Tittle : Crash.
Rate : T.
Genre : Romance, Angst, Hurt/Comfort.
Author : Skinner Choi.
Pair : DaeLo.
Warning : BL, Yaoi, ANGST, Miss Typo(s), Aneh, DLDR, No Flamers, OOC, AU.
Chapter 4 : Nerve.
Setelah itu merekapun keluar dari apartement Deahyun. Junhong terus menggandeng tangan Daehyun dan tangan satunya menggenggam tali yang mengikat Zelo.
Saat mereka akan keluar dari apartement, Junhong bisa melihat banyak orang berlalu lalang, dengan cepat rasa takut dan trauma itu kembali menyusup.
Langkahnya terhenti dengan cepat. " Hyung, a.. aku tidak bisa… aku tidak bisa…" kata Junhong takut, tatapan yang sama saat dia ketakutan dulu.
" Tenanglah. Mereka hanya orang biasa, mereka tidak akan melukaimu." Kata Daehyun.
" Terlalu banyak… terlalu ramai… aku takut hyung… ayo kembali…" kata Junhong dengan nada ketakutan.
" Kau bersamaku, tidak akan terjadi apa-apa. Diluar tidak seburuk yang kau bayangkan." Kata Daehyun mencoba meyakinkan Junhong.
Junhong menggeleng keras. " Shireo!." Kata Junhong keras sambil menepis Daehyun. " Aku tidak mau! Aku takut! Ayo kembali!." Kata Junhong kacau, perlahan langkahnya mundur menjauhi pintu keluar, matanya sudah mulai berair, dia kembali seperti dulu. Ketakutan, dan tidak ingin percaya…
" Tenanglah, semua akan baik-baik saja." Kata Daehyun.
" Tidak hyung. Kau tidak mau kesana! Ayo kembali! Aku sangat takut! Ayo kembali!." Rengek Junhong.
Daehyun segera memeluk Junhong dengan erat dan Junhong menggenggam baju Daehyun dengan kuat dan sangat ketakutan.
" Aku tidak bisa! Aku tidak bisa…" Kata Junhong serak.
" Ssshh.. tenang dulu…" kata Daehyun sambil membelai rambut dan punggung Junhong pelan. Dan perlahan Junhong terdiam mencoba mengatur nafasnya. Tubuhnya sedikit lebih lemas tidak sekaku beberapa waktu lalu saat dia begitu panik dan ketakutan.
" Sekarang kau punya anjing kan? Kau harus mengajaknya keluar untuk jalan-jalan." Kata Daehyun sedikit memberikan cerita. " Diluar sedang musim gugur, dan itu sangat indah. Banyak orang bermain diluar. Kau hanya berkunjung kerumah kakakmu, rumahmu dulu. Katakan padanya kau sudah berubah, lalu kita kembali pulang dan minum coklat hangat. Eotte?." Kata Daehyun member ketenangan.
" Tapi…"
" Diluar tidak seburuk yang kau kira. Sungguh. Kau akan baik-baik saja." Kata Daehyun kalem.
Setelah dirasa Junhong sudah mengangguk dipelukannya, Daehyun merapikan sedikit penampilan Junhong lalu mereka berjalan keluar dari gedung apartement Daehyun. Junhong menggenggam erat lengan Daehyun saat melewati jalan yang lumayan ramai pagi itu.
Saat mereka sedang berjalan di trotoar ada seorang yeoja yang berlawanan arah dengan mereka berdua yang juga membawa anjing. Yeoja itu berhenti di depan Junhong.
" Annyeong!." Sapa yeoja itu ramah.
" Annyeong." Balas Daehyun ramah. Junhong hanya diam sambil bersembunyi di punggung Daehyun.
" Anjingmu lucu sekali, siapa namanya?." Tanya yeoja itu sambil mengelus kepala Zelo lembut. Daehyun member isyarat pada Junhong untuk tenang dan menjawaab pertanyaan dari yeoja itu.
" Na… namanya Zelo…" jawab Junhong pelan dan masih kaku.
" Zelo? Nama yang bagus, ini anjingku namanya Toki." Katanya.
Perlahan Junhong memberanikan diri untuk mengelus anjing milik yeoja itu.
" Neomu kyeopta." Kata Junhong.
