Title : SUPER JUNIOR BROTHERSHIP SERIES CHAPTER 4
Genre : Brothership, Friendship and Family
Rate : T
Cast : Cho Kyuhyun ( 15 thn ) Park Jungsoo ( 29 thn )
Kim Heechul & Hankyung ( 28 thn)
Yesung & Kangin ( 26thn )
Shindong ( 25 thn ) Sungmin ( 2 4 thn )
Eunhyuk & Donghae ( 22 thn )
Siwon ( 20 thn ) Ryeowook (18 thn ) Kibum ( 17 thn )
Summary :
Warning : Typos, Gaje, OOC, if read dont bash and review after read.
Disclaimer : All them belong to them selves and God, iam just a fan who use their name for my story.
.
Story by asmawi97
.
SJ brothership series Chapter 4
I Knew You Were Trouble
.
Special Heechul & Kyuhyun
.
Kyuhyun memandang kertas formulir nya dengan sedih, meskipun dia sudah menduga hal ini akan terjadi. Tapi dia tidak pernah membayangkan kalau rasanya akan sesakit ini. Ini adalah kali pertama dia meminta hal seperti ini.
''Kyuhyunie..'' Leeteuk menghampiri Kyuhyun dan mengusap pelan bahu Kyuhyun untuk menenangkan nya.
''Mungkin Heechul hanya khawatir karena kau baru saja sembuh..'' lanjutnya.
Kyuhyun hanya bergeming sambil terus memandang kertas tersebut dengan emosi yang bercampur.
''Benar-benar sulit menjadi dongsaeng Heechul hyung...'' ujar Kyuhyun sebelum berlalu dari tempat Leeteuk.
Leeteuk menghela nafasnya, Heechul dan Kyuhyun baru saja akur akhir-akhir ini. Tapi kenapa sekarang pertengkaran seolah kembali menghampiri kedua kakak beradik tersebut.
Kyuhyun mengejar Heechul yang terlihat berjalan dengan cepat di depan nya. Kyuhyun terus mengikuti Heechul sampai Heechul berhenti di teras balkon rumah mereka.
Kyuhyun lalu membuka pintu yang menghubungkan ruangan dalam dengan teras balkon di rumahnya.
Untuk beberapa saat mereka terdiam. Kyuhyun lalu menarik nafasnya dalam-dalam, dia sudah membulatkan tekadnya untuk kali ini.
''Heechul hyung...''
Heechul bergeming di tempat nya dan tidak menjawab panggilan Kyuhyun.
''Pembicaraan nya sudah selesai aku tidak akan pernah mengijinkan mu!'' tukas Heechul dingin membuat Kyuhyun mempoutkan mulutnya, jujur dia cukup kesal dengan keputusan Heechul hyung yang seenak nya.
''Wae? Berikan aku alasan.''
''Aku tahu kau sedang dalam masalah Park Kyuhyun. Kejadian sepuluh tahun lalu, apa kau masih mengingat nya?''
Kyuhyun membulatkan kedua bola matanya karena kaget, apa mungkin ini adalah alasan Heechul hyung melarang nya pergi? Karena kejadian itu?
''Itu sudah lama sekali! Dan sekarang aku sudah besar, aku yakin aku akan baik-baik saja di luar sana!''
Heechul langsung membalikan tubuhnya dan memandang Kyuhyun tajam, nyalinya langsung menciut saat Heechul memandang nya seperti itu. Namun Kyuhyun sudah membulatkan tekadnya, untuk kali ini dia ingin keinginan nya tercapai.
''Penyakit seperti itu tidak akan hilang, dan akan terus mengikuti mu bahkan sampai kau dewasa nanti.''
Kyuhyun menundukan kepalanya, dia memang sudah tahu hal seperti itu tidak akan hilang begitu saja.
''Tapi, Heechul hyung...''
''Sudah ku bilang aku tidak akan mengijinkan mu!'' Setelah mengatakan hal tersebut, Heechul langsung meninggalkan Kyuhyun di teras balkon rumah tersebut.
''Aku akan berusaha, bahkan jika Heechul hyung tidak juga mengijinkan ku. Akan ku pastikan aku pergi kesana!'' tekad Kyuhyun sambil mengepalkan kedua tangan nya.
.
.
Kyuhyun berjalan dengan lesu, pembicaraan nya beberapa menit yang lalu dengan Heechul, dan juga keputusan Heechul untuk tidak mengijinkan nya benar-benar membuat dia sedih.
Dia lalu memasuki ruang santai, dimana disana terlihat Kibum dan Siwon sedang mempelajari sesuatu. Kyuhyun lalu menghampiri kedua hyung nya. Dan duduk di tengah-tengah mereka, membuat Kibum menghela nafasnya dan Siwon mengucak rambut Kyuhyun karena gemas dengan tingkahnya.
Kyuhyun lalu memandang Kibum yang terlihat sangat serius, dia lalu teringat sesuatu yang sangat penting. Heechul hyung pasti akan mengijinkan nya jika Kibum hyung juga mengikuti perkemahan nya.
Kyuhyun lalu memandang Kibum dan mengerjapkan kedua matanya lucu.
''Kibum hyung...''
Kibum hanya menjawab dengan gumaman. Sepertinya adiknya akan meminta sesuatu darinya.
''Kibum hyung. Kenapa hyung tidak mengikuti Karya Wisata di sekolah kita?''
''Aku tidak suka hal semacam itu Kyuhyunie. Lagipula sebentar lagi aku akan menghadapi berbagai ujian.''
Kyuhyun memiringkan kepalanya dan mempoutkan bibirnya lucu.
''Tapi... Seluruh anggota BIGBANG mengikuti nya, padahal mereka juga anak kelas tiga dan akan mengikuti ujian..''
''Itu karena mereka tidak mempedulikan ujian nya.''
''Kalau aku mengikutinya, apa Kibum hyung akan berubah pikiran?'' Kibum memandang Kyuhyun sedikit lebih lama, lalu kembali pada catatan nya.
''Shireo..'' jawab Kibum tanpa memandang Kyuhyun.
Jawaban Kibum membuat Kyuhyun merengut dengan keteguhan hati hyung nya yang satu ini, jika dia sudah bilang tidak maka seterusnya pasti akan seperti itu. Menyebalkan!
