Akhirnya aku bisa ngetik chapter ini juga. Oh iya, ini chapter terakhirnya loh.. makasih buat semua readers yang udah sempetin baca dan review FF ku ini. Makasih juga buat semua sarannya.
Mianhae karena setiap chapternya pendek pendek. Sebenernya ini bisa dijadiin oneshoot atau twoshoot, tapi karena waktu ngetiknya terbatas, trus akunya juga suka males kalo kelamaan ngetik, jadinya berchapter chapter deh m(_ _)m
Mianhae juga karena penulisannya agak kurang rapi, aku masih belajar. Aku usahain biar lebih rapi lagi ya. Gomawo sarannya ^^
Oh iya, kalo ada yang bingung trus pengen nanya tentang ceritanya, kalo di chapter ini belom kejawab, tanyain ke aku aja ne ^^
.
.
.
.
.
.
Title :
Andante
Cast :
Leeteuk 'SUJU', Kang-In 'SUJU', and other supporting cast
Pair :
KangTeuk, oneside!HaeTeuk, slight!HaeHyuk
Genre :
Romance, Hurt/Comfort
Rate :
Teenager (T)
Warning :
Boys Love/Boy x Boy, OOC, EYD Failur, Alur Rush, Typo(s), cerita pasaran, GAJE, Death Chara, Don't Like Don't Read
Disclaimer :
Cast are belong to GOD, THEIR PARENTS and THEMSELVES, but this fic is MINE!
.
.
.
.
.
.
Iksuk haejin kkume chabun chabun hage ibyeoreul junbihae, yeah
Kkum sogeso do geudae mameun, tong bakkul suga eomneunde, yeah
Eonje jjeum ijeul su isseulkka, neneul tteumyeon geumsae
Thursday to Tuesday
Ijen shigan majeo bballa jyeoga,
Jogeumman do geudael dama dugo shippeunde
Geunal ye gieok doldo dorabwado, pihae galsu eomneun geugeot
Geudaeye jib ape dara, dashi dora, dashi dora
Neurit neurit daga on ibyeol ye sungan do
Neurit neurit meoreojin geudaeye maeum do
Jogeumman do (neurit neurit) mideulge andante…
Chameuryo haebwado, eojjeol su eobshi cha olla
Shirin naye nun ape, seoseo higo ideon
Nunmul cheoreom…
Cheoncheonhi…
Donghae POV
Ini sudah beberapa jam sejak kedatanganku dan Hyukkie kerumah Leeteuk hyung. Aku dan Hyukkie masih duduk dan menunggunya sambil menonton TV. Aku mulai memperhatikan Hyukkie yang sepertinya sedang duduk dengan gelisah disampingku.
"Gwaenchanayo, chagi?" tanyaku sambil memeluk pinggang rampingnya dan mengecup keningnya lembut.
"Umm… Hae~ apa tidak sebaiknya kita melihat Teukie-hyung? Ini sudah sore dan ia belum makan dari pagi. Aku khawatir,Hae," yah, memang ada benarnya juga perkataannya. Ini sudah jam 4 sore dan dari pagi –sejak ia masuk kamar- ia belum keluar sampai sekarang.
"Arasseo! Kaja! Kita lihat Teukie-hyung dikamarnya," putusku akhirnya
Aku dan Hyukkie beranjak menuju kamar Teukie hyung. Setelah sampai, Hyukkie langsung mengetuk pintu kamarnya.
TOK TOK TOK
"Hyung, kau tak mau makan? Ini sudah sore,hyung! Ayolah, keluar kamar!" pinta Hyukkie lembut. Tak ada jawaban dari dalam kamar itu. Kembali Eunhyuk mengetuknya. Tapi, setelah berkali kali mengetuk pintu, masih tak ada jawaban dari Teukie hyung. Perasaanku mulai tak enak. Kutatap wajah Eunhyuk yang juga sedang menatapku khawatai dan takut.
"Hae~ bagaimana ini? Tak ada awaban dari Teukie hyung. Apa jangan jangan terjadi sesuatu dengan Teukie hyung?" ujar Eunhyuk menampakkan wajah khawatirnya
"Mollayo, Hyukkie. Haruskah aku dobrak pintu ini,hng? Perasaanku juga mulai tak enak sekarang," usulku yang dibalas dengan anggukkan ragu dari Eunhyuk.
Aku langsung mengambil ancang ancanguntuk mendobrak pintu ini, sementara Eunhyuk sudah menyingkir dari depan pintu.
"Hana.. dul.. set!"
BRAKKKKK
Pintu itu langsung terbuka lebar setelah kudobrak. Hyukkie langsung menghambur masuk kedalam kamar itu dengan aku yang mengikutinya dari belakang.
