Title :: A Little Help From My Hyung
Genre :: Romance/Friendship
Rating :: T
Cast ::
Cho Kyuhyun,
Choi Siwon,
And other Super Junior & Girls' Generation's member.
Pairing(s) : WonKyu
Warning : AU, OOC, Yaoi, Shonen-ai, BL, BoyxBoy, Typo(s), Gaje, Don't like? Don't read.
Disclaimer : They belong to themselves, SMent, and God. The script is belong to me.
Summary : Sang gentleman Siwon ingin membantu junior kesayangannya, Kyuhyun untuk kembali menjadi pria yang 'normal'. Namun seiring berjalannya waktu, Siwon merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Apakah itu cinta?
RnR please.
Last word, happy reading~
Kyuhyun's POV
Cih, siapa itu? Sial, aku benar-benar ketakutan sekarang. Siapa pun dia aku harus berani menghadapinya, aku tidak boleh takut. Aku harus membuat Siwon-hyung bangga.
"Tuan, kau ada di situ?" Ternyata boneka mengerikan itu lagi.
"Ya! Kau masih mengikutiku?" Aku pun menatap kesal boneka itu. Hampir saja ia membuatku serangan jantung.
"Maaf tuan, tadi aku pergi karena urusan yag harus ku selesaikan."
"Terserah apa katamu." Aku memandang sinis boneka itu.
"Tuan, apa masih ada yang bisa ku bantu?"
"Kebetulan sekali. Aku ingin meminta saranmu. Lebih baik memilih pintu kiri, atau pintu kanan." Aku pun berdiri dan menunjuk dua pintu yang sedari tadi membingungkanku.
"Aku tidak tahu. Ini bukan suatu pertanyaan tuan, ini adalah pilihanmu. Aku tidak bisa membantu dalam hal ini tuan." Ia menundukkan kepalanya.
"Hah, sudah ku duga kau takkan membantu. Baiklah aku pilih pintu kiri." Aku pun melangkahkan kakiku menuju pintu bagian kiri. Aku masih ragu, apa aku harus memilih pintu ini? Aku harus yakin, aku tidak boleh takut.
Perlahan-lahan aku mendekatkan tangan kananku kearah gagang pintu itu. Aku bisa merasakan detak jantungku semakin cepat, aku merasa gugup sekali. Tapi, tiba-tiba tanganku tidak bisa menyentuh gagang pintu itu.
"Eh? Ada apa ini?" Aku merasa tanganku tidak mau menyentuh gagang pintu itu. Aku melihat gelang pemberian Sunny menarik tanganku. Sepertinya gelang ini melarangku untuk menyentuh gagang pintu itu.
"Sepertinya ini pertanda buruk. Baiklah, aku akan pindah ke pintu sebelah kanan." Aku pun melangkahkan kakiku menuju pintu kanan.
Saat aku saja aku menjulurkan tanganku, tiba-tiba gelang pemberian Sunny sudah menempel pada gagang pintu.
"Eh, ini magnet!" Aku menyadari kalau gelang pemberian Sunny ini adalah magnet. Ia menempel pada gagang pintu dengan sangat cepat.
Dengan cepat aku membuka pintu itu. Aku menutup mataku, aku masih belum siap dengan apa yang ku lihat.
"Tuan, pintu yang kau pilih benar!" Boneka itu mendorongku hingga aku tersungkur saat aku membuka mataku.
"HIAAAAAA! Aku benar!" Aku bersorak gembira saat tahu pilihanku benar. Aku mencium gelang pemberian Sunny. Gelang ini memang saat membantu.
Tapi aku segera tersadar, pemandangan di sini lebih menyeramkan. Aku bisa melihat beberapa mummy di dalam peti kaca yang berada di dinding. Aku memandangnya dengan sangat ngeri.
Aku melihat kedepan, ada karpet merah yang merupakan jalan menuju sebuah peti di ujung ruangan ini. Perlahan-lahan aku melangkahkan kaki menuju peti itu, sebuah peti kaca yang sangat besar.