" Namaku Jin, kalian tinggal di apartement itu kan? Lain kali aku boleh mampir? Aku punya pet shop. Jika kau mau, akan kuberi baju yang cocok untuk Zelo nanti." Katanya.
" Terimakasih. Kau boleh datang kapan saja." Kata Daehyun ramah.
" Baiklah, sampai jumpa lagi."
Setelah itu Daehyun melanjutkan perjalanannya dengan Junhong. Dijalan Daehyun memberitau dan menceritakan banyak hal pada Junhong, mencoba membuka sudut pandang lain untuk Junhong.
Setelah itu mereka sampai dirumah Jongup. Rumahnya dulu. Junhong sedikit takut kembali ke rumah itu.
" Hyung…" panggil Junhong pelan.
Daehyun menggenggam tangan Junhong lalu tersenyum. " Kau hanya harus bertemu dengannya dan bicara dengannya. Yakinkan dia bahwa kau sudah sembuh. Setelah itu kita pulang." Kata Daehyun mrngintruksikan.
" Tapi—"
" Sshh… Gwaenchana. Ada aku disini." Kata Daehyun.
Merekapun mengetuk pintu rumah itu. Tak lama kemudian Jongup keluar dan tampak terkejut dengan kedatangan Junhong.
" Junhongie?."
" Aku… datang berkunjung hyung." Kata Junhong mencoba memberikan senyum terbaik yang bisa dia buat.
Jongup memeluk Junhong erat-erat, sudah lama dia menunggu hari dimana adiknya kembali seperti dulu, dia amat bahagia.
" Bogoshipo.. Syukurlah… syukurlah kau bisa kembali seperti dulu Junhongie… terimakasih." Kata Jongup.
Perlahan sebuah perasaan hangat dirasakan oleh Junhong saat melihat kakaknya begitu bahagia melihat dirinya kembali seperti dulu. Perlahan Junhong membalas pelukan kakaknya.
" Kuharap kau terus seperti ini." Kata Jongup.
Merekapun masuk untuk bicara lebih banyak.
" Daehyunie, aku mengucapkan banyak terimakasih atas bantuanmu." Kata Jongup.
" Nde… ini bukan apa-apa, aku memang ingin membantu Junhong." Kata Daehyun.
" Dengan begini aku lega Junhong bida tingga denganmu untuk seterusnya." Kata Jongup.
" Jadi, aku boleh tinggal dengan Daehyun hyung mulai sekarang?." Tanya Junhong.
" Nde. Kalau kau lebih suka tinggal disana tidak apa, asal jangan merepotkan dan kau harus berubah menjadi lebih baik, menurutlah pada Daehyun." Kata Jongup.
Junhong tersenyum senang." Terimakasih hyung." Kata Junhong.
Setelah membicarakan banyak hal, akhirnya Junhong dan Daehyun kembali pulang saat menjelang sore. Sinar mentari sore itu indah sekali. Mereka menikmati suasana jalanan yang tidak terlalu ramai dan bising.
" Hyung, aku tetap masih takut untuk keluar seperti ini. Aku tidak mau lagi." Kata Junhong.
" Waeyo?."
" Aku belum bisa terbiasa melihat dan dekat dengan orang sebanyak ini." Kata Junhong.
" Araseo… aku akan membantu kan? Kau tidak akan takut seperti ini lagi. Semua butuh proses." Kata Daehyun.
" Aku percaya padamu hyung." Kata Junhong.
" Kau harus yakin pada dirimu sendiri terlebih dahulu, semua terjadi karena kau sendiri." Kata Daehyun.
" Itu sulit hyung."
Tiba-tiba Daehyun mencium pipi Junhong dengan cepat. " Aku tau, karena itulah aku selalu ada untukmu." Kata Daehyun pelan.
Junhong menutupi pipinya sambil terkejut. " H… Hyung… apa yang kau lakukan?." Tanya Junhong kaget dan tersipu.
Daehyun tertawa kecil. " Suatu hari nanti akan kujadikan margamu menjadi Jung." Kata Daehyun.
.
.
.
.
" Apa kau tidak ingin memandikan Zelo?." Tanya Daehyun.
" Mau! Bantu aku hyung." Kata Junhong senang.
" Baiklah. Kajja." Kata Daehyun.
Junhong dan Daehyun masuk ke kamar mandi, lalu memandikan Zelo bersama Daehyun ssangat senang saat melihat Junhong tertawa lepas. Inilah yang ia impikan sejak dulu. Apapun yang terjadi dia ingin terus melihat Junhong bahagia seperti ini.
