Disclaimer : Naruto © Tidak ada sangkut pautnya dengan saya

Genre : Romance, MILF, Incest, Lemon, NTR, and Drama.

Pair : Naruto x Harem x Crossover.

Warning : Typo, Harem, Lemon, Incest, OC, OOC, 18+, Dan Dosa tanggung sendiri-sendiri.

.

Naruto Pov

.

Ting! Tong! Ting! Tong!

" Unngghhhhh... siapa sih yang datang pagi pagi begitu "

Ya begitulah keluh kesal ku, ketika mendengar suara bel pintu yang sangat berisik itu. Jika saja aku masih memiliki sedikit saja tenaga, maka aku akan menuju ke pintu depan dan aku akan memaki-maki orang yang sudah mengganggu tidur ku ini.

Ting! Tong! Ting! Tong!

Siiaaaall... kapan pergi nya orang itu, Huh!.. dengan berat hati aku berusaha untuk bangun dari ranjang yang empuk ini. Namun sepertinya tidak bisa, tubuh ku benar benar sudah sangat lelah. Pandangan tiba tiba saja tertuju ke sosok wanita yang berada di depan ku ini.

Aku dapat melihat tubuhnya polos nya itu, yang saat ini sedikit menggeliat. Sepertinya dia juga terganggu dengan suara bel tersebut. Dan ternyata tebakan ku benar, mata nya yang semula nya masih tertutup. Sekarang mulai terbuka, sehingga memperlihatkan mata merah nya itu.

" Nee-san ada tamu " panggil ku ketika melihat dia bangun.

" Aku tahu, tapi tubuh ku masih terasa sakit dan lelah Naru. Jadi bisakah kau membukakan pintu, dan katakan saja kalau aku masih tidur " ucap Kurenai-nee dengan lesunya.

" Aku juga lelah Nee-san "

" Aku juga Naru, kau pikir siapa yang paling lelah? Itu aku. Selama seharian aku harus memuaskan mu, dan belum lagi kau selalu mengeluarkan peju mu didalam ku. Itu benar benar panas, kau tau itu. "

Hah!... sepertinya tidak ada gunanya aku berdebat dengannya. Aku pun mengumpulkan seluruh tenaga ku untuk segera bangun. Dan setelah bagun, aku dapat melihat bahwa saat ini aku sama sekali tidak mengenakan pakaian ku.

Dengan berat hati, aku langkah kan kaki ku menuju kamar ku. Dan sesampainya di kamar, aku langsung mengambil pakaian yang akan ku gunakan. Setelah selesai menggunakan baju dan celana. Aku langsung pergi menuju ke pintu depan, Huh!... aku benar benar ngantuk dan lelah.

Ting! Tong! Ting! Tong!

Sesampainya aku di lantai bawah, aku masih dapat mendengar suara bel yang masih terus berbunyi. Dan dengan perasaan kesal, aku membuka pintu depan tersebut. Dan ketika aku membuka pintu, yang pertama kali yang aku lihat adalah rambut merah, serta sepasang mata berwarna merah-keunguan, dan tentu saja aku mengenal siapa pemilik dari rambut merah itu. Dan ketika tatapan kami saling bertemu, aku dapat melihat bahwa ekspresinya saat sedang kesal. dan entah mengapa, rasa kantuk dan lelah tiba tiba saja menghilang.

" Jadi disini kau selama ini Naruto " ucap wanita tersebut dengan nada yang cukup tinggi.

Bahkan ketika aku mendengar suaranya yang mengerikan itu, tubuh ku tiba tiba saja bergemetar. Dan tanpa merasa bersalah pun, perempuan tersebut langsung menjewer telinga ku. Sehingga membuat telinga ku terasa sakit.

" IIItttaaaiiii " teriak ku kesakitan.

" Apa saja yang akan kau lakukan selama ini hah! Kenapa rumah bisa banyak sampah, dan juga bagaimana bisa makanan di kulkas bisa basi. Seharusnya kau membersihkan rumah, bukannya bersantai santai di rumah tetangga " teriak perempuan itu.

Aku yang dimarahi oleh perempuan ini, entah mengapa merasa kesal. Bahkan rada takut ku pun sudah hilang, dan digantikan oleh rasa marah dan kesal. Aku pun langsung menepis tangan yang saat ini sedang menjewer ku. Dan tentu saja dia sedikit terkejut atas perlakuan ku itu.

