Title: Sweet Scandal

Genre: Romance. Humor(?).

Rate: T

Cast: Kim Jaejoong, Jung Yunho, Kim Junsu, Park Yoochun, Kangin, Kim Kibum, Shim Changmin, Cho Kyuhyun. Cast lain menyusul.

Disclaimer: plot by Shigano Iori. Untuk tokoh, saya cuma pinjam nama.

Pairing: yang pasti ini ff YunJae

Warning: AU. OOC. GS for uke. Typo. Gaje.

.

[previous chap]

Skandal yang dibuat oleh Yunho dan agensinya telah diselesaikan dengan jalan damai. Jaejoong memulai tahun terakhir SMA-nya di sekolah regular dengan menyamar. Disana ia bertemu Yoochun, yang juga merupakan ketua kelasnya. Sepulang sekolah di hari pertama, Yoochun yang seperti menaruh hati padanya mengajak Jaejoong pulang bersama. Tak disangka Yunho berada di depan rumahnya malam itu.

.

[Sweet Scandal – third chapter]

.

'Orang ini... dia–'

Ugh.

Jaejoong mendorong kuat tubuh Yunho hingga namja itu hampir saja terjungkal, "Ma–maaf. Kau salah orang, tuan."

"Huh?" Yunho menaikkan satu alis, bingung akan ucapan Jaejoong yang.. ah, sepertinya ia sedang bercanda, batinnya. "Kau pikir bisa mengelabuiku dengan dandanan seperti itu, eoh? Jangan bercanda, Jaejoongie. Bahkan aku bisa mengenalimu hanya dari punggung."

"Cih. Omong besar saja. Paling-paling kau mengikutiku seharian ini. Akui saja!" Jaejoong menyerah untuk menyembunyikan diri lagi dari Yunho.

"Ani. Aku sejak tadi di sini.." Yunho maju selangkah kemudian melepas kacamata dan wig yang dikenakan Jaejoong "–menunggumu."

Jaejoong hanya bisa membulatkan mata, kemudian mengerling ke sembarang arah untuk menghindari tatapan intens yang sedang dilayangkan Yunho padanya.

Grep.

"Ikut aku!" bersamaan dengan suara baritone, tubuh Jaejoong tertarik dan terpaksa mengikuti kemana namja bermata musang itu akan membawanya.

Tak lama mereka sampai di sebuah taman. Taman komplek yang tidak jauh dari rumah Jaejoong. "Untuk apa kau mengajakku kesini?" tanyanya seraya mendongakkan kepala untuk menatap Yunho, kemudian mengalihkan pandangan pada tangan besar lelaki itu yang masih menggenggam erat tangannya.

"Kencan.. tentu saja." jawab Yunho enteng.

'Huh? Apa dia bilang? Kencan? Apa dia lupa soal peraturan mengencani bintang besar yang aku katakan waktu itu?' Jaejoong mengakhiri tautan tangan mereka dengan melepas tangan besar itu sedikit kasar. Ia kemudian menatap Yunho seraya menaikkan dagu, menantang. "Kau lupa tentang peraturan kencan yang pernah kukatakan, huh?"

"Tentu saja aku ingat. Tapi kau yakin mau kuajak candle light dinner sekarang? Bukankah akan mengganggu dietmu? Ah, atau kau ingin kuajak ke hotel bintang lima?"

"YA!"

"Wae? Yang penting mahal kan?"

"Aish." Tak dapat membalas, Jaejoong hanya berdecak kemudian duduk di salah satu bangku taman. Yunho mengambil tempat di sebelahnya.

Suasana hening. Jaejoong jadi bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki di sebelahnya. Ia mengerlingkan mata doe-nya tanpa repot-repot menolehkan kepala. Dan mendapati Yunho sedang menunduk dalam. Wanita itu dibuat semakin bingung oleh tingkah laki-laki yang–masih saja–mengaku kekasihnya itu. Suara jangkrik kini mengisi keheningan yang ada, tapi itu justru membuat Jaejoong sadar hari sudah sangat malam dan ia tiba-tiba ketakutan. Apalagi laki-laki yang duduk di sebelahnya masih saja diam. Apa jangan-jangan dia kesurupan? batinnya ngaco.

"Jae.."

"A–apa?" tiba-tiba Yunho berbicara membuat Jaejoong terkejut. Ia memegangi dadanya, merasakan jantung yang tiba-tiba berdegup. Tapi untunglah suara Yunho terdengar nomal. Itu artinya ia tidak sedang kesurupan(?).

