Wanita berambut pirang gelap bergemlombang dengan wajah bak dewi itu melangkah dengan anggun di atas karpet merah di bawahnya dengan sepasang stiletto merahnya. Gaun pendeknya yang juga berwarna merahnya mengekspos lengan dan kaki langsing seksinya.

Tuk tuk tuk

Sebuah senyum kecil menghiasi bibir tipisnya.

Jari-jari lentiknya mendarat di bahu seorang pria yang sedang duduk itu lalu memeluk lehernya dari belakang.

"Bagaimana perkembangannya, chagi?"

Sebuah smirk kecil tampak pada wajah pria itu.

"Tinggal sedikit lagi, manis,"

Tangannya bergerak menyentuh wajah porselen kekasih cantiknya.

"Sedikit lagi. Kalau anak sialan itu bisa dienyahkan sebentar," sahutnya. "Aku pasti akan bisa merebut fleur congelé"

"Terlebih sekarang-sekarang ini dia sepertinya agak.. teralihkan perhatiannya, ya?"

Perempuan itu tertawa kecil sebelum menjawab, "Tentu, sayang,"

"Kita akan menang," smirk pria itu semakin lebar. "Dan kita bisa kembali ke sana lagi. Kali ini, kita, sayang," kata pria itu sebelum mengecup pipi kekasihnya yang cantik ini.


"BAEKHYUN! BAEKHYUUNN!"

Dan Baekhyun sudah hilang di tengan kerumunan masa tersebut meninggalkan seorang Baby Zitao yang malang.

Well, tersesat di sebuah klub malam luas yang asing dengan banyak orang tidak tampak menyenangkan untuk Zitao. Tidak sama sekali.

Zitao merasa sedikit pusing melihat lampu-lampu neon berwarna-warni yang membentuk tulisan-tulisan di dinding yang terang benderang walaupun ruangan di sini gelap.

Sumpah, selama di Korea, Zitao baru tau bahwa ada sebuah klub malam terkenal (dan pastinya mahal) bernama Red Fish. Dan yang lebih penting, Baekhyun adalah salah satu langganan di sana.

"BAEKHYUN!"

Menyerah berteriak, Zitao memutuskan untuk berkeliling di sana.

.

Satu jam sudah mencari, tapi tidak ketemu juga. Zitao bahkan mencari sampai lantai 5 (ya, klub ini hebat), tapi Baekhyun entah di mana.

Akhirnya dengan letih Zitao memutusan untuk duduk sebentar.

Tunggu, bukankah itu.. Baekhyun?

Dia ada di bar, bersama seorang pria tinggi yang selalu dilihat Zitao dimana-mana.

Baekhyun tampak tertawa-tawa dengan senang.

Tapi sepertinya pria itu tau Zitao sedang memperhatikannya, dan begitu Zitao meleng sedikit, dia sudah tidak ada di sana.

Zitao segera menghampiri Zitao.

"Baekhyun!"

"Heeeyyy Zitao!" ucap Baekhyun limbung seperti tidak sadar. Sepertinya dia mabuk.

"Zitao, Zitao! Duduk, Zitao!"

"Baekhyun! Sedang apa kau di sini? Siapa pria yang berbicara denganmu tadi?"

"Pria? Pria apa?"

"Yang berambut pirang, badannya tinggi,"

"Tadi aku cuma bicara dengan Namjoon, dan dia tidak pirang. Namjoon juga tidak setinggi itu,"

"Dimana dia sekarang?"

"Entahlah,"

"Haish, tidak ada gunanya bertanya padamu,"

"Zitao! Kamu mau apa? Bloody Mary? Margarita? Mojito? Martini? Daiquiri? Gin and Tonic? French 75? Tequila Sunrise? Mereka bahkan punya Jenever di sini!"

Zitao yang tidak familiar dengan nama-nama minuman beralkohol itu juga Baekhyun yang mengatakannya secepat kereta listrik itu malah bingung.

"Ayolah Baekhyun, malu dilihat orang. Ayo pulang!" Zitao mulai menarik-narik lengan Baekhyun.

"Tidak mau! Aku tidak mau!"

"Ayolah Baekhyun," Zitao kembali menarik lengan Baekhyun.

"Andwae! Aku tidak mau pulang.. HUWEE" Baekhyun mulai menangis.

"Aduh Baekhyun, jangan menangis!"

"HUWEEE" Baekhyun kembali menangis, lebih kencang dari sebelumnya.

"Haduhh, bagaimana ini? Aaa, ottokaji?"

"Aku *hik* tidak *hik* aku *hik* aku tidak *hik* aku tidak mau.. HUWEEE" Baekhyun menjerit, tapi tampaknya tidak ada yang peduli, toh suara bass masih sedikit lebih keras dari Baekhyun. Sekitar 11 - 10,9. /sebelas - sepuluh koma sembilan, if you know what i mean/

"Aduh, aduh, Baekhyun.."

Bruk

Tiba-tiba saja tubuh Baekhyun menjadi lemas dan menimpa tubuh sintal Zitao.

"Toilet *huk* ungh"

Cepat-cepat Zitao memapah Baekhyun ke toilet, takut Baekhyun muntah di tempat yang salah.

.

.

.

"Hoekk" Zitao membawa Baekhyun tepat waktu untuk muntah di kloset di salah satu bilik toilet.

Wajah Zitao mengerut jijik saat melihat muntah Baekhyun yang berwarna kuning kehijauan.