" Maksud Nee-chan apa hah! Apa Nee-chan menyalahkan ku. Seharusnya aku yang memarahi Nee-chan. Memangnya kalian berdua itu dari mana, kalian Cuma akan dirumah pada saat tertentu saja. Dan terlebih kau Cuma akan kerumah pada saat kau bersama dengan pacar mu. Dan aku berani bertaruh, bahwa selama ini kau tinggalkan bersama pacar mu itu.

Bukan hanya itu saja, kau pasti sudah menjadi budak sex nya bukan. Kalian berdua sibuk dengan urusan kalian. Bahkan kalian sama sekali tidak memikirkan aku, apa kalian pikir aku hidup dengan tenang hah!.

Selama ini, aku berusaha kerasa untuk bertahan hidup. Sepulang sekolah aku selalu pergi berkerja untuk mendapatkan uang, supaya aku tidak mati kelaparan. Lalu kalian, dengan seenaknya saja memakai uang ku yang dikirim oleh Tou-san dan Kaa-chan.

Namun untungnya Kurenai-nee mau menampung ku dirumah nya. Sehingga uang yang aku dapatkan dari hasil kerja ku, dapat aku gunakan untuk membayar uang bulanan sekolah (SPP). "

Saat ini aku benar benar marah, dengan seenaknya saja dia menyalahkan ku. Karena rumah tidak bersih, dan saat ini aku benar benar sudah sangat emosi. Kepada perempuan ini, atau lebih tepatnya adalah Nee-chan ku, yakni Namikaze Karin.

" Ke... "

" Bukan hanya itu saja, bahkan aku sudah pernah masuk ke rumah sakit. Dikarenakan tidak makan selama dua hari. Kau tau! Jika aku bisa memilih, maka aku lebih baik memilih untuk tidak pernah menjadi bagian dari keluarga Namikaze.

Apa gunanya Kaa-chan, jika dia tidak pernah ada dirumah. Apa gunanya Nee-chan, jika kerjaan mereka hanyalah menyiksa adiknya. Kau tau aku sangat sangat benci kalian dan seluruh keluarga Namikaze."

Blaaaaaam!

Setelah mengeluarkan seluruh unek unek ku, aku langsung menutup pintu tersebut dengan kerasnya. Dan setelah aku menutup pintu, aku dapat mendengar suara pintu yang di ketuk terus terusan serta bunyi bel yang terus ditekan.

Kegiatan nya tersebut terus dilakukannya selama kurang lebih 5 menit, dan pada saat bunyi bel sudah berhenti. Aku mendengarkan suara mesin mobil yang yang berhenti di depan rumah. Aku langsung berlari menuju ruang tamu.

Dan dari jendela ruang tamu, aku dapat melihat seorang laki laki yang sangat aku kenal. Dia adalah kekasih Karin-nee, Hozuki Suigetsu. Dia adalah seorang berandalan yang sering aku lihat setiap pulang sekolah.

Pada saat dia keluar dari mobilnya, dia langsung pergi menuju ke arah Nee-chan yang masih berdiri di depan pintu masuk. Dan ketika dia sudah sampai di depan Nee-chan, dia langsung merapatkan tubuhnya dengan Nee-chan.

" Mereka pasti sedang berciuman "

Namun sepertinya perkiraan ku salah, karena tiba tiba saja aku mendengar suara Nee-chan yang sepertinya sedang marah. Sepertinya mereka sedang ada masalah.

Normal Pov.

...

" Sudah ku bilang bukan, hubungan kita sudah berakhir " teriak Karin.

" Tapi aku tidak ingin hubungan kita berakhir. Terlebih lagi kita belum melakukan 'itu' " ucap Suigetsu

" Aku tidak akan pernah mau melakukan itu dengan mu "

" Dengarkan aku Namikaze Karin, sebelum kau mengakhiri hubungan ini. Aku ingin kau menyerahkan tubuh mu. Dan setelah itu terserah dengan kau "

" Huh...kau pikir aku takut dengan mu. Jangan mentang mentang kau berasal dari keluarga Hozuki, kau bisa seenaknya memerintahkan ku. Asal kau tau saja, selama kita berpacaran kau sama sekali tidak pernah mengeluarkan sepeser pun uang untuk ku, malahan aku yang selalu membayar apa yang kau inginkan. "

" Jadi maksudmu kau ingin meminta ganti rugi ?"