Yunho menaikkan satu alisnya ketika melihat keanehan Jaejoong. "Kau.. kenapa?"

"Kau membuatku kaget tau. Tadi diam lalu tiba-tiba memanggilku."

"Maaf."

"Oh. A–ah.. y–ye." Tatapan mata seperti kehilangan harapan yang diberikan oleh Yunho membuat Jaejoong tiba-tiba menjadi gugup. Ada apa dengan laki-laki ini sebenarnya?

"Untuk skandal yang terjadi beberapa waktu lalu juga.. aku minta maaf. Mungkin ini terdengar hanya sebuah alasan, tapi aku yang saat itu memiliki harapan besar untuk menjadi artis tak dapat berpikir jernih ketika agensi memintaku untuk menciptakan suatu skandal dengan bintang besar agar aku cepat terkenal."

"Jadi pertemuan kita ketika aku dikejar itu.. kau sudah mengaturnya?"

"Aniyoo. Aku ingin menemuimu di studio tempatmu menjadi bintang tamunya, tapi tak disangka bertemu denganmu di jalan. Jadi.. yah, selanjutnya kujalankan sesuai rencana."

'Ciuman itu juga.. apakah–' Jaejoong mengepalkan kedua tangannya erat. Rasa tak nyaman tiba-tiba bergelayut di hati. Apa ada satu saja ucapan atau perbuatan Yunho di hari itu yang bukan bagian dari rencana?

"Satu saja.. tidak ada?"

"Eh? Apa? Kau bilang apa, Jae?"

"Ah. Tidak ada."

"…"

"Soal itu.. lupakan saja. Aku sudah tidak terlalu memikirkannya."

"Gomawo." setelah menghela napas lega, Yunho mengucapkan terima kasih disertai seulas senyum.

Ugh. Ini malam hari kan? Tapi kenapa Jaejoong merasa matahari sedang bersinar dengan terangnya? Atau senyum Yunho memang tampak menyilaukan? Tidak, bukan silau. Bercahaya lebih tepatnya.

'Ah.. apa sih yang kau pikirkan, Kim Jaejoong?' Jaejoong menepuk-nepuk pipinya kemudian menatap Yunho, "apa sudah selesai? Boleh aku pulang?"

"Eh? Sudah mau pulang?"

'Lho? Kenapa wajahmu seperti tidak rela begitu? Kau tak ingin aku pulang sekarang? Kalau begitu tahan aku, Jung!' Jaejoong menepuk-nepuk pipinya lagi, merasa ia tidak waras sekarang. "Ne. Apa ada lagi yang ingin kau katakan?"

"Ah. Tidak ada lagi yang ingin kubicarakan sebenarnya, tapi rasanya aku ingin mengobrol denganmu lebih lama. Bisakah?"

Oh. Yunho yang suka seenaknya itu sekarang seperti minta izin? Sebenarnya ada apa dengan laki-laki itu? Jaejoong menggeleng-gelengkan kepala tak habis pikir. Mencoba tak terlalu ambil pusing dengan keanehan laki-laki di sampingnya, ia yang tadi hendak beranjak kembali mencari posisi nyaman dalam duduknya.

"Kemana saja kau selama ini, huh?" biarlah Jaejoong seperti wanita yang sedang merajuk pada kekasih yang lama tidak ada kabar, asalkan suasana hening ini dapat terisi. Aduh kenapa sih Yunho itu sebenarnya? Bilang ingin mengobrol tapi ditunggu sampai 5 menit pun belum buka suara. Jadilah Jaejoong yang harus membuka topik pembicaraan baru.

Tapi untunglah Yunho memberikan respon yang cukup baik. Obrolan mereka membahas tentang apa-apa saja yang mereka lakukan selama tidak bertemu. Ternyata sebagai pendatang baru yang cukup berhasil, Yunho disibukkan dengan drama terbarunya dan variety show yang ia hosting. Benar-benar kepopuleran yang pesat. Tapi laki-laki itu menceritakan tentang dirinya tidak dengan kalimat-kalimat yang terkesan menyombongkan diri seperti biasanya. Suasana canggung masih terasa diantara mereka. Apalagi Yunho dengan tiba-tiba mencium kening Jaejoong sebelum berjalan kaki bersama pulang menuju rumah wanita itu.

"Selamat malam." Tanpa menunggu balasan dari Jaejoong, Yunho membalik badan dan berlalu dari sana.