"Jangan bangunkan ia, ia sudah tertidur dengan tenang. Jika kau berani membangunkannya, kau akan mengalami ketakutan terburuk dalam hidupmu." Aku membaca papan yang tertera di depan peti itu. Aku masih belum berani melihat apa—atau siapa—yang ada di dalam peti itu.
Perlahan-lahan aku mendekatkan kepalaku ke atas peti itu. Mataku melebar saat melihat tubuh manusia yang terlihat sangat pucat. Ia mememgang sebuah amplop putih di tangan kirinya.
"Itu dia, amplop ketiga. Tapi bagaimana cera mengambilnya?"
"Tuan, geser tutup peti ini." Tiba-tiba boneka itu sudah membuka tutup peti kaca itu.
Sekarang tutup peti itu sudah terbuka separuhnya. Aku masih menatap tubuh itu dengan sedikit ngeri. Ia terlihat seperti namja yang baru saja meninggal. Ia sangat tampan, tapi wajahnya yang terlihat pucat sangat mengerikan, seperti seorang vampir.
"Baiklah, perlahan-lahan Cho Kyuhyun." Aku mengingatkan diriku sendiri untuk mengambil amplop putih itu pelan-pelan.
"Ya, dapat." Kataku saat berhasil menarik amplop itu dari tangan tubuh pucat itu.
Aku pun merobeknya dan membukan kertas petunjuk ketiga itu. Kertas itu tidak berisi kalimat apapun, disitu hanya ada gambar 4 buah kartu remi. Kartu yang terlihat adalah 3, As, Queen, dan 7.
"Apa lagi ini?" Aku memandang kertas itu dengan kebingungan. Petunjuk terasa ini sangat susah.
"Kembalikan! Kembalikan!" Aku mendengar suara teriakan dari dalam peti besi itu. Aku melihat tubuh pucat itu sedang duduk dan menatapku.
"Hey! Kembalikan kertas itu!" Tubuh pucat itu berusaha bangkit dan mengejarku.
"Omona! Apa-apaan lagi ini?" Aku berlari ke sudut ruangan, mencoba bersembunyi dari tubuh pucat yang dengan langkah gontainya mengejarku.
"Tuan, cepat pecahkan kodenya, biar aku yang menahan orang ini!" Tiba-tiba boneka itu sudah memeluk dan menahan tubuh pucat itu dari belakang.
Aku pun menatap kertas petunjuk tadi dengan sedikit gugup. Aku tidak bisa berkonsentrasi karena derap jantungku yang tidak beraturan. Saat aku baru saja membukanya lagi, kertas itu pun jatuh.
"Sial, kenapa harus jatuh." Aku pun menatap kertas pertunjuk itu dengan seksama. Eh, tunggu dulu..
Kertas itu terbalik, dan aku bisa melihat sebuah kata. "Love", itu yang ku baca saat keempat kartu itu terbalik. Aku yakin inilah jawabannya. Tapi apa yang harus ku lakukan sekarang?
Aku memandangi sekeliling ruangan, mencari sesuatu yang mungkin bisa mengeluarkanku dari sini. Tiba-tiba mataku memandang sebuah peti kaca kosong yang berada di pojok lain ruangan ini. Aku yakin itulah pintu keluarnya karena peti itu adalah satu-satunya peti yang masih kosong.
Aku pun berdiri dan berlari masuk kedalam peti kaca itu. Saat aku masuk, aku melihat sebuah layar kecil dengan tombol di bawahnya. Aku yakin ini adalah tempat memasukan password-nya.
"Yogwi-sshi! Cepat masuk, aku sudah bisa menyelesaikan teka-tekinya!" Aku pun sedikit membuka pintu peti kaca ini dan berteriak kearah boneka yang masih memeluk tubuh pucat itu.
"Pergilah! Tugasku sudah selesai! Berjuanglah tuan!"
