Chapter 4 :
Pertemuan
.
.
Disclaimer : Naruto milk Om Masashi Kishimoto
.
.
Thank to : Author Blackwolf501
.
Hiruzen Sarutobi telah mengalami banyak hal dalam hidupnya. Dia adalah seorang veteran dari tiga perang dunia Shinobi, bertarung dengan Kyubi, membimbing desanya sebagai Hokage, meneruskan Tekad Api dari generasi ke generasi , namun hal yang satu ini sangat sangat mengejutkannya . Biju terkuat di dunia yang hampir menghancurkan Konoha , mencoba berbicara dengan Jinchuriki-nya.
Jinchuriki pertama Kyubi, Mito Uzumaki tidak pernah disebutkan memiliki interaksi dengan rubah ekor Sembilan. Selain Mito , Kushina Uzumaki juga tidak memiliki kontak dengan kyuubi selama hidupnya.
"Jadi bisa disimpulkan bahwa Kyubi menyuruhmu untuk membunuh Sasuke?" Tanya Hiruzen tegas.
"Ya itu saja." Kata Naruto dengan mantap .
"Naruto, kau harus memiliki kontrol yang lebih baik atas emosimu. Apa tidak Aku mengajarimu dengan baik." Kata Kakashi dengan mengecewakan
"Maafkan aku Ni-san aku tidak tahu bagaimana aku bisa kehilangan kendali, tapi aku akan berusaha lebih keras lagi ." Kata Naruto sedih. Dia tidak pernah suka mengecewakan Kakashi dan merasa bersalah saat membiarkan saudaranya kecewa.
"Itu berarti kau harus berlatih lebih giat dalam melatih emosimu. Kau bisa melakukan ini Naruto, aku percaya padamu." Kata Kakashi meyakinkan.
Kakashi tahu tidak pernah mudah ketika Biju terkuat di dunia mencoba mengendalikanmu dan sejujurnya dia tidak bisa menyalahkan Naruto karena kehilangan kontrol.
"Ini memang merepotkan , Naruto dari apa yang kamu katakan padaku aku bisa berasumsi bahwa Kyubi bereaksi terhadap kemarahanmu atau kebencianmu terhadap seseorang sejauh ini , Ini adalah masalah yang sangat serius Naruto dan aku setuju dengan Kakashi, jika kamu ingin Kontrol penuh atas Kyubi dan menghentikan pengaruhnya maka kau perlu mengendalikan emosi mu dan memperkuat kemauan mu. " Hiruzen menjelaskan.
"Bagaimana aku melakukannya Jiji?" Tanya Naruto bingung.
Naruto juga ingin mengendalikan dirinya sendiri dan bukan dengan rubah bodoh itu. Ia berfikir bahwa mengendalikan orang lain sama sekali tidak bisa dimaafkan .
"Aku akan melakukan apapun yang diperlukan, aku tidak akan membiarkan mu mengendalikan ku lagi rubah bodoh." Pikir Naruto dengan tekad.
Hiruzen dan Kakashi melihat ekspresi mata Naruto yang menunjukkan tekadnya cukup senang dan lega bahwa Naruto tidak tunduk pada kekuatan Kyubi.
"Baiklah Naruto, untuk mengendalikan emosimu kamu harus sering bermeditasi ." Kata Hiruzen
"Aku tidak mengerti Jiji, aku sudah sering bermeditasi kenapa aku perlu bermeditasi lagi?" Tanya Naruto bingung.
"Karena kau belum mencapai kendali penuh atas pikiran mu . Dengan bermeditasi lebih kau akan dapat mengetahui lebih banyak tentang diri mu." Kata Kakashi dengan suara geli.
"Hei, apa artinya itu?" Tanya Naruto jengkel.
"Itu hal yang harus kau cari tahu sendiri ." Kata Kakashi sambil tertawa kecil.
" kakak yang menyebalkan .. '' gumam Naruto sambil mendesah.
"Apa kau mengatakan sesuatu?" Tanya Kakashi dengan suara khasnya.
"Hah?" Tanya Naruto dengan tampang yang innocent .
percakapan Ini mendapat reaksi yang sangat berbeda dari dua penghuni lainnya di dalam ruangan hokage . Hiruzen tidak dapat menahan tawanya lagi sementara Kakashi terkejut karena Naruto baru saja men skakmat dirinya .
"Aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan di permalukan oleh seorang anak kecil Kakashi ." Kata Hiruzen sambil tertawa kecil.
"Aku ingin tahu apa reaksi Guy tentang kekonyolan ini." Saran Naruto sambil menegang dagunya.
"TIDAK , TOLONG JANGAN BERITAHU DIA " Pinta Kakashi dengan gaya jatuh berlutut ditambah air mata anime palsu yang jatuh dari matanya.
"Hanya dengan satu syarat," kata Naruto sambil menyeringai.
"APA PUN." Teriak Kakashi segera.
"Apakah ini benar-benar Kakashi?" Pikir Hiruzen dengan sedikit keringat.
"Kau harus mengajari ku Kenjutsu dan Fuinjutsu, kau juga harus memberi ku salinan baru Icha Icha mu." Kata Naruto sambil menyeringai
"Kenapa kau mau belajar Kenjutsu dan Fuinjutsu?" Tanya Kakashi dan Hiruzen serempak mengabaikan permintaan Naruto untuk Icha Icha.
"Seperti yang kalian tahu mimpiku adalah bergabung dengan Anbu, dan setiap anggota Anbu harus belajar Kenjustu dan aku ingin mempelajarinya sekarang juga , karena dalam beberapa tahun lagi aku mungkin akan bisa menguasainya dan untuk Fuinjutsu, aku merasa fuinjutsu itu sangat menarik. " Naruto menjelaskan
"Baiklah, aku bisa mengajari mu Kenjutsu, selain itu kau telah belajar banyak tentang Ninjutsu dan ilusi Genjutsu dan itu sangat mengesankan ditambah Taijutsu mu juga bagus, tapi aku tidak ahli dalam Fuinjutsu, di mana kau tahu tentang hal itu?" Tanya Kakashi.