"KYAAAAA~ TEUKI HYUNGGGG~" aku terbelalak melihat pemandangan yang ada dihadapanku. Hyukkie berteriak histeris dan langsung berlari menghampiri tempat tidur Teukie hyung. Di tempat tidur itu, tergeletak stubuh Leeteuk hyung yang memejamkan matanya. Wajahnya pucat sekali, seakan sudah tak ada darah yang mengaliri tubuhnya lagi. Tunggu. Aku menatap pergelangan tangan Teukie hyung dengan pandangan horror. 'di..dia.. memotong pergelangan tangannya sendiri? Be-berarti tentang tak ada darah yang mengaliri tubuhnya itu-'
"YA! LEE DONGHAE! Hiks.." pekikan Hyukkie langsung saja membuyarkan lamunanku. Kualihkan pandanganku menuju namjachinguku itu. Kutatap wajahnya yang sudah teraliri air matanya dengan derasnya.
"H..Hae.. bagaimana hiks.. ini? Leeteuk hyung.. Leeteuk hyung…hiks..hiks.." aku mendekap tubuh rapuhnya lembut. Kuusap rambutnya mencoba untuk menenangkannya yang sekarang sudah menangis hebat dipelukanku.
"Ssssshhhh… sudahlah… tenangkan dirimu,chagi. Lebik baik kita membawa Teuk hyung ke rumah sakit sekarang,ne?" bujukku yang langsung ditanggapi dengan anggukkannya. Segera kulepaskan dekapanku pada Hyukkie dan beralih menggendong tubuh Teuk hyung yang sudah mulai mendingin. Aku segera menaruh tubur Teuk hyung di mobil dan lang menjalankan mobilku menuju rumah sakit terdekat.
.
.
.
.
.
Kami sedang menunggu dokter yang memeriksa leeteuk hyung. Kami yang kumaksud bukan hanya aku dan Hyukkie, tapi ada juga Heechul hyung dan Han hyung, Yesung hyung, Shindong hyung, Sungmin hyung, ,Ryeowook, dan juga Kyu. Aku memang sengaja menelepon mereka dan memberitahu mereka, aku juga meminta mereka untuk dating kerumah sakit.
Kulihat dokter sudah keluar dari ruang UGD. Kami semua langsung menghampiri dokter itu.
"Bagaimana euisa sonsaengnin? Apakah ia masih bisa diselamatkan?" Tanya Siwon yang memang kelihatan paling tenang diantara kami.
"Jweisonghamnida. Kami sedah berusaha semampu kami. Tapi Leeteuk ssi sudah kehilangan terlalu banyak darahnya. Sekali lagi saya minta maaf," dokter itu membungkukkan badannya sedikit lalu pergi meninggalkan kami yang sudah lemas.
"H..Hae~ apa ini benar benar terjadi? A-apa Teukie hyung b-benar benar sudah meninggal,Hae? I-ia melakukan itu sa- saat kita disana, Hae?" aku langsung merengkuh tubuh namjachinguku ini saat mendengar suaranya yang sudah bergetar. Memang ia yang kelihatan paling terpukul atas kejadian ini. Bagaimana tidak? Ini bisa diumpamakan seperti kami membiarkan Teukie hyung membunuh dirinya sendiri didepan mata kami!
End Donghae POV
.
.
.
-in other side-
.
.
.
Putih. Semuanya putih. Sebenarnya tempat apa ini? Kemanapun kulayangkan pandanganku, yang kulihat hanya satu warna. Putih. Baik kulihat keatas, ke bawah, kanan, kiri, hanya putih yang dapat kulihat.
"Teukie hyung.," aku menengok kebelakang ketika mendengar ada sesorang yang memanggilku lembut. Aku terbelalak ketika menatap orang yang memanggilku tadi.
"Yo.. Youngwoon-ahh.." bisikku pelan. Dapat kulihat ia mulai berjalan mendekatiku dan memeluk tubuhku erat. A- aku sangat merindukan pelukan ini. Apakah semua ini nyata?
"Pogoshippeo, hyung~" ucapnya lembut. Aku makin mengeratkan pelukanku dan bergumam, "na- nado Youngwoon-ah, nado.."
Kulihat ia tersenyum lembut padaku. "Mulai sekarang, kita akan terus bersama,hyung. Kita yak akan berpisah lagi, untuk selamanya," ucapnya lagi. Aku hanya menganggukkan kepalaku sambil tersenyum padanya.
Ia mulai mendekatkan wajahnya pada wajahku, mengeliminasi jarak antara kami berdua. "saranghae, hyung" ucapnya sebelum akhirnya menyatukan bibir kam. Aku mulai memejamkan mataku, menikmati pagutan bibirnya pada bibirku.
.
.
.
.
.
.
END
.
.
.
.
.
.