"Gamsahamida Yogwi-sshi!" Aku pun menutup pintu peti dan memasukan password-nya. L-O-V-E, aku memasukan password-nya secara perlahan lalu menekan enter. Tiba-tiba, peti yang yang ku masuki ini naik keatas tanah dan langsung meluncur entah kemana.
Aku merasa sangat pusing saat peti ini membawaku entah kemana. Aku hanya menutup mataku sambil menunggu peti ini berhenti. Saat peti ini berhenti, aku pun langsung keluar dan menarik nafas dalam-dalam. Hampir saja aku kehabisan nafas di dalam sana.
"Eh? Ini 'kan gerbang yang tadi?" Aku baru sadar dimana aku berada. Aku pun berlari menuju gerbang itu dan mengetuknya.
"Hoi! Kibum-hyung! Aku sudah menyelesaikan ketiga teka-tekinya! Cepat bukakan pintunya!" Aku berteriak keras saat sampai di depan gerbang.
"Selamat Kyuhyun-ah, kau sudah berhasil menyelesaikan permainan malam ini. Kau sungguh hebat." Suara Kibum-hyung terdengar dari speaker yang berada di samping gerbang ini.
"Ya, ya, ya, aku tahu. Sekarang cepat buka gerbangnya, aku sudah bosan berada di sini."
"Tenanglah sedikit Kyuhyun-ah. Kau masih harus memecahkan teka-teki untuk membuka gerbang ini?"
"Mwo? Bukankah aku sudah menyelesaikan 3 teka-teki yang kau berikan?" Aku melebarkan mataku mendengar ucapan Kibum-hyung.
"Memang benar, tapi sayang sekali, itu takkan bisa membantumu keluar dari sini. Jika kau ingin keluar kau hanya harus memecahkan password gerbang ini." Jawabnya dengan nada ceria.
"MWOO? Jadi 3 teka-teki tadi tidak berguna sama sekali? Jadi aku melakukan hal yang sia-sia selama berjam-jam?" Aku merasa dijebak oleh Kibum-hyung.
"Tidak juga. Sekarang kau jadi lebih berani 'kan?" Kata Kibum-hyung dengan nada mengejek.
"Terserahlah, cepat berikan petunjuknya, aku sudah bosan berada disini."
"Sabar sedikit Kyuhyun-ah. Petunjuknya ada di bawah pintu gerbang. Kau bisa mengambilnya sendiri."
Aku pun membungkuk dan memperhatikan bagian bawah gerbang. Akhirnya aku menemukan sebuah amplop putih diantara tanah dan gerbang.
"Kau tahu, dari awal aku sudah menyimpan amplop itu di sana dan menunggumu untuk membukanya. Tapi ternyata kau belum juga kembali, jadi aku membiarkanmu untuk menjawab ketiga teka-teki itu."
"Hyung, kau mengerjaiku ya?"
"Ani, aku tidak mengerjaimu. Aku hanya memberimu petunjuk. Seandainya kau menanyakannya dari awal, aku pasti akan menjawabnya." Kibum-hyung terdengar menahan tawanya. Sial, aku benar-benar dikerjai.
"Oh ya, Kyuhyun-ah, waktumu masih tersisa 30 menit lagi. Aku pikir kau pasti akan bisa menyelesaikannya dalam waktu yang tersisa itu, iya 'kan? Dan password ini aku rancang agar kau sendiri yang bisa menjawabnya."
Aku masih belum membuka amplop yang ada di tanganku ini. Aku masih mendengarkan instruksi Kibum-hyung dengan seksama.
"Dan yang terakhir, gerbang ini tidak akan menerima kesalahan meski pun hanya satu kali. Jika kau memasukan password yang salah, maka pintu ini tidak akan terbuka sampai pukul 7 besok pagi." Suara Kibum-hyung pun menghilang saat ia mematikan speaker-nya.
"MWOO! Yang benar saja hyung! ini namanya kau benar-benar mengerjaiku." Protesku pada suara Kibum-hyung yang sudah hilang.