Siwon yang juga berada di samping Kyuhyun tersenyum, melihat Kyuhyun yang merengut karena tingkah Kibum.
''Kyuhyunie, mau hyung traktir makan?''
Kyuhyun yang mendengar kata traktir langsung memalingkan kepalanya dari Kibum dan memandang hyung nya yang lain. Siwon hyung.
Kyuhyun memiringkan kepalanya dan memasang pose berpikir.
''Tapi ini sudah malam apa tidak apa?''
Siwon bangkit dari duduk nya dan mengulurkan tangan nya pada Kyuhyun.
''Tidak apa, lagipula ini belum terlalu larut..''
Kyuhyun kembali tersenyum dia lalu menyambut uluran tangan Siwon dan berlalu dari tempat tersebut.
''Kibumie, hyung pergi dulu, jika ada yang bertanya tentang Kyuhyunie. Katakan dia pergi bersama hyung..''
.
.
Kyuhyun dan Siwon duduk berhadapan di sebuah kedai kopi yang tidak terlalu jauh dari rumah nya, Kyuhyun menyesap kopi nya dan sesekali meniup kopi tersebut. Siwon tersenyum saat melihat pipi Kyuhyun sedikit menggembung saat meniup kopinya. Dia lalu menghentikan senyum nya, dan memulai pembicaraan dengan dongsaeng nya.
''Jadi, kau kesal dengan Heechul hyung karena dia tidak mengijinkan mu?'' Kyuhyun menganggukan kepalanya, dia sudah menceritakan semua nya pada Siwon hyung nya. Kyuhyun lalu meletakan cangkir kopinya dan memandang Siwon dengan pandangan memelas, membuat Siwon menautkan kedua alisnya heran.
''Waeyo?''
''Siwon hyung duwajuseyo..'' Siwon mengernyitkan dahinya tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.
''Siwon hyung adalah dongsaeng yang cukup dekat dengan Heechul hyung...''
''Jadi?''
''Bantu aku untuk membujuk Heechul hyung agar dia mau mengijinkan ku, eoh?'' Kyuhyun menyatukan kedua telapak tangan nya dan memandang Siwon dengan puppy eyes nya, membuat Siwon meringis, pasalnya dia paling tidak tahan kalau Kyuhyun sudah melakukan hal tersebut. Siwon pasti akan secepat mungkin membantu dongsaeng nya tersebut,
''Dengan cara apa? Heechul hyung itu sulit sekali untuk di bujuk, Kyuhyunie..'' Kyuhyun kembali merengut, benar hyung nya yang satu itu sangat sulit untuk di bujuk.
Untuk beberapa saat kedua saudara tersebut terdiam. Kyuhyun mengetuk-ngetukan jarinya sementara Siwon terlihat berpikir dengan gayanya yang selalu terlihat cool.
''Ah!''
''Bagaimana kalau kau sedikit melakukan akting di depan Heechul hyung...''
''Maksud Siwon hyung?''
Siwon mendekati Kyuhyun lalu membisikan sesuatu pada dongsaeng nya tersebut. Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari sang hyung dan menggelengkan kepalanya.
''Siwon hyung yang akan menjadi seorang artis pasti bisa melakukan nya.''
Siwon tersenyum mendengar pernyataan adiknya, dia memang mengambil jurusan seni dan bermimpi menjadi seorang artis.
''Kenapa tidak dengan mu Kyuhyunie.. Dongsaeng hyung yang satu ini kan sangat pandai.'' ujar Siwon sambil mengusap pucuk kepala Kyuhyun.
''Benarkah cara seperti ini akan berhasil?''
Siwon menganggukan kepalanya ''Heechul hyung itu sangat menjaga image nya di depan semua orang.''
.
.
Keesokan harinya, Kyuhyun memasuki kantor Heechul. Selain Leeteuk, Heechul juga sudah bekerja dan memiliki kantor nya sendiri. Hyung nya yang satu ini adalah seorang perancang busana yang cukup disegani, dengan karya-karya nya.
Kyuhyun lalu memasuki ruangan kerja Heechul, dan menemukan Heechul sedang berkutat dengan pekerjaan nya.
''Heechul hyung, Anyeong..'' Kyuhyun menyapa Heechul dengan senyum manisnya. Heechul memandang Kyuhyun heran, pasalnya sejak kejadian tadi malam mereka tidak saling berbicara dan agak menjaga jarak.
''Apa, Heechul hyung sedang sibuk?''
''Waeyo?'' tanya Heechul tanpa memandang Kyuhyun.
''Aku, sedang lapar saat ini. Aku ingin makan pasta yang waktu itu aku makan dengan Heechul hyung... Eoh.''
Heechul memandang Kyuhyun sedikit lebih lama, dongsaeng nya tersebut memandang nya penuh harap membuat Heechul cukup luluh.
''Baiklah,.'' Kyuhyun langsung berjingkrak saat mendengar Heechul menyanggupi keinginan nya.
''Tapi... Jangan berbuat yang macam-macam Kyuhyunie.''
.
.
Heechul dan Kyuhyun akhirnya sampai di Restoran pasta yang cukup mewah. Bukan tanpa alasan Kyuhyun membawa hyung nya kemari, tapi dia sudah menyusun rencana sebaik mungkin di tempat ini. Dan dia sangat yakin kalau sekarang dia akan berhasil.
Kyuhyun langsung berjingkrak saat keluar dari mobil tersebut membuat Heechul langsung memberikan death glare nya pada Kyuhyun.
Mereka lalu memasuki restoran tersebut dengan cukup tenang.
Heechul lalu menduduki kursinya begitu pula dengan Kyuhyun. Kyuhyun lalu melihat-lihat buku menu yang ada disana.
''Heechul hyung, aku ke toilet dulu sebentar..''
.
.
''Permisi apa anda Tuan Park Heechul?''
''Sepertinya dongsaeng anda membutuhkan anda saat ini,''
Heechul bangkit dari duduknya dia lalu berlari dari tempat tersebut dan sangat terkejut saat melihat Kyuhyun berdiri di depan sebuah pagar pembatas di atap bangunan tersebut.
Semua orang yang ada disana memandang Kyuhyun cemas, dan terus membujuk anak itu untuk turun. Dan mendesak Heechul untuk menuruti kemauan Kyuhyun.