" Ya, dan aku ingin seluruh uang yang sudah aku keluarkan untuk mu dikembalikan. Seharusnya aku dulu mendengarkan perkataan Kaa-chan. Gara gara kau aku dibenci oleh adik ku, gara gara kau aku hampir membunuh adikku "

" Kau pikir aku peduli "

" K-kau "

Karin yang merasa kesal pun langsung menampar Suigetsu, namun dengan mudahnya Suigetsu menangkap tangan Karin. Dan setelah itu, Suigetsu langsung menghempaskan tubuh Karin ke tanah.

" Jika kau tidak mau melakukannya dengan ku, maka dengan terpaksa aku harus memperkosa mu Karin. "

Naruto yang mendengar perkataan Suigetsu, langsung berlari menuju ke pintu depan. Dan sesampainya Naruto di pintu depan , Naruto langsung membuka pintu tersebut dan langsung menendang tubuh Suigetsu yang saat ini sedang menindih tubuh Karin.

Buuuagghh!

Suigetsu pun terpental akibat tendang dari Naruto, tidak hanya itu saja. Naruto langsung menduduki perut Suigetsu, dan langsung memukul wajah Suigetsu dengan brutal nya. Karin yang melihat ekspresi Naruto benar benar dibuat ketakutan.

Karena selama ini, Naruto sama sekali tidak pernah menunjukkan ekspresi marahnya, bahkan ketika Naruto kesal dan marah tadi Naruto sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi marahnya. Dan baru kali ini, Karin melihat ekspresi marah Naruto yang begitu mengerikan, dan entah mengapa ketika Karin melihat ekspresi Naruto marah Naruto, dia merasa ketakutan.

Sementara itu, Suigetsu yang terus terusan mendapatkan pukulan dari Naruto. Sudah terlihat babak belur. Setelah puas memukuli Suigetsu, Naruto langsung berdiri, dan menendang perut Suigetsu.

" Dengarkan aku sialan! Aku tidak mempersalahkan mu jika kau menghina ku. Tapi aku tidak akan diam saja, jika kau melakukan sesuatu hal kepada Nee-chan ku. Meskipun dia sering mengacuhkan ku, namun tetap saja dia adalah Nee-chan ku " ucap Naruto

" Ugh... benarkah begitu, lalu apa yang akan kau lakukan jika aku menyiksanya dan memperkosa nya " ucap Suigetsu.

Naruto pun kembali kesal ketika mendengar perkataan Suigetsu, dengan menyalurkan seluruh kekesalannya kepada Suigetsu. Naruto langsung menendang Suigetsu dengan sekuat tenaganya, Karin yang melihat Naruto yang sudah dikuasai oleh emosi nya, langsung memeluk Naruto.

" Hiks...cukup...hiks...sudah cukup Naruto "

Namun Naruto sama sekali tidak mendengarkan perkataan Karin, Naruto masih terus terusan menendang Suigetsu. Namun sepertinya Naruto harus menghentikan tendangan nya, karena tiba tiba saja para tetangga yang mendengar keributan yang berasal dari rumah Kurenai mulai berdatangan.

...

...

Akhirnya perkelahian tersebut berhasil di hentikan oleh para tetangga, namun Naruto sama sekali tidak terima dengan keputusan Nee-chan nya. Karena Nee-chan nya membiarkan Hozuki Suigetsu untuk pergi.

Dan saat ini Naruto berserta Karin berada di kediaman Sarutobi, alasan mereka disana dikarenakan oleh Naruto. Pada saat Karin ingin mengajak Naruto untuk pulang, Naruto langsung menolak nya. Dan untungnya Kurenai sudah bangun pada saat perkelahian Naruto.

Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan para tetangga, dan demi menenangkan Naruto yang saat itu masih dikuasai oleh emosi nya, Kurenai menawarkan kepada Naruto dan Karin untuk menyelesaikan permasalahannya di rumahnya.

" Maaf sudah merepotkan anda Kurenai-san " ucap Karin sambil membungkukkan badannya.

" Tidak apa, lagi pula aku sudah menganggap Naruto sebagai anak ku. Namun sepertinya dia malah menganggap ku sebagian Nee-san nya " ucap Kurenai.

