Dancing In The Rain

.

.

.

"Dan satu lagi Kook, jangan berani-berani kau buang bubur atau obat itu. Jika kau membuangnya kau bersiap saja." Ucapnya dengan nada datar. Jungkook hanya mengerucutkan bibirnya. Lalu mengambil mangkuk bubur itu dan memakannya sampai habis. Dia pun meminum obatnya. Setelah itu dia terlelap kembali. Mungkin karena efek obatnya.

Sebelum dia tertidur dia melihat seseorang di kamarnya. Dia pemuda yang tadi malam dan tadi siang itu. Dia sedang memandangnya dengan tersenyum.

.

.

Di kamar apartement mewah itu. Terlihat dua orang pemuda yang sibuk dengan aktifitas mereka. Suara-suara desahan dan isakan menggema di kamar apartement itu. Dan beberapa saat kemudian kamar menjadi sedikit hening. Hanya sebuah isakan dari namja manis yang tengah terbaring dia atas ranjang dengan keadaan yang berantakan.

"Aku mencintaimu," ucap seorang pemuda tampan yang berbaring di sebelahnya. "lupakanlah dia dan tetaplah bersamaku." Sambungnya dengan lembut dan menatap pemuda manis disampingnya itu.

"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa. Aku masih mencintainya." Ucap pemuda manis itu tanpa mengalihkan pandangannya.

Pemuda tampan itu menggeram perlahan. "Kau tahu sesuatu? Dulu saat 'kita' masih bersama-sama, aku sempat mengagumi mu.." dia menghembuskan nafasnya perlahan lalu melanjutkan bicaranya. " aku mengagumi kebaikanmu, aku mengagumi ketampanan mu, kelembutanmu dan hal lainnya yang ada pada dirimu. Tapi sekarang kau sudah berubah." "Kau berubah SeokJin hyung." Ucap pemuda manis itu sambil menerawang jauh saat pertama kali dia kenal dengan pemuda tampan di sebelahnya itu.

"Dan satu lagi, aku bertemu dengan Namjoon tadi pagi. Dia menanyakanmu, sepertinya dia masih mencintaimu hyung."

Pemuda tampan itu terenyuh saat mendengar pernyataan itu dari pemuda manis itu. Hatinya seakan ditusuk dengan belati yang sudah diasah. Dia menengokkan kepalanya menatap pemuda manis itu yang ternyata sudah memejamkan matanya.

"Maafkan, maafkan aku. maafkan aku Yoongi-ah." Ucapnya lirih menatap wajah damai pemuda manis-Yoongi yang sedang terlelap itu.

.

.

"Apa kau sangat kesakitan huh?" ucap pemuda tampan dengan tubuhnya yang atletis. Dia memandangi pemuda manis yang terbaring dengan muka pucatnya itu. Dia menyentuh dahi Jungkook. Tak terasa apapun. Ah, ya dia lupa setelah kecelakaan beberapa bulan yang lalu, dirinya menjadi tak terlihat oleh siapapun. Tapi aneh pemuda manis ini bisa melihatnya. Apa dia yang dikatakan oleh ibunya?

Ibunya berkata bahwa suatu saat nanti dirinya akan bertemu dengan seseorang yang bisa membantunya dari masalah ini. Dan juga ibunya berkata bahwa dialah orang yang menjadi pendamping hidupnya nanti. Sungguh masalah ini membuatnya frustasi, ia ingin cepat-cepat kembali seperti 'dulu'.

"Eungh.." lenguhan seseorang membuatnya tersadar dari lamunannya. Dia menengokkan kepalanya dan memandangi pemuda manis yang sedang menggeliatkan tubuhnya. Dia tersenyum cerah.

"Hei, kau sudah bangun Jungkook-ah?" ucapnya lalu tersenyum menampakkan matanya yang tinggal setengahnya.

"Ugh, eoh kau?" ucap pemuda yang dipanggil Jungkook itu sambil mengucek matanya. Pemuda itu hanya tersenyum.

"Sejak kapan kau disini?" tanyanya setelah kesadarannya terkumpul.