"Huh. Apa-apaan dia itu? Main pergi saja! Aku bahkan belum mengatakan padanya untuk berhati-hati di jalan. Dan lagi.. apa yang tadi ia lakukan?" Jaejoong memegang keningnya, tepat di tempat Yunho mendaratkan bibir hatinya beberapa saat lalu. Ah, sudah berciuman dua kali tapi kenapa ini tetap terasa spesial?

.

~yunjae~

.

"Jaejun-ssi!"

Jaejoong mengernyitkan dahi. Sepertinya ada yang memanggilku? tanyanya kepada diri sendiri. Ia melepas salah satu headset yang terpasang di telinganya.

"Jaejun-ssi!" sekarang terdengar jelas seseorang memanggilnya. Ini seperti suara.. ia berbalik dan benar saja, Yoochun sedang melambai-lambaikan tangan ke arahnya kemudian sedikit berlari seraya menuntun sepeda.

"Aku sudah memanggilmu berkali-kali."

"Maaf." Jaejoong menunjukkan headset yang masih terpasang di telinganya seakan memberi tau tanpa kata bahwa ia tidak mendengar tadi karena sedang mendengarkan musik.

"Begitu. Ah, Jaejun-ssi, kenapa kau tak menungguku?"

Huh? Mereka ada komitmen apa sampai Jaejoong harus menunggu Yoochun? Atau ada hal pentingkah yang harus mereka bicarakan?

"Rumah kita kan searah." Yoochun seakan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berputar-putar di benak Jaejoong.

"Ah, ye."

"Jja, naiklah!" Jaejoong sampai tak sadar ketika Yoochun menaiki sepedanya dan kini lelaki itu menyuruhnya duduk di belakangnya. Jadi ia mengajakku pulang dengan bersepeda? Boleh juga. Sepertinya menyenangkan.

"Let's goooo!" seruan Jaejoong terdengar sebelum sepeda itu berjalan mulus membelah jalanan malam Seoul.

.

~yunjae~

.

Langit mulai berwarna kemerahan. Membiaskan cahaya senja pada air laut yang tenang. Matahari seakan sedang bersiap-siap menuju peristirahatannya. Sebentar lagi pusat tata surya itu akan tenggelam. Untunglah sudah masuk jam bebas sekarang, Jaejoong jadi bisa menikmati romansa sunset tak lama lagi. Sekolahnya sedang mengadakan karya wisata. Awalnya Jaejoong sempat mengeluh karena karya wisata ke pantai ini harus dilakukan saat belum memasuki musim panas.

"Hei, lihat! Bukankah itu Yunho?"

"Huh?" Jaejoong menolehkan kepala ke arah yang ditunjuk oleh Junsu. Sesosok laki-laki sedang duduk menghadap air laut. Kepalanya mendongak. Sepertinya laki-laki itu juga ingin menikmati sunset. "Benarkah?"

"Ya! Mau kemana kau?" tak mempedulikan teriakan Junsu, Jaejoong berjalan pelan menuju laki-laki itu. Semakin dekat semakin jelas terlihat bahwa itu memang benar Yunho. Apa rasa rindu yang membuatnya melangkah untuk mendekati pria itu? Setelah obrolan di taman waktu itu, mereka memang belum bertemu lagi. Mungkin sekitar dua bulan.

Laki-laki itu–Yunho menoleh saat merasa seseorang menghampirinya. Menyadari bahwa itu adalah Jaejoong, Yunho segera berdiri kemudian berlari dan memeluk wanita itu.

"Yunho. Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Jaejoong setelah Yunho melepaskan pelukannya.

"Apa yang kulakukan disini? Tentu saja ingin bertemu denganmu."

Oh. Apa barusan Yunho benar-benar mengatakan itu? Datang kesini untuk bertemu dengannya? Kenapa rasanya menyenangkan sekali? Pipi Jaejoong jadi merona karenanya.

"Kau berharap aku berkata begitu kan?" Yunho tertawa sebentar, "untuk beberapa hari dramaku mengambil lokasi shooting disini. Tak kusangka bisa bertemu denganmu."

Hah? Jadi ini hanya kebetulan? Lalu perkataannya tentang sengaja datang kesini karena ingin bertemu denganku itu.. dia sedang mengerjaiku?

'Ck. Sudah kembali menjadi Yunho yang biasa rupanya.' Sepertinya ketika mengobrol di taman waktu itu suasana menjadi canggung karena pembicaraan mereka tentang skandal yang Yunho buat, dan mungkin Yunho masih merasa bersalah. Mungkin.