''Kalau Heechul hyung tidak mengijinkan ku untuk mengikuti perkemahan, aku akan lompat dari sini.''
Heechul mendecih, Kyuhyun pasti hanya menggertak nya. Jadi ini alasan dongsaeng nya mengajak nya makan di Restoran ini?
''Lakukan saja, aku tidak takut dengan ancaman mu!''
Kyuhyun menyipitkan matanya sambil memandang Heechul dia lalu menaikan kakinya.
''Aku sedang tidak bercanda! Heechul hyung akan menyesalinya saat aku sudah mati nanti!''
Seluruh orang yang berada disana terlihat sangat panik, saat Kyuhyun menyebutkan kata mati dalam kalimat nya.
''YA neo! Baiklah aku akan mengijinkan mu,''
Kyuhyun langsung membulatkan kedua matanya mendengar keputusan Heechul, dia nyaris berjingkrak dan mengacungkan kedua tangan nya. Kalau saja dia tidak ingat saat ini sedang berakting.
''Jinja? Jeongmal?'' tanya Kyuhyun dengan nada yang cukup tenang.
''Tapi... Ada beberapa syarat yang harus kau lakukan.''
Kyuhyun terlihat memiringkan kepalanya dan memikirkan ucapan hyung nya.
''Baiklah..'' putus Kyuhyun sambil menganggukan kepalanya, baginya ini sudah lebih baik daripada Heechul hyung tidak mengijinkan nya sama sekali.
.
.
Hening. Itu adalah kata pertama yang menggambarkan keadaan kedua bersaudara ini. Setelah kejadian di restoran beberapa menit yang lalu Heechul langsung memaksa Kyuhyun untuk pulang karena malu dengan semua pengunjung yang ada disana.
Tapi sejak tadi tidak ada yang mau memulai pembicaraan, baik sang hyung maupun si magnae yang diam seribu bahasa.
Heechul memukul stir nya, membuat Kyuhyun langsung memandang nya heran. Dia lalu mengalihkan perhatiannya dari sang hyung pada jalanan Seoul. Menurutnya wajah hyung nya lebih menakutkan dari apapun sekarang ini.
''Syarat pertama, karena Kibum tidak mengikuti acara ini, pertemukan aku dengan ketiga teman mu..''
Kyuhyun langsung memandang Heechul saat hyung nya tersebut mengeluarkan suaranya untuk pertama kalinya, setelah kejadian beberapa menit yang lalu.
Namun Kyuhyun mengernyitkan dahinya tidak mengerti, dengan sarat pertama hyung nya ini.
''Waeyo?'' tanya Kyuhyun. ''Lakukan saja, jika kau ingin mendapat ijin dari ku..'' Jawab Heechul cepat tanpa memandang Kyuhyun.
Kyuhyun mempoutkan mulutnya, dia lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi ketiga teman nya untuk membuat janji pertemuan.
''Kau sudah menghubungi mereka?''
''Eoh.. Mereka bilang mereka sedang berada di kedai es krim, dekat sekolah kami..''
Heechul menganggukan kepalanya lalu melajukan mobilnya menuju tempat tersebut.
.
.
Di sebuah kedai es krim di dekat sekolah Kyuhyun, lima orang namja terlihat duduk mengeliling dan saling berhadapan.
Tidak ada pembicaraan apapun karena sejak tadi mereka semua hanya terdiam. Membuat beberapa namja yang berada disana cukup kesal.
''Heechul hyung, jadi ada keperluan apa hyung ingin bertemu dengan kami?'' Changmin mencoba bertanya karena sejak tadi mereka hanya terdiam.
Heechul memandang ketiga teman Kyuhyun dengan serius, dia kemudian memandang Kyuhyun. Lalu kembali pada ketiga teman nya.
''Aku,,,. ingin kalian menjaga Kyuhyun selama di perkemahan..'' ucapnya setelah beberapa saat terdiam.
''Aaah, jadi ini alasan hyung ingin bertemu dengan kami?''
''Aish hyung, tidak hyung suruh pun kami pasti akan menjaga nya.''
''Kyuhyun sudah kami anggap seperti bayi kami..''
''YA AKU BUKAN BAYI!''
BRAKK!
Mereka semua langsung terdiam saat Heechul menggebrak meja cafe tersebut. Heechul menggeram dengan kesal, pasalnya teman-teman Kyuhyun ternyata sangat berisik dan heboh. Tidak jauh berbeda dengan dongsaeng nya.
''Aku belum selesai dengan ucapan ku..'' desis Heechul dengan matanya yang tajam membuat ketiga namja tersebut menundukan kepala mereka.
''Hyung, kau tidak perlu melakukan hal seperti ini. Aku bisa menjaga diriku sendiri!''
Heechul mengabaikan pernyataan Kyuhyun dan kembali memandang ketiga teman Kyuhyun.
''Kalian semua, jangan pernah membiarkan Kyuhyun sendirian arraseo?!''
Semua teman Kyuhyun langsung mengangguk dan menyanggupi, lagipula itu bukan hal yang berat. Mengingat Kyuhyun memang perlu dijaga.
Heechul memandang Kyuhyun dengan pandangan puas, membuat Kyuhyun merengut dan lagi-lagi pasrah dengan keputusan Heechul.
.
.
.
Akhirnya hari keberangkatan Kyuhyun tiba, semua hyungdeul tampak sibuk mempersiapkan keperluan untuk Kyuhyun selama berada di sana.
Kyuhyun sendiri terlihat santai dan memilih untuk menyiapkan barang-barang pribadi nya, PSP dan juga ponsel nya. Dikamarnya.
Kyuhyun lalu mengambil sebuah botol obat yang dia letakan di lacinya. Dia lalu memandang botol obat tersebut.
''Aku membawa mu bukan karena takut, tapi untuk penjagaan. Ini juga karena syarat aneh dari Heechul hyung...'' ucap Kyuhyun pada botol obat tersebut.
Kyuhyun lalu kembali pada kegiatan nya, saat pintu kamarnya terbuka.
'mungkin itu Sungmin hyung.' batin Kyuhyun sambil kembali mengemasi barangnya.