" Namun saya benar benar minta maaf karena sudah membuat anda untuk merawat Naruto. Seharusnya ini adalah tugas saya sebagai Nee-chan nya, namun saya malah mementingkan urusan saya sendiri. Hiks... saya sudah gagal...hiks...menjadi Nee-chan yang baik untuk Naruto "

"Sudah lah kau tidak perlu menyesali nya, meskipun hubungan mu dan Naruto sedikit memburuk. Ku rasa hubungan kalian masih bisa diperbaiki "

" Terima kasih, kalau begitu saya pamit dulu. Dan saya akan berusaha untuk memperbaiki hubungan saya dengan Naruto mulai dari sekarang " ucap Karin.

Dan setelah itu, Karin langsung pergi dari kediaman Sarutobi tersebut. Dan langsung pergi menuju rumahnya. Naruto yang melihat Nee-chan nya sudah bergi, langsung bernafas lega.

.

.

Setelah Karin pergi dari kediaman Sarutobi, Naruto langsung pergi menuju ke kamar nya. Dan selama seharian tersebut, Naruto sama sekali tidak pergi kemanapun. Dan selama dirumah, Naruto lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur.

Naruto hanya akan keluar dari kamarnya jika sudah masuk waktunya makan siang dan malam saja. Dan selebihnya Naruto berada di kamar, dan seharian tersebut pula Kurenai juga menghabiskan waktunya hanya untuk tidur.

Bahkan ketika malam harinya, Naruto sama sekali tidak menyetubuhi Kurenai. Mungkin dikarenakan kelelahan dan kesalnya, membuat mod Naruto menjadi buruk. Dan Kurenai pun sama sekali tidak mempersalahkan hal tersebut.

.

SkipTime, Monday 06.25 AM

.

Bulan yang awalnya menerangi kota Tokyo, sekarang sudah mulai berganti dengan matahari yang juga mulai menerangi kota Tokyo dengan sinar yang dipancarkan nya. Para penduduk Tokyo pun mulai bangun dari mimpi indah mereka.

Sang suami mulai berangkat menuju ke tempat kerja mereka, untuk mencari nafkah. Sedangkan dengan para istri, mulai mengerjakan kewajiban mereka sebagai ibu rumah tangga. Mulai dari membersihkan rumah, mencuci piring, menjemur pakaian, serta mempersiapkan segala keperluan untuk sang anak, yang akan segera berangkat ke sekolah.

Namun sepertinya hal tersebut sama sekali tidak terjadi di kediaman Sarutobi. Karena di pagi yang cerah ini, seorang remaja laki laki dam seorang wanita dewasa yang memiliki umur sekitar 37. Saat ini sama sekali tidak menggunakan pakaian alias telanjang. Bukan hanya itu saja, tubuh merekapun saat ini sudah dipenuhi oleh keringat. Sehingga membuat tubuh mereka menjadi panas.

Plak! Plak! Plak!

Plok! Plok! Plok!

Suara benturan antara paha dan bokong mulus milik Kurenai, terdengar bagaikan suara alunan melodi di telinga Naruto.

" Aaahhhh... Na-naru ...Nnnngggmm "

Bahkan suara desahan Kurenai pun juga terdengar sangat merdu. Sehingga membuat pinggul Naruto bergerak semakin cepat. Sehingga membuat Kurenai kembali mendesah dengan kerasnya.

" Ne...Nee-san...Aaaahhhh.... A-aku akan keluar lagi...Nnnggmm " ucap Naruto disela sela kegiatan nya.

" Aaaahhhhkk... A-aku juga akan segera keluar Naruto...Nnnmmmggg "

Croooot! Croooot!

Dan untuk yang kesekian kali, Naruto mengeluarkan pejunya di dalam vagina Kurenai. Rahim Kurenai pun kembali terisi oleh peju Naruto, meskipun sebelumnya Naruto mengeluarkan nya didalam rahim Kurenai, namun sepertinya rahim Kurenai masih sanggup untuk menampung benih milik Naruto.

Pada saat sperma Naruto mulai mengisi rahimnya, Kurenai langsung orgasme. Sehingga cairan cinta milik Kurenai melumuri penis Naruto. Dan setelah kedua insan tersebut puas dengan permainan mereka, mereka berdua langsung mengakhiri permainan mereka dengan ciuman singkat.