"Waktu di akademi Iruka sensei menjelaskan bahwa Hokage Keempat sangat terampil dalam hal Fuinjutsu . Jadi aku pergi ke perpustakaan dan membaca tentang Fuinjutsu dan itulah yang membuatku ingin mempelajarinya, "kata Naruto
" aku setuju dengan Kakashi dalam mengajarimu Kenjutsu, kamu harus menunggu beberapa waktu sebelum mulai belajar fuinjutsu karena ini adalah seni yang sangat kompleks dan berbahaya. Isinya masih belum bisa ditemukan semaksimal mungkin, walaupun aku hanya punya beberapa fuinjutsu tapi dibutuhkan Ketrampilan saat menggunakannya . Satu-satunya orang yang mampu mengajari mu Fuinjutsu saat ini dia sedang tidak berada di Konoha . " Hiruzen menjelaskan
"Maksud jiji Jiraya, Sanin yang legendaris itu ." Kata Naruto
"Kau tahu Jiraya adalah master Fuinjutsu?" Tanya Hiruzen sedikit shock.
"Ayolah Jiji, aku belajar sesuatu dari akademi yang membosankan itu , jiji seharusnya mengingatnya lebih baik dari ku karena jiji yang mendirikan akademi bodoh itu ." Kata Naruto santai
Alis Hiruzen sedikit berkedut saat mendengar ucapan itu tapi tidak berkomentar saat Kakashi memarahi Naruto .
"Baiklah sekarang pergilah dan bermeditasi atau melakukan apapun yang kau mau." Kata Hiruzen kesal . Saat ingin hendak menjawab , tiba tiba kyuubi bersuara
"KAU MANIAK KEKUATAN KAU BOCAH NAKAL , KAU MEMANG KITSUNE SEJATI !" Kata Kyubi sambil tertawa kecil
"Tidak bisakah kau tinggalkan aku sendiri? '' Tanya Naruto lelah.
"ITU TIDAK MUNGKIN GAKI." Kata Kyubi dengan geli.
"Kenapa aku malah bertanya?" Pikir Naruto
"Itu karena kau Bodoh." Kata Kyubi dan tertawa terbahak-bahak yang penuh dengan kedengkian.
" Aku akan pergi dari sini." Kata Naruto.
"Baiklah, sampai ketemu lagi Jiji." Kata Naruto dan membuka pintu kantor untuk pergi.
"Naruto aku hanya ingin memberitahumu bahwa Konohamaru ingin bertemu denganmu." Kata Hiruzen
"Baiklah, aku akan meluangkan waktu bersamanya setelah pulang dari akademi besok." Kata Naruto .
"Aku ingin tahu apa bocah itu lakukan saat ini. '' Pikir Naruto sambil tersenyum aneh di wajahnya.
xXx
( Flashback )
Beberapa bulan yang lalu
Itu adalah sore yang menyenangkan di Konoha. Matahari akan segera terbenam. Lampu Jalan mulai menyala . Shinobi melakukan tugasnya berpatroli di desa sementara warga sipil melakukan aktivitas rutin mereka. Hari itu adalah hari seperti biasa sangat damai di desa yang tersembunyi di balik hutan kematian itu .
Naruto sekarang sedang berjalan pulang ke rumahnya setelah menyelesaikan latihannya di Hutan Kematian . Itu adalah rutinitas pelatihannya setelah dari akademi. Dia berlatih Ninjutsu , Genjutsu serta Taijutsu setiap hari dan sorenya pasti ia akan kelelahan Tanpa terkecuali hari ini .
Dia Berjalan terseyok seyok , dia menyadari bahwa ia sedang ditatap benci oleh beberapa pejalan kaki .
"Aku bertanya-tanya kapan mereka akan menyadari bahwa aku bukan jelmaan rubah sialan itu." Pikir Naruto dengan frustrasi.
Dia begitu asyik dengan pikirannya sehingga dia tidak melihat ada yang mendekatinya. Ketika Naruto menyadari ada seseorang yang menuju ke arahnya, itu sudah terlambat karena orang tersebut menabraknya dan mereka berdua terjatuh dengan posisi orang itu berada di atas tubuh Naruto.
Ketika Naruto menatapnya , dia melihat seorang anak laki-laki berusia 5-6 tahun. Dia mengenakan kaos kuning dan celana pendek berwarna coklat. Dia memiliki rambut cokelat runcing dan mata hitam dan anak laki-laki itu menatap Naruto dengan marah.
"Hei, cepat bantu aku berdiri." Teriak anak itu
"Hah, bukannya dia yang menabrakku , kenapa dia yang marah , Dasar aneh ." Pikir Naruto sinis.
"Nak, apa kau baik-baik saja?" Tanya Naruto secara formal, bahkan jika anak itu adalah seorang tempramen , dia juga arus memastikan bahwa ia baik-baik saja.
"Kau tahu siapa aku?" Kata anak itu dengan bangga.
"Haruskah aku peduli?" Desah Naruto
"Apa?" Tanya anak itu shock.
"Kenapa aku harus peduli dengan siapa dirimu?" Tanya Naruto jengkel.
"Aku Konohamaru Sarutobi, cucu yang terhormat dari Hokage Ketiga dan Hokage masa depan yang akan menjabat sebagai hokage kelima." kata Konohamaru sambil berteriak dengan bangga , berharap Naruto akan membungkuk hormat di depannya seperti yang lainnya.
"Oh begitu?" Tanya Naruto dengan tampang Innocet .
"A-p-a, tapi aku cucu .." kata Konohamaru gagap tapi berhenti saat Naruto bangkit dan menatapnya.
"Aku tidak peduli jika kau adalah cucu Hokage , dan ingatlah seorang yang menyombongkan dirinya tidak akan bisa mendapat kepercayaan untuk menjadi hokage ? " Tanya Naruto tegas tapi di dalam hatinya tertawa saat melihat ekspresi terkejut di wajah Konohamaru.
Konohamaru hanya bisa mengangguk-angguk , sepertinya anak laki laki ini sama sekali tidak terpengaruh oleh keturunannya dan malah menegurnya.
"Seperti yang telah dikatakan seseorang: masing-masing adalah miliknya sendiri." Kata Naruto dan mulai berjalan pergi setelah memberikan senyum tulus kepada Konohamaru.
Konohamaru cukup kagum dengan Naruto, dia melihatnya sebagai Konohamaru dan memanggilnya seperti itu dan bukan sebagai cucu terhormat dari hokage ketiga seperti seluruh desa dan meskipun Naruto memarahi dia, dia merasa bahagia karena seseorang mengenalnya.
"Ni-chan, siapa namamu?" Teriak Konohamaru.
"Naruto Hatake." Jawab Naruto dan menghilang di antara kerumunan.