'Sungmin hyung' lalu memeluk Kyuhyun dari belakang dan meletakan dagunya diatas kepala Kyuhyun, membuat Kyuhyun menghentikan kegiatan nya, Kyuhyun sendiri sedang terduduk di ranjang nya, saat hyung nya tersebut memeluk nya, mungkin Sungmin hyung juga mengkhawatirkan nya.
''Dan ini adalah syarat yang terakhir Kyuhyunie..''
Kyuhyun membulatkan kedua bola matanya, saat mendengar suara hyung yang memeluk nya sekarang, ternyata ini Heechul hyung.
''Kau... Harus menjaga dirimu dengan sangat baik..'' Kyuhyun sedikit terenyuh saat mendengar nada getir pada ucapan Heechul.
''Berjanjilah, kau akan pulang dalam keadaan baik-baik saja..''
Mendengar hal tersebut, Kyuhyun langsung menggerakan tangan nya dengan perlahan dan mengelus tangan Heechul yang melingkar di lehernya.
''Nde... Yaksok..'' ucap Kyuhyun tanpa memandang Heechul. Heechul yang mendengar hal tersebut semakin mengeratkan pelukan nya dan sesekali mengecup puncuk kepala Kyuhyun. Untuk beberapa saat mereka terdiam dengan keadaan seperti itu.
''Benar-benar manis.'' ucap Sungmin yang berada di balik pintu kamar nya, dia tadi tidak jadi masuk karena melihat pemandangan yang menurut nya cukup langka. Dia langsung tersenyum saat melihat interaksi duo evil tersebut.
''Kyuhyunie.. Heechul hyung... Kalian benar-benar saling menyayangi satu sama lain..''
''Meskipun selalu ada pertengkaran antara kalian, aku yakin kalian justru lebih dekat dari apa yang kalian bayangkan..''
.
.
Kyuhyun keluar dari kamarnya bersama Sungmin dengan semua peralatan nya yang sudah siap.
Semua hyungdeul nya sudah menunggu di ruang keluarga. Dia hampir saja tertawa melihat semua ekspresi hyungdeul nya, tampak seperti seorang eomma yang tidak rela melepaskan putranya.
Kyuhyun lalu menghampiri hyungdeul nya dan memeluk mereka satu persatu, ada yang mencubitnya bahkan sampai mencium nya. Benar-benar berlebihan. Padahal dia hanya pergi untuk tiga hari saja.
Heechul sendiri terlihat acuh dan tetap duduk di kursinya. Kyuhyun lalu menghampiri hyung evil nya tersebut dan mengulurkan tangan nya. Heechul menerima uluran tersebut dan menarik Kyuhyun kedalam pelukan nya dengan posisinya yang masih sama.
''Ingat dengan semua janji mu Park Kyuhyun.'' bisik Heechul saat memeluk dongsaeng nya. Kyuhyun tersenyum, dia lalu menganggukan kepalanya. Heechul lalu mendorong Kyuhyun dan melepaskan pelukan nya, dia memandang hyung dan juga dongsaengdeul nya.
''Biar aku yang mengantar Kyuhyunie ke sekolah nya..'' putus Heechul tidak ingin dibantah.
Heechul dan Kyuhyun, lalu meninggalkan rumah tersebut dan berangkat menuju sekolah Kyuhyun. Hyungdeul masih saja mengikuti Kyuhyun sampai mobil yang membawa Kyuhyun menghilang di tikungan.
Heechul menghentikan kemudinya dengan pelan saat sudah berada di depan sekolah Kyuhyun.
''Ingat, jaga dirimu dengan baik. Pulau Jeju cukup jauh jaraknya dari Seoul, aku tidak bisa secepat angin bila terjadi sesuatu padamu.''
Kyuhyun menganggukan kepalanya saat mendengar nasihat dari Heechul. Dia lalu melepaskan sabuk pengaman nya dan memandang Heechul agak lama, Kyuhyun lalu menerjang Heechul dan memeluk hyung evil nya dengan sangat erat, membuat Heechul terdiam.
''Aku akan menjaga diriku dengan sangat baik, jadi Heechul hyung tidak perlu khawatir.. Arraseo..''
Meskipun ragu akhirnya Heechul menganggukan kepalanya dan membalas pelukan Kyuhyun. Kyuhyun lalu melepaskan pelukan nya dan memberikan Heechul senyum terbaiknya. Dia lalu keluar dari mobil tersebut dan berbaur dengan siswa lainnya.
Heechul memandang Kyuhyun yang sudah berbaur dengan siswa yang lain di sekolah tersebut dengan sendu.
''Aku berharap, kau benar-benar akan baik-baik saja Kyuhyunie..''
.
.
Seluruh siswa sekolah Seoul High School akhirnya berangkat, mereka akan menggunakan bis lalu setelah itu menggunakan kapal untuk sampai di Pulau Jeju. Pulau Jeju memang cukup jauh jaraknya dari Seoul.
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya semua siswa Seoul High School sampai di tempat tujuan.
Kyuhyun memandang takjub pemandangan yang berada di depan matanya, ini nyata dan bukan hanya dalam bayangan nya saja selama ini. Melihat alam luas sedekat dan seindah ini benar-benar membuat nya senang.
Changmin, Minho dan Jonghyun menghampiri nya. Changmin lalu menepuk-nepuk bahunya.
''Sangat indah.. ya?'' ucap Changmin sambil melihat bentangan laut biru di depan nya.
Kyuhyun menganggukan kepalanya lalu memotret hamparan laut tersebut.
.
.
Kyuhyun melewati karya wisata nya dengan sangat baik untuk hari pertama nya. Changmin, Minho dan Jonghyun tidak berhenti mengikuti nya kemanapun dan menjaga nya seperti eomma yang menjaga putranya.
Dan keesokan harinya, semua siswa di wajibkan berkumpul oleh seorang sunbae di lapangan. Sunbae tersebut lalu menjelaskan kegiatan hari tersebut.
''Hari ini, kita akan memainkan sebuah permainan..'' jelas sunbae tersebut.
''Aku akan membagi kalian dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari tiga orang, nanti aku akan membagikan kelompoknya..''
Mereka semua menganggukan kepalanya mengerti, Kyuhyun ikut menyimak semua yang di jelaskan sunbae nya. Sampai sunbae tersebut menyebutkan nama kelompok dan juga anggota kelompok.