" Hyung! Zelo tidak bisa berhenti bergerak, aku ingin membilas bulunya." Kata Junhong.
" Sebentar, aku akan coba memegangnya agar tidak kemana-mana." Kata Daehyun.
" Lucunyaaaa." Kata Junhong sambil tertawa.
" Kau jauh lebih lucu dari Zelo, Junhongie." Kata Daehyun, membuat Junhong tersipu malu.
Setelah selesai memandikan Zelo mereka ke ruang tengah untuk mengeringkan bulu Zelo dengan hairdryer.
" Hyung…" panggil Junhong.
" Nde chagiya?." Tanya Daehyun.
" Ini…" kata Junhong sambil meunujuk sebuah gambar heart di kaos milik Daehyun. " Apa itu cinta hyung? Kenapa aku tidak bisa merasakannya?." Lanjut Junhong.
Daehyun terdiam agak lama dan berfikir dan memilih kata untuk menjelaskan apa itu cinta agar mudah dimengerti oleh Junhong.
" Cinta adalah perasaan yang aneh yang kau rasakan pada seseorang, terkadang bahagia, terkadang kesal, marah, sedih, gembira, dan masih banyak perasaan lainnya. Tapi kau akan merasa sangat bahagia saat bersama orang tersebut." Kata Daehyun.
" Seperti menyukai?."
" Iya. Tapi lebih dari suka dan sayang. Sangat spesial. Itulah cinta. Tetapi, cinta juga punya banyak artian, susah sekali untuk mendeskripsikannya. Kau pasti akan tau sendiri saat kau merasakannya suatu saat nanti." Kata Daehyun.
" Apakah rasanya selalu menyenangkan?." Tanya Junhong.
" Tidak selalu, terkadang cinta itu sangat menyakitkan. Jika seseorang yang kau cintai pergi darimu akan sangat menyakitkan rasanya, iya kan?." Jawab Daehyun.
" Apa hyung pernah merasakan keduanya?." Tanya Junhong.
" Ya. tapi bagaimanapun kita harus mau menerima baik dan buruknya. Karena hal itulah kita bisa menjadi lebih dewasa." Kata Daehyun.
Junhong menggangguk-angguk mengerti.
" Aku ingin makan Kimbap malam ini hyung." Kata Junhong.
Keesokan harinya Daehyun membawa Zelo untuk jalan-jalan pagi, karena sekarang adalah hari minggu. Daehyun tau bahwa Junhong masih terlalu takut untuk pergi keluar lagi, jadi Daehyun membiarkan Junhong tidur.
" Hmmm, sepertinya inisudah terlalu siang. Kita harus pulang untuk makan siang." Kata Daehyun yang hanya dibalas dengan gonggongan kecil dari Zelo.
" Tapi, kurasa aku akan belanja dulu untuk makan siang." Kata Daehyun lagi, lalu pergi menuju supermarket untuk belanja.
Sekitar jam 12 Daehyun baru selesai berbelanja dan segera pulang. Setibanya di apartemen, Daehyun segera membuka pintu apartemen-nya.
Tiba-tiba dia dikejutkan dengan Junhong yang memeluknya erat dan ketakutan.
" H… Hyung… apa yang kau lakukan! Hiks… hiks…" kata Junhong takut.
" Junhongie, kau kenapa? Apa yang terjadi?." Tanya Daehyun kaget.
" Apa yang kau lakuka hyung! Kau meninggalkanku tanpa pamit, aku takut hyung… hiks.. kau bilang kau selalu bersamaku! Aku hanya punya kau seorang sekarang! Jangan biarkan aku sendirian ketakutan… hiks hikis… kajima… kajima… hiks…"
Daehyun terdiam mematung. Sepertinya Junhong mendapat mimpi buruk dan saat terbangun tak ada siapapun untuk menemani ataupun menenangkannya.
" Ssshh… maaf, kukira kau akan baik-baik saja saat aku mengajak Zelo keluar. Aku juga pulang terlambat. Aku janji tidak akan meninggalkanmu. Maaf…" kat Daehyun sambil membelai punggung dan rambut Junhong.
" Hiks.. hiks kajima."
" Sssh… tenanglah. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku sudah disini. Uljimaa… " kata Daehyun sambil menenangkan Junhong.