Aku merobek perlahan amplop itu. Aku harap petunjuknya tidak terlalu susah ataupun harus menguras pikiranku. Perlahan-lahan aku menarik kertas itu dan membaca isinya.
"HUAAAAA! Ini sangat mudah!" Mataku melebar saat melihat petunjuk yang tertera di kertas itu. "Gentleman which always in front you." Itulah perunjuknya.
Tanpa berpikir pangjang aku sudah mendapat jawabannya. Dengan cepat aku memasukan password itu dan menunggu.
Aku harap jawabanku benar, aku tidak ingin menginap di sini. Aku menutup mataku dan melipat tanganku, aku berdoa agar password ku masukan tidak salah.
NGIIIIIIING!
Aku mendengar dengungan keras. Ya, password yang ku masukan ternyata benar. Aku tersenyum senang dan segera berlari keluar dari areal pemakaman ini.
"Siwon-hyuuuuuuuuuuuuuung! Aku keluar!" Aku berteriak di sepanjang jalan saat aku berhasil keluar dari sini.
Jika kuingat, password tadi cukup aneh. Ya, password-nya adalah 'Choi Siwon'.
Kyuhyun's POV end
Author's POV
"Kibum-ah, waktunya hanya tersisa 5 menit lagi. Aku khawatir dengan Kyuhyun." Siwon menatap Kibum dengan nanar.
"Tenang saja Siwon-ah, kau harus yakin Kyuhyun akan bisa melewati permainan ini." Kibum menjawabnya dengan tersenyum.
"Hyuuuuuuung!" Sebuah teriakan terdengar dari arah belakang rumah Kibum.
"Kyuhyun-ah?" Siwon pun berdiri dan berlari ke asal suara itu.
"Hyuuuuuuung!" Kyuhyun pun muncul dan segera berlari kearah Siwon.
GREB!
Siwon menangkap Kyuhyun ke dalam pelukannya. Ia memeluk Kyuhyun dengan sangat erat.
"Kyuhyun-ah, kau berhasil." Kata Siwon.
"Ne, hyung. ini semua karena aku percaya aku pasti bisa." Jawab Kyuhyun.
"Kerja bagus Kyuhyun-ah." Siwon pun mengusap rambut Kyuhyun.
"Kibum-ah, gamsahamida sudah mau membantu untuk latihan kali ini." Siwon pun tersenyum kearah Kibum.
"Ne, suatu kebanggan untuk bisa membantu kalian." Jawab Kibum dengan sedikit membungkuk.
"Kyuhyun-ah, ayo kita pulang." Ajak Siwon.
"Kau pulang saja duluan hyung, masih ada yang ingin aku bicarakan dengan Kibum-hyung."
"Baiklah, aku akan pulang duluan. Kibum-ah, sekali lagi gamsahamida. Sampai jumpa besok." Siwon pun melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Kibum. Kibum pun membalasnya dengan melambaikan tangannya.
"Gamsahamida, Kibum-hyung." Kata Kyuhyun pada Kibum.
"Hahaha, tidak usah berterima kasih. Kau bisa keluar karena kemampuanmu sendiri Kyuhyun-ah."
"Ternyata password-nya sangat mudah, kau bahkan tidak memberitahuku dari awal." Kyuhyun terlihat menggembungkan pipinya.
"Hahaha, mianhae Kyuhyun-ah. Tapi di situlah inti permainan ini, kau harus berani dan juga cerdas." Kata Kibum sambil tersenyum.
"Sekali lagi gamsahamida hyung. Oh ya, aku juga berterima kasih, karena bonekamu itu sudah membantuku. Jika boneka itu tidak membantuku, mungkin sekarang aku masih ada di dalam area pemakaman itu hyung."
"Eh? Boneka apa? Aku tidak pernah tahu ada boneka." Kibum sedikit mengernyitkan dahinya.
"Itu, boneka yang wajahnya penuh luka dan darah. Apa kau lupa?" Kyuhyun mencoba menjelaskan kembali, tapi Kibum masih terlihat kebingungan.