Semuanya lalu membubarkan diri, setelah sunbae tersebut menjelaskan agenda hari itu.
Kyuhyun sedang terduduk di bangku taman yang berada di tempat itu, saat ketiga teman nya menghampiri nya.
Changmin lalu duduk di samping nya dan memandang Kyuhyun dengan cemas.
''Kyuhyun-ah.. Apa tidak apa kau satu kelompok dengan mereka?''
Kyuhyun memandang Changmin yang memandang nya penuh dengan kecemasan. Kyuhyun memang tidak satu kelompok dengan salahsatu teman nya.
''Aku tidak apa..''
''Kau... Kemarin punya masalah dengan mereka kan?''
Kyuhyun kembali menganggukan kepalanya saat Minho ikut menimpali.
''Itu tidak apa, aku akan baik-baik saja bersama mereka.''
''Park Kyuhyun..''
Kyuhyun membalikan tubuhnya saat seseorang memanggil nya, ternyata itu Taeyang Ketua kelompok nya. Seungri dan juga Taeyang kedua nya merupakan anggota bigbang, Kyuhyun pernah memiliki masalah dengan mereka dan mungkin itu yang membuat ketiga teman nya mengkhawatirkan Kyuhyun.
''Lihat, mereka akan bersikap baik padaku. Jadi kalian tidak perlu secemas ini. Lagipula kita semua memang akan terpisah kan?''
Kyuhyun tersenyum menenangkan pada ketiga temannya, dia lalu menghampiri Taeyang dan juga Seungri.
.
.
Akhirnya semua siswa yang sudah di bagi ke dalam beberapa kelompok, berangkat ke bukit yang berada di tempat tersebut bersama anggota nya masing-masing.
Kyuhyun Seungri dan Taeyang juga menaiki bukit tersebut dengan langkah santai. Tidak ada perbincangan antara mereka, dan Kyuhyun tidak ambil pusing dengan hal itu. Dia fokus pada kamera nya untuk mengambil gambar sebanyak dan sebagus mungkin.
''YA Park Kyuhyun.. Kemarilah..''
Kyuhyun menghentikan kegiatan nya saat sedang memotret bunga yang menurut nya cukup menarik, saat Taeyang memanggil nya. Dia lalu menghampiri Taeyang dan juga Seungri, lalu memandang mereka dengan pandangan bertanya.
''Ini peta tempat ini,'' ucap Taeyang sambil memberikan sebuah kertas peta pada Kyuhyun.
Kyuhyun memandang kertas peta tersebut dengan wajah bingung, jujur dia tidak terlalu pandai membaca peta.
''Mulai sekarang kau yang akan memimpin kami..''
''Nde..?''
Kyuhyun kembali memandang kertas peta tersebut dengan dahi yang mengkerut, dia lalu mulai memperhatikan kertas tersebut. Dan mulai melupakan dunia nya, termasuk Taeyang dan juga Seungri.
Taeyang dan juga Seungri tersenyum melihat Kyuhyun yang terfokus pada kertas tersebut.
Seungri lalu mengambil ponsel Kyuhyun yang di letakan di saku jaket Kyuhyun dengan hati-hati, mereka lalu meninggalkan Kyuhyun di bukit tersebut. Sendirian. Mereka berpikir Kyuhyun akan baik-baik saja karena memiliki peta tempat tersebut.
Tapi, sebenarnya tidak.
.
.
.
Kyuhyun terus memandang peta tersebut, dia tidak tahu arah mana yang harus dia pilih. Lagipula sejak tadi dia hanya mengikuti kedua sunbae nya. Kenapa sekarang mereka malah memberikan petanya pada nya? Dasar!
Kyuhyun lalu mengangkat kepalanya dan mengalihkan perhatiannya dari kertas peta tersebut, namun dia mengernyitkan dahinya saat tidak menemukan kedua sunbae nya.
''Sunbae-nim...''
Kyuhyun memanggil kedua sunbae nya dan mengarahkan pandangan nya kesana kemari. Dia mulai panik, bagaimana kalau mereka meninggalkan nya disini sendirian.
Kyuhyun lalu berjalan dengan arah yang asal dan terus memanggil kedua sunbae nya. Tapi percuma, sepertinya mereka sudah jauh dari tempat ini.
Kyuhyun terduduk di atas tanah perbukitan tersebut, dia lalu meraba saku jaketnya untuk mengambil ponselnya, namun Kyuhyun sangat terkejut saat tidak menemukan ponsel nya.
Sekarang dia benar-benar sendirian.
''Hyung aku takut..'' ucap Kyuhyun lirih sambil melihat daerah sekitarnya.
.
.
Heechul sedang menggambar desain nya saat ponsel nya bergetar, dia lalu menghentikan kegiatan nya dan menjawab panggilan tersebut.
''Yeobeoseo...''
''Nde? Hyung ingin bertemu dengan ku? Eoh arraseo..'' Heechul lalu meletakan ponsel nya dan mengambil jas nya.
Panggilan tersebut dari hyung nya, Leeteuk. Ia mengatakan ingin bertemu untuk menanyakan hal yang cukup penting. Entahlah dia punya firasat yang tidak baik tentang ini.
Heechul lalu mengambil kunci mobilnya untuk selanjutnya menemui sang hyung di tempat yang sudah di janjikan.
Setelah beberapa menit perjalanan, Heechul menghentikan laju mobil nya dan keluar dari mobil nya. Dia sudah melihat hyung nya terduduk di kursi cafe tersebut.
Heechul lalu menghampiri Leeteuk dan duduk di kursi yang berada di depan hyung nya.
''Jadi, ada apa Teuki hyung ingin bertemu dengan ku disini?''
Leeteuk tersenyum lembut, dia lalu memandang Heechul dengan serius.
''Aku, ingin menanyakan sesuatu padamu Chulie-ah..''
''Mwo?''
''Ini tentang Kyuhyunie.''
''Kyuhyunie?''
Leeteuk menganggukan kepalanya, ''Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan tentang Kyuhyunie? Menurut hyung, reaksi mu saat Kyuhyunie ingin mengikuti karya wisata itu terlihat terlalu berlebihan, apa hyung salah?''