Setelah selesai berciuman, Naruto langsung mengeluarkan penisnya dari vagina Kurenai. Dan terlihat lah dari vagina Kurenai, sperma milik Naruto yang meluber dari vagina Kurenai. Dan begitu pula dengan penis Naruto yang saat ini diselimuti oleh sperma yang dikeluarkan nya tadi.

Naruto yang melihat penisnya yang diselimuti oleh sperma nya, langsung menaiki tubuh Kurenai dan mendekatkan penisnya ke mulut Kurenai. Kurenai yang mengerti maksud dari aksi Naruto tersebut, langsung melahap dan menjilati penis Naruto. Setelah selesai membersihkan penis Naruto dari sisa sisa spermanya, Kurenai langsung mengeluarkan penis Naruto dari dalam mulutnya.

" Hah...hah...se-sekarang cepat bersihkan diri mu Naru, kau harus berangkat sekolah. Dan aku tidak akan mengizinkan mu untuk membolos hanya karena ingin menikmati tubuhku " ucap Kurenai sambil menggoda Naruto.

" Iya Kurenai-chan " ucap Naruto.

Kurenai yang mendengar Naruto memanggil nama dengan suffix-chan, entah kenapa dadanya terasa panas. Bukan hanya itu saja, Kurenai juga merasakan perasaan nyaman ketika Naruto memanggilnya dengan suffix-chan.

" Aku boleh memanggil mu seperti itu bukan ?" tanya Naruto sambil tersenyum.

" Tentu saja Naru kau boleh memanggil ku seperti itu. Karena sekarang aku sudah menjadi milik mu, maka kau harus memanggil ku dengan suffix-chan. Namun kau Cuma akan memanggil ku seperti itu hanya saat kita berdua saja. " ucap Kurenai.

" Aku mengerti, lalu bagaimana hubungan mu dengan Asuma ?" ucap Naruto tanpa menggunakan embel-embel nii pada Asuma.

" Maksudnya ?"

" Ya... apa kau tidak ingin bercerai dengan nya ?" tanya Naruto.

" Tentu saja tidak Naru... kau tau bukan, sebentar lagi aku akan hamil. Dan jika aku bercerai dengan nya, lalu siapa yang akan membiayai ku dan bayi mu ini. Tidak mungkin kamu bukan, kau itu masih belum memiliki perkerjaan tetap. Dan juga kau masih muda, jadi ku rasa kau tidak perlu menunggu beban seberat itu. Cukup Asuma saja yang menanggung beban ku dan bayi mu ini. " ucap Kurenai sambil membelai pipi Naruto.

" Dan kau tidak perlu khawatir, aku akan tetap mencintaimu. Dan juga aku Cuma akan membiarkan Asuma menyentuh tubuhku pada saat di pulang nanti, dan selebihnya tidak akan ku biarkan dia menyentuh ku. Karena tubuhku ini hanya milik mu Naruto "

Naruto yang mendengar perkataan Kurenai langsung terlihat senang, dan Kurenai pun juga terlihat senang. Setelah mendengar perkataan Kurenai, Naruto keluar dari kamar Kurenai, dan langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

.

SkipTime, 07.00 AM

.

Setelah selesai membersihkan diri dan mengenakan seragam sekolahnya, Naruto langsung berangkat menuju ke sekolah nya. Selama perjalanan Naruto menuju ke sekolahnya, Naruto menyempatkan dirinya untuk singgah ke mini market terdekat untuk membeli beberapa potong roti dan minuman. Alasan kenapa Naruto tidak sarapan pagi, karena Kurenai masih lelah setelah bermain dengan Naruto.

Karena terlalu hanyut dalam pikiran nya, Naruto sampai tidak menyadari bahwa saat ini dia sudah sampai di depan sekolah nya, yakni Konan Academy. Dan lamunan Naruto pun buyar, karena ada seseorang yang memanggil nya.

Dan ketika Naruto mencari tau siapa yang memanggil nya, Naruto dapat melihat seorang remaja laki laki yang seumur dengan nya. Penampilan dari orang yang memanggil Naruto bisa dibilang sangatlah unik, karena orang yang memanggil Naruto memiliki gaya potongan rambut mangkok.

Serta mengenakan seragam yang sama, yakni mengenakan dalaman berupa Kemeja berwarna putih, sedangkan bagian luarnya mengenakan blazer berwarna hitam. Celana berwarna hitam, serta mengenakan sepatu putih.