( Flashback End )
xXx
Konohamaru telah menjadi sangat dekat dengan Naruto setelah pertemuan itu dan sering mengunjunginya. Dia seperti adik kecil yang menyebalkan . Dia terus-menerus mengganggu Naruto tentang berbagai hal terutama tentang menjadi shinobi dan pelatihannya.
Mereka biasa menghabiskan banyak waktu jika bersama, jika bisa dikatakan mereka seperti saudara kandung. Konohamaru dengan keras kepalanya dan Naruto dengan sikap tenangnya adalah kombinasi yang cukup menarik .
Naruto terkekeh sedikit memikirkan waktu yang dihabiskan bersama Konohamaru. Orang-orang seperti Anko, Kakashi, Hiruzen, teman-temannya dan Konohamaru membawa kebahagiaan dalam hidupnya .
Naruto menyadari bahwa ia telah sampai di tempat tujuannya "Training Ground 28 "Itu adalah salah satu tempat latihan paling terpencil di Konoha. Tidak banyak shinobi yang datang ke tempat ini. Itu lebih seperti tempat latihan pertanian . Pohon-pohon hijau subur mengelilingi daerah itu dengan sungai yang mengalir di dekatnya.
Itu adalah tempat yang tepat untuk meditasi atau orang-orang yang ingin menghindari perhatian.
"Beberapa mangkuk ramen dan meditasi mungkin adalah kombinasi bagus. Kedengarannya menyenangkan." Pikir Naruto dengan gembira.
Tapi kemudian Naruto melihat ada yang salah di area latihan. Seluruh tempat latihan berantakan, Kunai tersebar dimana-mana menunjukkan bahwa ada seseorang sedang bertarung atau latihan di sana. Tempat pelatihan tampak hancur karena terdapat banyak sekali kawah kecil .
"Woah seseorang pasti sedang marah." Pikir Naruto
Dia kemudian melihat seseorang terbaring di tanah beberapa meter jauhnya. Karena rasa ingin tahu , Naruto memutuskan untuk mendekati orang itu .
Hal pertama yang Naruto perhatikan bahwa orang itu adalah seorang wanita. Dia sangat cantik , kunoichi itu menggunakan Pakaian yang terdiri dari baju seperti perban yang melilit tubuhnya serta terdapat dalaman seperti jaring berwarna hitam.
Tangan dan paha atas juga dililit perban dan dia memakai pelindung dahi Konoha serta sandal shinobi biasa.
Cukup lama dia menatap kunoichi cantik itu membuat nya berpikiran mesum , seketika darah keluar deras dari hidungnya . Poor Naruto
Kemudian Naruto kembali menatapnya dengan intens tanpa mengikutsertakan pikiran mesumnya itu .
Di cantik tampak seperti malaikat. Itulah yang sedang dipikirkan Naruto
Tapi ada juga hal yang janggal dari kunoichi itu . Pertama ada darah yang keluar dari kepalan tangannya, pakaiannya benar-benar kacau . Wajahnya terukir ekspresi lelah dan lingkaran gelap di sekitar matanya menunjukkan bahwa dia pasti kekurangan tidur atau sedang menangis. Naruto berasumsi bahwa kunoichi itu pasti habis menangis.
"Yah, aku tidak bisa meninggalkannya seperti ini. Lagipula , aku bisa memberinya pertolongan pertama ." Pikir Naruto
Dia kemudian memperban tangan kunoichi itu untuk menghentikan pendarahan. Dia tidak bisa berbuat apa-apa tentang memar karena dia bukan petugas medis . Tapi tetap saja dia harus memeriksanya agar tidak terjadi luka serius pada organ vital nya
Dia kemudian membopong wanita itu menempatkannya di bawah pohon dan setelah itu Naruto pergi mencari air di sungai terdekat.
Setelah mencarikan air untuk kunoichi itu, dia duduk di sampingnya dan memulai meditasi , memutuskan untuk tidak membangunkanya , karena dia tampak kelelahan dan tertekan.
Kakashi pernah mengatakan kepadanya untuk tidak mengganggu wanita dalam tidurnya, Naruto tidak mendengarkan sarannya dan pernah membangunkan Anko dari tidurnya yang indah, dia pun menghabiskan sisa hari itu dengan ular di sebuah apartemen kecil Anko.
"Sialan , wanita itu memang menyeramkan saat mereka kesal. Tak heran Shikamaru bilang mereka merepotkan." Pikir Naruto dengan ketakutan saat mengingat kejadian itu.
Dia kemudian memulai meditasi, segala sesuatu tampak lebih damai di sekitarnya. Ia bisa merasakan udara sejuk menabrak tubuhnya, ketenangan yang diberikan oleh alam sungguh indah . Namun secara tidak langsung , ia terseret terbawa ke alam bawah sadarnya .
Naruto mendapati dirinya berdiri di depan sebuah penjara besar di dalam sebuah saluran air . Seluruh daerah itu di aliri air tapi anehnya ditempat itu penuh dengan niat Membunuh. Seolah-olah keseluruhannya penuh dengan perasaan kebencian . Dinding yang mengelilingi saluran pembuangan sangat kusam. Ada penjara besar di depan Naruto dengan segel di atasnya.
Melihat ke balik jeruji besi, dia mendapati dirinya diawasi oleh sepasang mata merah darah yang sepertinya menatapnya dengan kebencian murni. Dia melihat bahwa mata ini milik seekor rubah raksasa yang tingginya beberapa ratus kaki dan memiliki sembilan ekor yang berayun liar di udara. Ia tahu siapa yang sedang menatapnya .
"Kenapa dia selalu menggangguku ?" Pikir Naruto dengan frustrasi. Kyubi terkadang sama menyebalkannya dengan Sakura.
Rubah itu tampaknya menyadari kebosanan Naruto dan menganggapnya sebagai sebuah penghinaan, dan segera 5 cakar raksasa sepertinya keluar dari kandang dan menuju ke arah Naruto yang bertujuan untuk merobeknya. Menyadari bahayanya, Naruto langsung melompat beberapa meter jauhnya dan mengaktifkan sharingannya.
"Begitukah kau menyapa orang yang telah memberi tempat tinggal selama 10 tahun." Kata Naruto dengan bingung.
"DIAM KAU BOCAH , AKU KYUBI NO KITSUNE, BIJU TERKUAT DI DUNIA" raung Kyubi dengan marah
"Namun kau disegel di dalam tubuh seorang anak kecil yang lemah seperti seorang budak." Balas Naruto yang sengit dan mulai tertawa terbahak-bahak saat melihat Kyubi menggeram dan mencoba merobek tubuhnya dengan cakarnya tapi segel itu sepertinya menghentikannya.