Heechul menghela nafasnya dia lalu mengetuk-ngetukan jarinya pada meja cafe tersebut. Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk memberitahu Leeteuk hyung tentang 'rahasia kecil' Kyuhyun.
Heechul lalu memandang Leeteuk, ''Kyuhyunie, dulu dia pernah mengalami sebuah kecelakaan..''
''MWO?!''
Reaksi Leeteuk membuat Heechul menghela nafasnya, dia sudah mengira reaksi Leeteuk akan seperti ini.
''Kejadian ini terjadi sekitar sepuluh tahun yang lalu, waktu itu..''
Flashback
Kyuhyun menyunggingkan senyum manisnya selama berada di dalam mobil sang appa. Pasalnya saat ini dia akan liburan bersama eomma, appa dan juga hyung favorit nya. Itu yang dia katakan saat membujuk Heechul untuk menemani nya.
''Eomma... Appa.. Hari ini kita akan kemana?''
''Hari ini kita akan piknik di bukit, apa kau suka?''
''Kyu suka selama Kyu melakukan nya dengan appa dan juga eomma, juga dengan Heechul hyung..'' Kyuhyun sedikit mengecilkan suara nya saat menyebutkan nama hyung nya tersebut.
Heechul sendiri terlihat fokus dengan ponsel nya membuat Kyuhyun merengut.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di daerah perbukitan yang masih berada di sekitar daerah Seoul.
Tuan Park lalu menghentikan audinya dengan pelan-pelan dan memberikan isyarat untuk keluar kepada seluruh keluarga nya.
Nyonya dan juga Tuan Park lalu menggelar tikar dan juga sebuah keranjang yang diisi penuh oleh makanan. Kyuhyun sendiri terlihat bergeming melihat kesibukan orangtua nya.
''Heechul-ah jaga dongsaeng mu, eomma dan appa ingin mengambil sesuatu di mobil.''
''Eoh..'' jawab Heechul yang masih terfokus pada ponsel nya, entahlah menurutnya acara seperti ini cukup membosankan untuk anak seusianya, jadi sejak tadi dia tidak pernah benar-benar mengikuti piknik ini.
Kyuhyun mempoutkan mulutnya saat memperhatikan Heechul, sejak tadi Heechul terus menerus sibuk dengan ponsel nya. Padahal dia sangat ingin menghabiskan waktu dengan hyung evil nya tersebut.
Kyuhyun lalu dia membulatkan kedua bola matanya lucu saat melihat sebuah kelinci putih yang berada di tempat tersebut, Kyuhyun lalu mencoba menangkap kelinci tersebut. Namun sepertinya hal ini sangat sulit, dia terus mengikuti kelinci tersebut sampai memasuki hutan di daerah perbukitan tersebut. Kyuhyun baru tersadar saat dia sudah berada jauh dari keluarga nya.
Dia lalu mencoba memanggil eomma, appa dan juga hyung nya namun nihil. Mereka sangat jauh dari jangkauan nya saat ini.
Kyuhyun lalu terduduk di tanah dan memeluk kedua lutut nya, jujur dia sangat takut saat ini. Berada di tempat asing dan jauh dari kedua orang tuanya benar-benar membuat nya takut.
Dia lalu menepuk-nepuk dadanya saat dadanya terasa sesak, dia hanya berharap appa, eomma dan juga Heechul hyung nya bisa menemukan nya dalam keadaan baik.
.
.
''Kami menemukan nya dua jam setelah dia menghilang, keadaan Kyuhyunie sudah sangat mengkhawatirkan saat itu. Bibirnya membiru dan seluruh tubuhnya bergetar..''
Heechul menundukan kepalanya tanpa sadar dia bergetar saat mengingat kejadian tersebut, rasa bersalah juga menggerogoti nya saat mengingat kejadian itu.
''Dia terus mengatakan kalau dia sangat ketakutan.. Kyuhyunie, dia di rawat beberapa hari. Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, akhirnya Kyuhyun pulang.''
''Tapi... Sejak kejadian tersebut Kyuhyunie jadi tidak bisa membedakan arah dengan benar. Dia akan ketakutan jika berada di tempat baru sendirian.''
.
.
.
Kyuhyun duduk di bawah pohon dengan gelisah, dia tidak tahu apa yang harus di lakukan nya sekarang. Dia tidak tahu arah mana yang harus di pilih nya, pikiran nya seolah kosong sekarang.
Dia sudah meminum obat penenang nya tapi tetap saja dia ketakutan sekarang. Seluruh tubuhnya nya bergetar dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.
'jika aku terlalu lama disini, mungkin aku akan mati..'
''Eomma... Appa.. duwajuseyo..'' ucap Kyuhyun lirih.
Kyuhyun menepuk-nepuk dadanya yang mulai terasa sesak. Dia merutuki keadaan nya sekarang, kenapa penyakit nya juga harus kambuh di saat dia sedang kepayahan seperti sekarang!
.
.
.
''Jadi, itu alasan mu melarang Kyuhyun mengikuti karya wisata?''
''Aish Heechul-ah... Kenapa kau baru memberitahu hyung rahasia sebesar ini sekarang?! kalau hyung tahu tentang ini. Hyung juga pasti akan melarang Kyuhyunie..''
Heechul memandang Leeteuk. Dia cukup mengerti jika hyung nya marah sekarang.
''Kyuhyunie menyuruh aku, appa dan eomma untuk merahasiakan hal ini dari kalian. Dia bilang dia akan marah jika hyungdeul yang lain mengetahui hal ini. Itu sebab nya yang kalian ketahui adalah kami berlibur saat itu, padahal Kyuhyun di rawat selama beberapa hari saat itu.''
Leeteuk memegang kepalanya, dia cukup mengerti dengan keadaan Heechul sekarang. Magnae nya yang keras kepala itu benar-benar selalu membuat orang khawatir.
DRRRT
Leeteuk menghentikan pembicaraan nya dan memandang ponsel nya yang bergetar, saat sebuah pesan masuk. Dia lalu membacanya dan menghela nafasnya.
''Heechul-ah, sepertinya hyung harus pergi. Hyung akan pergi ke kantor, kita lanjutkan pembicaraan ini nanti, jaga dirimu.''
Heechul menghela nafasnya dia lalu menganggukan kepalanya, sepertinya Leeteuk hyung cukup terkejut dengan rahasia Kyuhyun.
