Author : "Halo lagi para readers, terutama kak Rika-Syah1834 (kalau salah, maaf ya),terima kasih karena memberitahu saya tentang arti dari typo."
Shun :"Jadi ini author barunya ya?"
Seiya :"Nambah deh daftar penyiksanya..."
Author :"Kok yang disini kalian? harusnya kan kak Saga dan kak Aiolos?"
Seiya, Shun :"Katanya males dateng..."
Author :"Ya sudah, kalo begitu kalian aja yang baca disclaimernya, nanti aku siksa mereka berdua duluan aja di fic selanjutnya. *ketawa angker*
Seiya :"*Ketawa angker juga* Kami para saint bukan milik dia, tapi punya masami kurumada."
Shun :"Selamat membaca."
-
Kuil papacy,
"Pope Sage, Nona Athena, kami telah membawa calon saint yang anda minta."kata Albafica sambil memberi hormat pada pada Sage dan Athena didepannya dan diikuti oleh Aphrodite yang memaksa (?) Angelina untuk ikut hormat.
"Bagus, terima kasih kalian berdua, dan anda nona, akan berlatih menjadi seorang saint." kata Sage
"Lebih tepatnya calon saint emas, seperti dua orang yang membawa anda kemari." sambung Athena-Saori sambil menunjuk ke dua orang saint dibelakang gadis itu.
"Tapi, aku akan menjadi saint emas yang mana?" tanya Angelina.
Athena tidak menjawab, tapi tetap menunjuk ke arah 2 orang dibelakangnya, yang disambut dengan nyanyian jangkrik yang sangat indah.
"Kau seorang pisces kan?"tanya Athena menghancurkan nyanyian merdu sang jangkrik(?) dalam kediaman yang diam(?)
"Iya, nona Athena." jawabnya.
"Kamu kebal terhadap racun kan?"tanya Athena.
"Iya, bagaimana nona athena bisa tahu?" tanyanya penasaran.
"Saat dalam perjalanan kekuil papacy dari kuil Pisces, kamu harus melewati padang mawar yang beracun, menurut saksi hidup kita, kalian berhenti sebentar untuk menikmati pemandangan mawar tersebut, dan tidak ada kesan kamu terlihat kelelahan menahan nafas, karena itu aku tahu."Jelas Athena-Saori dengan gaya Sherlock homeles(?)*dipukul* maksud saya detektif terkenal sherlock holmes.
"Oh begitu... jadi Nona Athena, siapa orang yang menjadi saksi hidup?"tanyanya penasaran (lagi).
Tiba-tiba muncul Manigoldo sambil menggaruk garuk hidungnya yang berjerawat(?).
"Manigoldo ya...? pantas rasanya dari tadi aku mencium bau kepiting...amis-amis gimana...gitu." gurau (canda) Albafica dan sebagai hadiah diberi deathglare oleh dua orang cancer disana.
(Author :"Kak Alba bisa bercanda yaa? baru tahu aku..."
Albafica :"Aku kan juga manusia, pasti bisa lah..."
Author :"Oh aku kira ikan..."
Albafica :"Sama dong, kamu kan juga pisces."
Author :"Iya juga ya...?"
Albafica :'Kena kau')
"Ehem, Albafica, Aphrodite, jadi mulai hari ini, gadis ini akan tinggal didalam kuil kalian." jelas sage sambil menjaga image coolnya.
"Permisi pak Sage, saya mau bertanya." Kata Anglina sambil mengancungkan tangan seperti anak kecil yang mau bertanya ke gurunya.
"ya?"jawab Sage.
"Err...kan mereka berdua laki-laki, dan saya perempuan, jadi saya tidur bagaimana?" pertanyaan dari Angelina langsung menyadarkan Sage dan Athena, karena selama beberapa waktu mereka lupa bahwa kedua saint pisces adalah laki-laki dan menepuk dahi masing-masing.
(Author :"Kok bisa lupa sih? kalo Sage sih aku mengerti, faktor usia, tapi kalo Saorinya yang lupa, apa kata seiya?!" (ketularan Mū))
kali ini sang jangkrik tidak bernyanyi lagi kerena kehabisan suara(?), sehingga digantikan oleh suara gagak yang agak ( baca : sangat ) sumbang.
"Kalau begitu..., SAGE!" panggil (baca : teriak) Athena-Saori tiba-tiba kayak gempa(?) dengan skala super tinggi.
"Y..Y..YA NONA ATHENA!" balas (baca : teriak) Sage, tak kalah keras.
"Panggil kedua saint aries, sekarang!" pinta Athena-Saori yang suaranya melembut karena kapok dengan teriakan Sage.
'Tua-tua, keras juga ni orang...' batin Saori.
"Baik nona Athena!" jawab sage agak melembut juga karena sama dengan Saori merasa kapok dengan teriakan Saori
'Nih dewi satu, keras juga ya kalo teriak." batin Sage.
10 menit kemudian...
Betapa terkejutnya kedua saint aries tersebut, melihat 6 orang (termasuk dewinya) bermain kartu remi dan mengakibatkan mereka sweatdrop berat.
Setelah 3 menit, akhirnya mereka mengakhiri permainan mereka dan menyadari adanya 2 orang penunggu (?) yang sedang K.O didepan pintu besar Yang sedang terbuka lebar di ruang utama kuil papacy.
"Shion, Mū!" kata Saori kaget dan yang lain membantu mereka berdiri.
'Akhirnya keberadaannya kita disadari~(?)' batin mereka berdua bahagia.