"Segel itu sepertinya adalah salah satu segel paling kuat , bahkan Kyubi dapat dihentikan " pikir Naruto dengan takjub.
"Jika bukan karena bajingan Yondaime itu dan segel ini, aku akan membunuhmu dan menyiksamu." Kekeh Kyubi dengan seringai jahat.
"Kau boleh mencobanya ." Kata Naruto sambil menyeringai.
Kyuubi hanya diam , kemudian Naruto melanjutkan perkataannya
"Dengar Kyubi, kau dan aku sama-sama tidak menginginkan ini, kau disegel dalam diri seorang manusia dan aku menanggung semua kebencian karena semua yang telah kau perbuat , aku tidak tahu mengapa kau menyerang desa konoha dan secara pribadi aku tidak peduli hal itu ." Kata Naruto lelah
"Tidak?" Tanya Kyubi penasaran
"Ada beberapa alasan, pertama beberapa orang pantas mendapatkannya." Kata Naruto sedikit marah
"Jadi, begitu?" Kata Kyubi sambil tertawa kecil. "Aku menyukaimu bocah nakal." Pikir Kyubi dengan bangga.
"Tapi tidak semua orang pantas mendapat murka dari mu kyuubi dan kedua , kau pasti tidak akan memberi tahu ku bahkan jika aku bertanya kepada mu." Naruto menjelaskan
"Kau lebih pintar dari penampilanmu." Kata Kyubi
"Hei, tutup mulutmu bola bulu." Teriak Naruto sedikit kekanak-kanakan .
Kedua Partner itu saling menatap beberapa saat ekspresi marah.
Sepertinya mereka satu sama lain bertekad untuk tidak mundur , tapi akhirnya Naruto mengalihkan tatapannya sementara Kyubi menyeringai .
"Hei Kyubi, paling tidak hormati aku saat kau bersama denganku." Tanya Naruto
"Kenapa aku harus melakukan itu?" Tanya Kyubi sombong.
"Karena itu tidak akan berakhir dengan baik untukmu jika kamu tidak melakukannya" kata Naruto dengan tatapan sharingannya di mata Kyubi.
Sejenak Kyubi cukup terguncang oleh Naruto versi baru ini. Dia bisa melihat versi yang lebih muda dari Uchiha Madara dan pria bertopeng yang pernah menggunakan jasanya , ada banyak kegelapan didalam tubuh Naruto.
Dia tidak takut pada Naruto, justru sebaliknya, dia tertarik dengan Naruto. Dia adalah Jinchuriki pertamanya yang mau berbicara dengannya. Tentu saja ini salah ke dua jinchuriki sebelum Naruto karena mereka tidak pernah mengajak kyuubi untuk berbicara .
Tapi Naruto berbeda meski dia memiliki sharingan , mata yang paling dibenci Kyubi dia tidak sombong dan dia juga tidak menganggap Kyubi sebagai budaknya .
"Akan datang seseorang di masa depan, seseorang yang akan menciptakan kedamaian sejati di dunia ini atau malah menghancurkannya . Kalian semua para biju akan memainkan peran penting dalam kehidupan seseorang yang kumaksud . Tidak peduli seberapa jauh kalian pergi, kalian semua akan Selalu bersama Orang ini yang akan menunjukkan jalan yang benar dan makna kekuatan sejati . Kalian harus menunggu sampai saat itu tiba dan peran kalian akan dimulai , anak-anak ku. "
Inilah kata-kata yang diucapkan oleh Rikodou Sennin, orang yang menyelamatkan dunia dari Jubi dan menjadi dewa shinobi seta orang yang menciptakan para biju . Kyubi masih bisa mengingat kata-kata ayahnya, Rikodou Sennin adalah satu-satunya manusia di seluruh dunia yang paling dihormati dan diagungkan oleh Kyubi.
"Aku ingin tahu apakah kau yang dimaksud oleh kakek tua itu Naruto .." pikir Kyubi
"Oi Kyubi berhentilah melamun , katakan padaku kenapa kau membawaku ke sini?apa Ada hal penting yang kau bicarakan bola bulu bodoh!" Kata Naruto jengkel saat Kyubi terusa menatapnya.
"Yeah benar, kau sepertinya sedang berfikiran mesum tentang perempuan disebelahmu itu." Mencemooh Kyubi
"Hei aku tidak berfikiran mesum tentangnya ." Balas Naruto dengan marah tapi wajahnya sedikit tersipu malu tapi untungnya disembunyikan di balik topeng wajahnya.
"Kau sepertinya cukup protektif ?" goda Kyubi dan tertawa saat melihat ekspresi terkejut Naruto.
"Kau" gumam Naruto dengan marah karena tertangkap basah oleh Kyubi.
"HAHAHA ... kau bocah yang menarik." Raung Kyubi dengan tawa.
Emosi Naruto sudah meledak ledak , tapi langsung musnah saat mengingat perkataan kakashi.
"Naruto, kau harus memiliki kontrol yang lebih baik atas emosimu. Apa aku tidak mengajarimu dengan baik." Kata Kakashi sambil memperlihatkan raut kekecewaan .
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi, aku harus bisa mengendalikan emosiku." Pikir Naruto
"Baiklah Kyubi kenapa kau memanggilku kemari ?" Tanya Naruto serius, suaranya tidak memiliki emosi apa pun. Kyubi menghentikan tawanya dan menatap Naruto intens.
"Aku tahu bahwa kau ingin belajar segalanya dari saudara mesum bodohmu-" kata Kyubi sambil menciptakan gelembung chakra untuk membuat replika dirinya tepat di depan Naruto , tapi cukup terkejut ketika apa yang terjadi selanjutnya.
Sharingan Naruto mulai berputar liar dan seketika semua chakra Kyubi ditekan sampai lenyap tak tersisa.
"Itu sangat mengagumkan." Pikir Naruto kagum saat melihat chakra Kyubi yang dilenyapkan dengan sharingannya.
"Apa apaan bocah ini? Dia bisa menekan chakra ku seperti Madara dan bajingan bertopeng itu. Sialan" pikir Kyubi sedikit marah.
"Kau Panggil Ni-san kata itu lagi , aku akan membuatmu menderita dengan cara yang tidak bisa dibayangkan." Ancam Naruto dengan aura intimidasi .
"Apa itu sebuah ancaman?" Tanya Kyubi dengan santai .