"Kau pasti belum makan kan, Baek?"

"*hoek* Belum, *hoek* aku terlalu frustrasi untuk merasa lapar." sambung Baekhyun secepat kilat sebelum kembali memuntahkan cairan menjijikkan dari perutnya.

Zitao memutar matanya.

"Kalau sudah, kita pulang. Aku tidak mau dengar alasan." tegas Zitao.

.

.

.

"Serius, Baekhyun. Kadang-kadang kau saaangat menyebalkan,"Zitao mempoutkan mulutnya.

"Tapi kadang-kadang kau juga sangat baik," ucap Zitao sembari menyingkirkan poni yang menutupi rambut Baekhyun yang tertidur di pangkuannya di atas ranjang Baekhyun.

"Aku yakin sebenarnya Chanyeol Oppa juga menyukaimu, kok,"

Zitao melihat sekilas jendela di sebelahnya.

"Dan dia pasti akan menjagamu dengan baik," Zitao tersenyum.

Sekilas Zitao melirik ke jendela di sebelah ranjang besar itu, takut ada sosok lagi seperti waktu itu.

Beranjak dari ranjang, Zitao memutuskan untuk mandi sebentar.

.

"Andal nasseo, na andal nasseo. Niga mwondae?! Neoman jallasseo. Wae nareul jakku nollyeo, nollyeo. Neo ije geuman hold up, hold up." Zitao kembali melaksankan kebiasaannya yaitu konser tunggal di kamar mandi(?).

"Ggwak jaba nal deopchigi jeone! Nae mami neol deopchigi jeone! Say what you want~! Say what you want~! Niga jinjjaro wonhaneun ge mwoya!" Seru Zitao sambil nari-nari gak jelas sembari mengeramasi(?) rambut panjang hitam berkilau(?)nya.

Gom semari ga hanjibe isseo, appa gom, eomma gom, aegi gom. Appa gom eun ddung ddung hae, eomma gom eun nalshinhae, aegi gom eun neomu gwiyeowo! Hiseuk! Hiseuk! Jalhanda~

Tiba-tiba handphone Zitao berbinyi menandakan masuknya SMS.

Lalu Zitao melihat ke arah jam. Pukul 11.30.

"Siapa ya, hampir tengah malam begini SMS?" Batin Zitao was-was.


oke semuanyaaaahhh

sori chapter ini udah lama pendek lagi :'(

lagi agak buntu ide nih soalnya di account lain aku juga lagi ngerjain 2 fic lainnya, jadi harap maklum yaaa :)

oke saat nya balas revieeewwwwww

kt (guest) dan Nasumichan Uharu

iya di chapter ini (juga) masih belum ada moment kristaonya. Tapi sabar yaaaa, di chapter depan ada kok, suer *peace*

zakurafreeze

Ini bukan horor, sayang. Dan kristaonya masih harus ditunggu, sabar yaaa, ini kan bulan puasa, Jadi harus sabar :D /ditampar/

fallforhaehyuk dan Kirei Thelittlethieves

makanya harus selalu prepare kalo mau kemana2, jangan kayak zitao, ketinggalan sana-sini. Untung aja hidungnya gak ketinggalan /eh

Frujitaoris

harap ditunggu ya taorisnya /tunjuk ruang tunggu, digaplok/ ^^

gapapa kok baru review di chapter itu, baru sedetik lalu juga aku gapap, pokoke review :)

TTy T.T

sante vroh! Tungguin aja kelanjutannya okeh? ;)

AulChan12

sabar aja nunggu semuanya terjawab okey :)

junghyema

nice try, tapi maaf anda belum beruntung! /plak/

jadi aku gak kasih ketjoep aku kasih peluk aja yaa /hug/

dan tentu saja zitao cantik, liat dulu dong authornya /diusir/ ^^"

nei-chan

makasih banget nei mau baca cerita aku yang gaje ini :')

nai-chan mau tunggu aku update lagi, kan? Oke?

alfutikhah90

Aku akan update lagi sekitar juli akhir atau mungkin agustus pas libur lebaran, jadi tungguin aja oke? Sip

LVenge

Kris itu bukannya tiang bendera jadi-jadian dari sananya, ya? /ditonjok kris/

semangaat! fighting! ^^

RinZiTao

Ini apa ya? Ini cuma seonggok(?) catatan harian seorang istri /dijitak/ eh bukan ini cuma imajinasi aneh aku yang kebetulan berhasil kutuang menjadi sekilo(?) tulisan

Sengaja dong aku bikin penasaran, kalo enggak gak seru (mungkin kalo ini bagus bisa dibikin film) /plak, ngimpi adalah kunci~/

Aku bakal lanjut kok, stay tuned ;)

Haru3173

jelas zitao butuh pangeran, dia kan Princess Panda of China, hihi ^^

Aku akan update tapi agak nanti, okey? Tungguin aku pwisss :)


oke semuanya, aku akan update sekitar bulan agustus pas libur lebaran dan senin depan aku udah masuk sekolah, jadi sabar yaaa ;)

oh iya, pertanyaan kemarin masih berlaku loh, yang bisa nebak jongin sama siapa, bakalan aku kasih cerita oneshot requestan dari pemenang pertama. Hintnya, di fic ini sehun kujodohin sama luhan dan aku shipper kaihun. Sekian, terimakasihhhh ^^