"Lalu apa yang kau lakukan disini, Jae? Dan masih dengan wig dan kaca mata tebal seperti tempo hari. Apa kau sedang shooting juga?"

"Ah, ini.." benar juga, ia kan sedang karya wisata sekolah. Itu artinya masih dalam penyamaran sebagai Han Jaejun. Dan Yunho masih saja mengenali dirinya yang sedang menyamar ini. "Sekolahku sedang mengadakan karya wisata disini."

"Eh? Sekolah? Bukankah kau home schooling? Atau home schooling sekarang memiliki program karya wisata?"

"Aniyo. Aku di sekolah regular sekarang."

"Mwo? Tapi kenapa tak ada yang memberitakan itu?"

"Tentu saja karena aku tak ingin terjadi kehebohan. Kaca mata dan wig ini juga sebagai penyamaranku. Aku tak ingin diperlakukan istimewa atau bahkan menjadi korban bully karena aku seorang artis, jadi aku menyamar menjadi orang biasa."

"Aah, begitu."

"Aku akan menuntutmu kalau kau sampai menyebarkan hal ini ke media, Jung Yunho!" tanpa tedeng alih-alih Junsu datang dan langsung meneriaki Yunho. Menatapnya seperti ingin memakan Yunho hidup-hidup. Sepertinya Junsu masih belum melupakan skandal itu.

"J–junsu.." Jaejoong jadi merasa tak enak hati. Kenapa pula Junsu harus datang dan merusak suasana? Bagaimana kalau suasana kembali menjadi canggung?

"Oh, jadi namamu Junsu. Tenang saja, Junsu-ssi. Sekarang aku tak akan menggunakan cara-cara seperti itu untuk mendapatkan popularitas."

"Jaejun ah." Ada yang memanggil. Jaejoong menoleh, juga Yunho dan Junsu. Itu Yoochun. Dengan dalih mengakrabkan diri, Yoochun meminta Jaejoong untuk saling memanggil tanpa embel-embel 'ssi'.

"Oh, Yoochun–" belum setengah jalan Yoochun menghampirinya, Jaejoong telah lebih dulu ditarik oleh Yunho menjauh dari sana.

Mereka berhenti di tengah pertokoan yang sepi. Bukan pertokoan seperti yang ada di kota, lebih kepada stand-stand yang banyak bertebaran di festival. Jaejoong ingat tadi siang tempat ini memang ramai orang berjualan.

"Kenapa tiba-tiba kau menarikku, huh?"

"Siapa laki-laki itu?"

"Laki-laki.. apa?"

"Laki-laki berjidat lebar yang tadi memanggilmu 'Jaejun'. Aku pernah melihatnya mengantarmu pulang dengan sepeda. Kekasihmu? Kau berselingkuh di belakangku?"

'Jadi kau melihat ketika aku dan Yoochun pulang dengan bersepeda? Lalu kenapa saat itu kau tak mendatangiku, Jung? Aish, benar-benar menyebalkan!' Jaejoong semakin kesal ketika tak dapat mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. "Aniyoo. Dia ketua kelasku. Tapi memang dia teman terdekatku di sekolah."

"Sepertinya dia menyukaimu. Kulihat tatapannya berbeda ketika dia memandangmu."

'Dia itu peramal yang menyamar jadi artis ya?' Jaejoong benar-benar tak habis pikir. "Memang iya. Dia mengatakannya padaku dua minggu yang lalu."

"Mwo? Tapi kau menolaknya kan?"

"Tentu saja. Aku bahkan tak memiliki rasa apapun padanya."

"Kalau padaku.. rasa apa yang kau miliki?"

"A–apa?"

Yunho mendekat. Dan entah siapa yang memulai, mereka berciuman tepat saat matahari terbenam.

.

~yunjae~

.

"Kau pasti sudah gila!"

Bak buk bak buk.

Jaejoong segera mengalihkan pandangan dari layar ponsel, menatap Junsu kesal "berhenti memukuliku, Kim Junsu!"