"Ya itu adalah ancaman " jawab Naruto dengan kebencian dalam suaranya yang bahkan mengejutkan Kyubi
"Aku yakin dia itu bipolar atau semacamnya" pikir Kyubi bingung.
"Baiklah , aku hanya ingin kau belajar sebanyak mungkin dari orang-orang di sekitar mu dan tumbuh menjadi lebih kuat." Perintah Kyubi
"Kenapa kau mempedulikanku?" Tanya Naruto bingung
"Itu penting , si Yondaime sialan itu menciptakan segel ini sedemikian rupa sehingga mengikat ku pada mu. Ancaman terhadap keberadaan mu adalah ancaman bagi diri ku sendiri karena jika kau mati , aku akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat pulih lagi . " Jelas Kyubi
"Tunggu tunggu , jadi kau abadi?" Tanya Naruto dengan kagum
"Ya, aku memang abadi " Jawab Kyubi dengan seringai di wajahnya .
"Benarkah " jawab Naruto sambil menyeringai .
"Keluar dari sini, lihat kekasihmu sudah mulai sadar " kata Kyubi dengan jengkel.
"Hei dia bukan kekasihku , dasar bola bulu jangan berkata omong kosong " kata Naruto dengan marah
"Begitukah? Lalu mengapa kau melihat pantatnya dengan nafsu di matamu?" Tanya Kyubi dengan seringai
"Hn" jawab Naruto lalu menghilang dari selokan.
"Aku ingin tahu apakah semua Uchiha berbicara dengan kalimat yang sama. Mungkin Akan sangat menarik jika tinggal bersamamu selamanya Naruto" pikir Kyubi dengan menarik.
Naruto perlahan membuka matanya terlihat tak ada yang berubah , kecuali terdengar lenguhan kunoichi disampingnya .
"Kau baik-baik saja?" Tanya Naruto dengan nada prihatin.
Kunoichi itu mengedipkan matanya beberapa kali sebelum menatap sebentar ke arah Naruto. Naruto terpesona oleh mata wanita itu. Mata nya berwarna merah rubi dengan dua cincin hitam yang melingkarinya .
"Matanya begitu cantik, aku bertanya-tanya apakah itu dojutsu" pikir Naruto dengan wajah blush
"Berhentilah menatapnya idiot!" Teriak Kyubi
"Apa , aku hanya menatap matanya." Kata Naruto sederhana
"Jika kau tidak ingin disembur api oleh nya berhentilah menatap seperti itu !" Kata Kyubi dengan keras membuat Naruto bergidig ngeri . Ia memutuskan untuk mengikuti saran dari Kyubi .
"Hey Kau siapa?" Wanita itu bertanya dengan tegas
"Naruto Hatake" kata Naruto sambil tersenyum hangat.
"Apa yang kau lakukan di sini Tempat ini disediakan untuk shinobi dan aku bisa melihat mu bahwa kau bukan seorang shinobi, katakan yang sebenarnya sekarang!" Kata wanita itu tegas .
"Bukannya berterima kasih dia malah mengancamku," pikir Naruto sinis.
"Ya, kau benar, aku bukan shinobi tapi seorang siswa akademi . Tapi aku mempunyai izin untuk datang ke tempat latihan ini." Kata Naruto
"Siapa yang memberimu izin ?" Tanya wanita itu
"Tuan Hokage sendiri, jika kau tidak percaya silahkan bertanya padanya, dan tolong hentikan interogasi berlebihan mu itu ." Kata Naruto menjengkelkan.
"Gomen, hanya saja tidak ada yang boleh kesini selain shinobi yang diizinkan , tapi aku akan mencoba mempercayaimu dan akan bertanya ke tuan Hokage tentang ini." Kata wanita itu pelan
"Arigatou ..?" Tanya Naruto
"Kurenai , Yuhi Kurenai" kata wanita itu
"Baiklah Kurenai-san, aku sudah menghentikan pendarahan ditanganmu semaksimal mungkin, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa tentang memar karena aku bukan seorang ahli medis Gomen" kata Naruto dengan tulus dan menawari airnya yang diminumnya .
"Arigatou Naruto-san, tapi aku punya beberapa pertanyaan untukmu?" Kata Kurenai
"Kau bisa memanggil ku Naruto, aku juga punya beberapa pertanyaan untuk mu, tapi tolong ajukan pertanyaan mu terlebih dahulu." Kata Naruto sederhana dan Kurenai mengangguk.
"Baiklah Naruto, kamu bilang nama belakangmu adalah Hatake, aku hanya tahu satu orang di Konoha yang memiliki nama belakang itu dan dia tidak memiliki kerabat sedarah yang masih hidup sekarang. Tolong jelaskan ." Kata Kurenai
"Ya, kau benar namaku sebenarnya adalah Naruto Uzumaki, tapi setelah Kakashi-ni-san mengadopsiku, aku mengganti namaku." Kata Naruto
Mata Kurenai sedikit membelalak saat mendengar nama asli Naruto tapi segera menormalkan keterkejutan nya .
"Apa kau membenciku karena apa yang terdapat di dalam diriku?" Tanya Naruto sedih setelah melihat shock Kurenai.
Kurenai terkejut mengetahui bahwa Naruto menyadari apa yang hidup di dalam dirinya dan ia lebih terkejut lagi saat dia bisa membaca emosi Naruto.
"Tidak, Naruto, aku tidak membencimu." Kata Kurenai sambil tersenyum
"Kenapa?" Tanya Naruto curiga
"Aku tahu perbedaan antara seorang sipir penjara dan seorang tahanan . Dan aku yakin kau tidak seperti yang dikatakan oleh penduduk desa . Itu bisa dilihat dari caramu memperlakukan ku ." Kata Kurenai sambil tersenyum manis kepada Naruto
Naruto senang mendengar bahwa setidaknya ada orang lain di desa yang melihatnya sebagai Naruto dan bukan rubahnya.
"Arigatou Kurenai-san" kata Naruto hangat
"Panggil aku Kurenai, sekarang aku hanya ingin tahu apa yang kamu lakukan disini? Kau tidak sedang mengintip ku kan ?" Tanya Kurenai dengan nada gelap.