Dia adalah teman sekelas Naruto, Rock Lee itulah nama dari orang yang memanggil Naruto. Sedangkan seragam khusus putri mereka mengenakan dalaman berupa Kemeja berlengan panjang berwarna putih, serta sweater berwarna hitam. Serta menggunakan dasi berwarna merah. Rok berwarna hitam sebatas paha, serta mengenakan kaos kaki berwarna putih serta sepatu berwarna hitam.

Jika diperhatikan dengan seksama, maka akan terlihat suatu keganjilan pada Konoha Academy. Yaitu jumlah siswa laki laki nya lebih sedikit dari pada siswa perempuan yang jumlahnya lebih banyak dari laki laki. Dan alasan kenapa jumlah perempuan lebih banyak dari pada laki laki, karena Konoha Academy adalah sekolah peralihan.

Jadi tidak heran jika siswa perempuan lebih banyak dari pada laki laki, dan untuk siswa laki laki nya juga begitu. Karena khusus bagi siswa laki laki yang diterima di Konoha Academy adalah orang orang yang memiliki otak encer, berasal dari Keluarga yang berada atau seseorang yang mendapatkan beasiswa.

" Ada apa Lee ?" tanya Naruto.

" Apa kau sudah menyelesaikan PR yang diberikan oleh Akuma-sensei " ucap Lee.

" Sudah! dan Apa maksud mu itu Albedo-sensei ? " tanya Naruto.

" Tentu saja, memangnya siapa lagi yang memiliki gelar Akuma di Academy ini. Dan karena kau sudah selesai apa aku boleh pinjam Naruto-kun " ucap Lee dengan puppy eyes nya.

" Sebenarnya aku ingin sekali meminjamkan mu Lee, tapi coba lihat ini " ucap Naruto kepada Lee sambil memperlihatkan arloji nya.

Dan terlihat di arloji tersebut menunjukkan pukul 07.25 yang artinya 5 menit lagi jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Lee yang melihat waktu yang tinggal sedikit tersebut langsung pundung dengan aura suram nya.

In The Class, XI. B

Saat ini terlihat para murid kelas XI. B yang saat ini berdiri tepat di depan kelas. Mereka semua adalah para murid yang tidak mengerjakan PR yang diberikan oleh sang sensei yakni Akuma-sensei atau lebih tempat Albedo-sensei.

( A/N : Saat ini saya benar benar malas untuk mendeskripsikan penampilan dari Albedo. Namun saya akan mendeskripsikan nya secara garis besarnya. Dia mengenakan pakaian layaknya seorang guru. Dan untuk Albedo, kalian bisa membayangkan Albedo dari anime Overlord namun tanpa tanduknya )

" Jadi ada yang bisa menjelaskan kepadaku, kenapa kalian tidak mengerjakan PR yang saya berikan ?" tanya Albedo sambil menatap satu persatu siswa yang tidak mengerjakan PR tersebut.

Namun tidak ada satupun yang menjawabnya, Albedo yang melihat bahwa siswa nya tersebut sama sekali tidak menjawab pertanyaan nya. Langsung tersenyum manis, dan para siswa yang melihat senyuman sang sensei langsung pucat.

Dan di bangku para murid, hanya tersisa 5/30 dari murid XI.B yang mengerjakan PR yang diberikan oleh sang sensei Mereka adalah Namikaze Naruto sang pemegang peringkat pertama di kelas nya, lalu Sona Sitri sang ketua Osis sekaligus pemegang peringkat ke 2 di kelasnya, lalu Shiina Mashiro sang pemegang peringkat 3, lalu dua orang lagi adalah Chelsea Mine dan Rias Gremory.

( A/N : Char-char tersebut saya ambil dari beberapa anime seperti Rias dan Sona ( Highschool DxD) Shiina Mashiro ( Sakurasou pet no Kanonjo ) Chelsea ( Akame Ga Kill )

Mereka berlima adalah orang orang orang yang tidak terkena hukuman, meskipun begitu mereka berlima masih belum bisa untuk bernafas lega. Karena bisa saja sang sensei memberikan mereka sebuah kejutan yang mungkin bisa membuat jantung mereka untuk berhenti berkerja.

" Karena kalian tidak mengerjakan PR yang sensei berikan, maka kalian semua termasuk kalian yang mengerjakan PR harus membersihkan seluruh ruangan di Konoha Academy " ucap Albedo tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Sementara itu, para murid yang tidak mengerjakan PR dan yang mengerjakan PR ketika mendengar hukuman yang diberikan oleh sensei mereka. Langsung pucat pasi.