"SAYA SUDAH BILANG, KALAU KELUAR MASUK PAPACY HARUS DITUTUP PINTUNYA! KENAPA TIDAK DITUTUP?!" dengan garangnya Saori berteriak pake toa yang mengakibatkan seluruh isi sanctuary sweatdrop dan semua saint beserta calon saint kita dan juga pope kita yang malangnya sedang berada didalam papacy, langsung jatuh ala comic.
"MA...MAAFKAN KAMI NONA ATHENA!" Teriak Shion dan Mū bersama, pake toa yang tadi dipake Saori, dan kejadian yang sama pun terjadi lagi...
"Kalian aku minta buatkan tempat tidur untuk calon saint kita ini!" kata Saori keras tapi pelan (?).
"Wokeh, nona Athena."jawab mereka berdua serempak dan akan segera melaksanakannya saat...
"Anu...kak Mū, kak Shion..."
"ya? ada apa?" jawab Shion dengan nada sok kerennya yang berhasil membuat Angelina sweatdrop.
(Author :"Perasaan dari tadi sweatdrop terus deh?")
"Buatnya di kuil pisces ya...jangan salah kuil lho~" kata Angelina sangat manis.
"Ok, sayang~" kata Shion sambil mengedipkan satu matanya dan bergaya sok cool dan mengakibatkan semua orang yang melihatnya berebut toilet karena ingin muntah melihat gayanya begitu.
"Shion, tempat tidur *uhuk* nya cepetan dibuat, jaraknya *uhuk* agak jauh ya dari yang mere-*uhuk*-ka." kata Saori sambil terbatuk-batuk lalu menendang Shion lalu menendang Mū yang tidak bersalah.
(Author :" Mū...! Awas kau Saori, kualat baru tahu rasa!"
Saori *kabur*)
Tapi karena Saori sedang menggunakan model dress yang selalu dipakai Athena dari generasi ke generasi, dan tidak bisa digunakan untuk menendang tinggi-tinggi, maka dress athena sobek cukup parah.
"KYAAAAAA, DRESS KUUU!!!" teriak Saori histeris lalu berlari berputar putar dan akhirnya ikut menyusul Shion dan Mū ke kuil pisces dengan cara berguling kebawah karena terinjak dressnya yang kelewat panjang.
(Author :"Ini yang namanya karma! *ketawa ala malaikat pencabut nyawa*)
"Jadi, ngomong-ngomong, anda bisa berlatih menjadi saint besok nona Angelina, ada pertanyaan?" tanya Sage, Albafica pun mengangkat tangan.
"Pope, apakah kita harus melakukan rit-" kata Albafica dipotong oleh sage.
"Tidak, kalian tidak perlu melakukan ritual itu lagi, karena...nona Angelina, bisa tolong lukai jari anda sedikit hingga mengeluarkan darah?" tanya sage dan disambut dengan anggukan oleh calon saint itu.
setelah jarinya dia tusukkan duri mawar (yang tidak beracun) dari Aphrodite hingga mengeluarkan darah, ketiga saint kita sangat terkejut karena darahnya berwarna sama dengan darah beracun Albafica dan Aphrodite, juga berbau seperti mawar.
"Sekarang tidak ada masalah kan?"tanya sage dan diangguki oleh mereka semua.
"Kalian sudah boleh kembali ke kuil masing-masing, nanti aku akan minta salah satu pelayan untuk membawakan baju untuk berlatih, dan jangan lupa untuk menyuruh Shion dan Mū segera menyelesaikan tempat tidurnya dan tolong minta nona Athena kembali kemari. kalian boleh bubar sekarang."
setelah mereka semua pergi dalam kediaman yang semakin diam setiap detiknya (?) seseorang muncul dari balik salah satu pilar dikuil papacy.
siapakah dia...? silahkan cari tau di chapter berikutnya besok...
to be continue
Mū :"Kok malah aku dan master Shion yang dikerjain sih? katanya mau si Saga dan Aiolos dulu.*ngambek*"
Author :"Maaf deh...tapi yang lewat kepalaku itu yang keren dan bisa bikin Dan memperbaiki barang kan cuma kalian, jadi... begitu deh..."
Mū: *bersemu merah*
Shaka :"Berarti aku enggak keren gitu?!*ngambek*"
Author :"Guru bisa ngambek?! wow! keren, lagian guru juga keren kok, memang keren malahan, pokoknya terbaik*gaya boboiboy*"
Albafica :"...aku...?*malu-malu nanya*"
Author :"kak Alba yang paling keren deh, uda gitu cantik lagi, ampe Minos jadi gila tuh...!" *nunjuk Minos*
Minos :"Albaficaku sayang~"
Albafica :"Woi, Fel! cepetan selesaiin nih...! adik kok pengen liat kakaknya kayak sengsara gini...!?"
Author :"Yeee... kak Alba kok manggil nama sih...!? kan aku uda bilang jangan panggil nama dulu...!"
Albafica: *Meronta-ronta melawan Minos*
Shaka :"Sudahlah Fel...! insaf nak...! tobat nak...!"
Author :"LHA..?! guru kok juga ikutan sih?!"
Mū :"Feli, cukup lah selamatkanlah kakakmu itu, kan kasihan..."
Author :"Demi kepalanya Tatsumi!!!(?) kenapa kamu juga Mū...huhuhu (T_T) yaudah lah habis ini panggil pake nama aja... terlanjur sakit hati."
Semua :"OK!!!, jangan lupa review ya~"