"Tidak, itu tidak benar Kurenai . Aku datang ke sini untuk bermeditasi agar bisa rileks, Aku bersumpah aku tidak sedang mengintip mu, aku bahkan tidak tahu kau ada di sini. Aku hanya melihat mu terluka dan memutuskan unuk membantu ." Kata Naruto seketika
"Baiklah Naruto, Santai saja . kaupikir aku tidak percaya denganmu setelah kau mengatakan yang sebenarnya." Kata Kurenai sambil tersenyum
"Kau percaya dengan ku? Tapi kau bahkan tidak mengenal ku." Kata Naruto dalam kebingungan
"Memang baru pertama kali aku bertemu dengan mu , tapi aku menemukan kebenaran dalam apa yang kau katakan dan kau tidak akan berbohong padaku , kan?" Tanya Kurenai.
"Tidak, Kurenai, aku tidak berbohong dan terimakasih telah mempercayai ku, bolehkah aku mengajukan pertanyaan?" Tanya Naruto
"Aku akan menjawab pertanyaan mu." Kata Kurenai tegas.
"Baiklah , kenapa kau menangis?" Tanya Naruto
Mata Kurenai melebar saat mendengar penuturan Naruto , dia kemudian ingat bagaimana hidupnya telah berubah menjadi lebih buruk.
Kurenai telah menjalani kehidupan normal sebagai shinobi, tapi itu sudah tidak berlaku enam bulan yang lalu ketika Hokage menugaskannya misi tertentu.
Dia hanyalah seorang chunin desa dan merupakan salah satu spesialis genjutsu terbaik Konoha, dan hasilnya Hokage memberinya sebuah misi untuk mengajar Yakumo Kurama, pewaris klan suku Kurama untuk mengendalikan kekuatannya.
Gadis itu memiliki bakat alami pada Genjutsu, yang bahkan lebih dari hebat dari Kurenai tapi gadis itu mentalnya tidak stabil. Dia memiliki kepribadian ganda yang bertindak sebagai pembela terhadap ketidakamanannya dan hal itu mencegahnya mengendalikan kekuatannya untuk menjadi seorang shinobi.
Ketidakstabilan Yakumo semakin buruk sehingga dia telah membunuh orang tuanya sendiri secara tidak sengaja dan bahkan dia tidak menyadarinya.
Kurenai mencoba menolong gadis itu dalam mengendalikan kekuatannya. Yakumo adalah seorang gadis yang sangat baik hati, dan seiring berjalannya waktu Kurenai semakin dekat dengannya dan kadang-kadang bertindak sebagai kakak perempuannya dan juga sebagai gurunya, namun semua usaha kurenai gagal.
Mental Yakumo semakin tidak stabil dan hal itu adalah ancaman bagi desa.
Akibatnya klan Kurama menuntut Yakumo untuk dibunuh tapi Hokage menolaknya dan malah memutuskan untuk menyegel kekuatan Yakumo.
Dia kemudian memberi Kurenai sebuah misi rahasia untuk menyegel kekuatan Yakumo dan akhirnya mengakhiri karirnya untuk menjadi seorang shinobi.
Kurenai dengan berat hati menyegel kekuatan Yakumo untuk kepentingan desa dan Yakumo sendiri. Dia mengambil beban membuat Yakumo percaya bahwa dia berhasil menyingkirkan kekuatannya karena dia cemburu terhadapnya ,kurenai melakukan karena dia tidak ingin Yakumo membenci desa .
Kurenai bangga dengan Yakumo dan memiliki harapan tinggi untuknya , tapi takdir berkata lain . Setelah dia berhasil menyegel kekuatan yakumo , gadis cantik itu meninggal dunia . Itulah hal yang membuat hati Kurenau tersakiti . Dia telah banyak menjalani takdir yang kejam .
Ibunya meninggal saat dia masih kecil, jadi dia tidak pernah menerima cinta seorang ibu dan ayahnya meninggal membela desa selama serangan Kyubi. Dia telah kehilangan orang-orang yang dicintainya dan telah menjadi orang yang sangat setia yang mengabdi di desanya.
Dia dikenal sebagai "ratu es Konoha" tapi dia tidak peduli dengan hal itu . Dia adalah seorang kunoichi baik hati, peduli dan pemberani .
Melihat tatapan Kurenai yang menyakitkan, Naruto memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk meringankan rasa sakitnya.
"Maafkan aku Kurenai, aku tidak ingin menyakiti mu, tapi kadang-kadang berbagi rasa sakit dengan orang lain akan membantu. Jika itu adalah masalah pribadi atau sesuatu yang berhubungan dengan rahasia desa, atau jika kau tidak ingin mengatakannya , aku bisa mengerti . " Naruto meyakinkan dengan senyuman baik.
"Kau sudah matang dari kebanyakan anak seumuran mu Naruto, berapa umurmu?" Tanya Kurenai dengan maksud mengubah topik pembicaraan.
"Kau bukan orang pertama yang mengatakannya, aku berumur 10 tahun, dan dalam beberapa bulan lagi aku akan berusia 11 tahun ." Kata Naruto dan Kurenai mengangguk.
Mereka berdua duduk di sana di bawah naungan pohon dalam keheningan . Tak ada satu pun dari mereka mengucapkan sepatah kata pun dan mereka malah menikmati keindahan alam .
Naruto hanya berbaring di rumput sambil menatap Kurenai sepertinya dia mengamati Naruto. Dia telah menemukan dirinya kembali setelah bertemu Naruto , dan ada sesuatu tentang Naruto yang memaksanya untuk percaya bahwa dia bisa mempercayai Naruto.
Dia sekarang jauh lebih tenang , perlahan lahan rasa sakitnya berkurang .
Memutuskan untuk memulai percakapan, dia memilih untuk mengawali percakapan .
"Kau tidak menanyakan umur ku?" Tanya Kurenai penuh rasa ingin tahu.
"Baiklah , kau adalah gadis yang sangat cantik dan baik hati, jadi usia mu tidak penting, dan juga tidak akan berakhir dengan baik ketika seseorang yang lebih muda bertanya kepada seorang gadis yang lebih tua usianya ." Kata Naruto sambil tertawa kecil
Kurenai tertawa mendengar jawaban Naruto tapi juga wajahnya merah padam.
"Aku berumur 17 tahun" kata Kurenai dan Naruto mengangguk dengan senyuman hangat.
Naruto kemudian mengeluarkan dua cup ramen dari tasnya dan sebotol air panas. Dia kemudian menambahkan air ke ramen dan mengaduknya sedikit dan setelah beberapa saat ia selesai menyiapkan ramennya. Dia kemudian menawarkan satu cup Ramen ke Kurenai.