"Aku tidak pernah memberikan fasilitas boneka atau apapun dalam permainan ini. Yang ada aku memberikan jebakan berupa tubuh yang bisa bergerak yang kau temui saat menyelesaikan teka-teki ketiga tadi." Jawab Kibum.
"Kalau itu bukan bonekamu, berarti itu… SIWON-HYUNG! TUNGGU!" Kyuhyun pun berlari secepat mungkin menyusul Siwon yang sudah semakin jauh.
Kibum hanya tertawa melihat Kyuhyun yang berlari kencang. Ia pun masuk kedalam rumahnya dan mengunci pintunya.
.
.
.
Author's POV end
Siwon's POV
"Hyung, aku benar-benar lelah. Aku ingin cepat tidur hyung." Kata Kyuhyun saat baru saja kami sampai.
"Ne, beristirahatlah. Tapi jangan tidur dulu, aku akan membuatkanmu makanan."
"Tidak usah hyung, besok pagi saja. Aku sudah benar-benar lelah." Kyuhyun pun masuk kedalam kamarnya. Aku tersenyum bangga kearahnya. Ternyata aku terlalu meremehkannya, Kyuhyun adalah namja yang kuat.
Aku melangkahkan kakiku ke dapur dan mengambil sekaleng kopi instan dari dalam kulkas. Aku membukanya dan meminumnya. Sekarang aku akan membuatkan makanan untuk Kyuhyun, aku tahu anak itu pasti sangat lapar.
Aku mengambil sebungkus roti dari kulkas dan pemanggang yang ada di dalam laci meja. Aku akan membuatkan roti bakar untuknya, aku yakin ia pasti akan menyukainya.
.
.
.
"Kyuhyun-ah, aku sudah membuatkan roti bakar unt-" Kata-kataku terhenti saat aku baru saja memasuki kamar Kyuhyun. Ia sudah terlelap, tetapi aku yakin ia pasti merasa sangat lapar.
Aku melangkahkan kakiku mendekati tempat tidur Kyuhyun. Aku menaruh piring yang berisi roti bakar di meja samping tempat tidurnya, dan duduk di kursi meja itu.
Wajah Kyuhyun sangat damai saat tertidur. Aku mengusap lembut surai yang menutupi keningnya. Aku tersenyum melihat wajahnya yang begitu damai. Ia bagaikan seorang malaikat yang sedang tertidur.
Mungkin untaian kata tidak cukup menggambarkan betapa damainya pemandangan yang sekarang sedangku lihat. Dongsaeng yang ku sayangi tertidur pulas sekali. Aku menarik selimut hingga menutupi dadanya. Aku mengelus pelan pipi pucatnya, lembut sekali.
Bibir merahnya pun sungguh menawan. Aku membayangkan seorang yeoja beruntung yang bisa mencium bibir Kyuhyun nanti. Hahaha, ada-ada saja.
Tanpa ku sadari, aku sudah semakin mendekatan kepalaku ke wajah Kyuhyun, melihat jelas bibir merahnya yang sangat menggemaskan. Aku pun bisa merasakan hembusan nafas lebutnya yang langsung mengenai wajahku.
"Errrggh.. Eh, hyung apa yang kau lakukan?" Tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya dan menatapku kebingungan.
BRUUGH!
Aku pun terjatuh dari tempat duduku karena kaget dengan Kyuhyun yang menatapku tiba-tiba.
"Eh.. Itu.. Tadi.. Tadi ada kotoran di wajahmu."
"Eh? Kotoran?" Kyuhyun terlihat mengusap wajahnya.
"Oh ya, aku membuatkanmu roti bakar. Makanlah, besok masih ada latihan yang harus kita selesaikan. Kalau begitu aku pergi tidur dulu Kyuhyun-ah, sampai jumpa besok." Dengan cepat aku berdiri dan melangkahkan kakiku meninggalkan kamar Kyuhyun. Aku yakin sekarang Kyuhyun sedang menatapku kebingungan karena aku terlihat sangat panik.