Setalah itu Daehyun mendudukkan Junhong di meja makan, lalu membuatkan segelas susu hangat agar Junhong lebih tenang.
" Makanlah coklat, ini akan membantumu sedikit lebih tenang." Kata Daehyun sambil memberikan blok coklat pada Junhong.
" Apa kau mimpi buruk?." Tanya Daehyun pelan, yang dijawab oleh anggukan oleh Junhong.
" Apa kau mau menceritakannya?." Tanya Daehyun lagi.
Junhong menggeleng. " Aniya, aku tidak mau menceritakannya." Kata Junhong.
" Baiklah kalau begitu. Apa kau merasa lebih tenang sekarang?." Tanya Daehyun.
" Hanya sedikit. Aku masih takut hyung." Kata Junhong.
" Waeyo? Aku sudah pulang kan? Tak ada yang perlu kau takutkan lagi." Kata Daehyun lembut.
" Hyung, mulai sekarang jangan pergi keluar terlalu sering, aku takut. Tetaplah dirumah." Kata Junhong tegas.
" Memangnya kenapa?."
" Pokoknya jangan hyung! Aku takut!." Kata Junhong memaksa.
Daehyun sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Junhong. Tapi bagaimanapun dia juga harus pergi ke rumah sakit untuk bekerja, dan membeli keperluan sehari-hari diluar.
" Tapi bagaimanapun juga, aku juga harus keluar kan?." Kata Daehyun lembut meminta pengertian pada Junhong.
" Aku tidak ingin ditinggal sendirian lagi hyung!." Kata Junhong.
" Kalau begitu, kenapa kau tidak mencoba untuk pergi keluar bersamaku juga? Hmm?." Tanya Daehyun.
" A… Aku tidak bisa."
" Kau sudah pernah mencobanya sekali, kau pasti bisa melakukannya lagi." Kata Daehyun.
" I don't want to." Kata Junhong.
Daehyun tersenyum manis pada Junhong. " Kau percaya padaku kan? Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku janji." Kata Daehyun.
Junhong menatap kesungguhan Daehyun dengan sedikit ragu. Dia memang percaya, tapi dia takut. Tapi, Junhong sendiri memang sadar, dia tidak bisa seperti itu untuk seterusnya, dia harus berubah menjadi lebih baik, karena itulah Daehyun selalu bersamanya.
" Baiklah." Kata Junhong pelan.
Daehyun memeluk Junhong sambil tersenyum lebar. " Aku akan terus menjagamu." Kata Daehyun.
# Junhong Pov.
Apa yang seharusnya kulakukan saat ketakutan? Aku takut! Tapi aku tidak mau mengatakannya pada Daehyun hyung.
Meski aku pengerti, meski aku terlihat baik-baik saja, aku masih tidak banyak berubah dari aku yang dulu.
Dan meskipun Daehyun hyung membelai kepalaku berkali-kali, aku masih berteriak dan menangis sekeras-kerasnya dalam hati. Dia memang datang pada hidupku dengan cara yang indah, tapi semakin aku percaya semakin aku takut kehilangan sosoknya yang selalu menjagaku.
Aku hanya menutup hati dari apapun yang bisa menyakitiku dari luar maupun dalam. Aku menjauhi Jongup hyung agar aku tidak lagi menyakitinya dan membuatnya khawatir padaku. Dan aku memilih untuk tetap di rumah sakit jiwa agar tidak ada lagi orang yang akan menyakitiku.
Aku terus hidup dengan menghindari sesuatu, aku terlalu lemah, dan aku benci diriku yang seperti itu.
Daehyun hyung membangun kepercayaan padaku dan aku mencoba melakukan apa yang dia katakan. Entah kenapa, ada sesuatu dalam diriku yang menyuruhku untuk percaya padanya, walau awalnya begitu sulit untukku. Seberapapun aku membantah, Daehyun hyung tetap tidak pernah menyerah.
Melihat dan berada di keramaian manusia selallu membuatku tidak berkutik, kenangan itu rasanyaa terus menerus menghantuiku.
Aku tidak ingin ketergantunganku pada Daehyun hyung membuatku egois dan memonopolinya. Semakin hari aku semakin takut kehilangannya, sejak aku terus menerus bermimpi buruk, aku semakin khawatir pada Daehyun hyung.