"Kalau begitu cepat katakan kenapa kau dan Yunho tiba-tiba pergi dan meninggalkanku berdua saja dengan ketua kelasmu yang berjidat lebar itu, hah? Kau tau aku harus memutar otak untuk mengarang cerita karena dia bertanya tentang Yunho!" sepulang dari karya wisata itu Junsu langsung menarik Jaejoong ke kamar penyanyi itu demi mendapatkan permintaan maaf, tapi yang ia dapati hanyalah cerita yang–menurutnya tak penting tentang ciuman yang dilakukan sahabatnya itu dengan Yunho di momen yang tepat dan kencan dadakan mereka. Bahkan Jaejoong juga menceritakan bagaimana mereka bertukar nomor telepon. Ck, ini seperti kau menjadi konsultan dari pasangan idiot.

"Lalu apa yang kau katakan padanya?"

"Yaah. Kubilang saja Yunho itu teman lamamu. Dia sempat bilang merasa pernah lihat Yunho di tv tapi kualihkan saja. Dan kau tau? Selanjutnya dia malah bertanya tentang tipe pria yang kau sukai. Kujawab saja bahwa orang yang menarik Jaejoong pergi tadi adalah pria yang disukainya."

"Bagus. Bagus. Tumben kau pintar, Su."

"Ya!" teriakan Junsu tak lagi Jaejoong pedulikan. Wanita itu kembali sibuk dengan ponselnya. Memanfaatkan waktu yang ada untuk chatting dengan Yunho. "Aish. Pokoknya aku tak mau menemanimu kalau sekolahmu mengadakan karya wisata lagi."

Jaejoong langsung membuang ponselnya di atas ranjang, "Waeeee? Kalau ada fans yang mengenaliku bagaimana?"

"Ada Kangin oppa."

"Shireoooo. Kangin oppa itu menyebalkan. Dia tidak bisa dijadikan teman mengobrol."

"Cih. Teman mengobrol tapi kau meninggalkanku entah kemana tadi."

"Itu kan kebetulan saja aku bertemu dengan Yunho." Jaejoong mem-pout bibirnya lalu mengambil ponsel untuk mulai chatting lagi dengan Yunho. Dan kali ini Junsu diam saja. Membiarkan Jaejoong dengan dunianya sendiri–ani, dunianya dengan Yunho. Lagipula lelah juga adu mulut terus.

"…"

"Junsu yah." Jaejoong tiba-tiba memanggil setelah beberapa menit berlalu.

"Ne?" Junsu menjawab dengan malas. Masih ingat ada aku ternyata, pikirnya.

"Sepertinya kau dan Yoochun cocok juga."

"Huh?" Junsu melongo, yang kalau digambarkan dalam komik sebelas dua belas dengan tokoh dengan kaca mata yang melorot sebelah. "Sepertinya kau benar-benar sudah gila, Kim Jaejoong ssi!"

TBC

Gak usah banyak cincong, langsung baca balasan review ajaa:

JonginDO: ini dilanjut :) gomawoo reviewnya

choikim1310: kalo yang saya tangkap setelah membaca komiknya sih emang tokoh ceweknya itu agak sombong, jadi awalnya dia nolak karena ngiranya cowok itu cuma orang biasa. Terima kasih udah review ^^

dheaniyuu: Yunho beneran suka atau gak perlahan-lahan akan terjawab :) gomawoo

nabratz: iya, emang di komiknya sang cowok langsung ngenalin, mungkin karena udah terlalu cinta. Hehe. Gomawo :)

elite. minority. 1111: salah satu karakter Jaejoong di ff ini memang gengsian :) iya, saya juga merasa kurang greget gitu, haha. Makasih reviewnyaa ^^

retvianputri12: maaaaaaf . umur Yunho emang belom ketauan ya disini? Di komiknya sepertinya tidak ada, tapi nanti saya coba pikirkan. Perasaan Yoochun ke Jaejoong terjawab di chap inii. Gomawoo reviewnya ^^

littlecupcake noona: wkwkwk. Jaejoong emang labil banget disini :D gomawo udah review ^^

D2121: akhirnyaaa.. hehe. Keberuntungan masih di pihak Yunho karena Kangin tidak sedang disana ^^ sip sip ini lanjutannya. Makasih udah nunggu dan makasih udah review :)

Avanrio11: Yunho udah jawab tuh dia kemana aja selama ini, hehe. Sip sip ini lanjutannya update. Gomawo udah nunggu dan udah review :)

mxyc1820: ini saya comot(?) dari komik dan emang kisahnya lucu, hehe. Kamu suka jaechun? Nah disini ada jaechun moment yg memang ada di komiknya. Gomawo :)

Terima kasih bagi yang sudah menyempatkan untuk membaca~ :)

Regards,

Ai CassiEast