" A-ano... sensei " panggil Sona.

" Hm ada apa Sitri-kun ?" tanya Albedo.

" S-saya tidak bisa menjalankan hukuman yang anda berikan, karena saya juga memiliki tugas yang menumpuk di ruangan Osisi " ucap Sona.

Seketika seluruh murid XI.B langsung menatap Sona dengan tatapan tidak percaya. Sementara Albedo yang mendengar perkataan Sona, terlihat tersenyum. Dan Sona yang melihat sensei nya tersebut, tiba tiba saja merasakan sebuah firasat buruk.

" Tentu kau boleh mengerjakan tugas Osis mu itu Sitri-kun... "

Sona yang mendengar perkataan sang sensei pun langsung bernafas lega, dan para siswa kelas XI.B yang mendengar keputusan sang sensei langsung protes.

" Namun...dengan syarat kau harus membersihkan seluruh halaman Konoha Academy selama seminggu. Apa kau sanggup ?" tanya sang Sensei.

Sona yang mendengar syarat yang diajukan oleh sang sensei, langsung terdiam. Dan para siswa yang mendengar perkataan sang sensei langsung bersorak dengan senang hati.

" Se-sepertinya tugas i-itu masih bisa ditunda, le-lebih baik saya mengerjakan hukuman saya bersama dengan teman teman saya sensei " ucap Sona dengan terbata bata.

" Bagus, sekarang kalian semua boleh duduk. Dan sepulang sekolah nanti kalian harus membersihkan seluruh ruangan di Konoha Academy "

" H-hai sensei " ucap para siswa kelas XI.B dengan lesu.

Setelah itu, seluruh murid yang berdiri didepan kelas langsung pergi menuju le tempat duduk mereka masing masing. Dan sang sensei kembali melanjutkan pelajaran mereka yang sempat tertunda.

.

SkipTime, Afternoon 01.00 PM.

.

Saat ini seluruh siswa kelas XI.B berada tepat di depan pintu masuk ruang UKS , dan saat ini seluruh siswa kelas XI.B akan melakukan suntik vitamin secara rutin, yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Senju.

Dan saat ini, seluruh murid XI.B sudah selesai disuntik terkecuali satu orang lagi. Yakni seorang gadis yang memiliki ciri ciri berambut pirang sepunggung yang diikat seperti ekor kuda, dan sebagian poninya dibiarkan tergerai sehingga menutupi mata kiri nya yang berwarna biru.

Memiliki tubuh yang ramping, dan saat ini diruang UKS terlihat lah bahwa saat ini Ino sama sekali tidak mengenakan baju nya, sehingga membuat dada nya terekspos di depan sang dokter yang saat ini sedang menatap dada Ino dengan tatapan mesum nya.

Sementara itu, Ino yang sedari tadi memperlihatkan tubuhnya kepada sang dokter merasa risih. Bukan hanya dia saja yang merasa risih, melainkan seluruh siswi kelas XI.B juga merasa risih jika bagian pribadi mereka di tatap dengan tatapan mesum begitu, meskipun sudah ditutupi oleh bra milik mereka.

Terlebih lagi yang menatap dada mereka adalah seorang dokter laki laki yang sepertinya memiliki umur sekitar 50 tahun. Bahkan dokter tersebut sudah pantas untuk dipanggil kakek oleh mereka, bahkan dari cerita teman teman nya.

Pada saat proses penyuntingan tersebut sang dokter pasti akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menatap dada mereka secara sengaja. Namun beberapa dari mereka ada yang mengancam sang dokter tersebut.

Tentu saja bukan sembarang ancaman yang mereka lontarkan kepada sang dokter. Dan ancaman tersebut berisi jika sang dokter berani beraninya memegang dada salah murid kelas XI.B maka mereka akan melaporkan perbuatan tersebut kepada orang tua mereka.

Terlebih lagi orang tua dari murid murid kelas XI.B adalah orang orang penting, contohnya saja Rias yang menggunakan nama sang direktur utama perusahan Lucifer, sehingga membuat dokter tersebut tidak berani untuk menatap dadanya.