"Eum?" dia memasang pose berpikir yang terlihat sangat imut dan juga keren bagi Jungkook. "Sejak kau tertidur, maybe?" Jungkook membulatkan matanya. Jadi pemuda ini sudah berada di kamarnya sejak dia tertidur. Dia melihat jam weker di samping tempat tidurnya. Jam 4 sore, berarti dia sudah tertidur selama 3 jam. Dan pemuda itu… ahh kepalanya berdenyut lagi.

"Kau baik-baik saja Jungkook-ah?" ucapnya saat melihat Jungkook memijat pelipisnya pelan.

"Ah ya aku baik-baik saja..eum?" dia bingung mau memanggil pemuda ini apa/?

"Jimin, Park Jimin." Ucapnya dengan senyuman khasnya.

.

.

"Yaa, aishh. Dasar Hoseok menyebalkan! Seenaknya saja menyuruhku pergi menemuinya. Dan sekarang lihatlah bahkan dia belum datang. Cih cih aku membencimu Jung Hoseok!" gerutu seorang pemuda dengan rambut berwarna orange caramel. Atu kita bisa menyebutnya Kim Taehyung atau lebih singkat lagi V?

Dia sedang meributkan sang kekasih yang mengajaknya pergi namun sang kekasih belum menampakkan batang hidungnya sama sekali. Bahkan ini sudah 20 menit! Seharusnya dia sedang merawat sahabatnya yang sedang sakit di apartementnya. Ugh dia jadi mengkhawatirkan sahabatnya itu.

Dia jadi berpikir yang tidak penting. Mengingat Jungkook adalah orang yang sangat ceroboh -,-.

"Hei, baby mianhae aku terlambat. Ada sedikit halangan saat perjalanan." Ucap seorang pemuda tampan sambil memeluknya. V melepaskan pelukannya dengan bibir yang ia kerucutkan.

"Aku sudah menunggumu 20 menit asal kau tahu itu."

"Maafkan aku, aku berjanji akan mentraktirmu 1 cup jumbo ice cream bagaimana?"

"Eummm.."dirinya memasang pose memikir yang sangat menggemaskan bagi orang-orang yang melihatnya. "2 cup jumbo ice cream, aku akan memaafkanmu!" ucapnya dengan mata berbinar.

Pemuda tampan itu ah sebut saja Hoseok membulatkan matanya dan menggelengkan kepalanya kencang. "Tidak! Aku tidak mau kau terkena flu dan demam seperti saat itu!"

"Yasudah! Aku tidak akan memaafkanmu!" ucapnya lalu membalikkan badannya.

"Hah..baiklah baiklah 2 cup jumbo ice cream kau puas?" akhirnya Hoseok yang mengalah.

"Yeay aku mencintaimu hyung" ujarnya girang lalu mencium pipi kekasihnya itu. Yah setidaknya dia bisa mendapatkan kecupan dari sang kekasih imutnya itu.

.

.

Pemuda tampan itu menundukkan kepalanya saat menaiki tangga menuju atap apartementnya. Terngiang-ngiang ucapan pemuda manis(nya) itu. Benarkah hal itu? Setelah sekian lama ini dia tidak mendengar nama orang yang pernah dia sakiti itu hatinya berdesir. Entah kenapa dirinya merindukan orang itu.

Dia menyesali semua perbuatannya dulu. Dia menyesal saat membuat orang yang mencintainya menjadi masuk rumah sakit jiwa karena tekanan batin/? Dan orangtuanya pun membawanya ke Amerika. Dia menyesal telah membuat kekasih dari pemuda manis yang dicintainya terbaring lemah dengan beberapa alat ditubuhnya. Dan…dia sangat menyesal sudah menyakiti orang yang dicintainya.

Bukankah dosanya sudah terlalu banyak? Dirinya merasa bahwa dia sudah tidak pantas berada di dunia lagi.

Tanpa sadar dia melangkahkan kakinya menuju tepi atap itu. Sebelum dia melangkahkan kakinya lebih jauh lagi seseorang menghentikannya.

"YA! Berhenti! Jangan bunuh diri!" pemuda itu tersadar dan menghentikan langkahnya dan menengokkan kepalanya. Matanya membulat tak percaya saat dia melihat siapa yang meneriaki nya tadi.

.

.

.

ToBeContinued

Sorry for long update, lagi banyak tugas. Dan makasih yang sudah meriview ^^. And for silent reader I just wanna say don't be a silent reader! ^^