoho...akhirnya, Chapter 4 selesai juga!

Hima : tapi aku masih nggak percaya kalau Rinto itu adeknya Gakupo. Bagaikan kucing angora dan kecoak kamar mandi.

Gakupo : ohoho...aku pasti kucingnya!

Rinto : *cuman diem dan pasrah*

Hima : ngarep!

Len & Rin : (dalam hati : ukh...nusuk tuh, Hima)

Hima : kamu itu kecoak kamar mandinya. Rinto tentu aja kucingnya...

Gakupo : *bermesraan dengan pojok ruangan tempat biasa Len pundung*

Rin : Len, ada yang ngerebut pacarmu tuh...

Len : hng? Bukannya pacarku itu Rin, ya? (innocent face, mode: ON)

Rin : (blush) Le-Len no BAKA! (langsung mukul-mukul Len)

Len : (nyengir nggak bersalah)

All (min Hima yang lagi nyari sesuatu di sebuah kotak kayu) : (nonton sinetron yang ada dihadapan mereka)

Hima : (langsung muncul di tengah-tengah Len-Rin dan langsung nyetrum mereka berdua dengan kabel listrik berkekuatan lumayan besar) hai'! sampai situ dulu kalian bermesraannya! Jangan bikin yang jomblo ngiri! (tersenyum innocent)

Len & Rin : (sekarat dengan badan gosong) (kasus buat Len : sekarang LAGI)

All : (mematung dan berusaha kabur pelan-pelan dari Hima yang Yandere-nya lagi ON)

Hima : are? Kalian mau kemana? (innocent face sambil memegang kabel listrik yang digunakannya tadi)

All (min Len-Rin yang masih sekarat) : (geleng-geleng serempak)

Hima : uhm! Bagus! Kalian disini saja dulu…(innocent smile) hai'! Hima harap, ada yang mau nge-review cerita ini ya!

Gakupo : emang ada yang mau ngebaca nih cerita? (bisik-bisik ke Kaito)

Kaito : kuyakini kagak bakalan ada yang tahan!

Hima : (muncul tiba-tiba di belakang mereka sambil ngebawa shotgun) ng? Gakupo-kun dan Kaito-kun lagi ngomongin apa? (innocent smile dengan background api hitam membara)

Kaito & Gakupo : glup. Ah...nggak ada apa-apa kok...Hima-chan!

Ok, tinggalkan saja nasib para Vocaloid yang sekarang seperti sedang dalam bahaya lantaran mereka menghidupkan Yandere Hima tanpa sengaja.

Hai'! please Review ya!

Onegai shimasu!