Aku tetap sama. Tidak bisa menolong diriku sendiri meski orang lain menolongku.
" Junhongie, kau harus tidur, sudah larut malam." Kata Daehyun hyung.
" Aku masih ingin bermain." Alasanku. Aku takut tidur dan bermimpi buruk lagi.
" Aish… besok masih ada banyak waktu untuk bermain lagi. Ayo kuantar ke kamarmu." Kata Daehyun hyung.
Aku tidak bisa menolak, tapi aku benar-benar enggan untuk tidur sekarang. Daehyun hyung menyelimutiku dengan baik lalu mengecup keningku sejenak. " Good nite sweetheart." Katanya lembut.
Daehyun hyung keluar dari kamarku sambil mematikan lampu dan menutup pintu. Hal yang kupikirkan saat melihat Daehyun hyung malam itu adalah, aku harus melindunginya.
Aku segera memeluk gulingku dan merapatkan selimut, kurasa aku harus tidur agar Daehyun hyung tidak khawatir.
.
.
.
.
.
Aku terbangun dengan panik. Aku takut! Mimpi buruk itu kembali datang. Aku turun dari tempat tidur dengan brutal, tidak peduli beberapa perabot yang terjatuh karena tersenggol olehku. Aku segera bersembunyi di bawah tempat tidur lagi.
Tak lama kemudian Daehyun hyung datang.
\
" Junhongie!." Panggilnya.
Aku masih tidak menjawab, tapi dengan cepat Daehyun hyung menemukanku di bawah tempat tidur.
" Junhongie, apa yang terjadi?." Tanya Daehyun hyung.
Aku tidak menjawab dan masih bergetar ketakutan. " Junhongie, palli nawa… apa kau mimpi buruk lagi? Disini ada aku, jangan takut." Kata Daehyun hyung.
Perlahan aku meraih tangannya dan keluar dari bawah tempat tidur.
" Ya Tuhan, apa yang membuatmu seperti ini, chagiya?." Tanya Daehyun hyung sambil memelukku dan membawaku ke atas tempat tidur.
Aku masih diam. Aku takut membicarakan ini lagi. " Apa kau masih mimpi buruk lagi?." Tanya Daehyun hyung. Aku mengangguk cepat.
" Apa kau ingin minum dulu? Biar kuambilkan sebentar." Kata Daehyun hyung.
Aku segera menahan lengannya. " Aniya, temani aku disini. Aku takut hyung, jangan tinggalkan aku." Kataku.
" Baiklah. Akan kutemani hingga kau tidur." Kata Daehyun hyung sambil menyelimuti badan kami, dan aku hanya bisa memeluknya. Daehyun hyung membelai rambutku pelan, sesekali dia menyanyikan lullaby untuku.
" Jangan pernah tinggalkan aku hyung." Kataku.
" Tidak akan. Aku akan selalu bersamamu. Aku adalah milikmu." Kata Daehyun hyung. Aku mengeratkan pelukanku padanya.
" Kau adalah hidupku hyung…" biskku pelan. Lalu kurasakan Daehyun hyung memelukku semakin erat.
" Kau tidak sendiri. Kau akan bahagia bersamaku. Aku janji." Kata Daehyun hyung.
Saat itu aku merasa begitu aman dan senang. Aku tidak akan pergi kemanapun, Daehyun hyung adalah tempatku untuk pulang, dan aku akan bahagia bersamanya.
Setelah itu aku kermbali tertidur di pelukan Daehyun hyung. Keesokkan harinya Daehyun hyung membangunkanku.
" Selamat pagi, Choi Junhong. Palli ireona, ada makanan favoritmu di meja makan." Katanya.
Aku tersenyum lebar. " Selamat pagi hyung." Sapaku.
" Zelo sudah ada di ruang makan juga, kajja." kataDaehyun hyung sambil menarikku dari tempat tidur.
" Gendong aku hyung." Kataku sambil tersenyum kecil.
" Aigoo, baiklah big baby. Kajja!." Kata Daehyun hyung.
Aku segera naik ke punggungnya, dan memeluk lehernya sambil tertawa senang.
" Kau semakin berat ternyata." Kata Daehyun hyung.
" Tentu saja hyung." Kataku. Setelah itu kami sarapan pagi bersama. " Hyung, setelah ini kau mau kemana?." Tanyaku.