Oke...kembali ke cerita, setelah sang dokter menyiapkan suntikan yang akan diberikan kepada Ino. Sang dokter langsung memegang pergelangan tangan Ino, tentu saja setelah minta izin. Sang dokter langsung menancapkan suntik tersebut ke pergelangan tangan atas Ino ( Benar nggak ).

Dan setelah itu, sang dokter langsung menekan sebuah tombol ( bener nggak ), sehingga membuat cairan yang berada disuntikkan tersebut mengalir kedalam tubuh Ino, dan tentu saja selama proses penyuntikan tersebut pandangan sang dokter tidak pernah lepas dari payudara Ino yang berukuran C-cup yang ditutupi oleh bra hitamnya.

" Apa sudah selesai dokter ?" tanya Ino yang saat ini benar benar sudah sangat risih dipandang oleh sang dokter.

" Belum, masih ada satu suntikan lagi "

Dan lagi lagi sang dokter kembali menyuntik Ino, dan setelah selesai Ino langsung mengenakan seragam nya, dan langsung pergi dari UKS.

.

SkipTime...02.00 PM

.

Dan saat ini seluruh siswi kelas XI.B berada di ruang ganti, yang dimana saat ini mereka akan memasuki jam olahraga.

" Ino apa kau dilecehkan oleh dokter mesum itu " tanya seorang gadis berambut pink a.k.a Sakura.

" Tidak, dokter itu sama sekali tidak melakukan apapun kepada ku. Tapi dokter itu teras menatap ke arah dadaku " ucap Ino.

" Fiiiuuhh...syukurlah kau tidak dilecehkan oleh dokter mesum itu. Dan jika dokter itu sampai melecehkan mu aku tidak akan segan segan untuk melaporkan perbuatannya kepada Kaa-chan ku " ucap seorang gadis berambut pirang yang diikat seperti ekor kuda a.k.a Kyuubi Senju.

" Terima kasih Kyu-chan, aku senang jika kalian mengkhawatirkan ku. Dan apa dokter itu memberi mu dua suntikan ?" tanya Ino, karena entah mengapa dia merasa curiga kepada dokter itu.

" Dua suntikan? Tidak, kami semua Cuma diberikan satu suntikan oleh dokter mesum itu. Bukan begitu Minna ? "

" Ha'i " balas para siswi kelas XI.B

" Apa kau diberi dua suntikan ?" tanya Kyuubi.

" Y-ya, dan apa itu baik baik saja ?" tanya Ino.

" Entahlah, nanti akan kutanyakan kepada Kaa-chan ku "

Obrolan mereka pun harus terhenti, karena tiba tiba saja sang wakil ketua a.k.a Sona memotong pembicaraan mereka.

" Minna-san, sensei sudah menunggu kita dilapangan " ucap Sona.

" Ha'i " balas seluruh siswi kelas XI.B

Setelah itu, mereka semua langsung pergi menuju ke bangunan olahraga yang berada di bagian timur Konan Academy.

.

bersambung

.

Hallo minna-san ketemu lagi dengan author yang gaje ini, sebelum author ingin mengatakan kepada kalian semua, bahwa fanfic ML ( My Life ) ini mengandung unsur Crossover. Jadi tidak heran jika char dari anime lain.

Dan untuk Chapter berikutnya, author sudah memberikan gambaran siapa yang akan menjadi target Naruto berikut. Dan author akan memperjelas bahwa disetiap chapter author tidak akan membuat adegan lemon nya, karena genre utama fic ini adalah romance. Jadi inti dari fic ini adalah menceritakan tentang pendekatan Naruto dengan para target nya ( Harem nya ).

Dan juga disini saya membuat sifat Naruto sedikit pendiam ( cuma diluar rumah ). Jadi saya harap para reader tidak akan protes, bagaimana setuju?.

Lalu yang lainnya adalah tentang kedua Fic author yang masih belum update. Karena dibeberapa review yang author lihat di Review ML, banyak dari para reader menanyai tentang fic Hikari no Yami dan fanfic The Trash.

Kedua fanfic tersebut masih aktif, dan untuk jadwal update nya. Masih belum author tentukan, jadi saya harap para reader untuk bersabar.

Oke mungkin itu saja yang ingin author sampaikan, dan untuk Chapter 5 nya nanti, ada yang bisa memberikan saran untuk target Naruto berikut.

See You Next Time

.

Yami Dragon Slayer

.

Log Out

.

Jangan lupa untuk Review nya Minna-san.