"Bodoh! Apa yang kau lakukan Choi Siwon? Mengapa kau mendekatkan wajahmu begitu dekat dengan wajahnya?" Aku mengumpat kesal saat baru saja menutup pintu kamar Kyuhyun.
"Bibir merahnya, sungguh menggemaskan."
Eh? Lagi-lagi aku berpikir yang tidak-tidak. Sepertinya aku sudah sangat mengantuk sampai-sampai aku tidak bisa mengendalikan akal pikiranku sendiri.
Aku pun segera masuk ke kamar dan cepat tidur. Aku tidak ingin berpikir hal-hal aneh tentang Kyuhyun lagi.
Siwon's POV end
TBC
Balasan review :
O-Cha : Terima kasih ^^ Akan selalu diusahakan untuk cepat update.
Shymi Oktizen : Oke, author usahakan untuk tidak terlalu sedih.
cho tika hyun : Oke, Siwon pasti kebagian jatah ^^
i-kyu san : Hahaha, bukan sama Kibum tapi sama… hahaha, di chap2 depan kayaknya bakal kelihatan ^^
Manami Katayagi : Terima kasih sudah menunggu ^^ Semoga ceritanya gak mengecewakan.
cho-i-fa : Mian kalau moment WonKyu-nya kurang. Dan sepertinya chap ini juga sama. Tapi tenang, chap depan pasti bakal dibuat sebanyak mungkin ^^
rizkyeonhae : Mian, soalnya kemaren masih author baru, belum bisa ngurus acc, hehehe.
Choi Haejin : Tenang, Siwon pasti bakal dapat jatah cemburu ^^ Dan pasti lebih parah, hahaha.
shakyu : Hidup SunYoung #lho? Pasti WonKyu kok ^^
Dr. Kimchie : Waktu di lapangan bola 'kan Siwon sudah jelasin, ini latihan kecil untuk menjadi pria sejati. Dan di chap sebelumnya Siwon sudah nyeritain semuanya ^^
Schagarin WonKyu Shipper : Sebenarnya author sudah punya ff begitu dan pair-nya Donghae. Cuma genre-nya angst. Author belum berani publish, masih perlu banyak belajar untuk bikin ff angst ^^
maknaelovers : Sudah tau 'kan rencananya? Hehehe. Shim Changmin ya? Oke, mungkin di chap2 depan author bakal berusaha munculin Changmin ^^
Kim Min Lee : Terima kasih sudah mau review lagi ^^ Sepertinya Siwon sudah mulai galau, hehehe.
forniakyu : Terima kasihsudah nungguin. Sayang kali ini Kyuhyun lebih banyak sendirian, tapi tunggu aja chap depan ^^
gaemGyuhyun95 : Sudah ketahuan 'kan rencana mereka? Hehehe. Terima kasih sudah menunggu ^^
nekoikoi : Iya, nanti author usahakan ada Changmin ^^
KyuMi Bunny : Hidup SooSun! Sayang mereka kali ini gak ada. Tapi di chap2 depan pasti mereka bakal beraksi lagi ^^ Oke, Siwon bakal cemburu kok.
yolyol : Hehehe, masih misteri. Tunggu ya di chap2 berikutnya ^^
chairy : Betul, mereka memang fujoshi akut, hahaha.
.
Terima kasih untuk para reader yang memberikan waktunya untuk me-review. Sebenarnya ini adalah bagian dari chap sebelumnya dan terhitung sebagai chap 3, tapi karena menurut author terlalu panjang, jadi dipisah menjadi 2 bagian. Tapi update tetap secara bersamaan… ^^
Mian kalau 2 chap ini terlihat membosankan dan nyaris tidak ada WonKyu moment, tapi ini adalah bagian dari perjalanan mereka. Author janji chap depan bakal dipenuhi oleh WonKyu moment.. ^^
Sekali lagi, terima kasih untuk yang sudah membaca ataupun yang sudah me-review.