" Membeli bahan makanan untuk nanti siang, wae?." Tanya Daehyun hyung.
" Tapi kau pernah bilang kalau kau—"
" Aku tau, bagaimana kalau kau juga ikut? Kita bisa jalan-jalan sebentar." Kata Daehyun hyung.
" Ba… baiklah." Sahutku dengan berat harti.
" Kalau begitu cepatlah mandi, kita ajak Zelo untuk jalan-jalan juga." Kata Daehyun hyung.
" Araseo…"
" Akan kusiapkan baju untukmu." Kata Daehyun hyung.
Aku harus bisa berubah. Aku tidak boleh terus menjadi penakut seperti ini. Aku harus bisa menjadi seperti orang normal selayaknya!.
Setelah bersiap, Daehyun hyung sudah menungguku di pintu. Aku menggenggam erat tali Zelo mengumpulakn keberanian. " Apa kau yakin Junhongie?." Tanya Daehyun hyung.
Aku mengangguk mencoba meyakinkan. " Ka.. kajja…"
" Baiklah." Katanya sambil menggandeng tanganku.
Saat keluar dari gedung apartement aku kembali tegang. Kenapa trauma ini begitu susah untuk kulawan? " H.. hyung…" tanpa kusadari aku memanggil Daehyun hyung dengan suara kecil. Kentara sekali aku ketakutan.
" Jika kau takut, kau bisa—"
" A.. anieyo. Aku hanya takut suara keramaian ini…" kataku.
Tiba-tiba Daehyun hyung memakaikan earphone ke telingaku.
" Dengarkan ini. Kau akan baik-baik saja." Kata Daehyun hyung.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan, aku tidak pernah berani terus memandang keramaian dan lalu lalang orang disekitar. Aku takut aku tidak bisa menguasai diriku sendiri. Itu akan sangat membuat Daehyun hyung khawatir dan kerepotan.
Tak lama kemudian kami sampai di supermarket dekat perempatan jalan raya. Kami belanja banyak bahan makan makanan. Menyenangkan memang menghabiskan waktu seperti ini dengan Daehyun hyung.
" Kau tunggulah di depan sebentar. Aku harus membayar." Kata Daehyun hyung. Meskipun aku tidak mau tapi akhirnya aku keluar sambil membawa Zelo.
Aku kembali memasang earphone milik Daehyun hyung sebelum aku dikuasai ketakutan. Aku menaikkan volume lagu. Dan sibuk mengganti judul lagu. Tak kusadari tali Zelo terlepas dari tanganku. Detik berikutnya kulihat Zelo berlai kecil ke jalan raya. Aku langsung panik. Kulihat Daehyun hyung masih membayar belanjaan.
" Bagaimana ini… Zelo.. Daehyun hyung…" gumamku takut.
Tanpa banyak pikir, aku langsung berlari mengejar anjingku. " Zelo!." Seruku.
Suara lagu dari earphone seolah hilang entah kemana karena aku terfokus pada Zelo. Aku berlari sekuatnya meski hampir terjatuh karena menabrak orang lain.
Aku berlari melewati trotoar dan menerjang kea rah jalan raya. Hanya Zelo dan Zelo yang terfikirkan olehku. Aku menangkap Zelo dan memeluknya erat.
' Aku menyelamatkannya.' Batinku.
Saat kulihat kesamping sebuah mobil melaju ke tempatku berdiri. Aku menyadari aku berada di tengah jalan raya, bahkan jelas-jelas lampu masih menyala hijau. Aku tidak tau sejak kapan airmataku turun. Pendengaranku kembali berfungsi dan sangat keras lagu dari earphone mengalun menulikanku akan semua suara disekitarku. Aku bahkan bisa melihat betapa terkejutnya supir mobil itu dan berusaha menghentikan mobilnya yang sudah tak jauh dariku.
.:: To Be Continued ::.
.
.
.
.
.
A/N : Annyeong readers deul… mian aku telat apdet seperti biasanya. Saya sedang in the middle of OTL… huweee akhirnya apdet juga… dan maksih buat readers yang rajin sekali sms aku, Yes it works guys… -,- ada kabar buruk lho… aku sekarang nggak tentu apdetnya… soalnya aku mulai sibuk lagi sampai tahun depan, selain itu aku juga sedang tersiksa ngurus surat SKCK buat daftar kuliah apalagi aku belum bikin KTP! Karena kau sakit hati sama orang di kelurahan.