''Mianhae Kyuhyunie, hyung sudah melanggar janji. Tapi sepertinya Leeteuk hyung harus mengetahui nya.''
Dia lalu kembali membayangkan saat-saat nya bersama magnae nya tersebut. Tanpa sadar Heechul tersenyum hangat saat mengingat magnae nya yang cukup nakal dan keras kepala itu.
Heechul tergugah dari lamunan nya saat ponsel nya bergetar, dia lalu mengambil ponsel nya dan menggeser tombol berwarna hijau saat mengetahui siapa yang menghubungi nya.
''Yeobeoseo..''
''Heechul hyung, Kyuhyun menghilang hyung...''
''MWO?!''
''Arraseo,,,. Aku akan segera kesana sekarang..''
Heechul langsung bergegas dari tempat tersebut saat mendengar kabar buruk dari salahsatu teman Kyuhyun. namun dia menghentikan langkah nya saat seorang gadis SMA menghadang langkah nya.
''Permisi Nona, aku sedang terburu-buru..'' ucap Heechul sabar, dia masih mementingkan tatakrama nya saat ini.
Namun gadis tersebut bergeming di tempat nya membuat Heechul geram karena kesal.
''Anda wali dari Park Kyuhyun kan?''
Heechul memandang gadis tersebut, saat dia menyebutkan nama dongsaeng nya.
''Eoh..''
''Aku hanya ingin meluruskan masalah yang terjadi kemarin-kemarin.. Kyuhyun-ssi sebenarnya tidak bersalah. Dia hanya menolong ku,''
''Mwo?''
Gadis tersebut menganggukan kepalanya dia lalu menunduk,
''Lalu.. Setelah pihak sekolah menghukum nya setelah aku juga menghukum nya. Kau baru mengakui kalau Kyuhyun itu tidak bersalah?!''
''Mianhae, ini semua karena anggota bigbang mengancam ku. Aku benar-benar minta maaf.''
Heechul menghela nafasnya melihat gadis didepan nya ini menangis, lagipula dia tidak tega melihat seorang wanita menangis.
''Baiklah, minta maaf saja nanti pada Kyuhyun. Sekarang aku sedang sibuk permisi..''
.
.
Saat ini semua anggota keluarga Park sedang berkumpul di kantor Leeteuk, tadi mereka mendapat kabar kalau Kyuhyun menghilang dan itu membuat mereka semua khawatir.
''Kibum-ah..''
Kibum mengangkat kepalanya saat Heechul memanggil namanya. Keadaan hyung nya seperti nya yang paling parah disini.
''Kau tahu dimana lokasi perkemahan Kyuhyunie?''
''Eoh..''
''Apa yang akan kau lakukan Chulie-ah? Butuh dua jam lebih untuk sampai di Pulau Jeju..''
Heechul menganggukan kepalanya.
''Tapi hyung aku tidak bisa hanya diam disini dan menunggu kabar, Kyuhyun dalam bahaya sekarang..''
''Hyung tahu, tapi tidak baik juga dengan keadaan mu yang seperti sekarang berangkat kesana. Kau sudah mempercayakan Kyuhyunie pada teman nya kan? Kita harus mempercayai mereka saat ini.''
.
.
Changmin, Minho, Jonghyun dan juga anak yang lain nya saling berpencar mencoba mencari Kyuhyun. Setelah di laporkan menghilang mereka semua langsung cemas dan mencari Kyuhyun.
Changmin lalu menghampiri Taeyang yang terlihat menundukan kepalanya. Changmin lalu menghampiri sunbae nya tersebut, dia mencengkeram kerah baju sunbae nya.
''Sunbae-nim, kali ini kau benar-benar keterlaluan!''
''Aku sungguh tidak tahu kalau Kyuhyun itu buta arah..''
Changmin memandang tajam sunbae nya tersebut. Dia sudah diberi tahu oleh Heechul tentang penyakit Kyuhyun saat tadi dia menghubungi hyung Kyuhyun tersebut.
''Yang aku takutkan bukan hanya itu, Kyuhyun menderita pneumotorax bagaimana kalau penyakit nya kambuh sekarang ha?!''
Taeyang semakin menundukan kepalanya, jujur dia memang sangat takut sekarang.
''Sekarang sunbae-nim, juga harus mencari Kyuhyun.''
''Baiklah aku akan mencoba mencari Kyuhyun.''
Changmin melepaskan cengkeraman nya, ''Kau pergi bersama ku sunbae..''
Sementara itu, ditempat yang masih sama Kyuhyun masih bergeming dengan keadaan nya. Dia terlihat semakin mengkhawatirkan apalagi karena pneumotorax nya yang kambuh, membuat nya sulit bernafas.
Nafasnya semakin terdengar berat, dan cepat membuat Kyuhyun kewalahan sendiri. Tenaga nya seolah terkuras habis hanya untuk bernafas saja, Kyuhyun hanya bisa berharap seseorang akan menemukan nya masih dalam keadaan baik-baik saja.
.
.
Changmin berjalan di belakang Taeyang, setelah kejadian tadi Taeyang langsung terlihat menyesal dan berjanji akan menemukan Kyuhyun.
''Sunbae-nim sebenarnya dimana kau meninggalkan Kyuhyun tadi?''
Taeyang menghentikan langkah nya dan membalikan tubuhnya, ''Di tempat ini, terakhir kali kami meninggalkan Kyuhyun.''
''Kyuhyunie pasti belum terlalu jauh dari tempat ini.''
Ujar Changmin menyimpulkan, dia lalu berjalan kearah sebuah pohon besar yang tidak terlalu jauh dari sana. dan dia sangat terkejut saat melihat sebuah sepasang sepatu yang cukup dia kenal. Changmin lalu menghampiri tempat tersebut, dan kembali terkejut saat melihat keadaan Kyuhyun. Anak itu terlihat kesulitan bernafas, dan wajah nya sangat pucat.
''KYUHYUN-AH.....''
.
.
Kyuhyun memegang dadanya semakin erat, ketakutan dan juga sakit yang dirasakan nya membuat dia putus asa.
Kyuhyun terus merapalkan nama eomma appa dan juga hyungdeul nya satu persatu, berharap hal tersebut dapat meredakan sakit yang dirasakan nya sekarang.