"Aku tahu makanan itu tidak terlalu disukai orang yang banyak , tapi hanya itu yang ku miliki sekarang dan jika aku benar, kau pasti telah berlatih sangat keras hari ini sehingga kemungkinan kau akan merasa lapar. Apa kau ingin makan Ramen?" Tanya Naruto tulus
Kurenai memikirkan proposal Naruto sedikit. Dia menemukan kata-kata Naruto untuk menjadi tulus tapi sedikit ragu-ragu.
"Aku tidak lapar Naruto, tapi terima kasih atas tawarannya." Kata Kurenai dengan sopan.
Kriuuk
Tapi setelah beberapa saat terdengar suara gemuruh yang berasal dari perut Kurenai. Naruto tertawa keras dan Kureani tampak sedikit malu.
Dia kemudian mengambil ramen itu dan mulai memakannya perlahan.
Mereka berdua duduk di sana dengan diam sambil menikmati makanan kecil mereka, Naruto sepertinya sangat menikmatinya sementara Kurenai sedang makan dalam keheningan tapi jika menilik terukir ekspresi damai di wajahnya dan ada indikasi dia juga sedang menikmatinya.
"Aku telah melakukan sesuatu yang tidak ku harapkan." Kata Kurenai setelah beberapa saat.
Kurenai berada dalam tekanan emosional yang hebat, dia tidak memiliki banyak teman dekat dan sahabat baiknya Anko sedang dalam misi sekarang. Tentu Hokage ada di sana tapi dia tidak bisa menunjukkan kelemahan di depannya , tapi setelah menghabiskan beberapa waktu dengan Naruto dan mengenalnya sampai batas tertentu, dia memutuskan untuk setidaknya berbicara dengannya untuk menenangkan rasa sakitnya.
Tentu dia tahu bahwa shinobi menjalani kehidupan penipuan dan Naruto bisa berbohong padanya tapi saat ini dia hanya membutuhkan seseorang untuk mendengarkannya dan berdiri di sampingnya.
"Apa itu berhubungan dengan orang yang kau sayangi ?" Tanya Naruto pelan
"Ya" kata Kurenai dengan sungguh-sungguh
"Hokage-sama pernah mengatakan kepada ku bahwa kehidupan seorang shinobi adalah rasa sakit tapi kita melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi apa yang kita sayangi. Aku tidak menilai mu Kurenai atau apakah aku mengatakan bahwa aku dapat memahami rasa sakit mu ? Karena selama seseorang tidak pernah mengalami rasa sakit yang sama mereka tidak pernah bisa mengerti rasa sakit orang lain. " Kata Naruto sedih
Dia juga teringat akan hidupnya, kebencian dan rasa sakit yang dideritanya karena dia adalah seorang Jinchuriki dan dia sedikit mengerti . tentang rasa sakit Kurenai tapi dia tidak bertanya apa yang dia lakukan , karena dia adalah seorang shinobi dan dia tidak diberi kuasa untuk mengetahui informasi sampai dia menjadi shinobi. Tapi alasan utamanya adalah dia tidak ingin mengingatkan Kurenai tentang rasa sakitnya.
Tapi alasan utamanya adalah dia tidak ingin mengingatkan Kurenai tentang rasa sakitnya.
Sementara itu Kurenai sadar pada setelah mendengar kata-kata Naruto. Dia tahu berapa banyak yang harus diderita Naruto selama hidupnya karena dia pernah melihat bagaimana penduduk desa memperlakukannya dan merasa kasihan padanya, tapi ini juga membuatnya menyadari bahwa apa yang telah dia lakukan dengan Yakumo adalah untuk melindunginya dari dirinya sendiri dan Desa.
Hal ini sepertinya dapat mengurangi rasa sakitnya. Dia bisa merasakan jauh lebih rileks, rasa bersalahnya masih ada tapi sekarang sedikit berkurang daripada sebelumnya.
Dia melakukan apa yang harus dilakukannya sebagai shinobi di desanya dan juga untuk melindungi Yakumo, orang yang sangat berharga baginya .
"Arigatou Naruto." Kata Kurenai dengan mata berkaca-kaca.
" Sama sama kurenai." Kata Naruto sambil tersenyum hangat.
"Kenapa kamu selalu memakai masker wajah ini? Apakah kamu mencoba meniru Kakashi?" Tanya Kurenai sambil menyeka air matanya.
"Kau kenal Kakashi-ni-san?" Tanya Naruto penasaran
"Hai, kami telah menjalani beberapa misi bersama," kata Kurenai
"Aku tidak mencoba untuk meng-copy nii-san . Masker wajah ini sangat istimewa bagi ku." Kata Naruto
"Istimewa?" Tanya Kurenai
"Ini ... adalah hadiah pertama yang aku terima , benda ini menunjukkan ikatan antara aku dan Kakashi, dan itu adalah hal pertama yang dia berikan padaku." Kata Naruto sambil tersenyum.
"Aku mengerti" kata Kurenai dengan sedih karena sedikit menyesal telah bertanya seperti itu.
"Hei, jangan beri aku tampang itu, aku tahu hidup ini memang sulit tapi aku harus menjalani , selain itu masker wajah ini keren bagiku, bukan?" Tanya Naruto sambil tertawa kecil.
"Ya, itu cocok untukmu." Kata Kurenai sambil tertawa kecil
"Hei Kurenai, apa kau benar-benar chunin?" Tanya Naruto tiba-tiba.
"Yeah" kata Kurenai sedikit bangga.
"Mana jutsu terkuatmu dalam seni shinobi? Maksudku Ninjutsu, Genjutsu, Taijutsu, Kenjutsu, atau Fuinjutsu?" Tanya Naruto dengan penuh semangat.
"Aku ahli dalam Genjutsu dan sedikit ahli dalam bidang Fuinjutsu." Kata Kurenai
"Benarkah? Genjutsu dan Fuinjutsu?" Tanya Naruto
"Kenapa , kamu tidak suka dengan Genjutsu atau Fuinjutsu?" Tanya Kurenai merasa sedikit tersinggung.
"Tidak sama sekali tidak Kurenai, Genjutsu adalah ilmu shinobi yang sangat terampil dan juga Fuinjutsu Aku rasa sangat menarik- "kata Naruto sambil menjedanya.
"Seorang shinobi dapat dengan mudah menyelesaikan misinya jika dia bisa melumpuhkan indera musuh dengan mengalihkan perhatiannya. Hal ini akan menghindari pemborosan waktu dan Beberapa pertumpahan darah dan juga misinya bisa diselesaikan secara halus. Tapi aku tidak terlalu mahir dalam Genjutsu "Naruto menjelaskan sedikit sedih.