Dan mungkin akan ada FF-FFku yang aku discontinued kalo misal yang review udah mulai ilang. Jadi kalao misal ada yang pingin FF kesukaan kalian dilanjut bilang aja VIA SMS… nih kalo kalian males buka profil gua, aku kasih nomerku 08976447225
Oh ya BTW, kalian kalo misal pingin ngobrol ato apa-apa langsung sms aja, soalnya aku jarang buka akun FFN, jadi dari pada inbox FFn mending sms aja. Dan pas itu ada eonni yang nanya-nanya ke aku pingin sharing tentang nulis, tapi kok nggak bales-bales lagi. Eonni eodiyaa? Aku masih menunggu sms-muuuu… kalo kamu masih baca FF-ku dan membaca ini, yuk kita ngobrol lagi. Maaf pas itu aku lama bales, soalnya lagi latian
Btw, FF Crash ini kok rasa-rasanya mendekati ending yah. Aku kira bakal nyampe 10 chapter. Ternyata malah mau ending… ini kalo misal Junhong aku bunuh aja gimana? *dijambak readers*
" Aku sudah lelah dengan semua inih!." Seru author dengan nada alay.
Tapi…tapi…tapi… sms kalian membuatku tidak bisa berhenti menulis FF, yes you guys really really supporting.
Aku juga nggak ada waktu buat ngerjain FF yang bejibun, karena tiap hari latian dan pulang jam 11 malem. FF request-an Topp Dogg juga nunggak! *banting meja kayak emot Katalk* *berubah jadi Hulk*
Semua pesan-pesan kalian selalu aku baca, dan itu membuatku ditarik-tarik dan dijambak-jambak menuju deadline dan akhirnya aku mengapdet FF-ku.
Aku tunggu lho review kalian '0'/ awas kalo nggak review, aku udah susah susah nulis FF lho.
Dan ada info penting, yang harus kusampaikan pada kalian, karena ini titah ibu CEO…
[PENGUMUMAN PENTING] (promosi dikit gpp kan?)
Kami dari Global Seiren Academy (GSAc) menyelenggarakan acara K-POP pada tanggal 8-9 November 2014 di DOME UMM Malang, bertema ; KOREA INDONESIA CULTURE dengan nama ; Step To The Next Level [STONEL] K-VILLE. Selain mengadakan lomba Dance Cover, Dance Contemporer, Mading 3D, photography, Sing Cover, Seminar tentang Korean Culture, dll *aku juga lupa lombanya apa aja* tiba-tiba ibu CEO mencetuskan lomba baru, yaitu lomba FANFICTION! *jreng jreng jreeeng*
Jadi kalian yang dari luar kota juga bisa ikut tanpa harus datang ke Malang! Kalo ada readers dan author sunbae yang ingin ikut monggo segera daftar! Bisa daftar ke aku di : 08976447225. Secepatnya yah, ntar keburu ditutup pendaftarannya. Untuk info lebih lanjut bisa sms ke aku.
Dikarenakan di GSAc aku yang suka bikin FF, dan semua pasti tau kalo Skinner itu tukang bikin FF NC Yaoi, jadi ibu CEO menyuruh saya promosi! *apa-apa'an ibu CEO ini! Aku juga suruh jual tiket stonel sebagai hukuman*
Sayang banget kan kalo kalian punya hobi dan bakat nulis tapi gak ditunjukin? Ikut aja, kali aja bisa menang. Ntar bisa saingan sama aku juga lho! Ibu CEO dan editorku juga ikutan lomba FF-nya…
" Curang banget nih Ibu CEO ikutan juga, makanya dia nyuruh aku juga ikut biar dia juga bisa ikutan. Padahal dia juga masuk panitia kan… tapi gpp, ibu CEO kalo nulis juga belum mahir-mahir amat" *digampar ibu CEO*
Tapi tenang aja chingu soal penilaian, soalnya jurinya ntar novelist beneraaan. Gua juga sebenernya deg-deg-an mau ngirim FF, baru kali ini beroooh dinilai sama yang ahli…
Tapi ini semua juga pasti bikin aku lebih berpengalaman untuk bikin FF yang lebih keren lagi. Jadi jangan malu-malu buat ngirim karya kalian. Siapa tau kalian bisa menang? Untuk info, pendaftaran dkk hubungi aku aja dulu. Jadi kalian yang pingin ikut silahkan daftar. Dan juga kalian bisa lihat detail acara dan lomba di event facebook kita. Ketik aja STONEL K-VILLE ntar juga nemu.