Tapi tetap saja rasa sakit itu tetap ada, sekarang justru semakin sakit.
'mungkin aku akan mati sekarang.' batin Kyuhyun saat pandangan nya mulai mengabur, namun di saat yang bersamaan Kyuhyun mendengar suara teman nya, memanggil nya begitu keras.
''KYUHYUN-AH..''
Changmin menghampiri Kyuhyun dengan wajah cemas yang sangat kentara, membuat Kyuhyun mengernyitkan dahinya, apa keadaan nya begitu buruk sekarang?
Changmin lalu memeluk Kyuhyun dan berkali-kali mengucapkan syukur.
''Chang... Min... ah.. Appo..'' ucap Kyuhyun di tengah rasa sakitnya.
.
.
Heechul masih dalam keadaan yang sama. Kacau dan kalut, dia tidak bisa tenang karena belum bisa memastikan kalau dongsaeng nya baik-baik saja sekarang.
Hyung dan juga dongsaengdeul nya terus mencoba untuk menenangkan nya dan meyakinkan Heechul jika Kyuhyun akan baik-baik saja. Heechul sedang termenung saat ponsel nya bergetar, dia lalu mengambil ponsel nya yang bergetar di saku jas nya dan langsung menerima panggilan tersebut.
''Heechul hyung... Kami sudah menemukan Kyuhyunie..''
.
.
.
Dua belas namja berlarian di lorong Rumah sakit tersebut, setelah mendapat kabar bahwa Kyuhyun sudah di temukan. Mereka semua tidak bisa bersabar lagi, dan berangkat ke Pulau Jeju menggunakan pesawat. Setelah tadi di temukan Kyuhyun langsung di bawa ke Rumah sakit terdekat di Pulau Jeju.
Heechul berlari dengan cepat dan langsung menghampiri Changmin dan juga kedua teman nya. Dia juga melihat dua orang yang lain di tempat tersebut, entahlah dia rasanya pernah melihat kedua anak tersebut.
''Changmin-ah, bagaimana keadaan Kyuhyunie?''
Changmin, dan juga yang lainnya langsung berdiri saat melihat semua hyungdeul Kyuhyun mendatangi Rumah sakit tersebut.
''Dokter yang memeriksanya belum keluar hyung...''
Setelah beberapa menit menunggu di depan Ruang ICU tersebut, akhirnya seorang dokter keluar dan menghampiri keluarga Kyuhyun. Heechul langsung berdiri dan memberondongi dokter tersebut dengan pertanyaan.
''Bagaimana keadaan uri dongsaeng?''
Dokter tersebut menghela nafasnya dan tersenyum menenangkan pada semua orang yang berada di sana.
''Keadaan nya sudah jauh lebih baik sekarang, tadi pneumotorax nya kambuh karena dia ketakutan dan juga udara dingin di atas bukit.''
''Dia akan pulih dalam beberapa hari ini, jadi kalian tidak perlu khawatir. Hanya saja..''
''Hanya saja apa Uisa-nim?''
''Jangan biarkan dia sendiri, aku rasa ketakutan nya ada kaitan nya dengan trauma masa kecilnya. Jadi pastikan dia selalu di temani, sampai dia benar-benar sembuh.''
Mereka semua menghela nafasnya lega, mendengar pernyataan dokter tersebut. Meskipun keadaan Kyuhyun belum benar-benar membuat mereka tenang, sampai magnae tersebut benar-benar sembuh.
.
.
Keesokan harinya, Kyuhyun membuka matanya perlahan saat sinar matahari menelusuk melalui jendela ruang rawatnya, dia lalu mengerjapkan kedua matanya, dan membuka kedua matanya.
''Kyuhyunie...''
Heechul yang melihat Kyuhyun membuka matanya langsung menggenggam erat tangan Kyuhyun.
Kyuhyun menggerakan kedua bola matanya gelisah, dia lalu bangkit dari tidurnya dan langsung memeluk Heechul.
''Kyuhyunie.. Neo chigeum Gwenchana..?'' Kyuhyun menganggukan kepalanya dalam pelukan Heechul, tanpa sadar dia menangis. Untuk kali kedua dia selamat dari maut yang hampir merenggut nya.
Heechul lalu mengelus kepala Kyuhyun untuk menenangkan anak tersebut, Kyuhyun mungkin masih merasa takut saat ini.
''Heechul hyung, aku tidak akan pernah mau ikut perkemahan lagi..''
.
.
Kyuhyun tersenyum di ranjang rumah sakitnya, kedekatan nya dengan Heechul akhir-akhir ini membuat dia cukup bahagia. Hyung cantik nya tersebut tidak berhenti memberikan perhatian padanya,begitupun hyungdeul yang lain.
Saat ini dia sudah berada di Rumah Sakit Seoul, tempat hyung nya bekerja. Setelah keadaan nya cukup membaik Kyuhyun langsung meminta pindah rumah sakit dan ingin di rawat oleh Hankyung saja.
Heechul juga memarahi kedua sunbae nya yang sudah dengan sengaja meninggalkan Kyuhyun di bukit dan juga masalah kartu merah. Membuat semua anggota bigbang meminta maaf padanya.
Kyuhyun lalu turun dari ranjang nya dan mencoba berjalan-jalan di Rumah sakit tersebut, namun dia mengernyitkan dahinya dan menghentikan langkah nya saat mendengar suara salahsatu hyung nya.
''Hyung apa aku harus pergi?''
''Hankyung-ah... Panti asuhan disana sangat membutuhkan seorang dokter, bukankah itu impian mu? Membantu untuk orang yang membutuhkan..''
''Tapi... Kenapa harus di China hyung? Itu berarti aku harus meninggalkan saudara ku untuk waktu yang cukup lama.''
China? Kyuhyun membelalakan kedua bola matanya, apa ini Hankyung hyung akan pergi ke China?
Kyuhyun lalu melangkah memasuki ruangan tersebut.
''Hankyung hyung.. Kau hendak pergi ke mana?''
TBC
.
.
Aku harap kalian suka CHAPTER ini
tulisin juga momen yg kamu suka di CHAPTER ini ya
makasih pleeaaasee read and review biar aku lebih semangat buat lanjutin ff nya
makasih..