Dia tidak menyebutkan bahwa dia bisa melemparkan ilusi yang kuat dengan sharingannya karena ini adalah sebuah rahasia.
"Oh, aku pikir kau tidak menyukai Genjutsu, masalah apa yang kamu miliki? Aku mungkin dapat membantu mu karena aku ahli dalam bidang ini." Kata Kurenai sambil tersenyum.
Dia cukup senang karena Naruto tidak meremehkan Genjutsu seperti kebanyakan shinobi, malah ingin mempelajarinya dan karena dia adalah master Genjutsu yang memutuskan untuk membantu Naruto sedikit.
"Kakashi mengatakan bahwa aku memiliki chakra dalam jumlah sangat besar dan akibatnya aku belum bisa menguasai kontrol chakra yang cukup untuk belajar Genjutsu, tapi aku bisa menghilangkan Genjutsu seperti yang diajarkan di akademi." Kata Naruto jujur
'' Itu masuk akal, mengingat Jinchuriki selalu memiliki cadangan chakra yang besar. Tidak heran ia mengalami kesulitan dalam mengendalikan chakra nya. "Pikir Kurenai.
"Baiklah, aku bisa membantu mungkin bisa membantu mu mengendalikan chakra agar kamu dapat berlatih Genjustu." Tawar kurenai
Naruto cukup terkejut mendengar jawaban Kurenai dan karena itu sedikit skeptis tentang alasannya untuk membantunya.
"Kenapa kau ingin membantu ku?" Tanya Naruto dengan sedikit keraguan
"Aku ingin orang-orang menerima Genjutsu sebagai seni yang sama terampilnya dengan Ninjutsu dan sebagai spesialis Genjutsu, aku akan membantu seseorang yang tertarik dengannya." Kata Kurenai sambil tersenyum
"Ditambah lagi, aku bisa melakukan hal-hal berbeda kali ini dalam menyampaikan beberapa ajaran." Pikir Kurenai penuh harap.
"Nah, kau punya sukarelawan untuk mimpimu itu ." Kata Naruto sambil tersenyum
"Terima kasih Naruto." Kata Kurenai dengan hangat
"Nah sudah sore , kita harus pergi sekarang" kata Kurenai
"Um..mau ku antar pulang?" Tanya Naruto sedikit hanya tampak penasaran dengan Naruto.
"Aku tidak bermaksud yang aneh aneh , Hokage-sama mengajari ku bahwa ini adalah kewajiban seorang pria untuk mengantar wanita berjalan pulang ke rumah. Aku tidak bermaksud melakukan pelecehan, tapi jika kau tidak menginginkannya, aku bisa mengerti" kata Naruto tulus
"Baiklah, selain itu aku ingin lebih dekat denganmu." Kata Kurenai sambil tersenyum.
"Arigatou" kata Naruto
"Kau sepertinya lebih dekat dengan Hokage-sama?" Tanya Kurenai
"Yeah, dia seperti kakek bagiku, dia merawatku dan melindungiku setiap kali aku dalam bahaya." Kata Naruto
"Maafkan aku Naruto." Kata Kurenai sedikit sedih
"Tak apa Kurenai, selain itu aku punya Kakashi dan teman-temanku sekarang." Kata Naruto dengan gembira dan Kurenai mengangguk.
Mereka berjalan menuju apartemen Kurenai sambil mengobrol tentang berbagai hal dan saling menikmati kedekatan masing-masing.
Kurenai merasa jauh lebih baik dari sebelumnya sementara Naruto senang karena mengenal Kurenai. Beberapa saat kemudian mereka sampai di apartemen Kurenai.
"Selamat malam Kurenai, sampai ketemu besok." Kata Naruto
"Temui aku di Training Ground 28 besok jam 4 . Aku akan memberimu beberapa pelatihan di sana, dan Naruto sekali lagi erimakasih." Kata Kurenai sambil tersenyum bersyukur.
"Kapan saja Kurenai, senang bertemu denganmu." Kata Naruto sambil tersenyum hangat.
Dia kemudian berbalik dan baru saja akan melangkah kemudian terhenti saat seseorang memegang bahunya. Dia berbalik dan melihat Kurenai menatapnya.
"Apa aku boleh menjadi teman mu?" Tanya Kurenai pelan
"Um..kenapa kamu serius ingin berteman denganku, maksudku aku tidak begitu disukai di desa dan aku juga sedikit lebih muda darimu-" kata Naruto tapi terhenti saat Kurenai memberi sentilan ringan ke dahinya.
"Ow, apa maksudnya ini Kurenai?" Tanya Naruto sedikit menggosok dahinya. Kurenai terkekeh saat melihat cemberut Naruto sedikit.
"Teman tidak dibuat berdasarkan usia dan aku tidak peduli walaupun beberapa orang menyukai mu atau tidak, kau adalah orang baik Naruto dan aku ingin berteman dengan mu." Jelas Kurenai
"Baiklah Kita teman sekarang." Kata Naruto sambil menyeringai lebar
"Sampai ketemu besok Naruto." Kata Kurenai
"Kau tahu Kurenai , kau dan matamu itu sangat cantik." Kata Naruto dan menghilang di jalan dengan cepat.
Jika Naruto menengok ke belakang, dia bisa melihat wajah kurenai yang memerah . Dia baru saja membantu Kurenai keluar dari tekanan emosionalnya dan itu membuatnya bahagia.
"Aku menjaga persahabatan kita Naruto." Pikir Kurenai sambil tersenyum lebar.
xXx
And cut ~
Umur Karakter dalam fict ini :
Naruto: 10 th (mendekati 11)
Kurenai: 17 th
Anko: Usia 19 th
Kakashi: Usia 24 th
Konohamaru: 6 th
Iruka: Usia 19 th
Rookie Konoha : 10 -12 th
Mulai dari typo , aku udah memperbaiki nya walaupun masih ada
Di chap ini menunjukkan kepribadian kecil Naruto, dia sangat dewasa dibandingkan dengan anak lainnya dan dia saat ini masih berusia 10 tahun.
Mengenai Kurenai, usianya sekarang 10 tahun lebih muda , dan aku berharap kalian tidak mempermasalhkan sifat Kakashi daan kyuubi yang sangat ooc banget wwkwkwk
Sekian
Dhacil out ~