Tapi mungkin disitu buat info FF belum diperbarui, soalnya ibu CEO satu ini kalo nambah rule itu juga dadakan alias roro jonggrang. Jadilah saya yang diberi tanggungan promosi di FFn -,-
Dan kalo ada yang pingin beli tiket STONEL K-VILLE bisa di aku juga. Semoga ada readers Malang yang pingin ikut dan beli tiket. Ayo bantu aku selesaikan hukuman ini… *nangis darah*
Dan buat yang kepo tentang sekolah dance kita, bisa lihat page kita di facebook ; Gsac Ina. Kita selalu ada penerimaan siswa baru tiap 2 bulan, ntar kalian bisa showcase setelah kelulusan kalian. Dan kita juga selalu ada acara rutin tiap 3 bulan sekali untuk Cover Party dan kalin semua bisa ikut flashmob rame-rame bareng kita lho!
Dan nggak Cuma itu, ntar di STONEL K-VILLE kita punya GUEST STAR dari THAILAAANDD! Ayo ayo yang pengen ketemu mereka, langsung beli tiketnya aja!
Dan kita juga ada promo, untuk pembelian 500 tiket pertama jenis All in one di bulan agustus bisa ikut fanmeeting sama mereka lhooo! Dan masih ada bonus lainnya. Lumanjrot lho broo! Kali aja bisa foto ato ngobrol bareng mereka! xD bisa ketemu aku juga *krik krik krik* ya kali aja kalian pingin nge-gampar dan ngehina aku karena sering telat apdet FF.. U.u
Selain itu setelah acara STONEL K-VILLE masih ada acara lanjutan yaitu STONEL ROADSHOW! Jadi kita bakal perform dan ngadain acara dan lomba K-POP di kota-kota di Indonesia. Kalo nggak salah denger sih, ada yang di Bandung, Palembang, Jogja, dll. Jadi kita bakal samperin K-Popers yang ada di luar Malang dengan semua surprise kita. Kali aja ada readers dari kota-kota itu dan kita bisa ketemu… kali aja kalian pingin ngejambak aku secara real dan live karena aku sering bikin FF Sad ending xD
Dan semoga STONEL berikutnya kita bisa datengin guest star dari Korea.. xD
Acara STONEL ini selalu kita adakan tiap tahun kok. Jadi antisipasi perform dari kita dan juga lomba-lombanya.
More info, setelah STONEL ROADSHOW, masih dilanjut lagi nih buat acara puncaknya! STONEL BACK TO BASIC! Yang diadakan di kota kita tercinta, Malang. Jadi umak umak di Ngalam tungguin acara final STONEL kita! xD
Pendaftaran nggak Cuma peserta dari kota Malang kok. Luar kota juga pastinya boleh ikutlah…
Semoga kalian nggak terganggu dengan info ini yang panjang banget. Sebenernya aku apdet FF selain karena kalian sudah sering sms berkali-kali, ibu CEO ini juga sudah keluar taring buat nyuruh aku promosi… jadi daripada aku dikasih kerjaan lagi mending aku selesein ngetik FF dan cepet-cepet posting… Ibu CEO senang, readers senang, author muntah darah… =A="
Jadi teman-teman kabar buruk lainnya adalah, aku nggak tau bisa apdet lagi kapan, soalnya selain jadwal mengerikan menanti, aku juga harus ngurus pendaftaran kuliah yang rumpik, belum ospeknya! Trus latihan tanpa hari libur kyak kerja rhomusa dan mikir kostum, dan tiket, juga acara-acara yang mulai padat sampe akhir tahun. Do'akan semua mulus, dan aku segera punya KTP, agar aku segera sah bikin FF NC *plak*
Jadi harap maklumi saya jika apdet telat… tapi aku selalu mikirin kalian kok, dan FF-ku juga. Masih banyak judul lagi B.A.P yang belum kujadiin judul FF-ku… TAT
Okedeh, thanks buat support dan review kalian. Juga gangguan sms kalian yang menyenangkan. Sampe sini dulu cuap-cuapku, aku kebelet boker soalnya… Assalamu'alaikum!
Mind To Riview?
